Pengungkapan Judi Online Berlanjut, Dorongan Publik Perkuat Pengawasan Pembayaran DigitalSerta Transparansi dan Akuntabilitas Aset Sitaan

Jakarta — Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terus memperkuat penanganan kasus perjudian daring yang telah memasuki tahap lanjutan pasca berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21).

Dalam pengungkapan tersebut, patroli siber yang dilakukan secara intensif berhasil mengidentifikasi 21 website yang terafiliasi dalam satu jaringan. Modus operandi yang digunakan menunjukkan sistem yang terorganisir, mulai dari operasional platform hingga pengelolaan aliran dana melalui berbagai rekening dan perusahaan serta penggunaan fasilitas pembayaran digital atau payment gateway

Saat ini banyak pendapat dari berbagai kalangan yang menyatakan bahwa penguatan pengawasan terhadap payment gateway menjadi langkah strategis dalam memutus rantai kejahatan siber. Tidak hanya sebagai sarana transaksi, platform pembayaran kerap dijadikan titik krusial dalam mengelola dan mendistribusikan dana hasil tindak pidana, termasuk judi online, penipuan digital, dan skema investasi ilegal.

Pandangan tersebut sejalan dengan pendekatan follow the money yang disampaikan oleh Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, yang menekankan bahwa penelusuran aliran dana menjadi kunci utama dalam mengungkap kejahatan keuangan, termasuk praktik judi online yang memanfaatkan berbagai instrumen pembayaran digital.

Lebih lanjut, PPATK dalam berbagai analisisnya menegaskan bahwa sistem pembayaran digital kerap dimanfaatkan sebagai sarana utama dalam praktik judi online, penipuan (scam), hingga investasi ilegal. Oleh karena itu, pengawasan terhadap payment gateway, e-wallet, dan instrumen pembayaran digital lainnya perlu diperketat melalui penerapan prinsip know your customer (KYC), pelaporan transaksi mencurigakan, serta audit yang transparan.

Sementara itu, ahli TPPU Yenti Garnasih menekankan bahwa aliran dana hasil kejahatan harus diputus secara menyeluruh, sehingga tidak ada pihak yang dapat menikmati hasil tindak pidana.

Pengamat kebijakan publik Achmad Nur Hidayat turut menilai bahwa pengawasan terhadap payment gateway dan layanan keuangan digital harus dilakukan secara konsisten dan transparan, guna mencegah penyalahgunaan sistem oleh jaringan kejahatan terorganisir.

Ke depan, sinergi lintas sektor antara aparat penegak hukum, regulator, dan penyedia jasa keuangan dinilai menjadi kunci untuk memastikan sistem pembayaran digital tidak disalahgunakan. Penguatan pengawasan berbasis teknologi, peningkatan kepatuhan terhadap prinsip know your customer (KYC), serta kewajiban pelaporan transaksi mencurigakan menjadi aspek yang perlu terus diperkuat.

Dengan pendekatan yang komprehensif tersebut, diharapkan celah pemanfaatan sistem pembayaran digital dalam praktik judi online dan kejahatan siber lainnya dapat semakin dipersempit, sekaligus memperkuat integritas sistem keuangan nasional.

Pengungkapan jaringan yang melibatkan puluhan situs judi online ini tidak hanya menjadi capaian penegakan hukum, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas, khususnya dalam pengelolaan uang sitaan hasil judi online yang akan dirampas untuk negara.

Pengungkapan jaringan perjudian daring ini seyogyanya harus diikuti dengan tata kelola aset yang jelas, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan sampai dengan tahapan eksekusi putusan pengadilan.

Penanganan judi online sendiri dilakukan melalui dua pendekatan utama. Pertama, melalui mekanisme penegakan hukum secara reguler, yakni pelaksanaan patroli siber dan penyelidikan intensif sebagaimana selama ini telah dilakukan oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri serta jajaran di kewilayahan, termasuk yang terbaru adalah pengungkapan Praktik Perjudian Online oleh Dit Siber Polda Sumatera Utara yang telah mengamankan 19 orang tersangka pada 16 Maret 2026 yang lalu.
Pendekatan ini fokus pada pengungkapan pelaku, situs, serta jaringan operasional di balik praktik perjudian daring.
Dalam rentang waktu tahun 2021 sampai dengan 2026 Siber Bareskrim Polri telah berhasil mengungkap lebih dari 30 kasus judi online dengan 171 tersangka dan total uang yang berhasil disita sejumlah 241 Milyar rupiah.

