4 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Bukit Raya, Polsek Tenggarong Seberang Ingatkan Warga: Jangan Main Api!

Kukar – Api kembali menghanguskan lahan warga di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sekitar 4 hektare lahan gambut di RT 13 Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, terbakar pada Jumat (28/8/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.30 WITA itu membuat personel Polsek Tenggarong Seberang bersama Koramil, PMK, relawan dan warga bergerak cepat melakukan pemadaman agar api tidak merambat ke area yang lebih luas.

Lahan yang terbakar merupakan area yang ditumbuhi rumput gambut. Kondisi vegetasi yang kering ditambah cuaca panas membuat api cepat menjalar di permukaan lahan.

Sebanyak empat personel Polsek Tenggarong Seberang diterjunkan ke lokasi dan berkoordinasi dengan dua personel Koramil, satu unit PMK Tenggarong Seberang, Relawan Balakar Manunggal Jaya, Relawan Revolusi Fighter Samarinda serta warga RT 13.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Rizky Tovas mengatakan pemadaman dilakukan menggunakan kendaraan pemadam, mesin pompa air dan peralatan manual. Setelah berjibaku di lokasi, petugas berhasil melokalisir dan memadamkan api sehingga tidak meluas.

“Tim gabungan kemudian melakukan pendinginan pada sejumlah titik yang masih berpotensi memunculkan api kembali. Pemantauan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api baru”, jelas Kapolsek

Pihak Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama saat cuaca panas dan lahan dalam kondisi kering.

Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Satu sumber api kecil dapat berubah menjadi kebakaran yang menghanguskan hektare lahan dan mengancam lingkungan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.

Jangan Tunggu Asap Mengepul, Bhabinkamtibmas dan Pemdes Sumber Sari Pasang Spanduk Cegah Karhutla

Kukar – Pesan tegas untuk tidak bermain-main dengan api disampaikan kepada masyarakat Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dilakukan dengan memasang spanduk imbauan di Jl. Poros Sumber Sari–Bukit Biru, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.

Pemasangan spanduk tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Sumber Sari Brigpol Eko Heryanto bersama Kepala Desa Sumber Sari Sutarno, Kadus 1 Mujianto, anggota BPD Joni serta staf desa Isbad.

Spanduk tersebut menjadi pengingat bagi warga agar tidak membakar hutan maupun lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Kebiasaan membakar lahan berpotensi membuat api sulit dikendalikan dan dapat memicu kebakaran yang berdampak pada lingkungan serta menimbulkan polusi udara.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto melalui Bhabinkamtibmas Polsek Loa Kulu Brigpol Eko Heryanto juga mengajak masyarakat tidak tinggal diam apabila melihat adanya potensi maupun kejadian kebakaran. Warga diminta segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek Loa Kulu agar dapat ditangani secepatnya.

“Api kecil jangan dianggap sepele. Sekali merambat, dampaknya bisa dirasakan banyak orang. Mencegah Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama.” himbau Bhabinkamtibmas

Cegah Karhutla Sebelum Jadi Bencana, Polsek Tabang Pasang Spanduk di Tiga Desa

Kukar – Jangan menunggu asap mengepul dan api membesar, pesan tersebut menjadi salah satu perhatian Polsek Tabang dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sebagai langkah pencegahan, personel Polsek Tabang memasang spanduk imbauan Karhutla di Desa Muara Pedohon, Desa Bila Talang dan Desa Sidomulyo, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.

Spanduk yang dipasang di sejumlah lokasi tersebut berisi ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan dari ancaman Karhutla. Warga juga diingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya sumber api.

Bukan hanya mengancam kelestarian hutan, Karhutla juga dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Asap akibat kebakaran berpotensi menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata hingga gangguan kesehatan pada ibu hamil dan anak-anak.

Polsek Tabang mengajak masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan Karhutla dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Satu sumber api bisa menjadi awal bencana. Karena itu, menjaga hutan bukan hanya tugas petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama.”

Kapolsek Tabang Iptu Yohan Lihu melalui kegiatan tersebut menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak dini agar Karhutla tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Bukan Sekadar Spanduk, Polsek Tenggarong Seberang Ingatkan Warga: Sekali Api Lepas, Dampaknya Bisa Meluas

Kukar – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca panas dan kering. Mengantisipasi hal tersebut, Polsek Tenggarong Seberang memasang spanduk imbauan Karhutla di Desa Manunggal Jaya RT 03, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (28/8/2026).

