Gerak Cepat Polsek Muara Muntai Bongkar Dugaan Transaksi Sabu, Dua Pria Diamankan

Kukar – Informasi masyarakat langsung ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Muara Muntai. Hasilnya, dua pria berinisial MH (38) dan NB (44) diamankan dalam pengungkapan dugaan tindak pidana narkotika di RT 01 Desa Jantur Baru, Kecamatan Muara Muntai, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 03.00 WITA.

Pengungkapan tersebut bermula dari informasi terkait dugaan aktivitas transaksi dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Desa Jantur Baru. Personel kemudian melakukan penyelidikan hingga mendapati dua pria sedang berada di pinggir jalan.

Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan
dan penggeledahan. Polisi kemudian melanjutkan penggeledahan di rumah salah satu terduga pelaku dan menemukan 10 bungkus narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,32 gram.

Selain sabu, petugas turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut, di antaranya timbangan digital, plastik klip bening, dua sendok takar, pipet kaca, toples plastik, tisu, serta satu unit telepon seluler.

Kapolsek Muara Muntai IPTU Jaelani mengatakan, seluruh terduga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polsek Muara Muntai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pengungkapan ini menjadi langkah kepolisian dalam menindaklanjuti setiap informasi masyarakat sekaligus memutus ruang peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Muara Muntai.

Atas perkara tersebut, penyidik menerapkan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo. ketentuan penyesuaian pidana atau Pasal 609 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Cegah Karhutla dari Desa, Polsek Kota Bangun Ajak Warga Tak Bakar Lahan

KUTAI KARTANEGARA – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat Polsek Kota Bangun dengan mengajak masyarakat menjadi garda terdepan menjaga lingkungan. Kamis (24/9/2026), personel Polsek Kota Bangun melaksanakan binluh karhutla di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun.

Aipda Zurgianto bersama Bripda M. Rifaldy H dan Bripda Fiqhi Rivano Abumarrahman mengingatkan warga agar tidak membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar.

Petugas juga mengajak masyarakat segera peduli dan bertindak apabila menemukan potensi kebakaran, serta bersama-sama mencegah api agar tidak meluas.

“Jangan tunggu api membesar. Pencegahan dimulai dari kepedulian kita bersama,” menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut.

Polsek Kota Bangun turut mengingatkan bahwa pembakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat hingga aktivitas penerbangan, serta memiliki konsekuensi hukum.

Dengan keterlibatan aktif warga, pencegahan karhutla diharapkan dapat dilakukan sejak dini sehingga potensi kebakaran dapat ditekan sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Tim Stamarena Polri Turun Langsung, Pelayanan Publik Polres Kukar Diperiksa dari Ruang SPKT hingga Satpas SIM

Kukar – Bukan sekadar melihat administrasi, Tim Verifikasi Lapangan Internal Stamarena Polri turun langsung memeriksa kualitas pelayanan publik di Polres Kutai Kartanegara, Kamis (24/9/2026).

Supervisi yang berlangsung di Mapolres Kukar tersebut menyasar sejumlah titik pelayanan masyarakat, mulai dari Satreskrim, SPKT, pelayanan SKCK Satintelkam hingga Gerai SIM dan Satpas SIM Satlantas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Supervisi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Tahun 2026 untuk memastikan pelayanan yang diterima masyarakat benar-benar berjalan sesuai standar, transparan, efektif dan akuntabel.

Tim yang dipimpin Kombes Pol Eko Mei Probo Cahyono, Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi Anggaran Biro Monitoring dan Evaluasi Stamarena Polri, melakukan pengecekan langsung terhadap sarana-prasarana, standar pelayanan, mekanisme pelayanan, keterbukaan informasi hingga kenyamanan masyarakat.

Pengecekan dilakukan secara detail, bahkan menyentuh hal-hal yang terlihat sederhana namun berkaitan langsung dengan pengalaman masyarakat saat menerima pelayanan.

Di ruang pelayanan Satreskrim, tim menyoroti kebersihan toilet serta meminta agar jadwal petugas kebersihan disusun secara berkala selama satu tahun sebagai pedoman pengawasan.

Sementara di ruang SPKT, perhatian diarahkan pada pembaruan dan publikasi hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), kepatuhan petugas terhadap SOP saat menerima pengaduan serta peningkatan kebersihan dan kerapian ruang pelayanan.

Pada pelayanan SKCK Satintelkam, tim memberikan perhatian terhadap fasilitas bagi penyandang disabilitas. Area parkir khusus disabilitas diminta memiliki marka yang jelas agar mudah dikenali dan digunakan sesuai peruntukannya. Ruang pengaduan Provos juga diarahkan untuk dilengkapi buku register tamu.

Pengecekan berlanjut ke sektor pelayanan Satlantas, termasuk Gerai SIM dan Satpas SIM. Tim meminta hasil SKM ditampilkan secara terbuka serta mendorong pemasangan banner 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun sebagai pengingat pentingnya pelayanan yang ramah dan profesional.

