Pastikan Senpi Dinas Terawat dan Aman, Kapolres Kukar Cek Inventaris Senjata Api di Polsek Muara Jawa

Kukar – Pengawasan terhadap penggunaan dan pemeliharaan senjata api dinas menjadi perhatian serius jajaran Polres Kutai Kartanegara (Kukar). Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar melakukan pengecekan langsung terhadap inventaris senjata api di Polsek Muara Jawa, Senin (31/8/2026) Sore.

Pengecekan tersebut turut dihadiri Kapolsek Muara Jawa Iptu Yoga Fattur Rahman bersama personel Polsek Muara Jawa. Kegiatan menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh senjata api dinas yang berada di lingkungan kepolisian terdata, tersimpan dan terpelihara sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pemeriksaan tersebut, Kapolres Kukar melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi senjata api serta administrasi inventaris yang dimiliki Polsek Muara Jawa.

Kapolres menekankan bahwa senjata api dinas merupakan perlengkapan khusus yang penggunaannya harus disertai tanggung jawab, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap prosedur. Setiap personel yang diberikan kepercayaan membawa atau menggunakan senjata api wajib memahami aturan serta memastikan keamanannya.

“Senjata api dinas merupakan tanggung jawab yang besar. Penggunaan maupun penyimpanannya harus sesuai prosedur dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan,” tegas Kapolres.

Selain mengecek kondisi fisik, pemeriksaan juga menjadi sarana untuk memastikan kesiapan perlengkapan sekaligus meningkatkan disiplin personel dalam menjaga dan mengamankan barang inventaris dinas.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar juga mengingatkan personel agar senantiasa memperhatikan faktor keamanan dalam setiap penggunaan senjata api, baik saat bertugas maupun ketika melakukan penyimpanan. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya kelalaian yang dapat menimbulkan risiko bagi personel maupun masyarakat.

Kapolsek Muara Jawa bersama seluruh personel menyambut baik kegiatan pemeriksaan tersebut. Pengawasan secara berkala dinilai penting untuk memastikan setiap perlengkapan dinas berada dalam kondisi baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui pengecekan tersebut, Polres Kukar menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kedisiplinan anggota serta memastikan seluruh inventaris dinas, khususnya senjata api, dikelola secara profesional, aman dan sesuai ketentuan.

Pemeriksaan berlangsung aman dan tertib. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polres Kukar menjaga profesionalisme sekaligus memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Kapolres Kukar Hadiri Peninjauan dan Penguasaan Kembali Kawasan Tahura di Samboja Barat

Kukar – Komitmen pemerintah dalam menjaga kawasan hutan dan menertibkan pemanfaatan lahan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali ditegaskan. Ketua Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) bersama jajaran lintas lembaga melakukan peninjauan sekaligus penguasaan kembali kawasan Tahura di lokasi PT Singlurus Pratama, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama jajaran Forkopimda Kaltim dan Kukar serta unsur TNI-Polri dan kementerian/lembaga terkait.

Ketua Satgas PKH Kuntadi yang juga menjabat Jampidsus Kejaksaan Agung didampingi Wakil Ketua I Lenjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon dan Wakil Ketua II Komjen Pol. Syahardiantono beserta rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 11.20 WITA. Kedatangan rombongan menjadi bagian dari rangkaian peninjauan lapangan atas kawasan yang telah diverifikasi oleh Satgas PKH.

Sebelum kegiatan berlangsung, jajaran Polsek Samboja terlebih dahulu melaksanakan apel persiapan pengamanan di halaman Mako Polsubsektor Sungai Seluang, Jalan Balikpapan–Handil II, Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja. Apel dipimpin Iptu Iwan Setiawan dan diikuti personel yang tergabung dalam surat perintah pengamanan.

Setelah apel, personel menempati titik pengamanan yang telah ditentukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.

Dalam paparan Dankorwil Satgas PKH Kaltim Kolonel Kav. Yuli Eko Hadiyanto disampaikan sejumlah hasil verifikasi terkait PT Singlurus Pratama. Berdasarkan data Satgas PKH, luas IUP PT Singlurus Pratama mencapai 1.361,51 hektare, dengan 111,71 hektare berada dalam wilayah PKP2B dan 1.249,79 hektare berada di luar PKP2B.

Dari hasil verifikasi lapangan, ditemukan kawasan seluas 111,71 hektare yang masuk dalam PKP2B, dengan potensi objek denda mencapai 101,44 hektare.

Adapun nilai denda yang harus dibayarkan PT Singlurus Pratama tercatat sebesar Rp147,31 miliar, sementara hingga pelaksanaan kegiatan telah dilakukan pembayaran sebesar Rp25 miliar.

Satgas PKH juga memaparkan bahwa penguasaan kembali kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek penegakan hukum, tetapi memiliki dampak strategis dan ekologis. Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal tegas pemerintah dalam menjaga wilayah penyangga IKN dari aktivitas ilegal, sekaligus mendukung pemulihan kawasan melalui reklamasi, penutupan lubang tambang, reforestasi dan pencegahan potensi bencana lingkungan.

Selain itu, penguasaan kembali kawasan diharapkan dapat membantu mencegah erosi, banjir bandang hingga pencemaran air akibat aktivitas pertambangan yang berpotensi berdampak terhadap wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Satgas PKH bersama rombongan kemudian melakukan pemasangan plang sebagai penanda penguasaan kembali kawasan Tahura. Kegiatan dilanjutkan dengan konferensi pers yang disampaikan Juru Bicara Satgas PKH Barita Simanjuntak.

Usai seluruh rangkaian kegiatan, Ketua Satgas PKH bersama rombongan menuju helipad untuk kembali ke Balikpapan.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar menegaskan bahwa jajaran Polri siap mendukung langkah pemerintah dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan kegiatan penertiban dan penguasaan kembali kawasan hutan.

“Kehadiran Polri merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga kawasan hutan, memastikan kegiatan berjalan aman serta memberikan kepastian situasi kamtibmas selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Polres Kutai Kartanegara berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kawasan hutan dan lingkungan, sekaligus memastikan setiap proses penertiban berjalan aman, tertib dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Bupati Kukar Bersama Kapolres, Dandim dan Kajari Cek Posko Karhutla Muara Jawa, Pastikan Kesiapsiagaan Tetap Terjaga

Kukar – Upaya menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi kemarau terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama jajaran TNI-Polri dan Kejaksaan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, bersama Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Dandim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman dan Kajari Kukar Aji Kalbu Pribadi turun langsung meninjau Posko Karhutla di Kecamatan Muara Jawa, Senin (31/8/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung sekitar pukul 14.20 WITA di Posko Karhutla, Jalan Ir. Soekarno, RT 20, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi Karhutla.

Setibanya di posko, Bupati Kukar bersama Kapolres Kukar, Dandim Kukar dan Kajari Kukar menyerahkan bantuan sembako untuk mendukung kebutuhan operasional petugas yang berjibaku menjaga wilayah dari ancaman kebakaran.

Bantuan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga menjadi penyemangat bagi petugas pemadam kebakaran, relawan dan personel gabungan yang setiap saat harus siap bergerak ketika terjadi kebakaran lahan.

Usai menyerahkan bantuan, rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap sarana dan prasarana yang tersedia di Posko Karhutla Muara Jawa. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan peralatan serta dukungan operasional dalam penanganan Karhutla.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris BPBD Kukar Nur Ersandi, Kabag Ops Kompol Ecky Widi Prawira, Kasat Reskrim AKP Elnath S.W. Gemilang, Kasat Lantas AKP Ahmad Fandoli, Anggota DPRD Kukar Masniyah, Camat Muara Jawa Muh. Ramli, Danramil Muara Jawa Kapten Inf. Waskito, Kapolsek Muara Jawa Iptu Yoga Fattur Rahman, serta unsur kecamatan, kelurahan, UPT, tokoh masyarakat, petugas Damkar dan relawan.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar mengatakan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan dan kerja sama seluruh pihak, tidak hanya ketika api sudah muncul, tetapi juga melalui langkah pencegahan sejak dini.

“Kesiapsiagaan harus terus dijaga. Personel, peralatan dan koordinasi harus siap setiap saat sehingga apabila terjadi kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas,” ujarnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Sementara itu, kunjungan bersama tersebut memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, BPBD, Damkar dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Kukar.