Pemasangan spanduk yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Melalui spanduk tersebut, masyarakat diajak menjaga lingkungan dari sumber api, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta ikut berperan aktif menyebarkan informasi pencegahan Karhutla kepada lingkungan sekitar.

Pesan utamanya jelas: jangan membuka lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menyebar ketika kondisi lahan kering dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan hingga membahayakan masyarakat.

Polsek Tenggarong Seberang juga mengingatkan masyarakat mengenai ketentuan hukum terkait larangan pembakaran hutan dan lahan. Warga diminta memahami bahwa membuka lahan dengan cara membakar bukan hanya berisiko menimbulkan bencana, tetapi juga dapat berhadapan dengan konsekuensi hukum.

Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Risky Tovas menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Jangan tunggu api membesar. Pencegahan jauh lebih baik daripada harus menghadapi kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak,” menjadi pesan yang terus digaungkan kepada masyarakat.

Polsek Loa Janan Gencarkan Binluh Cegah Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Kukar – Polsek Loa Janan terus menggencarkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 09.00 WITA di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, oleh Aiptu Suwarno dan Bripda M. Onix H.

Dalam kegiatan itu, personel menyampaikan imbauan kepada warga agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang kering dan mudah terbakar.

Polsek Loa Janan turut mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan agar dapat ditangani sedini mungkin dan mencegah api meluas.

Melalui kegiatan ini, Polsek Loa Janan berharap kesadaran masyarakat dalam mencegah Karhutla semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Api Membara di Lahan Gambut Karang Tunggal, Polisi dan Tim Gabungan Bergerak Cepat Cegah Meluas

Kukar – Kobaran api melanda lahan gambut yang dipenuhi rumput, dedaunan dan semak belukar kering di Dusun Rejo Sari RT 17, Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (28/8/2026) siang.

Kebakaran yang diperkirakan menghanguskan lahan sekitar satu hektare tersebut diketahui sekitar pukul 13.30 WITA. Kondisi lahan yang ditumbuhi vegetasi kering membuat api dengan cepat merambat dan berpotensi meluas.

Mendapat informasi tersebut, empat personel Polsek Tenggarong Seberang langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Koramil, PMK Tenggarong Seberang, Relawan Balakarcana Desa Embalut serta Water Truck (WT) PT Mitra Abadi Mahakam (MAM).

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan menyasar titik-titik api sekaligus membatasi pergerakan kobaran agar tidak menjalar ke area lainnya.

Kerja sama lintas unsur tersebut membuahkan hasil. Api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sekitar pukul 15.30 WITA. Petugas selanjutnya melakukan pendinginan pada sejumlah titik yang masih berpotensi memunculkan bara api.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Rizky Tovas mengatakan penanganan cepat menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran lahan gambut meluas.

“Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul,” ujarnya.

Berdasarkan pengecekan awal di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh kondisi rumput, daun dan semak belukar yang mengering akibat cuaca panas. Namun, pemilik lahan hingga penanganan selesai belum diketahui.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Rizky Tovas menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan vegetasi mengering.

“Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu api di sekitar lahan kering. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” imbau Kapolsek.

Polisi memastikan pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak kembali terjadi maupun meluas ke kawasan lainnya.

Warung Berkah Polres Kukar Jadi Ruang Berbagi, 250 Warga Dapat Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis

Kukar – Suasana berbeda terlihat di Kedai Ojol Timbau, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (28/8/2026) pagi. Tempat yang biasa menjadi titik berkumpul para pengemudi ojek online itu berubah menjadi ruang berbagi melalui program Warung Berkah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Polres Kutai Kartanegara.

Sejak pukul 08.00 WITA, ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai pengemudi ojek online, petugas kebersihan DLHK, pemulung, pekerja kasar hingga masyarakat sekitar, datang untuk mendapatkan pelayanan dan bantuan. Tercatat sekitar 250 warga mengikuti kegiatan tersebut.

Selain pemeriksaan kesehatan dasar seperti tekanan darah dan konsultasi medis, Polres Kukar juga membagikan 250 paket beras masing-masing 2 kilogram, serta makanan dan minuman gratis kepada masyarakat.

Ps. Kasat Binmas Polres Kukar Iptu Dewa Gede Ertana bersama Kasi Dokkes Iptu Supriadi Nurdin dan personel Satbinmas serta Dokkes turut hadir memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.

Tak hanya berbagi kebutuhan pangan dan layanan kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Warga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta keamanan lingkungan.

