Polsek Muara Jawa Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Dukung Pertumbuhan Wilayah Muara Jawa Ulu

Kukar – Polsek Muara Jawa meresmikan pembangunan Jembatan Merah Putih dengan panjang 4 meter dan lebar 2,5 meter di Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (20/5/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Plh. Kapolsek Muara Jawa IPTU Bagus Sukotjo, Lurah Muara Jawa Ulu Usman, Kanit Binmas IPTU Andri Febrianto, Koramil Sangasanga Serka Ariansyah, Bhabinkamtibmas Muara Jawa Ulu Aiptu Immanuel Maro, para personel Polsek Muara Jawa, dan masyarakat kelurahan Muara Jawa Ulu.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar melalui Plh. Kapolsek Muara Jawa IPTU Bagus Sukotjo menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Presisi Merah Putih ini diharapkan mampu memperlancar akses transportasi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan wilayah Kecamatan Muara Jawa khususnya Kelurahan Muara Jawa ulu.

“Jembatan Presisi Merah Putih ini menjadi akses transportasi masyarakat menuju seluruh fasilitas sehingga semakin lancar ke depannya. Ini juga diharapkan mampu membangun pertumbuhan wilayah Kelurahan Muara Jawa Ulu dan Kecamatan Muara Jawa pada umumnya,” kata Kapolsek.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut, khususnya kepada warga Rt. 37 Kelurahan Muara Jawa ulu yang secara bersama-sama dan berkolaborasi dalam perbaikan serta peresmian jembatan Merah Putih Presisi ini.

“Kami mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan, khususnya warga Rt. 37 Kelurahan Muara Jawa Ulu sehingga pembangunan berjalan baik dan lancar. Dengan adanya jembatan ini semoga bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 Resmi Ditutup, Polda Kaltim Raih Juara Umum III

Samarinda – Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 resmi berakhir dalam suasana meriah dan penuh semangat di GOR Segiri Samarinda, Rabu (20/5/2026).

Penutupan ajang bergengsi tersebut dihadiri ratusan atlet, official, panitia, serta para pendukung yang selama lima hari terakhir menyaksikan pertandingan penuh persaingan dan sportivitas.

Ketua Judo Bhayangkara Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.I.K., M.H., M.Si dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kejuaraan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat persaudaraan.

Irjen Pol. Daniel juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menunjukkan dedikasi tinggi selama pelaksanaan turnamen berlangsung.

Menurutnya, olahraga judo bukan sekadar ajang meraih kemenangan, melainkan sarana membentuk karakter dan mental yang kuat bagi setiap atlet.

“Judo tidak hanya membentuk ketangguhan fisik, tetapi juga menanamkan nilai integritas, disiplin, dan semangat juang yang tinggi. Nilai-nilai tersebut sangat sejalan dengan tugas Bhayangkara dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat,” ujar Irjen Pol. Daniel.

Di akhir sambutan, Ketua Judo Bhayangkara juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang serta memberikan motivasi kepada para atlet agar terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

“Teruslah berlatih dan tingkatkan prestasi demi mengharumkan nama institusi Polri dan daerah masing-masing,” pesannya.

Dalam kejuaraan tersebut, persaingan berlangsung ketat di berbagai kelas putra dan putri. Polda Metro Jaya tampil dominan dengan meraih sejumlah medali emas dan berhasil keluar sebagai Juara Umum I. Posisi Juara Umum II diraih Polda Jawa Barat, sementara tuan rumah Polda Kalimantan Timur sukses menempati posisi Juara Umum III.

Sejumlah atlet Polda Kaltim juga berhasil mencatatkan prestasi membanggakan di berbagai kelas pertandingan. Pada kategori putra, Polda Kaltim meraih juara pertama di kelas -60 kilogram, serta beberapa posisi juara ketiga di kelas lainnya.

Sementara di kategori putri, atlet-atlet Polda Kaltim sukses meraih medali emas di kelas -48 kilogram dan beberapa medali perak maupun perunggu di sejumlah kelas pertandingan.

