Pengamanan Demo Pati Humanis, Polda Metro Diminta Tindak Tegas Pelaku Kericuhan

JAKARTA – Aksi demonstrasi masyarakat Pati pada Kamis (27/8) secara umum berlangsung aman dan kondusif. Meski demikian, sempat terjadi ketegangan hingga kericuhan pada malam hari yang diwarnai aksi pembakaran sepeda motor dan pos polisi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Peristiwa tersebut diduga melibatkan pihak lain yang memanfaatkan momentum penyampaian aspirasi masyarakat Pati untuk menciptakan kerusuhan di Jakarta. Pemerhati Hukum Pidana Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Saputra Hasibuan, menilai langkah pelayanan yang dilakukan Polda Metro Jaya bersama instansi terkait sejak siang hingga malam tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

Menurutnya, sikap humanis serta kesabaran aparat dalam menghadapi situasi tersebut patut mendapatkan apresiasi.

“Kita memuji strategi pengamanan Polda Metro Jaya yang tetap humanis walau ada saja yang mencoba mengganggu keamanan dengan kericuhan yang terjadi malam hari di Pejompongsn,” katanya, Jumat (28/8/2026).

Direktur Eksekutif Lemkapi tersebut menilai terdapat kelompok yang bukan bagian dari masyarakat Pati dan diduga berupaya memanfaatkan aksi untuk mengganggu situasi keamanan dengan tujuan membuat Jakarta menjadi rusuh. Di tengah berlangsungnya aksi, masyarakat tetap dapat menyampaikan aspirasi kepada DPR dengan tertib.

“Kita melihat secara umum situasi keamanan dalam pengamanan demo berjalan kondusif. Masyarakat bisa menyampaiksn aspirasi dengan baik dan tujuan masyarakat tercapai. Polda Metro Jaya dalam pengamanan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” ujarnya.

Mengenai adanya puluhan orang yang diamankan karena diduga berpotensi melakukan kericuhan, Edi meminta aparat penegak hukum mengambil langkah tegas apabila ditemukan bukti adanya pelanggaran hukum. Ia menegaskan, setiap pihak yang terbukti melakukan tindak pidana harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

RUMAH BOLEH TERDAMPAK GEMPA, TAPI PENGABDIAN TAK BOLEH BERHENTI

ENDE, NUSA TENGGARA TIMUR — Gempa bumi tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga menghadirkan ujian bagi keluarga-keluarga yang harus kehilangan kenyamanan rumah mereka.

Di antara mereka, terdapat anggota Polri yang tetap memilih berdiri dan menjalankan tugas, meski rumah dan keluarganya sendiri turut terdampak bencana.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian Kapolda NTT, Irjen. Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. bersama Ibu Bhayangkari. Jumat (28/8/2026), Kapolda turun langsung menemui anggota Polri yang terdampak gempa sekaligus melihat kondisi tempat tinggal mereka.

Bukan sekadar kunjungan. Kapolda ingin memastikan secara langsung bahwa anggota beserta keluarganya dalam keadaan baik dan mendapatkan perhatian di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.

Satu per satu kondisi anggota diperiksa. Bantuan sembako juga diberikan secara langsung, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi keluarga personel yang terdampak.

Di balik tugas menjaga masyarakat, para anggota ini ternyata juga sedang menghadapi persoalan yang sama. Ada rumah yang rusak, ada keluarga yang harus mengungsi, namun tugas untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat tetap mereka jalankan.

Kapolda menyampaikan bahwa perhatian terhadap personel terdampak merupakan tindak lanjut arahan Kapolri. Dukungan juga disiapkan untuk membantu proses renovasi rumah anggota yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Bagi para anggota, perhatian tersebut menjadi penguat. Bahwa ketika mereka berada di garis depan membantu masyarakat, mereka pun tetap menjadi bagian dari keluarga besar Polri yang tidak akan dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri.