Kemarau Panjang, Warga Sebulu Bersatu dalam Doa, Gelar Sholat Istisqo dan Istighosah

Kukar – Di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah, masyarakat Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memilih memperkuat ikhtiar dengan memanjatkan doa bersama.

Ratusan warga bersama unsur pemerintahan, TNI-Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat mengikuti Sholat Istisqo dan Istighosah di halaman Kantor Camat Sebulu, Senin (31/8/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA tersebut menjadi momentum kebersamaan masyarakat Sebulu untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang bermanfaat, membawa keberkahan serta membantu mengatasi dampak kemarau yang dirasakan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sebulu Edi Fahruddin, Danramil Sebulu Kapten Agus Ernanto, Kapolsek Sebulu Iptu Edi Subagyo, Pengurus Majelis Rasulullah Kecamatan Sebulu Ustadz Miftahul Ilmi, Sekcam Sebulu Buyung Sasmita, Kepala KUA Kecamatan Sebulu Muslimin, para kepala UPT, kepala desa se-Kecamatan Sebulu, personel Polsek Sebulu dan Koramil Sebulu, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan masyarakat Kecamatan Sebulu.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan tausiyah yang disampaikan Ustadz Miftahul Ilmi. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan jamaah mengenai makna dan keutamaan Sholat Istisqo sebagai bentuk ikhtiar sekaligus pengakuan manusia atas kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.

Selain menjelaskan tata cara pelaksanaan Sholat Istisqo, Ustadz Miftahul Ilmi juga menyampaikan hikmah di balik pelaksanaan ibadah tersebut, khususnya dalam menghadapi kondisi kemarau panjang yang tidak hanya dirasakan masyarakat Kecamatan Sebulu, tetapi juga sejumlah wilayah di Indonesia.

Usai tausiyah, seluruh jamaah melaksanakan Sholat Istisqo secara berjamaah. Suasana kemudian dilanjutkan dengan Istighosah dan doa bersama, memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang cukup, bermanfaat dan penuh keberkahan bagi masyarakat serta menjaga wilayah Sebulu dari berbagai dampak yang ditimbulkan akibat musim kemarau.

Kapolsek Sebulu Iptu Edi Subagyo mengatakan, kehadiran personel Polsek Sebulu dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mendukung kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara luas.

“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama berikhtiar dan berdoa agar segera diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan. Di sisi lain, kebersamaan seluruh unsur masyarakat juga menjadi kekuatan dalam menghadapi dampak kemarau,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Polsek Sebulu terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama menghadapi kondisi kemarau.

STIK Mengabdi Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas Berbasis Komunitas Digital

PALEMBANG – Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Penerapan Sistem Deteksi Dini Berbasis Komunitas Digital dan Edukasi untuk Memitigasi Gangguan Kamtibmas”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 25–28 Agustus 2026 di wilayah Palembang dan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas, khususnya dalam situasi kedaruratan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen. Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026), mengatakan kegiatan STIK Mengabdi merupakan bentuk implementasi ilmu kepolisian agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“STIK tidak hanya berperan dalam mengembangkan ilmu kepolisian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Salah satunya melalui penguatan deteksi dini dan kemampuan masyarakat dalam memitigasi potensi gangguan kamtibmas,” ujar Eko.

Menurutnya, Sumatera Selatan dipilih karena memiliki wilayah hutan dan lahan yang rentan terhadap kebakaran. Kondisi tersebut membuat karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap keselamatan masyarakat, kesehatan, aktivitas ekonomi, mobilitas, hingga stabilitas kamtibmas.

Dalam kegiatan tersebut, STIK mendorong penerapan sistem keamanan lingkungan berbasis komunitas digital untuk mempercepat komunikasi, pelaporan awal, pertukaran informasi, dan koordinasi ketika ditemukan potensi gangguan keamanan.

“Teknologi digital menjadi instrumen untuk mempercepat penyampaian informasi dan memperkuat koordinasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah keterlibatan masyarakat. Masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan dapat menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini,” jelasnya.

Eko menegaskan, pencegahan gangguan kamtibmas, termasuk karhutla, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, edukasi dalam kegiatan STIK Mengabdi juga diberikan kepada unsur kepolisian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sekolah.

