Deteksi Satelit NASA Tunjukkan Titik Panas high Level, Tim Gabungan Muara Kaman Tembus Rawa Ekstrem Seluas 10 Hektar

Kukar – Pemanfaatan teknologi pemantauan digital Aplikasi Lembuswana kembali membuktikan efektivitasnya dalam penanganan Karhutla. Berkat sinyal deteksi dini dari Satelit TERRA (NASA) yang mencatat 2 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan mencapai 97% hingga 100%, tim gabungan Kecamatan Muara Kaman langsung bergerak cepat ke lokasi, Rabu (16/9/2026).

Menanggapi alarm digital tersebut, verifikasi lapangan dipimpin langsung oleh Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin, Camat Muara Kaman Nadi Baswan, Danramil Muara Kaman Kapten Inf Elya Iksan Purba, serta Kades Bunga Jadi Ina Ismiyati.

Tim lintas instansi yang turut diperkuat oleh personel Polsek, Koramil, serta gabungan 5 regu Damkar (Damkar Muara Kaman, SHJ, TJA, Desa Sabintulung, dan Desa Bunga Jadi) langsung menerjang medan di kawasan Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman.

Setibanya di titik koordinat (-0.16919, 116.83395) dan (-0.17039, 116.82517), petugas mendapati lahan semak belukar dan rawa-rawa milik warga seluas perkiraan 5 hingga 10 hektar telah terdampak. Kendati api utama sudah padam, kepulan asap tebal masih membumbung tinggi dari sisa-sisa vegetasi yang terbakar.

Perjuangan tim di lapangan tidaklah mudah, penanganan dan pendinginan menghadapi hambatan geografis yang cukup berat, mulai dari akses rawa-rawa berlumpur, minimnya pasokan air yang hanya mengandalkan sisa genangan rawa, hingga kendala hilang sinyal (blank spot) di area perbatasan tersebut.

Guna mengatasi keterbatasan air di medan sulit, 2 unit mobil Water Tank dan 4 unit mesin penyedot air (Alkon) dikerahkan untuk membasahi titik-titik asap yang berpotensi menyalakan kembali bara api.

Kapolsek Muara Kaman, IPTU Herwin menegaskan bahwa verifikasi berbasis data satelit ini sangat penting agar penanganan Karhutla tepat sasaran dan tidak terlambat.

“Begitu sistem Aplikasi Lembuswana mendeteksi adanya hotspot high level dari satelit NASA, kami bersama Forkopimcam dan regu Damkar desa langsung bergerak. Meski terkendala medan rawa dan minim sinyal, keselamatan wilayah tetap jadi prioritas,” tegas IPTU Herwin.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 20 =