Kapolri Pimpin Sertijab Kakorlantas dan Tiga Kapolda di Mabes Polri

JAKARTA – Polri melaksanakan upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri dan tiga Kapolda di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/10/2026). Sertijab tersebut meliputi satu jabatan pejabat utama Mabes Polri dan tiga jabatan Kapolda.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi sekaligus langkah untuk menjaga efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian di tengah tantangan yang terus berkembang.

“Setiap pergantian jabatan membawa tanggung jawab dan tantangan tersendiri. Pejabat yang menerima amanah baru diharapkan mampu membaca kebutuhan organisasi, memahami karakteristik tugas dan wilayahnya, serta mengambil langkah yang tepat untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dalam sertijab tersebut, jabatan Kakorlantas Polri diserahterimakan dari Irjen Pol Wibowo kepada Brigjen Pol Dr. Aries Syahbudin. Jabatan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung diserahterimakan dari Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing kepada Irjen Pol Agus Wijayanto.

Selanjutnya, jabatan Kapolda Kalimantan Utara diserahterimakan dari Irjen Pol Agus Wijayanto kepada Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik. Sementara itu, jabatan Kapolda Lampung diserahterimakan dari Irjen Pol Helfi Assegaf kepada Brigjen Pol Yustan Alpiani.

Johnny turut menyampaikan apresiasi Polri kepada para pejabat lama atas pengabdian dan kontribusi selama menjalankan tugas. Menurutnya, pengalaman dan hasil kerja yang telah dibangun menjadi bagian penting dari kesinambungan pelaksanaan tugas di lingkungan Polri.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pejabat lama atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan. Apa yang sudah dikerjakan menjadi fondasi bagi pejabat selanjutnya untuk melanjutkan hal-hal positif, melakukan evaluasi, dan menghadirkan peningkatan kinerja sesuai kebutuhan organisasi,” katanya.

Kepada para pejabat baru, Polri mengharapkan percepatan adaptasi, penguatan koordinasi internal dan eksternal, serta pemahaman terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Ia menambahkan, sejalan dengan arahan Kapolri, setiap pejabat Polri diharapkan menjalankan tugas secara profesional, responsif, dan bertanggung jawab, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Setiap amanah jabatan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. Kami berharap para pejabat yang baru dapat segera bekerja, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” tutup Johnny.

Polisi Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kenohan, Setengah Hektare Lahan Terbakar

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kali ini, api membakar sekitar setengah hektare lahan semak belukar di RT 01, Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Minggu (11/10/2026) sore.

Personel Polsek Kenohan bersama petugas pemadam kebakaran, TNI, relawan peduli api, PMI, dan masyarakat bergerak melakukan penanganan di lokasi. Kebakaran yang terjadi di pinggir Jalan Poros Kenohan–Kembang Janggut itu berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku sejak pukul 17.30 hingga 22.00 WITA.

Dalam penanganan tersebut, petugas memantau arah angin dan perkembangan api untuk menentukan titik prioritas pemadaman. Koordinasi juga dilakukan guna menyiapkan peralatan serta mengantisipasi kemungkinan api meluas ke area sekitarnya.

Kapolsek Kenohan AKP Giri Pratiwo mengatakan, penanganan dilakukan bersama unsur terkait dan masyarakat agar kebakaran tidak semakin meluas. Sinergi di lapangan menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama saat kondisi cuaca kering membuat api berpotensi cepat menjalar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat meluas, mengancam lingkungan, mengganggu aktivitas warga, serta membahayakan lahan produktif dan permukiman di sekitarnya.

Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap agar dapat ditangani sedini mungkin. Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama—jangan membakar lahan dan jangan membiarkan api tanpa penanganan.

2 Hektare Lahan Terbakar di Samboja Barat, Polisi dan Tim Gabungan Turun Tangan

Kukar – Kebakaran semak belukar seluas sekitar 2 hektare terjadi di ruas Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) STA 39+400, RT 05, Kelurahan Bukit Merdeka, Samboja Barat, Minggu (11/10/2026) malam.

Personel Polsek Samboja bersama Damkarmatan, PMI, TNI, Jasa Marga, dan Pramuka Peduli langsung turun melakukan pemadaman. Dengan dukungan armada pemadam, mobil tangki air, dan kendaraan patroli, petugas berupaya mengendalikan api agar tidak meluas.

Setelah berjibaku selama empat jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 22.00 WITA. Penanganan melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur untuk memastikan kebakaran terkendali.

Polsek Samboja mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla dan segera melaporkan jika menemukan titik api. Pencegahan sejak dini menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas dan membahayakan lingkungan maupun pengguna jalan tol.

