Rakernis Humas Polri 2026 , Perkuat Komunikasi Publik di Era Digital

Jakarta – Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri Tahun Anggaran 2026 resmi digelar hari ini, Selasa (14/4), di Jakarta. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat peran fungsi kehumasan Polri dalam menghadapi dinamika informasi publik di era digital yang semakin kompleks.

Rakernis Humas Polri 2026 mengusung tema “Optimalisasi Komunikasi Publik dan Manajemen Media, Humas Polri Presisi Siap Menyukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah dalam Rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026.”

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Humas Polri baik secara luring maupun daring, mulai dari tingkat Mabes hingga kewilayahan.

Dalam rangka memperkuat kapasitas kehumasan, Rakernis Humas Polri 2026 juga melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan mulai dari pembekalan materi oleh narasumber internal dan eksternal, hingga diskusi panel yang membahas isu strategis komunikasi publik.

Dalam sambutannya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menekankan pentingnya peran strategis Humas dalam menjaga stabilitas informasi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Di era digital dan kecerdasan buatan, kecepatan informasi harus diimbangi dengan kebenaran. Humas Polri harus menjadi yang terdepan dalam memastikan publik tidak hanya cepat menerima informasi, tetapi juga menerima informasi yang benar,” ujar Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Ia juga menegaskan bahwa Humas Polri memiliki peran penting sebagai ujung tombak komunikasi publik yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun citra positif institusi secara berkelanjutan. Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya potensi disinformasi di ruang digital.

Rakernis ini juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi kinerja, penyamaan persepsi, serta merumuskan strategi komunikasi publik yang lebih adaptif, profesional, dan berbasis data. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas personel Humas Polri dalam pengelolaan media, baik konvensional maupun digital.

Melalui Rakernis Humas Polri 2026, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar jajaran Humas serta optimalisasi manajemen media dalam membentuk opini publik yang konstruktif, meningkatkan transparansi, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Mantapkan Kesiapsiagaan Jelang Agenda Kamtibmas, Wakapolres Kukar Cek Peralatan dan Personel Dalmas

Kukar – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Kutai Kartanegara, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, melaksanakan pengecekan terhadap kesiapan personel dan peralatan Satuan Samapta (Sat Samapta) di halaman Mako Polres Kukar, Selasa (14/04/2026) pagi.

Pengecekan ini difokuskan pada Unit Pengendalian Massa (Dalmas) guna memastikan kesiapsiagaan operasional kepolisian dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Didampingi oleh Kasat Samapta, Wakapolres melakukan inspeksi satu per satu terhadap kelengkapan perorangan personel, mulai dari tameng, tongkat Polri, helm pelindung, hingga kendaraan raimas. Tidak hanya aspek fisik peralatan, kesiapan mental dan stamina personel juga menjadi perhatian utama dalam pemeriksaan tersebut.

Wakapolres menegaskan bahwa pengecekan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala teknis pada alat utama saat dibutuhkan sewaktu-waktu di lapangan.

“Kita tidak boleh underestimate terhadap situasi. Kesiapan personel dan kelayakan peralatan harus selalu dalam kondisi prima. Hal ini penting agar saat ada eskalasi massa, kita sudah siap memberikan pelayanan pengamanan sesuai SOP yang berlaku,” ujar Kompol Izdiharuddin Faris di sela-sela pengecekan.

Dalam arahannya, Wakapolres juga memberikan instruksi khusus kepada personel Dalmas agar tetap mengedepankan sikap humanis namun tegas dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan pentingnya penguasaan teknik formasi Dalmas dan penggunaan kekuatan yang terukur sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap).

“Latihan rutin harus terus ditingkatkan. Personel Dalmas adalah garda terdepan dalam pengamanan massa, sehingga koordinasi antar-regu harus solid dan disiplin mengikuti komando,” tambahnya.

