Polri Bentuk Satgas Haji dan Umrah, Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal

Jakarta – Polri resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji dan Umrah sebagai langkah konkret dalam memperkuat perlindungan jemaah serta menindak berbagai praktik penyelenggaraan ibadah haji ilegal. Pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi antara Polri dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Wakabareskrim Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin, menyampaikan bahwa Polri berkomitmen penuh untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

“Polri berkomitmen mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi agar berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Republik Indonesia,” ujar Irjen Nunung dalam keterangannya, Jumat (17/4).

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji saat ini berada dalam dinamika strategis global, termasuk kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada biaya transportasi, akomodasi, dan logistik. Selain itu, penguatan regulasi melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 juga menuntut peningkatan pengawasan dan sinergi antar lembaga, khususnya terkait praktik haji non-kuota dan non-prosedural.

Menurut Irjen Nunung, penyelenggaraan haji tidak hanya menyangkut aspek ibadah, tetapi juga perlindungan warga negara, citra bangsa, serta kepercayaan internasional.

“Satgas ini menjadi instrumen strategis dalam memastikan perlindungan jemaah sekaligus penegakan hukum terhadap pelanggaran penyelenggaraan haji yang terjadi,” tegasnya.

Indonesia sendiri memperoleh kuota sekitar 221.000 jemaah pada tahun 2026, yang menjadi salah satu terbesar di dunia. Tingginya animo masyarakat ini diakui turut menghadirkan tantangan serius, terutama dalam aspek pengawasan dan potensi penyimpangan.

Dalam pemantauan yang dilakukan, Polri menemukan berbagai modus operandi yang marak terjadi. Modus tersebut antara lain penyalahgunaan visa non-haji seperti visa ziarah dan visa kerja, di mana calon jemaah diberangkatkan satu tahun sebelumnya untuk mendapatkan izin tinggal (ighomah) yang kemudian digunakan untuk berhaji. Selain itu, terdapat penawaran haji tanpa antre (0 tahun) dengan biaya tinggi yang tidak sesuai ketentuan resmi, menggunakan visa furoda, mujamalah, dan/atau visa amil yang sebenarnya tidak dipungut biaya oleh Pemerintah Arab Saudi.

Polri juga menemukan praktik penggunaan visa dari negara lain seperti Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan negara lainnya untuk memberangkatkan Warga Negara Indonesia secara ilegal melalui negara tersebut menuju Arab Saudi.

Tak hanya itu, ditemukan pula kasus jemaah gagal berangkat dari sejumlah embarkasi internasional seperti Jakarta, Surabaya, Batam, dan Makassar, serta penelantaran jemaah di luar negeri tanpa kejelasan akomodasi, transportasi, maupun kepastian pelaksanaan ibadah. Modus lain yang turut teridentifikasi adalah skema ponzi atau penipuan keuangan dengan menggunakan dana jemaah baru untuk memberangkatkan jemaah lama, serta penggelapan dana jemaah dengan dalih force majeure untuk menghindari kewajiban pengembalian dana.

“Modus ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan praktik penipuan dan pemberangkatan non-prosedural yang merugikan masyarakat,” ungkap Nunung.

Selain itu, maraknya biro perjalanan haji dan umrah ilegal juga menjadi perhatian serius. Biro ilegal tersebut umumnya tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) resmi, menggunakan identitas, logo, atau afiliasi palsu, menawarkan paket yang tidak transparan dan tidak sesuai ketentuan, serta tidak memiliki standar pelayanan dan perlindungan jemaah.

Sebagai langkah penanganan, Satgas Haji Polri mengedepankan tiga strategi utama, yakni upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum.

Dalam upaya preemtif, Polri melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait prosedur resmi ibadah haji serta meningkatkan literasi publik terhadap modus penipuan. Sementara itu, langkah preventif dilakukan melalui pengawasan bersama dan koordinasi lintas sektor dengan kementerian terkait, imigrasi, serta maskapai.