“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan respons ketika kejadian sudah berlangsung. Kita perlu membangun kesadaran risiko, memperkuat jejaring komunikasi, dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengenali serta melaporkan potensi gangguan sejak dini,” tuturnya.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh tim dosen STIK yang terdiri atas Pembina Utama Madya Prof. Lindrianasari, SE., M.Si., Akt., Guru Besar STIK; KBP. Dr. Yudhi Hery Setiawan, SIK., M.Si., Dosen Utama STIK; KBP. Erick Hermawan, SIK., M.H., Analis Kebijakan Madya STIK; serta Pembina Rahmadsyah Lubis, S.Pd., M.Pd.

Keterlibatan para dosen tersebut menjadi bagian dari upaya STIK mengimplementasikan ilmu kepolisian melalui edukasi, penguatan kapasitas, serta pemberdayaan masyarakat dalam mendukung deteksi dini dan pencegahan gangguan kamtibmas.

Eko berharap model pengabdian tersebut dapat dikembangkan menjadi kolaborasi berkelanjutan antara STIK, Polri, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat sehingga dapat menghasilkan pola deteksi dini yang dapat diterapkan di wilayah lain.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat, kita ingin membangun masyarakat yang semakin sadar risiko, responsif terhadap potensi gangguan, dan mampu bersama-sama menjaga kamtibmas,” pungkasnya.

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi terhadap 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) di lingkungan Polri. Mutasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026, yakni ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.

Dari keseluruhan personel yang dimutasi, sebanyak 344 personel mendapatkan promosi atau penempatan jabatan baru. Selain itu, terdapat personel yang menyelesaikan pendidikan, berangkat pendidikan, hingga memasuki masa pensiun.

Rotasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan. Perubahan jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, penyegaran, serta kebutuhan organisasi dalam menghadapi tantangan tugas yang terus berkembang.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari proses pembinaan organisasi dan karier personel Polri. Penempatan personel pada jabatan baru dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” kata Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Salah satu perubahan jabatan strategis terjadi pada posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops). Irjen Pol. Roycke Harry Langie, yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara, dipercaya mengemban jabatan sebagai Astamaops Kapolri. Ia menggantikan Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka pensiun.

Posisi Kapolda Sulawesi Utara selanjutnya diisi Brigjen Pol. Yudo Hermanto yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divpropam Polri.

Pergantian juga terjadi pada kepemimpinan Polda Papua Barat Daya. Brigjen Pol. Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau diangkat sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Sementara Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat Daya mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Jabatan Wakapolda Riau selanjutnya diemban Brigjen Pol. Simson Zet Ringu yang sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo. Sementara posisi Wakapolda Gorontalo dipercayakan kepada Kombes Pol. Dedy Suhartono yang sebelumnya bertugas di Korlantas Polri. Lalu, Brigjen Pol. D.I. Susetio Cahyadi dipercaya sebagai Wakapolda Maluku Utara Menggantikan Brigjen Pol. Stephen Maleachi Napiun yang kini dipercaya sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri

Di tingkat Mabes Polri, Irjen Pol. Jawari mendapat amanah sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) menggantikan Irjen Pol. Anwar yang dimutasikan sebagai Pati SSDM Polri dalam rangka pensiun.

Perubahan juga terjadi pada posisi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri. Irjen Pol. Ruslan Ependi dipercaya mengemban jabatan tersebut menggantikan Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak yang dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.

Sementara itu, Kombes Pol. Ian Rizkian Milyardin mendapat penugasan sebagai Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri menggantikan Kombes Pol. Yudi Arkara Oktobera yang diangkat sebagai Karobinopsnal Baharkam Polri.

Rotasi juga mencakup penugasan di bidang pendidikan dan pengembangan kompetensi personel. Sejumlah Pati dan Pamen mendapatkan penugasan untuk mengikuti maupun menyelesaikan pendidikan serta mengemban tugas sebagai Widyaiswara dan dosen di lingkungan Lemdiklat Polri.

Irjen Pol. Johnny menegaskan, seluruh pejabat yang mendapatkan amanah baru diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dan menjalankan tugas secara optimal.

“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyegaran organisasi tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat organisasi Polri dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Pada prinsipnya, seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” tutupnya.

