Api Kembali Menyala di Jantung Bukit Soeharto, Petugas Berpacu Cegah Karhutla Meluas

Kukar — Kebakaran vegetasi kembali menjadi perhatian di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto, tepatnya KM 56 Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara. Api yang telah berlangsung sekitar tiga hari dilaporkan sempat padam, namun kembali menyala di tengah kondisi semak belukar dan dedaunan kering yang mudah terbakar.

Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari akses jalan utama dan masuk ke dalam kawasan hutan yang termasuk dalam delineasi OIKN.

Kondisi medan menjadi tantangan utama bagi petugas karena kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api secara langsung.

Pemantauan dan penanganan dilakukan Selasa (22/9/2026) oleh personel Polsubsektor Tahura bersama petugas Gakkum Kehutanan UPTD Pusat, personel Otorita IKN serta masyarakat sekitar. Tim bergerak melakukan pemantauan terhadap titik api yang berada pada koordinat -0.861656, 117.008313.

Di lapangan, petugas mendapati vegetasi berupa semak belukar dan tumpukan dedaunan kering terbakar di bagian dalam kawasan hutan. Sementara area vegetasi yang berada di sekitar pinggir jalan utama Bukit Soeharto telah berhasil ditangani sejak sehari sebelumnya.

Masalahnya, titik api belum sepenuhnya aman, api dilaporkan sempat padam kemudian kembali menyala. Material kering di sekitar lokasi membuat potensi bara kembali muncul dan memicu penyebaran api tetap perlu diwaspadai.

Jarak titik kebakaran yang cukup jauh dari akses jalan membuat upaya pemadaman menggunakan unit Damkar tidak dapat dilakukan secara maksimal. Petugas di lapangan pun harus menyesuaikan penanganan dengan kondisi medan dan sarana yang tersedia.

Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama dua personel lainnya turut melakukan pemantauan. Penanganan juga melibatkan Lubis dari Gakkum Kehutanan UPTD Pusat bersama 15 personel, Reza bersama tiga personel Otorita IKN, serta sekitar 10 warga.

Kondisi tersebut membuat pemantauan berkelanjutan menjadi kunci. Petugas terus mengawasi perkembangan titik api untuk memastikan kebakaran tidak merambat lebih luas ke kawasan hutan.

Berdasarkan pemantauan dilapangan situasi di sekitar lokasi masih aman dan kondusif. Namun, karena titik api berada di medan yang sulit dijangkau dan material vegetasi dalam kondisi kering, penanganan lanjutan serta pemantauan tetap diperlukan.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan kebakaran di kawasan hutan bukan sekadar persoalan memadamkan api. Akses medan, jarak titik api, kondisi vegetasi dan ketersediaan sarana pemadaman menjadi faktor yang menentukan cepat atau lambatnya api dapat dikendalikan.

Karhutla Mengancam Samboja, Polisi dan Lintas Sektor Perkuat Kesiapsiagaan: Suplai Air Jadi Sorotan

Kukar — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Samboja dan Samboja Barat menjadi perhatian serius lintas sektor. Keterbatasan suplai air untuk pemadaman hingga mulai munculnya keluhan gangguan pernapasan menjadi sejumlah persoalan yang dibahas dalam rapat koordinasi penanganan dan kesiapsiagaan Karhutla.

Rapat digelar Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 10.30 Wita di Ruang Rapat Kantor Camat Samboja. Pertemuan tersebut mempertemukan unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, pemerintah desa/kelurahan, perusahaan, hingga unsur masyarakat.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Menurutnya, kekuatan yang ada di Kecamatan Samboja harus dimaksimalkan melalui koordinasi cepat ketika kebakaran terjadi.

Salah satu kendala yang mendapat perhatian adalah keterbatasan suplai air saat proses pemadaman. Kondisi tersebut dinilai dapat memperlambat upaya petugas dalam mengendalikan api, terutama ketika sumber air berada jauh dari lokasi kebakaran.

“Perlu dukungan semua pihak untuk suplai air saat petugas melakukan pemadaman,” menjadi salah satu penekanan dalam rapat tersebut.

Polsek Samboja juga mendorong pemerintah setempat hingga tingkat RT untuk aktif memberikan informasi ketika terjadi kebakaran. Identifikasi pemilik lahan dan penelusuran asal api menjadi bagian penting dalam penanganan setiap kejadian Karhutla.

