Polsek Muara Kaman Ungkap Kasus Percobaan Pemerkosaan, Pelaku Diamankan Polisi

Kukar – Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Kaman, Polres Kutai Kartanegara, berhasil mengungkap tindak pidana percobaan pemerkosaan dan kekerasan seksual yang terjadi di sebuah kebun kelapa sawit di Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (20/8/2026).

Dalam pengungkapan perkara tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial VN (34), warga yang berdomisili di wilayah Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman. Terduga pelaku diamankan setelah sebelumnya diamankan oleh warga setempat dan kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin menjelaskan, berdasarkan keterangan dari korban kejadian bermula sehari sebelum peristiwa, saat terduga pelaku datang ke rumah korban untuk meminta makanan, minuman, serta tempat tinggal karena mengaku membutuhkan pekerjaan. Korban yang merasa iba kemudian memberikan bantuan dan mengizinkan terduga pelaku menginap.

“Pada Rabu pagi, korban bersama anggota keluarganya dan terduga pelaku berangkat menuju kebun kelapa sawit di Desa Menamang Kiri untuk melakukan pekerjaan. Sesampainya di lokasi, terduga pelaku menyampaikan keinginannya untuk bekerja sekaligus tinggal di pondok kebun”, ujar Kapolsek.

Ketika anggota keluarga korban pergi berbelanja kebutuhan sembako dan perlengkapan untuk memperbaiki pondok, korban bersama terduga pelaku berada di sekitar pondok kebun.

Lebih lanjut lagi IPTU Herwin menjelaskan, sekitar pukul 11.00 WITA, saat korban sedang beristirahat dan minum di halaman pondok, terduga pelaku diduga melakukan tindakan seksual secara paksa terhadap korban. Korban kemudian berupaya melepaskan diri dan melarikan diri dari lokasi.

“Dalam situasi tersebut, terduga pelaku juga diduga mengambil sebilah parang dan mengayunkannya ke arah korban. Korban berhasil menghindar dan melakukan perlawanan hingga terduga pelaku terjatuh. Selanjutnya, korban bersembunyi di sekitar tanggul tanah di pinggir jalan HTI sambil menunggu anggota keluarganya kembali”, Jelas IPTI Herwin.

Sekitar pukul 11.30 WITA, setelah anggota keluarga korban tiba, korban menceritakan peristiwa yang dialaminya. Selanjutnya, korban bersama keluarganya melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat.

Warga kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan terduga pelaku yang saat itu masih berada di kawasan kebun kelapa sawit. Terduga pelaku selanjutnya diserahkan kepada Polsek Muara Kaman untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam penanganan perkara tersebut, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu lembar hoodie warna ungu, satu lembar celana training warna hijau, satu lembar celana jeans warna hitam, satu lembar baju kaos warna biru, serta satu bilah parang.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dipersangkakan dengan ketentuan Pasal 473 ayat (1) jo. Pasal 17 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 6 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin menegaskan bahwa pihaknya akan menangani perkara tersebut secara profesional, transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Penyidik juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta melengkapi administrasi penyidikan guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap secara terang.

“Polsek Muara Kaman berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya korban tindak pidana kekerasan seksual, serta memproses setiap laporan masyarakat secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Polres Kutai Kartanegara mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana, sehingga dapat segera ditangani dan mencegah terjadinya kejadian serupa.

Polsek Sangasanga Amankan Pawai HUT ke-81 RI, Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Lancar

Kukar – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, Polsek Sangasanga melaksanakan pengamanan kegiatan pawai dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (20/08/2026).

Kegiatan pengamanan dilaksanakan mulai sekitar pukul 07.30 WITA, berlangsung di Masjid Jami’ Al Mukarramah, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sangasanga Dalam. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pawai berlangsung aman, tertib dan lancar, sekaligus memberikan perlindungan kepada para peserta maupun pengguna jalan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Sangasanga Iptu Wahid, Lurah Sangasanga Dalam Sri Wahyuni Ermawati, Bhabinkamtibmas Sangasanga Dalam Aiptu Jusnadi, Ka SPK Polsek Sangasanga Aiptu M. Zubair, serta personel Polsek Sangasanga lainnya.

