Tiga Hektare Lahan Terbakar di Sangasanga, Polisi Pimpin Pemadaman hingga Api Dipastikan Padam

Kukar – Kebakaran lahan kembali terjadi di tengah kondisi kering. Di Jalan Budiyono RT 01 dan RT 07, Kelurahan Sangasanga Muara, Kecamatan Sangasanga, sekitar tiga hektare semak belukar, ilalang hingga ranting kering terbakar pada Rabu (23/9/2026).

Merespons kejadian tersebut, Polsek Sangasanga bergerak cepat ke lokasi dan memimpin langsung penanganan, sekaligus mengoordinasikan kekuatan gabungan agar kobaran api tidak terus meluas.

Penanganan melibatkan empat personel Polsek Sangasanga, satu personel Koramil Sangasanga, lima personel BKO Polairud Polda Kaltim, jajaran pemadam kebakaran, pemadam perusahaan serta sejumlah relawan dari wilayah sekitar.

Dengan dukungan armada pemadam dan suplai air dari berbagai unsur, petugas berjibaku melakukan pemadaman di area yang terbakar. Objek yang dilalap api berupa semak belukar, ilalang dan material kering yang berpotensi membuat api kembali menjalar.

Namun penanganan tidak langsung dihentikan. Petugas melanjutkan pendinginan pada sejumlah titik yang dinilai masih berpotensi memunculkan api kembali, disertai pemantauan secara berkala.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran.

Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

Sementara itu, terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai kepulan asap hitam dan dugaan ledakan yang disebut-sebut berasal dari area SP M1 Pertamina, laporan Polsek Sangasanga menyebut kepulan asap tersebut bersumber dari tumpukan ban yang terbakar.

Api Lahap 1 Hektare Semak Belukar di Loa Janan, Polisi Bergerak Cepat Cegah Meluas

Kukar – Kebakaran semak belukar seluas kurang lebih 1 hektare terjadi di RT 33 Dusun Tegal Anyar, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Rabu (23/9/2026).

Polsek Loa Janan bergerak cepat mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar, relawan serta warga untuk menghentikan laju api agar tidak merembet ke area lainnya.

Begitu menerima informasi kebakaran sekitar pukul 13.30 WITA, personel Polsek Loa Janan langsung menuju lokasi. Kanit Reskrim Polsek Loa Janan IPTU Dwi Handono bersama Aipda Dodi Shanto Darmawan, Aipda Susanto dan Briptu Ryan Aprianoor terjun langsung ke lokasi.

Setibanya di TKP, personel kepolisian segera melakukan pengecekan kondisi lahan sekaligus membangun koordinasi dengan Damkar Desa Loa Janan Ulu, Relawan Regana, Renkas, KAMESEKU Loa Duri Ulu serta warga sekitar.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api menjalar. Kondisi lahan yang didominasi semak belukar membuat api berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Satu unit kendaraan Damkar Desa Loa Janan Ulu dikerahkan ke lokasi. Petugas pemadam bersama relawan dan masyarakat langsung melakukan penyemprotan ke area yang terbakar.

Di tengah proses tersebut, personel Polsek Loa Janan tidak hanya berada di lokasi, tetapi turut melakukan pemantauan perimeter kebakaran dan koordinasi penanganan untuk memastikan proses pemadaman berjalan efektif. Upaya bersama akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.20 WITA, api berhasil dipadamkan.

Namun pekerjaan belum berhenti. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan pengecekan ulang terhadap bagian-bagian lahan yang masih berpotensi menyimpan bara atau memunculkan kembali titik api.

Polsek Loa Janan juga terus melakukan monitoring di sekitar lokasi sekaligus mengumpulkan informasi awal terkait peristiwa tersebut.

Penanganan di lokasi baru dinyatakan selesai sekitar pukul 16.30 WITA, setelah petugas memastikan tidak ditemukan lagi api yang masih menyala.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman dan monitoring lebih lanjut oleh personel Polsek Loa Janan.

Respons cepat tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, khususnya pada lahan semak belukar yang memiliki potensi api cepat menjalar. Sinergi polisi, pemadam kebakaran, relawan dan masyarakat menjadi kunci agar kobaran tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Dalam peristiwa ini, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 1 hektare, namun api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam sejak proses pemadaman dilakukan.

Polsek Loa Janan memastikan pemantauan tetap dilakukan setelah api padam untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Beseprah Erau 2026: Polres Kukar Kawal Ribuan Warga, Sultan dan Rakyat Duduk Satu Hamparan

Kukar – Ribuan masyarakat memadati kawasan depan Museum Mulawarman, Jalan Diponegoro, Tenggarong, Kamis (24/9/2026), mengikuti tradisi Beseprah dalam rangka Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026. Di tengah berkumpulnya sekitar 1.000 warga, Polres Kutai Kartanegara (Kukar) hadir mengawal jalannya kegiatan untuk memastikan rangkaian tradisi berlangsung aman, tertib dan terkendali.

Mengusung tema “Raja Menjamu Rakyatnya”,
Beseprah menjadi salah satu rangkaian penting Erau yang mempertemukan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pemerintah daerah, Forkopimda, kerabat Kesultanan hingga masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kukar Ny. Bella Khairul hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Wakapolres Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Kabag Ops Kompol Ecky Widi Prawira dan unsur jajaran Polres Kukar serta pengurus Bhayangkari Cabang Kukar.

Kehadiran pimpinan Polres Kukar dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap kelancaran agenda budaya daerah yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.

Bukan sekadar hadir, jajaran Polres Kukar memastikan kegiatan masyarakat berskala besar seperti Beseprah dapat berlangsung dalam suasana yang aman dan terkendali. Hal ini menjadi penting mengingat kegiatan berlangsung di ruang terbuka dan dihadiri masyarakat dari berbagai unsur.

Sebelum masyarakat menikmati hidangan bersama, rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kutai Kartanegara, pembacaan doa, sambutan pemerintah daerah dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, serta Titah Sultan.

Setelah Titah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, kegiatan Beseprah dimulai. Sultan, pemerintah, aparat, kerabat Kesultanan, tamu undangan dan masyarakat kemudian duduk bersama menikmati hidangan dalam satu hamparan.

Kondisi tersebut menggambarkan karakter Beseprah yang tidak mengenal sekat pangkat maupun jabatan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam sambutannya, menjelaskan bahwa Beseprah merupakan tradisi makan bersama masyarakat Kutai dengan duduk bersila di atas tikar.

Menurutnya, nilai utama Beseprah adalah kesetaraan sosial, silaturahmi dan persaudaraan. Pemimpin dan masyarakat duduk bersama, menikmati hidangan dari tempat yang sama serta membangun kedekatan tanpa membedakan kedudukan.
Polres Kukar mendukung pelestarian Budaya yang mana bagi Polres Kukar, situasi aman dan terkendali menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat dapat mengikuti tradisi budaya dengan nyaman.

Karena itu, kehadiran jajaran Polres Kukar bersama unsur Forkopimda dalam kegiatan tersebut turut memperkuat sinergitas antara aparat keamanan, pemerintah daerah, Kesultanan dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan agenda budaya daerah.

Sementara itu, sambutan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang disampaikan Pangeran Haryo Notonegoro menegaskan bahwa Erau bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi mengandung nilai kehidupan yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

Berbagai prosesi adat, mulai dari Menjamu Benua, Beluluh, Bepelas, Beseprah, Mengulur Naga hingga Belimbur, memiliki filosofi masing-masing dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kutai.

Pesan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya menjaga Erau agar tidak hanya menjadi tontonan, tetapi tetap dipahami dan dihayati nilai budayanya oleh generasi penerus.

Beseprah Erau 2026 pun kembali menjadi ruang perjumpaan antara Sultan, pemerintah, aparat dan rakyat. Di satu hamparan tikar, sekat jabatan menghilang sementara di sisi lain, sinergi seluruh unsur menjadi bagian penting untuk memastikan tradisi budaya masyarakat Kutai tetap berlangsung aman dan khidmat.

MKD DPR RI Sambangi Polres Kukar, Bahas Pengawasan Etik hingga TNKB Khusus Dewan

Kukar – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (23/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang penguatan komunikasi dan koordinasi antara MKD DPR RI dengan jajaran kepolisian, sekaligus sosialisasi mengenai tugas, fungsi, kewenangan hingga mekanisme penanganan dugaan pelanggaran kode etik anggota DPR RI.

Rombongan MKD DPR RI tiba di Mapolres Kukar dengan disambut langsung Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar bersama Wakapolres Kompol Izdifahrudin Faris R. Putra, para pejabat utama, kapolsek jajaran dan perwira Polres Kukar.

Penyambutan berlangsung dengan nuansa khas Kutai, dengan perwakilan Polisi Cilik binaan Polres Kukar mengalungkan kain Ulap Doyo kepada rombongan, dilanjutkan prosesi Tepong Tawar oleh Pangeran Notonegoro dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura serta penghormatan regu berjajar.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di Ruang Catur Prasetya Lantai 3 Polres Kukar, yang mana Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan kehormatan sekaligus momentum untuk mempererat komunikasi, koordinasi dan sinergitas antara Polri, khususnya Polres Kukar, dengan MKD DPR RI.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga memaparkan kondisi wilayah hukumnya, denhan wilayah Polres Kukar mencakup 18 kecamatan dengan luas sekitar 27.263 kilometer persegi dan jumlah penduduk mencapai 810.432 jiwa.

Paparan turut menggambarkan karakteristik masyarakat, potensi sumber daya alam, kondisi sosial budaya, tantangan keamanan serta kekuatan personel kepolisian.

Saat ini Polres Kukar didukung 843 personel dan 16 polsek jajaran. Sejumlah operasi kepolisian juga telah dilaksanakan, di antaranya Operasi Lilin Mahakam 2025, Operasi Keselamatan Mahakam 2026, Operasi Ketupat Mahakam 2026, Operasi Antik 2026 dan Operasi Jaran 2026.
Wakil Ketua MKD DPR RI R.H. Imron Amin, menjelaskan bahwa MKD merupakan bagian dari sistem pengawasan internal DPR RI yang memiliki kewenangan dalam mencegah pelanggaran tata tertib, memeriksa pengaduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran etik, hingga menjatuhkan sanksi apabila anggota DPR terbukti melakukan pelanggaran.

Menurutnya, kunjungan ke Polres Kukar juga diarahkan untuk memperkuat komunikasi, koordinasi dan sinergitas antara MKD DPR RI dengan jajaran kepolisian, khususnya dalam pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan pengawasan dan penegakan kode etik.

Sementara itu, Wakil Ketua MKD DPR RI Hasan Basri Agus menyampaikan bahwa sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai tugas, fungsi, kewenangan serta mekanisme pelaporan terhadap dugaan pelanggaran kode etik anggota DPR RI.

Masyarakat, kata dia, dapat menyampaikan laporan kepada MKD apabila menemukan dugaan pelanggaran kode etik oleh anggota DPR RI untuk selanjutnya ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Wakil Ketua MKD DPR RI I Wayan Sudirta turut menyampaikan sejumlah materi, termasuk mengenai hak imunitas. Dalam pemaparannya disebutkan bahwa imunitas bukan merupakan hak kekebalan mutlak, melainkan bagian dari upaya menjaga dan menegakkan keluhuran DPR RI.

Pembahasan semakin menarik ketika memasuki sesi sosialisasi mengenai Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) khusus pimpinan dan anggota DPR RI.

Pada kesempatan tersebut, Kasat Lantas Polres Kukar AKP Ahmad Fandoli mengajukan pertanyaan mengenai kemungkinan TNKB yang telah terdaftar pada suatu kendaraan dipindahtangankan atau digunakan pada kendaraan lain.

Ia juga mempertanyakan mekanisme penggunaan TNKB pengawasan apabila digunakan oleh keluarga atau pihak lain, termasuk bagaimana pengawasan terhadap TNKB DPR RI yang tidak sesuai peruntukan maupun yang diduga palsu.

Menanggapi hal tersebut, R.H. Imron Amin menjelaskan bahwa TNKB merupakan identitas kendaraan dan tidak dapat dipindahtangankan atau digunakan pada kendaraan lain.

Penggunaannya juga harus sesuai dengan peruntukan dan ketentuan yang berlaku. Setiap kendaraan tetap memiliki STNK yang memuat identitas kendaraan, termasuk nomor rangka dan nomor mesin, sehingga TNKB harus sesuai dengan data kendaraan yang terdaftar.

Dalam diskusi tersebut juga ditekankan pentingnya pengawasan dan pendataan untuk mencegah penyalahgunaan TNKB khusus DPR RI.

Kunjungan MKD DPR RI ini pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda sosialisasi, tetapi juga mempertemukan dua unsur kelembagaan dalam satu forum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi, khususnya terkait pelaksanaan tugas, pengawasan serta penegakan kode etik dan kehormatan lembaga DPR RI.

Api Sulit Dijangkau, Petugas Tak Tinggal Diam: Karhutla Kota Bangun Dipadamkan, Area Tetap Dijaga

Kukat — Medan yang sulit dijangkau tidak membuat petugas mundur. Begitu laporan Karhutla diterima, Polsek Kota Bangun bersama tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi kebakaran di Desa Kota Bangun Seberang, Kecamatan Kota Bangun, Selasa (22/9/2026).

Sekitar pukul 18.00 Wita, petugas mendatangi lokasi yang berada kurang lebih 1 kilometer dari permukiman Desa Kota Bangun Seberang. Titik api berada di area yang tidak mudah dijangkau, sehingga penanganan dilakukan dengan mengutamakan pengamanan wilayah dan pencegahan agar api tidak kembali meluas.

Dalam penanganan tersebut, personel Polsek Kota Bangun Aipda Kristiyanto dan Bripda Fachri Sewang turun langsung bersama unsur TNI, Damkar, Satpol PP, relawan kebakaran serta masyarakat.

Kekuatan gabungan mencapai sekitar 38 personel, terdiri dari 2 anggota Polsek Kota Bangun, 2 personel Koramil, 8 personel Damkar, 1 personel Satpol PP, 10 relawan kebakaran dan sekitar 15 warga.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Area sekitar lahan yang sebelumnya terbakar dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Langkah tersebut menjadi penting karena kondisi lahan yang telah terbakar masih berpotensi menyimpan bara. Petugas melakukan pengecekan sekaligus memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman.

Sementara itu, Pemerintah Desa Kota Bangun Seberang menyiagakan personel untuk mengantisipasi apabila kembali muncul titik api. Koordinasi lintas unsur juga terus dilakukan sebagai langkah pencegahan.

Gerak cepat Polsek Kota Bangun bersama TNI, Damkar, relawan dan masyarakat menjadi kunci dalam menahan ancaman Karhutla, khususnya ketika titik api berada di lokasi yang tidak mudah dijangkau. Bagi petugas, padamnya api bukan akhir penanganan—pendinginan dan siaga tetap dilakukan untuk memastikan api benar-benar tidak kembali menyala.

Karhutla Gambut Mangkurawang Capai 3–5 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku Padamkan Api

Kukar — Kebakaran lahan gambut terjadi di Jalan Penjuluk RT 25, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Selasa (22/9/2026). Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 3–5 hektare.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.35 Wita,
Personel Polsek Tenggarong langsung mendatangi lokasi yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Mapolsek Tenggarong untuk melakukan pemantauan dan penanganan bersama tim pemadam.

Medan yang didominasi semak belukar membuat api masih memerlukan penanganan. Hingga sore hari, tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan guna mengendalikan titik api.

Sebanyak 26 personel terlibat dalam penanganan, terdiri dari 2 personel Polsek Tenggarong, 15 personel KPHP Meratus Provinsi Kaltim, 2 personel BPBD Kukar, 10 relawan Balakar Mangkurawang, 5 relawan MPA Rempanga dan 5 masyarakat sekitar.

Untuk mendukung pemadaman, dikerahkan 5 unit mobil Balakar KPHP Meratus Provinsi Kaltim, 2 unit mobil relawan Balakar Mangkurawang, 1 unit Fuso water tank BPBD Kukar, serta 2 unit mobil relawan MPA Rempanga.

Lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman. Namun, satu gubuk kosong dilaporkan ikut terbakar. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Asap Pekat Muncul Lagi, Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Bukit Merdeka

Kukar — Kepulan asap pekat kembali muncul dari kawasan hutan dan semak belukar di Jalan Soekarno-Hatta KM 47 RT 12, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Selasa (22/9/2026).

Menindaklanjuti laporan warga, personel Polsek Samboja bersama BKO Brimob Polda Kaltim, petugas Pemadam Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim, PMI Kecamatan Samboja Barat dan Masyarakat Peduli Api (MPA) langsung bergerak ke lokasi.

Kebakaran merupakan lanjutan dari kejadian sehari sebelumnya dan menghanguskan sekitar 300 meter persegi area semak belukar. Kondisi vegetasi yang mengering membuat api berpotensi cepat merambat.

Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan satu unit mobil pemadam Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim dan dua rol selang. Setelah berjibaku di lokasi, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 Wita.

Jarak lokasi sekitar 35 kilometer dari Mapolsek Samboja. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dengan kondisi cuaca ekstrem menjadi salah satu indikasi awal yang diperhatikan.

Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum. Situasi di lokasi aman dan kondusif, sementara petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Api dan Asap Tebal Kembali Muncul, 22 Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Handil Baru

Kukar — Bukan hanya kobaran api yang menjadi tantangan. Asap tebal dari lahan gambut yang kembali terbakar membuat 22 petugas gabungan harus berjibaku melakukan pembasahan dan pendinginan berulang kali di Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.

Penanganan dilakukan Selasa (22/9/2026), setelah adanya laporan terkait kemunculan api dan asap tebal dari material ranting kayu serta lahan gambut di kawasan yang berbatasan dengan area kerja PT ENI Muara Bakau.
Titik kebakaran berada di sekitar RT 012 Kelurahan Handil Baru, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±1 hektare.

Begitu laporan diterima, personel Polsek Samboja bersama Damkar Kecamatan Samboja langsung bergerak menuju lokasi. Tim kemudian diperkuat oleh personel pemadam dari PT PHM dan PT ENI Muara Bakau.

Jarak sekitar 20 kilometer dari Mapolsek Samboja tak menyurutkan respons petugas. Setibanya di lokasi, tantangan langsung dihadapi. Material semak belukar, ranting kayu dan lahan gambut yang terbakar membuat api dan asap terus menjadi ancaman.

Petugas pun tidak sekadar mengejar kobaran api. Pembasahan dan pendinginan dilakukan untuk menekan potensi api kembali muncul dari material yang terbakar. Proses tersebut dilakukan bersama-sama hingga titik yang terbakar dapat dikendalikan.

Empat personel Polsek Samboja, lima personel Damkar Kecamatan Samboja, tujuh personel tim pemadam PT PHM dan enam personel tim pemadam PT ENI Muara Bakau bahu-membahu menangani kebakaran.

Dukungan peralatan juga dikerahkan. Satu unit mobil tangki pemadam Kecamatan Samboja, dua mobil tandon air PT ENI Muara Bakau, satu mobil tangki suplai air serta satu unit mobil pemadam PT PHM digunakan dalam penanganan.

Berjam-jam petugas berjibaku melawan api dan asap. Penanganan dimulai sekitar pukul 12.30 Wita dan baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 Wita.

Kebakaran ini merupakan lanjutan dari kejadian sebelumnya. Kondisi lahan gambut membuat titik yang telah terbakar kembali berpotensi mengeluarkan asap maupun api. Faktor cuaca ekstrem di wilayah Samboja juga menjadi salah satu kondisi yang turut diperhatikan, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Setelah api berhasil dipadamkan, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Tim tetap melakukan penanganan untuk memastikan area terdampak telah cukup basah dan mencegah munculnya kembali titik api.

Polsek Samboja selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak PT ENI untuk meningkatkan patroli dan pengecekan di sekitar area terdampak.

Kelurahan Handil Baru juga akan didorong menggerakkan Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan dan masyarakat untuk memperkuat penanganan di wilayah tersebut.

Pendataan terhadap pemilik lahan juga akan dilakukan sebagai bagian dari langkah awal penyelidikan terkait penyebab kebakaran.

Bagi petugas di lapangan, memadamkan Karhutla bukan sekadar mematikan api. Di lahan gambut, mereka harus memastikan panas dan bara tidak kembali menemukan jalan untuk menyala.

Asap Pekat Muncul Lagi, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla Gambut di Wonotirto

Kukar — Kepulan asap pekat kembali muncul dari lahan gambut di Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara. Tak ingin api kembali membesar, personel Polsek Samboja bersama pemadam kebakaran, pemerintah kelurahan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) bergerak melakukan penanganan lanjutan.

Kebakaran berada di belakang Kantor Lurah Wonotirto, RT 003. Titik tersebut merupakan lahan gambut yang sebelumnya terbakar pada Minggu (20/9/2026). Penanganan kembali dilakukan Selasa (22/9/2026) setelah warga melaporkan munculnya kepulan asap dari kawasan tersebut.

Sekitar pukul 14.00 Wita, tim gabungan mendatangi lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Area yang terdampak diperkirakan mencapai ±0,5 hektare.