Di sisi lain, unsur Koramil Samboja mengungkapkan bahwa kejadian Karhutla cukup banyak terjadi, dengan waktu kejadian yang disebut mayoritas berlangsung pada sore hari.

Keterbatasan personel juga menjadi tantangan karena petugas harus membagi kekuatan untuk menangani kebakaran di sejumlah lokasi.

Dampak terhadap kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian. Perwakilan UPT Puskesmas Samboja menyampaikan bahwa kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah kerja mereka masih fluktuatif dan belum berada pada tingkat rawan. Namun, masyarakat maupun petugas di lapangan tetap diminta mengantisipasi paparan asap.

Petugas pemadam juga diingatkan menggunakan masker saat menjalankan tugas serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin mengingat tingginya intensitas pekerjaan selama penanganan Karhutla.

Kolaborasi dengan perusahaan di wilayah Samboja turut menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan. Perwakilan PT AJP menyatakan kesiapan mendukung pemerintah apabila terjadi Karhutla, termasuk melalui peralatan dan unit pemadam yang dimiliki perusahaan.

Sementara itu, PT PHSS menyampaikan komitmen untuk berpartisipasi dalam penanganan Karhutla. Perusahaan tersebut menyebut telah melakukan pemadaman terhadap 12 titik api sepanjang bulan ini dan menyiapkan tiga unit water tank untuk mendukung penanganan kebakaran di sekitar wilayah kerjanya.

Rapat juga menyoroti pentingnya mengaktifkan kembali Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap desa dan kelurahan. MPA diharapkan menjadi kekuatan awal untuk melakukan

Cegah Dampak Kabut Asap Karhutla, Polsek Kota Bangun Bagikan Masker Gratis kepada Warga

Kukar — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah ancaman polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ditunjukkan Polsek Kota Bangun. Polisi turun langsung membagikan masker kesehatan kepada warga sebagai langkah antisipasi terhadap paparan asap dan partikel udara yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Kegiatan tersebut digelar Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 10.00 Wita, di depan Mapolsek Kota Bangun. Personel kepolisian membagikan masker kepada masyarakat yang melintas sekaligus mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara selama periode rawan Karhutla.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Kanit Binmas IPTU Sudaryo, Kanit Provost AIPTU Johan Syah, serta personel Polsek Kota Bangun.

Langkah tersebut tidak hanya berorientasi pada penanganan kebakaran, tetapi juga pada perlindungan masyarakat dari dampak yang ditimbulkan. Penggunaan masker menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat ketika kualitas udara terdampak asap.

Polsek Kota Bangun juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran lahan di lingkungan sekitar.

Polisi hadir bukan hanya saat api berkobar, tetapi juga saat dampaknya mulai dirasakan masyarakat. Melalui langkah preventif tersebut, Polsek Kota Bangun terus mendorong kesadaran bersama untuk mencegah Karhutla sekaligus menjaga kesehatan warga.

Penemuan Jenazah Bayi di Tenggarong Seberang Berujung Pengungkapan, Polisi Amankan Seorang Perempuan

Kukar – Penemuan jenazah seorang bayi di sebuah rumah di Dusun Suka Sari, Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, berujung pada pengungkapan perkara oleh jajaran Polsek Tenggarong Seberang, Selasa (22/9/2026).

Peristiwa tersebut terungkap setelah warga mencium bau menyengat dari sebuah rumah yang saat itu ditinggalkan pemiliknya. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan laporan polisi yang diterima pada 21 September 2026, penemuan tersebut berkaitan dengan bayi yang diduga meninggal dunia setelah dilahirkan beberapa hari sebelumnya. Untuk menjaga kepentingan penyelidikan sekaligus menghormati hak korban, identitas dan informasi pribadi anak tidak diungkapkan.

Setelah menerima laporan, personel Unit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang bersama Tim Inafis Polres Kutai Kartanegara mendatangi lokasi. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, mengamankan sejumlah barang bukti, serta membawa jenazah bayi untuk pemeriksaan medis.

Dari hasil penyelidikan awal dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi memperoleh informasi yang mengarah kepada seorang perempuan berinisial NJE (19). Polisi kemudian mengamankan yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan awal, menurut keterangan kepolisian, perempuan tersebut mengakui bahwa bayi yang ditemukan merupakan anak yang dilahirkannya pada 18 September 2026.