Api Membara di Loa Ipuh Darat, Tim Gabungan Bergerak Cepat Jinakkan Karhutla

Kukar – Kobaran api membakar lahan semak belukar di kawasan KM 12 RT 14, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (30/8/2026).

Menerima informasi kebakaran sekitar pukul 10.00 WITA, personel Polsek Tenggarong bersama Koramil, BPBD Kukar, relawan dan masyarakat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kebakaran menghanguskan sekitar 1 hektare lahan yang didominasi semak belukar, ilalang serta ranting-ranting kering. Dengan dukungan satu unit truk Damkar dan satu unit truk BPBD berkapasitas 4.500 liter, petugas berjibaku mengendalikan api agar tidak meluas.
Setelah sekitar tiga jam penanganan, api berhasil dipadamkan pada pukul 13.00 WITA.

Petugas kemudian melakukan pendinginan pada titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara serta melaksanakan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi, S.Sos. mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam penanganan Karhutla tersebut. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.

“Jangan menunggu api membesar. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” imbaunya.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi dalam keadaan aman. Sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Gerak Cepat Polsek Tabang Ungkap Kasus Pencurian, Motor CRF dan HP Berhasil Diamankan

KUKAR – Gerak cepat jajaran kepolisian kembali membuahkan hasil. Polsek Tabang bersama Tim Aligator Polres Kutai Kartanegara dan personel Polsek Kota Bangun berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian di mess karyawan PT Enggang Alam Sawita (PT EAS), Desa Long Lalang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kasus tersebut terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 05.30 WITA. Korban mendapati sepeda motor Honda CRF warna hitam dengan nomor polisi KT 2755 SJ yang sebelumnya diparkir di depan mess telah hilang.

Tak hanya kendaraan, sebuah handphone Vivo Y03 warna hitam angkasa milik rekan korban, Gervansius Diharjo, juga diketahui ikut hilang.

Kecurigaan kemudian mengarah kepada MIS (23), yang diketahui sama-sama tinggal di mess tersebut. Saat dicari, yang bersangkutan sudah tidak berada di tempat dan sejumlah pakaiannya juga telah dibawa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, pada Minggu sekitar pukul 17.00 WITA, terlapor bersama sepeda motor yang diduga hasil pencurian berhasil diamankan di wilayah Seblimbingan, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit Honda CRF warna hitam nomor polisi KT 2755 SJ dan satu unit handphone Vivo Y03 warna hitam angkasa. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp9 juta.

Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penanganan secara profesional dan sesuai prosedur hukum terhadap setiap laporan masyarakat.

Atas perbuatannya, terlapor disangkakan melanggar Pasal 477 ayat (1) KUHP tentang pencurian.

Saat ini terlapor dan barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan.

Polsek Muara Kaman Cek Hotspot di Rawa Gambut, Ditemukan Sisa Asap Tanpa Api

Kukar – Polsek Muara Kaman melakukan ground check dan verifikasi terhadap satu titik hotspot tingkat kepercayaan medium yang terdeteksi di wilayah Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (30/8/2026).

Pengecekan dilakukan setelah titik panas terdeteksi melalui aplikasi Lembuswana pada koordinat -0.24396, 116.84973. Petugas mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hasil pengecekan menunjukkan titik tersebut berada di lahan pemerintah yang didominasi semak belukar dan rawa gambut. Medan yang sulit serta akses terbatas membuat petugas tidak dapat menjangkau seluruh area secara langsung.

Meski demikian, petugas menemukan sisa kepulan asap, namun tidak mendapati kobaran api. Asap tersebut diduga berasal dari sisa lahan yang sebelumnya terbakar.

Polsek Muara Kaman terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan tidak ada api yang kembali menyala. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi Karhutla.

Cegah Karhutla, Polsek Tenggarong Seberang Pasang Spanduk Imbauan

Kukar – Polsek Tenggarong Seberang terus memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan memasang spanduk imbauan di Jalan Tanjung Gersik RT 02, Desa Perjiwa, Minggu (30/8/2026).

Spanduk tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, menjaga lingkungan dari sumber api, serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Masyarakat juga diajak berperan aktif mencegah Karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Rizky Tovas menegaskan, pemasangan spanduk merupakan langkah preventif untuk membangun kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.

Buka opsi spanduk