Secara keseluruhan, hasil pengecekan menunjukkan bahwa personel Sat Samapta Polres Kukar dalam kondisi siap siaga. Seluruh peralatan pendukung dipastikan berfungsi dengan baik dan siap digunakan untuk mendukung tugas kepolisian di wilayah hukum Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini berjalan dengan tertib dan lancar. Langkah antisipatif ini merupakan bagian dari komitmen Polres Kukar untuk selalu hadir memberikan rasa aman dan menjamin stabilitas wilayah tetap kondusif.

Sempat Buang Barang Bukti, Pengedar Sabu di Samboja Barat Berhasil Diringkus Polisi

Kukar – Unit Reskrim Polsek Samboja berhasil membongkar praktik peredaran gelap narkotika di wilayah Samboja Barat. Seorang pria berinisial S (34), warga Kelurahan Handil Baru Darat, diringkus petugas setelah kedapatan menyimpan enam paket sabu siap edar pada Senin (13/04/2026) sore.

Plh. Kapolsek Samboja, Iptu Iwan Setiawan, mengonfirmasi bahwa penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 16.30 WITA di kediaman pelaku yang terletak di RT 002, Kelurahan Handil Baru Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Operasi penangkapan berlangsung dramatis saat petugas tiba di lokasi kejadian. Pelaku yang terkejut dengan kedatangan polisi sempat mencoba menghilangkan jejak dengan membuang barang bukti dari tangannya.

“Saat anggota kami tiba, pelaku sempat membuang empat plastik klip berisi sabu. Namun, berkat kejelian petugas di lapangan, barang bukti tersebut berhasil ditemukan. Selain itu, kami juga melakukan penggeledahan di dalam rumah dan menemukan dua paket sabu tambahan yang diselipkan di sela-sela kursi,” ungkap Iptu Iwan Setiawan.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita total 6 bungkus plastik klip bening berisi serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,29 gram.

Tak hanya narkoba, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti pendukung yang memperkuat dugaan aktivitas pengedaran, di antaranya satu unit timbangan digital merk Constant, satu bendel plastik klip (bungkus sabu), satu unit ponsel Oppo A17 warna biru, alat takar yang terbuat dari potongan kartu remi dan dompet kecil dan alat potong (gunting).

Tersangka yang bekerja sebagai buruh harian lepas ini kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Samboja. Kepada petugas, ia mengakui tidak memiliki izin resmi atas kepemilikan barang haram tersebut.

Atas perbuatannya, S dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta pasal penyesuaian dalam KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023). Pelaku terancam hukuman penjara yang cukup berat sebagai pertanggungjawaban atas tindakannya merusak generasi bangsa.

“Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mencari tahu asal barang haram tersebut. Polres Kukar, khususnya Polsek Samboja, berkomitmen tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah ini,” tegas Iptu Iwan Setiawan.

Polres Kukar “Gempur” Jaringan Narkoba Lintas Samarinda, Sabu Seberat 1,5 Kilogram Disita!

Kukar – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika besar di wilayah Loa Janan. Dalam operasi kilat yang berlangsung pada Minggu (12/04/2026) malam, petugas berhasil meringkus dua tersangka berstatus mahasiswa dengan barang bukti sabu mencapai 1.587,6 gram (1,5 Kilogram).

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Kukar, AKP Yohanes Bonar Adiguna, ini merupakan hasil penyelidikan mendalam selama hampir dua pekan di kawasan Loa Duri.

Drama penangkapan bermula pada Minggu malam sekitar pukul 22.30 WITA di pinggir Jalan Gerbang Dayaku, Loa Duri Ulu. Tim Opsnal yang sudah melakukan pemantauan sejak awal April melihat seorang pria dengan ciri-ciri mencurigakan sedang duduk di atas motor Vario hitam.

Pria tersebut adalah AA (24), warga Samarinda. Saat dilakukan penggeledahan, petugas dibuat terperangah. Di tangan kiri tersangka ditemukan dua bungkus sabu, sementara di tangan kanannya, ia menggenggam tas belanja berwarna biru yang berisi toples jelly. Setelah dibongkar, toples tersebut ternyata digunakan untuk menyembunyikan narkotika jenis sabu seberat 1.026,3 gram (1 kg lebih).