Polisi selanjutnya mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan perkara tersebut, antara lain sebuah tas ransel, beberapa pakaian, karpet, ember, gayung, serta satu unit telepon seluler.

Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovaz menyampaikan bahwa pengungkapan perkara dilakukan melalui rangkaian penyelidikan, pemeriksaan saksi, pemeriksaan terhadap terduga, serta pengamanan barang bukti.

Perkara ini ditangani berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/11/IX/2026/SPKT/Polsek Tenggarong Seberang/Polres Kutai Kartanegara/Polda Kalimantan Timur, tertanggal 21 September 2026.

Polisi menyebut perkara tersebut disangkakan dengan ketentuan pidana terkait kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia dan/atau ketentuan mengenai pembunuhan anak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Polsek Tenggarong Seberang mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi, foto, maupun spekulasi yang dapat merugikan keluarga dan pihak-pihak terkait selama proses hukum masih berjalan.

Karhutla 50 Hektare Kepung Lahan Gambut di Samboja Barat, Tim Gabungan Berjibaku Cegah Api Meluas

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan lahan gambut di sekitar Ruas Tol Balikpapan–Samarinda, tepatnya STA 31+200, RT 005, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (21/9/2026).

Kebakaran yang terjadi sejak sekitar pukul 18.00 WITA tersebut menghanguskan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar, tanaman pakisan dan selingsing. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare.

Kepulan asap pekat yang terlihat dari kawasan tersebut memicu laporan masyarakat. Personel Polsek Samboja bersama unsur gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Medan gambut dengan vegetasi yang mulai mengering membuat api relatif cepat membesar dan menyebar. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang berupaya menghentikan pergerakan api agar tidak meluas.

Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman menggunakan sejumlah kendaraan dan peralatan pendukung. Selain berupaya memadamkan api pada titik yang dapat dijangkau, petugas juga membuat sekat untuk menghambat laju api.

Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala serius. Keterbatasan pasokan air dan sarana pendukung membuat api belum dapat dipadamkan secara menyeluruh.

Penanganan bahkan berlangsung hingga dini hari. Sekitar pukul 03.10 WITA, kegiatan pemadaman dihentikan sementara setelah suplai air yang tersedia habis. Tim selanjutnya menyiapkan langkah penanganan lanjutan untuk kembali mengatasi titik api.

Sebanyak puluhan personel dari berbagai unsur terlibat dalam penanganan. Mereka terdiri dari personel Polsek Samboja, Koramil 0906-06/Samboja, BKO Brimob, Damkarmatan Samboja, Jasa Marga, Masyarakat Peduli Api (MPA), PMI, BOSF, Jejak Pulang, Pramuka Peduli, hingga unsur Yonkav.

Sejumlah kendaraan dan peralatan juga dikerahkan, di antaranya kendaraan patroli, mobil pemadam, dua mobil tangki suplai air Jasa Marga, mobil tangki PMI, mobil tandon air, serta mesin pompa untuk mendukung proses pemadaman.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid bersama jajaran terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait. Penanganan lanjutan direncanakan melalui koordinasi dengan tim penanganan karhutla, BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara dan BPBD Provinsi Kalimantan Timur.

Kondisi lahan gambut menjadi perhatian khusus karena api dapat menyebar melalui vegetasi kering dan berpotensi sulit dikendalikan apabila tidak ditangani secara cepat dan berkelanjutan.

Meski proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, petugas gabungan tetap melakukan langkah pengamanan dan pemantauan untuk mencegah api meluas. Hingga laporan terakhir, situasi kamtibmas di sekitar lokasi tetap aman dan kondusif.

Kobaran Api Ancam Pemukiman di Samboja, Sinergi TNI-Polri dan Damkar Berhasil Amankan Situasi

Kukar – Kebakaran lahan seluas kurang lebih satu hektare melanda kawasan RT 008, Jalan Sariwangi, Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Senin malam (21/9/2026).

Peristiwa yang membakar semak belukar dan pepohonan tersebut sempat memicu kewaspadaan tinggi lantaran lokasinya yang cukup dekat dengan pemukiman warga setempat.

Kapolsek Samboja, AKP Mohamad Yazid menyebutkan bahwa titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 19.30 WITA.