Di sisi lain, penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap pelaku penipuan, penggelapan, dan penyalahgunaan dokumen, termasuk penertiban biro perjalanan ilegal.

“Bareskrim Polri berkolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah dalam upaya penegakan hukum terhadap segala bentuk pelanggaran penyelenggaraan ibadah haji,” jelasnya.

Berdasarkan data tahun 2026, tercatat sebanyak 77 aduan terkait haji dan umrah, dengan 21 kasus telah diselesaikan dan sisanya masih dalam proses penanganan.

Menutup keterangannya, Nunung mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan memastikan seluruh proses dilakukan melalui jalur resmi.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memastikan pendaftaran ibadah haji dilakukan melalui jalur resmi, memverifikasi legalitas biro perjalanan, tidak tergiur dengan tawaran haji tanpa antre, serta selalu memastikan penggunaan visa haji resmi,” tutupnya.

Polri menegaskan akan terus hadir dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia.

Tanamkan Karakter Sejak Dini, Sat Brimob Polda Kaltim Gelar ‘Outdoor Learning’ bersama Siswa SD KPS Balikpapan

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Suasana penuh keceriaan tampak di area Halang Rintang Wajracyena, Balikpapan Selatan, saat puluhan siswa kelas II SD Nasional KPS Balikpapan mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas bersama personel Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim, Rabu (15/04/25).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Outdoor Learning yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbeda kepada para siswa dengan memanfaatkan lingkungan terbuka sebagai sarana edukasi.

Dalam pelaksanaannya, personel Brimob tidak hanya mengajak siswa bermain, tetapi juga memberikan pengenalan terkait tugas pokok dan fungsi Korps Brimob Polri secara sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Selain itu, berbagai aktivitas interaktif turut digelar guna menumbuhkan semangat belajar sekaligus meningkatkan pengetahuan serta kedisiplinan sejak usia dini.

Danyon A Pelopor Kompol Iwan Pamuji, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan dukungan terhadap program pendidikan yang menekankan pembelajaran di luar ruang kelas.

Menurutnya, metode Outdoor Learning dinilai efektif dalam mengurangi kejenuhan siswa serta mampu membangun karakter dan keterampilan sosial anak di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

“Pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman baru bagi anak-anak, sehingga mereka lebih mudah memahami materi sekaligus belajar tentang kebersamaan dan kedisiplinan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas serta pengalaman langsung yang mendukung proses tumbuh kembang mereka.

Dengan adanya program ini, diharapkan sinergi antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan dapat terus terjalin guna menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berwawasan luas.

Hadirkan Senyum di Sekolah, Polsek Loa Kulu Sambangi TK Cempaka Jembayan Tengah Lewat Program “Polsanak”

Kukar – Suasana belajar di TK Cempaka Desa Jembayan Tengah berubah menjadi ceria dan penuh antusias pada Kamis (16/04/2026) pagi. Hal ini terjadi saat personel Polsek Loa Kulu melaksanakan kegiatan sambang sekolah dalam rangka program Polsanak (Polisi Sahabat Anak) untuk mendekatkan sosok Polri kepada anak-anak sejak usia dini.

Kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Jembayan Tengah, Aipda Erwin Efendi, di tengah-tengah halaman sekolah disambut hangat oleh sekitar 40 murid beserta para guru. Alih-alih merasa takut, anak-anak justru berebut menyalami petugas yang datang dengan pendekatan humanis tersebut.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini, Aipda Erwin mengajak murid-murid berkumpul untuk mengenal lebih dekat profesi kepolisian. Petugas mengenalkan berbagai jenis seragam dinas hingga peralatan tugas Polri melalui metode bercerita yang interaktif.

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, menjelaskan bahwa aksi sambang sekolah ini merupakan langkah jemput bola untuk menghapus kesan menakutkan pada sosok polisi.

“Kami yang mendatangi mereka di lingkungan sekolah agar anak-anak merasa nyaman. Tujuannya jelas, mengubah citra polisi menjadi sosok pelindung dan penolong yang dicintai, sehingga mereka merasa aman setiap kali melihat kehadiran polisi di tengah masyarakat,” ujar AKP Hari Supranoto.

