Warung Berkah Polres Kukar Jadi Ruang Berbagi, 250 Warga Dapat Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis

Kukar – Suasana berbeda terlihat di Kedai Ojol Timbau, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (28/8/2026) pagi. Tempat yang biasa menjadi titik berkumpul para pengemudi ojek online itu berubah menjadi ruang berbagi melalui program Warung Berkah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Polres Kutai Kartanegara.

Sejak pukul 08.00 WITA, ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai pengemudi ojek online, petugas kebersihan DLHK, pemulung, pekerja kasar hingga masyarakat sekitar, datang untuk mendapatkan pelayanan dan bantuan. Tercatat sekitar 250 warga mengikuti kegiatan tersebut.

Selain pemeriksaan kesehatan dasar seperti tekanan darah dan konsultasi medis, Polres Kukar juga membagikan 250 paket beras masing-masing 2 kilogram, serta makanan dan minuman gratis kepada masyarakat.

Ps. Kasat Binmas Polres Kukar Iptu Dewa Gede Ertana bersama Kasi Dokkes Iptu Supriadi Nurdin dan personel Satbinmas serta Dokkes turut hadir memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.

Tak hanya berbagi kebutuhan pangan dan layanan kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Warga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta keamanan lingkungan.

Di tengah kegiatan, personel Polres Kukar juga menyampaikan imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Masyarakat diajak tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan karena dapat memicu kebakaran yang meluas dan membahayakan lingkungan.

Melalui Warung Berkah, Polres Kukar menunjukkan bahwa kepedulian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan hadir memberikan manfaat secara langsung.
Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar hingga selesai.

Pemerhati Hukum Pidana Minta Pelaku Kerusuhan Usai Aksi Damai Diproses Tegas

JAKARTA — Pemerhati hukum pidana Universitas Bhayangkara Jakarta, Dr. Edi Saputra Hasibuan, mengecam aksi kerusuhan yang terjadi setelah kegiatan penyampaian pendapat secara damai di sekitar Gedung DPR berakhir. Ia meminta aparat penegak hukum memproses secara tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan kerusuhan maupun pengrusakan.

“Kita minta kelompok perusuh yang diamankan Polda Metro Jaya diproses secara hukum. Jika terbukti melakukan tindak pidana, berikan hukuman tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Edi Hasibuan di Jakarta.

Menurut Edi, munculnya kelompok yang melakukan tindakan kerusuhan setelah massa aksi damai meninggalkan lokasi perlu didalami secara menyeluruh. Ia menilai, aparat perlu mengusut kemungkinan adanya pihak tertentu yang menggerakkan maupun memanfaatkan situasi untuk menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban.

“Kita minta ini harus diusut tuntas. Jangan sampai aksi penyampaian pendapat yang semula damai justru ditunggangi pihak tertentu untuk memancing kerusuhan,” tegas Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI) tersebut.

Edi juga mengamati bahwa dalam pelayanan kegiatan penyampaian pendapat, aparat kepolisian telah berupaya mengedepankan pendekatan humanis agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan kondusif.

Namun, ia menyayangkan adanya kelompok yang kemudian melakukan tindakan kerusuhan dan pengrusakan setelah aksi penyampaian pendapat berlangsung.

Terkait data kepolisian yang menyebutkan sebanyak 323 orang telah diamankan, dengan 160 di antaranya merupakan anak-anak, Edi meminta persoalan tersebut menjadi perhatian serius semua pihak.

Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam situasi yang berpotensi menimbulkan kerusuhan perlu ditelusuri lebih lanjut, termasuk untuk mengetahui bagaimana mereka dapat berada di lokasi dan terlibat dalam kelompok tersebut.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa kelompok yang diamankan diduga datang ke sekitar Gedung DPR untuk mengganggu keamanan dan ketertiban. Sejumlah video yang beredar juga memperlihatkan adanya aksi pelemparan barang ke arah petugas yang memberikan pelayanan.

Edi pun meminta kepolisian mengusut secara transparan pihak-pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.