Yang membuat kebakaran gambut berbeda adalah ancamannya tidak selalu terlihat dari permukaan. Lapisan gambut yang mengering dapat membuat api menjalar dan bertahan di bawah tanah, sehingga meski kobaran tidak terlihat, bara masih dapat menyimpan potensi munculnya api kembali.

Karena itu, petugas tidak hanya berupaya memadamkan bagian yang terbakar, tetapi juga melakukan pendinginan untuk menekan kemungkinan munculnya kembali titik api.

Namun, proses penanganan menghadapi sejumlah kendala. Sumber dan suplai air di sekitar lokasi terbatas, sementara medan kebakaran berupa semak belukar dan lahan gambut membutuhkan proses pemadaman serta pendinginan yang lebih lama.

Keterbatasan peralatan juga menjadi tantangan. Tim masih menghadapi minimnya mesin pompa jinjing, tandon air portabel serta selang panjang untuk menjangkau bagian lahan yang sulit ditangani secara langsung.

Dengan dukungan satu unit mesin pompa air portabel dan 10 rol selang pemadam, personel gabungan terus melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 Wita.

Penanganan melibatkan personel Polsek Samboja, dua personel Damkarmatan Kecamatan Samboja, empat orang dari Kelurahan Wonotirto serta satu anggota MPA.

Jarak lokasi dari Mapolsek Samboja sekitar 10 kilometer. Sementara penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Indikasi awal dalam laporan menyebut faktor kondisi cuaca ekstrem sebagai salah satu kemungkinan, namun hal tersebut masih memerlukan pendalaman.

Polsek Samboja mengingatkan bahwa padamnya api di permukaan belum otomatis berarti ancaman selesai, khususnya pada lahan gambut. Pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali aktif dan berkembang menjadi kebakaran baru.

Hingga penanganan selesai, situasi di sekitar lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Personel bersama unsur terkait tetap melakukan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api.

Di lahan gambut, api bisa hilang dari pandangan tetapi belum tentu benar-benar padam. Karena itu, setiap kepulan asap menjadi alarm yang harus segera ditindaklanjuti.

Api Terjebak di Balik Tebing dan Danau, Tim Gabungan Jinakkan Karhutla di Purwajaya

Kukar — Medan sulit tak menghalangi upaya petugas mengendalikan kebakaran semak belukar di Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara.

Kobaran api yang membakar sekitar setengah hektare lahan harus ditangani dengan keterbatasan akses lantaran titik kebakaran berada di area yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Kebakaran diketahui pada Senin (22/9/2026) sekitar pukul 16.30 Wita di kawasan KM 5 RT 15 Desa Purwajaya. Personel Polsek Loa Janan bersama unsur terkait langsung bergerak melakukan pengecekan dan penanganan setelah menerima informasi adanya titik api.

Di lokasi, api membakar semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering. Kondisi vegetasi yang kering membuat api mudah merambat, termasuk menuju bagian atas tebing.

Tantangan terbesar justru berada pada akses menuju titik api. Kendaraan tidak dapat mencapai lokasi sehingga petugas harus berjalan kaki. Bahkan, titik kebakaran berada di area yang secara alami terisolir oleh danau, jurang serta jalan holing perusahaan.

Kondisi tersebut membuat penanganan dilakukan secara manual pada bagian yang memungkinkan dijangkau petugas. Personel bersama relawan melakukan upaya pengendalian sekaligus membuka akses pada titik api yang dapat ditangani.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran dilakukan pada area yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Penanganan melibatkan Pawas Regu III Polsek Loa Janan IPTU Budiono dan IPDA Didik Gianto bersama personel, Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya AIPDA Zulkifli Babinsa Serka Yardin, relawan serta unsur pemadam kebakaran Loa Janan.

Sekitar pukul 17.00 Wita, kegiatan penanganan selesai. Kebakaran yang diperkirakan mencapai kurang lebih setengah hektare berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa maupun luka, sementara bangunan dan fasilitas umum di sekitar lokasi juga tidak terdampak.

Meski api telah dipadamkan, personel Polsek Loa Janan bersama unsur terkait tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali bara api.

Penanganan ini menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan tidak selalu mudah dijangkau kendaraan pemadam. Ketika api berada di balik tebing, danau maupun medan yang sulit, respons cepat personel di lapangan dan kerja sama lintas unsur menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas.