Polsek Muara Kaman Gencarkan Sosialisasi dan Pemasangan Spanduk Cegah Karhutla

Muara Kaman – Polsek Muara Kaman terus meningkatkan upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan melaksanakan sosialisasi serta pemasangan spanduk imbauan kepada masyarakat, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah titik wilayah Kecamatan Muara Kaman, meliputi Desa Muara Kaman Ilir, Muara Kaman Ulu, Sabintulung, Tunjungan, Puan Cepa, dan Cipari Makmur.

Petugas memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla, khususnya di tengah kondisi kemarau.
Kegiatan dipimpin personel Polsek Muara Kaman dan melibatkan tujuh anggota.

Kapolsek Muara Kaman Iptu Herwin menyebutkan bahwa sosialisasi dan pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk langkah preventif Polri untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus meminimalisir potensi terjadinya Karhutla.

Kapolres Kukar Hadiri Rakor Tim Terpadu Penanggulangan Dampak Karhutla

Kukar – Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar menghadiri Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanggulangan Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WITA di Command Center Diskominfo Kukar, Jalan Pahlawan, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, tersebut dilaksanakan secara tatap muka dan melalui Zoom bersama para camat se-Kabupaten Kukar dan Forkopimcam serta kegiatan rapat dihadiri sekitar 25 peserta.

Dalam rakor tersebut dibahas kondisi Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kukar, termasuk penanganan kebakaran di Kecamatan Sanga-Sanga. Kepala Pelaksana BPBD Kukar Setianto Nugroho Aji menyampaikan, Karhutla telah terjadi sejak Juli 2026 dengan luas lahan terbakar berdasarkan laporan BPBD mencapai 936,68 hektare. Selain itu, sekitar 2.183,50 hektare lahan mengalami kekeringan akibat dampak El Nino.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menyampaikan sejumlah saran, di antaranya mendorong perusahaan yang memiliki HGU untuk turut memberikan dukungan dalam penanganan Karhutla, mengupayakan modifikasi cuaca, serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat melalui baliho maupun media sosial agar tidak melakukan pembakaran lahan.

“Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Yang dimana perusahaan yang memiliki kemampuan dan sarana agar dapat membantu, sementara masyarakat terus diberikan edukasi untuk tidak melakukan pembakaran lahan,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengarahkan agar pencarian dan pemanfaatan titik-titik sumber air dimaksimalkan, membentuk posko Karhutla di tingkat kecamatan dan desa, serta memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi guna meminimalisir titik api.

Dalam rapat juga disampaikan sejumlah kendala di lapangan, seperti keterbatasan alat dan perlengkapan pemadaman, keterbatasan konsumsi bagi tim, jauhnya sumber air, sulitnya akses menuju titik api, serta masih kurangnya kesadaran masyarakat.

Seluruh pihak sepakat untuk terus meningkatkan sinergi dan mempercepat langkah penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bhabinkamtibmas Bersama Damkar Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau

Kukar – Bhabinkamtibmas Kelurahan Loa Ipuh Darat, Polsek Tenggarong, Aiptu Lenhad bersama personel Damkarmatan Kukar membantu warga yang mengalami kekurangan pasokan air bersih akibat musim kemarau, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan berlangsung mulai pukul 17.45 WITA di kawasan Gunung Wang, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Bantuan tersebut dilakukan setelah Bhabinkamtibmas menerima laporan dari warga terkait minimnya ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Aiptu Lenhad segera berkoordinasi dengan Damkarmatan Kukar yang menurunkan tujuh personel untuk membantu menyalurkan air bersih kepada masyarakat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan Gunung Wang belum terjangkau aliran air PDAM dan jarak warga untuk mendapatkan sumber air cukup jauh. Penyaluran air diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.

Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi mengatakan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas bersama instansi terkait merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polri dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.

Sidokkes Polres Kukar Bagikan Masker kepada Personel BKO Penanganan Karhutla

Kukar – Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Kutai Kartanegara melaksanakan pemberian masker medis dan masker N95 yang bertempat di lobby Mako Polres Kukar kepada personel Polres Kukar yang melaksanakan Bawah Kendali Operasi (BKO) di Polsek Sanga-Sanga dalam rangka penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu (25/8/2026).

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar melalui Kasi Dokkes Polres Kukar Iptu Supriadi Nurdin mengatakan pemberian masker dilakukan sebagai bentuk dukungan kesehatan dan perlindungan bagi personel yang bertugas di lokasi Karhutla, khususnya dari paparan asap dan partikel yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.

“Masker medis dan N95 diserahkan kepada personel yang akan melaksanakan tugas BKO di wilayah Polsek Sanga-Sanga”, jelas Iptu Supriadi Nurdin.

Melalui kegiatan tersebut, Sidokkes Polres Kukar memastikan personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla mendapatkan perlengkapan pelindung yang memadai selama menjalankan tugas di lapangan.

Polri: Ruang Publik Adalah Ruang Bersama, Seluruh Kepentingan Masyarakat Harus Tetap Berjalan

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk menjaga ruang publik agar tetap menjadi ruang bersama yang aman, tertib, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Ruang publik tidak hanya menjadi tempat bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi, tetapi juga menjadi ruang tempat berbagai kepentingan masyarakat berlangsung secara bersamaan. Di dalamnya terdapat aktivitas ekonomi, pendidikan, pemerintahan, pelayanan publik, hingga berbagai kegiatan sosial masyarakat yang seluruhnya perlu mendapatkan ruang untuk tetap berjalan.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengatakan bahwa menjaga ruang publik berarti menjaga keseimbangan antara hak setiap warga negara dan kepentingan masyarakat secara menyeluruh.

“Ruang publik adalah ruang bersama. Setiap masyarakat memiliki kebutuhan dan kepentingan yang harus berjalan. Ada yang bekerja, menjalankan kegiatan ekonomi, menempuh pendidikan, memperoleh pelayanan pemerintahan, dan ada pula yang menggunakan ruang publik untuk menyampaikan pendapat. Semua memiliki hak yang harus kita hormati bersama,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dilindungi dan harus dihormati. Namun dalam pelaksanaannya, seluruh pihak juga perlu memiliki kesadaran bahwa ruang publik digunakan secara bersama-sama oleh masyarakat dengan beragam kebutuhan.

Karena itu, diperlukan sikap saling menghargai dan saling memahami agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan baik tanpa mengabaikan hak masyarakat lainnya untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Pada prinsipnya, semua ingin ruang publik yang nyaman, aman, dan tertib. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga harmonisasi. Hak untuk menyampaikan pendapat harus tetap dihormati, demikian pula hak masyarakat lainnya untuk bekerja, belajar, berusaha, mendapatkan pelayanan, dan menjalankan aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Irjen Pol. Johnny menegaskan, Polri memiliki tanggung jawab untuk menjaga seluruh kepentingan tersebut agar dapat berjalan secara seimbang. Kehadiran Polri di ruang publik bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat.

“Polri berkomitmen untuk menjaga ruang publik agar seluruh kepentingan masyarakat dapat berjalan. Ketika masyarakat menyampaikan aspirasi, Polri hadir untuk menjaga dan melayani. Pada saat yang sama, kami juga memastikan masyarakat lainnya tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman,” katanya.

Menurutnya, keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat dan keberlangsungan aktivitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan demokrasi yang dewasa.

“Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun ruang demokrasi itu juga harus dijaga bersama dengan rasa tanggung jawab dan saling menghormati. Dengan begitu, ruang publik tetap menjadi ruang yang harmonis bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Polri pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan di ruang publik. Dengan saling menghargai setiap hak dan kepentingan, seluruh aktivitas masyarakat diharapkan dapat berjalan dengan baik dalam suasana yang aman, damai, dan kondusif.

“Menjaga ruang publik adalah tanggung jawab kita bersama. Polri akan terus berkomitmen untuk memastikan ruang bersama ini tetap aman, tertib, damai, dan nyaman, sehingga seluruh masyarakat dapat menjalankan hak, kebutuhan, dan kepentingannya dengan baik,” pungkas Irjen Pol. Johnny.

Polri Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kesatuan

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan sekaligus menjamin ruang demokrasi bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Menjelang rencana penyampaian aspirasi masyarakat, Polri mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan serta mengedepankan cara-cara yang damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun demikian, pelaksanaannya diharapkan tetap menjunjung tinggi ketertiban dan tidak mengganggu hak masyarakat lainnya.

“Polri menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi. Namun, mari kita bersama-sama memastikan penyampaian aspirasi tersebut dilakukan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, dinamika demokrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, perbedaan pandangan maupun penyampaian aspirasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan.

“Persatuan dan kesatuan adalah modal utama bangsa. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi kepentingan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap menjadi semangat kita bersama,” katanya.

Irjen Pol. Johnny juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya informasi yang berpotensi memicu kekhawatiran atau memperkeruh situasi menjelang kegiatan penyampaian aspirasi.

Polri, kata dia, akan menjalankan tugas pelayanan masyarakat secara profesional dengan mengedepankan pendekatan humanis. Pelayanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman, sekaligus menjamin penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara tertib.

“Polri hadir untuk menjaga seluruh kepentingan masyarakat. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif, menghormati hak satu sama lain, serta tidak memberikan ruang bagi tindakan yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas,” jelasnya.

Ia menambahkan, kedewasaan dalam berdemokrasi perlu terus diperkuat dengan mengedepankan dialog, penghormatan terhadap perbedaan, serta komitmen menjaga ketertiban bersama.

“Melalui semangat persatuan dan kedewasaan berdemokrasi, kita berharap setiap aspirasi dapat disampaikan dengan baik tanpa mengorbankan keamanan, ketertiban, dan persaudaraan sesama anak bangsa,” pungkas Irjen Pol. Johnny.

Tokoh Pemuda Papua Apresiasi Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz, Ajak Generasi Muda Jaga Kedamaian

JAYAPURA, Papua – Tokoh Pemuda Papua, Marco Buefar, mengapresiasi pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 dalam menjaga keamanan di Tanah Papua. Ia menilai upaya pengamanan yang dilakukan aparat dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama di wilayah yang masih menghadapi potensi gangguan keamanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Marco Buefar di Abepura, Kota Jayapura, Rabu (26/8/2026). Menurutnya, terciptanya keamanan dan kedamaian di Papua tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dalam menjaga keamanan di Tanah Papua. Kami mendukung penuh pelaksanaan operasi ini karena kehadiran personel di tengah masyarakat dapat memberikan rasa aman dan nyaman, khususnya bagi warga yang berada di wilayah rawan gangguan keamanan,” ujar Marco.

Marco menilai komunikasi dan interaksi antara aparat keamanan dengan masyarakat juga penting dalam mendukung terciptanya situasi yang kondusif. Menurutnya, ruang komunikasi yang terbuka dapat membantu masyarakat menyampaikan berbagai persoalan sekaligus memberikan informasi mengenai kondisi keamanan di lingkungan mereka.

Ia menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat. Tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta generasi muda memiliki peran dalam menjaga hubungan sosial dan mencegah munculnya konflik di lingkungan masing-masing.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, khususnya generasi muda Papua, untuk bersama-sama bergandengan tangan menjaga rumah kita bersama, yaitu Tanah Papua. Mari kita menjaga kedamaian dan menjauhkan Papua dari segala bentuk kekerasan serta konflik bersenjata,” katanya.

Marco secara khusus mengajak generasi muda Papua untuk mengambil peran positif dalam menjaga persatuan. Ia meminta pemuda tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan dapat memperkeruh hubungan antarmasyarakat.

“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi dengan menjaga persatuan, mengedepankan dialog, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu konflik,” ujarnya.

Menurut Marco, lingkungan yang aman akan memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan sosial dan ekonomi. Karena itu, menjaga keamanan dan kedamaian dinilai sebagai bagian penting dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Ia berharap kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan dapat terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati. Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, Marco optimistis Tanah Papua dapat terus bergerak menuju kondisi yang lebih aman, damai, dan sejahtera.

Polri Berangkatkan 403 Personel Satgas Edukasi Karhutla Hari Ini

Jakarta – Polri mengerahkan 403 personel Satgas Penyuluhan dan Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ke delapan wilayah Polda sebagai langkah memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat.

Pemberangkatan Satgas Edukasi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI kepada Kapolri untuk memperkuat langkah pencegahan Karhutla, khususnya melalui penyuluhan dan pemberian pemahaman kepada masyarakat di wilayah rawan kebakaran.

Delapan wilayah yang menjadi lokasi penugasan meliputi Polda Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si., mengatakan ratusan personel tersebut akan diberangkatkan secara bertahap mulai hari ini dan selanjutnya ditempatkan sesuai kebutuhan serta kondisi di masing-masing wilayah.

“Sebanyak 403 personel kita dorong ke delapan Polda untuk melaksanakan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden agar Polri memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat,” ujar Komjen Pol. Panca dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/8/2026).

Menurutnya, pelaksanaan tugas Satgas Edukasi akan dikoordinasikan oleh masing-masing Polda. Personel nantinya akan bekerja dalam tim dan didampingi personel kewilayahan untuk memberikan edukasi di berbagai lokasi yang membutuhkan penguatan langkah pencegahan Karhutla.

“Kami berharap, selain langkah penegakan hukum, upaya pencegahan melalui edukasi ini dapat berjalan secara terintegrasi. Berdasarkan evaluasi, salah satu penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah faktor kelalaian manusia. Karena itu, masyarakat perlu terus diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencegah terjadinya Karhutla,” jelasnya.

Kalemdiklat Polri menambahkan, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan kesehatan, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga berdampak lebih luas terhadap hubungan antarwilayah dan internasional.

Dalam pelaksanaan tugasnya, personel Satgas telah dibekali berbagai sarana edukasi, termasuk perangkat presentasi, laptop, layar, serta materi sosialisasi berupa brosur dan flyer. Materi tersebut akan disebarluaskan dan ditempatkan di sejumlah ruang publik untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, dampaknya, serta ketentuan hukum yang mengatur larangan pembakaran hutan dan lahan.

“Para siswa dari jajaran Lemdiklat Polri ini juga kami harapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah mereka terima dengan turun langsung ke masyarakat. Tujuannya agar masyarakat memahami arti penting menjaga kelestarian lingkungan dan bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing,” tutur Komjen Pol. Panca.

Dari total 403 personel, sebanyak delapan personel merupakan pendamping, sementara 395 lainnya merupakan peserta didik dari program S2 STIK, Setukpa, dan Sespimma.

Personel tersebut akan disebar ke delapan Polda dengan jumlah terbesar ditempatkan di Polda Kalimantan Barat sebanyak 79 personel. Selain itu, Polda Kalimantan Tengah dan Polda Riau masing-masing menerima 49 personel, Polda Sumatera Selatan dan Polda Jambi masing-masing 48 personel, serta Polda Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara masing-masing 38 personel.

Melalui pengerahan Satgas Edukasi ini, Polri berharap upaya pencegahan Karhutla dapat semakin diperkuat melalui keterlibatan aktif masyarakat, sehingga potensi kebakaran dapat diminimalisir sejak dini.

Di Kali Samabuasa, Patroli Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Diwarnai Dialog dan Jual Beli Hasil Bumi Warga

Nabire — Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 Sektor Nabire melaksanakan kegiatan patroli dan humanis bersama masyarakat di kawasan Kali Samabuasa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat dengan masyarakat setempat.

Kegiatan dipimpin oleh Dansektor IPTU Ari Wiyono. Personel melaksanakan patroli sekitar Kali Samabuasa serta memantau aktivitas masyarakat secara langsung. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi wilayah sekaligus memastikan situasi keamanan tetap dalam keadaan kondusif.

Selain melaksanakan patroli, personel juga membangun komunikasi dengan masyarakat setempat. Dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan, personel menyapa warga, berbincang mengenai kondisi lingkungan, membeli hasil bumi, serta mendengarkan berbagai informasi dan masukan terkait situasi kamtibmas di sekitar Kali Samabuasa.

Salah seorang warga yang ditemui personel yaitu Mama Deki mengapresiasi kehadiran aparat yang secara langsung menyambangi masyarakat dan berkomunikasi dengan warga. Menurutnya, pendekatan seperti itu membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan aparat keamanan dan memberikan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami senang karena anggota datang dan berbicara langsung dengan masyarakat. Kami bisa menyampaikan kondisi di lingkungan dan saling mengingatkan untuk menjaga keamanan bersama. Kehadiran seperti ini membuat kami merasa diperhatikan,” ujar Mama Deki.

Dalam kesempatan itu, personel Satgas juga menyampaikan imbauan secara humanis kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di lingkungan masing-masing. Masyarakat diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta segera menyampaikan kepada aparat apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan observasi dan pendekatan humanis merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan di wilayah Papua.

“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat. Melalui kegiatan observasi dan komunikasi secara langsung, personel dapat mengetahui kondisi di lapangan sekaligus membangun kepercayaan dengan masyarakat. Kami berharap hubungan yang baik ini terus dijaga demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Menurutnya, kehadiran personel di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan untuk melakukan pemantauan wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan sikap humanis diharapkan semakin memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa observasi wilayah dan kegiatan humanis akan terus dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Personel di lapangan kami dorong untuk tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Informasi dari masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan. Dengan komunikasi yang terbuka dan hubungan yang baik, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diketahui dan ditangani sejak dini,” kata Wakaops Damai Cartenz-2026.

Wakaops juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat menimbulkan keresahan di lingkungan. Menurutnya, keamanan dan kedamaian di wilayah Papua dapat terwujud apabila aparat dan masyarakat terus membangun kerja sama serta saling menjaga.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di kawasan Kali Samabuasa terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan patroli dan pendekatan humanis tersebut menjadi bagian dari komitmen Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga keamanan sekaligus membangun kedekatan dan kepercayaan bersama masyarakat Papua.

Gerak Cepat Polsek Tenggarong Seberang Padamkan Kebakaran TPA Sampah di Sumber Rejo

Kukar – Jajaran Polsek Tenggarong Seberang bersama TNI, pemadam kebakaran, BPBD dan relawan bergerak cepat menangani kebakaran di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah warga di RT 34, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (25/8/2026) sore.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovas bersama tujuh personel langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk melakukan pemadaman.

Api membakar tumpukan sampah rumah tangga serta ilalang dan rumput kering di lahan eks PT Kitadin. Area yang terdampak diperkirakan berukuran sekitar 50 meter x 50 meter.

Dugaan sementara, kebakaran bermula dari tumpukan sampah kering dan ilalang di sekitar lokasi yang kemudian terbakar. Kondisi material yang mudah terbakar menyebabkan api dengan cepat merambat ke tumpukan sampah lainnya.

Proses pemadaman dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Tenggarong Seberang, Koramil, PMK Tenggarong Seberang, PMK Tenggarong, BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara serta Relawan Balakar Tenggarong Seberang. Petugas menggunakan kendaraan pemadam, mesin pompa air dan peralatan pemadaman manual.

Berkat kesigapan dan sinergi seluruh unsur, api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sekitar pukul 18.20 WITA. Petugas kemudian melakukan pendinginan pada sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Pihak Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.