Titik Api Muncul di Bukit Soeharto KM 56, Medan Sulit Jadi Kendala Pemadaman Tim Gabungan

Kukar – Kebakaran vegetasi terpantau di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto KM 56, Kecamatan Loa Janan, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 17.15 Wita. Lokasi titik api berada di kawasan hutan yang masuk dalam delineasi OIKN.

Mengetahui adanya titik api, Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama personel Polsek Loa Janan langsung melakukan pemantauan dan penanganan bersama unsur Gakkum Kehutanan, Otorita IKN, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Dari hasil pengecekan, api membakar semak belukar dan dedaunan kering. Namun, proses pemadaman menghadapi kendala serius karena titik api berada cukup jauh dari akses utama dengan medan yang sulit, sehingga kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi secara langsung.

Kondisi vegetasi yang kering juga membuat material di sekitar titik api mudah terbakar. Petugas kemudian melakukan pemantauan perkembangan api dan penanganan sesuai kondisi medan serta sarana yang tersedia.
Hingga laporan dibuat, situasi di sekitar lokasi aman dan kondusif, namun titik api masih membutuhkan pemantauan dan penanganan lanjutan untuk mengantisipasi penyebaran kebakaran.

Polsek Loa Janan bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kawasan tersebut sebagai langkah antisipasi agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Karhutla Muncul di KM 39 Sungai Merdeka, Tim Gabungan Samboja Bergerak Sebelum Api Meluas

Kukar – Kobaran api membakar pohon dan semak belukar di kawasan KM 39 RT 22, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Minggu (20/9/2026) sore. Kebakaran yang melanda area sekitar 500 meter persegi tersebut langsung ditangani personel gabungan.

Begitu titik api diketahui, Polsek Samboja bergerak bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Sungai Merdeka, perwakilan OIKN dan warga sekitar menuju lokasi yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Mako Polsek Samboja.

Tim gabungan tidak memberikan ruang bagi api untuk menjalar. Dengan dukungan empat pompa gendong dan satu unit Alkon kecil, petugas melakukan penyemprotan dan pemadaman secara langsung pada area yang terbakar.

Sebanyak 12 personel terlibat dalam penanganan, terdiri dari empat personel Polsek Samboja, enam anggota MPA Sungai Merdeka dan dua personel perwakilan OIKN.

Kondisi vegetasi yang terbakar berupa pohon dan semak belukar membuat api berpotensi merambat, terlebih kondisi cuaca di wilayah Samboja dan Samboja Barat dalam beberapa hari terakhir cukup panas.

Namun, penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Sekitar pukul 18.30 Wita, api dan asap berhasil dikendalikan, sehingga tidak meluas ke area lainnya.

Meski indikasi awal mengarah pada kondisi cuaca panas, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Usai pemadaman, petugas memastikan kondisi sekitar lokasi tetap aman sekaligus melakukan dokumentasi dan pemantauan terhadap area bekas terbakar.

Polsek Samboja mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kemunculan api sekecil apa pun di kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar. Laporan cepat dari masyarakat menjadi kunci agar api dapat ditangani sebelum berubah menjadi kebakaran yang lebih besar.

Asap Pekat Muncul di Belakang Kantor Lurah, Tim Gabungan Samboja Berjibaku Padamkan Karhutla

Kukar – Kepulan asap pekat dari lahan gambut di belakang Kantor Lurah Wonotirto, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, memicu respons cepat petugas, Minggu (20/9/2026) sore.

Kebakaran yang terjadi di lingkungan RT 003 tersebut membakar semak belukar di lahan gambut dengan luasan sekitar 1 hektare. Informasi dari masyarakat langsung ditindaklanjuti personel Polsek Samboja bersama unsur terkait dan masyarakat peduli api.

Petugas gabungan bergerak menuju lokasi dan langsung menghadapi titik-titik api yang membakar vegetasi kering di kawasan tersebut. Kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah bara kembali memicu api.

