Api Mengganas, Polsek Muara Jawa bersama Tim Gabungan dan Warga Bergerak Cepat Selamatkan Kawasan dari Karhutla

Kukar – Kepulan asap dan kobaran api yang membakar semak belukar di kawasan hutan Jalan Teluk Dalam, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, langsung mendapat respons cepat petugas gabungan, Minggu (30/8/2026).

Kebakaran yang terdeteksi sekitar pukul 12.10 WITA tersebut membakar lahan seluas kurang lebih 1,2 hektare. Material yang terbakar berupa semak belukar, ilalang hingga ranting-ranting kering yang mudah tersulut di tengah kondisi cuaca kering.

Begitu menerima informasi, personel Polsek Muara Jawa langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk melakukan pemadaman. Upaya tersebut melibatkan personel Polsek Muara Jawa, Rantis Karhutla Polda Kaltim, Koramil Muara Jawa, Damkar Muara Jawa serta warga setempat.

Dengan dukungan mobil Damkar, Rantis Karhutla Polda Kaltim dan satu unit tangki air PT Meindo, petugas bersama masyarakat berjibaku memutus penyebaran api agar tidak meluas ke area lainnya.

Kerja cepat tim gabungan membuahkan hasil. Setelah sekitar satu jam penanganan, kobaran api berhasil dipadamkan pada pukul 13.20 WITA.

Namun, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan dilakukan di sejumlah titik yang masih berpotensi menyimpan bara, disertai pemantauan untuk memastikan api tidak kembali muncul.

Kapolsek Muara Jawa IPTU Yoga Fattur Rahman mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama saat kondisi lahan kering.

“Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sebelum api membesar dan meluas,” imbaunya.

Polsek Muara Jawa menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Respons cepat petugas bersama masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menjaga lingkungan tetap aman.

Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Loa Janan Edukasi Warga Desa Batuah

Kukar – Mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak dini, Bhabinkamtibmas Desa Batuah Polsek Loa Janan Aipda M. Fatchur Rasyid memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada masyarakat di Jalan Soekarno Hatta Km 31, RT 38, Dusun Karya Baru, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Minggu (30/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla serta aturan hukum dan sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan maupun lahan.

Petugas juga mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diajak berperan aktif melaporkan setiap potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.

“Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Jangan membakar lahan, karena dampaknya bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat,” pesan Aipda M. Fatchur Rasyid.

Melalui edukasi secara langsung, Polsek Loa Janan terus mendorong kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.

Terungkap! Polisi Amankan Pria Diduga Bakar Lahan di Kawasan Otorita IKN Loa Janan

Kukar – Upaya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polres Kutai Kartanegara. Unit Reskrim Polsek Loa Janan berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pembakaran hutan/lahan di kawasan Otorita IKN, RT 18, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial MDP (47) yang diduga melakukan pembakaran lahan. Pengungkapan bermula setelah muncul laporan sejumlah titik panas (hotspot) di wilayah tersebut.

Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe, mengatakan pengungkapan dilakukan sebagai bentuk keseriusan kepolisian dalam menangani Karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran meluas.

Kasus tersebut terungkap setelah pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 10.00 WITA, petugas menerima informasi mengenai adanya 10 hotspot dengan koordinat -0.891023, 116.961836 di kawasan Otorita IKN, RT 18, Desa Loa Duri Ilir.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Team Garangan Polsek Loa Janan yang dipimpin IPTU Dwi Handono bersama tiga personel bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Sekitar pukul 16.00 WITA, petugas mendapati seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan keluar dari kawasan kebun. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan terhadap pria tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, pria tersebut berinisial MDP yang mana Kepada petugas, yang bersangkutan mengakui telah melakukan pembakaran lahan sekitar 2 hektare pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.

Dalam keterangannya, pembakaran dilakukan menggunakan korek api gas, sementara lahan yang akan dimanfaatkan sebelumnya dirintis menggunakan parang.

Petugas juga menemukan bahwa sebagian lahan tersebut telah ditanami sejumlah bibit tanaman, di antaranya nanas, petai, jengkol dan tanaman lainnya.

Namun, saat petugas mengamankan yang bersangkutan, kobaran api masih terlihat di sekitar lokasi dengan luasan yang diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Untuk kepentingan penyidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi maupun yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu bilah parang, dua buah korek api, dua bibit tanaman nanas serta satu flashdisk yang berisi rekaman video dan foto kondisi lahan di lokasi kejadian.

Tersangka beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Loa Janan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 308 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, subsidair Pasal 108 jo. Pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Kapolsek Loa Janan menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika Karhutla terjadi, tetapi juga melakukan langkah penegakan hukum terhadap pihak yang dengan sengaja maupun karena perbuatannya menyebabkan terjadinya kebakaran.

“Penanganan Karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga mencegah agar kejadian serupa tidak terus berulang. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Bukan Sekadar Padam, Satgas Karhutla Muara Muntai Perkuat Pendinginan di Lahan Gambut

Kukar – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus dilakukan. Meski tidak ditemukan titik api baru, petugas gabungan masih berjibaku melakukan pendinginan maksimal di lokasi bekas kebakaran guna mencegah bara api kembali menyala.

Pendinginan dilakukan pada Minggu (30/8/2026) sejak pukul 09.30 WITA, tepatnya di Blok F/G 53 Trambesi Estate PT Jaya Mandiri Sukses, Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai.

Kapolsek Muara Muntai IPTU Jaelani memimpin langsung personel Polsek Muara Muntai bersama unsur gabungan dalam memastikan titik-titik yang sebelumnya terbakar benar-benar aman.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±2,5 hektare, dengan material yang terbakar berupa gambut dan semak belukar. Kondisi lahan gambut menjadi perhatian khusus karena bara api berpotensi bertahan di dalam permukaan tanah dan kembali memunculkan api.

“Pendinginan terus dimaksimalkan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. Setelah pemadaman, lokasi juga tetap dipantau secara berkala,” ujar IPTU Jaelani.

Penanganan Karhutla tersebut melibatkan kekuatan gabungan. Sebanyak 7 personel Polsek Muara Muntai, 10 personel Sat Brimob Polda Kaltim Batalyon C Pelopor Kompi 1, serta 2 personel Koramil 0906-10 Muara Muntai turut diterjunkan.

Selain itu, sebanyak 10 personel Linmas dan relawan Damkar Kecamatan Muara Muntai, 5 personel Damkar Desa Muara Leka, serta sekitar 70 relawan Damkar dan karyawan PT Jaya Mandiri Sukses ikut memperkuat proses pendinginan.

Untuk mempercepat penanganan, petugas mengerahkan berbagai sarana pendukung, di antaranya satu unit mobil Damkar, empat unit tangki air, empat unit alkon besar berkapasitas 25 HP, 16 unit alkon kecil, tiga unit kendaraan Hilux Double Cabin serta dua unit dump truck untuk mobilisasi karyawan.

Petugas menyisir area yang sebelumnya terbakar dan memfokuskan penyemprotan air pada titik-titik yang masih memiliki potensi bara. Pemantauan juga dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi apabila muncul kembali titik api.

Hingga kegiatan berlangsung, berdasarkan form tugas aplikasi Lembuswana, belum ditemukan titik api baru di wilayah Kecamatan Muara Muntai.

Polsek Muara Muntai mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terlebih di tengah kondisi musim kemarau. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap maupun titik api di sekitar permukiman, perkebunan maupun kawasan hutan.

“Pencegahan membutuhkan peran semua pihak. Jangan menunggu api membesar, setiap indikasi kebakaran harus segera dilaporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegas Kapolsek.

Dari Persoalan Air Bersih hingga Ancaman Karhutla, Kapolres Kukar Dampingi Bupati Kukar Turun Langsung Cek Kondisi Sanga Sanga

Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menunjukkan respons cepat terhadap persoalan ketersediaan air bersih dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah pihak terkait turun langsung melakukan kunjungan lapangan di Kecamatan Sanga Sanga, Minggu (30/8/2026).

Kunjungan lapangan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA tersebut menjadi momentum untuk melihat dari dekat persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya terkait ketersediaan air bersih akibat intrusi air laut serta kesiapsiagaan menghadapi Karhutla.

Bupati Kukar bersama rombongan yang terdiri dari unsur Forkopimda, pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Pertamina, Perumda Tirta Mahakam hingga pihak perusahaan terlebih dahulu menyambangi fasilitas PDAM Sanga Sanga di Kelurahan Jawa.

Di lokasi tersebut, Bupati memonitor secara langsung fasilitas penyediaan air minum dan air bersih. Kondisi tersebut mendapat perhatian karena adanya dampak intrusi air laut ke Sungai Mahakam yang berpotensi memengaruhi sumber air baku dan pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Dari titik tersebut, rombongan kemudian bergerak menuju void milik PT Adimitra Bara Nusantara (ABN). Sekitar pukul 16.40 WITA, Bupati bersama rombongan meninjau langsung lokasi sekaligus melihat dukungan PT ABN dalam membantu ketersediaan air bersih masyarakat melalui kerja sama dengan PDAM.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan air bersih di Sanga Sanga tidak hanya ditangani dari satu sisi. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan berbagai pihak agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi di tengah kondisi sumber air yang menghadapi tantangan.

