Kemarau Panjang, Warga Sebulu Bersatu dalam Doa, Gelar Sholat Istisqo dan Istighosah

Kukar – Di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah, masyarakat Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memilih memperkuat ikhtiar dengan memanjatkan doa bersama.

Ratusan warga bersama unsur pemerintahan, TNI-Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat mengikuti Sholat Istisqo dan Istighosah di halaman Kantor Camat Sebulu, Senin (31/8/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA tersebut menjadi momentum kebersamaan masyarakat Sebulu untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang bermanfaat, membawa keberkahan serta membantu mengatasi dampak kemarau yang dirasakan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sebulu Edi Fahruddin, Danramil Sebulu Kapten Agus Ernanto, Kapolsek Sebulu Iptu Edi Subagyo, Pengurus Majelis Rasulullah Kecamatan Sebulu Ustadz Miftahul Ilmi, Sekcam Sebulu Buyung Sasmita, Kepala KUA Kecamatan Sebulu Muslimin, para kepala UPT, kepala desa se-Kecamatan Sebulu, personel Polsek Sebulu dan Koramil Sebulu, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan masyarakat Kecamatan Sebulu.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan tausiyah yang disampaikan Ustadz Miftahul Ilmi. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan jamaah mengenai makna dan keutamaan Sholat Istisqo sebagai bentuk ikhtiar sekaligus pengakuan manusia atas kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.

Selain menjelaskan tata cara pelaksanaan Sholat Istisqo, Ustadz Miftahul Ilmi juga menyampaikan hikmah di balik pelaksanaan ibadah tersebut, khususnya dalam menghadapi kondisi kemarau panjang yang tidak hanya dirasakan masyarakat Kecamatan Sebulu, tetapi juga sejumlah wilayah di Indonesia.

Usai tausiyah, seluruh jamaah melaksanakan Sholat Istisqo secara berjamaah. Suasana kemudian dilanjutkan dengan Istighosah dan doa bersama, memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang cukup, bermanfaat dan penuh keberkahan bagi masyarakat serta menjaga wilayah Sebulu dari berbagai dampak yang ditimbulkan akibat musim kemarau.

Kapolsek Sebulu Iptu Edi Subagyo mengatakan, kehadiran personel Polsek Sebulu dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mendukung kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara luas.

“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama berikhtiar dan berdoa agar segera diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan. Di sisi lain, kebersamaan seluruh unsur masyarakat juga menjadi kekuatan dalam menghadapi dampak kemarau,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Polsek Sebulu terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama menghadapi kondisi kemarau.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight − 1 =