Sebanyak 12 personel terlibat dalam penanganan, terdiri dari personel Polsek Samboja, Koramil 0906-06/Samboja, Damkarmatan Kecamatan Samboja, Kelurahan Wonotirto serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Proses pemadaman didukung satu unit mobil patroli Damkarmatan, satu mesin pompa air portable dan tujuh rol selang pemadam. Petugas melakukan penyemprotan ke area yang terbakar sekaligus memastikan titik-titik api dapat dikendalikan.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.45 Wita. Petugas kemudian memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan tidak ditemukan adanya penyebaran api.

Polsek Samboja memastikan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Karena itu, dugaan penyebab tidak dapat dipastikan sebelum proses pemeriksaan dan pendalaman selesai.

Kebakaran lahan tersebut menjadi perhatian karena terjadi di kawasan gambut yang mudah terbakar ketika kondisi lingkungan kering. Kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid melalui personelnya menegaskan bahwa respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas.

Api berhasil dijinakkan sebelum menjalar lebih luas. Polisi pun mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Bepelas Malam 1 Erau Adat Kutai 2026 Digelar Khidmat, Kapolres Kukar Hadir di Tengah Prosesi Sakral

Kukar – Suasana adat dan nuansa sakral begitu terasa dalam pelaksanaan Bepelas Malam 1 rangkaian Erau Adat Kutai 2026 yang berlangsung di Museum Mulawarman, Jalan Diponegoro, Kelurahan Panji, Tenggarong, Minggu (20/9/2026) malam.

Prosesi adat tersebut turut dihadiri Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara Ny. Bella Khairul bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar dan para kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Kehadiran Kapolres Kukar menjadi bagian dari dukungan jajaran kepolisian terhadap rangkaian pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, serta unsur Forkopimda dan pejabat terkait lainnya.

Rangkaian Bepelas dimulai sekitar pukul 19.30 Wita ketika para undangan memasuki ruang Stinggil Keraton. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ritual sakral hingga Sultan memasuki tempat pelaksanaan Bepelas.

Nuansa kemeriahan semakin terasa sekitar pukul 21.00 Wita. Sepuluh personel Batalyon B Sat Brimob Polda Kaltim melaksanakan peledakan meriam sebagai simbol ekspresi kegembiraan dan puji-pujian atas dimulainya perayaan besar adat Erau.

Setelah jamuan makan malam bersama, Sultan bersama tamu undangan VVIP kembali menuju ruang Stinggil untuk menyaksikan tarian sakral yang menjadi bagian dari rangkaian Bepelas.

Bagi masyarakat Kutai, Erau bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi ruang untuk menjaga keberlanjutan tradisi dan warisan budaya yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Kehadiran jajaran kepolisian dalam setiap rangkaian kegiatan turut menjadi bagian dari upaya menjaga agar tradisi, keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat berjalan beriringan selama Erau Adat Kutai 2026 berlangsung.

Api Lahap 1 Hektare Lahan di Muara Pedohon, Polsek Tabang Bergerak Cepat Cegah Meluas

Kukar – Kobaran api membakar lahan di Desa Muara Pedohon, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, Minggu (20/9/2026) sore. Api yang melahap semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering itu diperkirakan membakar sekitar 1 hektare lahan.

Mendapat informasi kebakaran sekitar pukul 16.30 Wita, Polsek Tabang langsung bergerak bersama personel Koramil Tabang, Pemadam Kebakaran Kecamatan Tabang dan unsur pemerintahan kecamatan menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Petugas kemudian melakukan pemadaman dengan dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran dan fire hose sepanjang 300 meter. Penyemprotan difokuskan pada titik api dan bara yang masih menyala agar kobaran tidak merambat ke area lainnya.

Upaya pemadaman berlangsung mulai sekitar pukul 17.30 Wita. Sekitar pukul 18.00 Wita, api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam.

Namun, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran dan pendinginan dilakukan di area bekas terbakar untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu melalui personelnya juga memastikan lokasi tetap dipantau secara berkala setelah proses pemadaman.

Sementara itu, asal-usul api masih dalam penyelidikan. Unit Reskrim Polsek Tabang melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Polsek Tabang bersama unsur terkait juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali muncul maupun meluas ke area lain.

Respons cepat dan sinergi lintas unsur menjadi kunci dalam penanganan kebakaran tersebut. Api berhasil dipadamkan, sementara penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih berlangsung.