Namun, agenda kunjungan tidak berhenti pada persoalan air. Menjelang sore, perhatian rombongan beralih pada ancaman Karhutla yang masih menjadi salah satu persoalan serius di wilayah Kukar.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Dandim 0906 Kukar Letkol Arm Benny Budiman dan jajaran terkait menyambangi Posko Karhutla di Kelurahan Pendingin.

Di lokasi tersebut dilakukan pengecekan kesiapsiagaan personel, termasuk sarana dan prasarana yang disiapkan untuk menghadapi potensi maupun kejadian Karhutla.

Kehadiran langsung unsur pimpinan daerah di posko menjadi penegasan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kesiapan sebelum api membesar. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, BPBD, perusahaan dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam melakukan deteksi dini serta penanganan cepat di lapangan.

Kapolsek Sanga Sanga IPTU Wahid bersama jajaran turut mendampingi rangkaian kegiatan tersebut. Pengamanan dan pemantauan selama kunjungan dilakukan untuk memastikan seluruh agenda berjalan tertib.

Kunjungan lapangan tersebut memperlihatkan dua kebutuhan penting yang berjalan beriringan di Sanga Sanga: memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih sekaligus memastikan seluruh unsur siap menghadapi ancaman Karhutla.

Wakapolres Kukar Hadiri Penutupan Gelar Budaya Loa Kulu, 18 Paguyuban Jaranan dan Reog Semarakkan Panggung Budaya

Kukar – Semarak seni dan budaya mewarnai penutupan Gelar Budaya Festival 1.000 Tumpeng dan Penampilan 18 Paguyuban Kesenian Jaranan dan Reog se-Kecamatan Loa Kulu, Minggu (30/8/2026).

Bertempat di Lapangan Bola RT 012 Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra bersama YM Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Sultan Aji Muhammad Arifin dan Bunda Ratu Sekar Asih.

Kehadiran Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra menjadi bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian seni dan budaya sekaligus upaya memperkuat kedekatan serta sinergitas dengan masyarakat.

Gelar Budaya tersebut telah berlangsung sejak 25 hingga 30 Agustus 2026. Beragam kegiatan seni dan budaya disajikan, dengan penampilan 18 paguyuban Jaranan dan Reog menjadi salah satu daya tarik utama yang menghibur masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda.

Dalam sambutannya, Wakapolres Kutai Kartanegara mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan hingga berjalan aman, tertib dan lancar.

Menurutnya, kegiatan budaya memiliki nilai penting dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.

“Keberagaman seni dan budaya yang ada di tengah masyarakat merupakan kekayaan yang harus terus dijaga. Selain menjadi hiburan, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi sarana mempererat persatuan, kebersamaan dan kerukunan masyarakat,” ujar Wakapolres.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, pemerintah kecamatan dan desa, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, para pelaku seni serta seluruh warga yang telah bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Wakapolres mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan semangat gotong royong dan memperkuat sinergitas dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman serta kondusif.

Suasana semakin meriah saat 18 paguyuban Jaranan dan Reog tampil di hadapan masyarakat. Berbagai atraksi kesenian tradisional menjadi warna tersendiri dalam acara penutupan yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan.

Setelah penampilan kesenian, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan. Selanjutnya, YM Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Sultan Aji Muhammad Arifin melakukan pemukulan gong sebagai tanda resmi berakhirnya Gelar Budaya Festival 1.000 Tumpeng dan Penampilan 18 Paguyuban Kesenian Jaranan dan Reog se-Kecamatan Loa Kulu.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur sekaligus harapan agar semangat kebersamaan, gotong royong dan pelestarian budaya terus tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Kecamatan Loa Kulu tidak hanya merawat kesenian tradisional, tetapi juga menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan untuk menyatukan masyarakat dan membangun kebersamaan.

Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut merawat kebersamaan dan mendukung budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Garda Satya NKRI Siap “Satya Haprabu”, Teguhkan Pengabdian untuk Bangsa dan Negara

Solo – Keluarga besar Garda Satya NKRI menyatakan kesiapan untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara dengan semangat “Satya Haprabu”.

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 dan Silaturahmi Kapolri dengan Garda Satya NKRI bertema “Bersama Umat Membangun Indonesia” di Solo, Minggu (30/8/2026).

Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah meneguhkan komitmen kebangsaan, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta berkomitmen mengambil peran positif sebagai bagian dari barisan terdepan dalam memelihara Kamtibmas dan menjaga keutuhan NKRI di bawah koordinasi Polri.

Semangat “Satya Haprabu” menjadi cerminan tekad Garda Satya NKRI untuk menjaga komitmen kebangsaan dan mengarahkan semangat pengabdian pada berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa setiap anak bangsa memiliki ruang dan kesempatan untuk berperan serta membangun masa depan Indonesia.

“Kita memiliki rumah bersama bernama NKRI, dengan pintu yang selalu terbuka bagi setiap anak bangsa untuk berperan dan berjuang menata kembali langkah, serta membangun masa depan bangsa,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, komitmen terhadap NKRI perlu diwujudkan melalui berbagai kontribusi positif, mulai dari menjaga Kamtibmas, merawat persatuan, hingga mendukung kegiatan sosial, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat.

Garda Satya NKRI juga didorong untuk terus mengembangkan perannya melalui berbagai kegiatan produktif, termasuk penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, kewirausahaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kapolri berharap semangat dan kekompakan keluarga besar Garda Satya NKRI dapat menjadi kekuatan positif yang memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat.

Komitmen tersebut sejalan dengan tema “Bersama Umat Membangun Indonesia”, yang menegaskan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kebersamaan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Kapolri juga menegaskan bahwa Polri akan terus menjaga kebersamaan dan mendampingi keluarga besar Garda Satya NKRI dalam setiap langkah positif ke depan.

“Karena bagi saya, persaudaraan yang telah kita bangun bukanlah persaudaraan sesaat, melainkan saduluran saklawase, persaudaraan yang senantiasa kita jaga dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kapolri.

Dengan semangat “Satya Haprabu”, Garda Satya NKRI diharapkan terus memperkuat komitmen kebangsaan serta menghadirkan pengabdian nyata bagi masyarakat, sekaligus ikut menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

Di Tengah Kemarau, Ratusan Warga Kembang Janggut Bersujud Memohon Hujan

Kukar – Ketika tanah mulai mengering dan kemarau semakin terasa, sekitar 150 warga Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, memilih menundukkan kepala dan memanjatkan doa bersama.

Bukan dengan keluhan, melainkan dengan ikhtiar melalui Salat Istisqa, mereka memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.

Salat Istisqa digelar di halaman Masjid Al-Ilham, Desa Kembang Janggut RT 07, Kecamatan Kembang Janggut, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 07.30 WITA.

Suasana khidmat terasa ketika warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, personel TNI dan Polri berdiri dalam satu barisan. Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto bersama Danramil Kembang Janggut Kapten Inf. Rochmad Yudi Prastyoko turut mengikuti salat dan doa bersama.

Kegiatan diawali tausiyah dan pengarahan oleh Ustaz Idris, pengurus besar Masjid Al-Ilham. Dalam pesannya, ia mengingatkan jamaah bahwa Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar dan ketundukan kepada Allah SWT di tengah kondisi kemarau.

Jamaah juga diberikan pemahaman mengenai tata cara Salat Istisqa sekaligus hikmah yang terkandung di dalamnya. Setelah tausiyah, seluruh jamaah melaksanakan Salat Istisqa secara berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.

Dalam suasana penuh harap, masyarakat memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang cukup, bermanfaat dan penuh keberkahan, sekaligus menjauhkan masyarakat dari dampak kekeringan dan berbagai kesulitan yang dapat muncul akibat musim kemarau.

Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara aparat dan masyarakat sekaligus mengajak seluruh pihak menghadapi musim kemarau dengan kepedulian bersama.

“Ini merupakan ikhtiar kita bersama. Selain berdoa, kita juga harus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Bagi warga Kembang Janggut, pagi itu bukan sekadar kegiatan keagamaan. Ratusan tangan terangkat dalam satu harapan yang sama agar hujan segera turun, tanah kembali basah, sumber air terjaga, tanaman tumbuh dan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan lebih baik.

Modus Data Karyawan Fiktif, Asisten Perusahaan di Muara Kaman Diduga Gelapkan Gaji hingga Rp52 Juta

Kukar – Modus memanfaatkan data karyawan yang sudah tidak bekerja kembali terungkap di wilayah hukum Polsek Muara Kaman. Seorang asisten di salah satu perusahaan perkebunan di Kecamatan Muara Kaman diamankan polisi setelah diduga melakukan penipuan dan penggelapan dengan membuat data absensi karyawan fiktif.

Kasus tersebut dilaporkan pihak manajemen PT Hamparan Sentosa kepada Polsek Muara Kaman pada Jumat (28/8/2026), setelah perusahaan menemukan adanya kejanggalan dalam administrasi absensi dan pembayaran gaji karyawan.

Peristiwa diduga terjadi selama periode Mei hingga Juli 2026 di Estate Plasma Kiri PT Hamparan Sentosa, Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menetapkan MY (43) sebagai tersangka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka diduga memanipulasi absensi empat orang yang sudah tidak lagi bekerja di perusahaan. Data tersebut kemudian digunakan dalam proses administrasi sehingga gaji tetap dibayarkan.
Akibat perbuatan tersebut, perusahaan diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp.52.000.000 (lima puluh dua juta rupiah).

Uang yang diperoleh dari perbuatan tersebut diduga digunakan tersangka untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga keluarganya di Kalimantan Tengah serta kebutuhan makanan bagi sejumlah pekerja di lapangan.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti untuk memperkuat proses penyidikan, di antaranya dokumen absensi, rekapitulasi dan slip gaji, bukti transfer gaji, surat pengangkatan karyawan, perjanjian kerja harian lepas, serta beberapa dokumen dan kartu perbankan yang berkaitan dengan pembayaran gaji.

Kapolsek Muara Kaman Iptu Herwin mengatakan pengungkapan kasus bermula setelah pihak perusahaan melaporkan adanya dugaan penyimpangan dalam administrasi pembayaran gaji.

“Setelah menerima laporan, personel melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mengamankan barang bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka untuk mengungkap secara terang perkara tersebut,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 492 Jo Pasal 488 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam jabatan.

Polsek Muara Kaman masih melakukan proses penyidikan serta pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka guna melengkapi berkas perkara.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan kepercayaan dalam pengelolaan administrasi perusahaan dapat berujung pada persoalan hukum. Polisi juga mengimbau perusahaan untuk memperkuat pengawasan administrasi, khususnya terkait absensi, penggajian dan data karyawan.

Polsek Muara Kaman memastikan penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sudah Berkali-kali Dipadamkan, Api Kembali Muncul di Lahan Gambut Dekat Tol Balsam

Kukar – Api di lahan gambut ternyata tidak selalu benar-benar padam ketika kobaran terlihat menghilang. Hal itu terlihat di kawasan Ruas Tol Balsam (Balikpapan–Samarinda), STA 31.600, RT 005, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sisa kebakaran lahan gambut yang sebelumnya terjadi sejak 18 Agustus 2026 kembali menimbulkan titik api dan asap. Kondisi tersebut membuat tim gabungan kembali turun melakukan pemadaman dan pendinginan pada Sabtu (29/8/2026).

Sekitar pukul 14.00 WITA, personel Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, Polsek Samboja dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Sungai Merdeka bergerak menuju lokasi.

Lahan yang terbakar berupa semak belukar di kawasan gambut dengan luas sekitar 5 hektare. Medan gambut menjadi tantangan tersendiri karena titik api telah beberapa kali ditangani, namun kembali muncul.

Petugas melakukan penyisiran sekaligus
pemadaman pada titik-titik yang masih mengeluarkan api dan asap. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.00 WITA.

Kekuatan personel yang diterjunkan terdiri dari satu personel Koramil Samboja, tiga personel Brimob Polda Kaltim, dua personel Polsek Samboja dan dua personel MPA Kelurahan Sungai Merdeka.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan penanganan lahan gambut membutuhkan perhatian khusus karena api dapat kembali muncul setelah sebelumnya dilakukan pemadaman.

“Karena karakter lahan gambut, titik api harus dipastikan benar-benar padam. Setelah api terkendali, pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api,” ujarnya.

Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan kering. Setiap kemunculan asap atau titik api diharapkan segera dilaporkan agar dapat ditangani sedini mungkin.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman Karhutla di lahan gambut tidak boleh dianggap sepele. Kobaran yang tampak kecil dapat kembali muncul dan berpotensi meluas apabila tidak ditangani secara menyeluruh.

Berkat sinergi TNI, Polri dan masyarakat, api serta asap di lokasi tersebut berhasil dikendalikan. Situasi selama kegiatan berlangsung aman dan kondusif.