382 Peserta, 20 Negara, Cikeas Mendunia! Wakapolri Buka Kapolri Cup II

BOGOR – Wind Tunnel Korps Brimob Polri di Gedung Soemardhi, Cikeas, Kabupaten Bogor, berubah menjadi panggung olahraga dirgantara dunia. Sebanyak 382 peserta yang tergabung dalam 156 tim ambil bagian dalam International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 yang berlangsung 17–20 September 2026.

Kejuaraan tersebut dibuka Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selaku Pembina Komite Olahraga Polri, Kamis (17/9/2026).

Kapolri Cup II tidak hanya diikuti atlet Indonesia. Sebanyak 89 atlet dan official mancanegara dari 9 negara turut ambil bagian, yakni China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Rusia, Singapura, dan Thailand.

Atmosfer internasional semakin terasa dengan kehadiran 20 juri internasional dari 12 negara. Jika digabungkan berdasarkan negara asal atlet, official, dan juri, 20 negara terlibat dalam keseluruhan penyelenggaraan.

Kompetisi mempertandingkan Formation Skydiving (FS), Vertical Formation Skydiving (VFS), Dynamic, dan Freestyle.

Dalam sambutannya, Wakapolri mengatakan perkembangan indoor skydiving Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan capaian yang membanggakan.

Pada rangkaian FAI Indoor Skydiving 2024 di Macau, atlet Brimob Polri yang memperkuat tim Indonesia berhasil meraih medali perak dan perunggu pada Kejuaraan Asia, serta menempati peringkat kelima pada FAI World Cup.

“Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata atlet-atlet Polri dalam prestasi indoor skydiving Indonesia di tingkat Asia maupun dunia.”

Semangat tersebut kemudian berlanjut pada Kapolri Cup I 2024. Tim Korps Brimob dan tim Polwan Pasukan Gegana berhasil meraih prestasi pada kelas internasional.

Menurut Wakapolri, Kapolri Cup II diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi penggerak pembinaan atlet dan peningkatan daya saing olahraga dirgantara Indonesia.

“Kapolri Cup II diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecahan rekor-rekor baru, serta penguat daya saing dirgantara Indonesia di kancah global.”

Wakapolri juga meminta seluruh atlet menjunjung sportivitas dan saling menghormati. Kepada panitia dan personel pengamanan, ia menekankan pentingnya memastikan seluruh kegiatan berlangsung profesional, aman, tertib, dan lancar.

Sementara kepada seluruh pihak yang terlibat, Wakapolri meminta semangat kolaborasi terus dijaga.

“Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan.”

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry, S.H., M.M., mengapresiasi dukungan Polri dalam penyelenggaraan kejuaraan internasional tersebut.

Menurut Irvan, perkembangan indoor skydiving membutuhkan ruang kompetisi yang semakin luas agar pembinaan atlet dapat berjalan secara konsisten.

“Perkembangan olahraga terjun payung, termasuk nomor indoor skydiving, menunjukkan bahwa minat masyarakat dan kompetisinya perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang.”

Ia berharap Kapolri Cup dapat menjadi bagian dari upaya membangun kompetisi yang rutin dan berkesinambungan di kawasan Asia.

“Kami berharap Kejuaraan International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup dapat menjadi momentum mengangkat dan mendorong tercapainya target-target pengembangan olahraga yang telah kami sampaikan.”

Rangkaian kompetisi internasional tersebut kemudian dilanjutkan dengan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026.

Keberadaan Wind Tunnel Korps Brimob Polri di Cikeas diharapkan semakin memperkuat ekosistem olahraga indoor skydiving Indonesia, baik sebagai tempat latihan, pembinaan maupun kompetisi bertaraf internasional.

Wakapolri: Kapolri Cup II Dorong Indoor Skydiving Indonesia Mendunia

BOGOR – Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus mendorong olahraga skydiving Indonesia semakin berprestasi di tingkat dunia.