Tidak hanya bermain, petugas juga memberikan edukasi penting mengenai keselamatan berlalu lintas di area sekolah. Menggunakan alat peraga edukatif, Aipda Erwin mengajarkan arti warna lampu lalu lintas, tata cara menyeberang jalan yang benar, hingga mengingatkan anak-anak untuk selalu meminta orang tua mengenakan helm saat berkendara.

Pendidikan karakter seperti disiplin, kejujuran, dan keberanian untuk tampil percaya diri juga disisipkan dalam setiap sesi permainan yang diberikan oleh petugas.

Kepala Sekolah TK Cempaka, Neli Heriati, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Polsek Loa Kulu yang terjun langsung ke sekolahnya. Menurutnya, kehadiran polisi secara langsung di lingkungan belajar memberikan kesan mendalam bagi anak-anak.

“Anak-anak sangat senang dikunjungi Pak Polisi. Pengetahuan praktis tentang aturan jalan raya dan pengenalan karakter ini sangat berharga bagi tumbuh kembang mereka,” ungkap Neli Heriati.

Tawa bahagia anak-anak menjadi penutup kunjungan edukatif tersebut, sekaligus memperkuat silaturahmi antara Polri dan dunia pendidikan di wilayah Loa Kulu.

Berantas Habis! Polsek Muara Kaman Bongkar Jaringan Besar Narkoba, Setengah Kilogram Sabu dan Ganja Disita

Kukar – Genderang perang terhadap narkotika ditabuh kencang oleh jajaran Polsek Muara Kaman. Dalam sebuah operasi berantai yang berlangsung dramatis selama dua hari, tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Muara Kaman berhasil menggulung jaringan pengedar narkoba lintas kabupaten. Tak tanggung-tanggung, total barang bukti yang diamankan mencapai lebih dari setengah kilogram sabu dan paket ganja.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar melalui Kapolsek Muara Kaman, Iptu Herwin, mengonfirmasi bahwa operasi besar ini bermula dari informasi masyarakat yang resah akan aktivitas mencurigakan di Desa Menamang Kanan.

Drama dimulai pada Senin (13/04/2026) sore sekitar pukul 18.30 WITA. Petugas meringkus tersangka pertama, H (38), di kediamannya. Sempat berkelit, H akhirnya tak berkutik saat petugas menemukan 20 poket sabu seberat 6,54 gram yang disembunyikan secara rapi di sela-sela atap pintu masuk rumah walet miliknya.

Di lokasi yang sama, polisi juga mengamankan A (39). Dari hasil interogasi cepat, terungkap bahwa A berperan sebagai perantara yang mengambil barang haram tersebut dari seorang bandar di wilayah distrik perusahaan sawit.

Tak ingin kehilangan momentum, malam itu juga pukul 20.30 WITA, petugas melakukan pengejaran ke Mess RPK Distrik 32 Sebulu PT. Surya Hutani Jaya (SHJ). Di sana, polisi menyergap SF (35).

Penggeledahan di kamar SF membuahkan hasil mengejutkan, petugas menemukan 65 poket sabu siap edar seberat 25,7 gram yang disembunyikan dalam kaleng wafer, lengkap dengan timbangan digital dan alat hisap (bong). SF mengakui bahwa seluruh barang haram tersebut dipasok oleh seorang pria di Muara Bengkal, Kutai Timur.

Puncak drama terjadi pada Selasa (14/04/2026) subuh. Menembus batas kabupaten, tim bergerak cepat menuju Desa Muara Bengkal Ulu untuk mengepung kediaman A. Meski tersangka Awin berhasil meloloskan diri dan kini berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang), petugas yang disaksikan ketua RT dan orang tua pelaku melakukan penggeledahan teliti di kamar tersangka.

