Polres Kutai Kartanegara Gelar Apel Pagi, Waka Polres Tekankan Disiplin dan Kualitas Pelayanan

Kukar – Polres Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan Apel Pagi personel pada Senin (26/1/2026) di halaman Mako Polres Kutai Kartanegara. Apel pagi tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Kutai Kartanegara, Kompol Idhizaharudin Faris Raharja Putra.

Apel pagi diikuti oleh para Kabag, Kasat, Kasi, Kasubbag, perwira, bintara, serta ASN Polres Kutai Kartanegara. Kegiatan diawali dengan rangkaian apel sesuai tata upacara, mulai dari penghormatan pasukan, menyanyikan Mars Polri, pembacaan doa, pengucapan Tribrata dan Catur Prasetya, hingga penyampaian amanat pimpinan apel.

Dalam amanatnya, Wakapolres Kutai Kartanegara menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas pelaksanaan tugas yang berjalan dengan baik. Ia mengingatkan agar kedisiplinan dalam pelaksanaan apel pagi terus ditingkatkan, dengan menekankan kesiapan personel di lapangan apel sebelum pukul 08.00 Wita.

Kompol Idhizaharudin juga menegaskan bahwa meskipun Kapolres Kutai Kartanegara sedang melaksanakan ibadah umrah, seluruh personel tetap wajib menjalankan tugas dan tanggung jawab secara maksimal, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat.

Terkait pelayanan publik, Wakapolres menekankan agar layanan kepolisian seperti Call Center 110, SKCK, dan SIM dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis dan arahan pimpinan. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada petugas piket Call Center 110 yang telah melaksanakan tugas dengan baik saat dilakukan pengecekan langsung oleh Wakapolda Kalimantan Timur tanpa adanya teguran.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada petugas piket tahanan agar selalu mematuhi standar operasional prosedur (SOP) guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Wakapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja serta menciptakan suasana kerja yang nyaman dan kondusif demi mendukung kelancaran tugas organisasi.

Polsek Muara Kaman Tangani Penemuan Mayat di Jalan Poros HTI Menamang Kanan

Kukar – Jajaran Polsek Muara Kaman menangani peristiwa penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki di Jalan Poros HTI Bukit Horina RT 005, Desa Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Sabtu (24/1/2026) sore.

Korban diketahui berinisial P (52), seorang guru yang berdomisili di Desa Menamang Kanan. Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga setelah mencium bau menyengat di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Gede Wijaya, menjelaskan, setelah menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan pengamanan dan penanganan awal. Petugas melakukan evakuasi jenazah dengan melibatkan perangkat desa serta pihak keluarga korban.

“Petugas Polsek Muara Kaman segera menuju TKP untuk mengamankan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta mengevakuasi jenazah korban ke fasilitas kesehatan,” jelas Kapolsek.

Jenazah korban kemudian dibawa ke UPTD Puskesmas Sebulu II, Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, menggunakan ambulans milik pemerintah desa. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak medis dan keluarga, keluarga korban menyatakan menerima penyebab kematian dan menolak dilakukan visum terhadap jenazah, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kelelahan yang menyebabkan penyakitnya kambuh, mengingat korban diketahui baru saja menjalani operasi prostat. Selain itu, ditemukan sepeda motor korban di sekitar lokasi dengan kondisi rantai putus, yang diduga membuat korban berjalan kaki sebelum akhirnya mengalami kelelahan.

Kapolsek menambahkan, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah kepolisian berupa pengamanan barang bukti, pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terhadap para saksi, serta pendalaman lebih lanjut untuk memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kami tetap melakukan penyelidikan guna memastikan peristiwa ini murni musibah dan tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana,” tegasnya.

Setelah proses administrasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan di Kota Samarinda. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.

Polsek Anggana Intensifkan Patroli Malam, Ajak Warga Waspada Kebakaran dan Jaga Kamtibmas

Kukar – Polsek Anggana terus berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menggelar patroli malam di wilayah hukumnya, Jumat malam (23/1/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pendekatan humanis kepada warga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan lingkungan dan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran.

Patroli dipimpin oleh IPTU Jumarin bersama personel AIPTU Catur HS, AIPTU Kaharuddin, AIPTU Aris H, dan BRIPKA Dwi Bagus. Sejumlah titik strategis menjadi sasaran patroli, di antaranya Jalan Poros Samarinda–Anggana di Desa Sungai Meriam, Jalan Mulawarman Desa Sungai Mariam, serta Jalan Kesturi Desa Anggana.

Tidak sekadar berkeliling, petugas juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat. Warga diajak berdiskusi mengenai situasi keamanan di lingkungan sekitar serta diberikan imbauan kamtibmas agar tetap waspada, terutama pada jam-jam rawan malam hari.

“Patroli malam ini kami lakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, khususnya di lokasi yang sering menjadi pusat aktivitas masyarakat,” ujar IPTU Jumarin di sela kegiatan.

Selain fokus pada kamtibmas, patroli malam ini juga menyoroti potensi bahaya kebakaran. Petugas mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan listrik dan api, serta menyarankan ketersediaan alat pemadam kebakaran sederhana di lingkungan masing-masing.

“Kebakaran bisa terjadi kapan saja. Dengan kewaspadaan bersama, risiko tersebut dapat kita minimalisir,” ungkap AIPTU Catur HS.

Kapolsek Anggana, IPTU I Komang Mahendra Putra, memberikan apresiasi atas dedikasi personel yang terlibat. Menurutnya, patroli malam merupakan langkah nyata Polsek Anggana dalam menghadirkan rasa aman sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Kami akan terus meningkatkan intensitas patroli sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif,” tegasnya.

Secara umum, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Anggana terpantau aman dan kondusif hingga berakhirnya kegiatan patroli malam tersebut.

Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya Fasilitasi Mediasi Warga, Permasalahan Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Kukar – Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya, Polsek Loa Janan, AIPDA Zulkipli, melaksanakan mediasi terhadap permasalahan antarwarga di desa binaannya, Sabtu (24/1/2026). Mediasi tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah serta mencegah permasalahan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Dalam proses mediasi, Bhabinkamtibmas mempertemukan pihak-pihak yang berselisih untuk berdialog dan mencari solusi bersama melalui musyawarah. Dengan pendampingan kepolisian, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan secara damai dan kekeluargaan.

Kegiatan mediasi ini merupakan bagian dari peran Bhabinkamtibmas dalam pembinaan masyarakat, khususnya dalam membantu menyelesaikan permasalahan sosial di tingkat desa. Pendekatan persuasif dan humanis menjadi langkah utama agar setiap permasalahan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Selain memfasilitasi mediasi, AIPDA Zulkipli juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga. Ia mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian sosial, serta segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian apabila terjadi permasalahan di lingkungan sekitar.

Dengan adanya mediasi tersebut, situasi kamtibmas di Desa Purwajaya tetap terjaga dalam keadaan aman dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan warga dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan harmonis.

Kasat Binmas Polres Kukar Berikan Materi Kamtibmas pada Diklat Bintalsik Senkom Mitra Polri

Kukar – Polres Kutai Kartanegara melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) terus memperkuat sinergi dengan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pemberian materi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) pada kegiatan Pendidikan dan Latihan Bintalsik Senkom Mitra Polri Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu malam (24/1/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Baitul Izza (LDII), Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong. Materi disampaikan langsung oleh Kasat Binmas Polres Kutai Kartanegara, AKP Sukardi, kepada sekitar 80 peserta Diklat Bintalsik Senkom Mitra Polri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Senkom Kabupaten Kutai Kartanegara Hari Budianto, personel Sat Binmas Polres Kukar, para Ketua Cabang Senkom tingkat kecamatan, serta anggota Senkom Mitra Polri se-Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam penyampaian materinya, AKP Sukardi menjelaskan bahwa Kamtibmas merupakan kondisi aman dan tertib yang harus diwujudkan secara bersama dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas Polri, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Keberhasilan menjaga keamanan bukan diukur dari banyaknya penindakan, tetapi dari terciptanya rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat,” ujarnya.

AKP Sukardi juga menekankan pentingnya nilai gotong royong sebagai budaya bangsa dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, upaya pencegahan harus lebih diutamakan dibandingkan penindakan, melalui peningkatan kepedulian dan kewaspadaan bersama.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya sistem keamanan kawasan, baik di lingkungan perkantoran, pertokoan, kawasan industri, maupun permukiman. Masyarakat diimbau untuk mampu mengamankan diri sendiri, keluarga, rumah tinggal, serta lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, Polres Kutai Kartanegara berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polri dan Senkom Mitra Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tenteram, dan kondusif.

Wakapolda Kaltim Bersama PJU Bersilaturahmi dengan Sultan Kutai Kartanegara di Kedaton Kesultanan

Kukar – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Kalimantan Timur, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Kalimantan Timur dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, Sabtu (24/1/2026).

Kedatangan Waka Polda Kaltim beserta rombongan sekitar pukul 11.00 WITA disambut langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin bersama kerabat Kesultanan. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan sebagai wujud sinergi serta penghormatan antara Polri dan lembaga adat Kesultanan Kutai Kartanegara.

Turut mendampingi Waka Polda Kaltim dalam kegiatan tersebut, antara lain Direktur Intelkam Polda Kaltim Kombes Pol Hadi Wiyono, Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu serta Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan.

Selain itu, hadir pula Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, bersama Pejabat Utama Polres Kutai Kartanegara, Wakil Ketua Bhayangkari Polda Kaltim Ny. Fanny Jossy Kusumo, serta keluarga dan kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan doa oleh Pangeran Mangku Patih, sajian Tari Ganjar Ganjur sebagai bentuk pelestarian budaya daerah, serta pemberian cendera mata sebagai simbol silaturahmi dan kebersamaan, sebelum ditutup dengan ramah tamah.
Usai rangkaian acara utama, Waka Polda Kaltim beserta rombongan melaksanakan makan siang bersama Sultan Kutai Kartanegara di ruang makan Kedaton. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam para Raja Kutai sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan leluhur Kesultanan Kutai Kartanegara.

Selanjutnya, rombongan Waka Polda Kaltim melanjutkan kunjungan ke Mako Polres Kutai Kartanegara dan disambut oleh Wakapolres Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra beserta Pejabat Utama Polres Kukar. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.40 WITA.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan semakin mempererat hubungan harmonis antara Polri dan Kesultanan Kutai Kartanegara dalam menjaga stabilitas keamanan serta kelestarian nilai-nilai budaya di Kalimantan Timur.

Den K9 SAR Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Siap Perkuat Penanganan Bencana Longsor di Cisarua, Bandung Barat

Bandung Barat — Polri melalui Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri melaksanakan apel kesiapan dalam rangka perbantuan bencana alam di wilayah hukum Polda Jawa Barat, sebagai bentuk kehadiran negara dan respons cepat dalam misi kemanusiaan pascabencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Apel kesiapan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 26 Januari 2026, pukul 15.00 WIB, bertempat di Mako Ditpolsatwa, sebagai persiapan pelaksanaan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) di bawah Polda Jawa Barat.

Dalam operasi kemanusiaan ini, Den K9 SAR Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri mengerahkan sebanyak 20 personel yang dipimpin oleh IPTU Erasmus selaku Katim K9, didukung oleh tim veteriner, para handler, pelindung, serta pengemudi. Kekuatan ini diperkuat dengan enam ekor satwa pelacak K9, yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita, yang memiliki keahlian utama dalam pencarian korban meninggal dunia atau cadaver search. Untuk mendukung mobilitas dan efektivitas di medan bencana, tim K9 SAR juga dilengkapi dengan satu unit truk boks dan empat unit kendaraan ransus Navara K9.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengerahan Den K9 SAR merupakan langkah strategis Polri untuk mempercepat proses pencarian korban di medan longsor yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. “Pengerahan Den K9 SAR ini adalah bentuk keseriusan dan komitmen Polri dalam misi kemanusiaan. Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kombes Pol. Hendra.

Berdasarkan data resmi Posko Utama dan Pos DVI hingga Minggu, 25 Januari 2026, pukul 16.35 WIB, dari total 105 laporan orang hilang, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 25 kantong jenazah, bertambah tiga jenazah utuh dari hasil pencarian terbaru. Dari jumlah tersebut, 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh. Korban yang telah teridentifikasi masing-masing atas nama Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), M. Kori (30) yang teridentifikasi dari potongan tubuh berupa tangan, AI Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31). Sementara itu, sepuluh jenazah dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.

Kombes Pol. Hendra Rochmawan menegaskan bahwa Polri akan terus bersinergi dengan TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur relawan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. “Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Inilah wujud nyata Transformasi Polri Presisi yang humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar seluruh personel SAR, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, serta keluarga korban diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan selama proses kemanusiaan ini berlangsung. Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan dengan mengedepankan prinsip keselamatan personel dan ketelitian dalam setiap tahapan kegiatan.

Bersihkan SD Negeri 4 Kuala Simpang, Taruna Ingin Siswa Bisa Segera Bersekolah Normal

Aceh Tamiang. Hari ini, Minggu, 25 Januari 2026, merupakan hari kedua pelaksanaan kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46 yang diikuti Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Salah satu sasaran kegiatan pada hari kedua ini adalah pembersihan di SD Negeri 4 Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, yang terdampak banjir pada November 2025 lalu. Para Taruna bersama-sama melakukan pembersihan lumpur di ruang-ruang kelas agar sekolah dapat segera digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.

Taruna Akpol, Sultan Rekha Alfarabbi Firdaus, menjelaskan bahwa kondisi lumpur di dalam ruangan sekolah masih cukup tebal sehingga membutuhkan penanganan serius.

“hari ini kami melaksanakan kegiatan di suatu sekolah dasar di Tamiang dan yang kami lakukan adalah membersihkan lumpur yang cukup tinggi di ruang-ruang sekolahan. Kami sekop, kami sapu, dan kami pel supaya ruangan-ruangan ini bisa cepat digunakan kembali oleh anak-anak di SD di Tamiang,” ujar Sultan.

Sementara itu, Taruna Akademi Angkatan Laut, Salsadila Rossa Firllyanti, menyampaikan bahwa proses pembersihan telah berlangsung selama dua hari dan menunjukkan progres yang signifikan.

“Untuk proses pengerjaan sendiri sudah kami lakukan selama dua hari. Progres yang sudah kami lakukan sudah membersihkan beberapa kelas dan sudah bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, untuk beberapa bangunan sudah mulai rapuh, sehingga masih diperlukan pembersihan yang lebih mendalam,” jelasnya.

Melalui kegiatan Latsitardanus ke-46 ini, para Taruna berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang, khususnya dalam pemulihan pascabencana.

“Kegiatan Latsitardanus ke-46 ini kami harapkan dapat membawa dampak baik untuk masyarakat Aceh Tamiang, membangun kembali fasilitas umum, serta membantu kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” kata Salsadila.

Senada dengan itu, Sultan Rekha Alfarabbi Firdaus berharap pemulihan pascabencana dapat segera tuntas sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Harapan saya, semua kerusakan akibat bencana dapat cepat dipulihkan, sehingga anak-anak bisa segera kembali bersekolah, toko-toko bisa kembali buka, dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal secepat mungkin,” tutupnya.

Kapolda Aceh Tinjau Sumur Bor Bantuan Polri di Aceh Tamiang, Pastikan Masih Berfungsi dan Bermanfaat

Aceh Tamiang. Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, melakukan pengecekan langsung sumur bor bantuan Polri di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026). Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sumur bor bantuan Polri masih berfungsi optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pascabencana.

Dalam keterangannya, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa bantuan sumur bor tersebut merupakan program kemanusiaan dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang disalurkan ke berbagai wilayah di Aceh.

“Hari ini Sabtu 24 Januari 2026 kami mengecek sumur-sumur yang telah diberikan oleh Bapak Kapolri,” ujar Kapolda Aceh.

Kapolda menjelaskan, total bantuan sumur bor yang diberikan Kapolri mencapai 267 titik, lengkap mulai dari proses pembuatan hingga fasilitas pendukung seperti mesin dan toren air.

“Total bantuan sumur bor Bapak Kapolri yaitu sebanyak 267 titik, meliputi pembuatan sampai dengan mesin dan toren,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolda Aceh menegaskan pihaknya akan memastikan seluruh bantuan benar-benar dapat dimanfaatkan. Jika ditemukan kendala, perbaikan akan segera dilakukan. Kapolda ingin meyakinkan bahwa apabila masih ada bantuan sumur yang belum berfungsi maksimal maka akan perbaiki.

Salah satu lokasi pengecekan dilakukan di RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang. Berdasarkan hasil peninjauan, sumur bor bantuan Polri di rumah sakit tersebut masih berfungsi dengan baik dan terus dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah di RSUD Kabupaten Aceh Tamiang, hari ini sumur bor bantuan Polri masih bermanfaat. Semoga bermanfaat bagi Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Tamiang,” ucap Kapolda.

Sementara itu, Direktur RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, Dr Andika Putra SA, menyampaikan bahwa sumur bor bantuan Polri sangat membantu operasional rumah sakit sejak awal pascabencana hingga saat ini.

“Hari ini kami kedatangan kunjungan dari Bapak Kapolda beserta Ibu untuk melihat bantuan sumur bor dari Bapak Kapolri. Alhamdulillah, sumur sudah beroperasi dan kami gunakan untuk kebutuhan operasional rumah sakit sejak awal-awal pasca bencana sampai sekarang ini terus kami gunakan,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat terus memberikan manfaat dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Tamiang.

“Mudah-mudahan apa yang sudah diberikan ini terus bisa memberikan manfaat untuk kegiatan pelayanan di rumah sakit,” katanya.

Dr Andika juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolri dan seluruh jajaran Polri atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan seluruh jajarannya atas perhatiannya kepada RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang,” pungkasnya.

Datang untuk Mengabdi, Hadir untuk Menyembuhkan: 9 Taruna Akpol dan SSDM Polri Laksanakan Trauma Healing Perdana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang — Tanpa membuang waktu untuk beristirahat, sesaat setelah tiba di Aceh Tamiang, 9 Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) didampingi Biro Psikologi SSDM Polri langsung turun ke lapangan melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengerahan 169 Taruna Akpol yang bertugas selama satu bulan penuh dalam Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) 2026, untuk melaksanakan pelayanan terpadu pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Trauma healing dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 12 Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026), dengan sasaran 75 anak-anak tingkat taman kanak-kanak yang terdampak langsung banjir bandang dan tanah longsor. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan Psychological First Aid (PFA), permainan edukatif, konseling kelompok kecil, serta berbagai aktivitas kreatif yang bertujuan memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, dan mengembalikan semangat anak-anak. Kehadiran Taruna Akpol sebagai pendamping menciptakan suasana hangat, aman, dan penuh keakraban. Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diberi ruang untuk mengekspresikan perasaan, bercerita, serta membangun kembali kepercayaan diri.

Psikolog SSDM Polri AKBP Astiadi Prahastomo, S.Psi., S.I.K., M.T. Yang memimpin kegiatan ini menjelaskan bahwa trauma healing ini dilakukan sebagai bentuk pertolongan psikologis awal bagi anak-anak pascabencana. Fokus utama kegiatan adalah memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, dan mengembalikan keceriaan anak-anak agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan sehat. Pendekatan berbasis Psychological First Aid melalui permainan, interaksi sosial, dan komunikasi empatik dinilai efektif membantu anak-anak menurunkan kecemasan serta membangun kembali rasa percaya diri. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran 9 Taruna Akpol sangat membantu proses pendampingan, karena para taruna mampu menjadi figur kakak dan sahabat bagi anak-anak, sehingga tercipta kedekatan emosional yang mempercepat proses pemulihan.

Kegiatan trauma healing ini menjadi aksi kemanusiaan perdana dari rangkaian panjang pengabdian 169 Taruna Akpol yang dikerahkan ke Aceh Tamiang selama satu bulan penuh. Para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, mulai dari pemulihan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pengelolaan dapur umum, hingga pendampingan psikososial, guna membantu percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh SSDM Polri bersama 9 Taruna Akpol ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya bagi anak-anak. Selama satu bulan ke depan, 169 Taruna Akpol akan hadir dan bekerja bersama masyarakat Aceh Tamiang dalam berbagai program kemanusiaan, memastikan kehadiran Polri tidak hanya dalam pemulihan fisik, tetapi juga dalam penguatan mental dan psikologis masyarakat agar mampu bangkit kembali secara utuh.

Kegiatan trauma healing ini menjadi simbol awal pengabdian panjang Taruna Akpol di Aceh Tamiang. Selama satu bulan ke depan, para taruna akan terus hadir di tengah masyarakat — bekerja, melayani, dan menguatkan — demi mempercepat pemulihan kehidupan pascabencana serta menumbuhkan kembali harapan bagi generasi masa depan.