Cegah Karhutla Meluas, Polsek Kota Bangun Turun Langsung Ingatkan Warga Soal Bahaya Bakar Lahan

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan jajaran Polsek Kota Bangun. Tak hanya mengandalkan penanganan ketika api muncul, kepolisian memilih memperkuat langkah pencegahan dengan turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan Binluh Karhutla digelar personel Polsek Kota Bangun pada Minggu (20/9/2026), pukul 10.00 hingga 12.00 Wita, di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Raden bersama Bripka Marapi dan Bripda Dino Michel menyampaikan imbauan kepada warga mengenai bahaya membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Polisi juga mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar tidak menggunakan api saat mengolah lahan. Selain berpotensi menyebabkan api merembet dan sulit dikendalikan, kebakaran lahan dapat menimbulkan asap yang berdampak terhadap kesehatan serta mengganggu lingkungan.

“Pencegahan jauh lebih penting sebelum api membesar dan meluas. Karena itu, masyarakat kami ajak bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Edukasi juga mencakup pemahaman mengenai ketentuan hukum dan ancaman sanksi pidana bagi pihak yang melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Polsek Kota Bangun mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penerima imbauan, tetapi turut berperan aktif dalam mendeteksi dan mencegah potensi Karhutla di lingkungan masing-masing.

Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menekan risiko Karhutla, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi mudah terbakar.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan menegaskan, mencegah kebakaran sejak dini merupakan tanggung jawab bersama. Jangan tunggu api membesar, cegah sebelum menjadi bencana.

Parade 450 Polwan dari 43 Negara Meriahkan IAWP 2026 di Bali

BALI – Sebanyak 450 Polisi Wanita (Polwan) dari 43 negara mengikuti parade dalam rangkaian International Association of Women Police (IAWP) Training Conference 2026 di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali, Minggu (20/9/2026).

Parade tersebut menampilkan barisan Polwan dari berbagai negara dengan seragam kepolisian masing-masing serta atraksi dan tradisi khas negara peserta. Kegiatan ini disaksikan antusias oleh masyarakat yang memadati kawasan Jl. Raya Puputan Renon hingga Monumen Bajra Sandhi.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pelaksanaan IAWP 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan Polwan dari berbagai negara, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama kepolisian internasional.

“IAWP ini tidak hanya menjadi parade, tetapi juga momentum bagi Polwan dari berbagai negara untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan kepolisian yang semakin kompleks,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah isu kepolisian menjadi pembahasan dalam rangkaian konferensi selama lima hari, di antaranya kepemimpinan perempuan, investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, perdagangan orang, kontra-terorisme, kekerasan berbasis teknologi, transformasi teknologi kepolisian, hingga kejahatan transnasional terorganisasi.

Menurut Trunoyudo, kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata sekaligus menunjukkan kesiapan Bali sebagai destinasi penyelenggaraan kegiatan berskala internasional.

“Kita berharap pertemuan ini dapat menghasilkan pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik yang bisa diterapkan di masing-masing negara. Kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali juga menunjukkan bahwa kerja sama kepolisian tidak mengenal batas negara, terutama dalam menghadapi kejahatan yang terus berkembang,” katanya.

Kelancaran parade dan rangkaian IAWP 2026 tidak terlepas dari pengamanan personel Polda Bali dan jajaran, dukungan masyarakat, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Pelaksanaan IAWP 2026 di Bali menjadi penyelenggaraan kedua konferensi tersebut di Indonesia. Rangkaian kegiatan kali ini dipusatkan di Nusa Dua, Bali.

Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Kegiatan Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz di Sinak

SINAK – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus memperhatikan kondisi psikologis personel yang bertugas di wilayah operasi, termasuk di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan dukungan psikologi sekaligus interaksi humanis dengan masyarakat sebagai bagian dari menjaga kesiapan personel dalam menjalankan tugas.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (20/9/2026) tersebut diikuti oleh 36 personel Satgas Tindak Ops Damai Cartenz-2026 Sektor Sinak. Kegiatan dipimpin Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026 AKBP Andria, S.I.K., didampingi Iptu Reldo Imanuel Indey, S.Tr.K., Iptu Amelia Mega Kartika Kawilarang, S.Psi., Ipda dr. Robertus Sindhu Guntara serta Ipda Moh. Arsyad Hafid Affandy, S.Psi.

Dalam kegiatan tersebut, tim psikologi memberikan ruang kepada personel untuk memahami dan mengelola kondisi psikologis selama menjalankan tugas di wilayah operasi. Pendekatan dilakukan secara komunikatif agar personel dapat menyampaikan pengalaman maupun situasi yang mereka hadapi selama bertugas.

Selain dukungan psikologi, kegiatan dilanjutkan dengan interaksi humanis bersama masyarakat Sinak. Personel menyapa warga yang ditemui serta berbagi makanan ringan sebagai bentuk komunikasi sosial dan upaya membangun kedekatan antara aparat keamanan dengan masyarakat.

Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, S.I.K., mengatakan perhatian terhadap kondisi mental personel merupakan bagian penting dalam menjaga kesiapan pelaksanaan tugas di lapangan.

“Personel yang bertugas memiliki tantangan dan dinamika yang berbeda-beda. Karena itu, kami ingin memastikan mereka memiliki ruang untuk berkomunikasi, saling memberikan dukungan, serta memahami pentingnya menjaga kondisi psikologis selama menjalankan tugas,” ujar Wakasatgas Humas.

Menurutnya, dukungan psikologi tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika personel menghadapi persoalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan, kebersamaan, dan kesiapan personel selama berada di wilayah tugas.

“Kami juga mengajak personel untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Menyapa, berbicara, dan berbagi makanan ringan mungkin terlihat sederhana, tetapi interaksi seperti ini dapat menjadi bagian dari pendekatan humanis dalam membangun hubungan yang baik dengan warga,” katanya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan dukungan terhadap kondisi psikologis personel menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan seluruh anggota selama melaksanakan tugas di wilayah operasi.

“Personel merupakan bagian penting dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz. Karena itu, kondisi mental dan kesiapan mereka perlu diperhatikan secara berkelanjutan. Dengan adanya pendampingan psikologi, kami berharap personel dapat menjalankan tugas dengan tetap menjaga ketenangan, kebersamaan, dan kemampuan berkomunikasi secara baik,” ujar Kaops.

Ia menambahkan, pendekatan humanis terhadap masyarakat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas Satgas di lapangan. Menurutnya, hubungan yang baik dengan masyarakat dapat dibangun melalui komunikasi sederhana dan interaksi langsung yang dilakukan secara konsisten.

Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kesiapan personel dan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Dalam melaksanakan tugas, personel tidak hanya dituntut memiliki kesiapan operasional, tetapi juga harus mampu menjaga komunikasi dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi personel untuk menjaga kondisi psikologis sekaligus berinteraksi secara langsung dengan warga,” kata Wakaops.

Wakaops menegaskan bahwa setiap personel diharapkan dapat menjalankan tugas dengan tetap mengedepankan sikap humanis, menghormati masyarakat, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah penugasan.

Sementara itu, tim psikologi Satgas Ban Ops Damai Cartenz-2026 memberikan pendampingan kepada personel dengan mengedepankan komunikasi dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Personel juga diarahkan untuk saling mendukung serta menjaga komunikasi positif di lingkungan penugasan.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman personel terhadap pentingnya menjaga kondisi psikologis, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun suasana kebersamaan di antara anggota Satgas Tindak Sektor Sinak.

Di tengah pelaksanaan tugas di wilayah operasi, personel juga terus didorong untuk menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat. Interaksi sederhana melalui sapaan, komunikasi langsung, maupun berbagi makanan ringan menjadi bagian dari upaya menghadirkan sosok aparat yang dekat dan terbuka terhadap masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menunjukkan bahwa kesiapan menjalankan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan operasional, tetapi juga oleh kondisi mental personel serta kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Pendekatan psikologis terhadap personel dan interaksi humanis dengan masyarakat diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Satgas Ops Damai Cartenz-2026 di Sektor Sinak, sehingga personel dapat menjalankan tugas secara optimal dengan tetap mengedepankan sikap humanis, komunikasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Kapolres Kukar Hadiri Pembukaan Erau Adat Kutai 2026, Ribuan Warga Padati Stadion Rondong Demang

Kukar — Suasana budaya dan tradisi memenuhi Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Minggu (20/9/2026). Sekitar 3.000 masyarakat dan tamu undangan hadir menyaksikan pembukaan Erau Adat Kutai Tahun 2026, yang dihadiri langsung Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar.

Prosesi pembukaan Erau diawali sejak pagi di Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Museum Mulawarman. Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama para tamu undangan mengikuti prosesi Mendirikan Pinang Ayu, sebagai penanda dimulainya rangkaian Erau.

Prosesi kemudian berlanjut dengan penyalaan Berong di depan pelataran Museum Mulawarman. Setelah selesai sekitar pukul 08.30 Wita, Sultan, kerabat kesultanan dan tamu undangan bergerak menuju Stadion Rondong Demang.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar hadir bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, Sultan Kutai Kartanegara Adji Muhammad Arifin, unsur Forkopimda, perwakilan pemerintah pusat dan provinsi, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya yang mana prosesi berlangsung khidmat dan meriah.

Tepong Tawar Sultan menjadi salah satu rangkaian awal, disusul Tari Ganjar Ganjur, pembacaan doa, sambutan, hingga Sabda Pandita Ratu dan pemukulan gong.

Suasana semakin semarak saat tujuh buah brong dinyalakan diiringi pembacaan Tarsul. Rangkaian adat kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sesembahan hasil bumi kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan persembahan tari kolosal.

Dalam sambutannya, Bupati Kukar mengingatkan bahwa Erau bukan sekadar pesta rakyat, tetapi warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Kutai Kartanegara. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Erau sebagai pengingat pentingnya menjaga lingkungan, termasuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur turut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam dan Sang Pencipta. Pesan tersebut menjadi relevan di tengah kondisi musim kemarau dan ancaman Karhutla di sejumlah wilayah.

Bagi sektor pariwisata, Erau juga menjadi momentum untuk memperkuat kunjungan wisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Di tengah ribuan warga yang memadati lokasi, Polres Kutai Kartanegara memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Pengamanan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Kukar Kompol Ecky Widi Prawira, bersama personel Polres Kukar yang terlibat dalam surat perintah pengamanan dan kegiatan pengamanan juga melibatkan personel Kodim 0906/Kkr, Satpol PP Kukar serta Dishub Kukar.

Kehadiran Kapolres Kukar bersama jajaran dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian untuk memastikan masyarakat dapat menikmati rangkaian tradisi Erau dengan aman dan nyaman.

47 Janjang Sawit Ditumpuk di Pinggir Jalan, Polisi Bongkar Dugaan Pencurian di Kembang Janggut

Kukar — Tumpukan puluhan janjang buah kelapa sawit di pinggir jalan blok perkebunan mengundang kecurigaan. Dari lokasi tersebut, polisi mengungkap dugaan pencurian buah sawit milik Koperasi Kahad Bersatu PT REA Kaltim di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara.

Peristiwa itu terungkap pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 17.30 Wita. Informasi dugaan pencurian diterima pihak perusahaan, yang kemudian melakukan pengecekan ke lokasi di Blok 6A Divisi 02.

Saat tiba di lokasi, pelapor bersama petugas keamanan mendapati seorang pria berinisial ADR (29) berada di sekitar tumpukan buah sawit. Sedikitnya 47 janjang dengan berat sekitar 490 kilogram telah dikumpulkan di pinggir jalan.

Ketika dimintai keterangan, pria tersebut menyebut buah sawit berasal dari kebun plasma Koperasi Kahad Bersatu. Ia juga mengaku melakukan pemanenan bersama seorang rekannya berinisial R.

Petugas kemudian mengamankan pria tersebut beserta buah sawit dan membawanya ke kantor Perdana Central PT REA Kaltim Plantations untuk pemeriksaan awal.

Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kembang Janggut pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Polisi langsung melakukan serangkaian tindakan penyelidikan dan penyidikan, termasuk mengamankan tersangka serta memeriksa saksi-saksi.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti 47 janjang buah sawit seberat 490 kilogram, satu buah egrek dan satu buah tojok.

Akibat kejadian itu, Koperasi Kahad Bersatu PT REA Kaltim diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp1,67 juta.

Tersangka diproses atas dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 107 huruf d UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto, menegaskan proses hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.