Tak berhenti di situ, petugas langsung menginterogasi AA di lapangan. Ia “menyanyi” bahwa kristal haram tersebut didapat dari seseorang berinisial NN (33) yang saat itu diketahui sedang berada di Hotel, Samarinda.

Tanpa membuang waktu, tepat pukul 23.00 WITA, tim bergerak melakukan penggerebekan ke lokasi yang dimaksud. Petugas berhasil menangkap NN yang sedang asyik membungkus sabu ke dalam plastik klip bening di dalam kamar hotel.

Dari tangan Nata, polisi menyita 18 bungkus sabu dengan berat kotor 561,3 gram. Selain narkotika, petugas juga menemukan peralatan lengkap berupa alat press plastik, timbangan digital, alat isap (bong), pipet kaca, serta sejumlah uang tunai.

Dari rentetan penangkapan ini, total barang bukti yang diamankan Polres Kukar meliputi 1.587,6 gram Sabu, uang tunai hasil transaksi sebesar Rp1,6 juta, alat komunikasi, timbangan digital, dan satu unit sepeda motor.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar melalui Kasat Narkoba menyatakan bahwa kedua tersangka kini telah diamankan di Mapolres Kukar guna penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap bandar besar di atasnya.

Atas perbuatannya, kedua pemuda ini terancam jeratan berat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta pasal penyesuaian dalam KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023). Ancaman hukumannya pun tidak main-main, yakni pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pelaku narkoba bahwa tidak ada ruang bagi peredaran barang haram di wilayah hukum Kutai Kartanegara.

Cegah Laka Lantas dan Kriminalitas, Satlantas Polres Kukar Gencarkan Patroli “Blue Light” di Titik Rawan

Kukar – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) mengintensifkan kegiatan Patroli Blue Light dan pengamanan di sejumlah titik keramaian pada Senin (11/04/2026) malam. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 21.30 WITA tersebut menyasar sejumlah ruas jalan protokol dan area publik, di antaranya Jalan AP Mangkunegara, Jalan Pahlawan, Jalan Poros Tenggarong-Samarinda, Jalan Ahmad Dahlan, hingga kawasan Taman Tanjung Titik Nol.

Kasat Lantas AKP Ahmad Fandoli, menjelaskan bahwa kehadiran personel di lapangan dengan menyalakan lampu rotator biru (Blue Light) merupakan bentuk upaya preventif kepolisian.

“Patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas serta menekan potensi tindak pidana seperti curanmor maupun gangguan kamtibmas lainnya pada jam-jam rawan malam hari,” ujar AKP Ahmad Fandoli.

Dalam operasi ini, Satlantas mengerahkan personel dari Piket Pos Pol Lembuswana, Pos Pal 4, hingga staf unit operasional. Selain berpatroli, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas di persimpangan dan ruas jalan yang dianggap memiliki potensi kerawanan kecelakaan yang tinggi.

Tidak hanya melakukan pengamanan fisik, personel di lapangan juga melaksanakan live report guna memantau arus lalu lintas secara real-time. Langkah ini memastikan bahwa setiap perkembangan situasi di jalur utama maupun jalur penghubung antar-kota dapat diantisipasi dengan cepat.

Ciptakan Situasi Kondusif
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas di dalam maupun luar kota Tenggarong berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Kehadiran polisi di tengah masyarakat pada malam hari diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga yang masih beraktivitas di luar rumah.

“Kami ingin menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif. Dengan adanya patroli rutin ini, kami berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas meningkat dan angka kriminalitas dapat ditekan semaksimal mungkin,” pungkas Kasat Lantas.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di seluruh titik sasaran patroli terpantau dalam keadaan mandali (aman terkendali) tanpa adanya kejadian menonjol.