Hal tersebut disampaikan Wakapolri saat membuka International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 di Gedung Soemardhi Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9/2026).

“Kapolri Cup II diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecahan rekor-rekor baru, serta penguat daya saing dirgantara Indonesia di kancah global,” ujar Wakapolri.

Kejuaraan yang berlangsung pada 17–20 September 2026 tersebut diikuti 382 peserta yang tergabung dalam 156 tim. Sebanyak 89 atlet dan official mancanegara dari 9 negara turut berpartisipasi, yakni China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Rusia, Singapura, dan Thailand.

Atmosfer kompetisi semakin terasa dengan keterlibatan 20 juri internasional dari 12 negara, yaitu Australia, Belanda, Finlandia, Inggris, Jerman, Kroasia, Lithuania, Prancis, Republik Ceko, Selandia Baru, Spanyol, dan Swedia.

Dengan memperhitungkan negara asal atlet, official, dan juri, 20 negara terlibat dalam keseluruhan penyelenggaraan kejuaraan.

Wakapolri mengatakan perkembangan indoor skydiving Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan capaian yang membanggakan.

Pada rangkaian FAI Indoor Skydiving 2024 di Macau, atlet Brimob Polri yang memperkuat tim Indonesia berhasil meraih medali perak dan perunggu pada Kejuaraan Asia, serta menempati peringkat kelima pada FAI World Cup.

“Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata atlet-atlet Polri dalam prestasi indoor skydiving Indonesia di tingkat Asia maupun dunia,” kata Wakapolri.

Semangat tersebut kemudian berlanjut pada Kapolri Cup I 2024 yang digelar di fasilitas yang sama. Tim Korps Brimob dan tim Polwan Pasukan Gegana berhasil meraih prestasi pada kelas internasional.

Menurut Wakapolri, peningkatan jumlah peserta dan keterlibatan atlet serta juri dari berbagai negara menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman dan kualitas kompetisi.

Karena itu, ia meminta seluruh atlet memanfaatkan kejuaraan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan rasa saling menghormati.

“Jadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk menunjukkan prestasi terbaik, memperluas persahabatan, dan membangun semangat kebersamaan antar-atlet dari berbagai negara,” ujarnya.

Wakapolri juga meminta panitia penyelenggara dan personel pengamanan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung profesional, aman, tertib, dan lancar.

“Berikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan tamu, sehingga kejuaraan ini mampu meninggalkan kesan positif serta mencerminkan kapasitas Indonesia, dan dalam hal ini Polri, sebagai tuan rumah event olahraga internasional,” kata Wakapolri.

Ia menambahkan, keberhasilan kejuaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari keberlanjutan pembinaan dan kerja sama yang terbangun.

“Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan.”

Sementara itu, Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry, S.H., M.M., mengapresiasi dukungan Polri terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Menurut Irvan, perkembangan olahraga terjun payung, termasuk indoor skydiving, membutuhkan ruang kompetisi yang semakin luas agar minat, pembinaan, dan prestasi atlet dapat terus berkembang.

“Perkembangan olahraga terjun payung, termasuk nomor indoor skydiving, menunjukkan bahwa minat masyarakat dan kompetisinya perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang. Karena itu, upaya pembinaan atlet sekaligus peningkatan kualitas pertandingan harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” ujar Irvan.

Irvan mengatakan pihaknya terus membangun kerja sama dengan organisasi peminat terjun payung di berbagai negara kawasan Asia, dengan dukungan organisasi terjun payung internasional.

Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong terselenggaranya kejuaraan single event indoor skydiving di kawasan Asia secara rutin dan berkesinambungan.

“Kompetisi yang berlangsung secara berkesinambungan diharapkan dapat semakin mendorong perhatian masing-masing negara terhadap pembinaan dan pengembangan atlet,” katanya.