Karhutla Kembali Muncul di Kuala Samboja, Polisi dan Damkar Bergerak hingga Malam

Kukar – Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 001, Kelurahan Kuala, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Minggu (11/10/2026) malam. Area semak belukar dan lahan kosong yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare, di lokasi yang sebelumnya juga mengalami kebakaran pada 9 Oktober lalu.

Menerima laporan kebakaran, personel Polsek Samboja bersama petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi untuk mengendalikan api. Penanganan dilakukan melalui pemadaman, pembasahan, dan pendinginan guna mencegah api kembali menyala.

Bergerak di tengah malam, polisi dan petugas Damkar berhasil mengendalikan api pada pukul 22.00 WITA. Dua personel Polsek Samboja dan dua petugas Damkar dikerahkan dengan dukungan dua unit mobil pemadam.

Kebakaran berulang di lokasi tersebut menjadi peringatan agar kewaspadaan terhadap karhutla tidak kendur. Kondisi cuaca ekstrem diduga menjadi salah satu faktor, tetapi penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid melalui jajarannya terus melakukan penanganan di lapangan untuk mencegah api meluas dan menjaga keamanan masyarakat.

Polsek Samboja mengimbau warga segera melaporkan jika melihat titik api atau asap serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Penanganan sejak dini sangat penting agar kebakaran tidak kembali meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.

Api Baru Padam Pukul 19.00 WITA, Polisi dan Damkar Berjuang Kendalikan Karhutla di Teluk Pemedas

Kukar – Kebakaran lahan pasir dan semak belukar yang merambat di antara akar pepohonan membakar sekitar satu hektare lahan di RT 001, Kelurahan Teluk Pemedas, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Minggu (11/10/2026). Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama hampir empat jam di lokasi.

Polsek Samboja bersama Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga bergerak cepat setelah menerima laporan kebakaran pukul 14.49 WITA. Petugas tiba sekitar pukul 15.05 WITA dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Penanganan melibatkan tiga personel Polsek Samboja, sembilan personel Damkar, tujuh anggota MPA, serta lima warga. Sebanyak tiga unit mobil pemadam, tiga unit mobil Redkar, dan satu mobil patroli Polsek Samboja dikerahkan untuk mendukung pemadaman.

Hingga pukul 19.00 WITA, api akhirnya berhasil dipadamkan. Respons cepat dan kerja sama seluruh unsur menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas ke area sekitarnya.

Cuaca panas yang melanda kawasan Samboja dan sekitarnya menjadi indikasi awal, namun belum dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

Polsek Samboja mengimbau masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi kebakaran lahan, segera melaporkan kemunculan api atau asap, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Kewaspadaan bersama diperlukan agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Api Lahap 3 Hektare Lahan di Samboja Barat, Polsek Samboja dan Tim Gabungan Berjuang Padamkan Kebakaran

Kukar – Kebakaran semak belukar melanda lahan seluas sekitar 3 hektare di Jalan Denkav, Gang Padaidi, RT 007, Kelurahan Ambarawang Darat, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Minggu (11/10/2026).

Begitu menerima laporan warga, personel Polsek Samboja bersama Damkar, Koramil, PMI, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.10 WITA. Petugas tiba di lokasi pukul 12.30 WITA dan berjibaku mengendalikan api yang membakar vegetasi semak belukar. Pemadaman didukung satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu mobil tangki air PMI.

Setelah upaya pemadaman bersama, api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 16.20 WITA. Sebanyak 25 personel gabungan dan anggota MPA Ambarawang Darat terlibat dalam penanganan tersebut.

Polsek Samboja turut memastikan penanganan berjalan hingga api padam, sekaligus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah cuaca panas.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan pengaruh cuaca panas masih menjadi indikasi awal dan belum dipastikan sebagai penyebab utama.

Polisi mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan titik api atau kepulan asap agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum kebakaran meluas. Situasi kamtibmas di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.

Pastikan Ibadah Minggu Aman, Polsek Muara Jawa Siaga di Empat Gereja

Kukar – Polsek Muara Jawa, Polres Kutai Kartanegara, mengintensifkan patroli dan pengamanan di empat gereja untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Minggu dengan aman dan nyaman, Minggu (11/10/2026).

Pengamanan dilakukan di Gereja Anugerah (GPIB), Gereja Bethel Tabernakel, Gereja Kerapatan Pantekosta, dan Gereja Pantekosta di Indonesia yang berada di wilayah Kecamatan Muara Jawa.

Kehadiran personel kepolisian ini menjadi langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada jemaat selama beribadah.

Berdasarkan pemantauan dilapangan, total sekitar 320 jemaat mengikuti ibadah di empat gereja tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kapolsek Muara Jawa IPTU Yoga Fattur Rahman menegaskan melalui kegiatan pengamanan ini, Polri hadir untuk menjaga keamanan masyarakat serta memastikan setiap umat dapat beribadah dengan tenang.

