Polsek Kota Bangun Gencarkan Binluh Karhutla, Warga Diimbau Hindari Pembakaran Lahan

Kukar — Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jajaran Polsek Kota Bangun melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada masyarakat di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya serta dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.

Dalam penyuluhan tersebut, personel Polsek Kota Bangun memberikan pemahaman kepada warga mengenai aturan hukum dan sanksi pidana bagi pihak yang melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara melanggar ketentuan.

Selain itu, masyarakat, khususnya para petani, diimbau untuk tidak menggunakan metode pembakaran saat membuka atau mengolah lahan. Cara tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas penerbangan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan Binluh tersebut.

Polsek Kota Bangun juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla. Kepedulian dan partisipasi warga dinilai penting untuk mendeteksi serta menangani potensi kebakaran sejak dini.

Kegiatan Binluh tersebut dilaksanakan oleh empat personel Polsek Kota Bangun, yakni Aipda Zurgianto, Brigpol Agnes Pandu Mahardika, Bripda M Rifaldi Hanafi, dan Bripda Fiqhi Rivano Abumarrahman.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kota Bangun berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan serta kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Kasat Samapta Dampingi Kunjungan Bupati Kukar ke Posko Karhutla, Pastikan Kegiatan Berjalan Aman

Kukar — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendapat perhatian lintas instansi. Dalam kunjungan Bupati Kukar ke Posko Balakarcana, Jalan A.M. Sangaji, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Senin (21/9/2026), jajaran Polres Kutai Kartanegara turut hadir memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Dalam kegiatan tersebut, Kasat Samapta Polres Kutai Kartanegara AKP Nursan turut mendampingi agenda kunjungan lapangan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri sekaligus penyerahan bantuan sarana dan logistik kepada para relawan karhutla.

Sejumlah bantuan diserahkan untuk menunjang kebutuhan dan keselamatan relawan, di antaranya wearpack sebagai alat pelindung diri (APD), oxygen portable, masker, masker respirator, vitamin, susu, air mineral, biskuit, makanan instan, kopi, teh, dan gula.

Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari sinergi pengamanan sekaligus dukungan terhadap upaya penanggulangan karhutla di wilayah Tenggarong.

Bupati Kukar dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah bekerja keras dalam penanganan karhutla. Ia menilai tugas para relawan di lapangan bukan pekerjaan ringan, terlebih kondisi cuaca dapat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

“Pengorbanan para relawan sangat berat. Kami hormat dan bangga karena sudah berusaha keras dalam penanganan karhutla ini,” ujar Bupati Kukar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0906/Kkr Letkol Czi Damai Adi Setiawan, AKP Nursan yang mewakili Kapolres Kukar, Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi, jajaran BPBD Kukar, unsur Kejaksaan Negeri Tenggarong, pemerintah kecamatan dan kelurahan, unsur TNI-Polri, serta koordinator dan anggota Relawan Karhutla A.M. Sangaji Mangkurawang.

Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD dan para relawan menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Selain penanganan di lapangan, kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan juga menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya titik api baru.

Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Sat Binmas Polres Kukar Bagikan Masker Gratis

Kukar — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Tenggarong dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian jajaran Polres Kutai Kartanegara. Tak ingin masyarakat terus terpapar udara yang tercemar, Sat Binmas Polres Kutai Kartanegara turun langsung membagikan masker gratis kepada warga.

Kegiatan tersebut digelar pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 09.30 WITA di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Puluhan warga, baik pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas, menjadi sasaran pembagian masker. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

Ps. Kasat Binmas Polres Kutai Kartanegara, Iptu Dewa Gede E, bersama personel Sat Binmas turun langsung dalam kegiatan tersebut. Masker dibagikan kepada pengguna jalan sekaligus disertai imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara akibat karhutla.

Kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang. Paparan asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat membawa partikel serta polutan yang berisiko mengganggu sistem pernapasan. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan, perlu mengurangi paparan udara yang tercemar.

“Kegiatan ini merupakan langkah kepolisian untuk membantu melindungi masyarakat dari dampak kabut asap karhutla. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan menjaga kesehatan,” ujar jajaran Sat Binmas Polres Kutai Kartanegara dalam kegiatan tersebut.

Di tengah kondisi kabut asap yang masih dirasakan masyarakat, pembagian masker menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada lahan yang terbakar. Asap yang ditimbulkan dapat bergerak ke permukiman dan ruang publik, sehingga masyarakat ikut merasakan konsekuensinya.

Karena itu, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Polri Sukses Gelar Dua Kejuaraan Indoor Skydiving Internasional di Wind Tunnel Brimob

CIKEAS, BOGOR — Indonesia sukses menjadi tuan rumah dua kejuaraan indoor skydiving tingkat internasional yang digelar di Gedung Soemardhi Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, yakni International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II Tahun 2026 dan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championship (AISC) 2026. Rangkaian kejuaraan tersebut resmi ditutup pada Minggu (20/9/2026).

International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II Tahun 2026 berlangsung 17–20 September 2026 dan diikuti total 382 peserta yang terdiri dari 156 peserta tim serta peserta luar negeri dari 9 negara, yaitu Singapura, China, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Rusia, Jepang, Polandia dan Jerman.

Kejuaraan tersebut merupakan kolaborasi Korps Brimob Polri, Komite Olahraga Polri, Persatuan Terjun Payung Polri, serta Komite Terjun Payung FASI. Penutupan dilakukan oleh Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat yang mewakili Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Dalam sambutannya, Dankorbrimob menyampaikan apresiasi kepada seluruh juri, panitia, pelatih, ofisial dan peserta dari Indonesia maupun mancanegara. Ia menyebut peningkatan jumlah peserta dari sekitar 200 orang pada tahun sebelumnya menjadi lebih dari 300 peserta menunjukkan perkembangan olahraga indoor skydiving sekaligus munculnya atlet dan generasi baru.

“Ke depan, khususnya tim Indonesia, kita berharap dapat meningkatkan kemampuan dan menjadi pesaing yang lebih kuat bagi atlet-atlet internasional. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh dewan juri, baik nasional maupun internasional, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Apabila masih terdapat kekurangan, kami mohon maaf dan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik ke depan,” ujar Dankorbrimob.

Sementara itu, 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championship 2026 juga resmi ditutup di fasilitas Wind Tunnel Brimob, Bogor. Kejuaraan tersebut diikuti lebih dari 200 atlet dari 9 negara Asia dan berlangsung aman serta lancar tanpa kecelakaan (zero accident).

Ketua Pelaksana Ardya Rifiantara menyampaikan apresiasi kepada FAI, IAC, FASI, para juri, FAI Control Room, Presiden Juri, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan. Ia menyebut pengembangan indoor skydiving di Indonesia telah dimulai sejak kompetisi nasional pada 2022 hingga akhirnya mampu menyelenggarakan event Category 1 FAI, dengan dukungan Wind Tunnel Brimob dan Korps Brimob Polri.

Ketua Komite Terjun Payung FASI Irvan Zuladry juga menyampaikan apresiasi kepada PB FASI, Korps Brimob Polri, delegasi dan juri FAI, serta para atlet dan ofisial dari berbagai negara Asia, seperti China, Korea, Malaysia, Singapura, Jepang dan Thailand. Ia mendorong negara-negara Asia terus berkolaborasi dalam mengembangkan olahraga indoor skydiving melalui penyelenggaraan kejuaraan yang berkelanjutan.

Mewakili Ketua PB FASI Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono yang berhalangan hadir, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menyampaikan bahwa kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti lebih dari 200 atlet dari 9 negara Asia tersebut sukses berjalan aman dan lancar. Kejuaraan dinilai menunjukkan perkembangan olahraga indoor skydiving di Asia serta potensinya melahirkan atlet berkaliber dunia.

Berikut daftar juara International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026:

Kelas Nasional

2 Way VFS Open: Juara I Tim Lebang Satbrimob Polda Sulteng, Juara II Tim Renal Korbrimob Polri, Juara III Tim Synaero Korbrimob Polri.
2 Way FS Female: Juara I Polwan Satbrimob Polda Metro Jaya B, Juara II Polwan Pas Pelopor Korbrimob Polri, Juara III Polwan Satbrimob Polda Metro Jaya A.
2 Way FS Open: Juara I Tim Batis Satbrimob Polda Sulteng, Juara II Tim Orion Satbrimob Polda Sulteng, Juara III Tim Huricane Satbrimob Polda Sulteng.
4 Way FS Female: Juara I Polwan Pas Pelopor Korbrimob, Juara II Polwan Polda Metro Jaya, Juara III Polwan Korbrimob Polri.
4 Way FS Open: Juara I Tim Batis Satbrimob Polda Sulteng, Juara II Tim Tadulako Satbrimob Polda Sulteng, Juara III Tim Anoa Satbrimob Polda Sulteng.

