Kapolsek Loa Janan Ajak Kades Perkuat Sinergi, Karhutla dan Pengelolaan Dana Desa Jadi Perhatian

Kukar – Kapolsek Loa Janan IPTU Danang Wahyu Rahardika, mengajak seluruh kepala desa memperkuat sinergi dengan Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mengawasi perkembangan persoalan di desa, serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri rapat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Loa Janan di Pemancingan Geri dan Aldi, Desa Tani Bhakti, Selasa (13/10/2026).

Rapat yang dihadiri Camat Loa Janan Hery Rusnandi, Ketua APDESI Adi Sucipto, dan para kepala desa se-Kecamatan Loa Janan itu membahas berbagai persoalan strategis, mulai dari pembangunan desa, pengelolaan anggaran, program ketahanan pangan, hingga kondisi keamanan wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, IPTU Danang menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah desa dan Kepolisian. Menurutnya, koordinasi sejak dini diperlukan agar setiap persoalan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.

“Kami mengajak seluruh kepala desa dan perangkatnya untuk terus berkoordinasi dengan Kepolisian, baik terkait penggunaan anggaran desa, persoalan sosial, maupun perkembangan situasi kamtibmas di wilayah masing-masing,” menjadi pesan utama Kapolsek dalam pertemuan tersebut.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap ancaman karhutla yang masih menjadi tantangan di tengah kondisi kemarau. Kapolsek meminta pemerintah desa segera melaporkan setiap kejadian kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Selain itu, jajaran Polsek Loa Janan siap melakukan edukasi dan pendekatan persuasif bersama Bhabinkamtibmas untuk mencegah potensi gangguan ketertiban, termasuk persoalan konsumsi minuman tuak yang menjadi perhatian pemerintah Desa Tani Harapan.

Kapolsek juga mengajak pemerintah desa mendukung program perlindungan sosial dan ketahanan pangan, khususnya penanaman jagung. Sementara itu, perkembangan Koperasi Desa Merah Putih akan terus dipantau sesuai tugas dan kewenangan Kepolisian.

Dalam rapat tersebut, masing-masing kepala desa turut menyampaikan sejumlah kebutuhan dan kendala di wilayahnya. Pembahasan mencakup pengajuan rambu lalu lintas dan kaca cembung di Desa Purwajaya, normalisasi sungai, perbaikan infrastruktur, penanganan dampak kemarau terhadap pertanian, hingga percepatan administrasi anggaran desa.

Program rehabilitasi rumah tidak layak huni juga menjadi perhatian. Pemerintah Kecamatan Loa Janan menyampaikan masih terdapat kuota sekitar 200 unit yang perlu diverifikasi untuk menentukan calon penerima bantuan.

Camat Loa Janan Hery Rusnandi menegaskan bahwa rapat APDESI merupakan forum koordinasi rutin yang dilaksanakan secara bergiliran di setiap desa. Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk menyamakan langkah dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pertemuan tersebut, Polsek Loa Janan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, mempercepat penanganan persoalan masyarakat, serta menjaga situasi wilayah Loa Janan tetap aman dan kondusif.

Densus 88 Polri dan Disdik DKI Perkuat Pencegahan IRET dan Cyberbullying di Sekolah

JAKARTA – Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan (Ditcegah) bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menggelar Workshop Sekolah Ramah Anak untuk memperkuat pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), sekaligus mengantisipasi perundungan siber atau cyberbullying di lingkungan pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Lantai 5, Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tersebut diikuti 343 peserta, terdiri atas wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMP se-DKI Jakarta dan unsur wakil kesiswaan SSG sesuai data penyelenggara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kombes Pol Moh Dofir dari Ditcegah Densus 88 AT Polri dan Ernita Napitu, M.Pd., Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Adapun narasumber yang memberikan materi yakni AKP Mirza Triyuna P, S.Kom., M.H., M.T.I., dari Ditcegah Densus 88 AT Polri; Retno Listyrini dari Kasubkel PAUD Dikmas Sudin 1 Jakarta Utara; serta Dra. Rosnalisa Z, M.Si., CHT, konselor dan psikolog klinis Alazka Kids Development.

Kombes Pol Moh Dofir menegaskan, tenaga pendidik memiliki peran penting dalam upaya pencegahan IRET karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

“Pencegahan IRET di lingkungan pendidikan membutuhkan sinergi dan peran aktif seluruh pihak, khususnya tenaga pendidik. Sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter peserta didik, menanamkan nilai toleransi, serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman,” ujar Dofir.

Ia menambahkan, pemahaman tenaga pendidik perlu diperkuat agar mampu mengenali indikasi awal penyebaran paham ekstremisme maupun perilaku perundungan, termasuk yang terjadi di ruang digital.

“Melalui workshop ini, kami berharap para tenaga pendidik semakin memahami pentingnya deteksi dini, edukasi, dan langkah pencegahan yang tepat. Dengan kolaborasi berkelanjutan antara Densus 88 AT Polri dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, kita dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak,” tambahnya.

Selain pencegahan IRET, workshop ini membahas penanganan cyberbullying yang dapat memengaruhi kepercayaan diri, hubungan sosial, kenyamanan belajar, hingga perkembangan psikologis peserta didik. Tenaga pendidik diharapkan mampu mengenali tanda-tanda siswa yang membutuhkan bantuan serta memahami mekanisme penanganan dan pendampingan yang mengutamakan perlindungan anak.

Penguatan literasi digital juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Peserta didik perlu dibekali kemampuan menyikapi informasi secara kritis, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, serta menghormati orang lain di ruang digital agar tidak mudah terpengaruh konten yang mendorong kebencian maupun kekerasan.

Melalui kegiatan ini, Ditcegah Densus 88 AT Polri dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta memperkuat sinergi dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik untuk melakukan pencegahan sejak dini. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, komunikasi yang sehat dengan peserta didik, serta pendekatan yang mengedepankan dialog dan kepedulian tanpa memberikan stigma atau pelabelan secara prematur terhadap siswa.

Kolaborasi ini diharapkan berlanjut melalui edukasi dan penguatan kapasitas tenaga pendidik secara berkesinambungan, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh, membangun karakter, dan menghargai keberagaman.

Polri Gencarkan Pemberantasan Narkoba, Kapolri Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah dari Bandar Narkoba

JAKARTA – Polri menggencarkan pemberantasan peredaran narkoba melalui operasi terpadu di sejumlah wilayah Indonesia. Penindakan menyasar kawasan yang diduga menjadi pusat peredaran narkotika, mulai dari Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, hingga sejumlah wilayah di Sulawesi dan Kalimantan.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026), menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan langkah yang masif dan berkelanjutan. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.

“Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Kita harus lebih masif dalam bertindak,” tegas Kapolri.

Sejak awal Oktober 2026, Polri dibawah Kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersama BNN, TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait mengintensifkan operasi di sejumlah kawasan rawan narkoba. Di Jakarta Barat, operasi gabungan pada Jumat (9/10/2026) menyasar Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah. Sebanyak 24 orang diamankan dalam penindakan tersebut, disertai penyitaan sejumlah barang bukti narkotika dan peralatan yang diduga digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba.

Operasi serupa juga dilakukan di Sumatera Utara dengan menyasar sembilan titik yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba. Sebanyak 36 orang diamankan, sementara petugas menyita sekitar 102 gram sabu dan sejumlah barang bukti lainnya. Di Riau, 68 orang turut diamankan dalam operasi di sebuah tempat hiburan malam, dengan 63 orang dinyatakan positif mengonsumsi zat narkotika berdasarkan hasil tes urine.

Penindakan juga berlangsung di Makassar, Palu, Palembang, dan Palangka Raya. Di kawasan Borta, Kecamatan Tallo, Makassar, sebanyak 104 orang diamankan, termasuk tiga orang yang diduga sebagai bandar. Rangkaian operasi tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk menindak pelaku sekaligus mengungkap jaringan peredaran narkoba di berbagai daerah.

“Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar peredaran narkotika dapat dicegah dan ruang gerak bandar semakin terbatas,” ujar Suyudi.

Kapolri menegaskan, upaya tersebut sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan perlindungan dan keamanan masyarakat sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian. Partisipasi warga diperlukan untuk membantu mencegah peredaran narkoba dan menjaga lingkungan agar tidak dimanfaatkan sebagai tempat transaksi narkotika.

Dalam penanganannya, Polri juga membedakan pengguna dengan bandar maupun pengedar. Pengguna yang memenuhi ketentuan diarahkan untuk menjalani rehabilitasi, sedangkan bandar dan pengedar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Polri akan terus memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam pemberantasan narkoba, termasuk menelusuri jaringan pemasok dan pihak-pihak yang berada di balik peredaran narkotika. Melalui penegakan hukum, pencegahan, rehabilitasi, serta keterlibatan masyarakat, upaya pemberantasan diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.

Wakapolres Kukar Hadiri Pembukaan TMMD ke-130, TNI-Polri Bersinergi Bangun Desa dan Sejahterakan Warga

Kukar – Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali diperkuat melalui pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Bola Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Selasa (13/10/2026).

Wakapolres Kutai Kartanegara, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra hadir bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Dandim 0906/Kutai Kartanegara Letkol Arm Benny Budiman, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait dalam upacara yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”

Kehadiran Wakapolres menjadi bagian dari dukungan Polres Kukar terhadap program terpadu yang mendorong percepatan pembangunan pedesaan sekaligus memperkuat kemanunggalan aparat dengan masyarakat.

Dalam amanatnya, Bupati Kukar menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan juga upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan fisik dan nonfisik. Program ini mencakup peningkatan fasilitas dasar, wawasan kebangsaan, kesadaran hukum, kesehatan masyarakat, hingga penguatan ketahanan pangan.

Tak hanya membangun jalan dan fasilitas, TMMD membawa misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat desa.

Sejumlah agenda turut mewarnai pembukaan TMMD ke-130, di antaranya penyerahan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga penerima manfaat, bantuan sembako bagi santri Pondok Pesantren Hidayatullah, serta peninjauan sasaran program TMMD di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu.

Polres Kukar melalui Wakapolres dan jajaran kewilayahan mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif selama pelaksanaan program.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto beserta jajaran juga melakukan koordinasi dengan unsur terkait guna mendukung kelancaran kegiatan di wilayahnya.

Bupati Kukar mengajak seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, pihak perusahaan, dan masyarakat untuk bergotong royong menyukseskan program hingga selesai serta menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Polres Kukar turut mendukung upaya membangun desa yang lebih maju, memperkuat kebersamaan, dan menghadirkan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kebakaran Lahan 1 Hektare di Batuah, Polisi dan Relawan Bergerak Pagi Buta Cegah Api Meluas

Kukar – Saat sebagian warga masih beristirahat, personel Polsek Loa Janan bersama relawan dan masyarakat sudah bergerak menangani kebakaran lahan di Kilometer 20, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (13/10/2026) pagi.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.30 WITA itu menghanguskan lahan milik Arifin dengan luas sekitar satu hektare. Merespons kejadian tersebut, personel kepolisian bersama Relawan Siaga Batuah mendatangi lokasi dan melakukan pemadaman untuk mencegah api merambat ke area sekitarnya.

Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama Bhabinkamtibmas Aipda Sudarsono turun langsung dalam penanganan tersebut, dibantu Bustan, Anhar, Basriadi, serta enam warga.

Gerak cepat menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar. Petugas dan relawan bekerja bersama memadamkan api, kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Sekitar pukul 07.30 WITA, proses pemadaman dan pendinginan selesai. Pengecekan di lokasi menunjukkan api telah padam dan tidak ditemukan titik api maupun bara yang masih menyala.

Tak berhenti setelah pemadaman, personel bersama tim PT BSSR melanjutkan kontrol dan pemantauan ke kawasan lain di sekitar Bukit Soeharto guna mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Kapolsek Loa Janan IPTU Danang Wahyu Rahardika melalui jajaran personelnya terus mendorong kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Masyarakat diimbau tidak membakar lahan atau sampah sembarangan, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan apabila melihat asap maupun titik api.

Satu titik api bisa menjadi ancaman bagi kawasan yang lebih luas jika terlambat ditangani. Karena itu, kecepatan respons petugas harus dibarengi kepedulian warga agar kebakaran dapat dicegah dan ditangani sejak awal.

Sat Samapta Polres Kukar Turun ke Jalan, Arus Lalu Lintas Pagi di Depan SMKN 2 Tenggarong Dijaga Tetap Lancar

Kukar – Memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman sejak pagi, personel Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara melaksanakan pengaturan jalan (strong point) di depan SMK Negeri 2 Tenggarong, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Selasa (13/10/2026).
Sejak pukul 07.00 hingga 07.30 WITA, tujuh personel bersiaga mengatur arus kendaraan roda dua maupun roda empat di kawasan sekolah.

Kehadiran polisi di titik tersebut menjadi langkah nyata untuk menjaga kelancaran lalu lintas saat aktivitas pagi berlangsung. Pengaturan dilakukan agar pengguna jalan dapat melintas dengan tertib, sekaligus membantu menciptakan keamanan bagi masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.

Bukan sekadar berdiri di jalan, polisi hadir memastikan aktivitas pagi masyarakat tidak terganggu oleh kesemrawutan lalu lintas.

Kehadiran personel di titik rawan kepadatan juga menjadi bagian dari pelayanan kepolisian yang langsung dirasakan pengguna jalan.

Kasat Samapta Polres Kukar AKP Nursan mengatakan akan terus mengoptimalkan kehadiran personel di lapangan melalui kegiatan pengaturan lalu lintas pada jam-jam aktivitas masyarakat. Pengguna jalan juga diimbau untuk mematuhi aturan, mengurangi kecepatan saat melintasi kawasan sekolah, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara.

Dengan pengaturan yang konsisten dan kedisiplinan pengguna jalan, keamanan serta kelancaran lalu lintas di wilayah Tenggarong diharapkan terus terjaga.

Satu Hektare Lahan Gambut Terbakar di Teluk Dalam, Polisi Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

Kukar – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kali ini, sekitar satu hektare lahan bergambut yang ditumbuhi rumput di Desa Teluk Dalam RT 2 terbakar pada Senin (12/10/2026) sore.

Merespons kejadian tersebut, tiga personel Polsek Tenggarong Seberang bergerak ke lokasi dan berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Kukar, pengurus RT 2 dan RT 4, serta warga setempat. Petugas berjibaku melakukan pemadaman agar kobaran api tidak merembet ke area yang lebih luas.

Lahan gambut menyimpan risiko kebakaran yang tidak boleh diremehkan. Api yang terlihat di permukaan perlu ditangani secara serius karena titik panas berpotensi bertahan dan memicu kebakaran kembali apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.

Di lokasi, tim gabungan mengerahkan kendaraan pemadam, mesin pompa air, dan peralatan pemadaman manual. Setelah api berhasil dilokalisir dan dipadamkan, petugas melanjutkan pendinginan pada titik-titik rawan serta pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.00 WITA itu menghanguskan vegetasi rumput di lahan milik Sopian. Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu rumput dan daun kering di tengah cuaca panas. Penyebab pastinya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Penanganan berakhir sekitar pukul 17.30 WITA dengan situasi aman dan kondusif.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Rizky Tovas melalui kegiatan penanganan tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh potensi kebakaran, terutama saat rumput dan vegetasi mengering.

Warga diminta tidak membakar lahan maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api. Jika menemukan asap atau titik api, masyarakat diharapkan segera melapor kepada kepolisian atau petugas terkait agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Api harus dihentikan sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar. Kesiapsiagaan petugas perlu diimbangi kepedulian masyarakat, sebab satu sumber api yang luput dari perhatian dapat mengancam lingkungan dan keselamatan warga.

Polisi Bergerak Cepat! Karhutla di Loa Ulung Berhasil Dipadamkan Sebelum Meluas

Kukar – Kebakaran lahan gambut seluas sekitar setengah hektare di Desa Loa Ulung RT 5, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, berhasil dilokalisir dan dipadamkan berkat gerak cepat personel Polsek Tenggarong Seberang bersama tim gabungan, Senin (12/10/2026) sore.

Begitu menerima informasi kebakaran sekitar pukul 15.15 WITA, tiga personel Polsek Tenggarong Seberang langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD Kukar, relawan pemadam kebakaran Desa Loa Pari, serta warga setempat untuk melakukan pemadaman.

Berjibaku di lapangan, petugas berupaya menghentikan perambatan api agar tidak membakar lahan yang lebih luas. Pemadaman dilakukan menggunakan kendaraan pemadam, mesin pompa air, serta peralatan manual.

Kebakaran tersebut menghanguskan rumput dan vegetasi kering di lahan milik almarhum Anton Surya. Berdasarkan pengecekan awal, api diduga dipicu oleh rumput dan daun kering yang terbakar di tengah cuaca panas. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berkat kerja sama seluruh unsur, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.00 WITA. Petugas kemudian melakukan pendinginan di sejumlah titik yang berpotensi memunculkan kembali api, disertai pemantauan untuk mengantisipasi kebakaran susulan.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Rizky Tovas melalui penanganan tersebut mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran lahan, terutama saat cuaca panas dan kondisi vegetasi mengering.

Masyarakat diimbau tidak membakar sampah maupun lahan sembarangan, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan kepada kepolisian atau petugas pemadam apabila menemukan titik api.

Penanganan di Loa Ulung ini menjadi pengingat bahwa setiap keterlambatan menghadapi api berpotensi membuat kebakaran semakin meluas. Kewaspadaan warga dan kesiapsiagaan petugas sangat diperlukan untuk melindungi lingkungan serta keselamatan masyarakat.

Cegah Karhutla Sebelum Api Membesar, Polsek Kenohan Pasang Spanduk Imbauan di Titik Keramaian Warga

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan Polsek Kenohan, Polres Kutai Kartanegara. Kali ini, polisi memasang spanduk imbauan karhutla di Jalan Aji Bongkor, Desa Kahala Ilir, Kecamatan Kenohan, Senin (12/10/2026) siang.

Pemasangan spanduk yang dilakukan sekitar pukul 14.30 WITA oleh Bripda Alfin Ardana tersebut menyasar lokasi berkumpulnya masyarakat agar pesan pencegahan karhutla dapat dilihat dan dipahami warga secara langsung.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Polri mengingatkan masyarakat bahwa mencegah kebakaran jauh lebih baik daripada harus berjibaku memadamkan api setelah meluas.

Kesadaran warga sangat penting, terutama dalam menghindari aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

Melalui imbauan tersebut, masyarakat diharapkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.

Kapolsek Kenohan AKP Giri Pratiwo menegaskan melalui kegiatan preventif ini, Polsek Kenohan terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari ancaman karhutla.

Polsek Kenohan mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan bersama-sama mencegah karhutla demi menjaga lingkungan, kesehatan, serta keselamatan warga.

Polsek Samboja Perkuat Pengamanan Objek Vital Pertamina, Security Dibekali SOP hingga Pencegahan Karhutla

Kukar – Polsek Samboja terus memperkuat keamanan objek vital melalui pembinaan langsung terhadap petugas satuan pengamanan (Satpam) di lingkungan Pertamina EP Samboja. Tak sekadar memastikan kesiapsiagaan pengamanan, polisi juga mengingatkan pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP), serta peran Satpam dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembinaan tersebut dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) pukul 07.30 WITA di halaman kantor Pertamina EP Samboja. Kegiatan dipimpin Iptu Dedy Sopan, Kasubsektor Sei Seluang, dengan melibatkan tujuh petugas keamanan perusahaan.

Kegiatan diawali dengan apel pagi, kemudian
dilanjutkan pengarahan mengenai pelaksanaan tugas sehari-hari, sikap tampang, identitas petugas, serta materi peraturan baris-berbaris (PBB). Polsek Samboja juga menekankan pentingnya kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (Turjawali) untuk mendukung keamanan lingkungan perusahaan.

Dalam pelaksanaan tugas, petugas Satpam
diingatkan agar menjalankan patroli sesuai SOP, memeriksa kelayakan sarana dan prasarana, serta meningkatkan pengawasan terhadap setiap tamu yang keluar masuk melalui pos penjagaan. Kedisiplinan berlalu lintas juga menjadi perhatian dalam pembinaan tersebut.

Salah satu poin penting yang disampaikan Polsek Samboja adalah keterlibatan petugas keamanan dalam mencegah karhutla. Satpam Pertamina EP diminta turut mengimbau masyarakat di sekitar perusahaan agar tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan meningkatnya risiko kebakaran.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan sejak dini. Dengan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan perusahaan sekaligus menyampaikan edukasi kepada masyarakat sekitar, potensi kebakaran diharapkan dapat diantisipasi sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Polsek Samboja juga mengingatkan petugas keamanan agar mengikuti perkembangan teknologi di era digital serta memanfaatkan layanan Super App Polri untuk mempermudah pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) secara daring.

Melalui pembinaan rutin ini, Polsek Samboja mendorong Satpam agar semakin profesional, disiplin, dan sigap dalam menjalankan tugas.

Sinergi antara kepolisian dan satuan pengamanan perusahaan diharapkan mampu menjaga keamanan objek vital sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keselamatan lingkungan.