Nadi Ekonomi Jonggon Desa Kembali Berdenyut, Polres Kukar Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi

Kukar – Harapan masyarakat Desa Jonggon Desa untuk memiliki akses transportasi yang layak akhirnya terwujud. Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi meresmikan hasil renovasi Jembatan Merah Putih Presisi yang membentang di atas Sungai Segara, RT 01, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Senin (13/04/2026) sore.

Peresmian jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, yang diwakili oleh Wakapolres Kukar, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra.

Jembatan Sungai Segara sebelumnya mengalami kerusakan di beberapa titik yang cukup membahayakan pengguna jalan. Menanggapi kondisi tersebut, Polres Kukar mengambil langkah cepat dengan melakukan renovasi total. Proses pengerjaan meliputi penggantian papan dasar jembatan yang patah, pembaruan seluruh papan landasan jalur perlintasan kendaraan, hingga penguatan pondasi jembatan dengan penambahan timbunan batu koral agar lebih stabil.

Tak hanya fokus pada kekuatan struktur, estetika jembatan juga diperhatikan dengan pengecatan ulang pagar pembatas jembatan, sehingga kini tampil lebih rapi dan ikonik dengan sebutan “Jembatan Merah Putih Presisi”.

Dalam sambutannya di lokasi peresmian pukul 17.25 WITA, Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris menegaskan bahwa pembangunan dan renovasi infrastruktur ini merupakan instruksi langsung dari tingkat pusat.

“Kegiatan ini merupakan perintah langsung dari Bapak Presiden dan Bapak Kapolri agar Polri hadir di tengah masyarakat untuk membantu meningkatkan perekonomian daerah. Kami berharap dengan diresmikannya jembatan ini, akses transportasi warga semakin lancar dan kemajuan ekonomi Desa Jonggon Desa dapat terdorong lebih cepat,” ujar Wakapolres.

Apresiasi mendalam datang dari Pemerintah Desa setempat. Pj Kades Jonggon Desa, Indra Herman Kusuma, menyatakan bahwa jembatan ini adalah prioritas utama bagi mobilitas hasil bumi dan aktivitas harian warga.

“Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Polres Kukar dan Polsek Loa Kulu. Jembatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami mendukung penuh program-program Polri ke depannya karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat kecil,” ungkap Indra dalam sambutannya yang penuh haru.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat. Setelah pembacaan doa bersama sebagai wujud rasa syukur, puncak acara ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakapolres Kukar sebagai simbol bahwa Jembatan Merah Putih Presisi kini resmi dapat digunakan kembali oleh masyarakat umum.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara aparat kepolisian dan warga di atas jembatan yang baru saja selesai direnovasi tersebut. Seluruh rangkaian acara berakhir pada pukul 17.45 WITA dengan situasi yang aman dan penuh sukacita.

Dengan selesainya renovasi ini, Polres Kutai Kartanegara membuktikan bahwa komitmen Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas), tetapi juga aktif dalam aksi kemanusiaan dan pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan rakyat.

STIK Lemdiklat Polri Gelar Seminar UNIPOL, Dorong Transformasi Pendidikan Kepolisian di Era Digital

Jakarta – Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri menggelar Seminar Sekolah bertema “UNIPOL: Menyiapkan Personel Polri yang Presisi” di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/4). Kegiatan ini menjadi forum dialog strategis yang mempertemukan pemangku kebijakan, akademisi, dan praktisi guna memperkuat arah kebijakan pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia Polri.

Seminar tersebut menekankan pentingnya transformasi pendidikan kepolisian agar mampu menjawab dinamika global, perkembangan teknologi, serta kompleksitas tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dosen Kepolisian Utama TK I STIK Lemdiklat Polri, Komjen Pol. (Purn) Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi masa depan Polri sekaligus refleksi peradaban bangsa.