Kelas Asia Tenggara

  • Dynamic Solo Speed Open: Juara I Tim Singapore 1, Juara II Tim Malaysia, Juara III Tim Indonesia.
  • Dynamic 2 Way Open: Juara I Tim Singapore 1, Juara II Tim Malaysia, Juara III Tim Indonesia.
  • 2 Way FS Female: Juara I Tim Polwan Indonesia, Juara II Tim Singapore 1, Juara III Tim Brigade 10 Para A Malaysia.
  • 4 Way FS Female: Juara I Indonesia, Juara II Singapore, Juara III Malaysia.
  • 4 Way FS Open: Juara I Indonesia, Juara II Singapore, Juara III Thailand.

Kelas Internasional

  • Solo Freestyle Open: Juara I Singapore, Juara II Singapore, Juara III Korea.
  • Dynamic Solo Speed Open: Juara I Singapore, Juara II Singapore, Juara III China.
  • Dynamic 2 Way Open: Juara I Singapore, Juara II Singapore, Juara III Korea Selatan.
  • Dynamic 4 Way Open: Juara I Singapore, Juara II China, Juara III Korea Selatan.
  • 2 Way VFS Open: Juara I Singapore, Juara II Singapore, Juara III Singapore.
  • 4 Way VFS Open: Juara I China, Juara II Indonesia, Juara III Singapore.
  • 2 Way FS Junior: Juara I Mario & Aufa Indonesia, Juara II Altitude x Singapore Junior, Juara III Naya & Fildza.
  • 2 Way FS Female: Juara I Polwan Korbrimob Polri, Juara II Singapore, Juara III Wara TNI AU.
  • 2 Way FS Open: Juara I Tim TB Korbrimob Polri, Juara II Tim BS Korbrimob Polri, Juara III Tim Singapore 1.
  • 4 Way FS Female: Juara I China, Juara II Indonesia, Juara III Singapore.
  • 4 Way FS Open: Juara I Tim Black Shadow Pas Pelopor Korbrimob Polri, Juara II Tim Orion Satbrimob Polda Sulteng, Juara III Tim Citraka Sarbrimob Polda Banten A.

Adapun daftar peraih penghargaan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championship 2026 meliputi 4-Way Formation Skydive Open (Indonesia, Singapore, Thailand), 4-Way Formation Skydive Female (China, Indonesia, Singapore), 4-Way Vertical Formation Skydive Open (China, Indonesia, Singapore), Dynamic Solo Junior (Singapore, Korea Selatan, Thailand), Dynamic Solo Open (Singapore 1, Singapore 2, Korea Selatan), Dynamic 2-Way Open (Singapore 1, Singapore 2, Korea Selatan), Dynamic 4-Way Open (Singapore, Korea Selatan, China), Solo Freestyle Junior (Thailand, China, Japan), serta Solo Freestyle Open (Singapore, Singapore, Korea Selatan).

Prosesi penutupan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championship 2026 diakhiri dengan penurunan bendera FAI yang diiringi FAI Anthem. Ketua Pelaksana Ardya Rifiantara menyerahkan bendera FAI kepada President Jury Sandy Nieuwenhoven, dilanjutkan deklarasi resmi berakhirnya kejuaraan.

Dua kejuaraan tersebut sekaligus menjadi wadah kompetisi, pembinaan atlet, serta silaturahmi bagi komunitas indoor skydiving Indonesia dan mancanegara dalam semangat sportivitas dan persahabatan internasional.

Karhutla Lahap 3,5 Hektare di Kota Bangun Ilir, Petugas Berjibaku hingga Malam

Kukar – Kebakaran lahan di Desa Kota Bangun Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, menjadi pengingat bahwa api kecil di lahan kering dapat berkembang menjadi kebakaran luas jika tidak segera ditangani.

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 16.00 Wita itu membakar semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering dengan luas diperkirakan mencapai 3,5 hektare.

