Konflik Iran, AS dan Israel Memanas, Kapolri Paparkan Upaya Presiden Prabowo Jaga Stabilitas Global

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam merespons konflik global yang sedang meningkat. Pemerintah disebut terus mendorong terciptanya perdamaian melalui jalur diplomasi internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri acara Silaturahmi Ramadan di Polda Jawa Barat pada Rabu (4/3). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti kondisi geopolitik dunia yang saat ini tengah memanas.

Sigit menyinggung meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ketegangan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak luas bagi stabilitas global.

Ia berharap situasi tersebut dapat segera mereda melalui berbagai upaya diplomasi internasional. Stabilitas global dinilai penting agar dampak konflik tidak meluas ke berbagai sektor.

Kapolri juga menekankan peran aktif Pemerintah Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik. Upaya tersebut dilakukan melalui prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi dasar diplomasi Indonesia.

“Tentunya kita ingin situasi global yang ada ini bisa segera selesai dan Pemerintah tentunya saat ini terus berjuang untuk ikut aktif segera menyelesaikan konflik-konflik yang ada sehingga kemudian perdamaian juga bisa muncul,” kata Sigit.

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah negara. Dialog tersebut dilakukan untuk mencari solusi atas ketegangan yang sedang berkembang.

“Bapak Presiden setiap hari selalu berdiskusi dengan beberapa negara baik di Asia Tenggara maupun Timur Tengah untuk membahas bagaimana agar eskalasi global yang memanas ini bisa segera terkendali,” tambah Sigit menekankan.

Selain melakukan komunikasi dengan berbagai negara, Presiden juga disebut aktif melakukan konsolidasi di dalam negeri. Berbagai masukan dari sejumlah pihak terus dihimpun untuk merumuskan langkah mitigasi terhadap dampak konflik global.

Menurut Sigit, situasi geopolitik yang memanas dapat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung berbagai program pemerintah. Dukungan tersebut dinilai penting terutama dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi.

“Di satu sisi kita menghadapi eskalasi dan dampaknya yang tentunya apabila ini tidak kita kelola dengan baik dampaknya terhadap ekonomi pasti terasa dan apabila tidak bisa dijaga pasti akan mengarah ke situasi ataupun masalah sosial,” tutup Sigit.

Melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak konflik global dapat diminimalkan. Stabilitas nasional tetap menjadi prioritas di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berkembang.

Silaturahmi Ramadan, Kapolri Serahkan Kunci Bagi Penerima Manfaat Rutilahu Polda Jabar

Bandung – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hari ini melaksanakan Silaturahmi Ramadhan di Polda Jawa Barat. Dalam agenda ini, Kapolri memberikan perhatian khusus pada program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Acara yang mengusung tema ‘Bersama Membangun Negeri, Polri untuk Masyarakat’ ini digelar di Lapangan Apel Mapolda Jabar, Rabu (4/3/2026). Kapolri datang didampingi Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, As SDM Kapolri Irjen Anwar, Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan, Kadivpropam Polri Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir.

Tampak hadir di lokasi KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan bersama PJU Kapolresta/Kapolrestabes Polda Jabar, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Kajati Jabar Hermon Dekristo, dan para Forkopimda Jabar lainnya. Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, seniman, tokoh serikat pekerja/buruh, ormas, LSM, mahasiswa, hingga kelompol ojol kamtibmas.

Kegiatan silaturahmi ini tidak hanya diikuti oleh peserta di Mapolda Jabar. Acara ini juga diikuti secara virtual melalui live streaming Zoom oleh personel di 23 Polresta-Polrestabes jajaran Polda Jabar.

Usai mendengar tausiyah agama dan doa bersama yang dipimpin Gus Muwafiq, dilanjutkan buka puasa bersama, Jenderal Sigit melaksanakan penyerahan simbolis kunci rumah program pembangunan Rutilahu. Berdasarkan data, terdapat 168 unit Rutilahu yang tersebar di 23 wilayah Jawa Barat. Hingga saat ini, 67 unit telah selesai dibangun dan 101 unit lainnya sedang dalam tahap pengerjaan.
Jenderal Sigit menyerahkan kunci bagi penerima manfaat program perbaikan Rutilahu sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat.

