Lahan Semak Belukar 5 Hektar Terbakar di Loa Janan, Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Api Hingga Tengah Malam

Kukar – Lahan semak belukar seluas kurang lebih 5 hektar milik almarhum Abun di area perbatasan RT 13 Dusun Bhakti Luhur, Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, mendadak membara pada Selasa (16/9/2026) malam.

Amukan si jago merah baru berhasil dipadamkan sepenuhnya menjelang tengah malam setelah petugas gabungan bahu-membahu melakukan pemadaman.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi pada pukul 18.00 WITA. Melihat kobaran api yang dengan cepat meluas di area belukar, warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Menerima informasi kebakaran, personel Polsek Loa Janan yang dipimpin oleh Kanit Sabhara IPTU Didik bersama Kanit Lantas IPTU Hakim, personel piket, unit Reskrim, serta Babinsa Desa Tani Bhakti bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Petugas kepolisian bertindak cepat menggalang sinergi lintas sektor guna melokalisasi kobaran api agar tidak meluas ke pemukiman atau area perkebunan warga sekitar.

Aksi tanggap darurat ini melibatkan tim gabungan skala besar yang terdiri dari Personel Polsek Loa Janan & Babinsa Desa Tani Bhakti, Tim Relawan BPBD Loa Janan & Redkar Damba Bakungan, Tim Fire Response PT IBP dan PT ABS serta Warga lokal Desa Tani Bhakti.

Pemadaman dilakukan secara intensif dengan memadukan metode manual dan penyemprotan air skala besar. Tim memobilisasi armada unit Damkar milik relawan serta diperkuat oleh mobil watertank berkapasitas besar milik PT IBP dan PT ABS untuk menjangkau titik-titik api yang sulit dibasahi.

Setelah berjibaku menembus kegelapan malam dan pekatnya asap selama hampir enam jam, operasi pemadaman akhirnya membuahkan hasil.

Kapolsek Loa Janan, IPTU Danang Wahyu Rahardhika membenarkan bahwa seluruh titik api berhasil dipadamkan total sekitar pukul 23.45 WITA. Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dipastikan telah aman, kondusif, dan berada dalam pengawasan petugas.

Ancam Area Objek Vital Nasional, Kebakaran Lahan 8 Hektar di Handil Baru Berhasil Dijinakkan Tim Gabungan

Kukar– Sinergi cepat lintas sektor kembali ditunjukkan jajaran Polsek Samboja bersama instansi terkait dan pihak swasta. Lahan gambut serta semak belukar seluas kurang lebih 8 hektar yang terbakar di kawasan Objek Vital Nasional (Obvitnas) PT. ENI Muara Bakau, RT 012 Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, berhasil dipadamkan total, Rabu (16/9/2026).

Kejadian bermula sekira pukul 11.00 WITA tersebut sempat memicu kepulan asap tebal di sekitar wilayah kerja operasional industri vital tersebut. Mengingat lokasinya yang sangat strategis, tim gabungan langsung mengambil langkah respons cepat guna mencegah dampak buruk pada aktivitas Obvitnas maupun pemukiman warga sekitar.

Menempuh jarak tempuh sekitar 20 kilometer dari Mako Polsek Samboja, tim yang dipimpin oleh Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid, langsung menerjunkan 6 personel Polsek, 1 personel Koramil, 7 personel Damkar Kecamatan Samboja, serta didukung penuh oleh Tim Damkar PT. PHM dan Tim Damkar PT. ENI Muara Bakau.

Upaya pemadaman dan pembasahan intensif dilancarkan menggunakan unit armada penyuplai air, yakni 1 unit Mobil Tangki Pemadam Kecamatan, 1 unit Mobil Tangki PT. PHM, serta 1 unit Mobil Tangki Air pendukung.

Perjuangan ekstra di medan gambut kering tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.00 WITA.

Kapolsek Samboja, AKP Mohamad Yazid mengapresiasi soliditas dan kesigapan seluruh unsur yang terlibat di lapangan, terutama dalam mengamankan area industri vital nasional dari bahaya karhutla.

“Kerja sama yang solid antara aparat, Damkar daerah, dan tim Fire Rescue dari PT. PHM serta PT. ENI Muara Bakau menjadi kunci cepatnya penanganan di area berisiko tinggi ini. Tepat pukul 20.00 WITA, lokasi sudah benar-benar aman dan kondusif,” ujar AKP Mohamad Yazid.

Terkait pemicu awal timbulnya titik api di area semak belukar dan kebun karet tersebut, pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Indikasi awal menduga kebakaran dipicu oleh kondisi iklim cuaca ekstrem dan terik panas yang melanda wilayah Samboja belakangan ini.

Kepolisian terus mengimbau seluruh perusahaan dan masyarakat untuk memperketat pengawasan area rawan bakar di musim kemarau.

Berijbaku Hingga 7 Jam, Tim Gabungan Berhasil Amankan 2 Hektar Lahan Terbakar di Samboja Barat

Kukar – Perjuangan pantang menyerah ditunjukkan oleh tim gabungan penanggulangan Karhutla di wilayah hukum Samboja Barat. Menempuh jarak sejauh 20 kilometer dari Mako Polsek Samboja, regu penyelamat membendung kobaran api yang melalap sekitar 20.000 meter persegi (2 hektar) lahan di kawasan RT 08 Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Rabu (16/9/2026).

Kebakaran yang berdekatan dengan area pemakaman Km. 38 ini diperkirakan mulai menyala sekitar pukul 10.00 WITA. Cuaca ekstrem dan suhu udara yang sangat menyengat selama beberapa hari terakhir di wilayah Samboja dan sekitarnya terindikasi menjadi pemicu awal cepat merambatnya si jago merah di atas vegetasi kering.

Menanggapi laporan warga, aksi penanganan maraton yang berlangsung selama lebih dari 7 jam—sejak pukul 11.00 WITA hingga 18.30 WITA—melibatkan kolaborasi erat berbagai unsur.

Sebanyak 27 personel dikerahkan ke titik lokasi (-1.001231, 116.976398), terdiri dari personel Polsek Samboja, Koramil Samboja, Brimob Polda Kaltim, Manggala Agni, Komunitas Jejak Pulang, Aparatur Kelurahan Sungai Merdeka, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Perjuangan menundukkan api didukung oleh unit armada operasional, meliputi 1 unit mobil tangki penyuplai air, 2 unit mobil pickup pemuat tandon, serta keandalan mesin pompa air tekanan tinggi (Mark 3).

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid menyampaikan bahwa kerja keras dan kekompakan seluruh elemen di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan pemadaman hingga api benar-benar padam total menjelang malam.

“Medan dan kondisi cuaca panas memang menjadi tantangan tersendiri, namun sinergi antara kepolisian, TNI, Manggala Agni, relawan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terbukti sangat efektif. Tepat pukul 18.30 WITA, area terdampak berhasil dilokalisir dan dipadamkan sepenuhnya,” tegas Kapolsek Samboja.

Cegah Dampak Asap Karhutla, Polsek Kota Bangun dan Satgas Terpadu Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat

Kukar – Langkah cepat dan responsif ditunjukkan oleh Polsek Kota Bangun bersama jajaran Satgas Karhutla Terpadu Kecamatan Kota Bangun. Berlokasi di depan Posko Satgas Karhutla Terpadu, tim gabungan turun langsung ke jalan untuk membagikan masker gratis kepada warga dan pengguna jalan yang melintas, Rabu (16/9/2026) pukul 13.00 WITA.

Aksi tanggap ini dipimpin langsung oleh Camat Kota Bangun bersama Kapolsek Kota Bangun, AKP Asnan Rusmawan, S.H., dengan melibatkan personel Polsek Kota Bangun, anggota Koramil, serta jajaran Satgas Karhutla lainnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dan aparat keamanan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembagian masker difokuskan untuk meminimalisasi risiko gangguan pernapasan (ISPA) bagi masyarakat akibat paparan asap karhutla di wilayah Kutai Kartanegara.

Kapolsek Kota Bangun, AKP Asnan Rusmawan menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk perlindungan preventif sekaligus edukasi publik agar masyarakat tetap waspada terhadap bahaya asap.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan warga Kota Bangun terlindungi dari dampak buruk paparan asap karhutla saat beraktivitas di luar rumah,” tegas AKP Asnan Rusmawan.

Selain membagikan masker, petugas gabungan juga menyisipkan pesan kamtibmas dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang dapat memperburuk kondisi udara.

Seluruh rangkaian kegiatan pembagian masker berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Polsek Kota Bangun bersama Satgas Terpadu berkomitmen untuk terus bersiaga menjaga kondusifitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di wilayah hukum Kota Bangun.

Deteksi Satelit NASA Tunjukkan Titik Panas high Level, Tim Gabungan Muara Kaman Tembus Rawa Ekstrem Seluas 10 Hektar

Kukar – Pemanfaatan teknologi pemantauan digital Aplikasi Lembuswana kembali membuktikan efektivitasnya dalam penanganan Karhutla. Berkat sinyal deteksi dini dari Satelit TERRA (NASA) yang mencatat 2 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan mencapai 97% hingga 100%, tim gabungan Kecamatan Muara Kaman langsung bergerak cepat ke lokasi, Rabu (16/9/2026).

Menanggapi alarm digital tersebut, verifikasi lapangan dipimpin langsung oleh Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin, Camat Muara Kaman Nadi Baswan, Danramil Muara Kaman Kapten Inf Elya Iksan Purba, serta Kades Bunga Jadi Ina Ismiyati.

Tim lintas instansi yang turut diperkuat oleh personel Polsek, Koramil, serta gabungan 5 regu Damkar (Damkar Muara Kaman, SHJ, TJA, Desa Sabintulung, dan Desa Bunga Jadi) langsung menerjang medan di kawasan Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman.

Setibanya di titik koordinat (-0.16919, 116.83395) dan (-0.17039, 116.82517), petugas mendapati lahan semak belukar dan rawa-rawa milik warga seluas perkiraan 5 hingga 10 hektar telah terdampak. Kendati api utama sudah padam, kepulan asap tebal masih membumbung tinggi dari sisa-sisa vegetasi yang terbakar.

Perjuangan tim di lapangan tidaklah mudah, penanganan dan pendinginan menghadapi hambatan geografis yang cukup berat, mulai dari akses rawa-rawa berlumpur, minimnya pasokan air yang hanya mengandalkan sisa genangan rawa, hingga kendala hilang sinyal (blank spot) di area perbatasan tersebut.

Guna mengatasi keterbatasan air di medan sulit, 2 unit mobil Water Tank dan 4 unit mesin penyedot air (Alkon) dikerahkan untuk membasahi titik-titik asap yang berpotensi menyalakan kembali bara api.

Kapolsek Muara Kaman, IPTU Herwin menegaskan bahwa verifikasi berbasis data satelit ini sangat penting agar penanganan Karhutla tepat sasaran dan tidak terlambat.

“Begitu sistem Aplikasi Lembuswana mendeteksi adanya hotspot high level dari satelit NASA, kami bersama Forkopimcam dan regu Damkar desa langsung bergerak. Meski terkendala medan rawa dan minim sinyal, keselamatan wilayah tetap jadi prioritas,” tegas IPTU Herwin.

Sinergi Kesiapsiagaan Polsek Muara Jawa dan Tim Gabungan Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan 2 Hektar

Kukar – Gerak cepat personel gabungan Polsek Muara Jawa, BKO Polda Kaltim, TNI, Damkar, hingga warga setempat berhasil melokalisir dan memadamkan kebakaran lahan semak belukar seluas kurang lebih 2 hektar di kawasan Jl. Himayatudin RT 028, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Rabu (16/9/2026).

Insiden kebakaran yang menimpa lahan berisi semak belukar, ilalang, dan ranting kering tersebut sempat berpotensi meluas. Namun, berkat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas unsur yang cepat, kobaran api berhasil dikuasai dan dipadamkan total pada pukul 14.30 WITA di titik koordinat (-0.8264950, 117.2257542).

Kapolsek Muara Jawa, IPTU Yoga Fattur Rahman menyampaikan bahwa begitu menerima informasi adanya titik api, personelnya langsung meluncur ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat.

“Penanganan kita lakukan secara bersama-sama. Total ada 19 personel gabungan yang dikerahkan, mulai dari Polsek Muara Jawa, BKO Polda Kaltim, Koramil Muara Jawa, Damkar, serta dibantu langsung oleh warga sekitar,” ujar IPTU Yoga.

Operasi pemadaman ini didukung oleh sarana dan prasarana penanggulangan karhutla yang memadai, meliputi 1 unit Mobil Rantis Karhutla Polda Kaltim, 1 unit Mobil Patroli Polsek Muara Jawa, 1 unit Mobil Damkar Muara Jawa, 1 unit mobil pickup warga, serta 1 unit Ambulans Muara Jawa Peduli untuk mengantisipasi potensi kondisi darurat kesehatan.

Usai api dipadamkan, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Petugas melanjutkan dengan proses pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap guna memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu api kembali. Pemantauan secara berkala juga terus dilakukan di sekitar lokasi kejadian.

Menanggapi kejadian ini, Kepolisian Sektor Muara Jawa kembali menegaskan imbauan kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan tidak melakukan tindakan yang berisiko memicu karhutla, khususnya di musim kemarau.

“Kami mengimbau keras masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar atau membuang puntung rokok sembarangan di area semak kering. Jika melihat adanya titik api atau asap, mohon segera lapor ke Polsek Muara Jawa atau petugas terdekat agar bisa langsung ditangani,” tutup IPTU Yoga.

Empat Jam Berjibaku, Tim Gabungan Padamkan 2 Hektar Kebakaran Lahan di Sangasanga, Polisi Selidiki Penyebab Awal

Kukar – Aksi cepat tanggap diperlihatkan tim gabungan lintas instansi saat melokalisir dan memadamkan kebakaran lahan seluas 2 hektar yang melalap area di Jl. Seruni RT 07, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Rabu (16/9/2026).

Operasi pemadaman yang dimulai sejak pukul 12.00 WITA tersebut melibatkan sinergi skala besar. Tak kurang dari 3 personel Polsek Sangasanga, 1 personel Koramil, 8 personel Polairud Polda Kaltim, 15 personel Damkar Kecamatan Sangasanga, serta 10 relawan Damkar Kelurahan Jawa bersama warga lokal terjun langsung menembus titik api di lokasi koordinat (-0,6831540, 117,2236140).

Keterlibatan jajaran Polairud Polda Kaltim dan puluhan relawan menjadi kunci penting dalam mempercepat penyekatan kobaran api agar tidak merembet ke pemukiman atau area produktif warga sekitar.

Kapolsek Sangasanga, IPTU Wahid mengonfirmasi bahwa setelah empat jam perjuangan keras di lapangan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 16.00 WITA.

“Berkat soliditas dan kerja keras seluruh unsur di lapangan, api berhasil kita kuasai sepenuhnya pukul 16.00 WITA. Saat ini kondisi di lokasi dipastikan aman dan terkendali,” terang IPTU Wahid.

Terkait pemicu kebakaran di lahan semak belukar tersebut, jajaran Kepolisian Sektor Sangasanga kini tengah turun tangan melakukan pendalaman di lokasi kejadian.

“Untuk penyebab awal timbulnya api masih dalam proses penyelidikan. Anggota kami sedang mengumpulkan keterangan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan apakah ada unsur kelalaian, aktivitas manusia, atau murni faktor cuaca,” tegas Kapolsek.

Pihak kepolisian juga kembali melayangkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan tindakan spekulatif seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat dampak buruk karhutla yang sangat merugikan lingkungan dan kesehatan umum.

Cegah Api Sebelum Membesar, Polsek Muara Muntai Edukasi Warga Muara Leka

Kukar – Mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dari sumbernya, Polsek Muara Muntai terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat. Personel kepolisian menyambangi warga Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai, Rabu (16/9/2026), untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya dan konsekuensi hukum pembakaran lahan.

Kegiatan Binluh Karhutla yang dimulai pukul 08.20 Wita tersebut menjadi langkah preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya petani, agar tidak menggunakan api sebagai cara membuka maupun membersihkan lahan.

Dalam penyuluhan, personel Polsek Muara Muntai mengingatkan masyarakat mengenai aturan hukum serta sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan. Warga juga diajak aktif melaporkan maupun mencegah potensi kebakaran sebelum api meluas dan sulit dikendalikan.

“Jangan tunggu api membesar. Pencegahan dimulai dari kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” menjadi pesan yang disampaikan kepada warga.

Polsek Muara Muntai juga menekankan bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan lahan. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, mengancam kelestarian lingkungan, serta berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.

Kegiatan yang dilaksanakan Aiptu Rahmat Fahmi, Bripda Fuji Adhaji dan Bripda Antonius Arkian Lamanele tersebut berakhir pukul 09.25 Wita

Polsek Loa Kulu Kawal Persiapan Verifikasi Gerai KDKMP di Desa Sepakat

Kukar – Persiapan verifikasi dan validasi Gerai serta kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, terus dimatangkan. Polsek Loa Kulu bersama unsur pemerintah dan TNI turut mengawal proses koordinasi agar pelaksanaannya berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

Rapat koordinasi digelar di Gerai KDKMP Desa Sepakat, Rabu (16/9/2026) pukul 09.00 Wita. Pertemuan tersebut mempertemukan sejumlah unsur terkait, mulai dari Dinas Koperasi, pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, hingga perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dengan proses verifikasi dan validasi.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto bersama personelnya hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran kepolisian menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi lintas sektor berlangsung aman, tertib, sekaligus mendukung kesiapan pelaksanaan verifikasi di lapangan.

Dalam rapat, peserta membahas berbagai persiapan teknis, khususnya terkait verifikasi dan validasi kondisi gerai serta kelengkapan KDKMP Desa Sepakat. Koordinasi dilakukan untuk menyamakan langkah antarinstansi sebelum tahapan verifikasi dilaksanakan.

Kegiatan turut dihadiri Kadis Koperasi Kukar M. Reza, Danramil 0906-02/Loa Kulu Kapten Lexsy Picasow, Pasiter Kodim 0906/Tgr Kapten Inf Nelwan, Sekcam Loa Kulu Khairuddinata dan Kades Sepakat Jamli.

Bukan Sekadar Isi Air, Sat Samapta Polres Kukar Siapkan AWC dan Water Tank Hadapi Karhutla

Kukar – Menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara memperkuat kesiapsiagaan dengan memastikan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) dan water tank dalam kondisi siap digunakan, Rabu (16/9/2026) pagi.

Sejak pukul 09.00 WITA, personel Sat Samapta melakukan pengisian air pada kendaraan tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla di wilayah Kutai Kartanegara.

Kasat Samapta Polres Kukar AKP Nursan mengatakan bahwa langkah ini menjadi bagian penting dari penanganan Karhutla. Kesiapan air dan sarana pemadam memungkinkan petugas bergerak lebih cepat ketika sewaktu-waktu menerima laporan kebakaran, terutama pada kondisi cuaca panas dan lahan yang mudah terbakar.

“Kesiapsiagaan tersebut bukan hanya soal menyiapkan kendaraan. Setiap tetes air yang disiapkan merupakan bagian dari upaya mempercepat respons ketika api muncul, sehingga potensi kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum berkembang lebih luas”, pungkas AKP Nursan.

Sat Samapta juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan Karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.

Sebelum api muncul, kesiapan harus sudah dimulai. AWC dan water tank disiapkan, personel siaga, dan respons cepat menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat serta lingkungan Kukar dari ancaman Karhutla.