Penyerahan piala juara umum dilakukan langsung oleh Kapolda Kaltim kepada para perwakilan kontingen terbaik sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan pencapaian selama kejuaraan berlangsung.

Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet Polri sekaligus mempererat soliditas dan sportivitas antarpersonel kepolisian dari berbagai daerah di Indonesia.

Humas Polda Kaltim

Tim Basket Polda Kaltim Awali Kapolri Cup 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan

Jakarta – Tim Basket Polda Kalimantan Timur sukses membuka langkah di ajang Kapolri Cup 2026 dengan hasil positif pada laga perdana babak penyisihan yang digelar di Lapangan Basket MS Sport Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Pada pertandingan tersebut, tim basket Polda Kaltim tampil solid saat menghadapi tim dari Polda Sulawesi Tengah (Sulteng). Permainan disiplin dan kerja sama yang apik membawa Polda Kaltim meraih kemenangan dengan skor 43-31.

Sejak kuarter awal, skuad Polda Kaltim mampu mengendalikan ritme pertandingan melalui pertahanan rapat dan serangan cepat yang efektif. Keunggulan poin terus terjaga hingga peluit akhir dibunyikan, sekaligus memastikan kemenangan pertama bagi tim asal Kalimantan Timur di turnamen bergengsi antar jajaran kepolisian tersebut.

Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi Polda Kaltim untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan Polda Banten yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam.

Semangat juang dan kekompakan tim diharapkan terus terjaga agar mampu kembali menampilkan performa terbaik pada laga selanjutnya. Dukungan penuh dari keluarga besar Polda Kaltim juga menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk terus berjuang membawa nama baik institusi di tingkat nasional.

Melalui kerja keras, disiplin, dan sportivitas, tim basket Polda Kaltim optimistis dapat melangkah lebih jauh di ajang Kapolri Cup 2026 serta meraih hasil maksimal hingga membawa pulang gelar juara.

Humas Polda Kaltim

Peringati Harkitnas ke-118, Polda Kaltim Teguhkan Semangat Pengabdian dan Persatuan Bangsa

Polda Kalimantan Timur melaksanakan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di lapangan Mapolda Kaltim, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali semangat persatuan, nasionalisme, serta komitmen pengabdian personel Polri dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Upacara dipimpin oleh Irwasda Polda Kaltim Kombes Pol Aloysius Suprijadi, S.I.K., M.H., serta diikuti jajaran pejabat utama dan personel gabungan di lingkungan Polda Kaltim.

Dalam amanatnya, Irwasda menegaskan bahwa tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, memiliki makna penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.

Menurutnya, generasi muda harus terus dibina dan dijaga agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta memiliki semangat cinta tanah air yang kuat.

Kombes Pol Aloysius menyebutkan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk melindungi mereka dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak persatuan dan nilai-nilai kebangsaan.

Selain ancaman konvensional, tantangan terhadap keutuhan bangsa saat ini juga datang melalui perkembangan teknologi, seperti penyebaran berita bohong, paham intoleran, radikalisme, hingga tindak kejahatan lintas negara berbasis digital.

Menghadapi kondisi tersebut, personel Polda Kaltim diminta untuk terus meningkatkan kemampuan profesional, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta mengoptimalkan langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui langkah preventif dan edukasi kepada masyarakat, Polri diharapkan mampu berperan tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penguat kesadaran hukum dan pelindung generasi muda sebagai aset bangsa.

Di akhir amanatnya, pimpinan upacara menyampaikan penghargaan kepada seluruh personel Polda Kaltim beserta jajaran atas dedikasi dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Kalimantan Timur.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh personel untuk terus bekerja secara profesional, menjaga nama baik institusi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri,” pungkasnya.

Humas Polda Kaltim

Wakapolri: Ancaman Terorisme Berubah, Pencegahan, Collaborative Approach, dan Perlindungan Generasi Muda Jadi Kunci Keamanan Masa Depan

Jakarta, 20 Mei 2026 — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa ancaman terorisme dan ekstremisme saat ini telah mengalami perubahan mendasar, dari pola terstruktur menuju jejaring digital yang lebih cair, adaptif, dan sulit dikenali dengan pendekatan konvensional.

Pesan tersebut disampaikan Wakapolri dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H., serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., sebagai bentuk penguatan sinergi nasional menghadapi ancaman ekstremisme yang terus bertransformasi.

Rakernis Densus 88 AT Polri tahun ini menjadi momentum memperkuat arah kebijakan penanggulangan terorisme Indonesia yang semakin menitikberatkan pada pencegahan dini, perlindungan anak, penguatan literasi digital, serta pendekatan kolaboratif (collaborative approach) lintas sektor, seiring perkembangan ancaman yang bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan sebelumnya.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa seluruh strategi penanganan terorisme harus berpijak pada Grand Strategy Polri 2025–2045 dan selaras dengan Renstra Polri 2025–2029, guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan kebijakan menghadapi tantangan masa depan.

“Kita sedang menghadapi perubahan besar. Ancaman tidak lagi selalu hadir dalam bentuk organisasi besar yang mudah dipetakan, tetapi berkembang melalui ruang digital, simpatisan lepas, hingga jejaring yang dibentuk oleh algoritma. Karena itu, strategi kita juga harus berubah,” ujar Wakapolri.

Menurut Wakapolri, ekstremisme modern kini semakin terfragmentasi, bergerak melalui individu atau kelompok kecil tanpa struktur formal, namun terkonsolidasi melalui paparan digital dan lingkungan sosial.

Ia menjelaskan bahwa ideologi pelaku tidak lagi selalu hadir sebagai doktrin tunggal yang utuh, tetapi berupa fragmen ideologi yang bercampur sesuai kebutuhan psikologis dan sosial individu. Karena itu, pendekatan lama dalam memahami ekstremisme perlu dilengkapi dengan perspektif baru seperti Composite Violent Extremism (CoVE) untuk membaca ancaman yang ambigu dan konvergen.

Selain itu, Wakapolri mengingatkan bahwa ekstremisme saat ini bersifat “glocal”, ketika arus informasi global dapat dengan cepat memengaruhi dinamika sosial lokal melalui media digital.

“Ancaman tidak lagi bisa dipahami secara terpisah antara dimensi global dan lokal. Arus informasi bergerak cepat dan dapat memengaruhi lingkungan sosial dalam waktu singkat,” tegasnya.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan Wakapolri adalah meningkatnya kerentanan generasi muda terhadap paparan ekstremisme dan normalisasi kekerasan di ruang digital.

Data Densus 88 AT Polri per 19 Mei 2026 mencatat 115 anak tergabung dalam True Crime Community (TCC) dan 132 anak terpapar radikalisme di berbagai wilayah Indonesia. Menurut Wakapolri, angka tersebut harus dipahami sebagai fenomena gunung es, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak awal sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

“Kebijakan kontra-ekstremisme yang menyentuh anak harus dibangun dari logika perlindungan dini, bukan logika penindakan dini,” kata Wakapolri.

Ia menegaskan bahwa anak perlu dipahami secara bersamaan sebagai korban sekaligus aktor, sehingga pendekatan yang digunakan harus bersifat rehabilitatif, protektif, dan berbasis perlindungan, bukan semata punitif.

Untuk itu, Densus 88 AT Polri diarahkan menggunakan pendekatan ekologi berlapis (socioecological model), yang mengintegrasikan keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah, dan ruang digital sebagai sistem perlindungan bersama.

Konsep tersebut diwujudkan melalui pembangunan ekosistem “Rumah Aman menuju Sekolah Aman”, di mana Polri berperan sebagai penghubung koordinasi lintas pihak dalam mendeteksi serta mencegah potensi risiko sejak awal.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga menekankan bahwa ancaman ekstremisme masa kini tidak dapat dihadapi oleh satu institusi secara mandiri. Pendekatan yang dibutuhkan adalah collaborative approach, yakni kolaborasi aktif dan berkelanjutan antara aparat keamanan, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, tokoh agama, komunitas, akademisi, platform digital, hingga masyarakat sipil.