Selain unsur kepolisian dan pemerintahan kelurahan, kegiatan juga diikuti para Ketua RT se-Kelurahan Sangasanga Dalam, masyarakat, peserta didik tingkat SD, SMP dan SMA, para guru serta orang tua peserta.

Pawai dimulai dari Masjid Jami’ Al Mukarramah, kemudian peserta bergerak melalui Jl. Jenderal Sudirman – Jl. HOS Cokroaminoto – Jl. Dr. Wahidin – Jl. Mesjid – Jl. Pangeran Hidayat – Jl. Jenderal Sudirman, dan selanjutnya kembali ke Masjid Jami’ Al Mukarramah sebagai titik akhir.

Dalam pelaksanaan pengamanan, personel Polsek Sangasanga ditempatkan di sejumlah titik sepanjang rute pawai. Petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas serta memberikan imbauan kepada peserta dan masyarakat agar tetap tertib selama kegiatan berlangsung.

Kapolsek Sangasanga Iptu Wahid mengatakan bahwa pengamanan merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat sekaligus upaya memastikan kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.

“Pengamanan kami laksanakan untuk memastikan seluruh rangkaian pawai berjalan aman, tertib dan lancar. Kami juga mengimbau seluruh peserta dan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta keselamatan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Dengan adanya pengamanan dari jajaran Polsek Sangasanga, kegiatan pawai dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Sangasanga Dalam dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan kondusif.

Polres Kukar Gelar Olahraga Bersama, Perkuat Kebersamaan Personel dan Bhayangkari

Kukar – Dalam rangka menjaga kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan dan soliditas keluarga besar Polri, Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kegiatan olahraga bersama personel dan Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara, Jumat (21/08/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WITA tersebut dilaksanakan di halaman Mako Polres Kukar dan diikuti dengan penuh semangat oleh jajaran personel Polres Kukar bersama para pengurus serta anggota Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara.

Kegiatan olahraga bersama turut dihadiri Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Wakapolres Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Kabag Ops Kompol Ecky Widi Prawira, Kabag SDM Kompol Suwarno, Kabag Ren AKP Rihard Nixon Hernando Lumban Toruan, Kabag Log AKP Suprafto, serta para Kasat, Kasi, perwira dan bintara Polres Kukar.

Hadir pula Ketua Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara Ny. Bella Khairul, Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara Ny. Wina Fariz, beserta para pengurus dan anggota Bhayangkari Polres Kutai Kartanegara.
Dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, seluruh peserta mengikuti rangkaian olahraga bersama dengan antusias.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara personel Polres Kukar dengan keluarga besar Bhayangkari.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menyampaikan bahwa olahraga bersama merupakan salah satu upaya untuk menjaga kondisi fisik personel agar tetap prima dalam melaksanakan tugas sekaligus membangun kekompakan dan semangat kebersamaan.

“Olahraga bersama ini menjadi sarana untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kebugaran serta mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan antara personel Polres Kukar dengan Bhayangkari,” ujar Kapolres.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib dan penuh semangat. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan soliditas serta kebersamaan keluarga besar Polres Kutai Kartanegara dan Bhayangkari semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sinergi Polsek Sangasanga Bersama TNI, Damkar dan Relawan Tangani Karhutla di Kelurahan Pendingin, Luas Lahan Terbakar Diperkirakan 50 Hektare

Kukar – Kepolisian Sektor (Polsek) Sangasanga bersama TNI, petugas pemadam kebakaran, perusahaan, relawan dan masyarakat terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah titik wilayah Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (19/8/2026).

Kebakaran terjadi di beberapa lokasi, di antaranya kawasan RT 03, RT 05, RT 09, RT 11 dan RT 02 Kelurahan Pendingin. Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±50 hektare.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar melalui Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid menjelaskan, setelah menerima informasi adanya kebakaran, personel Polsek Sangasanga bersama anggota Koramil Sangasanga, Damkar Kecamatan Sangasanga, pemadam kebakaran perusahaan, relawan serta masyarakat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu proses pemadaman dan pengendalian api.

“Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan TNI, Damkar, perusahaan, relawan dan masyarakat. Saat ini seluruh unsur masih melakukan pemantauan dan pengendalian di sekitar lokasi,” ujar Kapolsek.

