Kapolri: Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Sinergi TNI-Polri Dukung Pembangunan dan Konektivitas Masyarakat

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional melalui pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menyampaikan, Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda. Sebanyak 874 jembatan telah selesai dibangun, sementara 17 unit masih dalam tahap pembangunan dan empat unit dalam tahap perencanaan.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, Bapak Presiden berkenan hadir secara virtual. Tentunya ini memberikan semangat bagi kita semua, khususnya seluruh personel TNI dan Polri, untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik sesuai dengan arahan Bapak, bahwa kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer dan menghubungkan 1.314 desa.

Pembangunan juga dilakukan di berbagai wilayah, dengan Banten menjadi daerah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi terbanyak, yakni 145 jembatan. Selanjutnya Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan.

Selain pembangunan jembatan, Polri turut berkontribusi dalam pemulihan akses masyarakat di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera melalui pembangunan 39 jembatan, termasuk enam Jembatan Bailey di Aceh dan Sumatera Barat.

Menurut Kapolri, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas hingga mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.

Kapolri menegaskan, berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat. Hal tersebut sekaligus menjadi implementasi arahan Presiden bahwa TNI-Polri harus senantiasa berada di tengah rakyat dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.

Polres Kukar Raih Predikat Pelayanan Prima (A) dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025

Kukar – Polres Kutai Kartanegara kembali menorehkan prestasi dalam bidang pelayanan publik dengan meraih Penghargaan Pelayanan Prima (Predikat A) dalam kegiatan penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2025, Rabu (12/8/2026).

Penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo atas keberhasilan Polres Kutai Kartanegara dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas, profesional, transparan, responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro kepada Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Polres Kukar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Predikat Pelayanan Prima (A) tersebut menjadi bukti komitmen dan konsistensi jajaran Polres Kukar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, transparan, cepat, mudah, responsif dan humanis.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polres Kukar. Tentunya capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik, meningkatkan inovasi, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujar Kapolres Kukar.

Kapolres menegaskan bahwa predikat Pelayanan Prima bukan sekadar penghargaan, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab untuk mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan kepolisian.

Polres Kukar berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan dalam setiap lini pelayanan, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kepolisian yang semakin mudah, cepat, transparan, profesional dan berintegritas.

Dengan diraihnya Predikat Pelayanan Prima (A) dalam penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2025, Polres Kutai Kartanegara menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan Polri yang semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.

Kapolri Laporkan Pembangunan 895 Jembatan Presisi ke Presiden Prabowo: Hubungkan 1.314 Desa

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan laporan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi kepada Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan Jembatan Presisi ini menghubungkan ribuan desa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Laporan ini disampaikan Sigit pada acara peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih yang digelar secara virtual dari wilayah Lebak, Banten, pada Kamis (13/8/2026).

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami melaporkan bahwa kami telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya,” kata Kapolri dalam laporannya.

Menurut Kapolri, dari 895 jembatan, yang telah beroperasi sebanyak 874 unit, 17 unit dalam tahap pembangunan, dan 4 unit dalam tahap perencanaan. Total panjang jembatan-jembatan ini mencapai 19,2 kilometer dan menghubungkan 1.314 desa.
“Memberikan manfaat bagi 2 juta orang mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” ujar Sigit.

Berdasarkan seluruh data pembangunan, lanjut Sigit, paling banyak terdapat di Polda Banten dengan 145 jembatan dengan total panjang 3 kilometer yang menghubungkan 203 desa yang diperkirakan memberikan manfaat bagi 500.000 jiwa.
“Hal ini menjadikan Banten sebagai Polda dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak di antara Polda lainnya,” ucapnya.
Sigit juga melaporkan pembangunan 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, dengan rincian 6 jembatan Bailey, 4 unit jembatan di Provinsi Aceh, dan 2 unit di Provinsi Sumatera Barat.

Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih yang dibangun TNI-Polri. Jembatan dan sumber air tersebut tersebar di beberapa wilayah Indonesia.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Kamis tanggal 13 Agustus 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan 3.395 jembatan TNI dan Polri, serta 3.000 sumber air bersih TNI Angkatan Darat yang telah dibangun untuk kepentingan rakyat Indonesia,” kata Prabowo seperti dilihat dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (13/8/2026).

Prabowo mengapresiasi pembangunan jembatan dan sumber air tersebut. Ia mengungkapkan rasa hormat dan bangganya terhadap KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Saudara-saudara sekalian, terima kasih sekali lagi. Sampaikan, Kasad dan Kapolri sampaikan rasa bangga saya, rasa hormat saya. Rasa hormat saya kepada TNI dan kepada Polri. Saya bangga. Terima kasih sekali lagi,” ujarnya.

Prabowo mengatakan apa yang dilakukan TNI-Polri merupakan suatu misi bakti dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menekankan hal ini menjadi bukti TNI dan Polri bekerja untuk rakyat.

“Saya bangga dengan Saudara-saudara sekalian. Saudara-saudara telah menjalankan misi-misi pengabdian, misi bakti kepada rakyat,” ujarnya.

“Saudara-saudara, ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tentara rakyat. Dan Polri sungguh-sungguh adalah polisi rakyat. Ini yang harus kita ingat selalu,” lanjutnya.

Kapolri Lapor ke Prabowo Bangun dan Renovasi Jembatan Hubungkan 1.314 Desa

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan perkembangan pembangunan dan revitalisasi jembatan Merah Putih Presisi terhadap Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 874 jembatan sudah dibangun dan direnovasi di puluhan wilayah polda.
Laporan tersebut disampaikan Sigit saat acara peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD yang digelar secara hybrid, Kamis (13/8/2026). Sigit melaporkan pembangunan jembatan dari wilayah Lebak, Banten, bersama jajaran dan masyarakat.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami melaporkan bahwa kami telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya,” kata Sigit kepada Prabowo.

Dalam laporannya, Sigit menyebut sebaran pembangunan dan renovasi jembatan berada di wilayah 30 polda. Mayoritas proyek pembangunan dan renovasi jembatan sudah tuntas dilakukan

“Yang tersebar di 30 polda dengan rincian 874 unit telah selesai, 17 unit dalam tahap pembangunan, dan 4 unit dalam tahap perencanaan,” lapor Sigit kepada Prabowo yang berada di Istana Merdeka, Jakarta.

Seluruh jembatan yang dibangun dan direnovasi totalnya sepanjang 19,2 km. Seluruh jembatan menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat terhadap 2 juta orang.

“Mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM dan masyarakat umum,” imbuhnya.

Peresmian dipusatkan di Jalan Bayah-Cikotok, Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, lokasi jembatan yang menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari.

Dalam kesempatan ini, Prabowo turut menyapa masyarakat yang mengikuti peresmian secara virtual dari berbagai daerah.

“Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas Polri untuk membantu menjawab kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8).

Kapolri Secara Khusus Resmikan Jembatan Bayah Lebak, Manfaat ke 8.000 Jiwa

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan secara khusus peresmian jembatan Merah Putih Presisi dipusatkan di Desa Bayah Barat, Bayah, Lebak, Banten. Jembatan yang dibangun di Bayah memberikan dampak bagi ribuan warga.
Sigit menyampaikan hal tersebut saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD yang digelar secara hybrid di Lebak, Banten, Kamis (13/8/2026).

“Secara khusus, kegiatan peresmian hari ini dipusatkan di Jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Jembatan ini menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari yang memberikan manfaat langsung kepada 8.000 jiwa,” kata Sigit.

Dalam kesempatan di Lebak, Sigit menyampaikan Polri sekaligus menyalurkan 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar, 140 buah kacamata gratis, perpanjangan SIM gratis bagi 81 pengemudi ojek online (ojol), serta menyelenggarakan bakti kesehatan. Hal ini bagian upaya Polri untuk memberikan manfaat luas dan langsung bagi masyarakat di sekitar lokasi peresmian.

“Kami berharap pembangunan jembatan Merah Putih Presisi dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat, melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudahan akses para pelajar menuju sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di perdesaan,” lapor Sigit kepada Prabowo.

Sigit menyadari berbagai upaya yang telah dilakukan masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, Sigit menyebut Polri senantiasa memohon arahan dan bimbingan Prabowo agar setiap langkah pengabdian semakin tepat dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

“Hal tersebut sejalan dengan arahan Bapak Presiden pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80, bahwa polisi kita lahir dari rakyat, harus selalu menjadi polisi rakyat. Pesan Bapak Presiden senantiasa menjadi pedoman bagi kami untuk terus memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya sosok Polri untuk masyarakat,” imbuhnya.

Dalam laporannya tersebut, Sigit menyampaikan Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya. Sigit menyebut sebaran pembangunan dan renovasi jembatan berada di wilayah 30 polda. Mayoritas proyek pembangunan dan renovasi jembatan sudah tuntas dilakukan

Jembatan tersebar di 30 polda dengan rincian 874 unit telah selesai, 17 unit dalam tahap pembangunan, dan 4 unit dalam tahap perencanaan. Seluruh jembatan yang dibangun dan direnovasi totalnya sepanjang 19,2 km. Seluruh jembatan menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat terhadap 2 juta orang.

Prabowo Puji Jenderal Sigit: Pantas Capai Puncak Tertinggi Polri karena Prestasi

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah mengerahkan anggotanya untuk bahu membahu membangun jembatan untuk rakyat. Sejauh ini, Polri telah membangun dan merenovasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi.
“Saya juga yakin Jenderal Polisi Listyo mencapai puncak tertinggi di kepolisian, itu pantas karena prestasi, pengabdian, dan kemampuannya.
Hari ini bagi saya, hari ini saya gunakan kesempatan ini sekali lagi menyampaikan rasa bangga saya,” kata Prabowo saat peresmian dilihat di YouTube Setpres, Kamis (13/8/2026).

Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri, baik dalam kapasitasnya sebagai Presiden Republik Indonesia maupun secara pribadi. Menurutnya, pemerintah bersama jajaran kepolisian telah bahu membahu menjalankan tugas untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia secara khusus menyoroti kerja kepolisian yang dilakukan hingga ke wilayah terpencil dan desa. Menurut Prabowo, anggota kepolisian telah bekerja siang dan malam dalam berbagai kondisi yang tidak mudah.

“Saudara telah menangkap apa arti menjadi pemimpin. Saudara telah menangkap bagaimana bahagianya kalau kita bisa berbuat yang berarti untuk rakyat kita. Apalagi rakyat kita yang paling terpencil, apalagi rakyat kita di desa,” ujarnya.

“Saudara-saudara hari ini Saudara telah melaporkan, telah melakukan ribuan usaha dan di daerah-daerah yang tidak gampang. Rakyat sendiri mengakui anak buahmu, prajuritmu, anggota kepolisian telah bekerja siang malam, siang malam di saat yang susah, dalam cuaca yang tidak mudah. Saudara telah mencapai hal-hal yang sangat mendasar,” lanjut Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa kehadiran negara tidak boleh hanya dirasakan oleh masyarakat yang berada di pusat-pusat kehidupan dan ekonomi. Ia menyebut masyarakat di wilayah terpencil juga harus mendapatkan kualitas hidup yang baik.

“Mungkin kita bisa melakukan proyek-proyek yang lebih gemilang, ya kita butuh investasi besar-besaran, tapi kita baru mengerti dan kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil. Rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” ujarnya.

Kapolri Beberkan Rincian 895 Jembatan yang Dibangun, Terbanyak di Banten

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan pembangunan dan revitalisasi 895 jembatan Merah Putih Presisi. Jembatan ini tersebar di wilayah 30 polda.
“Kami telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 polda dengan rincian 874 unit telah selesai 17 unit dalam tahap pembangunan dan 4 jembatan dalam tahap perencanaan,” ujar Jenderal Sigit dalam peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD yang digelar secara hybrid, Kamis (13/8/2026).

Jenderal Sigit merinci 874 jembatan yang telah selesai memiliki total panjang 19,2 km. Jembatan tersebut menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat kepada 2 juta orang mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM hingga masyarakat umum.

“Dari jumlah tersebut 145 jembatan di wilayah Polda Banten dengan total panjang 3 km menghubungkan 23 desa dengan penerima manfaat sebanyak 500 ribu jiwa. Hal ini menjadikan Banten sebagai Polda dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi jembatan Merah Putih Presisi terbanyak di antara polda-polda lainnya,” lanjutnya.

Jenderal Sigit melaporkan selain Banten, pembangunan dan revitalisasi juga dilakukan secara masif pada berbagai wilayah, di antaranya Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan, serta di polda-polda lain dengan rata-rata pembangunan 20 sampai dengan 30 jembatan di setiap wilayah.

“Tentunya sesuai dengan arahan bapak (Presiden) kita akan terus melanjutkan pembangunan jembatan jembatan sesuai dengan apa yang terkait dengan kebutuhan bagi anak-anak dan masyarakat kita,” terang Jenderal Sigit.

Di kesempatan yang sama, Sigit menyampaikan Polri juga membangun 39 jembatan untuk mendukung wilayah-wilayah yang terdampak bencana di pulau Sumatra beberapa waktu yang lalu. Enam di antaranya merupakan jembatan bailey, yang terdiri 4 jembatan bailey di Aceh dan 2 jembatan bailey di Sumatera Barat.

“Secara khusus kegiatan peresmian hari ini dipusatkan di jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Lebak, Banten. Jembatan ini menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari yang memberikan manfaat langsung kepada 8000 jiwa dan juga kami menyalurkan 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar dan 140 kacamata gratis, 81 SIM gratis dan penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan,” kata Jenderal Sigit.

Kapolri: 895 Jembatan Merah Putih Presisi Berikan Manfaat bagi 2 Juta Masyarakat

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melaporkan capaian pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi dalam acara peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih oleh Presiden Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Kapolri menyampaikan bahwa Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda. Dari jumlah tersebut, 874 jembatan telah selesai, 17 jembatan masih dalam tahap pembangunan, dan 4 jembatan dalam tahap perencanaan.

“874 jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa, dan memberikan manfaat bagi 2 juta orang, mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” ujar Kapolri.

Kapolri menuturkan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan.

“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.

Khusus di wilayah Banten, Polri telah membangun dan merevitalisasi 145 jembatan dengan total panjang sekitar 3 kilometer. Infrastruktur tersebut menghubungkan 203 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 500 ribu jiwa. Capaian tersebut menjadikan Polda Banten sebagai wilayah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak dibandingkan Polda lainnya.

Selain Banten, pembangunan juga dilaksanakan di berbagai wilayah, antara lain Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan. Pembangunan juga terus dilakukan di Polda-Polda lainnya dengan rata-rata 20 hingga 30 jembatan di setiap wilayah.

Tak hanya pembangunan reguler, Polri turut membangun 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan Jembatan Bailey, yakni empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Provinsi Sumatera Barat. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah yang terdampak bencana.

Peresmian secara khusus dipusatkan di Jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.

Dalam kegiatan tersebut, Polri juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar, 140 buah kacamata gratis, layanan SIM gratis, serta bakti kesehatan.

Kapolri menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar dan membuka akses bagi masyarakat di berbagai wilayah.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang memberikan semangat kepada seluruh personel TNI-Polri untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional.

Menutup sambutannya, Kapolri menyatakan Polri akan terus berkomitmen menjalankan arahan Presiden agar institusi kepolisian senantiasa dekat dengan masyarakat.

“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.

Polsek Tenggarong Seberang Sosialisasikan Bahaya Narkoba, Pornografi dan Bullying kepada Pelajar

Kukar – Polsek Tenggarong Seberang melalui personelnya memberikan sosialisasi kepada para pelajar SMPN 4 Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WITA tersebut diisi dengan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, pornografi dan bullying yang disampaikan oleh Aiptu Dodi Tiasworo dan Bripka Andar Sumedi sebagai narasumber dari Polsek Tenggarong Seberang.

Sebanyak 69 siswa dan siswi mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 36 siswa laki-laki dan 33 siswi perempuan.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Rizky Tovaz menyebutkan bahwa dalam sosialisasi tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai dampak dan bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menjauhi berbagai bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

“Selain itu, personel Polsek juga memberikan edukasi terkait bahaya pornografi, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, serta mengajak para pelajar untuk bijak menggunakan internet dan tidak mengakses maupun menyebarluaskan konten yang melanggar norma dan hukum”, Jelas Kapolsek.

Materi lainnya membahas bullying atau perundungan, dengan mengajak para siswa untuk saling menghormati, menjaga pertemanan, tidak melakukan kekerasan maupun intimidasi terhadap sesama, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Tenggarong Seberang dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu masa depan pelajar sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat dan kondusif.