“Ancaman ekstremisme tidak dapat diputus oleh satu institusi. Ia harus dihadapi melalui sinergi utuh antara Polri, kementerian, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keamanan masa depan dibangun melalui kolaborasi,” tegas Wakapolri.

Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai menjadi fondasi penting menghadapi ancaman yang kini bersifat multidimensional, lintas platform, dan lintas batas negara, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat sebagai benteng utama pencegahan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakapolri juga mengapresiasi langkah preventif yang telah dilakukan Ditcegah Densus 88, di antaranya penguatan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, program edukasi di 90 SMAN DKI Jakarta yang menjangkau 31.234 siswa dan 1.300 guru serta orang tua, program Ratakan Bali Pro Max di 70 sekolah dengan 9.950 peserta, hingga penerbitan 70 surat edaran pembatasan penggunaan gawai di sekolah yang tersebar di 33 provinsi.

Kehadiran langsung Kepala BNPT dalam Rakernis turut memperkuat pesan bahwa penanggulangan terorisme membutuhkan orkestrasi kebijakan nasional, menghubungkan pencegahan, deradikalisasi, literasi publik, penegakan hukum, dan penguatan masyarakat dalam satu ekosistem keamanan yang terpadu.

Sementara itu, Kadensus 88 AT Polri menegaskan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif dengan mengedepankan deteksi dini, asesmen risiko, dan penguatan ketahanan generasi muda, seiring perubahan pola ancaman di era digital.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi ruang strategis untuk menyusun arah kebijakan menghadapi ancaman ekstremisme yang berubah cepat, sekaligus memperkuat transformasi kelembagaan menuju pendekatan prediktif, preventif, humanis, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan Transformasi Polri.

Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan prinsip utama strategi penanggulangan ancaman masa depan:

“Negara tidak boleh hanya datang saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur.”

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa keamanan masa depan dibangun melalui kemampuan membaca perubahan, memperkuat ketahanan masyarakat, membangun kolaborasi, dan menghadirkan pencegahan sebelum ancaman berkembang menjadi risiko nyata.

Rakernis Densus 88 AT Polri 2026 menegaskan satu hal: menghadapi ancaman baru, negara membutuhkan cara kerja baru — lebih kolaboratif, lebih adaptif, dan lebih dekat dengan masyarakat.

Catatan Kritis Para Akademisi dalam Rakernis Densus 88: Terorisme Kini Tak Lagi Bergerak dengan Cara Lama

Jakarta, 20 Mei 2026 — Ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan terus mengalami perubahan. Jika dahulu ancaman identik dengan organisasi tertutup, doktrin ideologi yang kaku, dan pola rekrutmen konvensional, kini ancaman berkembang lebih cair melalui ruang digital, algoritma, komunitas virtual, hingga kerentanan psikologis generasi muda.

Perubahan wajah ancaman tersebut menjadi perhatian utama dalam Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H.; serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.

Forum tersebut menjadi ruang bertemunya perspektif keamanan, psikologi, hukum, teknologi, dan perlindungan anak untuk membaca ancaman terorisme modern yang dinilai bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan konvensional.

Dalam pemaparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perubahan ancaman harus direspons dengan perubahan cara berpikir dan strategi pencegahan.

“Kita sedang menghadapi ancaman yang tidak lagi selalu tumbuh melalui organisasi besar dengan struktur formal, tetapi bergerak melalui ruang digital, algoritma, dan fragmen ideologi yang sulit dipetakan. Negara tidak boleh hanya hadir saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Menurut Wakapolri, mitigasi embrio terorisme tidak dapat hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus memperkuat literasi digital, perlindungan anak, dan kemampuan masyarakat membaca risiko sejak dini.

Sementara itu, Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa perubahan ancaman ekstremisme menuntut sinergi nasional yang lebih kuat.

“Terorisme dan ekstremisme tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi. Ancaman ini lintas sektor, lintas ruang, dan lintas generasi. Karena itu, pencegahan harus dibangun melalui kolaborasi antara aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, komunitas, hingga platform digital,” ujar Kepala BNPT.

Ia menilai pendekatan preventif menjadi penting agar negara mampu membangun ketahanan masyarakat sebelum ancaman berkembang menjadi tindakan nyata.

Di sisi lain, Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, menekankan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif seiring perubahan pola ancaman.

“Kami melihat langsung bagaimana pola ekstremisme berubah. Ancaman kini lebih cair, lebih personal, dan sering kali berawal dari paparan digital yang tidak terdeteksi. Karena itu, pendekatan penanggulangan harus semakin berbasis pencegahan, asesmen risiko, dan perlindungan kelompok rentan,” kata Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya penguatan deteksi dini terhadap kerentanan anak dan remaja yang menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan ekstremisme digital.

Dalam forum tersebut, para akademisi memberikan apresiasi terhadap substansi buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, sekaligus menyampaikan sejumlah catatan kritis agar strategi pencegahan ekstremisme lebih adaptif, berbasis bukti ilmiah, dan tetap menjunjung prinsip perlindungan masyarakat.

Radikalisasi di Era Digital Tidak Lagi Selalu Bertahap

Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai buku tersebut memperkaya teori counter-terrorism yang selama ini digunakan. Menurutnya, proses radikalisasi di era digital tidak selalu berlangsung bertahap sebagaimana teori klasik, tetapi dapat mengalami lompatan cepat akibat intensitas paparan digital.

Ia menyoroti kerentanan generasi muda yang mengalami alienasi sosial, perasaan tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, yang dapat menjadi pintu masuk narasi ekstrem.

Ekstremisme Modern Kini Dibentuk oleh Algoritma dan Identitas Digital

Guru Besar hukum pidana Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D. menilai kelompok ekstrem modern tidak lagi sekadar membangun propaganda, tetapi juga pengalaman emosional, identitas kelompok, dan keterikatan psikologis yang menarik bagi generasi digital.

Ia mengingatkan agar strategi penanggulangan tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Luka Psikologis Bisa Menjadi Pintu Masuk Radikalisasi

Psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto menyoroti bahwa akar kerentanan terhadap radikalisasi sering kali bukan hanya konten ekstrem, tetapi riwayat perundungan, krisis identitas, hingga keterasingan sosial yang tidak tertangani.

Menurutnya, intervensi perlu mencakup pendekatan klinis dan penguatan kesehatan mental, bukan hanya kontra-radikalisasi.

AI dan Analisis Data Didorong Jadi Instrumen Deteksi Dini

Pakar analisis data Dr. Ismail Fahmi menekankan perlunya kolaborasi antara aparat dan komunitas riset untuk membangun sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan, guna mengenali anomali perilaku digital sebelum berkembang menjadi ancaman.

Meski berasal dari disiplin berbeda, para akademisi menyampaikan satu benang merah yang sama: terorisme modern tidak lagi dapat dipahami dengan pola lama.

Ancaman kini bergerak melalui ruang digital, dipengaruhi algoritma, kondisi psikologis, budaya visual, hingga dinamika sosial yang semakin kompleks. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi psikologi, pendidikan, hukum, teknologi, perlindungan anak, dan masyarakat.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum memperkuat strategi penanggulangan terorisme yang lebih prediktif, preventif, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan arah Transformasi Polri dalam menjaga keamanan nasional menghadapi perubahan ancaman global.

Karena ancaman yang berubah menuntut cara memahami dan mencegahnya ikut berubah.

Densus 88 AT Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Ekstremisme Digital pada Anak dan Remaja

Jakarta – Densus 88 AT Polri resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 18–20 Mei 2026 dengan mengusung tema strategi kolaboratif presisi dalam penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme guna menjaga stabilitas kamtibmas nasional.

Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana menjelaskan bahwa Rakernis tahun ini menjadi momentum penting dalam merespons transformasi ancaman terorisme yang semakin kompleks dan multidimensional, khususnya di ruang digital yang menyasar anak-anak dan remaja.

“Fenomena ekstremisme mengarah kepada terorisme saat ini telah berkembang dari pola ideologis konvensional menuju kepada berbagai bentuk baru yang dikenal sebagai non coherent extremism maupun nihilistic violent extremism. Media sosial, platform digital, hingga game online kini dimanfaatkan sebagai sarana rekrutmen, grooming, serta penyebaran kekerasan,” ujar Kombes Pol. Mayndra.

Dalam rangkaian pembukaan Rakernis, Kapolri meninjau Milestone Wall yang menampilkan sejarah panjang penanggulangan terorisme di Indonesia, mulai dari akar gerakan DI/TII tahun 1949, perkembangan jaringan transnasional Jemaah Islamiyah, tragedi Bom Bali I, hingga keberhasilan Densus 88 AT Polri menjaga capaian “ Zero Attacks” sepanjang periode 2023–2025.

Rakernis yang diikuti kurang lebih 670 peserta tersebut fokus membahas peningkatan paparan radikalisme dan kekerasan terhadap anak. Berdasarkan data tahun 2026, tercatat 132 anak terpapar radikalisme dibeberapa provinsi, 115 anak terpapar paham kekerasan dan telah diintervensi oleh Densus 88 bersama dengan Polda dan Pemerintah Daerah beserta stakeholders terkait. Sebagian kasus diketahui juga berkaitan dengan komunitas digital seperti True Crime Community (TCC) yang menunjukkan eskalasi menuju aksi kekerasan.

Selain pembahasan strategi preemtif, preventif, dan represif, forum ini juga menyoroti pentingnya penguatan literasi digital, deteksi dini di lingkungan sekolah dan keluarga, serta optimalisasi rencana kontinjensi Aman Nusa III.

Dalam arahannya, Kapolri memberikan apresiasi atas keberhasilan Densus 88 AT Polri mempertahankan status zero terrorist attack selama hampir tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, keberhasilan tersebut tentu saja sangat mendukung stabilitas nasional, meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, serta memberikan dampak positif terhadap iklim investasi dan agenda strategis nasional maupun internasional.

Kapolri juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks akibat tingginya penetrasi internet dan perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dimanfaatkan kelompok ekstrem untuk melakukan radikalisasi otomatis, penyebaran salad bar ideology, hingga gamifikasi kekerasan melalui platform permainan daring.

“Densus 88 AT Polri harus terus memperkuat kemampuan intelijen teknologi dan intelijen manusia guna mengantisipasi transformasi ancaman yang bergerak cepat di ruang siber,” ujar Kombes Pol. Mayndra mengulangi arahan Kapolri.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri turut menyerahkan penghargaan kepada 12 tokoh dan counterpart dari negara sahabat yang dinilai berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme, termasuk akademisi, psikolog, mitra internasional, lembaga pendidikan, hingga unsur masyarakat sipil.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Kapolri didampingi oleh Kadensus 88 AT, dan beberapa Pejabat Utama Polri, dengan harapan seluruh instrumen intelijen dan penegakan hukum dapat semakin adaptif dan kolaboratif dalam menjaga keamanan nasional serta melindungi generasi muda Indonesia dari ancaman ekstremisme berbasis kekerasan.

Sejumlah Atlet Pengprov PJSI Berbagai Daerah Sabet Gelar Juara, Warnai Kemeriahan Judo Kapolri Cup 2026 di Kaltim

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Samarinda – Gelaran pertandingan final Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 di GOR Segiri Samarinda, Selasa (19/05/26), berlangsung meriah. Pada pertandingan tersebut, para atlet terbaik dari Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (Pengprov PJSI) berbagai daerah saling menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kategori senior putra dan putri di sejumlah kelas berat.