Pendekatan Kedua, melalui mekanisme non-konvensional berbasis keuangan, yakni menggunakan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2013 yang memanfaatkan Laporan Hasil Analisis (LHA) dari PPATK. Dalam mekanisme ini, aparat penegak hukum melakukan penelusuran terhadap rekening-rekening yang digunakan dalam praktik judi online, yang umumnya merupakan rekening nominee atau pinjam nama. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menelusuri dan merampas aset hasil kejahatan yang tersembunyi dalam sistem keuangan.

Berdasarkan LHA serahan dari PPATK, hingga saat ini Bareskrim telah melakukan penyitaan sejumlah 142 milyar dari lebih kurang 359 rekening yang terkait praktik judol.
Dan pada 5 Maret 2026 Siber Bareskrim melakukan penyerahan uang hasil perjudian online dalam rangka eksekusi aset putusan Perma Nomor 1 tahun 2013 senilai 58 Milyar kepada Kejaksaan sebagai hasil penanganan kejahatan judol dengan mekanisme non konvensional.

Kegiatan eksekusi ini menjadi krusial dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum, meningkatkan efektifitas putusan pengadilan, dimana putusan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi
nyata dilaksanakan, selain itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap peradilan dan aparat penegak hukum serta menertibkan administrasi dan tata kelola eksekusi sesuai standar dan prosedur yang diatur dalam PERMA yaitu transparan, akuntabel, dan terukur.

Sejumlah pengamat dan ahli menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus harus diikuti dengan tata kelola aset sitaan yang transparan dan akuntabel. Dari Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, menyatakan bahwa penyitaan aset hasil judi online harus memberikan kontribusi nyata bagi negara dan dikelola secara terbuka serta dapat dipertanggungjawabkan.

Pengamat Ekonomi CELIOS, Nailul Huda menyoroti besarnya kerugian negara akibat judi online, sehingga penanganannya tidak boleh berhenti pada pengungkapan semata, tetapi harus memastikan seluruh rantai, termasuk aliran dana dan aset, diputus secara menyeluruh.

Dari sisi pencegahan kejahatan keuangan, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana kembali menekankan bahwa pendekatan follow the money menjadi kunci untuk memastikan aliran dana ilegal dapat ditelusuri dan dihentikan.

Dengan nilai sitaan yang signifikan dalam kasus ini, publik menaruh harapan besar agar proses hukum tidak hanya berhenti pada tahap penuntutan, tetapi juga berujung pada eksekusi putusan pengadilan yang memastikan seluruh aset hasil kejahatan dapat dirampas untuk negara.

Langkah komprehensif ini diharapkan tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik bahwa negara hadir secara utuh—mulai dari pengungkapan, penelusuran aset, hingga pengelolaan hasil sitaan secara transparan dan akuntabel yang dilakukan secara kolaboratif oleh para aparat penegak hukum.

Hadirkan Pendekatan Diri dengan Masyarakat, Personel Ops Damai Cartenz Belanja dan Berbagi di Sinak

Puncak, Papua Tengah — Aktivitas Pasar Sinak di Kampung Gigobak pada Sabtu (28/3) pagi berlangsung seperti biasa. Mama-mama Papua tampak duduk beralas tikar sederhana, menjajakan sayur-mayur, pinang, serta hasil kebun yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

Di tengah suasana itu, sejumlah personel Operasi Damai Cartenz 2026 hadir dan berbaur dengan masyarakat. Mereka tidak datang dalam situasi formal, melainkan ikut berbelanja di lapak-lapak milik warga, menyapa, serta berbincang ringan dengan para pedagang.

Salah seorang mama penjual sayur mengaku merasakan suasana yang berbeda dari biasanya. “Mereka datang beli sayur, sempat bicara juga. Baru kali ini seperti ini,” ujarnya sederhana, sambil tetap melayani pembeli lainnya.

Di sudut pasar, beberapa anak terlihat memperhatikan dari kejauhan. Ketika personel membagikan makanan ringan, sebagian anak mulai mendekat dengan rasa penasaran, sementara yang lain masih memilih berdiri di samping orang tua mereka yang seakan menunjukkan bahwa rasa aman itu mulai tumbuh, meski belum sepenuhnya utuh.

Kehadiran aparat melalui aktivitas sederhana seperti ini menjadi bagian dari pendekatan yang dilakukan di tengah masyarakat. Bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi mencoba hadir dalam keseharian warga, di ruang-ruang yang selama ini menjadi pusat kehidupan sosial.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa interaksi langsung di tengah masyarakat merupakan langkah penting dalam membangun hubungan yang lebih dekat.

“Kami ingin kehadiran personel tidak hanya dirasakan sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Pendekatan seperti ini diharapkan dapat membangun rasa saling percaya secara bertahap,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa komunikasi yang terbangun melalui interaksi sederhana memiliki arti penting dalam menjaga stabilitas jangka panjang.

“Kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk membuka komunikasi yang lebih hangat antara aparat dan masyarakat. Dari interaksi kecil, kita berharap tumbuh kepercayaan yang lebih kuat ke depannya,” jelasnya.

Meski demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kepercayaan tidak hadir secara instan. Bagi sebagian masyarakat, pengalaman dan situasi yang telah berlangsung lama membuat mereka membutuhkan waktu untuk benar-benar merasa aman.

Di Pasar Sinak, langkah kecil seperti membeli sayur dan menyapa mungkin terlihat sederhana. Namun bagi masyarakat, itu bisa menjadi awal yang perlahan, tenang, dan penuh kehati-hatian untuk menuju hubungan yang lebih terbuka antara warga dan aparat di tanah Papua. Tv

Sulap Lahan Eks Tambang Jadi Lumbung Pangan, Polres Kukar Fasilitasi Petani Jagung di Tenggarong Seberang

Kukar – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran jajaran pejabat Polres Kukar dalam giat panen jagung di lahan eks PT Kitadin, Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kamis (26/03/2026) lalu.

Lahan seluas 0,5 hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Jagung Berkah di bawah pimpinan Sdr. Ainul Rofik tersebut berhasil memanen jagung dengan estimasi hasil mencapai 1 ton.

Sinergi Lintas Sektoral di Lahan Eks Kitadin
Usai pelaksanaan panen, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan strategis yang dihadiri oleh Kabag SDM Polres Kukar Kompol Suwarno, Kasi Humas Iptu Maryono, Kanit Binmas Polsek Tenggarong Seberang Iptu Purwanto, Kepala Desa Embalut Yahya, perwakilan PT Kitadin, serta pengurus dari tujuh kelompok tani setempat.

Pertemuan tersebut membahas rencana besar penanaman jagung serentak di lokasi eks tambang PT Kitadin yang dijadwalkan akan terlaksana pada Mei 2026 mendatang.

Polri Tawarkan Solusi Pupuk hingga Permodalan
Dalam arahannya, Kompol Suwarno menyarankan agar para petani menyalurkan hasil panen mereka langsung ke Bulog. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga pangan dan melindungi petani dari praktik tengkulak yang merugikan.

“Polres Kukar siap memberikan dukungan nyata, mulai dari bantuan pupuk hingga memfasilitasi kerja sama dengan pihak perbankan untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga murah bagi para petani,” ujar Kompol Suwarno.

Komitmen Pemerintah Desa dan Dinas Pertanian
Senada dengan pihak kepolisian, Kepala BPP Tenggarong Seberang, Hartoyo, menyatakan kesiapannya untuk mengajukan kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan) kepada Dinas Pertanian Provinsi. Sementara itu, Kades Embalut Yahya, menekankan pentingnya regenerasi kelompok tani agar lahan eks tambang tersebut dapat dikelola secara produktif dan maksimal.

Kapolsek Tenggarong Seberang, Iptu Aulia Rahman, melalui laporannya menyatakan bahwa kegiatan berjalan lancar dan menjadi bukti nyata sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan korporasi dalam menyulap lahan pascatambang menjadi sumber pangan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Wujudkan Kamtibmas, Personel Sat Samapta Polres Kukar Pererat Sinergi dengan Petugas Jaga Objek Vital

Kukar – Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan sekadar menjaga keamanan, namun juga untuk menjalin silaturahmi dan memberikan rasa tenang. Hal inilah yang ditunjukkan oleh personel Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara (Kukar) saat melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polres Kukar, Kamis (26/03/2026).

Pagi itu, sekira pukul 10.00 WITA, lima personel muda Sat Samapta yang terdiri dari Bripda Iver Sumitro, Bripda Rahmat, Bripda Muhammad Brigas Kuncahya, Bripda Muhammad Arfian Herdianto, dan Bripda Muhammad Novan Suryahadi, menyambangi Kantor PLN Tenggarong dan perbankan.

Bukan sekadar melintas, para personel ini berhenti sejenak untuk berdialog langsung dengan petugas keamanan (Satpam) yang sedang berjaga. Dalam suasana yang santai namun tetap waspada, Bripda Iver Sumitro dan rekan-rekan memberikan pesan-pesan kamtibmas dengan bahasa yang santun.

“Kami mengajak rekan-rekan petugas jaga di Kantor PLN dan perbankan untuk tetap waspada terhadap lingkungan sekitar. Jika melihat hal-hal yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera menghubungi Call Center 110 atau melapor ke kantor polisi terdekat,” ujar salah satu personel saat berinteraksi dengan petugas jaga.

Kantor PLN dan perbankan merupakan salah satu objek vital yang sangat berpengaruh pada hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, Sat Samapta Polres Kukar menempatkan lokasi ini sebagai salah satu prioritas patroli guna memastikan pelayanan listrik kepada masyarakat tidak terganggu oleh potensi tindak pidana atau gangguan keamanan lainnya.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah patroli lainnya dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Langkah preventif ini diharapkan dapat terus memupuk sinergi antara Polri dan petugas pengamanan swakarsa dalam menciptakan lingkungan yang nyaman bagi seluruh warga Tenggarong.

Melalui patroli humanis ini, Sat Samapta Polres Kukar ingin menyampaikan pesan bahwa Polri selalu ada dan siap menjadi mitra masyarakat dalam menjaga kedamaian kota.

Pimpin Apel Pagi, Wakapolres Kukar Tekankan Jaga Citra Institusi dan Kebersihan Mako

Kukar – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara menggelar rutin Apel Pagi Personel yang bertempat di Halaman Mako Polres Kutai Kartanegara, Jumat (27/03/2026). Selain sebagai sarana pengecekan personel, momentum ini juga digunakan untuk mempererat tali silaturahmi di tengah suasana hari raya.

Apel yang dimulai pukul 07.30 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Kutai Kartanegara, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, serta dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU), Perwira, Bintara, hingga ASN di lingkungan Polres Kukar.

Dalam arahannya, Kompol Izdiharuddin Faris mengawali dengan ucapan selamat Idul Fitri bagi personel yang merayakan. “Selaku pribadi dan pimpinan, saya mengucapkan selamat lebaran, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya di hadapan peserta apel.

Terkait kedisiplinan, Wakapolres memberikan atensi khusus pada manajemen cuti personel. Ia menginstruksikan Seksi Propam (Sipropam) untuk melakukan pengecekan ketat terhadap personel cuti gelombang pertama yang belum kembali bertugas. Selain itu, pesan tegas diberikan kepada personel yang akan melaksanakan cuti gelombang kedua.

“Bawa nama baik institusi dan jangan melakukan pelanggaran sekecil apa pun. Pelanggaran anggota akan menurunkan citra Polri di mata masyarakat,” tegas Wakapolres.

Menindaklanjuti program nasional, Polres Kukar melanjutkan kegiatan dengan agenda “Indonesia Asri”. Mengingat sebagian personel masih dalam masa cuti, kegiatan pembersihan lingkungan difokuskan di area sekitar Mako Polres Kukar.

Kompol Izdiharuddin menjelaskan bahwa ke depannya, aksi bersih-bersih ini akan diperluas jangkauannya.

“Satu bulan sekali, kita akan laksanakan kegiatan Indonesia Asri di fasilitas umum seperti masjid, pasar, dan terminal dengan melibatkan instansi terkait lainnya,” tambahnya.

Kegiatan apel pagi berakhir pada pukul 08.00 WITA dalam situasi yang aman, tertib, dan penuh kekeluargaan, sebelum dilanjutkan dengan giat kurve lingkungan.

Keramba Ikan dan Perahu Hancur Dihantam Tug Boat, Personel Polsek Muara Muntai Amankan TKP

Kukar – Unit Reskrim Polsek Muara Muntai bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan air yang melibatkan kapal Tug Boat (TB) Primastar 51 di wilayah Desa Muara Muntai Ilir Sebrang, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis (26/03/2026).

Kapal yang menarik muatan batu palu tersebut dilaporkan menabrak sejumlah keramba ikan dan satu unit perahu ketingting milik warga di kawasan Kampung Lawi, RT 06, sekira pukul 11.00 WITA.

Kapolsek Muara Muntai, Iptu Jaelani, mengonfirmasi bahwa insiden bermula saat kapal TB Primastar 51 milik PT Karya Mahakam Jaya sedang dalam perjalanan dari arah Samarinda menuju Jety Bampu.

“Saat melintas di lokasi kejadian, kapal tersebut mengenai empat unit keramba ikan dan satu perahu ketingting milik warga setempat. Akibatnya, keramba mengalami kerusakan parah dan sebagian besar ikan di dalamnya terdampak,” ujar Iptu Jaelani.

Dua dari empat keramba yang rusak diketahui berisi berbagai jenis ikan, mulai dari ikan Betutu, Patin, Lele, hingga Pupuyu, sementara dua keramba lainnya dalam keadaan kosong namun tetap mengalami kerusakan struktur.

Sementara itu, pihak kepolisian telah mengidentifikasi nahkoda kapal TB Primastar 51.

Pasca-kejadian, personel Polsek Muara Muntai langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan pendataan awal. Kepolisian berkomitmen untuk memfasilitasi penyelesaian masalah ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Saat ini kami telah menerima laporan resmi dan melakukan identifikasi di TKP. Rencana tindak lanjut ke depan adalah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk pihak kapal, guna mengetahui penyebab pasti insiden ini,” tegas Iptu Jaelani.

Situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif, dan pihak kepolisian terus memantau perkembangan proses mediasi maupun penyelidikan lebih lanjut agar hak-hak masyarakat yang dirugikan dapat terpenuhi.

Perkuat Mental Spiritual, Personel Polsek Anggana Ikuti Binroh Islami Bersama Mabes Polri Via Zoom

Kukar – Dalam upaya membentuk karakter anggota Polri yang humanis dan religius, personel Polsek Anggana mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binroh) Islami secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Kamis (26/03/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagbinreligi Rowatpers SSDM Polri ini dipusatkan di Mapolsek Anggana dan dipimpin langsung oleh Kanit Lantas Polsek Anggana, dengan diikuti oleh seluruh jajaran personel.

Siraman Rohani dan Pembacaan Yasin Berjamaah
Rangkaian kegiatan religi pagi ini diawali dengan pembacaan Surat Yasin secara berjamaah yang berlangsung khidmat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tausiyah agama yang disampaikan oleh Iptu Ahmad Luthfi, (Paur Subbagdalops Bagops Polres Empat Lawang, Polda Sumsel).

Dalam ceramahnya, Iptu Ahmad Luthfi menekankan pentingnya menjaga integritas dan keikhlasan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mewujudkan Polri yang Profesional dan Bertaqwa
Kapolsek Anggana, Iptu I Komang Mahendra Putra, menegaskan bahwa pembinaan mental ini merupakan agenda penting guna menyeimbangkan kewajiban dinas dengan kebutuhan spiritual personel.

“Kami ingin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan personel. Dengan mental yang kuat dan religius, diharapkan anggota dapat menjalankan tugas di lapangan secara lebih profesional, tulus, dan terhindar dari pelanggaran,” ujar Iptu I Komang Mahendra.

Antusiasme terlihat jelas dari para personel yang mengikuti jalannya kegiatan hingga selesai. Binroh ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas formalitas, tetapi mampu memberikan dampak nyata pada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik di wilayah hukum Polsek Anggana.

“Melalui siraman rohani ini, kami berkomitmen untuk terus memperbaiki diri agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan lebih dekat dengan masyarakat,” pungkas Kapolsek.

Hingga berakhirnya kegiatan pada siang hari, situasi di Mapolsek Anggana terpantau aman, lancar, dan penuh kekhusyukan.

Patroli Satgas Ops Damai Cartenz di Intan Jaya: Interaksi dengan Warga dan Anak-anak di Sugapa

Intan Jaya – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 melaksanakan patroli di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (25/3/2026). Patroli berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan mencakup sejumlah titik seperti Kampung Mamba, Pasar Intan Jaya, dan area Bank Papua.

Di Kampung Mamba dan pasar, personel berhenti untuk berbicara dengan warga yang sedang beraktivitas. Beberapa warga terlihat menyampaikan kondisi kampung, sementara aparat memberikan imbauan terkait keamanan.

Di sela patroli, sejumlah anggota juga berinteraksi dengan anak-anak yang berada di sekitar lokasi. Mereka membagikan makanan ringan dan mengajak anak-anak bermain di halaman terbuka. Beberapa anak mendekat, sementara yang lain memilih melihat dari kejauhan.