Ia berharap Kapolri Cup II dapat menjadi momentum untuk mendorong target pengembangan olahraga tersebut sekaligus memperluas jejaring kompetisi di kawasan Asia.

“Kami berharap Kejuaraan International Open Indoor Skydiving Kapolri dapat menjadi momentum mengangkat dan mendorong tercapainya target-target pengembangan olahraga,” ujar Irvan.

Atas nama pengurus olahraga Federasi Terjun Payung Indonesia, Irvan juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Polri atas dukungan terhadap terselenggaranya kejuaraan internasional tersebut.

Kepada seluruh atlet, panitia, dan wasit, ia berpesan agar pertandingan berlangsung dengan tetap mengutamakan keselamatan.

“Selamat bertanding kepada para atlet, kepada panitia dan para wasit selamat bertugas. Agar kita semua selalu dan senantiasa mengutamakan faktor keselamatan. Safety, safety, and safety,” ucapnya.

Rangkaian kompetisi di Wind Tunnel Korps Brimob Polri selanjutnya dilanjutkan dengan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026.

Wind Tunnel Korps Brimob Polri di Cikeas menjadi fasilitas penting dalam pengembangan indoor skydiving nasional. Fasilitas yang diresmikan pada Maret 2023 tersebut memiliki diameter 4,8 meter, kapasitas hingga 10 penerjun, serta dapat dioperasikan selama 24 jam.

Melalui penyelenggaraan kompetisi internasional tersebut, Cikeas tidak hanya menjadi tempat para atlet mengejar podium. Lebih dari itu, Wind Tunnel Korps Brimob menjadi ruang bertemunya atlet dan komunitas dari berbagai negara, tempat pengalaman dipertukarkan, jejaring diperluas, dan pembinaan skydiving Indonesia terus didorong menuju panggung dunia.

Diduga Bakar Lahan Sawit PT BDAM, Pria di Loa Kulu Diamankan Polisi

Kukar – Kepolisian Sektor (Polsek) Loa Kulu bergerak cepat mengusut dugaan tindak pidana pembakaran lahan perkebunan kelapa sawit milik PT BDAM di kawasan Padang Indah Blok S-11 Divisi Pinang Hijau Estate, Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Peristiwa ini berawal pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Saat itu, salah seorang saksi melihat kepulan asap membumbung tinggi dari area perkebunan. Saksi lantas berkoordinasi dengan pihak manajemen dan keamanan perusahaan untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi kejadian.

Hasil penelusuran menunjukkan area lahan seluas kurang lebih 0,8 hektar yang berisi 80 pohon kelapa sawit berusia enam bulan hangus terbakar. Merasa dirugikan, pihak perusahaan resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Loa Kulu pada Rabu (16/9/2026) untuk diproses secara hukum. Dari penelusuran awal, aksi pembakaran tersebut mengarah kepada seorang warga setempat berinisial M (43).

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto membenarkan pengungkapan perkara tersebut. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Barang Bukti yang Diamankan 1 buah cangkul, 1 buah parang, 1 buah korek api, Arang sisa pembakaran kayu dan 1 pohon tanaman kelapa sawit usia ± 6 bulan.

Dalam penanganan perkara ini, kepolisian mengedepankan pendekatan humanis mengingat terlapor merupakan penyandang disabilitas rungu (tuna rungu).

Polsek Loa Kulu telah berkoordinasi dengan pihak Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Kutai Kartanegara untuk memberikan pendampingan ahli selama pemeriksaan guna menjamin hak-hak hukum terlapor. Selain itu, penyidik juga berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan setempat.

Terlapor disangkakan Pasal 108 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jo. Pasal 108 UU No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar. Saat ini kepolisian tengah melengkapi administrasi penyidikan serta bersiap menggelar perkara guna menentukan kepastian status hukum kasus tersebut.

Dua Pria Ditangkap Polsek Loa Kulu Atas Dugaan Kepemilikan Sabu

Kukar – Kepolisian Sektor (Polsek) Loa Kulu mengamankan dua pria berinisial R (31) dan A (23) atas dugaan keterlibatan dalam penyalahgunaan serta peredaran narkotika jenis sabu. Penangkapan berlangsung di Jalan H. Masdamsi, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 19.38 WITA.

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya dugaan aktivitas transaksi narkotika di kawasan tersebut.

Menindaklanjuti informasi warga, tim Unit Reskrim Polsek Loa Kulu segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

“Petugas mengamankan dua orang terduga pelaku di TKP. Saat dilakukan penggeledahan, anggota menemukan paket barang bukti yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu,” ujar AKP Hari Supranoto.

Dari tangan terduga pelaku R, petugas menyita satu bungkus plastik klip berisi kristal bening diduga sabu seberat 0,22 gram yang disimpan di dalam dompetnya.

Sementara dari penggeledahan sepeda motor yang digunakan terduga pelaku A, petugas menemukan dompet kecil di bawah jok yang berisi satu bungkus plastik diduga sisa sabu bekas pakai seberat 0,15 gram beserta dua buah sedotan plastik.

Barang Bukti yang Diamankan yakni 2 paket plastik klip berisi kristal bening diduga sabu (berat kotor 0,22 gram dan 0,15 gram), 1 unit sepeda motor Yamaha N-Max warna hitam beserta kunci kontak, 2 unit ponsel (Redmi A3 dan iPhone 12 Pro), Alat hisap (2 buah sedotan plastik dan 1 buah korek api gas), 2 pack plastik klip bening kosong dan 2 buah dompet.

Saat ini kedua tersangka diamankan di Mako Polsek Loa Kulu guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Lahan Semak Belukar 5 Hektar Terbakar di Loa Janan, Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Api Hingga Tengah Malam

Kukar – Lahan semak belukar seluas kurang lebih 5 hektar milik almarhum Abun di area perbatasan RT 13 Dusun Bhakti Luhur, Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, mendadak membara pada Selasa (16/9/2026) malam.

Amukan si jago merah baru berhasil dipadamkan sepenuhnya menjelang tengah malam setelah petugas gabungan bahu-membahu melakukan pemadaman.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi pada pukul 18.00 WITA. Melihat kobaran api yang dengan cepat meluas di area belukar, warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Menerima informasi kebakaran, personel Polsek Loa Janan yang dipimpin oleh Kanit Sabhara IPTU Didik bersama Kanit Lantas IPTU Hakim, personel piket, unit Reskrim, serta Babinsa Desa Tani Bhakti bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Petugas kepolisian bertindak cepat menggalang sinergi lintas sektor guna melokalisasi kobaran api agar tidak meluas ke pemukiman atau area perkebunan warga sekitar.

Aksi tanggap darurat ini melibatkan tim gabungan skala besar yang terdiri dari Personel Polsek Loa Janan & Babinsa Desa Tani Bhakti, Tim Relawan BPBD Loa Janan & Redkar Damba Bakungan, Tim Fire Response PT IBP dan PT ABS serta Warga lokal Desa Tani Bhakti.

Pemadaman dilakukan secara intensif dengan memadukan metode manual dan penyemprotan air skala besar. Tim memobilisasi armada unit Damkar milik relawan serta diperkuat oleh mobil watertank berkapasitas besar milik PT IBP dan PT ABS untuk menjangkau titik-titik api yang sulit dibasahi.

Setelah berjibaku menembus kegelapan malam dan pekatnya asap selama hampir enam jam, operasi pemadaman akhirnya membuahkan hasil.

Kapolsek Loa Janan, IPTU Danang Wahyu Rahardhika membenarkan bahwa seluruh titik api berhasil dipadamkan total sekitar pukul 23.45 WITA. Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dipastikan telah aman, kondusif, dan berada dalam pengawasan petugas.

Ancam Area Objek Vital Nasional, Kebakaran Lahan 8 Hektar di Handil Baru Berhasil Dijinakkan Tim Gabungan

Kukar– Sinergi cepat lintas sektor kembali ditunjukkan jajaran Polsek Samboja bersama instansi terkait dan pihak swasta. Lahan gambut serta semak belukar seluas kurang lebih 8 hektar yang terbakar di kawasan Objek Vital Nasional (Obvitnas) PT. ENI Muara Bakau, RT 012 Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, berhasil dipadamkan total, Rabu (16/9/2026).

Kejadian bermula sekira pukul 11.00 WITA tersebut sempat memicu kepulan asap tebal di sekitar wilayah kerja operasional industri vital tersebut. Mengingat lokasinya yang sangat strategis, tim gabungan langsung mengambil langkah respons cepat guna mencegah dampak buruk pada aktivitas Obvitnas maupun pemukiman warga sekitar.

Menempuh jarak tempuh sekitar 20 kilometer dari Mako Polsek Samboja, tim yang dipimpin oleh Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid, langsung menerjunkan 6 personel Polsek, 1 personel Koramil, 7 personel Damkar Kecamatan Samboja, serta didukung penuh oleh Tim Damkar PT. PHM dan Tim Damkar PT. ENI Muara Bakau.

Upaya pemadaman dan pembasahan intensif dilancarkan menggunakan unit armada penyuplai air, yakni 1 unit Mobil Tangki Pemadam Kecamatan, 1 unit Mobil Tangki PT. PHM, serta 1 unit Mobil Tangki Air pendukung.

Perjuangan ekstra di medan gambut kering tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.00 WITA.

Kapolsek Samboja, AKP Mohamad Yazid mengapresiasi soliditas dan kesigapan seluruh unsur yang terlibat di lapangan, terutama dalam mengamankan area industri vital nasional dari bahaya karhutla.

“Kerja sama yang solid antara aparat, Damkar daerah, dan tim Fire Rescue dari PT. PHM serta PT. ENI Muara Bakau menjadi kunci cepatnya penanganan di area berisiko tinggi ini. Tepat pukul 20.00 WITA, lokasi sudah benar-benar aman dan kondusif,” ujar AKP Mohamad Yazid.

Terkait pemicu awal timbulnya titik api di area semak belukar dan kebun karet tersebut, pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Indikasi awal menduga kebakaran dipicu oleh kondisi iklim cuaca ekstrem dan terik panas yang melanda wilayah Samboja belakangan ini.

Kepolisian terus mengimbau seluruh perusahaan dan masyarakat untuk memperketat pengawasan area rawan bakar di musim kemarau.

Berijbaku Hingga 7 Jam, Tim Gabungan Berhasil Amankan 2 Hektar Lahan Terbakar di Samboja Barat

Kukar – Perjuangan pantang menyerah ditunjukkan oleh tim gabungan penanggulangan Karhutla di wilayah hukum Samboja Barat. Menempuh jarak sejauh 20 kilometer dari Mako Polsek Samboja, regu penyelamat membendung kobaran api yang melalap sekitar 20.000 meter persegi (2 hektar) lahan di kawasan RT 08 Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Rabu (16/9/2026).

Kebakaran yang berdekatan dengan area pemakaman Km. 38 ini diperkirakan mulai menyala sekitar pukul 10.00 WITA. Cuaca ekstrem dan suhu udara yang sangat menyengat selama beberapa hari terakhir di wilayah Samboja dan sekitarnya terindikasi menjadi pemicu awal cepat merambatnya si jago merah di atas vegetasi kering.

Menanggapi laporan warga, aksi penanganan maraton yang berlangsung selama lebih dari 7 jam—sejak pukul 11.00 WITA hingga 18.30 WITA—melibatkan kolaborasi erat berbagai unsur.

Sebanyak 27 personel dikerahkan ke titik lokasi (-1.001231, 116.976398), terdiri dari personel Polsek Samboja, Koramil Samboja, Brimob Polda Kaltim, Manggala Agni, Komunitas Jejak Pulang, Aparatur Kelurahan Sungai Merdeka, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Perjuangan menundukkan api didukung oleh unit armada operasional, meliputi 1 unit mobil tangki penyuplai air, 2 unit mobil pickup pemuat tandon, serta keandalan mesin pompa air tekanan tinggi (Mark 3).

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid menyampaikan bahwa kerja keras dan kekompakan seluruh elemen di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan pemadaman hingga api benar-benar padam total menjelang malam.

“Medan dan kondisi cuaca panas memang menjadi tantangan tersendiri, namun sinergi antara kepolisian, TNI, Manggala Agni, relawan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terbukti sangat efektif. Tepat pukul 18.30 WITA, area terdampak berhasil dilokalisir dan dipadamkan sepenuhnya,” tegas Kapolsek Samboja.

Cegah Dampak Asap Karhutla, Polsek Kota Bangun dan Satgas Terpadu Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat

Kukar – Langkah cepat dan responsif ditunjukkan oleh Polsek Kota Bangun bersama jajaran Satgas Karhutla Terpadu Kecamatan Kota Bangun. Berlokasi di depan Posko Satgas Karhutla Terpadu, tim gabungan turun langsung ke jalan untuk membagikan masker gratis kepada warga dan pengguna jalan yang melintas, Rabu (16/9/2026) pukul 13.00 WITA.

Aksi tanggap ini dipimpin langsung oleh Camat Kota Bangun bersama Kapolsek Kota Bangun, AKP Asnan Rusmawan, S.H., dengan melibatkan personel Polsek Kota Bangun, anggota Koramil, serta jajaran Satgas Karhutla lainnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dan aparat keamanan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembagian masker difokuskan untuk meminimalisasi risiko gangguan pernapasan (ISPA) bagi masyarakat akibat paparan asap karhutla di wilayah Kutai Kartanegara.

Kapolsek Kota Bangun, AKP Asnan Rusmawan menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk perlindungan preventif sekaligus edukasi publik agar masyarakat tetap waspada terhadap bahaya asap.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan warga Kota Bangun terlindungi dari dampak buruk paparan asap karhutla saat beraktivitas di luar rumah,” tegas AKP Asnan Rusmawan.

Selain membagikan masker, petugas gabungan juga menyisipkan pesan kamtibmas dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang dapat memperburuk kondisi udara.

Seluruh rangkaian kegiatan pembagian masker berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Polsek Kota Bangun bersama Satgas Terpadu berkomitmen untuk terus bersiaga menjaga kondusifitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di wilayah hukum Kota Bangun.

Deteksi Satelit NASA Tunjukkan Titik Panas high Level, Tim Gabungan Muara Kaman Tembus Rawa Ekstrem Seluas 10 Hektar

Kukar – Pemanfaatan teknologi pemantauan digital Aplikasi Lembuswana kembali membuktikan efektivitasnya dalam penanganan Karhutla. Berkat sinyal deteksi dini dari Satelit TERRA (NASA) yang mencatat 2 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan mencapai 97% hingga 100%, tim gabungan Kecamatan Muara Kaman langsung bergerak cepat ke lokasi, Rabu (16/9/2026).

Menanggapi alarm digital tersebut, verifikasi lapangan dipimpin langsung oleh Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin, Camat Muara Kaman Nadi Baswan, Danramil Muara Kaman Kapten Inf Elya Iksan Purba, serta Kades Bunga Jadi Ina Ismiyati.

Tim lintas instansi yang turut diperkuat oleh personel Polsek, Koramil, serta gabungan 5 regu Damkar (Damkar Muara Kaman, SHJ, TJA, Desa Sabintulung, dan Desa Bunga Jadi) langsung menerjang medan di kawasan Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman.

Setibanya di titik koordinat (-0.16919, 116.83395) dan (-0.17039, 116.82517), petugas mendapati lahan semak belukar dan rawa-rawa milik warga seluas perkiraan 5 hingga 10 hektar telah terdampak. Kendati api utama sudah padam, kepulan asap tebal masih membumbung tinggi dari sisa-sisa vegetasi yang terbakar.

Perjuangan tim di lapangan tidaklah mudah, penanganan dan pendinginan menghadapi hambatan geografis yang cukup berat, mulai dari akses rawa-rawa berlumpur, minimnya pasokan air yang hanya mengandalkan sisa genangan rawa, hingga kendala hilang sinyal (blank spot) di area perbatasan tersebut.

Guna mengatasi keterbatasan air di medan sulit, 2 unit mobil Water Tank dan 4 unit mesin penyedot air (Alkon) dikerahkan untuk membasahi titik-titik asap yang berpotensi menyalakan kembali bara api.

Kapolsek Muara Kaman, IPTU Herwin menegaskan bahwa verifikasi berbasis data satelit ini sangat penting agar penanganan Karhutla tepat sasaran dan tidak terlambat.

“Begitu sistem Aplikasi Lembuswana mendeteksi adanya hotspot high level dari satelit NASA, kami bersama Forkopimcam dan regu Damkar desa langsung bergerak. Meski terkendala medan rawa dan minim sinyal, keselamatan wilayah tetap jadi prioritas,” tegas IPTU Herwin.

Sinergi Kesiapsiagaan Polsek Muara Jawa dan Tim Gabungan Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan 2 Hektar

Kukar – Gerak cepat personel gabungan Polsek Muara Jawa, BKO Polda Kaltim, TNI, Damkar, hingga warga setempat berhasil melokalisir dan memadamkan kebakaran lahan semak belukar seluas kurang lebih 2 hektar di kawasan Jl. Himayatudin RT 028, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Rabu (16/9/2026).

Insiden kebakaran yang menimpa lahan berisi semak belukar, ilalang, dan ranting kering tersebut sempat berpotensi meluas. Namun, berkat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas unsur yang cepat, kobaran api berhasil dikuasai dan dipadamkan total pada pukul 14.30 WITA di titik koordinat (-0.8264950, 117.2257542).

Kapolsek Muara Jawa, IPTU Yoga Fattur Rahman menyampaikan bahwa begitu menerima informasi adanya titik api, personelnya langsung meluncur ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat.

“Penanganan kita lakukan secara bersama-sama. Total ada 19 personel gabungan yang dikerahkan, mulai dari Polsek Muara Jawa, BKO Polda Kaltim, Koramil Muara Jawa, Damkar, serta dibantu langsung oleh warga sekitar,” ujar IPTU Yoga.

Operasi pemadaman ini didukung oleh sarana dan prasarana penanggulangan karhutla yang memadai, meliputi 1 unit Mobil Rantis Karhutla Polda Kaltim, 1 unit Mobil Patroli Polsek Muara Jawa, 1 unit Mobil Damkar Muara Jawa, 1 unit mobil pickup warga, serta 1 unit Ambulans Muara Jawa Peduli untuk mengantisipasi potensi kondisi darurat kesehatan.

Usai api dipadamkan, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Petugas melanjutkan dengan proses pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap guna memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu api kembali. Pemantauan secara berkala juga terus dilakukan di sekitar lokasi kejadian.

Menanggapi kejadian ini, Kepolisian Sektor Muara Jawa kembali menegaskan imbauan kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan tidak melakukan tindakan yang berisiko memicu karhutla, khususnya di musim kemarau.

“Kami mengimbau keras masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar atau membuang puntung rokok sembarangan di area semak kering. Jika melihat adanya titik api atau asap, mohon segera lapor ke Polsek Muara Jawa atau petugas terdekat agar bisa langsung ditangani,” tutup IPTU Yoga.