Sejumlah titik kebakaran berada pada kawasan lahan milik warga dan lahan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang diketahui tidak dikelola atau dirawat secara optimal. Kondisi lahan yang ditumbuhi semak belukar serta vegetasi kering menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah menjalar.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala. Kondisi medan yang berupa rawa dan lahan gambut, keterbatasan sumber air serta sulitnya akses menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam menjangkau titik api.

Hingga saat ini, awal mula dan penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan. Personel kepolisian masih melakukan pengecekan serta pendalaman dengan meminta keterangan dari warga sekitar dan pihak-pihak yang mengetahui kejadian.

Situasi terkini, sejumlah titik api masih terpantau dan terdapat potensi kebakaran kembali membesar, mengingat sebagian area merupakan lahan gambut yang sulit dijangkau akibat tidak tersedianya akses jalan. Petugas juga terus mengantisipasi kemungkinan api merembet ke arah permukiman warga.

Dalam penanganan tersebut, personel Polsek Sangasanga bersama Koramil Sangasanga bersinergi dengan Damkar Kecamatan Sangasanga, relawan pemadam Kelurahan Pendingin, Relawan Kota Juang Sangasanga, PT Equalindo, Pemadam PT Masbro, PT ABN, PT KFI, Relawan Albadar Kelurahan Bantuas, Relawan Kelurahan Sangasanga Muara serta masyarakat Kelurahan Pendingin.

Kapolsek Sangasanga menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mencegah meluasnya kebakaran serta memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman.

“Personel Polsek Sangasanga bersama TNI, Damkar, relawan dan masyarakat tetap standby di sekitar lokasi untuk mengantisipasi apabila api kembali membesar atau merembet ke arah permukiman,” tegas Kapolsek.

Dalam kegiatan tersebut, kepolisian juga melakukan pendataan luas lahan yang terdampak, pengecekan titik koordinat lokasi kebakaran, pendataan kerugian materiil serta melaporkan perkembangan penanganan kepada pimpinan.

“Korban jiwa dalam kejadian tersebut nihil, sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan”, Jelas IPTU Wahid.

Polsek Sangasanga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di kawasan lahan kering dan gambut, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Didukung 367 Ribu Warga, Polri Raih Juara III Karnaval Kemerdekaan HUT RI ke-81, Usung Tema Pesona Sulawesi Utara

JAKARTA — Dukungan 367.315 warga mengantarkan kendaraan hias Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meraih Juara III Karnaval Kendaraan Hias dalam rangkaian Pesta Rakyat Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Bersaing dengan 31 kendaraan hias dari kementerian dan lembaga lainnya, kendaraan Polri tampil membawa tema “Polri untuk Masyarakat – Pesona Sulawesi Utara.” Tema tersebut memadukan kekayaan budaya Sulawesi Utara dengan pesan tentang kedekatan Polri bersama masyarakat serta berbagai program unggulan Polri.

Kemenangan Polri ditetapkan melalui Keputusan Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif Nomor SK/HK.01.01/42/S/2026 tentang Penetapan Pemenang Karnaval Kendaraan Hias pada Kegiatan Pesta Rakyat Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Dalam keputusan tersebut, Kementerian Sosial meraih Juara I dengan 654.032 suara, Kementerian Pertanian Juara II dengan 518.103 suara, dan Polri Juara III dengan 367.315 suara.

Voting dibuka untuk masyarakat pada 17 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB hingga 18 Agustus 2026 pukul 24.00 WIB.

Pesona Sulawesi Utara, Pesan Polri untuk Masyarakat

Kendaraan hias Polri dirancang sebagai representasi Polri yang hadir di tengah masyarakat, menjaga persatuan, melindungi keberagaman, serta bersama-sama membangun Indonesia yang aman, maju dan sejahtera.

Nuansa Sulawesi Utara ditampilkan melalui ornamen budaya dan kekayaan kerajinan tenun yang dipadukan dengan program-program unggulan Polri, seperti MBG/SPPG, Ketahanan Pangan, layanan 110, Desk Ketenagakerjaan, SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Jembatan Merah Putih Presisi, Gerakan Asri, Polri Super App Presisi, Smart City dan Road Safety Policing, hingga Hunian Tetap Presisi Aceh.

Penampilan karnaval semakin semarak dengan kehadiran Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo yang kompak mengenakan pakaian adat Dayak Kalimantan.