Sejumlah detail fasilitas turut menjadi perhatian, mulai dari penggunaan perlengkapan pelayanan yang lebih rapi dan efisien, penyediaan tempat sampah di ruang laktasi hingga checklist petugas kebersihan di toilet difabel.

Berbagai catatan tersebut bukan sekadar temuan, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk pembenahan pelayanan secara berkelanjutan.

Polres Kukar melalui satuan fungsi pelayanan terkait selanjutnya dapat menindaklanjuti setiap arahan dan masukan hasil verifikasi sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, nyaman, terbuka dan profesional bagi masyarakat.

Polri Bergerak Cepat, Polsek Samboja Pimpin Pemadaman Karhutla di Sungai Merdeka

Kukar – Polsek Samboja bergerak cepat memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di RT 04 Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Rabu (23/9/2026).

Dari lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Mapolsek, personel Polri bersama unsur lintas instansi langsung berjibaku mengendalikan api yang membakar sekitar 10.000 meter persegi lahan.

Penanganan kemudian diperkuat Brimob, Manggala Agni, UPTD Provinsi, Yayasan Jejak Pulang, serta MPA Sungai Merdeka dan MPA Bukit Merdeka.

Dengan dukungan mobil Damkar, kendaraan operasional, mesin pompa air dan water bag, tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus pendinginan secara bertahap, setelah penanganan selama hampir 10 jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WITA.

Peran aktif Polsek Samboja dalam menggerakkan dan mengoordinasikan kekuatan lintas unsur menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla, sehingga api tidak kembali meluas.

Medan Rawa dan Gelap Tak Halangi Polsek Muara Kaman Padamkan Karhutla 10 Hektare di Sedulang

Kukar – Medan rawa belukar berduri, lahan gambut hingga keterbatasan jarak pandang pada malam hari tak menyurutkan langkah personel Polsek Muara Kaman dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sedulang, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.

Kebakaran yang terdeteksi pada Rabu (23/9/2026) malam itu diperkirakan melanda sekitar 10 hektare lahan milik pemerintah.

Setelah menerima informasi titik api, personel Polsek Muara Kaman langsung melakukan pengecekan lapangan dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mempercepat penanganan.

Bukan perkara mudah. Akses menuju lokasi sangat sulit, lantaran titik kebakaran berada di kawasan rawa belukar berduri dengan kondisi lahan gambut. Di tengah kondisi gelap, petugas juga harus menghadapi sejumlah titik api dan kepulan asap tebal yang membatasi pandangan.

Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan MPA Desa Sedulang, MPA Desa Liang Buaya, Damkar Desa Sabintulung, Damkar PT Kencana Group, Damkar PT MKH, perangkat Desa Sedulang serta masyarakat setempat.

Kekuatan pemadaman didukung 13 unit mesin alkon dan sekitar 90 roll selang berukuran 1,5 inci. Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses sekaligus mempercepat penyiraman di area yang terbakar.

Perjuangan petugas membuahkan hasil. Sekitar pukul 01.00 WITA, kobaran api berhasil dipadamkan. Namun, penanganan tidak berhenti ketika api terlihat padam.

Petugas kembali melakukan penyisiran dan pendinginan di lahan bekas terbakar guna memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala. Hingga pemantauan terakhir, lokasi hanya menyisakan asap dan proses pendinginan masih dilakukan.

Polsek Muara Kaman juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan pembakaran sampah yang berpotensi memicu kebakaran.

Penanganan Karhutla di Sedulang menjadi gambaran bahwa pemadaman bukan sekadar memadamkan api. Medan berat, minimnya jarak pandang dan karakter lahan gambut membuat setiap titik api harus ditangani secara cermat agar tidak kembali membesar.

Berkat sinergi Polri bersama MPA, Damkar, perangkat desa dan masyarakat, kondisi di lokasi hingga saat ini aman dan terkendali.

Api Menyala Tengah Malam, Polsek Tabang Bergerak hingga Dini Hari

Kukar – Saat sebagian warga beristirahat, personel Polsek Tabang justru bergerak menuju lokasi kebakaran lahan di Jalan Poros Utama (PU) Desa Muara Pedohon, Kecamatan Tabang, Kamis (24/9/2026) dini hari.

Kebakaran yang diketahui sekitar 23.30 WITA tersebut membakar semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering dengan luas sekitar 1 hektare. Personel Polsek Tabang bersama Koramil Tabang dan Damkar Kecamatan Tabang langsung melakukan pemadaman.

Penanganan berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 23.30 WITA hingga 02.30 WITA. Satu unit mobil Damkar dengan dukungan fire hose sepanjang 300 meter dikerahkan untuk menjangkau titik api.

Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran dan pendinginan dilakukan hingga memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi menyala kembali.

Sekitar pukul 02.30 WITA, api dinyatakan padam dan kondisi lokasi aman. Polsek Tabang selanjutnya melakukan pemantauan serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Gerak cepat Polri bersama unsur TNI dan Damkar menjadi kunci penanganan kebakaran di tengah malam, sekaligus mencegah api meluas di sepanjang kawasan poros utama.

Api Membakar Lahan Malam Hari, Polsek Tenggarong Seberang Bergerak Cepat

Kukar – Kebakaran lahan yang terjadi malam hari di kawasan Pure Pasupati, RT 19 Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, langsung ditangani Polsek Tenggarong Seberang, Rabu (23/9/2026).

Menerima informasi kebakaran sekitar pukul 22.00 WITA, empat personel Polsek Tenggarong Seberang segera mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar Tenggarong Seberang untuk mencegah api menjalar.

Lahan yang terbakar berukuran sekitar 10 x 20 meter, dengan vegetasi berupa rumput, daun kering dan pohon aren kering yang mudah terbakar. Kondisi cuaca panas diduga turut mempercepat penyebaran api.

Bersama petugas Damkar, personel Polsek melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa air dan peralatan manual. Api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sekitar pukul 23.00 WITA, kemudian dilanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api.

Respons cepat kepolisian bersama Damkar membuat kebakaran tidak sempat meluas ke area sekitar. Situasi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan kondusif.

Polsek Tenggarong Seberang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama saat kondisi panas dan kering, serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

Sembilan Jam Berjibaku, Polsek Tabang Padamkan Karhutla 2 Hektare di Buluq Sen

Kukar – Selama hampir sembilan jam, Polsek Tabang bersama Koramil dan sejumlah unsur perusahaan berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Desa Buluq Sen, Kecamatan Tabang, Rabu (23/9/2026). Api membakar semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering dengan luas sekitar 2 hektare.

Pemadaman dimulai sekitar pukul 14.30 WITA, sesaat setelah kebakaran diketahui. Tiga personel Polsek Tabang bersama Koramil langsung menuju lokasi dan mengerahkan dukungan tim perusahaan IP, BUMA, KAI dan EAS.

Selama proses penanganan, tim menggunakan empat unit mobil water tank (WT) dan fire hose sepanjang 500 meter. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi menyala kembali.

Setelah penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WITA, api akhirnya berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman.

Polsek Tabang selanjutnya melakukan pemantauan berkala serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan mengantisipasi munculnya titik api susulan.

10 Hektare Terbakar, Polsek Muara Jawa Pimpin Penanganan hingga Api Padam

Kukar – Polsek Muara Jawa bergerak cepat menangani kebakaran lahan gambut dan semak belukar di Jalan Sungai Tiram RT 014, Kelurahan Dondang, Rabu (23/9/2026). Kebakaran yang melanda area sekitar 10 hektare tersebut berhasil dipadamkan setelah penanganan intensif hingga pukul 21.00 WITA.

Personel Polsek Muara Jawa langsung menuju lokasi dan mengoordinasikan penanganan bersama BKO Pamat Polda Kaltim, Koramil, Damkar Muara Jawa, relawan, MPA Dondang dan MPA Tamapole.

Kekuatan lintas unsur didukung Rantis Karhutla Dit Samapta Polda Kaltim, mobil Damkar, kendaraan patroli serta tiga unit tangki suplai air, dikerahkan untuk mempercepat pemadaman.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan pendinginan dan penyisiran di area terdampak untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Polsek Muara Jawa bersama seluruh unsur terkait juga melakukan pemantauan berkala sebagai langkah antisipasi munculnya titik api baru. Situasi di lokasi hingga penanganan selesai aman dan terkendali.

Lintas Unsur Bergerak, Polsek Loa Janan Tangani Karhutla 6 Hektare di Bukit Soeharto

Kukar – Polsek Loa Janan bersama sejumlah unsur bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan di Km 57 kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto, Kecamatan Loa Janan, Rabu (23/9/2026). Luas area terdampak diperkirakan mencapai 6 hektare.

Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama personel langsung melakukan penanganan di lapangan. Upaya pemadaman diperkuat Otorita IKN, relawan RSB, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat sekitar, serta dukungan suplai air dari PT Lembuswana dan PT BSSR.

Tim gabungan tidak hanya memadamkan titik api yang masih aktif, tetapi juga melakukan penyisiran dan pendinginan untuk mencegah bara kembali menyala maupun api menjalar ke area lain.

Medan hutan lindung dengan vegetasi semak menjadi tantangan tersendiri. Hingga laporan terakhir, sejumlah titik api dan bara masih ditangani, sehingga seluruh unsur tetap berada di lapangan melanjutkan pemadaman.

Kolaborasi lintas unsur terus diperkuat untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah api meluas.