Empat Jam Berjibaku, Tim Gabungan Padamkan 2 Hektar Kebakaran Lahan di Sangasanga, Polisi Selidiki Penyebab Awal

Kukar – Aksi cepat tanggap diperlihatkan tim gabungan lintas instansi saat melokalisir dan memadamkan kebakaran lahan seluas 2 hektar yang melalap area di Jl. Seruni RT 07, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Rabu (16/9/2026).

Operasi pemadaman yang dimulai sejak pukul 12.00 WITA tersebut melibatkan sinergi skala besar. Tak kurang dari 3 personel Polsek Sangasanga, 1 personel Koramil, 8 personel Polairud Polda Kaltim, 15 personel Damkar Kecamatan Sangasanga, serta 10 relawan Damkar Kelurahan Jawa bersama warga lokal terjun langsung menembus titik api di lokasi koordinat (-0,6831540, 117,2236140).

Keterlibatan jajaran Polairud Polda Kaltim dan puluhan relawan menjadi kunci penting dalam mempercepat penyekatan kobaran api agar tidak merembet ke pemukiman atau area produktif warga sekitar.

Kapolsek Sangasanga, IPTU Wahid mengonfirmasi bahwa setelah empat jam perjuangan keras di lapangan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 16.00 WITA.

“Berkat soliditas dan kerja keras seluruh unsur di lapangan, api berhasil kita kuasai sepenuhnya pukul 16.00 WITA. Saat ini kondisi di lokasi dipastikan aman dan terkendali,” terang IPTU Wahid.

Terkait pemicu kebakaran di lahan semak belukar tersebut, jajaran Kepolisian Sektor Sangasanga kini tengah turun tangan melakukan pendalaman di lokasi kejadian.

“Untuk penyebab awal timbulnya api masih dalam proses penyelidikan. Anggota kami sedang mengumpulkan keterangan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan apakah ada unsur kelalaian, aktivitas manusia, atau murni faktor cuaca,” tegas Kapolsek.

Pihak kepolisian juga kembali melayangkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan tindakan spekulatif seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat dampak buruk karhutla yang sangat merugikan lingkungan dan kesehatan umum.

Cegah Api Sebelum Membesar, Polsek Muara Muntai Edukasi Warga Muara Leka

Kukar – Mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dari sumbernya, Polsek Muara Muntai terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat. Personel kepolisian menyambangi warga Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai, Rabu (16/9/2026), untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya dan konsekuensi hukum pembakaran lahan.

Kegiatan Binluh Karhutla yang dimulai pukul 08.20 Wita tersebut menjadi langkah preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya petani, agar tidak menggunakan api sebagai cara membuka maupun membersihkan lahan.

Dalam penyuluhan, personel Polsek Muara Muntai mengingatkan masyarakat mengenai aturan hukum serta sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan. Warga juga diajak aktif melaporkan maupun mencegah potensi kebakaran sebelum api meluas dan sulit dikendalikan.

“Jangan tunggu api membesar. Pencegahan dimulai dari kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” menjadi pesan yang disampaikan kepada warga.

Polsek Muara Muntai juga menekankan bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan lahan. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, mengancam kelestarian lingkungan, serta berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.

Kegiatan yang dilaksanakan Aiptu Rahmat Fahmi, Bripda Fuji Adhaji dan Bripda Antonius Arkian Lamanele tersebut berakhir pukul 09.25 Wita

Polsek Loa Kulu Kawal Persiapan Verifikasi Gerai KDKMP di Desa Sepakat

Kukar – Persiapan verifikasi dan validasi Gerai serta kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, terus dimatangkan. Polsek Loa Kulu bersama unsur pemerintah dan TNI turut mengawal proses koordinasi agar pelaksanaannya berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

Rapat koordinasi digelar di Gerai KDKMP Desa Sepakat, Rabu (16/9/2026) pukul 09.00 Wita. Pertemuan tersebut mempertemukan sejumlah unsur terkait, mulai dari Dinas Koperasi, pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, hingga perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dengan proses verifikasi dan validasi.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto bersama personelnya hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran kepolisian menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi lintas sektor berlangsung aman, tertib, sekaligus mendukung kesiapan pelaksanaan verifikasi di lapangan.

Dalam rapat, peserta membahas berbagai persiapan teknis, khususnya terkait verifikasi dan validasi kondisi gerai serta kelengkapan KDKMP Desa Sepakat. Koordinasi dilakukan untuk menyamakan langkah antarinstansi sebelum tahapan verifikasi dilaksanakan.

Kegiatan turut dihadiri Kadis Koperasi Kukar M. Reza, Danramil 0906-02/Loa Kulu Kapten Lexsy Picasow, Pasiter Kodim 0906/Tgr Kapten Inf Nelwan, Sekcam Loa Kulu Khairuddinata dan Kades Sepakat Jamli.

Bukan Sekadar Isi Air, Sat Samapta Polres Kukar Siapkan AWC dan Water Tank Hadapi Karhutla

Kukar – Menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara memperkuat kesiapsiagaan dengan memastikan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) dan water tank dalam kondisi siap digunakan, Rabu (16/9/2026) pagi.

Sejak pukul 09.00 WITA, personel Sat Samapta melakukan pengisian air pada kendaraan tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla di wilayah Kutai Kartanegara.

Kasat Samapta Polres Kukar AKP Nursan mengatakan bahwa langkah ini menjadi bagian penting dari penanganan Karhutla. Kesiapan air dan sarana pemadam memungkinkan petugas bergerak lebih cepat ketika sewaktu-waktu menerima laporan kebakaran, terutama pada kondisi cuaca panas dan lahan yang mudah terbakar.

“Kesiapsiagaan tersebut bukan hanya soal menyiapkan kendaraan. Setiap tetes air yang disiapkan merupakan bagian dari upaya mempercepat respons ketika api muncul, sehingga potensi kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum berkembang lebih luas”, pungkas AKP Nursan.

Sat Samapta juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan Karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.

Sebelum api muncul, kesiapan harus sudah dimulai. AWC dan water tank disiapkan, personel siaga, dan respons cepat menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat serta lingkungan Kukar dari ancaman Karhutla.

Karhutla Kayu Batu Sempat Membesar, Tim Gabungan Berhasil Selamatkan Permukiman Warga

Kukar – Kebakaran lahan hutan non-gambut di RT 008 Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara, sempat membesar dan bergerak mengarah ke wilayah desa. Respons cepat tim gabungan berhasil menghentikan perambatan api sehingga tidak sampai menyentuh permukiman warga, Selasa (15/9/2026).

Kebakaran yang terdeteksi melalui sistem pemantauan hotspot Aplikasi Lembuswana tersebut mulai ditangani sejak sekitar pukul 17.00 WITA. Api membakar lahan non-gambut dengan luasan diperkirakan mencapai 4 hektare.

Kondisi angin kencang dan cuaca panas terik membuat api lebih mudah menjalar. Mengetahui kondisi tersebut, Posko Gabungan Karhutla Muara Muntai yang terdiri dari unsur Polsek Muara Muntai, Koramil, Damkar, pemerintah kecamatan, relawan dan masyarakat langsung bergerak menuju lokasi.

Dalam penanganan tersebut, IPTU Jaelani bersama lima personel Polsek Muara Muntai turut berada di lapangan. Upaya pemadaman diperkuat 10 personel Kecamatan Muara Muntai, empat personel Koramil, relawan Damkar Kecamatan, tiga relawan Damkar PT JMS serta sekitar 10 warga.

Petugas berjibaku melakukan pemadaman dan pengendalian api hingga akhirnya titik kebakaran berhasil ditangani. Api dipastikan padam sekitar tengah malam, dan tim meninggalkan lokasi pada pukul 00.00 WITA setelah memastikan api tidak kembali merambat ke arah permukiman.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam tahap penelusuran. Dugaan awal mengarah pada faktor alam dan kondisi cuaca panas, namun hal tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Polsek Muara Muntai mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.

Api berhasil dihentikan sebelum mencapai permukiman. Sinergi petugas, relawan dan warga menjadi kunci menjaga Desa Kayu Batu tetap aman.

Api Kembali Muncul, Polsek Samboja dan Damkar Kendalikan Karhutla di Salok Api Laut

Kukar – Api kembali muncul di kawasan lahan semak belukar yang sebelumnya telah dipadamkan warga, hingga merambat ke RT 05 Kelurahan Salok Api Laut, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Selasa (15/9/2026).

Peristiwa yang terpantau sekitar pukul 16.00 WITA tersebut merupakan lanjutan kebakaran di wilayah RT 04 sehari sebelumnya. Mendapat laporan warga, Polsek Samboja bersama Damkar dan Koramil Samboja bergerak melakukan penanganan untuk mencegah api meluas.

Sebanyak 2 personel Polsek Samboja, 2 personel Koramil dan 11 personel Damkar Samboja dikerahkan. Penanganan didukung dua unit mobil Damkar serta satu unit mobil patroli Polsek Samboja.

Kebakaran berdampak pada lahan di wilayah RT 04 dan RT 05 dengan estimasi luas sekitar 7 hektare. Dalam kejadian tersebut, sebuah bangunan sarang burung walet berukuran sekitar 8 x 12 meter milik warga turut terdampak.

Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WITA. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan oleh tim gabungan. Petugas kemudian memastikan kondisi lokasi tetap aman dan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal yang berkembang di lapangan mengarah pada kondisi cuaca panas, namun hal tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan vegetasi dalam keadaan kering.

Api berhasil dipadamkan, sementara pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Akses Terhalang Rawa dan Sungai, Polsek Kota Bangun Tetap Pantau Titik Api Kedang Murung

Kukar – Kepolisian Sektor Kota Bangun bergerak menindaklanjuti informasi kepulan asap yang terpantau di wilayah Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Selasa (15/9/2026). Meski lokasi berada di kawasan yang sulit dijangkau, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi api.

Informasi diterima Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan sekitar pukul 15.50 WITA melalui grup WhatsApp Satgas Karhutla. Personel kemudian bergerak bersama unsur Satgas Terpadu Karhutla Kecamatan untuk melakukan pengecekan.

Sekitar pukul 19.15 WITA, Kapolsek bersama tiga personel tiba di kawasan Kampung Rajak Dayak. Bersama warga setempat, petugas memantau lokasi titik api dari kejauhan. Area tersebut berjarak sekitar 2,5 kilometer dari tepian sungai Kampung Rajak dan tidak dapat ditempuh langsung karena terhalang sungai kecil serta kawasan rawa.

Dari pemantauan, api terlihat mulai mengecil hingga sekitar pukul 20.35 WITA. Petugas kemudian meninggalkan lokasi pemantauan dan memastikan kondisi tetap dalam pengawasan.

Tak hanya memantau titik api, Kapolsek Kota Bangun juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk memperkuat pencegahan Karhutla melalui komunikasi langsung dengan masyarakat adat.

Bertempat di kediaman Ketua Adat Kampung Rajak, polisi menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kapolsek juga meminta dukungan Ketua Adat dan masyarakat untuk turut mengingatkan warga mengenai bahaya serta konsekuensi hukum apabila pembakaran lahan dilakukan secara sengaja dan memenuhi unsur pelanggaran hukum.

Selain pencegahan Karhutla, kepolisian mengajak masyarakat menjaga kamtibmas, menjauhi narkotika, melindungi anak-anak serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masyarakat.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 21.10 WITA dalam keadaan aman dan kondusif. Lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman, tanpa akses jalan langsung, dan vegetasi yang terbakar berupa pakis hutan.

Polsek Kota Bangun menegaskan pemantauan dan koordinasi akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar titik api tidak berkembang dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas.

Bupati Kukar Bersama Kabag Ops Polres Kukar Turun Langsung Pantau Karhutla Bengkinang, Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat

Kukar – Penanganan kebakaran lahan di kawasan Bengkinang, Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, menjadi perhatian lintas instansi. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama jajaran turun langsung memantau kondisi lokasi, Selasa (15/9/2026).

Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan situasi sekaligus memastikan upaya penanganan di lapangan berjalan terpadu. Unsur Polri, TNI, BPBD, relawan Damkar Loa Tebu, pemerintah kecamatan hingga kelurahan turut terlibat dalam pengendalian kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi bersama Kabag Ops Polres Kukar Kompol Ecky Widi Prawira, Danramil Tenggarong dan unsur terkait mengikuti pemantauan serta koordinasi penanganan di lokasi.

Bupati Kukar menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah bekerja di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi cepat antarinstansi setiap kali terjadi kebakaran lahan agar penanganan dapat segera dilakukan dan api tidak meluas.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran lahan, terlebih jika terdapat dugaan unsur kesengajaan.

Informasi dini dinilai penting untuk mempercepat respons sekaligus mendukung proses penanganan sesuai ketentuan hukum.
Kegiatan pemantauan dan koordinasi berakhir sekitar pukul 20.00 WITA dalam keadaan aman dan lancar.

Dari Bengkinang, pesan utamanya jelas: respons cepat dan koordinasi lintas unsur menjadi kunci menghadapi ancaman kebakaran lahan.

Kapolsek Sebulu Pimpin Langsung Pemadaman, Karhutla di Sebulu Modern Berhasil Dikendalikan

Kukar – Respons cepat Polsek Sebulu bersama unsur gabungan berhasil mengendalikan kebakaran lahan di Jalan Jend. M. Yusuf RT 015, Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, Selasa (15/9/2026).

Begitu menerima informasi adanya kebakaran, Kapolsek Sebulu IPTU Ozi Susantro bersama dua personel langsung bergerak menuju lokasi dan memimpin penanganan di lapangan.

Api membakar sekitar 0,5 hektare lahan yang ditumbuhi semak belukar, ilalang serta ranting-ranting kering. Kondisi material yang mudah terbakar membuat penanganan dilakukan dengan cepat agar api tidak merambat ke area lain.

Upaya pemadaman dilakukan bersama personel Koramil Sebulu, tujuh relawan Damkar Segihan serta lima personel aparat Kecamatan Sebulu. Satu unit mobil patroli Polsek Sebulu dan satu unit mobil Damkar Segihan dikerahkan dalam penanganan tersebut.

Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh unsur, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.20 WITA. Petugas kemudian memastikan kondisi sekitar aman dan tidak terdapat perambatan api.

Polsek Sebulu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca panas serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. Gerak cepat dilakukan, api berhasil dikendalikan sebelum meluas.

Medan Terjal Tak Halangi Polisi Pastikan Titik Api Bakungan Padam

Kukar – Medan perbukitan yang terjal dan sulit dijangkau tak menghalangi personel Polsek Loa Janan memastikan titik api di RT 06 Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, benar-benar padam, Selasa (15/9/2026) malam.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel Polsek Loa Janan bersama 6 relawan KPHP Meratus dan 3 relawan Damba Bakungan kembali mendatangi kawasan yang sebelumnya terpantau titik api.

Dari hasil pengecekan dan pemantauan, tidak ditemukan lagi kobaran api, kepulan asap, bara maupun titik api baru. Petugas juga mengawasi area sekitar untuk memastikan tidak terjadi perambatan atau kebakaran susulan.

Kondisi medan berupa perbukitan terjal dan terdapat jurang membuat akses menuju titik lokasi cukup terbatas. Namun, pemantauan tetap dilakukan dari area yang memungkinkan dijangkau, disertai koordinasi dengan unsur terkait.

Polsek Loa Janan memastikan monitoring terus dilakukan sebagai langkah antisipasi, mengingat kondisi lahan dan medan berpotensi menyulitkan penanganan apabila api kembali muncul.

Hingga pengecekan selesai, titik api dipastikan padam dan situasi di sekitar lokasi aman serta kondusif.