Keduanya diiringi pasukan adat Bali dan pasukan berkuda, menciptakan perpaduan budaya Nusantara dalam satu barisan.

Pesan yang ingin disampaikan jelas: Indonesia kaya akan perbedaan, tetapi tetap satu dalam semangat persatuan.

32 Kendaraan Hias Ramaikan Monas

Karnaval kendaraan hias menjadi bagian dari rangkaian Malam Merdeka di kawasan Monas, Senin (17/8/2026).

Sebanyak 32 kendaraan hias dari berbagai kementerian dan lembaga melintas bergantian dari Monas menuju Bundaran HI. Masing-masing menampilkan kreativitas, budaya dan pesan dari program yang dijalankan.

Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Kabinet Merah Putih menyaksikan langsung parade tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur karnaval. Sorak-sorai dan tepuk tangan pecah setiap kendaraan melintas. Presiden Prabowo juga tampak memberikan hormat dan membalas lambaian tangan para peserta.

Karnaval kemudian ditutup dengan pesta kembang api yang menghiasi langit kawasan Monas.

Polri: Terima Kasih untuk 367 Ribu Suara Masyarakat

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan.

“Polri menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah memilih dan mendukung kendaraan karnaval Polri. Juara III ini bukan sekadar penghargaan, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan apresiasi masyarakat kepada Polri,” ujar Trunoyudo.

Menurutnya, 367.315 suara yang diberikan masyarakat menjadi energi bagi Polri untuk terus meningkatkan pengabdian.

“Setiap suara adalah bentuk dukungan. Setiap dukungan menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir, bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Trunoyudo menegaskan, penghargaan tersebut harus menjadi pemacu bagi seluruh anggota Polri untuk terus menghadirkan manfaat nyata.

“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Karena itu, penghargaan ini menjadi energi bagi Polri untuk terus berbenah, berinovasi dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh personel Polri, seniman, kreator, perancang serta berbagai pihak yang terlibat dalam mempersiapkan kendaraan karnaval.

“Terima kasih Indonesia. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memilih dan mendukung Polri. Penghargaan ini kami terima dengan penuh rasa syukur dan kami persembahkan kembali untuk masyarakat,” ucap Trunoyudo.

Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan institusi dengan masyarakat.

Polri hadir di tengah masyarakat.
Polri tumbuh bersama masyarakat.
Polri mengabdi untuk Indonesia.

🇮🇩 Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Merdeka!

Polri Evakuasi Dua Warga Palue Lewat Jalur Udara, Lansia Korban Reruntuhan dan Ibu Hamil

Maumere — Polri bersama unsur terkait terus mempercepat penanganan warga terdampak gempa bumi di wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah keterbatasan akses darat dan laut pascabencana, jalur udara dimanfaatkan untuk mengevakuasi dua warga yang membutuhkan penanganan medis segera, Kamis (20/8/2026).

Dua warga yang dievakuasi yakni Maria Noni (71), warga Cawalo, Desa Rokirole, yang mengalami patah tulang paha kiri bagian bawah akibat tertimpa reruntuhan rumah, serta Maria Angela Ngei (30), warga Desa Rokirole, yang sedang hamil dan dalam kondisi siap bersalin.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, proses evakuasi dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan warga terdampak yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera mendapatkan penanganan.

“Polri terus melakukan langkah-langkah kemanusiaan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana, khususnya mereka yang membutuhkan penanganan medis segera, dapat dievakuasi dengan aman dan cepat. Dalam kondisi akses darat dan laut yang terbatas, jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat korban mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.28 WITA di Lapangan Futsal Karang Mas, Dusun Mudemi, Desa Reruwairere, Kecamatan Maumere. Dua armada udara dikerahkan, yakni Helikopter BNPB Airbus H125 9292 dan Helikopter PK-CAY BEII429, untuk mendukung proses pemindahan kedua korban menuju Maumere.

Maria Noni membutuhkan penanganan medis lanjutan akibat patah tulang paha yang dialaminya setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah. Sementara Maria Angela Ngei dievakuasi karena kondisi kehamilannya yang sudah siap bersalin sehingga membutuhkan pemantauan dan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

Jajaran Polres Sikka turut terlibat dalam proses evakuasi untuk memastikan seluruh tahapan pemindahan korban berjalan aman, tertib dan terkendali, sekaligus memberikan pendampingan selama proses menuju armada udara.