Polsek Muara Jawa berkomitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama melalui kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Cegah Karhutla, Polsek Kota Bangun Edukasi Warga: Membakar Lahan Bisa Berujung Pidana

Kukar – Polsek Kota Bangun, Polres Kutai Kartanegara (Kukar), turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Minggu (11/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus meningkatkan pemahaman warga tentang bahaya serta sanksi hukum akibat pembakaran lahan.

Kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) yang berlangsung pukul 10.00 WITA hingga 12.00 WITA tersebut dilaksanakan oleh Aipda Raden, Bripka Marapi, dan Bripda Dino Michel.

Dalam penyuluhan itu, personel Polsek Kota Bangun mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar tidak lagi membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Cara tersebut berisiko memicu api meluas, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi mengering.

Polisi juga menjelaskan bahwa pembakaran hutan dan lahan dapat berujung pada sanksi pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Edukasi ini diharapkan membuat masyarakat lebih memahami bahwa membuka lahan harus dilakukan dengan cara yang aman dan tidak membahayakan lingkungan maupun orang lain.

Selain berdampak pada kelestarian hutan, karhutla dapat menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan masyarakat serta mengurangi jarak pandang dan keselamatan penerbangan.

Melalui kegiatan ini, Polsek Kota Bangun mengajak warga untuk ikut berperan aktif mencegah dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini. Kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan agar api tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Pesan Polsek Kota Bangun jelas: jangan membuka lahan dengan membakar. Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi kesehatan, keselamatan, dan masa depan generasi mendatang.

Cegah Karhutla, Polsek Kota Bangun Edukasi Warga: Membakar Lahan Bisa Berujung Pidana

Kukar – Polsek Kota Bangun, Polres Kutai Kartanegara (Kukar), turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Minggu (11/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus meningkatkan pemahaman warga tentang bahaya serta sanksi hukum akibat pembakaran lahan.

Kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) yang berlangsung pukul 10.00 WITA hingga 12.00 WITA tersebut dilaksanakan oleh Aipda Raden, Bripka Marapi, dan Bripda Dino Michel.

Dalam penyuluhan itu, personel Polsek Kota Bangun mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar tidak lagi membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Cara tersebut berisiko memicu api meluas, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi mengering.

Polisi juga menjelaskan bahwa pembakaran hutan dan lahan dapat berujung pada sanksi pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Edukasi ini diharapkan membuat masyarakat lebih memahami bahwa membuka lahan harus dilakukan dengan cara yang aman dan tidak membahayakan lingkungan maupun orang lain.

Selain berdampak pada kelestarian hutan, karhutla dapat menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan masyarakat serta mengurangi jarak pandang dan keselamatan penerbangan.

Melalui kegiatan ini, Polsek Kota Bangun mengajak warga untuk ikut berperan aktif mencegah dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini. Kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan agar api tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Pesan Polsek Kota Bangun jelas: jangan membuka lahan dengan membakar. Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi kesehatan, keselamatan, dan masa depan generasi mendatang.

Helikopter Water Bombing Gempur Karhutla di Muara Kaman, 10 Kali Penjatuhan Air Dilakukan

Kukar – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, diperkuat dengan pengerahan helikopter water bombing. Polsek Muara Kaman bersama tim gabungan memantau langsung operasi pemadaman di lahan HGU PT ATK, kawasan Desa Puan Cepak dan Desa Sabintulung, Sabtu (10/10/2026).

Helikopter Bell 206 milik operator PT FLYEE yang dipiloti Capt. Rahman Cahyadi mendarat di helipad PT SKL, Desa Puan Cepak, sekitar pukul 14.30 WITA. Operasi penjatuhan air berlangsung pukul 16.06 hingga 17.05 WITA di Blok M13, dengan 10 kali penjatuhan air berkapasitas 450 liter setiap penjatuhan.

Air untuk pemadaman diambil dari Sungai Mahakam dan embung PT Kencana Group.
Operasi ini melibatkan personel Polsek Muara Kaman, petugas pemadam kebakaran perusahaan, BPBD Kutai Kartanegara, Damkar Desa Sabintulung, serta kru helikopter.

Personel kepolisian melakukan pengecekan, pengamanan di sekitar helipad, koordinasi dengan pihak terkait, serta pemantauan selama operasi berlangsung untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin melaporkan bahwa kegiatan pemadaman berlangsung kondusif. Operasi water bombing dijadwalkan berlanjut pada Minggu (11/10/2026) guna mendukung penanganan karhutla di kawasan tersebut.

Sinergi kepolisian, petugas pemadam, perusahaan, dan dukungan udara diharapkan mempercepat penanganan kebakaran serta menekan risiko meluasnya api ke area sekitar.