Pada kategori senior putra, atlet dari Pengprov PJSI DKI Jakarta berhasil meraih juara pada kelas -55 Kg, -66 Kg, -73 Kg, dan -90 Kg. Sementara itu, atlet dari Pengprov PJSI Kalimantan Timur sukses menjadi juara pada kelas -60 Kg. Di kelas -81 Kg putra, atlet dari Pengprov PJSI Bali berhasil tampil impresif dan keluar sebagai juara.

Sementara pada kategori senior putri, atlet dari Pengprov PJSI Jawa Barat berhasil meraih gelar juara pada kelas -57 Kg, -63 Kg, dan +78 Kg. Atlet dari Pengprov PJSI DKI Jakarta juga berhasil menjadi juara di kelas -52 Kg putri. Sedangkan atlet dari Pengprov PJSI Jawa Timur sukses meraih posisi pertama pada kelas -70 Kg.

Pada kelas Open/+78 Kg putri, atlet dari Pengprov PJSI Kalimantan Timur berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara di hadapan para pendukung yang memadati GOR Segiri Samarinda.

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., menyampaikan bahwa Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 menjadi momentum penting dalam mendorong pembinaan atlet sekaligus memperkuat semangat sportivitas.

“Melalui Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 ini, kita melihat semangat kompetisi yang sehat, disiplin, dan penuh sportivitas dari seluruh atlet. Ajang ini juga menjadi wadah untuk melahirkan atlet-atlet judo berprestasi yang nantinya mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Kombes Pol Yuliyanto.

Tampil Gemilang, Personel Sat Brimob Polda Kaltim Borong Prestasi di Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Samarinda – Personel Satuan Brimob Polda Kaltim berhasil menorehkan sejumlah prestasi membanggakan dalam ajang Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 yang digelar di GOR Segiri Samarinda pada 17 hingga 20 Mei 2026. Raihan medali dari berbagai kategori menjadi bukti kemampuan serta semangat juang para atlet Brimob Kaltim di tingkat nasional.

Dalam kejuaraan tersebut, personel dari Batalyon A Pelopor maupun Batalyon C Pelopor tampil maksimal dan sukses membawa pulang medali emas, perak, serta perunggu pada sejumlah nomor pertandingan, mulai dari kategori perorangan, beregu hingga bela diri Polri.

Salah satu prestasi diraih personel Batalyon A Pelopor, Bripda Elman Siahaan, yang berhasil meraih medali perunggu kategori -60 kilogram putra senior. Penampilannya yang penuh semangat serta teknik bertanding yang baik membuatnya mampu bersaing dengan para atlet terbaik dari berbagai daerah.

Selain itu, empat personel Batalyon A Pelopor lainnya juga berhasil mencatatkan hasil gemilang. Bripda Syaiful Bahri sukses meraih Juara 1 kategori Polri Putra, Bripda Zain Zaky memperoleh medali perak beregu mix kelas +90 kilogram putra, sementara Bripda Ismail Bardan dan Bripda Mustofa Hilmi masing-masing meraih medali perunggu Bela Diri Polri Perorangan kelas -66 kilogram dan -81 kilogram putra.

Tak hanya dari Batalyon A Pelopor, personel Batalyon C Pelopor juga menunjukkan performa membanggakan. Bripda Baiq Syalwa Dila berhasil meraih Juara 1 kelas 78+ putri serta Juara 2 beregu mix. Kemudian Bripda Julianda Rizaldy Luthfi bersama Bharada Andi Hasby Kurniawan sukses meraih Juara 1 berpasangan kelas -66 putra dan Juara 3 Mix Beladiri Polri.

Keberhasilan para personel tersebut mendapat apresiasi dari Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Andy Rifai, S.I.K., M.H., melalui para komandan batalyon yang menyampaikan rasa bangga atas capaian para atlet Brimob Kaltim dalam ajang bergengsi tersebut.

“Kami sangat bangga dengan hasil yang diraih para personel. Prestasi ini merupakan buah dari latihan, disiplin, dan semangat juang yang tinggi. Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa personel Brimob tidak hanya unggul dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga,” ungkapnya.

Sementara itu, Danyon A Pelopor Kompol Iwan Pamuji, S.H., M.H., menyampaikan bahwa capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan tradisi prestasi di berbagai ajang olahraga.

Hal senada disampaikan Danyon C Pelopor Kompol Ahmad Supriyadi, S.H., M.H. yang mengapresiasi kerja keras para personelnya selama mengikuti pertandingan hingga berhasil membawa nama baik Sat Brimob Polda Kaltim di tingkat nasional.

Dengan raihan prestasi tersebut, Satbrimob Polda Kaltim kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun personel yang profesional, tangguh, serta berprestasi, sekaligus mengharumkan nama Korps Brimob Polri melalui bidang olahraga bela diri.

Bertanding pada Ajang Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026, Srikandi Polwan Polda Kaltim Torehkan Prestasi Gemilang

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Samarinda – Srikandi Polwan Polda Kaltim berhasil menorehkan sejumlah prestasi membanggakan dalam ajang Kejuaraan Judo Piala Kapolri Cup Tahun 2026 yang digelar di GOR Segiri Samarinda.

Kejuaraan yang diikuti peserta dari berbagai satuan dan kontingen tersebut menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet-atlet Polri, termasuk para Polwan Polda Kaltim yang tampil penuh semangat dan sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Dalam pelaksanaan pertandingan, para atlet Polwan Polda Kaltim sukses meraih sejumlah gelar pada kategori beregu maupun perorangan. Prestasi tersebut menjadi bukti keseriusan dan dedikasi personel dalam mengembangkan kemampuan di bidang olahraga bela diri, khususnya judo.

Bripda Sintikhe Ordlhen berhasil meraih Juara 2 Beregu Mix Kaltim serta Juara 3 kelas -78 kg putri. Sementara itu, Bripda Siti Nurrahayu Kustiono turut menyumbangkan prestasi dengan meraih Juara 2 Beregu Mix Kaltim.

Prestasi membanggakan lainnya juga diraih Bripda Triana Arum Rahayu yang sukses menjadi Juara 1 Beladiri Polri Perorangan Putri kelas 63 kg–70 kg.

Sedangkan pada kategori Beladiri Polri Beregu Mix, Bripda Dyesta Azzahra Nabilla, Bripda Nurafni Elyvia Zahra, dan Bripda Maria Strambi Eko berhasil meraih Juara 1 dan membawa nama harum Polda Kaltim di tingkat nasional.

Tidak hanya itu, Bripda Nurfaisyah dan Bripda Helda Nur Azizah juga berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan meraih Juara 3 Beladiri Polri Beregu Mix serta Juara 3 Beladiri Polri Perorangan kelas 52 kg–57 kg putri.

Ditenpat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., menjelaskan bahwa para Srikandi Polwan Polda Kaltim berhasil menunjukkan performa terbaiknya pada sejumlah kategori pertandingan, baik nomor perorangan maupun beregu dalam Kejuaraan Judo Piala Kapolri Cup Tahun 2026.

“Pada ajang Kejuaraan Judo Kapolri Cup Tahun 2026, personel Polwan Polda Kaltim berhasil meraih beberapa prestasi di antaranya Juara 1 Beladiri Polri Beregu Mix, Juara 1 Beladiri Polri Perorangan Putri kelas 63 kg–70 kg, Juara 2 Beregu Mix Kaltim, hingga Juara 3 pada sejumlah kategori perorangan putri,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut menjadi bukti kemampuan dan kesiapan para atlet Polwan Polda Kaltim dalam bersaing di tingkat nasional serta menunjukkan semangat sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Keikutsertaan para Srikandi Polwan Polda Kaltim dalam kejuaraan ini tidak hanya sebagai bentuk partisipasi, namun juga berhasil memberikan hasil yang membanggakan bagi kontingen Polda Kaltim,” tambahnya.