Selain menyerahkan kunci Rutilahu, Jenderal Sigit juga memberikan santunan kepada 150 anak yatim piatu. Bantuan berupa paket sembako juga diberikan kepada perwakilan komunitas ojek online (ojol) Kamtibmas yang turut hadir. Paket tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, hingga kopi dan teh.

“Pembangunan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial, utamanya bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Jenderal Sigit juga memberikan apresiasi khusus kepada Polda Jabar atas program-program yang menyentuh masyarakat kelas bawah.

“Saya tentunya menyambut baik upaya Polda Jawa Barat untuk melaksanakan buka puasa bersama dengan melibatkan seluruh elemen dan tokoh bangsa agar kita bersama-sama berdoa, berikhtiar untuk mendoakan situasi dunia dan bangsa agar kita bisa menghadapi situasi global yang terjadi dengan terus gotong royong untuk menghadapi berbagai macam implikasi yang akan berdampak ke situasi dalam negeri,” tutur Kapolri.

Kapolri menekankan pentingnya doa dan ikhtiar bersama dalam menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian, seperti kenaikan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik. Dia menegaskan bahwa kebersamaan adalah kunci utama agar stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga, sehingga program pemerintah dalam menyejahterakan rakyat tetap bisa berjalan.

Jenderal Sigit dalam kesempatan ini juga mengingatkan jajarannya di Polda Jabar untuk selalu mendengar aspirasi masyarakat demi kemajuan institusi.

“Pastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan dengan terus menjaga semangat ‘Polri Dekat dengan Masyarakat’, sehingga Polri dapat semakin dekat dan dicintai oleh masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Kapolri berpesan agar seluruh elemen di Jawa Barat terus menjaga semangat ‘Sauyunan Jaga Lembur’ demi menjaga tegaknya persatuan dan kesatuan bangsa.


Optimalkan Penanganan Unjuk Rasa, Puslitbang Polri Gelar Penelitian Strategis di Polres Kukar

Kukar – Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menyambangi Polres Kutai Kartanegara (Kukar) untuk melaksanakan penelitian bertajuk “Peran Polri dalam Penanganan Unjuk Rasa guna Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Catur Prasetya, Polres Kukar, pada Rabu (3/3/2026) siang.

Kedatangan tim yang dipimpin oleh Kombes Pol Saefuddin Mohamad, disambut langsung oleh Wakapolres Kukar, Kompol Izdiharuddin Faris R. Putra, beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) dan perwakilan tokoh masyarakat, organisasi mahasiswa (HMI), buruh, hingga komunitas ojek online.

Dalam sambutannya, Wakapolres Kukar memaparkan data statistik aksi penyampaian pendapat di wilayah hukum Polres Kukar. Sepanjang tahun 2024 hingga 2025, tercatat sebanyak 44 aksi unjuk rasa telah ditangani, dengan dominasi isu di bidang ekonomi sebanyak 22 kali.

“Polres Kukar secara rutin melaksanakan latihan tahapan penanganan unjuk rasa sesuai Perkap Nomor 16 Tahun 2006 dan Perkap Nomor 1 Tahun 2009. Kami mengedepankan sinergitas lintas sektoral bersama Kodim, Satpol PP, hingga Dishub untuk memastikan situasi tetap kondusif,” ujar Kompol Izdiharuddin Faris.

Namun, ia juga menyampaikan sejumlah tantangan di lapangan, mulai dari luasnya kondisi geografis wilayah Kukar yang memengaruhi mobilisasi personel, hingga perlunya peremajaan sarana prasarana seperti peralatan flash ball yang telah kedaluwarsa.

Ketua Tim Penelitian, Kombes Pol Saefuddin Mohamad, menegaskan bahwa penanganan unjuk rasa adalah tugas kompleks yang menuntut keseimbangan antara hak asasi manusia dan ketertiban umum. Ia menekankan bahwa penggunaan kekuatan atau senjata hanya boleh menjadi opsi terakhir (ultimum remedium).

“Penanganan yang efektif selalu mengedepankan negosiasi di awal. Kesalahan teknis di lapangan bukan hanya masalah disiplin, tapi bisa memicu instabilitas politik dan kemarahan publik jika salah sasaran,” tegas Kombes Pol Saefuddin.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi mendalam guna memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan tugas kepolisian ke depan, khususnya di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sepanjang Februari 2026, Polda Sumbar Gagalkan Peredaran 6,4 Kg Sabu, Puluhan Ribu Jiwa Terselamatkan

Sumatera Barat —Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Barat berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 6,4 kilogram sepanjang Februari 2026. Pengungkapan tersebut dinilai telah menyelamatkan puluhan ribu masyarakat dari potensi penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi bangsa.

Dalam kurun waktu satu bulan, Ditresnarkoba mengungkap tiga kasus menonjol dengan total barang bukti mencapai 6,49 kilogram sabu dan mengamankan lima orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika lintas wilayah.

Wakapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen nyata Polda Sumbar dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah hukum Sumatera Barat.

“Pengungkapan ini bukan sekadar angka. Dari total 6,4 kilogram sabu yang berhasil diamankan, kami memperkirakan puluhan ribu jiwa dapat terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Ini adalah bentuk keseriusan kami melindungi generasi muda dan masyarakat Sumatera Barat,” tegas Brigjen Pol. Solihin.

Ia juga menekankan bahwa Sumatera Barat tidak boleh dijadikan sebagai wilayah pendistribusian narkotika.

“Kami tegaskan, Sumatera Barat bukan tempat pendistribusian narkoba. Kami akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba menjadikan daerah ini sebagai bagian dari jaringan peredaran gelap narkotika. Sinergi bersama Forkopimda dan dukungan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga daerah ini tetap bersih dari narkoba,” tambahnya.

Senada dengan itu, Direktur Reserse Narkotika Polda Sumbar Kombes Pol Wedy Mahadi menerangkan, bahwa Dua dari tiga kasus besar tersebut terjadi di area Terminal Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman.

“Penangkapan tersebut dilakukan pada tanggal 6 Februari 2026, Petugas mengamankan seorang tersangka inisial “KI” dengan barang bukti 1,51 Kg sabu (12 paket). Selanjutnya pada tanggal 12 Februari 2026, Di lokasi yang sama, petugas kembali menggagalkan upaya penyelundupan 4,96 Kg sabu (20 paket) dari satu orang tersangka lainnya berinisial “KA”. Kemudian pada tanggal 12 Februari 2026 (Malam), penangkapan berlanjut ke Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, dengan mengamankan 3 orang tersangka masing-masing berinisial “RH”, “ECZ” dan “YHK” beserta barang bukti sabu seberat 23,71 gram,” katanya.

Menindaklanjuti hasil sitaan tersebut, Ditresnarkoba Polda Sumbar telah menerima penetapkan status pemusnahan untuk barang bukti sabu seberat 6.428 Gram (6,42 Kg) tersebut.

“Langkah ini merupakan bentuk transparansi dan kepatuhan hukum dalam penanganan barang bukti sitaan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tambah Kombes Wedy Mahadi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat dan koordinasi lintas sektor.

“Polda Sumbar mengapresiasi dukungan masyarakat serta soliditas Forkopimda dalam upaya pemberantasan narkoba. Kami mengimbau masyarakat untuk terus proaktif memberikan informasi apabila mengetahui aktivitas mencurigakan. Kerja sama ini sangat penting untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Sumatera Barat,” ujar Kombes Pol. Susmelawati Rosya.

Polda Sumatera Barat menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan, penindakan, serta langkah preventif guna memastikan wilayah Sumatera Barat terbebas dari ancaman peredaran gelap narkotika.

  1. JUDUL :

Perangi Narkoba hingga ke Akar, Gubernur Mahyeldi Dorong Penguatan Pengawasan Berbasis Nagari

PADANG,TBNEWSSUMBAR – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memberantas peredaran narkoba secara masif dan terstruktur. Hal ini disampaikan Mahyeldi dalam konferensi pers yang digelar oleh Ditresnarkoba di halaman Apel Polda Sumbar, pada Selasa (3/3/26), menyikapi temuan kasus narkoba yang terus berkembang di wilayah Sumatera Barat.

Gubernur Mahyeldi menyoroti bahwa Sumatera Barat kini bukan lagi sekadar tempat perlintasan atau tujuan konsumsi, melainkan telah ditemukan indikasi adanya aktivitas produksi.

“Ini membuktikan bahwasanya kita bukan hanya tempat pertunjukan (peredaran), sudah ada untuk produksi. Maka dari itu, kita harus bersinergi dan terkoordinasi,” tegas Mahyeldi di hadapan awak media.

Dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba, Mahyeldi mendorong penguatan pengawasan di tingkat paling bawah, yakni Nagari. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan perangkat Nagari sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini peredaran barang haram tersebut.

Gubernur menjelaskan bahwa Pemprov Sumbar telah berupaya melakukan langkah formal dengan mengirimkan surat ke Kementerian Dalam Negeri untuk menggerakkan unsur-unsur di tingkat Nagari secara lebih efektif melalui regulasi yang jelas.

“Pengawasan harus merakyat. Itulah mengapa kita mengirimkan surat ke Kemendagri agar aktivitas di tingkat Nagari bisa kita maksimalkan. Kita juga mendorong program ‘Bersinar’ (Bersih Narkoba) dari BNN untuk bergerak dari grassroots (akar rumput),” tambahnya.

Lebih lanjut, Mahyeldi mengingatkan bahwa ancaman narkoba sangat nyata terhadap masa depan bangsa. Jika peredaran ini tidak segera diputus, target Indonesia dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 akan terancam sirna.

“Jika ini tidak tersingkap, generasi emas yang kita harapkan tahun 2045 akan digilas habis. Seluruh pihak, mulai dari tingkat provinsi hingga kota, harus merasakan kegentingan ini,” ujar Mahyeldi dengan nada serius.

Menutup pernyataannya, Gubernur mengapresiasi kerja sama yang solid antara Polda Sumbar, BNN, LKAAM, serta instansi vertikal lainnya. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi jika menemukan adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan mereka.

“Mari kita berkolaborasi dan bersinergi untuk membersihkan Sumatera Barat dari narkoba. Dengan kekuatan bersama, kita tekan peredaran, penggunaan, hingga produksinya,” tegasnya.

Senada dengan itu, Dirresnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wedy Mahadi mengatakan bahwa pernyataan Bapak Gubernur adalah pengingat bagi kami bahwa tantangan ke depan semakin berat karena adanya indikasi aktivitas produksi.

“Ditresnarkoba Polda Sumbar siap mengawal instruksi ini dengan memperkuat sinergi hingga ke tingkat Nagari. Kami tidak hanya akan memutus rantai peredaran, tapi juga berkomitmen memberantas titik-titik produksi narkoba di wilayah ini demi menyelamatkan Generasi Emas 2045,” ujar Kombes Wedy.

Sambangi Rumah Duka, Kapolres Kukar Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Brigpol Poltak Panjaitan

Kukar – Suasana haru menyelimuti kediaman almarhum Brigpol Poltak Rudiantoro Fras Ulian Panjaitan saat rombongan dari Polres Kutai Kartanegara tiba. Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar, didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU), mengunjungi rumah duka pada Selasa (3/2) untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan.

Kehadiran AKBP Khairul Basyar di tengah keluarga almarhum bukan sekadar kunjungan kedinasan, melainkan wujud nyata rasa persaudaraan dalam institusi Polri. Dalam pertemuan tersebut, Kapolres tampak berdialog langsung dengan pihak keluarga, memberikan dukungan moril, serta memastikan bahwa institusi akan memberikan pendampingan penuh terkait hak-hak almarhum sebagai anggota kepolisian.

“Kami datang ke sini untuk menunjukkan bahwa keluarga almarhum tidak sendirian. Kehilangan Brigpol Poltak Panjaitan adalah duka bagi kami semua di Polres Kukar. Beliau adalah rekan kerja dan saudara yang telah mendedikasikan hidupnya untuk melayani masyarakat dengan baik,” ujar AKBP Khairul Basyar di sela kunjungan tersebut.

Selain memberikan kata-kata penguatan, Kapolres juga menyerahkan santunan secara simbolis sebagai tali asih untuk membantu meringankan beban keluarga. Langkah ini diharapkan dapat sedikit membantu kebutuhan mendesak keluarga di tengah masa berkabung yang sulit ini.

Kunjungan yang berlangsung dengan khidmat ini ditutup dengan doa bersama untuk almarhum. Pihak keluarga menyambut baik kehadiran Kapolres dan jajaran PJU, seraya menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian besar yang diberikan oleh jajaran Polres Kutai Kartanegara terhadap mendiang Brigpol Poltak Panjaitan.

Perkuat Solidaritas dan Kepedulian, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar Tinjau Polsek Jajaran dan Salurkan Bansos

Kukar – Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Khairul Basyar, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke dua wilayah hukum polsek jajaran, yakni Polsek Tenggarong dan Polsek Tenggarong Seberang, pada Selasa (3/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel di lapangan sekaligus mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui aksi sosial di bulan suci Ramadhan.

Dalam rombongan tersebut, Kapolres didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Kutai Kartanegara guna melakukan pengawasan menyeluruh terhadap performa satuan di tingkat kecamatan.

Agenda dimulai dengan tatap muka bersama seluruh anggota Polsek dan tokoh masyarakat. Dalam arahannya, AKBP Khairul Basyar menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas serta implementasi jargon SETIA (Solid, Empati, Transparan, Ikhlas, Adaptif) dalam setiap pelaksanaan tugas dan melayani masyarakat. Tak hanya memberikan arahan, Kapolres juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi Markas Komando (Mako) guna memastikan fasilitas pelayanan publik berjalan optimal.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memastikan bahwa setiap personel di tingkat Polsek memiliki semangat yang sama dalam menjaga kamtibmas. Markas yang bersih dan personel yang siap adalah kunci pelayanan prima,” ujar AKBP Khairul Basyar.

Di sela-sela agenda dinasnya, Kapolres Kukar menunjukkan sisi religius dan kepedulian sosial dengan menyerahkan bantuan sosial (bansos) kepada puluhan anak yatim piatu dan warga lanjut usia (lansia) di sekitar wilayah polsek.

Penyerahan bantuan ini disambut haru oleh warga. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran Polri yang tidak hanya penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom yang peduli terhadap kesejahteraan sosial masyarakat yang membutuhkan.

Menutup rangkaian kunjungan, Kapolres beserta rombongan bertolak menuju lokasi pembangunan Mako Polsek Tenggarong Seberang yang baru. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana progres fisik bangunan yang diharapkan dapat segera beroperasi.

“Dengan adanya bangunan Mako yang baru nanti, kami berharap jangkauan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Tenggarong Seberang bisa semakin cepat, responsif, dan nyaman,” tambah Kapolres saat meninjau lokasi proyek.

Secara keseluruhan, kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut berjalan dengan aman dan lancar. Sinergi antara pimpinan dan anggota di tingkat bawah diharapkan semakin solid demi mewujudkan wilayah hukum Kutai Kartanegara yang aman dan kondusif

Polsek Muara Jawa Bersama Tim Gabungan Temukan Nelayan yang Hilang Tersambar Petir, Keluarga Ikhlaskan Kepergian Korban

Kukar – Setelah upaya pencarian intensif selama tiga hari, tim gabungan yang dipimpin oleh jajaran Polsek Muara Jawa akhirnya berhasil menemukan keberadaan Udi (37), seorang nelayan asal Kelurahan Muara Kembang yang dilaporkan hilang di perairan Sungai Tamapole sejak Minggu lalu.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (3/3/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WITA di sekitar perairan Buih 8, Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara.

Peristiwa memilukan ini bermula pada Minggu (1/3) sore, saat cuaca di wilayah Muara Jawa tengah diguyur hujan deras. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sedang mengemudikan perahunya seorang diri dari Muara Ulu Kecil menuju Muara Kembang. Saat melintasi perairan Sungai Tamapole, petir menyambar yang mengakibatkan korban terjatuh dari perahu dan tenggelam.

Kapolsek Muara Jawa, Iptu I Wayan Edi Surya Puryana, menjelaskan bahwa sejak laporan diterima, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan koordinasi untuk melakukan pencarian massal.

“Kami bekerja sama dengan rekan-rekan dari BASARNAS, Polairud, Kamla, serta dibantu warga setempat. Fokus kami adalah menemukan korban secepat mungkin untuk memberikan kepastian bagi pihak keluarga,” ujar Iptu I Wayan.

Setibanya jenazah di rumah duka, suasana haru menyelimuti keluarga korban. Pihak Kepolisian melalui Polsek Muara Jawa melakukan pendampingan langsung kepada istri korban dan keluarga besar guna memberikan dukungan moral di masa sulit ini.

Setelah dilakukan koordinasi secara kekeluargaan, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai musibah murni akibat faktor alam.

“Keluarga korban menolak untuk dilakukan visum maupun otopsi. Mereka sudah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi agar jenazah bisa segera disemayamkan dengan layak,” tambah Kapolsek.

Sebagai bentuk tanggung jawab operasional, personel Polsek Muara Jawa telah melakukan langkah-langkah prosedural di lapangan, mulai dari olah TKP awal, pengumpulan keterangan saksi, hingga pengawalan jenazah ke rumah duka.

Kini, jenazah almarhum Udi telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Tragedi ini menjadi pengingat bagi warga, khususnya para nelayan, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.

Manfaatkan Rasa Iba Korban, Pelaku Penggelapan Motor dan Pencurian Senapan Angin Diringkus Polsek Kenohan

Kukar – Jajaran Reskrim Polsek Kenohan berhasil mengamankan seorang pria berinisial PA (31) atas dugaan tindak pidana penggelapan sepeda motor dan pencurian senapan angin di Dusun Pendamaran, Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penangkapan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026 yang tengah digencarkan Polres Kutai Kartanegara.

Peristiwa ini bermula pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 07.00 WITA. Tersangka PA mendatangi kediaman korban, dengan dalih meminjam sepeda motor Honda Beat berwarna coklat (Nopol KT 6062 CAB). Kepada korban, pelaku mengaku kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di Simpang Desa Tubuhan dan perlu segera mencari pengisian bensin.

Karena merasa iba, korban meminjamkan kendaraannya. Namun, setelah ditunggu sekian lama, pelaku tidak kunjung kembali dan membawa lari motor tersebut.

Tidak berhenti di situ, pelaku PA kemudian menuju rumah saksi korban lainnya. Di sana, pelaku masuk ke dalam rumah tanpa izin dan menggasak satu unit senapan angin merk Predator berwarna hitam milik saksi.

Mendapat laporan dari para korban, Unit Reskrim Polsek Kenohan segera bergerak cepat melakukan penyelidikan. Kapolsek Kenohan mengonfirmasi bahwa pelaku beserta barang bukti saat ini telah berhasil diamankan di Mapolsek Kenohan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kami telah mengamankan tersangka beserta barang bukti berupa satu unit sepeda motor dan satu pucuk senapan angin. Saat ini tim penyidik sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi-saksi dan tersangka,” jelas Kapolsek Kenohan.

Pasal yang Disangkakan
Atas perbuatannya, tersangka PA dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 476 KUHP terkait penggelapan dan Pasal 486 KUHP terkait pencurian, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru).

Operasi Pekat Mahakam 2026 sendiri bertujuan untuk menekan angka kriminalitas dan penyakit masyarakat di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Cegah Karhutla, Polsek Loa Kulu Perketat Sosialisasi Larangan Bakar Lahan di Tiga Desa Rawan

Kukar – Menanggapi kerawanan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polsek Loa Kulu melakukan langkah preventif dengan menerjunkan personel piket untuk bersosialisasi langsung ke tengah masyarakat. Kegiatan ini menyasar pemukiman dan kawasan pertanian di Desa Loh Sumber, Desa Sumber Sari, dan Desa Jembayan Tengah pada Selasa (3/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Kecamatan Loa Kulu tetap kondusif.

Edukasi di Garis Depan, petugas menyambangi warga yang tengah beraktivitas di ladang maupun di lingkungan RT. Dalam dialog tersebut, personel Polsek Loa Kulu memberikan imbauan tegas agar warga tidak menggunakan metode bakar lahan saat membuka atau membersihkan area perkebunan.

“Kami hadir untuk mengingatkan bahwa api kecil yang tidak terkendali di lahan kering dapat berdampak fatal bagi lingkungan dan kesehatan kita semua. Kami meminta kerja sama seluruh warga untuk meninggalkan cara lama membakar lahan,” ujar salah satu personel di lapangan.

Tegas pada Aturan, Ramah dalam Pendekatan
Selain menyampaikan larangan, petugas juga memberikan edukasi mengenai dampak hukum dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan jika terjadi kebakaran besar. Pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan sisi humanis, di mana polisi mendengarkan kendala petani sambil memberikan solusi pencegahan yang lebih aman.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto menekankan bahwa pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Dengan menjaga lahan tetap hijau tanpa api, masyarakat turut menjaga stabilitas ekonomi dan sosial di kampung halaman sendiri.

Warga menyambut baik kehadiran petugas dan menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya kepolisian dalam menjaga wilayah Loa Kulu dari ancaman api karhutla.

Aksi Heroik Personel Pamapta Polres Kukar Selamatkan Seorang Ibu yang Hendak Akhiri Hidup di Jembatan

Kukar – Kecekatan dan sisi kemanusiaan ditunjukkan oleh personel Pamapta Polres Kutai Kartanegara (Kukar) saat menyelamatkan seorang ibu rumah tangga yang diduga hendak mengakhiri hidup dengan melompat dari atas jembatan, Selasa (03/03/2026) dini hari.

Insiden yang sempat mengundang perhatian warga tersebut terjadi di tengah hiruk-pikuk arus lalu lintas. Beruntung, personel Polri yang sedang bertugas segera tiba di lokasi tepat sebelum tindakan fatal tersebut dilakukan.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar melalui Kasi Humas Iptu Maryono yang bertugas mengungkapkan bahwa aksi penyelamatan ini bermula dari laporan cepat masyarakat yang melihat korban menunjukkan gelagat mencurigakan di pinggir pagar jembatan.

“Saat tiba di lokasi, tim Pamapta langsung melakukan pendekatan persuasif. Kami mengutamakan dialog hati ke hati untuk menenangkan kondisi psikologis korban yang saat itu sedang sangat tidak stabil,” ujar Iptu Maryono.

Dalam suasana yang menegangkan namun penuh empati, personel Polri perlahan mendekati korban sembari memberikan kata-kata penguatan. Tak butuh waktu lama, petugas berhasil merangkul dan membawa ibu tersebut ke area yang lebih aman. Sesuai dengan semangat SETIA (Solid, Empati, Transparan, Ikhlas, Adaptif), petugas tidak hanya mengamankan secara fisik, tetapi juga mendampingi korban hingga kondisinya benar-benar tenang.

“Bagi kami, tugas kepolisian bukan sekadar menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan setiap nyawa masyarakat terlindungi. Kami hadir untuk mendengarkan dan membantu, karena setiap nyawa begitu berharga,” tambahnya.

Usai dievakuasi, korban kemudian dibawa ke Mapolres Kukar untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut dan dipertemukan kembali dengan pihak keluarga. Pihak keluarga yang menjemput pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas respons cepat dan perlakuan humanis dari jajaran Polres Kukar.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Polres Kutai Kartanegara mengimbau masyarakat untuk saling menguatkan dan tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan situasi darurat di lingkungan sekitar.