“Kita minta identitas kelompok perusuh ini dibuka kepada publik seluas-luasnya. Yang terpenting, peran masing-masing pihak harus diungkap secara jelas agar masyarakat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” ujar dosen pascasarjana tersebut.

Ia menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dihormati. Namun, pelaksanaannya harus tetap dilakukan secara tertib dan damai serta tidak boleh disertai tindakan yang mengganggu keamanan maupun merugikan masyarakat.

“Jangan sampai hak menyampaikan pendapat yang dijamin oleh undang-undang justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan kekerasan dan menciptakan kerusuhan,” pungkasnya.

Polisi Pastikan Situasi Pejompongan-Petamburan Terkendali, Warga Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Jakarta – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Pejompongan Raya dan Petamburan, Jakarta Pusat, terpantau aman, tertib, dan kondusif pada Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan pemantauan personel Polsek Metro Tanah Abang, aktivitas masyarakat di kedua wilayah tersebut berjalan normal. Mobilitas warga, kegiatan sosial, maupun aktivitas di lingkungan permukiman berlangsung sebagaimana biasa tanpa adanya gangguan yang menonjol.

Kondisi serupa juga terlihat pada aktivitas perkantoran. Arus keluar-masuk pegawai serta kegiatan pelayanan berjalan sebagaimana mestinya. Sementara itu, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Pejompongan Raya dan Petamburan terpantau lancar dan terkendali dengan tingkat kepadatan yang masih dalam batas normal.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, S.I.K., M.I.K. mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan situasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.

“Secara umum situasi di wilayah Pejompongan Raya dan Petamburan sampai saat ini aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas masyarakat maupun perkantoran berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ditemukan adanya kejadian menonjol,” kata Dhimas di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Ia menambahkan, jajaran Polsek Metro Tanah Abang terus melakukan pemantauan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan.

“Kami tetap melakukan pemantauan secara berkala dan mengantisipasi setiap potensi gangguan kamtibmas. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Hingga laporan situasi tersebut dibuat, tidak ditemukan adanya gangguan keamanan dan ketertiban yang menghambat aktivitas masyarakat di sekitar Pejompongan Raya dan Petamburan.

Kapolri: Buruh Indonesia Harus Siap Hadapi Perubahan dan Perkuat Daya Saing Global

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing buruh Indonesia dalam menghadapi perubahan regulasi, perkembangan teknologi, serta dinamika ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri sekaligus menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) yang mengusung tema “Membangun Daya Saing Buruh Indonesia di Tengah Perubahan Regulasi Ekonomi Global”, di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Dalam sambutannya, Kapolri mengapresiasi pelaksanaan Rakernas KSBSI dan berharap seluruh hasil pembahasan dapat menjadi langkah strategis dalam memperjuangkan kemajuan, perlindungan, serta kesejahteraan buruh Indonesia ke depan.

Kapolri menyampaikan bahwa dunia ketenagakerjaan saat ini tengah menghadapi perubahan besar seiring perkembangan revolusi industri dan transformasi teknologi, mulai dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotik hingga internet of things (IoT).

Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Di satu sisi, teknologi berpotensi mengurangi sejumlah jenis pekerjaan, namun di sisi lain juga membuka peluang terciptanya berbagai lapangan kerja baru.

“Bagaimana kita semua siap untuk menghadapi hal tersebut, sehingga walaupun ada perkembangan teknologi, namun tetap buruh sebagai jantung utama dari perjalanan industri dan perkembangan industri hilirisasi ke depan,” ujar Kapolri.

Kapolri menilai buruh memiliki peran penting sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Hal tersebut turut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada pada angka positif di tengah tantangan ekonomi global.

“Ini tidak lepas dari peran rekan-rekan buruh sekalian sebagai tenaga-tenaga dan tulang punggung perekonomian nasional,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolri menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong berbagai regulasi dan program yang bertujuan meningkatkan perlindungan, kompetensi, serta kesejahteraan pekerja. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja.

Kapolri berharap proses tersebut dapat menjadi ruang bersama antara pemerintah, DPR, pengusaha, dan kalangan buruh untuk merumuskan kebijakan yang mampu menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan, termasuk isu-isu krusial yang selama ini diperjuangkan oleh pekerja.

Ia juga mengapresiasi terbangunnya komunikasi antara serikat buruh dan kalangan pengusaha dalam menyusun langkah bersama menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

“Kita lihat pengusaha dan teman-teman buruh bisa duduk bersama untuk menyusun suatu rencana ke depan, untuk bisa maju bersama-sama. Ini tentunya adalah nuansa yang kita harapkan menjadi nuansa yang membawa harapan bagi kita semua,” ungkapnya.

Menurut Kapolri, pengembangan industri dan program hilirisasi nasional juga harus menjadi peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembukaan lapangan pekerjaan. Karena itu, peningkatan kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta transfer pengetahuan menjadi hal penting agar tenaga kerja Indonesia mampu mengisi berbagai sektor strategis.

Kapolri berharap buruh Indonesia ke depan tidak hanya berada pada sektor pekerjaan dengan tingkat keterampilan dasar dan menengah, tetapi juga mampu menempati posisi-posisi strategis hingga tingkat manajerial.

“Transfer knowledge menjadi penting, kemampuan kita untuk beradaptasi menjadi penting, sehingga kita siap untuk kemudian menghadapi perkembangan hilirisasi dan kemajuan ekonomi Indonesia ke depan,” tutur Kapolri.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Sigit juga menegaskan komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada para pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan Polri.

Keberadaan Desk Ketenagakerjaan, kata Kapolri, merupakan bagian dari upaya Polri untuk membantu menangani persoalan-persoalan industrial, termasuk memberikan perlindungan kepada pekerja dari berbagai bentuk kejahatan maupun persoalan yang dapat berdampak terhadap kehidupan dan hak-hak buruh.

“Ini menjadi amanah bagi kami semua untuk betul-betul bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap rekan-rekan buruh, khususnya terkait dengan masalah-masalah industrial,” jelasnya.

Kapolri berharap Desk Ketenagakerjaan Polri dapat terus diperkuat dan menjadi mitra strategis bagi serikat pekerja dan buruh dalam memperjuangkan serta melindungi kepentingan pekerja.

Menutup sambutannya, Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada elemen buruh yang sebelumnya berencana menyampaikan aspirasi terkait pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja, namun memilih mengurungkan rencana tersebut.

Kapolri menekankan bahwa kekuatan besar yang dimiliki kelompok buruh harus tetap diwujudkan melalui penyampaian aspirasi yang tertib dan bertanggung jawab.

“Tunjukkan bahwa walaupun rekan-rekan memiliki kekuatan besar, rekan-rekan mampu dan tertib,” pungkas Kapolri.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), yang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi serta mempersiapkan buruh Indonesia menghadapi perubahan ekonomi dan dunia kerja di masa mendatang.

Pengamanan Demo Pati Humanis, Polda Metro Diminta Tindak Tegas Pelaku Kericuhan

JAKARTA – Aksi demonstrasi masyarakat Pati pada Kamis (27/8) secara umum berlangsung aman dan kondusif. Meski demikian, sempat terjadi ketegangan hingga kericuhan pada malam hari yang diwarnai aksi pembakaran sepeda motor dan pos polisi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Peristiwa tersebut diduga melibatkan pihak lain yang memanfaatkan momentum penyampaian aspirasi masyarakat Pati untuk menciptakan kerusuhan di Jakarta. Pemerhati Hukum Pidana Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Saputra Hasibuan, menilai langkah pelayanan yang dilakukan Polda Metro Jaya bersama instansi terkait sejak siang hingga malam tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

Menurutnya, sikap humanis serta kesabaran aparat dalam menghadapi situasi tersebut patut mendapatkan apresiasi.

“Kita memuji strategi pengamanan Polda Metro Jaya yang tetap humanis walau ada saja yang mencoba mengganggu keamanan dengan kericuhan yang terjadi malam hari di Pejompongsn,” katanya, Jumat (28/8/2026).

Direktur Eksekutif Lemkapi tersebut menilai terdapat kelompok yang bukan bagian dari masyarakat Pati dan diduga berupaya memanfaatkan aksi untuk mengganggu situasi keamanan dengan tujuan membuat Jakarta menjadi rusuh. Di tengah berlangsungnya aksi, masyarakat tetap dapat menyampaikan aspirasi kepada DPR dengan tertib.

“Kita melihat secara umum situasi keamanan dalam pengamanan demo berjalan kondusif. Masyarakat bisa menyampaiksn aspirasi dengan baik dan tujuan masyarakat tercapai. Polda Metro Jaya dalam pengamanan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” ujarnya.

Mengenai adanya puluhan orang yang diamankan karena diduga berpotensi melakukan kericuhan, Edi meminta aparat penegak hukum mengambil langkah tegas apabila ditemukan bukti adanya pelanggaran hukum. Ia menegaskan, setiap pihak yang terbukti melakukan tindak pidana harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

RUMAH BOLEH TERDAMPAK GEMPA, TAPI PENGABDIAN TAK BOLEH BERHENTI

ENDE, NUSA TENGGARA TIMUR — Gempa bumi tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga menghadirkan ujian bagi keluarga-keluarga yang harus kehilangan kenyamanan rumah mereka.

Di antara mereka, terdapat anggota Polri yang tetap memilih berdiri dan menjalankan tugas, meski rumah dan keluarganya sendiri turut terdampak bencana.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian Kapolda NTT, Irjen. Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. bersama Ibu Bhayangkari. Jumat (28/8/2026), Kapolda turun langsung menemui anggota Polri yang terdampak gempa sekaligus melihat kondisi tempat tinggal mereka.

Bukan sekadar kunjungan. Kapolda ingin memastikan secara langsung bahwa anggota beserta keluarganya dalam keadaan baik dan mendapatkan perhatian di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.

Satu per satu kondisi anggota diperiksa. Bantuan sembako juga diberikan secara langsung, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi keluarga personel yang terdampak.

Di balik tugas menjaga masyarakat, para anggota ini ternyata juga sedang menghadapi persoalan yang sama. Ada rumah yang rusak, ada keluarga yang harus mengungsi, namun tugas untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat tetap mereka jalankan.

Kapolda menyampaikan bahwa perhatian terhadap personel terdampak merupakan tindak lanjut arahan Kapolri. Dukungan juga disiapkan untuk membantu proses renovasi rumah anggota yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Bagi para anggota, perhatian tersebut menjadi penguat. Bahwa ketika mereka berada di garis depan membantu masyarakat, mereka pun tetap menjadi bagian dari keluarga besar Polri yang tidak akan dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri.

Pemulihan pun dilakukan bersama. Jajaran Polda NTT diarahkan untuk terus melakukan patroli di rumah-rumah warga yang ditinggalkan akibat gempa, sekaligus membantu membersihkan rumah yang mengalami kerusakan.

Harapannya, ketika kondisi telah dinyatakan aman dan warga diperbolehkan kembali, rumah-rumah tersebut sudah lebih siap untuk ditempati maupun diperbaiki.

Karena dalam bencana, yang diuji bukan hanya kekuatan bangunan, tetapi juga kekuatan untuk saling menjaga.

Hari itu, Kapolda datang bukan hanya sebagai pimpinan, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar Polri yang ingin memastikan bahwa setiap anggotanya tetap memiliki tempat untuk pulang dan harapan untuk bangkit.

Rumah mungkin rusak diterpa gempa. Namun kepedulian, kebersamaan, dan semangat pengabdian tetap harus berdiri tegak

Di Tengah Duka Gempa, Kasatgas Humas Polri Beri Penguatan untuk Personel dan Warga Ende

Di tengah situasi pascagempa bumi yang masih menyisakan duka bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, kepedulian juga diberikan kepada para personel Polri yang ikut terdampak bencana.

Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Penanggulangan Bencana NTT, Kombes Pol Bayu Suseno, menyambangi tiga personel Polres Ende yang terdampak gempa.

Ketiganya yakni Aipda Centysius Spanorama, anggota Satlantas Polres Ende, Bripka Paulus Rago, Bhabinkamtibmas Kelurahan Onekore Polsek Ende Polres Ende, serta Aiptu Yahya Tonu Weni, S.Sos., Bhabinkamtibmas Kelurahan Roworena Polsek Ende Polres Ende.

Pertemuan berlangsung sederhana, namun penuh kehangatan. Kombes Pol Bayu Suseno memberikan perhatian sekaligus wejangan kepada ketiga personel agar tetap kuat dan semangat menjalankan tugas, meski mereka sendiri turut merasakan dampak dari bencana.

Pesan yang disampaikan bukan sekadar tentang tugas, tetapi juga tentang bagaimana seorang anggota Polri harus tetap hadir untuk masyarakat, sembari saling menguatkan di tengah kondisi yang tidak mudah.

Usai menyambangi personel, Kombes Pol Bayu Suseno melanjutkan peninjauan ke Masjid At Taqwa yang turut terdampak gempa.

Di lokasi tersebut, ia bertemu dengan Imam Masjid At Taqwa, Bapak Ruslin Hj. Ibrahim, sekaligus melihat secara langsung kondisi bangunan masjid pascagempa.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas penanganan bencana, ada kepedulian dan perhatian terhadap setiap warga yang terdampak.

Bagi Polri, hadir di tengah bencana bukan hanya tentang membantu memulihkan keadaan, tetapi juga tentang memastikan tidak ada yang merasa sendirian menghadapi masa sulit.

Dari personel hingga masyarakat, semangat yang dibawa tetap sama: saling menguatkan, bangkit bersama, dan perlahan menata kembali kehidupan setelah gempa.

DI TENGAH MASJID YANG TERDAMPAK GEMPA, GOTONG ROYONG POLRI HADIR UNTUK WARGA ENDE

ENDE, NUSA TENGGARA TIMUR — Di tengah kondisi Masjid At-Taqwa Watumbawu yang terdampak gempa bumi, kehadiran Polri membawa pesan sederhana bagi warga: mereka tidak sendiri menghadapi masa sulit.

Kapolda NTT, Irjen. Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., datang langsung ke Masjid At-Taqwa, Watumbawu, Kecamatan Dona, Kabupaten Ende, Jumat (28/8/2026). Selain melihat kondisi rumah ibadah tersebut, Kapolda juga menyempatkan diri bertemu dan berbincang dengan masyarakat terdampak.

Momen itu semakin hangat ketika bantuan sembako diserahkan langsung kepada warga. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang masih berupaya bangkit setelah bencana.

Tak hanya untuk warga, kepedulian juga diberikan kepada Masjid At-Taqwa. Sebesar 100 juta rupiah diserahkan untuk membantu proses renovasi masjid yang terdampak gempa.

Yang membuat bantuan ini terasa berbeda, dana tersebut merupakan hasil gotong royong anggota Polda NTT, baik personel Muslim maupun non-Muslim.

Semangat kebersamaan itu menjadi gambaran bahwa di tengah bencana, kepedulian tidak mengenal perbedaan.

Kapolda NTT juga menegaskan bahwa jajaran Polda NTT diperintahkan untuk membantu rumah-rumah ibadah yang terdampak gempa, tanpa membedakan latar belakang agama.

Bagi warga, kehadiran polisi bukan hanya tentang menjaga keamanan. Di tengah situasi pascabencana, polisi juga hadir untuk membantu membersihkan, memperbaiki, dan menghidupkan kembali ruang-ruang yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Masjid yang kembali dapat digunakan bukan sekadar bangunan yang pulih. Di sanalah warga kembali berkumpul, beribadah, dan menemukan ketenangan setelah melalui masa yang penuh ketidakpastian.

Dari Watumbawu, semangat gotong royong itu kembali terasa. Polri hadir tanpa sekat, membantu tanpa membedakan, dan bersama masyarakat berupaya memulihkan kehidupan setelah gempa.

Karena bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana, terkadang yang paling berarti bukan hanya bantuan yang diberikan, tetapi kehadiran dan keyakinan bahwa masih ada yang peduli.

Tak Sekadar Meninjau, Kapolres Kukar Turun Langsung Tangani Karhutla di Lahan Gambut Sanga Sanga

Kukar – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, mendapat perhatian langsung dari Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Khairul Basyar.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar bersama Dandim 0906 Kukar Letkol Arm Benny Budiman dan unsur terkait turun langsung meninjau sekaligus memantau proses pemadaman Karhutla yang terjadi di kawasan Jl. Jaya Makmur, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga Sanga, Kamis (27/8/2026).

Setibanya di lokasi, Kapolres Kukar bersama tim gabungan melakukan pengecekan titik api dan kondisi lahan yang terbakar. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan personel TNI-Polri, BPBD, Damkar, pemadam perusahaan, serta relawan.

Kebakaran diperkirakan melanda sekitar 10 hektare lahan. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman karena masih ditemukan sejumlah titik api yang berpotensi kembali menyala.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar memastikan penanganan Karhutla dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh kekuatan dan sarana yang tersedia.

“Penanganan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Titik api harus dipastikan benar-benar padam karena kondisi lahan gambut memiliki potensi api kembali muncul,” ujar Kapolres di lokasi.

Dalam penanganan tersebut, personel gabungan juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna mencegah api meluas dan memastikan kondisi tetap aman.

Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 16.00 WITA, proses penanganan masih terus dilakukan terhadap sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan api kembali. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Terkait penyebab kebakaran, petugas masih melakukan pengecekan dan pendalaman di lapangan. Hingga saat ini, penyebab awal terjadinya kebakaran belum dapat dipastikan.
Kapolres menegaskan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.

“Yang terpenting saat ini adalah keselamatan masyarakat dan mencegah api meluas. Kami bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.

Kegiatan peninjauan dan pemadaman tersebut melibatkan unsur Polres Kukar, Polsek Sanga Sanga, Kodim 0906 Kukar, Koramil Sanga Sanga, BPBD Kukar, Damkar Sanga Sanga, BKO Samapta Polda Kaltim, BKO Polairud Polda Kaltim, BKO Yon TP Balikpapan, pemadam PT Pertamina EP Sanga Sanga, PT Masbro, PT Equalindo, PT Adimitra Baratama Nusantara serta relawan Damkar Kelurahan Pendingin.

Dengan kolaborasi tersebut, penanganan Karhutla diharapkan dapat berlangsung cepat dan efektif sekaligus mencegah terjadinya perluasan area terdampak.

Polsek Muara Jawa Bergerak Cepat Kendalikan Kebakaran Hutan di Kelurahan Dondang

Kukar – Personel Polsek Muara Jawa bersama petugas pemadam kebakaran dan warga bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan hutan/lahan kosong di Jalan Poros Muara Jawa–Sanga-Sanga, Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan titik api yang membakar area vegetasi dengan luas diperkirakan mencapai 0,5 hektare. Tim langsung melakukan pemadaman sekaligus mencegah kobaran api merambat ke kawasan hutan di sekitarnya.

Proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan yang sulit diakses. Petugas kemudian melakukan penyemprotan air dari sisi yang memungkinkan untuk menjangkau titik api dan mempersempit area rambatan.

Berkat respons cepat dan kerja sama antara personel Polsek Muara Jawa, Damkar Muara Jawa serta masyarakat Dondang, kobaran api berhasil dikendalikan agar tidak meluas. Petugas juga terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Polsek Muara Jawa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api, terutama di wilayah yang memiliki vegetasi kering dan sulit dijangkau.