Menanggapi situasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Samboja, Koramil Samboja, serta Damkar Samboja segera diterjunkan ke lokasi yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Mako Polsek.

Aksi cepat petugas gabungan dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam dan enam rol selang membuahkan hasil. Setelah berjuang melawan kobaran api di tengah medan semak belukar, tim akhirnya berhasil memadamkan seluruh titik api secara total pada pukul 23.00 WITA.

Penyebab pasti kebakaran saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib. Namun, indikasi awal mengarah pada kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Kecamatan Samboja.

Pasca-kejadian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lokasi sekitar dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

Langkah pemantauan berkala terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api susulan.

Polsek Tenggarong Gencarkan Edukasi Karhutla, Warga Mangkurawang Diajak Cegah Kebakaran

Kukar — Mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini, Polsek Tenggarong menggelar pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada warga di Jalan Usaha Tani, Kelurahan Mangkurawang, Senin (21/9/2026).

Petugas mengingatkan masyarakat bahwa pembakaran hutan maupun lahan secara melanggar ketentuan dapat berujung pada proses hukum. Warga juga diajak aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan potensi maupun kejadian kebakaran.

“Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Jangan menunggu api membesar, segera laporkan jika menemukan titik kebakaran,” imbau personel Polsek Tenggarong.

Dalam kegiatan tersebut, enam personel Polsek Tenggarong turun langsung memberikan edukasi kepada warga setempat sekaligus menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan di tengah kondisi rawan karhutla.

Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Masyarakat diimbau melaporkan kejadian karhutla kepada Polsek Tenggarong atau melalui Call Center 110 Polres Kukar yang siap melayani pengaduan selama 24 jam..

Polsek Muara Kaman Ungkap Dugaan Pengancaman, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Kukar — Polsek Muara Kaman, Polres Kutai Kartanegara, mengungkap perkara dugaan tindak pidana pengancaman yang terjadi di Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Perkara tersebut dilaporkan pada 19 September 2026 setelah seorang warga berinisial ES melaporkan dugaan tindakan pengancaman yang terjadi di Jalan Hayam Wuruk, RT 012, Dusun Suka Maju, Desa Panca Jaya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian dalam laporan, peristiwa bermula ketika terlapor berinisial NS diduga mendatangi rumah pelapor. Dalam kejadian tersebut, NS diduga melakukan tindakan terhadap sepeda motor dan bagian pintu rumah menggunakan senjata tajam.

Situasi kemudian semakin membuat penghuni rumah dan warga sekitar merasa khawatir. Polisi menyebut terlapor kemudian kembali ke lokasi dengan membawa senjata tajam lainnya.

Seorang anggota keluarga pelapor yang mengetahui kejadian tersebut kemudian membantu mengamankan situasi hingga kondisi dapat dikendalikan.

Polsek Muara Kaman selanjutnya melakukan serangkaian tindakan penyelidikan dan penyidikan, termasuk mengamankan terduga pelaku, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu buah parang berukuran sekitar 70 sentimeter, satu bilah badik berukuran sekitar 30 sentimeter, serta satu unit sepeda motor Honda Revo.

Kapolsek Muara Kaman Iptu Herwin melalui jajaran penyidik memastikan proses penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. proses pemeriksaan terhadap saksi dan terduga pelaku serta kelengkapan administrasi penyidikan masih dilakukan.

Medan Terjal Tak Halangi Petugas, Kebakaran Semak Belukar di Loa Janan Berhasil Dikendalikan

Kukar — Kebakaran semak belukar yang terjadi di Kilometer 5, RT 06, Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (21/9/2026), berhasil dikendalikan setelah personel gabungan berjibaku menghadapi medan yang sulit dijangkau kendaraan.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 13.30 WITA. Api membakar kawasan semak belukar yang didominasi rerumputan, pepohonan dan dedaunan kering. Kondisi cuaca yang panas membuat api dengan cepat merambat dan meluas ke area sekitarnya.

Begitu menerima informasi, Kapolsek Loa Janan AKP Danang Wahyu Rahardika bersama personel langsung bergerak menuju lokasi. Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya, Babinsa, relawan serta unsur pemadam kebakaran turut dikerahkan untuk melakukan penanganan.