“Saya lihat anak-anak senang, tapi ada juga yang masih takut-takut,” kata seorang warga yang menyaksikan kegiatan tersebut.

Sekitar pukul 12.00 WIT, patroli berlanjut ke area Bank Papua untuk memastikan aktivitas pelayanan berjalan seperti biasa.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menyatakan bahwa patroli dialogis dilakukan untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat.

“Patroli dialogis ini menjadi salah satu upaya kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menekankan pentingnya komunikasi dalam mencegah potensi gangguan keamanan.

“Dengan komunikasi yang baik, potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi lebih awal,” katanya.

Situasi di wilayah Sugapa selama patroli dilaporkan berjalan tanpa insiden. Namun, interaksi antara aparat dan masyarakat masih menunjukkan respons yang beragam.

Hadir di Tengah Masyarakat, Sat Samapta Polres Kukar Perkuat Kamseltibcar Lantas di Simpang Pesut

Kukar – Personel Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima melalui pergelaran personel berseragam di titik-titik rawan kemacetan dan aktivitas masyarakat. Pada Rabu (25/03/2026) pagi, Regu 2 Patroli Sat Samapta melaksanakan giat pengaturan lalu lintas di kawasan Simpang Pesut, Kota Tenggarong.

Kegiatan ini melibatkan enam personel berbakat, di antaranya Bripda M. Syeh Walid Maligga, Bripda Purnama Nur Ariyandi, Bripda Muhammad Ari Ramadhani, Bripda Diki Rahman Salik, dan Bripda Muhammad Rafli Yusdi.

Kehadiran personel berseragam ini bertujuan utama untuk menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas). Selain mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan, para petugas juga aktif membantu warga yang hendak menyeberang jalan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memastikan aktivitas warga berjalan lancar dan memberikan rasa aman, terutama di titik-titik persimpangan yang padat seperti Simpang Pesut,” tulis laporan resmi Sat Samapta Polres Kukar.

Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di lapangan dilaporkan berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas saat diarahkan oleh petugas juga dinilai cukup tinggi, sehingga tidak ditemukan adanya kendala berarti di lapangan.

Melalui giat rutin seperti ini, Polres Kutai Kartanegara berharap dapat terus menekan angka pelanggaran lalu lintas sekaligus mempererat kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat Kota Tenggarong.

Perkuat Kedisiplinan dan Kebersihan Mako, Polres Kutai Kartanegara Gelar Apel Pagi Rutin

Kukar – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan Apel Pagi rutin sebagai sarana meningkatkan kedisiplinan personel dan penyampaian arahan strategis pimpinan. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Mako Polres Kutai Kartanegara pada Kamis (26/03/2026) pukul 08.00 WITA.

Apel pagi kali ini dipimpin oleh Kabag Ren Polres Kutai Kartanegara, AKP Rihard Nixon Hernando Lumban Toruan, dan dihadiri oleh jajaran Kabag, Kasat, Kasi, Perwira, Bintara, serta ASN di lingkungan Polres Kutai Kartanegara.

Dalam arahannya, AKP Rihard Nixon menekankan pentingnya rasa syukur dan konsistensi dalam menjalankan tugas. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah kewajiban personel untuk proaktif dalam mendukung manajemen media, termasuk interaksi positif di kanal komunikasi internal Polres.

Selain itu, ditekankan pula mengenai pentingnya pelayanan prima kepada masyarakat.

“Kepada petugas piket penjagaan, saya minta untuk mengutamakan prinsip 3S (Senyum, Sapa, Salam) dalam melayani masyarakat. Jawablah setiap pertanyaan warga dengan sopan,” tegas AKP Rihard.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel karena dalam kurun waktu satu bulan terakhir tidak ditemukan adanya pelanggaran anggota, yang menunjukkan tren positif kedisiplinan di Polres Kukar.

Kesiapan Operasional dan Agenda “Indonesia Asri”
Menambahkan arahan tersebut, Kabag Ops Polres Kutai Kartanegara menyampaikan beberapa poin krusial terkait agenda operasional.

Menindaklanjuti arahan Presiden RI mengenai program “Indonesia Asri”, seluruh personel diinstruksikan melakukan kegiatan kerja bakti (kurve) untuk menjaga kebersihan lingkungan Mako.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat performa Polres Kutai Kartanegara baik dalam aspek internal organisasi maupun pelayanan publik di lapangan.