Begitu menerima laporan dari perangkat desa, informasi langsung diteruskan melalui Satgas Siaga Karhutla Kota Bangun. Personel Polsek Kota Bangun bersama Koramil, Damkar, perangkat kecamatan, relawan Masyarakat Peduli Api dan warga bergerak menuju lokasi.

Kanit Binmas Polsek Kota Bangun Iptu Sudaryo bersama personel kepolisian turut terlibat langsung dalam penanganan. Sebanyak 10 personel Damkar, lima relawan, personel Polsek, Koramil, Satgas Karhutla serta masyarakat bahu-membahu memadamkan api.

Penanganan berlangsung cukup panjang, petugas harus melakukan penyiraman terhadap titik api dan bara yang masih menyala menggunakan mobil portable Damkar, peralatan pemadaman manual serta empat alat jet suter.
Dari sore hingga malam, petugas terus melakukan pemadaman dan pendinginan. Sekitar pukul 22.00 Wita, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam.

Namun, pekerjaan belum selesai. Petugas melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memunculkan api kembali. Satu unit mobil portable Damkar juga disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi titik api susulan.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kota Bangun.

Menariknya, titik api tersebut belum terdeteksi dalam aplikasi LembuSwana. Meski demikian, Satgas Karhutla Kota Bangun tetap bergerak berdasarkan informasi lapangan dari masyarakat.

Kejadian ini menunjukkan bahwa sistem pemantauan tidak dapat berdiri sendiri tanpa kepedulian masyarakat. Laporan warga mengenai asap atau api sekecil apa pun dapat menjadi informasi penting bagi petugas untuk melakukan penanganan lebih cepat.

Karhutla bukan hanya persoalan api. Asap dapat mengganggu kesehatan, kebakaran dapat merusak vegetasi dan lahan, sementara proses pemadaman membutuhkan waktu, tenaga, peralatan dan koordinasi banyak pihak.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan meminta masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan asap maupun titik api.

“Satu titik api yang terlambat dilaporkan dapat berubah menjadi kebakaran yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk dikendalikan”, Tegas AKP Asnan Rusmawan.

Api Mengamuk 5 Hektare di KM 54 Samboja Barat, Tim Gabungan Berjibaku hingga Dini Hari

Kukar — Kobaran api melahap kawasan pohon dan semak belukar seluas sekitar 5 hektare di KM 54 RT 16, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara. Penanganan berlangsung dalam kondisi malam hingga dini hari, sebelum api akhirnya berhasil dikendalikan pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 03.55 Wita.

Jarak lokasi yang mencapai sekitar 32 kilometer dari Mako Polsek Samboja tak menyurutkan respons kepolisian. Personel Polsek Samboja langsung bergerak ke titik kebakaran dan bergabung dengan tim gabungan untuk melakukan pemadaman serta memastikan api tidak terus menjalar.

Penanganan berlangsung sejak Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 22.30 Wita. Medan kebakaran yang berada di area vegetasi membuat proses pemadaman harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur.

Polsek Samboja bersama Yayasan Jejak Pulang, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Damkar Samboja, PMI, PT Lembuswana Perkasa, MPA Tanjung Harapan, Otorita IKN serta warga setempat dikerahkan ke lokasi.

Sebanyak 45 personel terlibat dalam penanganan, terdiri dari 2 personel Polsek Samboja, 3 PMI, 6 Damkar, 5 Dinas Kehutanan, 4 Yayasan Jejak Pulang, 5 Manggala Agni, 2 PT Lembuswana Perkasa, 5 Otorita IKN, 1 MPA Tanjung Harapan dan 12 warga.

Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menghadapi kebakaran yang berlangsung hingga dini hari. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan kobaran api, tetapi juga mengendalikan asap dan memastikan kondisi di sekitar titik kebakaran tetap aman.

Sekitar pukul 03.55 Wita, api berhasil dipadamkan dan kondisi asap dapat dikendalikan. Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Polisi bersama tim gabungan kemudian memastikan situasi di lokasi tetap terkendali. Dokumentasi dilakukan dan hasil penanganan dilaporkan sebagai bagian dari pemantauan lanjutan.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Kepolisian belum menyimpulkan sumber maupun faktor pemicu munculnya api.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid menegaskan pentingnya respons cepat dan sinergi lintas unsur dalam menghadapi Karhutla, terlebih ketika kebakaran terjadi pada malam hari dan berada cukup jauh dari pusat kota.

Penanganan hingga dini hari ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan bukan persoalan yang dapat ditangani oleh satu pihak saja. Kecepatan informasi dari masyarakat, respons petugas, serta keterlibatan unsur terkait menjadi bagian penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Polsek Samboja juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan hutan dan lahan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Angin Kencang dan Lahan Gambut Bikin Api Sulit Dijinakkan, Polsek Muara Kaman Turun Langsung

Kukar – Kobaran api di lahan gambut kawasan konsesi HTI PT SHJ, Petak 61B, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Minggu (20/9/2026), membuat petugas harus bekerja ekstra keras.

Kebakaran yang diperkirakan melanda sekitar 2 hektare lahan itu pertama kali diketahui sekitar pukul 14.00 Wita setelah kepulan asap terlihat dari area tersebut.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin memerintahkan personel pengamanan untuk segera menuju lokasi dan membantu proses pemadaman bersama tim pemadam.

Dua personel Polsek Muara Kaman, Brigpol Alfian dan Bripda Dharma Putra Girsang, bergabung dengan 20 personel Damkar Distrik 32 Sebulu serta enam personel sekuriti dalam penanganan kebakaran.

Medan yang dihadapi bukan perkara mudah. Angin yang cukup kencang membuat api sulit dikendalikan, sementara karakter lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif.

Petugas mengerahkan lima unit mesin pompa (Alkon) dan satu mobil tangki berkapasitas 10 ton untuk menyemprot titik api. Pemadaman dilakukan secara bertahap sembari mengendalikan area yang masih terbakar.

Berkat kerja bersama di lapangan, api berhasil dipadamkan. Namun petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Selain terlibat langsung dalam pemadaman, Polsek Muara Kaman melakukan pemantauan perkembangan situasi, berkoordinasi dengan unsur terkait serta melakukan pendalaman untuk mengetahui awal mula dan penyebab kebakaran.

Polsek Muara Kaman juga memastikan pemantauan tetap dilakukan terhadap area bekas terbakar, mengingat kondisi lahan gambut memiliki potensi menyimpan bara yang dapat kembali menimbulkan titik api.

Hingga penanganan berlangsung, situasi di lokasi dalam kondisi terkendali. Polsek Muara Kaman bersama unsur terkait terus memastikan api tidak kembali muncul dan tidak meluas ke area lainnya.

Titik Api Muncul di Bukit Soeharto KM 56, Medan Sulit Jadi Kendala Pemadaman Tim Gabungan

Kukar – Kebakaran vegetasi terpantau di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto KM 56, Kecamatan Loa Janan, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 17.15 Wita. Lokasi titik api berada di kawasan hutan yang masuk dalam delineasi OIKN.

Mengetahui adanya titik api, Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama personel Polsek Loa Janan langsung melakukan pemantauan dan penanganan bersama unsur Gakkum Kehutanan, Otorita IKN, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Dari hasil pengecekan, api membakar semak belukar dan dedaunan kering. Namun, proses pemadaman menghadapi kendala serius karena titik api berada cukup jauh dari akses utama dengan medan yang sulit, sehingga kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi secara langsung.

Kondisi vegetasi yang kering juga membuat material di sekitar titik api mudah terbakar. Petugas kemudian melakukan pemantauan perkembangan api dan penanganan sesuai kondisi medan serta sarana yang tersedia.
Hingga laporan dibuat, situasi di sekitar lokasi aman dan kondusif, namun titik api masih membutuhkan pemantauan dan penanganan lanjutan untuk mengantisipasi penyebaran kebakaran.

Polsek Loa Janan bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kawasan tersebut sebagai langkah antisipasi agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Karhutla 3 Hektare Mengancam Area Obvitnas, Polsek Samboja Gerak Cepat Kawal Pemadaman hingga Api Padam

Kukar – Kebakaran lahan gambut kembali terjadi di kawasan Area Objek Vital Nasional (Obvitnas) PT ENI Muara Bakau, RT 012, Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Minggu (20/9/2026).

Kebakaran yang membakar semak belukar di lahan gambut dengan luasan sekitar 3 hektare itu langsung mendapat penanganan serius.

Polsek Samboja menjadi salah satu unsur terdepan dalam respons di lapangan, bergerak bersama tim pemadam dan unsur terkait untuk mencegah api kembali meluas di sekitar kawasan vital tersebut.

Begitu titik api diketahui sekitar pukul 13.30 Wita, personel Polsek Samboja langsung menuju lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Mako Polsek Samboja. Enam personel kepolisian diterjunkan dalam penanganan bersama Damkar Kecamatan Samboja, tim pemadam PT PHM, PT ENI Muara Bakau, PMI Samboja dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Tanjung Harapan.

Bagi personel Polsek Samboja, penanganan tidak berhenti pada upaya memadamkan kobaran. Petugas turut memastikan proses pembasahan dan pendinginan dilakukan secara menyeluruh, mengingat lokasi merupakan lahan gambut dan kebakaran kali ini diduga berkaitan dengan area yang sebelumnya telah terbakar.

Kondisi tersebut membuat penanganan membutuhkan ketelitian. Api yang terlihat padam belum serta-merta menjamin tidak adanya bara yang tersisa di dalam atau sekitar vegetasi gambut.

Untuk mempercepat penanganan, puluhan personel dan berbagai sarana pemadam dikerahkan. Dukungan di lapangan meliputi mobil tangki pemadam, mobil patroli Damkarmatan, mobil pemadam PT ENI Muara Bakau, dua mobil tandon air, mobil tangki suplai air, mobil tangki PMI serta mobil tandon air MPA.

Polsek Samboja bersama seluruh unsur yang terlibat terus melakukan pemadaman, pembasahan dan pendinginan hingga api benar-benar berhasil dikendalikan.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Setelah penanganan berlangsung selama beberapa jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 Wita.

Polsek Samboja selanjutnya memastikan kondisi lokasi tetap dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terlebih kebakaran terjadi di lahan gambut yang sebelumnya telah mengalami kebakaran.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara api merupakan lanjutan dari kebakaran sebelumnya yang menyebabkan asap tebal di sekitar wilayah kerja Obvitnas. Kondisi cuaca ekstrem di wilayah Samboja juga menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan dalam proses penanganan, namun belum dapat dijadikan kesimpulan penyebab sebelum penyelidikan selesai.

Penanganan Karhutla di kawasan tersebut memperlihatkan pentingnya respons cepat kepolisian dan koordinasi lintas unsur, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan strategis.

Polsek Samboja bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran susulan.

Bukan Sekadar Memadamkan Api, Tim Gabungan Berjibaku Jinakkan Karhutla 1 Hektare di Samboja Barat

Kukar – Memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan pekerjaan yang selesai hanya dengan menyiram kobaran api. Di balik api yang terlihat, petugas harus memastikan bara tidak kembali menyala dan menjalar ke area lain.

Hal itu terlihat dalam penanganan Karhutla di KM 36 RT 07, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Minggu (20/9/2026) sore. Kebakaran yang melanda lahan dan semak belukar dengan luasan sekitar 1 hektare tersebut ditangani hingga api benar-benar dapat dikendalikan.

Begitu menerima informasi adanya titik api sekitar pukul 17.00 Wita, Polsek Samboja langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Mako Polsek Samboja.

Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh lima personel Polsek Samboja, empat anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Sungai Merdeka, dua warga setempat serta Yayasan Jejak Pulang.

Di lapangan, petugas tidak hanya menghadapi kobaran api. Vegetasi berupa semak belukar yang terbakar membuat api berpotensi merambat, sementara petugas harus memastikan setiap bagian area yang terbakar benar-benar aman dari bara yang dapat kembali memicu kebakaran.

Proses penanganan berlangsung hingga malam. Setelah berjibaku melakukan pemadaman dan memastikan kondisi api serta asap dapat dikendalikan, sekitar pukul 19.45 Wita api dinyatakan padam.

Penanganan kemudian tidak berhenti pada saat kobaran api menghilang. Area bekas kebakaran harus dipastikan kembali aman untuk mencegah munculnya api susulan.

Inilah bagian dari tugas berat penanganan Karhutla yang sering tidak terlihat: petugas harus datang ketika api muncul, memadamkan kobaran, mengantisipasi penjalaran, kemudian memastikan bara tidak kembali menjadi api.

Hingga kegiatan selesai, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.

Polsek Samboja mengajak masyarakat memahami bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan sekaligus kerja sama. Satu laporan dari warga dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan area yang lebih luas dari ancaman kebakaran.