Namun, upaya pemadaman tidak berlangsung mudah. Titik api berada di kawasan dengan akses yang terbatas sehingga kendaraan tidak dapat mencapai lokasi. Petugas harus berjalan kaki untuk mendekati area yang terbakar.

Kondisi medan semakin menyulitkan karena lokasi titik api berada di area yang terisolasi oleh danau, jurang dan jalan hauling perusahaan. Banyaknya semak serta dedaunan kering juga membuat petugas harus ekstra waspada terhadap potensi munculnya kembali api.

Dengan peralatan yang dapat dibawa secara manual, petugas dan relawan melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih dapat dijangkau. Sementara area yang tidak memungkinkan untuk dimasuki dilakukan pemantauan secara intensif.
“Keselamatan personel tetap menjadi perhatian. Karena ada titik yang tidak dapat dijangkau kendaraan dan kondisi medan cukup sulit, penanganan dilakukan pada bagian yang memungkinkan serta dilanjutkan dengan pemantauan,” demikian disampaikan dalam penanganan di lokasi.

Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar setengah hektare. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan penyisiran dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Personel yang terlibat di antaranya KSPK Regu III Polsek Loa Janan Aiptu Agus Bahtiar bersama anggota, Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya Aipda Zulkifli, Babinsa Desa Purwajaya Serka Yardin, serta relawan dan PMK Loa Janan.

Kerja sama lintas unsur tersebut menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran, terutama ketika kondisi medan tidak memungkinkan penggunaan kendaraan pemadam secara maksimal.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kondisi semak dan dedaunan kering di tengah cuaca panas dapat dengan cepat berubah menjadi potensi kebakaran. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan sulit dijangkau petugas.

Mahasiswa Jepang Belajar Kearifan Lokal di Loa Kulu, Polsek Loa Kulu Pastikan Student Exchange Berjalan Aman

Kukar — Suasana berbeda terlihat di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Mahasiswa asal Jepang berbaur dengan masyarakat setempat dalam kegiatan International Student Exchange, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kantor Desa Loh Sumber sejak pukul 09.00 WITA tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara. Para mahasiswa dari Jepang tidak hanya datang untuk mengenal lingkungan akademik, tetapi juga melihat lebih dekat kehidupan sosial, budaya, serta kearifan lokal masyarakat Desa Loh Sumber.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa KKN Universitas Mulawarman, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta sejumlah pihak terkait.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, Polsek Loa Kulu hadir melakukan monitoring, pengamanan, dan pendampingan. Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto, bersama Bhabinkamtibmas Desa Loh Sumber Briptu Depri Daud Samaa, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan panitia selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan. Personel juga memberikan imbauan kepada para peserta dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, serta menghormati adat istiadat dan norma yang berlaku di tengah masyarakat.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah pelatihan pembuatan kerajinan UMKM. Melalui kegiatan tersebut, peserta International Student Exchange berkesempatan mengenal potensi ekonomi kreatif masyarakat sekaligus melihat bagaimana keterampilan lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari SUpranoto mengatakan bahwa kegiatan pertukaran mahasiswa seperti ini menjadi kesempatan positif untuk memperkenalkan potensi dan karakter masyarakat lokal kepada peserta dari luar negeri.

“Selain menjadi ajang pertukaran pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya, lingkungan, dan kearifan lokal masyarakat Desa Loh Sumber kepada peserta dari Jepang,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Loa Kulu Ardiansyah, Kepala Desa Loh Sumber Sukirno, perwakilan PT MHU Muslimin, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Dekan Kyoto University, mahasiswa Kyoto University Jepang, mahasiswa KKN Universitas Mulawarman, serta tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda Desa Loh Sumber.

Interaksi antara mahasiswa Jepang dan masyarakat lokal berlangsung dalam suasana hangat dan positif. Pertukaran pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa perbedaan negara dan budaya dapat menjadi jembatan untuk saling mengenal, belajar, dan berbagi pengalaman.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Loa Kulu terus melakukan pemantauan sekaligus memastikan peserta mendapatkan rasa aman dan nyaman. Koordinasi dengan panitia dan pemerintah desa juga dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama kegiatan.

Kegiatan International Student Exchange tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan Desa Loh Sumber sebagai bagian dari wajah Kutai Kartanegara yang memiliki kekayaan budaya, potensi masyarakat, dan kearifan lokal yang layak dikenal hingga ke mancanegara.