“Polisi adalah refleksi peradaban bangsa. Dalam negara yang beradab, supremasi hukum, perlindungan HAM, transparansi, dan akuntabilitas menjadi kunci,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengembangan ilmu kepolisian harus bersifat lintas disiplin, adaptif, dan mampu menjawab perubahan zaman. Menurutnya, pendidikan kepolisian harus melahirkan insan Polri yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern.

“Pada pendidikanlah tergantung masa depan Polri. Polisi harus profesional berbasis ilmu kepolisian, cerdas, bermoral, dan modern agar mampu satu langkah lebih maju dari perubahan,” kata Chryshnanda.

Ia juga menegaskan pentingnya transformasi pemolisian di era digital.
“Pemolisian di era digital harus berkembang menjadi electronic policing dan forensic policing. Polisi harus menjadi penjaga kehidupan, membangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Dr. Habiburokhman, S.H., M.H. menyoroti urgensi percepatan reformasi Polri secara holistik, termasuk penguatan kurikulum pendidikan dan pemanfaatan teknologi.

“Kita mendorong percepatan reformasi Polri, termasuk perbaikan kurikulum pendidikan dan penguatan pendidikan hak asasi manusia serta pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPR mempertahankan posisi Polri tetap berada langsung di bawah Presiden sebagai bagian dari delapan poin percepatan reformasi Polri.

“Polri tetap di bawah Presiden langsung. Ini sikap tegas DPR berdasarkan konstitusi dan TAP MPR,” jelasnya.

Habiburokhman juga menyoroti fenomena no viral no justice sebagai dampak keterbukaan informasi di era digital.
“Fenomena itu wajar di era teknologi. Yang penting, ketika ada ketidakadilan yang viral, aparat merespons dan mencari solusi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menilai keterbukaan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Sejelek apa pun yang terjadi, kalau terbuka rakyat masih bisa memberi ruang kepercayaan. Senjata kita satu-satunya adalah keterbukaan,” ujarnya.

Seminar ini diharapkan menjadi ruang sinergi lintas sektor untuk merumuskan rekomendasi strategis penguatan pendidikan, manajemen SDM, serta reformasi birokrasi Polri guna menyiapkan personel yang adaptif, profesional, dan berintegritas di masa depan.

Penutupan Kejuaraan Menembak Brimob Xtreme 2026: Ajang Menembak Internasional Sarat Prestasi dan Sportivitas

Kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional Brimob Xtreme 2026 resmi ditutup Dankorbrimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat pada Minggu (12/4/2026) di Lapangan Tembak Presisi Hoegeng Iman Santoso, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, sejak 7 hingga 12 April 2026 ini, sukses menjadi panggung kompetitif bagi para atlet menembak dari dalam dan luar negeri.

Diselenggarakan oleh Korbrimob Polri dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri, kejuaraan ini mengusung tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme”, yang merefleksikan nilai keberanian, ketelitian, dan profesionalisme dalam menghadapi situasi ekstrem.

Ajang ini mempertandingkan sejumlah divisi bergengsi, di antaranya IPSC (International Practical Shooting Confederation) Handgun Level III dan PCC Optic Level II, serta berbagai divisi lainnya yang melibatkan peserta dari kalangan TNI, Polri, hingga masyarakat sipil. Tidak hanya itu, kejuaraan ini juga diikuti oleh peserta internasional dari beberapa negara sahabat seperti Malaysia, China, dan Korea Selatan.

Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi peserta sebanyak 475 penembak dari berbagai instansi dan klub menembak. Para peserta diuji melalui 20 stage menantang yang dirancang sesuai standar internasional IPSC, menitikberatkan pada aspek kecepatan, akurasi, ketangkasan, kekuatan fisik, serta ketahanan mental.

Selama pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga sarana pembinaan karakter, peningkatan disiplin, serta penanaman nilai sportivitas bagi seluruh peserta.

