Pastikan Berjalan Aman dan Kondusif, Sat Brimob Polda Kaltim Gelar Pengamanan Aksi Unras di Kantor Gubernur Kaltim

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Samarinda – Dalam rangka memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman dan tertib, Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur menurunkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Batalyon B Pelopor untuk melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (23/02/26). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam status Bawah Kendali Operasi (BKO) Polresta Samarinda.

Pengamanan dipimpin langsung oleh Komandan Kompi 1 Batalyon B Pelopor, AKP Masidi, dengan melibatkan personel baret biru yang bersiaga penuh mengawal jalannya aksi damai dari gabungan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Menggugat (GERAM). Kehadiran personel Brimob difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman bagi peserta aksi maupun masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaannya, personel Brimob ditempatkan pada sejumlah titik strategis di area gerbang dan sekitar kantor pemerintahan guna menjaga stabilitas situasi tanpa menghalangi ruang demokrasi bagi massa aksi. Pendekatan humanis dan persuasif terus dikedepankan oleh petugas di lapangan, termasuk dengan melakukan koordinasi aktif bersama koordinator lapangan agar penyampaian tuntutan berjalan secara tertib dan sesuai ketentuan hukum.

Kesiapsiagaan personel serta pola pengamanan yang terukur mampu menjaga situasi tetap kondusif. Aktivitas pemerintahan di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim pun dapat berlangsung sebagaimana mestinya, sementara aspirasi masyarakat tetap tersalurkan dengan aman.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengamanan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengawal proses demokrasi serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menekankan bahwa Polri senantiasa menghormati kebebasan berpendapat di muka umum, sepanjang dilaksanakan dengan damai dan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kehadiran personel Brimob bertujuan untuk memastikan seluruh pihak merasa aman. Kami mengawal agar aspirasi dapat disampaikan dengan tertib, sekaligus melindungi fasilitas negara dan masyarakat umum dari potensi gangguan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Andy Rifai mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mengedepankan dialog yang konstruktif dalam menyampaikan aspirasi serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kalimantan Timur.

“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga kondusivitas daerah ini sebagai modal utama dalam mendukung pembangunan. Brimob akan selalu siap hadir memberikan pengamanan demi kemanusiaan,” tutupnya.

Tegaskan Komitmen Berantas Narkotika, Polda Kaltim Musnahkan Puluhan Butir Ekstasi

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur melalui Direktorat Reserse Narkoba kembali menegaskan komitmennya dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika dengan melaksanakan kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Narkotika jenis ekstasi, yang digelar di Gedung Ditresnarkoba Polda Kaltim, Selasa (24/02/26).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kaltim AKBP Musliadi Mustafa, didampingi Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kaltim AKBP Hendry K.D. Sidabutar, serta dihadiri perwakilan Pengadilan Negeri Balikpapan dan Kejaksaan Negeri Balikpapan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus tindak pidana narkotika oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim dengan terduga pelaku Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) berinisial MNG. Pengungkapan bermula pada Rabu (11/02/26) di Lokasi pertama disebuah parkiran wilayah Kec.Sungai Pinang, Kota Samarinda. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan 5 butir ekstasi yang disimpan dalam bungkus rokok serta satu unit telepon genggam.

Selanjutnya, di lokasi kejadian kedua petugas melakukan pengembangan ke sebuah rumah di Kecamatan Sungai Pinang dan kembali menemukan barang bukti berupa 45 butir ekstasi yang disimpan dalam klip plastik bening di dalam paper bag warna silver. Total keseluruhan barang bukti yang diamankan sebanyak 50 butir ekstasi dengan berat 18,73 gram netto.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 butir ekstasi dengan berat 3,64 gram netto disisihkan untuk keperluan uji laboratorium di Laboratorium Forensik Surabaya. Adapun sisa barang bukti yang dimusnahkan pada kegiatan ini berjumlah 40 butir ekstasi dengan berat 15,09 gram netto.

Polda Kaltim menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sekaligus memberikan kepastian hukum bahwa barang bukti tidak disalahgunakan kembali.

Terhadap pelaku, penyidik menerapkan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, terkait perbuatan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, serta memiliki atau menguasai narkotika.

Dari pemusnahan ini, Polda Kaltim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkotika dengan meningkatkan kewaspadaan dan peran aktif dalam memberikan informasi kepada aparat penegak hukum demi terwujudnya Kalimantan Timur yang bersih dari narkoba.

Aktivis Kemanusiaan Sampaikan Duka atas Insiden Kekerasan di Papua

Jayapura – Aktivis kemanusiaan Paulinus Otniel H. Ohee menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa kekerasan yang terjadi di sejumlah wilayah Papua, yang menyebabkan korban jiwa, termasuk seorang pilot.

Pauli mengatakan peristiwa tersebut terjadi di wilayah Boven Digoel dan Korowai, serta di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Puncak Jaya.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban dalam peristiwa tersebut. Tindakan yang menghilangkan nyawa manusia adalah perbuatan yang tidak berperikemanusiaan,” ujar Paulinus dalam keterangannya di Jayapura.

Ia mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata yang dinilai telah menciptakan rasa takut serta mengganggu kehidupan masyarakat di Tanah Papua.

Menurut dia, generasi muda Papua menginginkan daerah tersebut menjadi tanah yang damai dan sejuk bagi seluruh elemen masyarakat, baik Orang Asli Papua maupun non-Papua yang tinggal dan beraktivitas di wilayah itu.

“Kami ingin Papua menjadi tanah yang penuh kedamaian dan sukacita bagi semua orang tanpa memandang latar belakang,” katanya.

Paulinus juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan, khususnya Satgas Operasi Damai Cartenz dari unsur kepolisian, yang terus berupaya menjaga keamanan dan melindungi masyarakat di Papua.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif serta menolak segala bentuk kekerasan.

“Kedamaian adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga Papua agar tetap aman, sejuk, dan harmonis bagi semua umat manusia,” ujarnya.

Mahasiswa Sampaikan Aspirasi di Depan Mapolres, Wakapolres Kukar Apresiasi Aksi Berjalan Damai dan Kondusif

Kukar – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Kukar Melawan di depan Mako Polres Kutai Kartanegara, Selasa (24/2/2026), berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan kondusif.

Massa mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terkait isu penegakan hukum diterima langsung oleh Wakapolres Kutai Kartanegara, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, didampingi pejabat utama Polres.

Dalam pernyataannya, Wakapolres menyampaikan apresiasi atas sikap kooperatif dan kedewasaan para mahasiswa selama pelaksanaan aksi. Ia menilai penyampaian aspirasi dilakukan secara damai tanpa mengganggu ketertiban umum.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah menjaga ketertiban dan menyampaikan pendapat secara santun. Situasi yang aman dan kondusif hari ini menunjukkan bahwa dialog dapat dilakukan dengan cara yang bermartabat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kepolisian menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara. Polri, lanjutnya, berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi serta menerima masukan sebagai bagian dari upaya evaluasi dan perbaikan institusi.

Selama kegiatan berlangsung, personel pengamanan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Hingga massa membubarkan diri pada sore hari, situasi kamtibmas di sekitar Mapolres tetap terjaga dengan baik.

Aksi tersebut menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi dapat berjalan sejuk dan konstruktif, dengan semangat saling menghormati antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

Bhabinkamtibmas Polsek Loa Janan Dampingi Operasi Pasar Elpiji 3 Kg, Pastikan Distribusi Tepat Sasaran

Kukar – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya jajaran Polsek Loa Janan melaksanakan pengamanan dan pendampingan kegiatan operasi pasar gas elpiji 3 kilogram, Selasa (24/2/2026).

Berlangsung di Desa Purwajaya, kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, di mana kebutuhan masyarakat terhadap gas elpiji subsidi cenderung meningkat.

Kehadiran Bhabinkamtibmas, Aipda Zulkipli di lokasi bertujuan untuk memastikan proses distribusi berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Selain melakukan pengawasan, petugas juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap tertib saat mengantre serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat yang berhak benar-benar mendapatkan elpiji 3 kg sesuai ketentuan. Kami juga mengimbau agar warga tetap tertib dan menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Aipda Zulkipli di sela kegiatan.

Operasi pasar ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Purwajaya. Dengan pengamanan dan pengawasan langsung dari pihak kepolisian, kegiatan berjalan lancar tanpa adanya gangguan kamtibmas.

Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus bersinergi dengan pihak terkait untuk mengawal distribusi bahan kebutuhan pokok, terutama menjelang momen keagamaan yang berdampak pada peningkatan permintaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara tetap terjaga, serta kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi secara merata dan berkeadilan.

Sentuhan Ramadhan di Balik Jeruji, Kapolsek Sebulu Ajak Tahanan Perkuat Iman dan Harapan

Kukar – Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Polres Kutai Kartanegara saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dan tausiah Ramadhan menggema di balik jeruji, Selasa (24/2).

Kegiatan pembinaan rohani tersebut dilakukan oleh Kapolsek Sebulu IPTU Edi Subagyo dengan menghadirkan penceramah dari GP Ansor. Tausiah yang disampaikan tidak hanya menjadi siraman rohani, tetapi juga penguat hati bagi para tahanan yang tengah menjalani proses hukum.

Dalam suasana khidmat, para tahanan duduk bersila, mendengarkan pesan-pesan tentang taubat, keikhlasan, dan kesempatan memperbaiki diri. Penceramah mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan ampunan, bulan di mana setiap insan diberi ruang untuk kembali kepada Allah SWT.

“Kesalahan di masa lalu bukan akhir dari segalanya. Selama kita masih diberi napas, pintu taubat selalu terbuka. Ramadhan adalah momentum untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik,” pesan penceramah dalam tausiahnya.

Kapolsek Sebulu IPTU Edi Subagyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pembinaan, bukan sekadar rutinitas seremonial. Menurutnya, para tahanan tetaplah manusia yang memiliki hak untuk dibina, diarahkan, dan diberi harapan.

“Kami ingin menghadirkan Ramadhan yang menyejukkan bagi saudara-saudara kita di sini. Kesalahan yang terjadi adalah bagian dari perjalanan hidup, namun masa depan masih bisa diperbaiki. Manfaatkan waktu ini untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menata niat menjadi lebih baik,” ujarnya dengan penuh empati.

Ia menegaskan bahwa pembinaan rohani menjadi bagian penting dalam proses pemulihan mental dan spiritual para tahanan, agar kelak saat kembali ke masyarakat, mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih positif dan bertanggung jawab.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, memohon ampunan dan kekuatan agar setiap pribadi mampu menjalani ujian hidup dengan sabar serta menjadikan Ramadhan sebagai titik balik menuju perubahan.

Di balik tembok rutan, sore itu bukan hanya tentang menjalankan ibadah, tetapi tentang menumbuhkan kembali harapan. Sebab di bulan suci, bahkan di ruang terbatas sekalipun, cahaya kebaikan tetap dapat menyala.

Polsek Sanga Sanga Amankan Pria Pembawa Sajam Saat Operasi Pekat Mahakam 2026

Kukar – Dalam rangka pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026, jajaran Polsek Sanga Sanga berhasil mengungkap perkara tindak pidana penyalahgunaan senjata tajam (sajam) di wilayah hukumnya, Selasa (24/2/2026) dini hari.

Kapolsek Sanga Sanga, IPTU Wahid, menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari kegiatan patroli dan operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Andi Fitriyadi, sekitar pukul 01.45 WITA di Jalan Mada RT 14, Kelurahan Sanga Sanga Dalam, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberhentikan seorang pria yang mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max warna biru dengan nomor polisi KT-5508-CAR. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan satu bilah senjata tajam jenis badik dengan panjang kurang lebih 22 sentimeter yang diselipkan di pinggang terduga pelaku.

“Pada saat dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan izin kepemilikan maupun membawa senjata tajam tersebut. Untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas, yang bersangkutan langsung kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Kapolsek.

Pria tersebut diketahui berinisial DML (26), warga Sanga Sanga. Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa satu bilah badik lengkap dengan sarung kayu serta satu unit sepeda motor yang digunakan saat kejadian.

Saat ini, tersangka diproses sesuai ketentuan Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, terkait larangan membawa, menguasai, atau memiliki senjata penikam atau penusuk tanpa hak.

Kapolsek menegaskan bahwa kegiatan Operasi Pekat Mahakam 2026 yang dilaksanakan berdasarkan arahan Polda Kalimantan Timur dan Polres Kutai Kartanegara bertujuan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, khususnya dari potensi tindak kriminalitas yang dipicu oleh kepemilikan senjata tajam secara ilegal.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membawa senjata tajam tanpa kepentingan yang sah dan sesuai aturan hukum. Pencegahan lebih baik daripada penindakan. Mari bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tutupnya.

Polsek Sanga Sanga memastikan proses hukum berjalan profesional dan transparan sebagai bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Kutai Kartanegara.

Polri dan KPK Perkuat Integritas melalui Pelatihan Tata Nilai dan Anti Korupsi

Kepolisian Negara Republik Indonesia menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Tata Nilai, Penguatan Integritas, dan Anti Korupsi Kepolisian Republik Indonesia (Pelatnas Polri) sebagai upaya memperkuat budaya organisasi yang berintegritas dan berorientasi pada pencegahan korupsi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di Ruang Auditorium Andi Yusuf, Gedung Anti-Corruption Learning Center Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Pelatnas Polri merupakan wujud kerja sama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan bebas dari korupsi. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Inspektur Pengawasan Umum Polri, Wahyu Widada.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia Setyo Budiyanto, Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri, Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri, serta Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan Pelatnas Polri, yang terdiri dari 10 peserta dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri dan 30 peserta dari Inspektur Pengawasan Umum Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia Setyo Budiyanto hadir sebagai Keynote Speaker dengan menyampaikan materi bertajuk “Diagnosis Kelemahan Menuju Penguatan Berbasis Data”, yang menekankan pentingnya pemanfaatan data sebagai landasan dalam memperkuat sistem pengawasan, integritas, serta pencegahan korupsi di lingkungan Polri.

Perkuat Sinergi Polri – BPN, Kapolda Sumsel Dorong Mitigasi Konflik Agraria untuk Jaga Stabilitas Kamtibmas

PALEMBANG – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam mitigasi konflik agraria guna menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kepastian investasi di Sumatera Selatan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis antara Polda Sumsel dan Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Selasa (24/2/2026). Pertemuan membahas percepatan sertifikasi dan penertiban administrasi aset negara sebagai langkah pencegahan terhadap potensi sengketa lahan yang dapat berdampak pada gangguan kamtibmas.

Kapolda Sumsel menekankan bahwa persoalan agraria tidak dapat dipandang semata sebagai urusan administratif, melainkan isu strategis yang beririsan langsung dengan stabilitas sosial, keamanan, dan keberlangsungan pembangunan daerah.

“Konflik pertanahan yang tidak tertangani secara sistematis dapat berkembang menjadi konflik sosial yang mengganggu kamtibmas. Oleh karena itu, mitigasi harus dilakukan secara terukur, berbasis data, dan berkelanjutan,” tegas Kapolda.

Menurutnya, Sumatera Selatan merupakan wilayah strategis investasi, mulai dari sektor perkebunan, energi, hingga infrastruktur. Karena itu, kepastian hukum pertanahan menjadi prasyarat penting agar pembangunan berjalan tanpa hambatan akibat sengketa lahan.

Kapolda juga menegaskan bahwa legalitas tanah yang jelas tidak hanya memberi perlindungan hukum terhadap aset negara, tetapi juga menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan pelaku usaha. Ia menilai, tanpa administrasi pertanahan yang tertib, potensi konflik akan meningkat dan berdampak langsung pada iklim investasi.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Polda Sumsel dan BPN Sumsel sepakat memperkuat koordinasi teknis melalui percepatan pendataan, verifikasi dokumen, serta sertifikasi aset yang belum terdokumentasi secara lengkap.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penguatan sinergi dengan BPN merupakan bagian dari strategi preventif Polri dalam menjaga stabilitas daerah.

“Bapak Kapolda menempatkan penanganan konflik agraria sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kepastian hukum lahan memberikan rasa tenang bagi pelaku usaha untuk berinvestasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Sumsel, Ir. Rahmat, A.Ptnh., M.M., menyatakan komitmen BPN untuk mendukung langkah kolaboratif tersebut melalui verifikasi dokumen dan validasi lapangan secara menyeluruh, guna mencegah tumpang tindih kepemilikan yang kerap menjadi akar konflik agraria.

Sebagai langkah lanjutan, Polda Sumsel bersama Kanwil BPN Sumsel akan menggelar konsolidasi teknis dengan jajaran Kapolres dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan untuk mempercepat penyelesaian kendala administrasi di lapangan.

Penguatan sinergi Polri dan BPN ini menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola pertanahan yang lebih tertib, memperkuat kepastian hukum, serta memastikan Sumatera Selatan tetap kondusif, aman, dan ramah investasi.

MRP Kecam Kekerasan terhadap Warga Sipil di Papua, Ajak Semua Pihak Duduk Bersama Jaga Kamtibmas

Jayapura – Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) dari unsur adat, Max Adnir Uhi, mengecam keras berbagai aksi kekerasan terhadap warga sipil yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Papua dalam beberapa waktu terakhir.

Max menyampaikan, MRP mengutuk tindakan pembunuhan terhadap pilot dan kopilot pesawat Smart Air yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan yang sangat memprihatinkan, terlebih korban diketahui telah lama mengabdi dan bekerja di Papua.

“Kami sangat mengutuk keras tindakan tersebut. Korban adalah warga sipil yang sudah lama mengabdi di Tanah Papua,” kata Max dalam keterangan di Jayapura.

Selain itu, MRP juga menyoroti kasus pembantaian warga sipil di Kabupaten Yahukimo, termasuk yang terjadi di lingkungan sekolah. Menurut dia, tindakan kekerasan di area pendidikan merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan karena sekolah merupakan tempat membangun masa depan generasi Papua.

“Sekolah adalah tempat mendidik anak-anak kita untuk membangun negeri ini. Kalau pendidikan terganggu karena rasa takut, maka masa depan Papua juga ikut terancam,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peristiwa penembakan terhadap warga sipil yang terjadi di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, yang semakin menambah daftar panjang gangguan keamanan di wilayah pegunungan Papua.

MRP, lanjutnya, mengajak seluruh pemangku kepentingan di Papua, mulai dari pemerintah daerah, DPRP, MRP, hingga tokoh masyarakat dan tokoh adat, untuk duduk bersama dalam satu forum guna merumuskan langkah bersama menyikapi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurut Max, kondisi keamanan menjadi faktor utama dalam mendukung pembangunan di Papua. Tanpa jaminan keamanan, proses pembangunan akan sulit berjalan optimal.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya TNI dan Polri. Kita semua, termasuk masyarakat, harus menjaga tanah Papua agar tetap aman dan damai,” katanya.

MRP juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz yang bertugas melakukan pengamanan di wilayah Papua, khususnya di daerah pedalaman dengan medan yang berat dan penuh tantangan.

Selain itu, pihaknya meminta pemerintah pusat serta jajaran TNI dan Polri, termasuk Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua, untuk terus memperkuat langkah pengamanan guna menjamin rasa aman bagi masyarakat.

Max mengungkapkan, situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk adanya sekolah di wilayah pegunungan yang terpaksa tutup karena guru dan siswa merasa khawatir.

“Kalau keamanan tidak terjamin, masyarakat menjadi resah dan aktivitas terganggu. Karena itu, mari kita duduk bersama dan menyampaikan pesan bahwa Papua tetap harus kita jaga sebagai tanah yang damai,” ujarnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu menjaga stabilitas keamanan demi masa depan Papua yang lebih baik.