Hasilnya mencengangkan. Polisi menemukan gudang penyimpanan narkoba berupa 10 bal sabu seberat 512,48 gram, dua paket tambahan seberat 10,53 gram, serta dua paket ganja seberat 19,01 gram.

Dalam operasi maraton ini, Polsek Muara Kaman berhasil mengamankan total barang bukti sabu dengan berat kotor mencapai lebih dari 550 gram. Para tersangka kini terancam dijerat Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta pasal penyesuaian dalam UU No. 1 Tahun 2026.

“Kami tidak akan berhenti. Ini adalah peringatan keras bagi siapa saja yang berani bermain narkoba di wilayah Muara Kaman. Jaringan ini akan kami usut hingga ke akar-akarnya,” tegas Iptu Herwin.

Ketiga tersangka beserta barang bukti berupa sabu, ganja, timbangan digital, hingga unit kendaraan motor kini telah diamankan di Mapolsek Muara Kaman untuk proses hukum lebih lanjut. Kepolisian pun kini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap tersangka A yang identitasnya telah dikantongi petugas.

Hapus Dendam dengan Jabat Tangan, Dua Pemuda di Muara Muntai Sepakat Damai Lewat Jalur Kekeluargaan

Kukar – Luka fisik mungkin bisa sembuh, namun hubungan persaudaraan yang retak jauh lebih berharga untuk dipulihkan. Semangat itulah yang mendasari pertemuan hangat di Pos Lebak Cilong pada Kamis (16/04/2026) pagi, saat kepolisian memfasilitasi mediasi kasus pemukulan yang melibatkan dua pemuda setempat.

Suasana tenang menyelimuti pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut. Dua warga yang sempat bersitegang akibat insiden di Desa Lebak Mantan pada Sabtu malam lalu, kini duduk berdampingan untuk saling bicara dari hati ke hati.

Bukan sekadar formalitas hukum, mediasi ini menjadi ruang bagi kedua pihak untuk saling memaafkan. Aiptu yang bertugas sebagai penengah mengingatkan bahwa hidup bertetangga di desa haruslah saling menjaga, bukan saling menyakiti.

“Kita semua bersaudara. Masalah yang terjadi biarlah menjadi pelajaran agar kita lebih dewasa dalam bertindak,” ujar pihak penengah dengan nada mengayomi.

Kehadiran Ketua RT dan Kakak wwrga tersebut menambah suasana kekeluargaan dalam pertemuan tersebut. Mereka hadir bukan untuk membela siapa yang benar, melainkan untuk memastikan kedua pemuda ini kembali ke jalan yang benar.

Tanpa ada paksaan, kedua belah pihak merumuskan jalan tengah. Salah satu dr keduanya dengan tulus mengakui kekhilafannya dan menyanggupi pemberian bantuan biaya pengobatan. Angka tersebut bukan sekadar ganti rugi, melainkan bentuk tanggung jawab moral atas tindakan yang telah dilakukan.

Poin penting dalam pertemuan ini adalah janji keduanya untuk tidak lagi menyimpan dendam. Mereka sepakat untuk menutup lembaran lama dan tidak akan mengungkit permasalahan tersebut di masa depan. Namun, sebagai pengingat, kesepakatan ini juga mencantumkan komitmen bahwa jika kekhilafan serupa terulang, maka hukum akan mengambil perannya.

Puncak dari mediasi ini adalah momen saat kedua belah pihak berjabat tangan erat di hadapan orang tua dan saksi-saksi. Tak ada lagi wajah tegang, yang ada hanyalah senyum lega dari kedua belah pihak.

“Kami berterima kasih kepada keluarga dan pihak kepolisian yang sudah membimbing kami. Damai itu jauh lebih tenang,” ungkap salah satu pihak.

Langkah damai ini membuktikan bahwa dengan kepala dingin dan hati yang besar, perselisihan seberat apa pun dapat diselesaikan tanpa harus menyisakan luka di hati.