Pemulihan pun dilakukan bersama. Jajaran Polda NTT diarahkan untuk terus melakukan patroli di rumah-rumah warga yang ditinggalkan akibat gempa, sekaligus membantu membersihkan rumah yang mengalami kerusakan.

Harapannya, ketika kondisi telah dinyatakan aman dan warga diperbolehkan kembali, rumah-rumah tersebut sudah lebih siap untuk ditempati maupun diperbaiki.

Karena dalam bencana, yang diuji bukan hanya kekuatan bangunan, tetapi juga kekuatan untuk saling menjaga.

Hari itu, Kapolda datang bukan hanya sebagai pimpinan, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar Polri yang ingin memastikan bahwa setiap anggotanya tetap memiliki tempat untuk pulang dan harapan untuk bangkit.

Rumah mungkin rusak diterpa gempa. Namun kepedulian, kebersamaan, dan semangat pengabdian tetap harus berdiri tegak

Di Tengah Duka Gempa, Kasatgas Humas Polri Beri Penguatan untuk Personel dan Warga Ende

Di tengah situasi pascagempa bumi yang masih menyisakan duka bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, kepedulian juga diberikan kepada para personel Polri yang ikut terdampak bencana.

Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Penanggulangan Bencana NTT, Kombes Pol Bayu Suseno, menyambangi tiga personel Polres Ende yang terdampak gempa.

Ketiganya yakni Aipda Centysius Spanorama, anggota Satlantas Polres Ende, Bripka Paulus Rago, Bhabinkamtibmas Kelurahan Onekore Polsek Ende Polres Ende, serta Aiptu Yahya Tonu Weni, S.Sos., Bhabinkamtibmas Kelurahan Roworena Polsek Ende Polres Ende.

Pertemuan berlangsung sederhana, namun penuh kehangatan. Kombes Pol Bayu Suseno memberikan perhatian sekaligus wejangan kepada ketiga personel agar tetap kuat dan semangat menjalankan tugas, meski mereka sendiri turut merasakan dampak dari bencana.

Pesan yang disampaikan bukan sekadar tentang tugas, tetapi juga tentang bagaimana seorang anggota Polri harus tetap hadir untuk masyarakat, sembari saling menguatkan di tengah kondisi yang tidak mudah.

Usai menyambangi personel, Kombes Pol Bayu Suseno melanjutkan peninjauan ke Masjid At Taqwa yang turut terdampak gempa.

Di lokasi tersebut, ia bertemu dengan Imam Masjid At Taqwa, Bapak Ruslin Hj. Ibrahim, sekaligus melihat secara langsung kondisi bangunan masjid pascagempa.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas penanganan bencana, ada kepedulian dan perhatian terhadap setiap warga yang terdampak.

Bagi Polri, hadir di tengah bencana bukan hanya tentang membantu memulihkan keadaan, tetapi juga tentang memastikan tidak ada yang merasa sendirian menghadapi masa sulit.

Dari personel hingga masyarakat, semangat yang dibawa tetap sama: saling menguatkan, bangkit bersama, dan perlahan menata kembali kehidupan setelah gempa.

DI TENGAH MASJID YANG TERDAMPAK GEMPA, GOTONG ROYONG POLRI HADIR UNTUK WARGA ENDE

ENDE, NUSA TENGGARA TIMUR — Di tengah kondisi Masjid At-Taqwa Watumbawu yang terdampak gempa bumi, kehadiran Polri membawa pesan sederhana bagi warga: mereka tidak sendiri menghadapi masa sulit.

Kapolda NTT, Irjen. Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., datang langsung ke Masjid At-Taqwa, Watumbawu, Kecamatan Dona, Kabupaten Ende, Jumat (28/8/2026). Selain melihat kondisi rumah ibadah tersebut, Kapolda juga menyempatkan diri bertemu dan berbincang dengan masyarakat terdampak.

Momen itu semakin hangat ketika bantuan sembako diserahkan langsung kepada warga. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang masih berupaya bangkit setelah bencana.

Tak hanya untuk warga, kepedulian juga diberikan kepada Masjid At-Taqwa. Sebesar 100 juta rupiah diserahkan untuk membantu proses renovasi masjid yang terdampak gempa.

Yang membuat bantuan ini terasa berbeda, dana tersebut merupakan hasil gotong royong anggota Polda NTT, baik personel Muslim maupun non-Muslim.

Semangat kebersamaan itu menjadi gambaran bahwa di tengah bencana, kepedulian tidak mengenal perbedaan.

Kapolda NTT juga menegaskan bahwa jajaran Polda NTT diperintahkan untuk membantu rumah-rumah ibadah yang terdampak gempa, tanpa membedakan latar belakang agama.

Bagi warga, kehadiran polisi bukan hanya tentang menjaga keamanan. Di tengah situasi pascabencana, polisi juga hadir untuk membantu membersihkan, memperbaiki, dan menghidupkan kembali ruang-ruang yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Masjid yang kembali dapat digunakan bukan sekadar bangunan yang pulih. Di sanalah warga kembali berkumpul, beribadah, dan menemukan ketenangan setelah melalui masa yang penuh ketidakpastian.

Dari Watumbawu, semangat gotong royong itu kembali terasa. Polri hadir tanpa sekat, membantu tanpa membedakan, dan bersama masyarakat berupaya memulihkan kehidupan setelah gempa.

Karena bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana, terkadang yang paling berarti bukan hanya bantuan yang diberikan, tetapi kehadiran dan keyakinan bahwa masih ada yang peduli.

Tak Sekadar Meninjau, Kapolres Kukar Turun Langsung Tangani Karhutla di Lahan Gambut Sanga Sanga

Kukar – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, mendapat perhatian langsung dari Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Khairul Basyar.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar bersama Dandim 0906 Kukar Letkol Arm Benny Budiman dan unsur terkait turun langsung meninjau sekaligus memantau proses pemadaman Karhutla yang terjadi di kawasan Jl. Jaya Makmur, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga Sanga, Kamis (27/8/2026).

Setibanya di lokasi, Kapolres Kukar bersama tim gabungan melakukan pengecekan titik api dan kondisi lahan yang terbakar. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan personel TNI-Polri, BPBD, Damkar, pemadam perusahaan, serta relawan.

Kebakaran diperkirakan melanda sekitar 10 hektare lahan. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman karena masih ditemukan sejumlah titik api yang berpotensi kembali menyala.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar memastikan penanganan Karhutla dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh kekuatan dan sarana yang tersedia.

“Penanganan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Titik api harus dipastikan benar-benar padam karena kondisi lahan gambut memiliki potensi api kembali muncul,” ujar Kapolres di lokasi.

Dalam penanganan tersebut, personel gabungan juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna mencegah api meluas dan memastikan kondisi tetap aman.

Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 16.00 WITA, proses penanganan masih terus dilakukan terhadap sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan api kembali. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Terkait penyebab kebakaran, petugas masih melakukan pengecekan dan pendalaman di lapangan. Hingga saat ini, penyebab awal terjadinya kebakaran belum dapat dipastikan.
Kapolres menegaskan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.

“Yang terpenting saat ini adalah keselamatan masyarakat dan mencegah api meluas. Kami bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.

Kegiatan peninjauan dan pemadaman tersebut melibatkan unsur Polres Kukar, Polsek Sanga Sanga, Kodim 0906 Kukar, Koramil Sanga Sanga, BPBD Kukar, Damkar Sanga Sanga, BKO Samapta Polda Kaltim, BKO Polairud Polda Kaltim, BKO Yon TP Balikpapan, pemadam PT Pertamina EP Sanga Sanga, PT Masbro, PT Equalindo, PT Adimitra Baratama Nusantara serta relawan Damkar Kelurahan Pendingin.

Dengan kolaborasi tersebut, penanganan Karhutla diharapkan dapat berlangsung cepat dan efektif sekaligus mencegah terjadinya perluasan area terdampak.

Polsek Muara Jawa Bergerak Cepat Kendalikan Kebakaran Hutan di Kelurahan Dondang

Kukar – Personel Polsek Muara Jawa bersama petugas pemadam kebakaran dan warga bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan hutan/lahan kosong di Jalan Poros Muara Jawa–Sanga-Sanga, Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan titik api yang membakar area vegetasi dengan luas diperkirakan mencapai 0,5 hektare. Tim langsung melakukan pemadaman sekaligus mencegah kobaran api merambat ke kawasan hutan di sekitarnya.

Proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan yang sulit diakses. Petugas kemudian melakukan penyemprotan air dari sisi yang memungkinkan untuk menjangkau titik api dan mempersempit area rambatan.

Berkat respons cepat dan kerja sama antara personel Polsek Muara Jawa, Damkar Muara Jawa serta masyarakat Dondang, kobaran api berhasil dikendalikan agar tidak meluas. Petugas juga terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Polsek Muara Jawa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api, terutama di wilayah yang memiliki vegetasi kering dan sulit dijangkau.

Api Lahap Lahan Warga di Mulawarman, Polisi dan Tim Gabungan Bergerak Cepat Cegah Meluas

Kukar – Kepulan api membakar lahan milik warga di RT 14, Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (27/8/2026) malam. Respons cepat petugas membuat kobaran api berhasil dilokalisir sebelum merambat lebih luas.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 19.30 WITA, yang mana lahan milik warga terbakar dengan luasan sekitar 50 meter x 40 meter. Kondisi lahan yang dipenuhi rumput serta daun bambu kering membuat api dengan cepat menjalar di sekitar lokasi.

Mendapat informasi kebakaran, personel Polsek Tenggarong Seberang langsung menuju lokasi. Penanganan kemudian dilakukan secara bersama-sama dengan personel Koramil, PMK Tenggarong Seberang, relawan Balakar Mulawarman, serta tim pemadam dari Desa Bukit Pariaman dan Desa Bhuana Jaya.

Sebanyak empat personel Polsek Tenggarong Seberang diterjunkan dalam penanganan tersebut. Tim gabungan menggunakan kendaraan pemadam, mesin pompa air serta peralatan manual untuk mengepung dan memutus pergerakan api.

“Yang paling utama dalam penanganan kebakaran lahan adalah kecepatan. Begitu informasi diterima, personel langsung bergerak dan berkoordinasi dengan unsur pemadam serta relawan agar api tidak semakin meluas,” ujar Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Rizky Tovas.

Berkat sinergi seluruh unsur di lapangan, kobaran api berhasil dilokalisir dan dipadamkan. Petugas selanjutnya melakukan pendinginan terhadap sejumlah titik yang masih menyimpan bara sekaligus memastikan tidak ada api yang kembali muncul.

Dari hasil pengecekan awal, material yang terbakar berupa rumput kering dan daun bambu, termasuk sekitar empat pokok pohon bambu yang berada berdekatan. Kondisi cuaca panas dan material kering diduga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api.

Polsek Tenggarong Seberang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi vegetasi mengering. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api sehingga dapat ditangani sedini mungkin.

Kecepatan informasi, kesiapsiagaan petugas, dan kolaborasi masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran lahan berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Gerak Cepat Polsek Muara Jawa Bersama Tim Gabungan Jinakkan Karhutla Seluas 1,5 Hektare

Kukar – Upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polsek Muara Jawa bersama unsur terkait. Kali ini, petugas bergerak cepat menangani kebakaran lahan berupa semak belukar di RT 008, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (27/8/2026).

Kebakaran diketahui sekitar pukul 15.00 WITA. Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Muara Jawa langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan koordinasi dengan unsur terkait dalam upaya pemadaman.

Dalam penanganan tersebut, Polsek Muara Jawa mengerahkan 3 personel, dibantu 1 personel Koramil Muara Jawa serta 15 personel PT PHSS. Tim gabungan juga didukung sarana pemadaman berupa 5 unit mobil PT PHSS, 1 unit mobil tangki PT PHSS dan 1 unit mobil patroli Polsek Muara Jawa.

Dari hasil pengecekan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±1,5 hektare, dengan material yang terbakar berupa semak belukar, ilalang, ranting serta tumbuhan kering yang mudah tersulut api.

Petugas berjibaku melakukan pemadaman hingga akhirnya api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 20.30 WITA. Setelah api padam, tim melanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik panas yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Polsek Muara Jawa juga melakukan pemantauan secara berkala di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi munculnya titik api baru.

Kapolsek Muara Jawa IPTU Yoga Fattur Rahman mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi kering.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Hindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera laporkan kepada petugas apabila menemukan titik api,” imbaunya.

Kepolisian menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan peran bersama dam respons cepat masyarakat dalam memberikan informasi sangat penting agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Enam Jam Berjibaku, Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla 10 Hektare di Samboja

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kali ini, lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar di RT 03, Kelurahan Teluk Pemedas, terbakar pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.

Api membakar lahan milik masyarakat dengan luas diperkirakan mencapai 10 hektare. Lokasi kebakaran berada di sekitar permukiman warga sehingga penanganan dilakukan secara cepat untuk mencegah api meluas dan mengancam lingkungan maupun rumah penduduk.

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Samboja bersama personel BKO Brimob, Koramil, Damkar Kecamatan Samboja, pihak Kelurahan Teluk Pemedas, karyawan PLTG dan masyarakat langsung bergerak menuju lokasi.
Dengan dukungan satu unit mobil tangki pemadam, petugas berjibaku memadamkan kobaran api. Kondisi lahan gambut dan semak belukar yang kering membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan secara intensif.

Setelah kurang lebih enam jam penanganan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WITA. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan kecepatan dan sinergi seluruh unsur guna mencegah kebakaran meluas.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kondisi cuaca ekstrem yang membuat lahan gambut dan vegetasi kering lebih mudah terbakar.

Polsek Samboja mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Kobaran Karhutla Dekati Permukiman, Polsek Samboja Bersama Tim Gabungan Bergerak Cepat

Kukar – Kebakaran lahan gambut kembali terjadi di wilayah Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kali ini, api membakar semak belukar di RT 08, Kelurahan Kampung Lama, Kamis (27/8/2026).

Kebakaran yang mulai terpantau sekitar pukul 13.00 WITA tersebut berada tidak jauh dari permukiman warga. Area yang terdampak diperkirakan mencapai ±15 hektare dan merupakan lahan gambut milik masyarakat yang masih ditumbuhi semak belukar.

Lokasi kebakaran merupakan lanjutan dari lahan yang sebelumnya terbakar pada Rabu (26/8/2026) dan telah dilakukan pemadaman hingga malam hari. Kondisi lahan gambut yang kering membuat penanganan membutuhkan kewaspadaan dan pendinginan secara menyeluruh.

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Samboja bersama Koramil, Damkar Samboja, PMI Samboja serta masyarakat langsung bergerak menuju lokasi. Sebanyak lima personel Polsek Samboja, satu personel Koramil, 10 petugas Damkar dan sekitar 20 warga terlibat dalam penanganan.

Dengan dukungan mobil tangki pemadam, mobil tangki PMI, mobil tangki PT PLKK serta mesin pompa air, petugas berjibaku memadamkan kobaran api sekaligus mencegah api mendekati kawasan permukiman.

Berkat sinergi seluruh unsur, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 WITA. Tim kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan bara di dalam lahan gambut tidak kembali memicu munculnya titik api.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan lahan gambut dan vegetasi di lokasi mudah terbakar.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di lahan gambut dan kawasan dekat permukiman.