Keberhasilan penyelenggaraan Brimob Xtreme 2026 turut memperkuat citra Korps Brimob Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan berdaya saing global. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah strategis dalam mempererat hubungan antara aparat keamanan, atlet menembak, dan masyarakat umum, sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga menembak Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan, diharapkan semangat kompetisi, solidaritas, dan nilai-nilai kejuangan yang terbangun selama kejuaraan dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi pengembangan olahraga menembak di masa mendatang.

Adapun perolehan hasil juara dari 16 divisi, sebagai berikut:

  • Handgun Revolver – Overall
  1. Ciciota, Surbakti (INA)
  2. Muh. Alfath Yasin, DK (INA)
  3. Tukiman (INA)
  • Handgun Classic – Overall
  1. Daniel, Lee (INA)
  2. Aziz, Fernanda (INA)
  3. Agus, Sutrisno (INA)
  • Handgun Production – Lady
  1. Missy, Binti Jaafar (MAS)
  2. Azlina, Binti Azizan (MAS)
  3. Zurieaty, Binti Mohamad (MAS)
  • Handgun Production – Junior
  1. Krisna Abiyu Arma, Putra (INA)
  2. Muhammad Owen Zainal, Rahadiansyah (INA)
  3. Dafa Renaldy, Saputra (INA)
  • Handgun Production – Overall
  1. Vincentius, Djajadiningrat (INA)
  2. Makruf, Handoko (INA)
  3. Muhammad Sahrulloh, Bin Syahrizal (MAS)
  • Handgun Production Optics – Overall
  1. Muhammad Awaludin, Ilham (INA)
  2. Sultan Omar, Ali (INA)
  3. Li, Jiayun (CHN)
  • Handgun Standard – Junior
  1. Yudistira Aulia, Lutfie (INA)
  2. Dennis Muhammad Putra, Budiman (INA)
  3. Naufal Randi, Adhitya (INA)
  • Handgun Standard – Overall
  1. Hans Christian PT, Manihuruk (INA)
  2. Khalil Gibran M, Harahap (INA)
  3. Rama, Tribudiman (INA)
  • Handgun Optics – Overall
  1. Prabu Rakyan Raka, Nalyndra (INA)
  2. Muh. Syafi Malik ABD, Aziz (INA)
  3. Roy, Harianto (INA)
  • Handgun Open – Junior
  1. Athala Mohan, Ussuri (INA)
  2. Ayra Mabelle, Ussuri (INA)
  3. Ardhito Geraldy, Sitinjak (INA)
  • Handgun Open – Overall
  1. Nico, Santoso (INA)
  2. Fitri Rahman, Bin Sumpa (MAS)
  3. Sarah Ayu, Tamalea (INA)
  • PCC PC Optics – Overall
  1. Daniel, Loekman (INA)
  2. Muhammad Araf, Habibi (INA)
  3. Nadif Janitra, Airlangga (INA)
  • Non PCC Putra – Overall_
  1. Alvin Nasution, (PCC) (INA)
  2. Krisdiyanto, (PCC) (INA)
  3. Khintesa Nur Wibowo, (PCC) (INA)
  • Non PCC Putri – Overall
  1. Eunike Jhon, (PCC) (INA)
  2. Dinda Charelina Tahir Saputri, (PCC) (INA)
  3. Lorenia Permata Runtuwene, (PCC) (INA)
  • Non Pistol Putra – Overall
  1. Yusuf Abdul, Syukron (INA)
  2. Ilham Dwi, Shandya (INA)
  3. Nederlan, Hulopi (INA)
  • Non Pistol Putri – Overall
  1. Diah, Ayuningrum (INA)
  2. Vereena Shaneisha, Putri (INA)
  3. Lucky, Juane (INA)

Tim Gabungan Satgas Damai Cartenz, Polres Pegunungan Bintang dan TNI Temukan Ladang Ganja dalam Patroli Taktis

Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan — Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Pegunungan Bintang dan Satgas Yonif 751/VJS menemukan ladang ganja dalam kegiatan patroli taktis di wilayah Pegunungan Bintang, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan patroli dilaksanakan selama dua hari, sejak 10 hingga 11 April 2026, dengan melibatkan total 29 personel gabungan. Patroli menyasar sejumlah wilayah yang teridentifikasi memiliki potensi kerawanan, sekaligus untuk melakukan pemantauan situasi keamanan di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, tim menemukan ladang ganja di dua lokasi berbeda, yakni di Kampung Yunabol, Distrik Oksibil, dan Kampung Siminbuk, Distrik Serambakon. Dari kedua lokasi tersebut, aparat mengamankan total sekitar 226 batang tanaman ganja, dengan rincian 81 batang di Kampung Yunabol dan 145 batang di Kampung Siminbuk.

Selain itu, dua orang berinisial LU (57) dan GU alias K (27) turut diamankan di lokasi. Keduanya telah menjalani pemeriksaan awal, termasuk tes urine dengan hasil negatif.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T. saat ditemui media (12/4), menjelaskan bahwa penemuan tersebut merupakan hasil dari patroli terkoordinasi yang dilakukan secara gabungan.

“Pengungkapan ini berawal dari patroli taktis selama dua hari oleh tim gabungan dengan kekuatan 29 personel. Dari hasil patroli tersebut, ditemukan ladang ganja di dua lokasi dengan total sekitar 226 batang, serta dua orang yang saat ini diamankan untuk kepentingan penyelidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kedua orang yang diamankan saat ini masih berstatus sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Keduanya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut dan berstatus sebagai saksi. Seluruh barang bukti bersama saksi telah diserahkan kepada Satresnarkoba Polres Pegunungan Bintang untuk proses penyelidikan lanjutan,” jelasnya.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi penyidik dalam melakukan pengembangan kasus tindak pidana narkotika. Penanganan perkara mengacu pada ketentuan Pasal 609 dan 610 KUHP Nomor 1 Tahun 2023 serta Pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, terkait perbuatan menanam dan menguasai narkotika golongan I.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal di wilayah Papua.

“Pengungkapan ini menunjukkan upaya aparat dalam menangani aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan serta berdampak pada masyarakat. Proses hukum akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menambahkan bahwa sinergi antara Polri dan TNI menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

“Koordinasi dan kerja sama lintas instansi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas di wilayah operasi,” katanya.

Kasatgas Humas juga menambahkan bahwa ke depan, Satgas akan terus melakukan langkah-langkah penegakan hukum dan pencegahan secara berkelanjutan.

“Sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah peredaran narkotika serta menjaga situasi keamanan tetap kondusif,” tutupnya.

Saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis dan Pelayanan Kesehatan di Sinak

Puncak, Papua Tengah — Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis di wilayah penugasan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (12/4/2026) di Kampung Ngingga Baru, tepatnya di Gereja Tabernakel, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Dalam kegiatan ini, personel melaksanakan patroli jalan kaki, pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta berbincang santai dengan warga setempat.

Kehadiran personel disambut hangat oleh masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan yang diberikan. Selain itu, interaksi langsung antara aparat dan warga juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan serta membangun rasa percaya di tengah masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan terkendali. Pendekatan yang dilakukan oleh personel Satgas Damai Cartenz dinilai memberikan dampak positif, baik dalam menjaga stabilitas keamanan maupun meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri di wilayah tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan patroli yang dikombinasikan dengan pelayanan sosial merupakan strategi utama dalam menciptakan situasi yang kondusif di Papua.

“Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Pendekatan humanis seperti ini menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan menjaga stabilitas wilayah,” tegas Kaops Irjen. Pol. Faizal Ramadhani.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum.,menambahkan bahwa interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

“Dengan patroli dialogis dan pelayanan kesehatan, kami dapat lebih dekat dengan masyarakat serta mengetahui secara langsung kondisi di lapangan. Ini penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya Kombes. Pol. Adarma Sinaga.

Melalui kegiatan ini, Satgas Damai Cartenz berharap kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai mitra yang peduli dan hadir memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat.