Api Mengintai Perkebunan Karet Samboja, Tim Gabungan Bergerak Cepat Sebelum Meluas

Kukar – Kobaran api tiba-tiba mengancam perkebunan karet di Kelurahan Teluk Pemedas, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (29/8/2026) sore. Di tengah kondisi cuaca panas dan kering, api dengan cepat membakar vegetasi di area perkebunan.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WITA di RT 004 Kelurahan Teluk Pemedas. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 2 hektare.

Begitu informasi diterima, tim gabungan langsung bergerak. Personel Polsek Samboja, Koramil, Damkar Matan Samboja dan PMI mendatangi lokasi untuk mencegah kobaran api menjalar lebih luas.

Sebanyak 15 personel dikerahkan dalam penanganan tersebut. Mereka terdiri dari empat personel Polsek Samboja, empat personel Damkar Matan Samboja, tiga personel Koramil dan empat personel PMI.

Dengan dukungan dua mobil tangki pemadam serta kendaraan patroli, petugas langsung melakukan pemadaman dari titik-titik api. Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.30 WITA, api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Kecepatan penanganan menjadi kunci agar api tidak menjalar ke area perkebunan lainnya. Lokasi kebakaran sendiri berjarak sekitar 6,4 kilometer dari Mako Polsek Samboja.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang bergerak cepat menangani kebakaran.

“Kecepatan dalam merespons laporan sangat penting agar api tidak semakin meluas. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan,” ujarnya.

Untuk penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kondisi cuaca ekstrem dan kering, namun kepastian penyebab tetap menunggu hasil penyelidikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman Karhutla dapat muncul sewaktu-waktu, terutama ketika kondisi lingkungan kering. Masyarakat diharapkan tidak lengah, sekecil apa pun sumber api harus segera ditangani sebelum berubah menjadi bencana.

Berkat gerak cepat dan kerja sama Polsek Samboja, Koramil, Damkar Matan Samboja serta PMI, kebakaran sekitar 2 hektare tersebut berhasil dikendalikan.

Api Membakar 2 Hektare Lahan di Muara Jawa, Tim Gabungan Bergerak Cepat

Kukar – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kali ini, sekitar 2 hektare lahan yang dipenuhi semak belukar, ilalang dan ranting kering terbakar di kawasan hutan Jalan Jalur Pipeline RT 001, Kelurahan Tamapole, Sabtu (28/8/2026).

Menerima informasi kebakaran sekitar pukul 17.00 WITA, personel Polsek Muara Jawa langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur gabungan untuk melakukan pemadaman.

Sebanyak 27 personel dikerahkan, terdiri dari Polsek Muara Jawa, Koramil, PHSS, MPA Tamapole serta warga setempat. Penanganan didukung satu unit mobil Damkar, satu unit mobil Rantis Karhutla Polda Kaltim dan satu unit Vacum Petrolog.

Berkat gerak cepat dan sinergi seluruh unsur, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.15 WITA. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Kapolsek Muara Jawa Iptu Yoga Fattur Rahman mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu Karhutla, terutama di tengah kondisi musim kemarau.

“Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika melihat titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sebelum meluas,” imbaunya.

Kepolisian menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Sedikit kelalaian dapat memicu kebakaran yang berdampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat.

Di Tengah Kemarau, Kapolres Kukar Bersama TNI dan Masyarakat Panjatkan Doa Memohon Hujan

Kukar – Di tengah kemarau yang melanda sejumlah wilayah, ikhtiar untuk menghadapi kekeringan tidak hanya dilakukan melalui langkah teknis di lapangan. Jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama hingga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara bersatu dalam satu ikhtiar, menengadahkan tangan memohon turunnya hujan, Minggu (30/08/2026) pagi.

Salat Istisqa dan doa bersama digelar di Lapangan Upacara Kodim 0906/Kutai Kartanegara, Jalan KH Ahmad Muksin, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong denhan diikuti sekitar 160 peserta.

Suasana khidmat terasa ketika Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama Dandim 0906/Kutai Kartanegara Letkol Arm Benny Budiman serta sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait berdiri bersama masyarakat melaksanakan Salat Istisqa.

Tidak ada sekat dalam kegiatan tersebut Seragam TNI, Polri, pemerintah, organisasi masyarakat dan masyarakat umum berpadu dalam satu barisan. Semuanya datang dengan tujuan yang sama, memohon pertolongan Allah SWT agar kemarau segera berakhir dan hujan membawa keberkahan bagi Kutai Kartanegara.

Salat Istisqa dipimpin Ustad Muhibbin, pimpinan Pondok Pesantren Al Abqory. Setelah salat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama.

Dalam tausiyahnya, Ustad Muhibbin mengingatkan bahwa Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar dan ketundukan manusia kepada Allah SWT.

Air hujan, katanya, bukan sekadar kebutuhan manusia, tetapi juga menjadi sumber kehidupan bagi hewan, tumbuhan dan keberlangsungan lingkungan.

“Mari kita memohon ampun atas segala dosa dan kekhilafan, memperbanyak istighfar, serta memohon kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa hujan yang cukup, membawa keberkahan dan manfaat bagi seluruh masyarakat,” pesannya.

Doa tersebut menjadi semakin bermakna karena kondisi kemarau tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Karena itu, selain memanjatkan doa, sinergitas dan kepedulian seluruh elemen masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kemarau.

Kegiatan diikuti personel Kodim 0906/Kutai Kartanegara, Polres Kutai Kartanegara, Yon Armed 22/Kesumawira, Pondok Pesantren Ribathul Khail, Pondok Pesantren Al Abqory, Banser Tenggarong, Satpol PP, Dishub, Baznas, FKPPI serta masyarakat.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Dandim 0906/Kutai Kartanegara Letkol Arm Benny Budiman, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Danyon Armed 22/Kesumawira Letkol Arm Noviahardi, Sekda Kukar Sunggono, Wakil Ketua II DPRD Kukar Junaidi, Kajari Kukar Aji Kalbu Pribadi, Ketua DMI Kukar Edi Damansyah, Kadis Damkar Kukar Fida Hurasani serta Camat Tenggarong Syukur Eko Budi Santoso.

Bagi Kapolres Kukar, kebersamaan dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran kuat bahwa menghadapi musim kemarau bukan hanya persoalan pemerintah atau aparat, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Usai doa bersama, harapan pun dipanjatkan.

Semoga langit segera menurunkan hujan, tanah kembali basah, sumber air terisi, tanaman tumbuh subur dan masyarakat terhindar dari dampak kekeringan maupun ancaman Karhutla.

Api Mengganas di Lahan Gambut Sanga Sanga, Tim Gabungan Berjuang 6 Jam Selamatkan Lingkungan

Kukar – Panas terik dan lahan gambut yang mengering menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di RT 13, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (29/8/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.40 WITA itu membakar semak belukar, ilalang hingga ranting-ranting kering dengan luas diperkirakan mencapai 2 hektare. Kondisi vegetasi yang kering membuat api berpotensi menjalar apabila tidak segera dikendalikan.

Begitu informasi diterima, Kapolsek Sanga Sanga Iptu Wahid bersama Danramil Sanga Sanga dan personel Polsek Sanga Sanga langsung bergerak menuju lokasi.

Tak datang sendiri, kepolisian segera membangun koordinasi dengan berbagai unsur untuk menghadapi kobaran api. Personel BPBD Provinsi Kalimantan Timur, BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, BKO Ditsamapta Polda Kaltim, BKO Polairud Polda Kaltim, BKO Yon TP Balikpapan, Damkar Kecamatan Sanga Sanga, hingga tim pemadam perusahaan dan relawan ikut dikerahkan.

Dua unit Water Cannon Samapta Polda Kaltim turut digunakan untuk mendukung proses pemadaman. Sejumlah kendaraan pemadam serta armada suplai air juga dikerahkan agar petugas tidak kehilangan momentum dalam mengendalikan api.

Di lapangan, petugas tidak hanya menghadapi kobaran api. Mereka juga harus memastikan setiap titik yang telah dipadamkan tidak kembali menyala. Penyisiran dilakukan untuk menemukan bara yang masih tersembunyi di antara semak dan ranting kering.

Setelah penanganan selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WITA.

Meski kobaran telah berhasil dihentikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan dilakukan pada titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara, dilanjutkan dengan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kapolsek Sanga Sanga Iptu Wahid mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya Karhutla.

“Di tengah kondisi musim kemarau, sedikit saja sumber api bisa berkembang menjadi kebakaran. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melapor apabila melihat titik api,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan ketika api sudah membesar. Karena itu, masyarakat diminta tidak membakar lahan maupun melakukan aktivitas yang berisiko menimbulkan kebakaran.

Kebakaran di Kelurahan Pendingin menjadi pengingat bahwa ancaman Karhutla dapat muncul sewaktu-waktu. Kecepatan informasi, kesiapan petugas dan kepedulian masyarakat menjadi tiga hal penting untuk mencegah api meluas.

Berkat sinergi lintas instansi dan dukungan berbagai pihak, kebakaran lahan sekitar 2 hektare tersebut berhasil dikendalikan. Situasi selama penanganan berlangsung aman dan kondusif.

Menembus Jalur Sungai, Polisi dan BKSDA Berjibaku Padamkan Karhutla di Kawasan Cagar Alam Muara Kaman

Kukar – Bukan hanya manusia yang terancam ketika kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi. Di balik kepulan asap dan lahan yang mengering, ada ekosistem serta satwa liar yang ikut dipertaruhkan.

Kesadaran itulah yang mendorong personel Polsek Muara Kaman bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turun langsung melakukan patroli dan penanganan Karhutla di kawasan Cagar Alam Muara Kaman, Sabtu (29/8/2026).

Patroli dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dengan menyusuri wilayah Desa Muara Kaman, Desa Tunjungan hingga Desa Liang Buaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dengan menggunakan ketinting, petugas membawa sejumlah peralatan pemadaman, di antaranya mesin penyedot air mini, parang dan gepyok. Jalur sungai menjadi akses utama untuk mendekati sejumlah titik yang terdampak kebakaran.

Di tengah kondisi kawasan yang kering, petugas menemukan titik api di Desa Liang Buaya. Tanpa menunggu api meluas, tim langsung melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare, berada di pinggir sungai dan masuk dalam kawasan cagar alam. Api berhasil dipadamkan, sementara pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Penanganan juga dilakukan di Desa Tunjungan dengan luas lahan terbakar sekitar seperempat hektare. Petugas kembali memastikan titik api dapat dikendalikan.

Kondisi di lapangan menjadi perhatian serius. Tanah di kawasan cagar alam terpantau mengering, sementara sejumlah anak sungai yang mengarah ke dalam kawasan juga dalam kondisi kering. Asap masih terlihat terbawa angin dari beberapa titik, terutama di wilayah Desa Liang Buaya, Tunjungan dan Muara Kaman.

Meski demikian, petugas memastikan keberadaan satwa di kawasan cagar alam tidak terdampak langsung oleh kebakaran yang ditangani. Area penghijauan dan vegetasi yang masih tersedia menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga habitat satwa.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar sungai, agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan.

Kapolsek Muara Kaman Iptu Herwin menegaskan bahwa menjaga kawasan cagar alam bukan hanya tugas petugas, tetapi tanggung jawab bersama.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan. Jangan sampai kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok atau membakar lahan justru menjadi awal dari kebakaran yang mengancam hutan dan habitat satwa,” ujarnya.

Kegiatan patroli dan penanganan Karhutla tersebut melibatkan Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Wahyu, personel Bhabinkamtibmas Polsek Muara Kaman Brigpol Ketut Ngardi, personel BKSDA Idi, serta Imron Saputra dari MMP.

Bagi petugas, memadamkan api bukan sekadar menghentikan kobaran. Setiap titik api yang berhasil dikendalikan merupakan upaya menyelamatkan hutan, menjaga habitat satwa dan mempertahankan kehidupan yang ada di dalamnya.

Tak Sekadar Pasang Spanduk, Polsek Muara Kaman Ajak Warga Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla

Kukar – Mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah berkobar. Kesadaran masyarakat untuk mencegah munculnya sumber api sejak awal menjadi pertahanan pertama dalam menjaga lingkungan.

Semangat tersebut digaungkan Polsek Muara Kaman melalui kegiatan pemasangan spanduk dan stiker imbauan Karhutla di sejumlah titik wilayah hukumnya, Sabtu (29/8/2026).

Sekitar pukul 13.10 WITA, personel Polsek Muara Kaman bersama warga bergerak memasang spanduk dan stiker imbauan di Jalan Poros Muara Kaman–Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, serta Desa Bukit Jering.

Namun, kegiatan tersebut bukan hanya tentang memasang media imbauan. Di lokasi, personel kepolisian juga mengajak masyarakat memahami berbagai aktivitas sederhana yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran.

Masyarakat diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membakar sampah tanpa pengawasan. Warga juga diminta lebih peduli terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan sumber api yang berpotensi berkembang menjadi Karhutla.

Keterlibatan warga dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting. Polisi ingin memastikan pesan pencegahan tidak berhenti di pinggir jalan, tetapi sampai ke lingkungan tempat masyarakat beraktivitas sehari-hari.