Wujud Kepedulian Pimpinan, Dokkes Polres Kukar Gelar “Home Visit” Berikan Layanan Medis bagi Personel Sakit

Kukar – Sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan dan kesehatan personel, Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Siedokkes) melaksanakan kegiatan Home Visit atau kunjungan kesehatan ke rumah anggota yang sedang sakit, Kamis (16/04/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WITA ini menyasar kediaman Aipda Andreas, seorang anggota Satlantas Polres Kukar yang saat ini tengah menjalani masa pemulihan akibat sakit.

Tim Dokkes yang dipimpin langsung oleh Kasi Dokkes Iptu Supriadi Nurdin, bersama dr. Retno selaku dokter klinik serta staf Siedokkes lainnya, datang untuk mengecek kondisi kesehatan fisik dan perkembangan pengobatan Aipda Andreas secara langsung di kediamannya.

Kasi Dokkes Iptu Supriadi Nurdin menjelaskan bahwa program Home Visit ini merupakan agenda rutin untuk memastikan setiap personel yang mengalami kendala kesehatan mendapatkan penanganan medis yang tepat.

“Kami hadir bukan hanya untuk memeriksa kesehatan secara fisik, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral. Kami ingin memastikan rekan kami mendapatkan perawatan yang maksimal agar bisa segera pulih dan kembali melayani masyarakat,” ujar Iptu Supriadi Nurdin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Aipda Andreas diketahui sedang menjalani pengobatan rutin. Dalam kunjungan tersebut, dr. Retno memberikan arahan khusus mengenai pentingnya disiplin mengikuti anjuran Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) serta penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.

Selain pemeriksaan medis, tim Dokkes juga memberikan edukasi terkait asupan nutrisi dan kebersihan lingkungan guna mendukung percepatan proses penyembuhan.

Kunjungan ini disambut hangat oleh Aipda Andreas dan keluarga. Kehadiran tim medis Polres Kukar di tengah masa pemulihan ini dirasakan sebagai penyemangat tersendiri bagi personel yang sedang sakit. Hal ini juga menunjukkan bahwa Polres Kukar merupakan satu keluarga besar yang saling peduli dan mendukung satu sama lain.

Hingga kegiatan berakhir, situasi berjalan aman dan lancar. Program Home Visit ini diharapkan dapat terus meningkatkan indeks kesehatan personel, sehingga institusi Polri, khususnya Polres Kutai Kartanegara, selalu siap sedia dalam menjalankan tugas memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Satgas Damai Cartenz perkuat kepedulian untuk anak Papua lewat bakti sosial di panti asuhan

Jayapura – Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak Papua melalui kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Pelangi, Abepura, Kota Jayapura, Rabu (15/4).

Kegiatan tersebut menyasar langsung anak-anak panti sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendekatan humanis Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial.

Kepala Panti Asuhan Pelangi, Yudith M. Renda, mengapresiasi kehadiran Satgas Damai Cartenz yang dinilai membawa dampak positif bagi anak-anak di panti tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan. Ini sangat berarti bagi anak-anak kami dan menjadi motivasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, personel Satgas tidak hanya menyalurkan bantuan berupa sembako dan makanan ringan, tetapi juga menggelar permainan interaktif (ice breaking) guna menciptakan suasana hangat, penuh keceriaan, serta mempererat kedekatan dengan anak-anak.

Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membangun hubungan emosional dengan masyarakat Papua, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.

“Bakti sosial ini menjadi bentuk nyata kepedulian kami terhadap anak-anak Papua. Kami ingin memastikan bahwa mereka merasakan kehadiran negara melalui sentuhan kemanusiaan, bukan semata aspek keamanan,” ujar Ka Ops Damai Cartenz.

Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis akan terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas di wilayah Papua guna menciptakan rasa aman sekaligus kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Waka Ops Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan sosial serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” katanya.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama antara personel Satgas dan anak-anak panti, yang mencerminkan suasana kebersamaan dan kedekatan emosional.

Melalui kegiatan ini, Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan peran tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap masa depan anak-anak Papua.

Polda Bali Kerahkan 1.595 Personel Gabungan Amankan Event Internasional Kemala Run 2026

Bali – Polda Bali menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal perhelatan olahraga bergengsi berskala internasional, Kemala Run 2026. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan puluhan ribu peserta lari, sebanyak 1.595 personel gabungan disiagakan guna mengamankan jalannya acara yang akan dipusatkan di Bali United Training Centre Pantai Purnama Jl. Ida Bagus Mantra Gianyar, Bali.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy dalam keterangan resminya pada Kamis (16/4/2026), menyampaikan bahwa persiapan pengamanan telah dimatangkan melalui koordinasi lintas sektoral.
“Polda Bali berkomitmen penuh untuk menyukseskan Kemala Run 2026. Fokus utama kami adalah memastikan aspek keamanan (security) dan kelancaran arus lalu lintas (safety and mobility) bagi seluruh elemen yang terlibat,” ujar Ariasandy.

Rincian Kekuatan Personel yang diterjunkan Polda Bali dari total 1.595 personel yang diterjunkan, kekuatan pengamanan terdiri dari:
1.397 Personel: Anggota Polda Bali dan jajaran Polres terkait.
198 Personel bantuan Instansi Terkait, diantaranya: TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, serta partisipasi aktif dari Pecalang Adat Bali dan unsur pam swakarsa lainnya.
Strategi Pengamanan sangat ketat dan berlapis pada Event yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 April 2026 ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 11.000 pelari, dari seluruh Indonesia maupun mancanegara. Mengingat tingginya jumlah peserta, Polda Bali akan menerapkan pola pengamanan ketat di titik-titik strategis:
Zona Sterilisasi: Pengamanan intensif pada area Start dan Finish.
Rute Lari: Penempatan personel di sepanjang jalur rute 5K, 10K, hingga 21K (Half Marathon).
Manajemen Lalu Lintas: Pengaturan arus kendaraan secara real-time untuk mencegah penumpukan kendaraan serta memastikan lintasan lari bebas dari hambatan kendaraan bermotor.

Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan wisatawan apabila pada hari pelaksanaan nanti terjadi pengalihan arus lalu lintas atau gangguan Kamseltibcarlantas di sekitar lokasi acara.
“Kami memohon doa restu dan dukungan seluruh masyarakat Bali. Kesuksesan Kemala Run 2026 bukan sekadar keberhasilan acara olahraga, namun merupakan representasi wajah Bali di mata dunia. Keamanan yang terjamin akan memberikan efek sangat positif yang signifikan bagi citra pariwisata Bali ke depan.

Polda Bali mengimbau bagi masyarakat yang akan beraktivitas di wilayah Gianyar pada Minggu pagi untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi pengalihan arus yang akan disosialisasikan lebih lanjut melalui kanal media sosial resmi Humas Polda Bali,” tutup Kabid Humas.

Polda Bali Kerahkan 1.595 Personel Gabungan Amankan Event Internasional Kemala Run 2026

Polda Bali menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal perhelatan olahraga bergengsi berskala internasional, Kemala Run 2026. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan puluhan ribu peserta lari, sebanyak 1.595 personel gabungan disiagakan guna mengamankan jalannya acara yang akan dipusatkan di Bali United Training Centre Pantai Purnama Jl. Ida Bagus Mantra Gianyar, Bali.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., dalam keterangan resminya pada Kamis (16/4/2026), menyampaikan bahwa persiapan pengamanan telah dimatangkan melalui koordinasi lintas sektoral.
“Polda Bali berkomitmen penuh untuk menyukseskan Kemala Run 2026. Fokus utama kami adalah memastikan aspek keamanan (security) dan kelancaran arus lalu lintas (safety and mobility) bagi seluruh elemen yang terlibat,” ujar KBP. Ariasandy.