Trunoyudo menegaskan, keterlibatan Polri dalam penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga memastikan proses evakuasi dan pelayanan kemanusiaan dapat berjalan optimal.

“Kehadiran personel Polri di lapangan merupakan bagian dari upaya bersama dalam penanganan bencana. Kami membantu memastikan proses evakuasi berlangsung aman, tertib dan lancar, serta memberikan dukungan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menangani warga yang membutuhkan pertolongan,” jelasnya.

Setelah seluruh persiapan selesai, kedua korban kemudian diterbangkan menuju Maumere untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Rangkaian proses evakuasi selesai sekitar pukul 11.35 WITA dan berlangsung aman, lancar serta kondusif.

Evakuasi tersebut menjadi bagian dari respons cepat terhadap masyarakat terdampak gempa di Palue, terutama warga dengan kondisi rentan yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan secara segera.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri akan terus bersinergi dengan BNPB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan serta penanganan yang dibutuhkan,” pungkas Trunoyudo.

K-9 SAR Polri Perkuat Operasi Kemanusiaan Pascagempa NTT

Manggarai, Nusa Tenggara Timur — Tim K-9 SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri terus bergerak membantu pencarian korban pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Setelah diterjunkan sejak 16 Agustus 2026, tim bersama anjing pelacak K-9 melakukan pencarian di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengerahan Unit K-9 SAR merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendukung proses pencarian dan penanganan korban bencana secara maksimal.

“Polri terus mengerahkan kemampuan terbaik untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. Tim K-9 SAR memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi keberadaan korban, baik yang masih hidup maupun korban meninggal dunia, sehingga diharapkan dapat membantu mempercepat proses pencarian di lapangan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Kamis (20/8/2026).

Sejak tiba di Flores pada Minggu (16/8/2026), tim K-9 SAR yang terdiri dari 21 personel dan diperkuat 10 ekor anjing K-9 dengan kemampuan cadaver dan canine search and rescue (CSAR) melakukan konsolidasi serta koordinasi dengan jajaran kepolisian setempat. Tim juga melakukan persiapan, perawatan satwa, hingga pergeseran dari Polres Manggarai Timur menuju Polres Manggarai dan selanjutnya ke wilayah Polsek Reo.

Selain melaksanakan tugas pencarian, tim K-9 SAR juga memberikan trauma healing kepada anak-anak terdampak bencana menggunakan K-9 Rubin bersama handler Briptu Gabriella dan Aipda M. Sahid.

Pada Rabu (19/8/2026), Tim K-9 SAR melaksanakan pencarian di dua lokasi di wilayah Reo. Kanit K-9 SAR Iptu Erasmus melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan personel Polsek Reo serta masyarakat di sekitar lokasi. Tim kemudian melakukan briefing dan mensterilkan area pencarian dari benda-benda berbahaya seperti seng, paku, pecahan kaca, dan material lainnya yang dapat membahayakan satwa maupun personel.

K-9 Rubin dan Gizi kemudian melakukan pencarian di site A mulai pukul 10.20 WITA. Selanjutnya, K-9 Kyara dan Dasa melakukan pencarian di site berikutnya mulai pukul 14.00 WITA.

Setelah pencarian selesai pada pukul 15.00 WITA, seluruh satwa kembali menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Rumah Sakit Hewan Polri Presisi. Hasil pencarian menunjukkan tidak ditemukan korban, baik dalam kondisi hidup maupun meninggal dunia, di kedua lokasi tersebut. Berdasarkan hasil pencarian, site A dan site B kemudian dinyatakan clear. Hasil tersebut juga telah diterima oleh masyarakat, khususnya pihak keluarga.

“Setiap proses pencarian dilakukan secara terukur dengan memperhatikan keselamatan personel dan satwa. Sebelum pencarian, lokasi terlebih dahulu disterilkan dan setelah kegiatan selesai kondisi kesehatan K-9 kembali diperiksa. Ini menjadi bagian dari standar penanganan agar seluruh proses berjalan aman dan optimal,” jelas Trunoyudo.