“Pencegahan Karhutla dimulai dari hal-hal sederhana. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, jangan membakar sampah sembarangan, dan yang paling penting jangan membuka lahan dengan cara membakar,” pesan personel Polsek Muara Kaman kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut melibatkan Kanit Binmas Polsek Muara Kaman Iptu Wahyudi, Bhabinkamtibmas Aipda Tuyar Miyanto, Bhabinkamtibmas Brigpol Ery Wicaksono, Banit Intel Briptu Yusuf Efendi Prasetyo, serta Bripda Johan. Turut berpartisipasi personel keamanan dan masyarakat setempat, termasuk Sdr. Yono selaku security serta warga Desa Sabintulung dan Desa Bukit Jering.

Kapolsek Muara Kaman Iptu Herwin menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, satu sumber api yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak luas. Karena itu, kepedulian masyarakat menjadi bagian penting untuk memutus potensi kebakaran sejak dari sumbernya.

Melalui pemasangan spanduk dan stiker tersebut, Polsek Muara Kaman berharap pesan pencegahan dapat terus terlihat dan diingat masyarakat, sekaligus membangun budaya bersama untuk menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.

Cegah Karhutla dari Desa, Polsek Sebulu Gencarkan Edukasi Hukum kepada Warga

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polsek Sebulu, Polres Kutai Kartanegara. Tak hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah muncul, kepolisian memilih memperkuat langkah pencegahan dengan turun langsung memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (28/8/2026) sekitar pukul 10.20 WITA di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Sebulu memberikan pemahaman kepada warga mengenai bahaya Karhutla, termasuk aturan hukum dan sanksi pidana bagi pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

Edukasi ini secara khusus menyasar masyarakat yang memiliki aktivitas pertanian maupun perkebunan. Warga diingatkan agar tidak lagi menggunakan metode pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan.

Polsek Sebulu juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut mengambil peran sebagai garda terdepan dalam mencegah terjadinya Karhutla.

“Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran meluas,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kepolisian turut mengingatkan bahwa Karhutla tidak hanya mengancam kelestarian hutan dan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, membahayakan kesehatan akibat asap, serta berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan.

Kegiatan Binluh melibatkan tujuh personel Polsek Sebulu, yakni Aiptu Syarifuddin, Aipda Dodik Riyanto, Aipda I Gede Eka W, Brigpol M Ade Setiawan, Briptu I Putu Yudi P, Bripda I Gede Dehan Saskara dan Bripda Binabar Rinto Aji.
Dalam kegiatan tersebut, salah satu warga yang menjadi sasaran penyuluhan adalah Sugeng Arianto, warga Desa Sebulu Ilir.

Kapolsek Sebulu Iptu Edi Subagyo mengatakan, kegiatan penyuluhan merupakan langkah preventif untuk membangun kesadaran masyarakat agar ancaman Karhutla dapat dicegah sejak dini.

“Jangan sampai api baru dicari setelah membesar. Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan menjadi kunci utama dalam mencegah Karhutla,” tegasnya.

Hadapi Ancaman Karhutla, Kapolres Kukar Cek Langsung Kesiapan Peralatan Sat Samapta

Kukar – Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi cuaca panas dan kering, Polres Kutai Kartanegara memperkuat kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung penanganan Karhutla.

Langkah tersebut dilakukan Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara melalui pengecekan barang inventaris dan perlengkapan yang akan digunakan dalam penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dan berlangsung di depan Mako Polres Kutai Kartanegara. Pengecekan dilakukan secara langsung oleh Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar

Dalam kegiatan tersebut, kesiapan barang inventaris menjadi perhatian utama guna memastikan seluruh perlengkapan pendukung berada dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Pengecekan ini sekaligus menjadi bentuk kesiapan jajaran Polres Kukar dalam merespons secara cepat setiap potensi Karhutla, sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan secara efektif dan terkoordinasi.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menekankan pentingnya kesiapan personel maupun peralatan. Menurutnya, dalam menghadapi Karhutla, kecepatan bertindak sangat dibutuhkan agar api tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Selain kesiapan peralatan, Polres Kukar juga terus mendorong langkah pencegahan melalui patroli, edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Kutai Kartanegara untuk memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian Karhutla sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Tak Mau Kecolongan Karhutla, Polsek Kenohan Gencarkan Imbauan di Simpang Tiga Ikon Desa Kahala

Kukar – Kepolisian Sektor (Polsek) Kenohan terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.

Salah satu langkah preventif dilakukan melalui pemasangan spanduk imbauan Karhutla di Simpang Tiga Ikon Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.

Pemasangan spanduk tersebut dilakukan di lokasi yang menjadi salah satu titik berkumpulnya masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Kenohan Bripda Alfin Ardana turut melaksanakan pemasangan spanduk sekaligus menyampaikan pesan pencegahan Karhutla kepada masyarakat.

Polsek Kenohan mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang dapat membuat api lebih mudah muncul dan menyebar.

Masyarakat juga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Kapolsek Kenohan AKP Giri Pratiwo menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kesadaran dan kepedulian masyarakat menjadi kunci dalam mencegah Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan segera laporkan jika menemukan adanya kebakaran,” imbaunya.

Polsek Kenohan selama kegiatan tetap kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kenohan berharap pesan pencegahan Karhutla dapat semakin luas diterima masyarakat, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir sejak dini.

Polda Kaltim Sambut Satgas Edukasi Polri, Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla di Masyarakat

BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur menyambut kedatangan Satgas Edukasi Polri yang akan melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Kegiatan penyambutan berlangsung di Ruang Posko Presisi Polda Kaltim, Jumat (28/8/2026) pukul 15.00 WITA.

Kegiatan tersebut dihadiri Karoops Polda Kaltim Kombespol Dedi Suryadi, S.I.K., M.Han., Dirbinmas Polda Kaltim Kombespol Arman, S.I.K., M.Si., pendamping Satgas Kombespol Anton Firmanto, S.H., S.I.K., M.Si., Kabagbinops Roops Polda Kaltim AKBP Fauzi Akhmad, S.E., M.M., serta para peserta Satgas Edukasi Polri.

Dalam sambutannya, Karoops Polda Kaltim Kombespol Dedi Suryadi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada pendamping serta seluruh personel Satgas Edukasi Polri. Ia menjelaskan bahwa situasi karhutla di wilayah Kalimantan Timur saat ini tidak separah dengan informasi yang beredar di sejumlah media.

“Selamat datang kepada pendamping dan seluruh tim Satgas Edukasi Polri di Polda Kaltim. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran untuk mencegah terjadinya karhutla,” ujar Kombespol Dedi Suryadi.

Lebih lanjut, Karoops menyampaikan bahwa Polda Kaltim telah melakukan langkah penegakan hukum terhadap sejumlah kasus karhutla. Hingga saat ini, terdapat lima kasus dengan lima orang tersangka yang telah ditangani.

“Kami terus melakukan langkah-langkah pencegahan sekaligus penegakan hukum terhadap pelaku karhutla. Namun, kami juga menekankan kepada Satgas agar lebih mengedepankan upaya edukasi dan pendekatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Karoops juga mengingatkan personel Satgas agar tidak mendekati daerah yang memiliki potensi titik api tanpa koordinasi dan pertimbangan situasi keamanan. Menurutnya, fokus utama Satgas adalah memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran kegiatan.

Sementara itu, Dirbinmas Polda Kaltim Kombespol Arman menekankan pentingnya pendekatan secara humanis dalam pelaksanaan edukasi kepada masyarakat. Personel Satgas diharapkan dapat membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, pemuka adat, serta pihak perusahaan.

“Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami mendorong para personel Satgas untuk melakukan penyuluhan dan pendekatan kepada tokoh adat, pemuka masyarakat maupun pihak perusahaan agar bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” kata Kombespol Arman.

Dalam kegiatan tersebut, pendamping Satgas juga memberikan sejumlah arahan kepada personel yang akan diterjunkan ke wilayah jajaran Polda Kaltim. Personel diminta terlebih dahulu mempelajari kondisi dan karakteristik wilayah yang rawan karhutla sebelum melaksanakan kegiatan edukasi.

Selain itu, personel Satgas diminta menyampaikan kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak pembakaran hutan maupun lahan serta melakukan pendekatan dengan cara yang baik dan persuasif. Koordinasi dengan Kasatbinmas di masing-masing wilayah juga menjadi bagian penting agar pelaksanaan tugas dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Satgas Edukasi Polri juga diminta segera menyiapkan rencana kegiatan masing-masing hingga pelaksanaan tugas berakhir pada 6 September 2026.

Dalam pelaksanaannya, personel Satgas Edukasi Polri akan ditempatkan di sejumlah wilayah hukum Polres jajaran Polda Kaltim yang menjadi sasaran kegiatan, yakni Polres Berau, Polres Kutai Timur, Polres Kutai Kartanegara, Polres Paser, dan Polres Kutai Barat.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Kaltim berharap kehadiran Satgas Edukasi Polri dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya karhutla serta mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Upaya edukasi dan pencegahan tersebut diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga potensi karhutla di wilayah Kalimantan Timur dapat ditekan dan masyarakat semakin memahami dampak hukum, lingkungan, kesehatan, serta sosial yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan.