Pencarian Tiga Hari Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Belayan Ditemukan

Kukar — Upaya pencarian selama tiga hari terhadap seorang karyawan PT EAS yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Belayan, Desa Long Lalang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, akhirnya membuahkan hasil.

Korban berinisial M (49) ditemukan pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 09.30 WITA di wilayah Desa Penoon, Kecamatan Kembang Janggut, tepatnya di sekitar penyeberangan feri.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (4/9/2026), ketika korban bersama tiga rekan kerjanya berada di tepian Sungai Belayan setelah menyelesaikan pekerjaan memperbaiki pipa Alkon milik perusahaan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, korban bersama tiga rekannya kemudian berenang menyeberangi sungai. Saat berada di bagian tengah sungai, korban diduga mengalami kelelahan dan meminta pertolongan. Ketiga rekannya yang telah berada di tepian seberang berupaya memberikan bantuan, namun korban kemudian terbawa arus dan tenggelam.

Sejak kejadian tersebut, pencarian dilakukan hingga akhirnya korban ditemukan pada hari ketiga.

Polsek Tabang bergerak sejak menerima informasi kejadian. Personel mendatangi lokasi penemuan, melakukan evakuasi korban, serta berkoordinasi dalam penanganan korban dan proses pemeriksaan medis.

Setelah dievakuasi, korban dibawa ke Puskesmas Tukung Ritan untuk dilakukan pemeriksaan dan Visum et Repertum (VER). Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Dalam penanganan kasus ini, kepolisian juga telah membuat laporan serta melakukan langkah-langkah sesuai prosedur. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu menegaskan bahwa kepolisian telah melakukan tindakan sesuai kewenangan, mulai dari mendatangi lokasi, mengevakuasi korban, melakukan pemeriksaan medis, hingga melengkapi administrasi laporan.

Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar aliran Sungai Belayan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi arus dan kedalaman sungai. Keselamatan harus menjadi prioritas, terutama saat melakukan aktivitas di perairan.

Dengan ditemukannya korban, rangkaian pencarian yang berlangsung selama tiga hari tersebut berakhir. Kepolisian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar perairan.

Polri Gerak Cepat Dukung Pemadaman Karhutla Sumsel dengan Formula X-Fire

JAKARTA – Polri terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan. Salah satunya dengan mengirimkan sebanyak 4.000 liter formula pemadam X-Fire untuk mendukung pemadaman karhutla, khususnya di kawasan lahan gambut.

Pengiriman dilakukan melalui Slog Polri pada Minggu (6/9/2026). Sebanyak 200 jerigen berisi formula X-Fire dengan kapasitas masing-masing 20 liter dimuat ke dalam dua unit truk dari Gudang Slog Polri.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengiriman tersebut merupakan bagian dari penguatan dukungan operasional Polri dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

“Polri terus memperkuat dukungan terhadap jajaran di wilayah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya dengan mengirimkan dukungan formula pemadam X-Fire yang akan digunakan untuk membantu penanganan karhutla, terutama pada karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Trunoyudo menjelaskan, sebanyak 4.000 liter formula tersebut diangkut menggunakan dua unit truk. Masing-masing truk membawa 100 jerigen berkapasitas 20 liter atau sebanyak 2.000 liter.

“Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel di lapangan dalam melakukan pemadaman dan pengendalian karhutla, sehingga api tidak semakin meluas dan dapat segera ditangani,” katanya.

Formula X-Fire sebelumnya telah digunakan dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Dalam penerapannya, formula tersebut dicampurkan dengan air dengan komposisi 200 liter formula dan 800 liter air untuk setiap 1.000 liter campuran. Penggunaan formula tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan penggunaan air ketika petugas melakukan pemadaman di medan yang sulit dijangkau.

Selain penggunaan formula pemadam, penanganan karhutla di lahan gambut juga dilakukan dengan teknik penyiraman spiral. Metode tersebut dilakukan dari sisi luar area terbakar secara bertahap menuju titik api utama untuk membantu memutus rambatan api sekaligus mempercepat proses pendinginan.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi antara kesiapan personel, dukungan peralatan, metode pemadaman yang tepat, serta kecepatan dalam merespons setiap titik api. Polri memastikan dukungan tersebut terus diperkuat agar penanganan di lapangan dapat berjalan optimal,” jelas Trunoyudo.