Trunoyudo menegaskan, keberadaan Tim K-9 SAR di wilayah terdampak merupakan wujud komitmen Polri untuk terus mendukung seluruh proses penanganan bencana bersama unsur terkait.

“Polri tidak hanya hadir dalam proses evakuasi dan pencarian, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Basarnas, TNI, relawan, dan seluruh unsur terkait agar penanganan pascabencana dapat berjalan secara terpadu,” tuturnya.

Polri memastikan dukungan personel dan kemampuan khusus, termasuk K-9 SAR, akan terus dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi masa tanggap darurat dan pemulihan pascagempa di Flores, NTT.

Hari Ke-6 Pascagempa, Polri Terus Bergerak: Brimob dan Bantuan Logistik Konsisten Dikirim ke NTT

Jakarta, 20 Agustus 2026 — Memasuki hari keenam pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Polri terus konsisten menjalankan operasi kemanusiaan. Sejak awal bencana hingga hari ini, personel Polri terus dikerahkan untuk membantu evakuasi, melayani masyarakat di pengungsian, mendistribusikan bantuan, serta mendukung kebutuhan komunikasi dan kebutuhan dasar warga terdampak.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengerahan kekuatan Polri terus dilakukan secara konsisten mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Sejak awal bencana hingga memasuki hari keenam, Polri tetap konsisten hadir dan bergerak. Personel Brimob terus dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pelayanan masyarakat, sementara dukungan logistik terus didorong ke wilayah terdampak. Kami memastikan penanganan terus berjalan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Trunoyudo, Kamis (20/8/2026).

Konsistensi tersebut terlihat dari aktivitas Korbrimob Polri BKO Polda NTT yang hingga hari ini masih melaksanakan berbagai tugas kemanusiaan. Pada Kamis (20/8/2026), 10 personel Korbrimob yang dipimpin Ipda Alfonsius Anselmus membantu proses evakuasi korban menuju Posko Kesehatan Pengungsian di Desa Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, bersama Basarnas.

Di Posko Pengungsian Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, personel TIK Korbrimob memasang Starlink dan Wontech di Posko Brimob untuk mendukung akses komunikasi dan kebutuhan daya listrik bagi pengungsi serta relawan.

Sementara itu, lima personel Korbrimob yang dipimpin Danki Penugasan AKP Roy Ronaldo Dansu melakukan pendataan dan penyaluran bantuan di Posko Terpadu Polri Peduli Bencana Barangkolong. Bantuan yang disalurkan menyasar kebutuhan dasar batita, balita, dan masyarakat terdampak, termasuk sembako.

“Kebutuhan di setiap lokasi berbeda. Karena itu personel terus melakukan pendataan dan asesmen agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga. Selama masa tanggap darurat, pelayanan dan dukungan akan terus kami lakukan,” kata Trunoyudo.

Selain pengerahan personel, dukungan logistik dan kemanusiaan Polri terus bergerak menuju wilayah terdampak gempa bumi di NTT. Hingga Kamis (20/8/2026), sedikitnya 249,2 ton bantuan logistik dan kemanusiaan telah dikirimkan Polri untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 247,66 ton bantuan yang telah dikirim hingga 18 Agustus 2026, ditambah pengiriman logistik terbaru melalui jalur udara pada 19 Agustus 2026.

Pada Rabu (19/8/2026), Polri kembali mengirimkan 1,44 ton logistik menggunakan pesawat CN-295 registrasi P-4501 dari Bandara Internasional Juanda menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Bantuan tersebut terdiri atas 14 koli obat-obatan seberat 94 kilogram, tujuh koli selimut seberat 586 kilogram, lima koli sarung seberat 340 kilogram, serta 120 unit kasur lipat seberat 420 kilogram.

Selain itu, Helikopter Bell 429 registrasi P-3202 juga mendistribusikan sekitar 100 kilogram bantuan logistik dari Labuan Bajo menuju Reo, Kabupaten Manggarai. Bantuan tersebut terdiri atas mi instan, kopi sachet, makanan dan biskuit, ember, deterjen, sikat pakaian, hanger, plastik, serta perlengkapan lainnya untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan personel di wilayah terdampak.

Secara keseluruhan, bantuan yang dikirimkan Polri berasal dari Mabes Polri dan jajaran kewilayahan. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, kasur, selimut, perlengkapan bayi, sarana komunikasi, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.