Rincian Kekuatan Personel yang diterjunkan Polda Bali dari total 1.595 personel yang diterjunkan, kekuatan pengamanan terdiri dari:
1.397 Personel: Anggota Polda Bali dan jajaran Polres terkait.
198 Personel bantuan Instansi Terkait, diantaranya: TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, serta partisipasi aktif dari Pecalang Adat Bali dan unsur pam swakarsa lainnya.
Strategi Pengamanan sangat ketat dan berlapis pada Event yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 April 2026 ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 10.000 pelari, dari seluruh Indonesia maupun mancanegara. Mengingat tingginya jumlah peserta, Polda Bali akan menerapkan pola pengamanan ketat di titik-titik strategis:
Zona Sterilisasi: Pengamanan intensif pada area Start dan Finish.
Rute Lari: Penempatan personel di sepanjang jalur rute 5K, 10K, hingga 21K (Half Marathon).
Manajemen Lalu Lintas: Pengaturan arus kendaraan secara real-time untuk mencegah penumpukan kendaraan serta memastikan lintasan lari bebas dari hambatan kendaraan bermotor.

Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan wisatawan apabila pada hari pelaksanaan nanti terjadi pengalihan arus lalu lintas atau gangguan Kamseltibcarlantas di sekitar lokasi acara.
“Kami memohon doa restu dan dukungan seluruh masyarakat Bali. Kesuksesan Kemala Run 2026 bukan sekadar keberhasilan acara olahraga, namun merupakan representasi wajah Bali di mata dunia. Keamanan yang terjamin akan memberikan efek sangat positif yang signifikan bagi citra pariwisata Bali ke depan.

Polda Bali mengimbau bagi masyarakat yang akan beraktivitas di wilayah Gianyar pada Minggu pagi untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi pengalihan arus yang akan disosialisasikan lebih lanjut melalui kanal media sosial resmi Humas Polda Bali,” tutup Kabid Humas.

11 Ribu Peserta Siap Meriahkan Kemala Run 2026 di Bali

Bali – Kemala Run 2026 siap digelar Hari Minggu (19/04) sebagai ajang lari berskala nasional dengan total pendaftar mencapai 11.000 peserta per 13 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan antusiasme tinggi dari masyarakat serta melibatkan pelari dari berbagai kalangan, mulai dari profesional hingga komunitas, termasuk unsur TNI-Polri.

Kemala Run 2026 mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Half Marathon, 10K, dan 5K. Meliputi kategori nasional berdasarkan kelompok usia, kategori open, hingga kategori khusus.

Selain jumlah peserta yang besar, penyelenggaraan tahun ini menjadikan Kemala Run sebagai salah satu event lari dengan total hadiah terbesar di Indonesia. Besaran hadiah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik sekaligus kualitas kompetisi.

Seluruh rangkaian lomba akan dimulai dan berakhir di Jalan Ida Bagus Mantra, Kabupaten Gianyar, Bali, dengan rute yang melintasi sejumlah kawasan strategis seperti Pantai Saba dan Pantai Purnama. Rute ini dirancang tidak hanya untuk mendukung aspek kompetitif, tetapi juga memberikan pengalaman berlari dengan latar keindahan alam Bali.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia juga menyiapkan area race village yang berlokasi di kawasan Pantai Purnama dengan berbagai fasilitas seperti media center, area start dan finish, panggung media, serta zona UMKM. Alur pergerakan peserta telah diatur secara sistematis mulai dari area parkir menuju garis start hingga ke area pemulihan setelah mencapai garis finish.

Dalam mendukung partisipasi yang lebih luas, panitia menyediakan skema pendaftaran community package bagi kelompok dengan jumlah minimal 50 peserta, sehingga komunitas dapat mengikuti berbagai kategori lomba dengan biaya yang lebih terjangkau.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen. Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Kemala Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bagian dari upaya membangun kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan positif.

“Kemala Run bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan energi positif, memperkuat kedekatan dengan masyarakat, serta mendorong gaya hidup sehat secara luas,” ujarnya.

Dengan tingginya minat peserta serta dukungan berbagai pihak, Kemala Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi sport tourism di Indonesia.