Dua truk pengangkut formula X-Fire tersebut diberangkatkan dari Slog Polri pada Minggu (6/9/2026) sekitar menuju Polda Sumatera Selatan.

Trunoyudo menegaskan, Polri tidak hanya mengedepankan langkah pemadaman, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan agar karhutla tidak terus meluas.

“Upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, pemadaman hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” pungkasnya.

Brimob Polda Metro Jaya Semprot Jalan dan Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau

Jakarta — Satuan Brimob Polda Metro Jaya bergerak cepat mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan mengerahkan personel dan sarana pendukung ke sejumlah wilayah Jakarta, Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi, Minggu (6/9/2026).

Personel Batalyon A, B, C dan D Pelopor dikerahkan untuk melakukan penyemprotan sejumlah ruas jalan menggunakan kendaraan taktis Armored Water Cannon (AWC), sekaligus membagikan masker dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak sebaran abu vulkanik.

Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan dari kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI. Batalyon B menangani jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Sementara Batalyon C menyemprot Jl. RE Martadinata dan Jl. Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan, sedangkan Batalyon D menangani Jl. Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

AWC berkapasitas 6.000 liter air digunakan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Di sejumlah lokasi, personel juga membagikan masker kepada warga serta menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar masyarakat tetap tenang, menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat jajaran untuk membantu mengurangi dampak sebaran material vulkanik sekaligus melindungi masyarakat.

“Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker, menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah,” ujar Henik.

Warga juga diminta membatasi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi di sekitar. Personel Brimob turut mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi resmi pemerintah dan instansi terkait mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau.

Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang terdampak abu. Satbrimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan dukungan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan serta kenyamanan warga di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Sidokkes Polresta Bandara Soetta Berikan Pelayanan Kesehatan dan pemberian masker kepada Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

TANGERANG — Dalam rangka memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Sidokkes Polresta Bandara Soekarno-Hatta melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pelayanan medis kepada penumpang serta pengguna jasa bandara yang mengalami penundaan keberangkatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (6/9/2026) mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai, dengan menyasar area Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gangguan operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dalam kegiatan tersebut, personel Sidokkes melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan tekanan darah, kepada penumpang maupun pengguna jasa bandara. Petugas juga memberikan masker serta imbauan untuk menggunakan masker, khususnya sebagai langkah perlindungan terhadap paparan abu vulkanik.

Selain itu, personel memberikan vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan kepada penumpang maupun pengguna jasa yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan oleh Kasidokkes Polresta Bandara Soetta Penata Tk. I Dedy Kurniawan, S.Kep., bersama personel Sidokkes, dengan didukung anggota Satlantas Polresta Bandara Soetta dan anggota Pospol Bandara Soetta.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa dalam situasi gangguan penerbangan akibat faktor alam, keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.

“Polresta Bandara Soekarno-Hatta berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengamanan kepada masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, kami mengimbau seluruh penumpang untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, menggunakan masker, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang maupun pengelola bandara.”

Kapolresta juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan situasi melalui sumber resmi.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Utamakan keselamatan, ikuti petunjuk petugas di lapangan, dan manfaatkan pelayanan kesehatan yang disediakan apabila membutuhkan bantuan,” tambahnya.

Sementara itu, BMKG pada Minggu (6/9/2026) melaporkan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap atmosfer serta keselamatan penerbangan. Kondisi operasional bandara dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Bandara Soekarno-Hatta memastikan kehadiran personel tidak hanya dalam aspek pengamanan dan kelancaran pelayanan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan, keselamatan, dan kebutuhan masyarakat yang terdampak situasi darurat di lingkungan bandara.

Waspadai Paparan Abu Vulkanik, Kapolres Metro Depok Bersama Polwan Bagikan Masker kepada Masyarakat

Depok — Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Dr. Christian Rony Putra bersama personel Polwan membagikan masker kepada pengguna jalan dan penumpang angkutan umum di kawasan Simpang Margonda, Depok, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polres Metro Depok terhadap kesehatan warga, menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai wilayah Depok.

Kombes Rony mengatakan, pembagian masker menjadi langkah antisipasi agar masyarakat tetap terlindungi saat beraktivitas di luar ruangan.

“Kami membagikan masker karena udara dari Gunung Anak Krakatau sampai ke wilayah ini. Jadi, kita perlu mengantisipasi dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan,” ujar Kombes Rony.

Aksi simpatik tersebut juga akan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik strategis. Selain itu, Dokkes Polres Metro Depok disiagakan di Poliklinik Polres untuk memberikan pelayanan awal apabila ada warga yang membutuhkan pemeriksaan.

“Masyarakat Depok dan sekitarnya tidak perlu panik. Tetap jaga kesehatan, gunakan masker, dan mulai peduli dari diri sendiri. Untuk anggota, kami juga wajibkan menggunakan masker saat bertugas,” pungkas Kombes Rony.

Polri Perkuat Kesiapsiagaan Pasukan Hadapi Dampak Aktivitas Gunung Api

DEPOK, 6 September 2026 — Korps Samapta Baharkam Polri memperkuat kesiapsiagaan personel, peralatan, patroli, SAR, dan layanan kepolisian untuk menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga.

Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol. Nazli memimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Apel Korsabhara Baharkam Polri, Minggu (6/9/2026). Sebanyak 299 personel disiapkan bersama 10 ekor K9, kendaraan rescue, kendaraan Karhutla, dapur lapangan, kendaraan K9, serta berbagai peralatan SAR.

Kesiapan tersebut diperkuat di wilayah dengan perintah kepada Dirsabhara/Dirsampata Polda Banten, Polda Lampung, dan Polda Metro Jaya untuk melaksanakan apel kesiapsiagaan pasukan serta memastikan personel siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga menjadi perhatian masyarakat. Setelah mengalami erupsi menerus sekitar 25 jam, aktivitas vulkanik masih terus dipantau dan potensi erupsi susulan tetap menjadi perhatian. Sebaran abu vulkanik juga berdampak pada sejumlah wilayah di Banten dan Lampung serta memengaruhi aktivitas penerbangan.

Kesiapsiagaan Samapta Baharkam Polri ditujukan untuk memastikan masyarakat memperoleh bantuan secara cepat apabila terjadi gangguan keamanan, hambatan mobilitas, kebutuhan evakuasi, pencarian dan pertolongan, maupun kondisi darurat lainnya.

Personel Samapta dan unsur terkait akan memperkuat patroli di wilayah yang berpotensi terdampak, termasuk kawasan permukiman, jalur lalu lintas, wilayah pesisir, serta lokasi yang menjadi akses masyarakat. Patroli dilakukan untuk memantau situasi sekaligus memberikan bantuan apabila ditemukan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Selain patroli, personel SAR, Perintis, Satwa, dan K9 disiapkan agar dapat segera digerakkan untuk mendukung pencarian, pertolongan, evakuasi, dan penyelamatan. Kendaraan rescue, peralatan SAR, masker, dapur lapangan, serta perlengkapan pendukung lainnya juga disiapkan untuk menunjang pelayanan di lapangan.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi layanan Polisi 110. Layanan tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan laporan, meminta bantuan, atau memperoleh pelayanan kepolisian ketika menghadapi kondisi darurat, gangguan keamanan, hambatan di lapangan, maupun situasi lain yang membutuhkan kehadiran personel Polri.

Masyarakat diimbau menyampaikan informasi secara jelas, meliputi lokasi kejadian, kondisi yang dihadapi, kebutuhan bantuan, serta nomor yang dapat dihubungi. Setiap laporan akan diterima dan ditindaklanjuti sesuai jenis kebutuhan serta perkembangan situasi di lapangan.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kesiapsiagaan yang dilakukan Korps Samapta Baharkam Polri merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi situasi darurat seorang diri.

“Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa ketika terjadi sesuatu, ada personel yang siap membantu. Karena itu, Polri menyiapkan personel, kendaraan, peralatan SAR, K9, patroli, serta layanan Polisi 110 agar bantuan dapat dijangkau dengan cepat,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan memastikan kemampuan respons Polri tersedia apabila situasi berkembang.

“Prinsip kami adalah memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bantuan ketika membutuhkan. Personel Samapta Baharkam dan jajaran kewilayahan siap melaksanakan patroli, memberikan pelayanan, membantu evakuasi, serta mengerahkan kemampuan SAR sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Ia menegaskan, kehadiran Polri dalam situasi bencana tidak hanya berkaitan dengan pengamanan.

“Polri hadir untuk membantu masyarakat, menjaga kelancaran aktivitas, membuka akses, melakukan patroli, membantu evakuasi, serta melaksanakan pencarian dan pertolongan. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan 110,” tegasnya.

Polri mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mematuhi batas atau zona bahaya yang telah ditetapkan.

Khusus masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik, penggunaan masker dan perlindungan mata dapat dilakukan sesuai anjuran instansi kesehatan. Masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.

Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan Polisi 110. Layanan tersebut digunakan untuk laporan atau permintaan bantuan yang membutuhkan penanganan kepolisian. Masyarakat diharapkan menyampaikan informasi secara benar dan tidak menggunakan layanan 110 untuk laporan palsu atau tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Polri terus memperkuat kesiapsiagaan Samapta, patroli, SAR, dan layanan kepolisian secara kewilayahan sebagai bentuk komitmen untuk memastikan masyarakat terlindungi, pelayanan tetap berjalan, akses bantuan mudah dijangkau, dan kemampuan pertolongan dapat bergerak cepat ketika dibutuhkan.

“Tidak perlu panik, tetapi jangan lengah. Ikuti informasi resmi. Jika membutuhkan bantuan kepolisian, hubungi layanan 110. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, Polri siap hadir,” pungkas Trunoyudo

Pantau Karhutla, Satbrimob Polda Jambi Bersama Instansi Terkait Patroli Kawasan Konservasi Gajah di Tebo

Jambi – Personel Satuan Brimob Polda Jambi bersama instansi terkait melaksanakan patroli terpadu menuju kawasan konservasi gajah di Kabupaten Tebo, Jambi, sebagai upaya menjaga keamanan kawasan sekaligus memastikan kelestarian habitat satwa dilindungi tersebut.

Kegiatan patroli yang dilaksanakan pada Sabtu, (05/09/2026) ini menjadi bagian dari sinergi lintas instansi dalam melakukan pemantauan kawasan konservasi, khususnya di tengah kondisi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan dan habitat gajah, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun ancaman karhutla yang dapat berdampak terhadap kelangsungan ekosistem serta keberadaan satwa liar.

Kehadiran personel di kawasan konservasi juga diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan serta mendorong kepedulian bersama terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan bahwa patroli terpadu tersebut merupakan bentuk komitmen Polri bersama instansi terkait dalam menjaga kawasan konservasi dan melindungi satwa yang ada di dalamnya.

“Patroli ini merupakan bentuk sinergi dan kepedulian bersama untuk memastikan kawasan konservasi tetap aman, sekaligus memantau kondisi habitat gajah di tengah situasi rawan karhutla. Kami ingin memastikan upaya pencegahan dan penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada perlindungan masyarakat, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan ekosistem dan satwa liar,” ujar Kabid Humas.

Ia menegaskan, Polri akan terus mendukung langkah-langkah terpadu bersama instansi terkait dalam menjaga kelestarian lingkungan, mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta mengantisipasi potensi konflik antara satwa liar dengan masyarakat.

“Kelestarian gajah dan habitatnya merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antarinstansi perlu terus diperkuat agar kawasan konservasi tetap terjaga, masyarakat di sekitar kawasan merasa aman, dan ekosistem dapat terlindungi secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Karhutla Malam Hari di Kedang Murung, Keterbatasan Sumber Air Jadi Kendala Pemadaman

Kukar – Kebakaran lahan terjadi pada malam hari di wilayah milik PT IPA, Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Sabtu (5/9/2026). Api membakar semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering dengan luasan diperkirakan mencapai ±1 hektare.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 20.00 WITA, Personel Polsek Kota Bangun bersama unsur kecamatan, perangkat desa, Koramil, Damkar, Posko Karhutla dan Linmas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Pemadaman berlangsung dalam kondisi malam hari dengan kendala utama berupa tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat penanganan membutuhkan dukungan sarana pemadaman dan koordinasi lintas unsur agar api tidak semakin meluas.

Api yang berada di sekitar pinggir jalan sempat merambat dan membakar vegetasi kering di sekitarnya. Sementara itu, penyebab atau sumber awal api masih dalam penyelidikan.

Sebanyak 27 personel gabungan dikerahkan, pemadaman dilakukan menggunakan peralatan manual milik Damkar Kecamatan Kota Bangun dengan dukungan water tank milik PT IPA. Petugas secara bergantian menyiram titik api dan bara yang masih menyala.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar pukul 21.00 WITA hingga 23.30 WITA. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan penyisiran dan pendinginan, mengingat bara yang tersisa dapat kembali memicu api, terlebih pada vegetasi kering.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan menegaskan bahwa kondisi lapangan dan keterbatasan sumber air menjadi perhatian dalam proses penanganan, sehingga sinergi seluruh unsur menjadi faktor penting untuk mempercepat pemadaman.

“Dengan kondisi malam hari dan tidak adanya sumber air di sekitar lokasi, penanganan dilakukan secara terkoordinasi dengan memanfaatkan sarana yang tersedia. Setelah api padam, kami tetap melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala,” tegasnya.

Sekitar pukul 23.30 WITA, api dinyatakan padam dan lokasi dalam kondisi aman. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Pemantauan tetap dilakukan di area bekas kebakaran sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.

Polsek Kota Bangun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan segera melaporkan setiap kemunculan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Api Batu Bara Merambat ke Semak, Polsek Loa Janan Bersama Tim Gabungan Bergerak Cepat

Kukar – Kebakaran yang bermula dari material batu bara di area disposal tambang PT TMU merembet ke semak belukar di Dusun Batuah RT 09, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Sabtu (5/9/2026).

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Loa Janan langsung turun ke lokasi sekitar pukul 15.30 WITA dan berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan dan lahan di sekitarnya.

Penanganan dilakukan secara bersama-sama melibatkan personel kepolisian, Kepala Desa Tani Harapan, pihak eksternal PT TMU, security dan 10 karyawan PT TMU, Tim Rescue PT KE, serta dukungan mobil pemadam Desa Tani Harapan dan water tank PT KE.

Di tengah kondisi lapangan yang sulit, petugas dan tim gabungan melakukan pemadaman secara manual menggunakan ranting pohon untuk memukul titik-titik api. Upaya tersebut diperkuat dengan penggunaan alat berat dozer untuk membuat sekat di sekitar area terbakar sehingga api tidak mudah merambat.

Setelah api berhasil dikendalikan, personel bersama tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali membesar.

Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menegaskan bahwa penanganan kebakaran membutuhkan kecepatan sekaligus kerja sama seluruh pihak di lapangan.

“Yang utama adalah memastikan api tidak meluas. Karena itu, personel bersama unsur terkait langsung melakukan pemadaman dan penyisiran sampai kondisi dinyatakan aman,” ujarnya.

Berkat koordinasi dan kerja sama lintas unsur, kebakaran berhasil dikendalikan. Kegiatan penanganan selesai sekitar pukul 21.30 WITA dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.

Pupuk Perusahaan Disembunyikan di Semak, Polsek Samboja Ungkap Penggelapan 630 Kg

Kukar – Unit Reskrim Polsek Samboja berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang melibatkan seorang karyawan perusahaan swasta di wilayah Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial FRT (47) yang diketahui bekerja sebagai pengemudi dump truck pada PT AJP. Kasus ini diketahui pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA di kawasan perkebunan kelapa sawit PT AJP.

Pengungkapan bermula saat pihak perusahaan menemukan adanya pupuk yang seharusnya didistribusikan ke lokasi perkebunan, namun tidak sampai ke tempat tujuan. Setelah dilakukan pengecekan, sebagian pupuk justru ditemukan disembunyikan di semak-semak dan ditutup menggunakan terpal warna hijau.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan 38 karung untilan pupuk NPK dengan berat sekitar 630 kilogram, satu unit dump truck Mitsubishi KT 8980 OT beserta kunci dan STNK, serta satu terpal warna hijau.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pupuk tersebut diduga sengaja tidak diturunkan di lokasi tujuan dan disembunyikan untuk kemudian diperjualbelikan. Dalam kasus tersebut, tersangka juga mengakui perbuatannya bersama seorang rekannya berinisial AC, yang saat ini masih dalam pencarian.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan pengungkapan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dan menindaklanjutinya melalui proses penyelidikan serta pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka.

“Barang bukti telah kami amankan dan tersangka menjalani proses pemeriksaan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” ujar Kapolsek.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 488 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penggelapan yang dilakukan oleh seseorang karena hubungan kerja, profesi, atau memperoleh upah untuk menguasai barang tersebut.

Polsek Samboja menegaskan akan terus menindak setiap bentuk penyalahgunaan kepercayaan dalam hubungan kerja yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi perusahaan maupun pihak lainnya.