Selain bantuan logistik, Polri juga telah mengirimkan sebanyak 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT. Personel tersebut diperkuat dengan kemampuan SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga dukungan pendistribusian bantuan.

Khusus pada kegiatan Selasa (18/8/2026), Kapolri juga telah menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 buah mainan anak-anak, 39 buah kasur, 10 buah tandon air, serta 36 boks obat-obatan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

Polri terus memperkuat koordinasi dengan BNPB, BPBD, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat untuk memastikan penanganan berjalan terpadu.

“Penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Polri terus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait. Selama masyarakat masih membutuhkan bantuan, personel Polri akan terus berada di lapangan dan dukungan logistik akan terus kami dorong sesuai kebutuhan,” tegas Trunoyudo.

Memasuki hari keenam pascagempa, Brimob terus bergerak, personel Polri terus melayani, dan bantuan logistik terus dikirim menuju wilayah terdampak. Sejak awal bencana hingga hari ini, Polri konsisten hadir untuk membantu, melindungi, dan memastikan masyarakat terdampak gempa di NTT tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.

Polri Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Jakarta – Polri terus memperkuat penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, Polri melalui Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri kembali mengirimkan bantuan logistik melalui jalur udara untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Pada Rabu (19/8/2026), Polri mengirimkan sebanyak 1,44 ton logistik menggunakan pesawat CN 295 registrasi P-4501 dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.

Logistik tersebut terdiri atas 14 koli obat-obatan dengan berat 94 kilogram, tujuh koli selimut seberat 586 kilogram, lima koli sarung seberat 340 kilogram, serta 120 unit kasur lipat dengan berat 420 kilogram. Secara keseluruhan, total bantuan yang diangkut mencapai 1.440 kilogram.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengiriman bantuan melalui jalur udara menjadi salah satu langkah untuk mempercepat distribusi logistik ke wilayah terdampak bencana di NTT.

“Polri terus berupaya memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Pengiriman melalui jalur udara ini merupakan bagian dari percepatan distribusi logistik, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dalam masa penanganan dan pemulihan pascabencana,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Kamis (20/8/2026).

Pesawat CN 295 P-4501 yang digunakan untuk pengiriman bantuan tersebut diawaki oleh tujuh personel Polri yang bertugas memastikan proses pengiriman logistik berjalan dengan aman dan lancar.

Upaya pengiriman bantuan kembali dilanjutkan pada Kamis (20/8/2026). Polri melalui penerbangan CN 295 P-4501 kembali mengangkut bantuan kemanusiaan dari Surabaya menuju Labuan Bajo dengan total berat 2.102 kilogram.

Bantuan tersebut terdiri atas 130 kasur busa lipat seberat 420 kilogram yang merupakan bantuan dari Ibu Ketua Umum Bhayangkari. Selain itu, turut dikirimkan bantuan dari Bhayangkari Polda Kalimantan Barat berupa berbagai jenis pakaian yang dikemas dalam 38 karung besar dengan total berat 1.682 kilogram.

Dengan adanya pengiriman lanjutan tersebut, Polri terus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara bertahap, khususnya kebutuhan dasar selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana.

Pengiriman logistik melalui jalur udara ini melengkapi berbagai upaya kemanusiaan yang telah dilakukan Polri di wilayah terdampak gempa. Polri juga telah mengirimkan sebanyak 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT.

Personel tersebut diperkuat dengan berbagai kemampuan, mulai dari SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga dukungan pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak.

Di sisi lain, dukungan logistik terus digerakkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Secara keseluruhan, Polri telah mengirimkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan yang berasal dari Mabes Polri dan lima Polda jajaran.

Bantuan tersebut terdiri atas bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat terdampak gempa.

Khusus pada kegiatan Selasa (18/8/2026), Kapolri juga telah menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 buah mainan anak-anak, 39 buah kasur, 10 buah tandon air, serta 36 boks obat-obatan kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

Selain pengiriman logistik menggunakan pesawat CN 295, Polri juga terus menjangkau wilayah terdampak melalui jalur udara menggunakan Helikopter Bell 429 registrasi P-3202. Pada Rabu (19/8/2026), helikopter tersebut melaksanakan penerbangan dari Labuan Bajo menuju Pacuan Kuda Reo, Kabupaten Manggarai, untuk mendistribusikan bantuan logistik.

Bantuan yang dibawa mencapai sekitar 100 kilogram, terdiri atas mi instan, kopi sachet, makanan dan biskuit, ember, deterjen, sikat pakaian, hanger, plastik, serta perlengkapan lainnya. Helikopter tersebut juga membawa bantuan berupa tempat tidur untuk mendukung kebutuhan di lokasi penanganan bencana.

“Polri akan terus hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak, baik melalui pengerahan personel, pelayanan kemanusiaan, maupun pendistribusian bantuan logistik. Kami berharap seluruh bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu percepatan pemulihan pascabencana,” tutur Brigjen Pol. Trunoyudo.

Polri berkomitmen untuk terus hadir, peduli, dan bersama masyarakat dalam menghadapi serta melewati masa pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur.

Polri Hadirkan Kepedulian, Berikan Trauma Healing bagi Pengungsi Gempa di Maumere

Maumere — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, mengunjungi langsung lokasi pengungsian korban gempa di Lapangan Gelora Samador Da Cunha, Maumere, Rabu (19/8/2026).

Kunjungan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut turut diikuti Wakapolda NTT, Karo SDM Polda NTT, Dirpolairud Polda NTT dan Kapolres Sikka.

Kehadiran Kapolda NTT bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana. Tidak hanya meninjau kondisi pengungsian, rombongan juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan anak-anak, bayi dan balita.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab Polri.

“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan masyarakat merasa aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Polri akan terus hadir bersama seluruh unsur terkait untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat ini,” ujar Irjen Pol. Rudi Darmoko.

Kapolda NTT bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT kemudian meninjau Posko Kesehatan Polda NTT–Polres Sikka yang berada di kawasan pengungsian. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung pelayanan kesehatan yang diberikan kepada para korban gempa.

Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak pengungsi. Kapolda NTT bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT turut memberikan trauma healing kepada anak-anak korban gempa.

Suasana pengungsian yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran dan kecemasan berubah menjadi lebih ceria ketika anak-anak diajak berinteraksi dan bermain.

Kapolda NTT juga menyerahkan alat-alat permainan bagi anak-anak di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk membantu anak-anak mengurangi rasa takut sekaligus memulihkan kondisi psikologis mereka setelah mengalami bencana.

“Anak-anak adalah kelompok yang sangat membutuhkan perhatian setelah mengalami bencana. Kita ingin mereka kembali ceria, merasa aman dan tidak terus berada dalam suasana ketakutan,” kata Kapolda NTT.

Selanjutnya, Irjen Pol. Rudi Darmoko bersama Ny. Vily Rudi Darmoko mengunjungi tenda khusus bayi dan balita.

Di lokasi tersebut, Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Daerah NTT melihat langsung kondisi bayi serta balita yang berada di pengungsian. Rombongan juga memberikan bantuan susu formula untuk mendukung kebutuhan bayi dan balita selama berada di lokasi penampungan.

“Perhatian kita juga harus diberikan kepada bayi dan balita karena mereka memiliki kebutuhan khusus. Bantuan susu formula ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka selama berada di pengungsian,” ujar Irjen Pol. Rudi Darmoko.

Usai mengunjungi tenda bayi dan balita, Kapolda NTT bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke dapur lapangan untuk melihat secara langsung pelayanan konsumsi bagi para pengungsi.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sikka turut menunjukkan kepedulian dengan menyerahkan bantuan kasur lantai kepada para pengungsi di Gelora Samador Maumere.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan warga selama harus tinggal di tenda pengungsian.

Kapolda NTT menegaskan bahwa penanganan masyarakat terdampak bencana membutuhkan sinergi seluruh pihak.

“Polri bersama Bhayangkari dan seluruh unsur terkait akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita ingin memastikan warga yang terdampak tidak merasa sendiri menghadapi situasi ini,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kunjungan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko di Lapangan Gelora Samador Maumere berakhir sekitar pukul 12.10 WITA. Kegiatan berlangsung aman dan terkendali.

Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Polri dan Bhayangkari di tengah masyarakat, menghadirkan pelayanan, kepedulian dan harapan bagi para korban gempa Flores.