Di tengah kegiatan, personel Polres Kukar juga menyampaikan imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Masyarakat diajak tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan karena dapat memicu kebakaran yang meluas dan membahayakan lingkungan.

Melalui Warung Berkah, Polres Kukar menunjukkan bahwa kepedulian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan hadir memberikan manfaat secara langsung.
Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar hingga selesai.

Pemerhati Hukum Pidana Minta Pelaku Kerusuhan Usai Aksi Damai Diproses Tegas

JAKARTA — Pemerhati hukum pidana Universitas Bhayangkara Jakarta, Dr. Edi Saputra Hasibuan, mengecam aksi kerusuhan yang terjadi setelah kegiatan penyampaian pendapat secara damai di sekitar Gedung DPR berakhir. Ia meminta aparat penegak hukum memproses secara tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan kerusuhan maupun pengrusakan.

“Kita minta kelompok perusuh yang diamankan Polda Metro Jaya diproses secara hukum. Jika terbukti melakukan tindak pidana, berikan hukuman tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Edi Hasibuan di Jakarta.

Menurut Edi, munculnya kelompok yang melakukan tindakan kerusuhan setelah massa aksi damai meninggalkan lokasi perlu didalami secara menyeluruh. Ia menilai, aparat perlu mengusut kemungkinan adanya pihak tertentu yang menggerakkan maupun memanfaatkan situasi untuk menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban.

“Kita minta ini harus diusut tuntas. Jangan sampai aksi penyampaian pendapat yang semula damai justru ditunggangi pihak tertentu untuk memancing kerusuhan,” tegas Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI) tersebut.

Edi juga mengamati bahwa dalam pelayanan kegiatan penyampaian pendapat, aparat kepolisian telah berupaya mengedepankan pendekatan humanis agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan kondusif.

Namun, ia menyayangkan adanya kelompok yang kemudian melakukan tindakan kerusuhan dan pengrusakan setelah aksi penyampaian pendapat berlangsung.

Terkait data kepolisian yang menyebutkan sebanyak 323 orang telah diamankan, dengan 160 di antaranya merupakan anak-anak, Edi meminta persoalan tersebut menjadi perhatian serius semua pihak.

Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam situasi yang berpotensi menimbulkan kerusuhan perlu ditelusuri lebih lanjut, termasuk untuk mengetahui bagaimana mereka dapat berada di lokasi dan terlibat dalam kelompok tersebut.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa kelompok yang diamankan diduga datang ke sekitar Gedung DPR untuk mengganggu keamanan dan ketertiban. Sejumlah video yang beredar juga memperlihatkan adanya aksi pelemparan barang ke arah petugas yang memberikan pelayanan.

Edi pun meminta kepolisian mengusut secara transparan pihak-pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.

“Kita minta identitas kelompok perusuh ini dibuka kepada publik seluas-luasnya. Yang terpenting, peran masing-masing pihak harus diungkap secara jelas agar masyarakat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” ujar dosen pascasarjana tersebut.

Ia menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dihormati. Namun, pelaksanaannya harus tetap dilakukan secara tertib dan damai serta tidak boleh disertai tindakan yang mengganggu keamanan maupun merugikan masyarakat.

“Jangan sampai hak menyampaikan pendapat yang dijamin oleh undang-undang justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan kekerasan dan menciptakan kerusuhan,” pungkasnya.

Polisi Pastikan Situasi Pejompongan-Petamburan Terkendali, Warga Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Jakarta – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Pejompongan Raya dan Petamburan, Jakarta Pusat, terpantau aman, tertib, dan kondusif pada Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan pemantauan personel Polsek Metro Tanah Abang, aktivitas masyarakat di kedua wilayah tersebut berjalan normal. Mobilitas warga, kegiatan sosial, maupun aktivitas di lingkungan permukiman berlangsung sebagaimana biasa tanpa adanya gangguan yang menonjol.

Kondisi serupa juga terlihat pada aktivitas perkantoran. Arus keluar-masuk pegawai serta kegiatan pelayanan berjalan sebagaimana mestinya. Sementara itu, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Pejompongan Raya dan Petamburan terpantau lancar dan terkendali dengan tingkat kepadatan yang masih dalam batas normal.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, S.I.K., M.I.K. mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan situasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.

“Secara umum situasi di wilayah Pejompongan Raya dan Petamburan sampai saat ini aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas masyarakat maupun perkantoran berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ditemukan adanya kejadian menonjol,” kata Dhimas di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Ia menambahkan, jajaran Polsek Metro Tanah Abang terus melakukan pemantauan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan.

“Kami tetap melakukan pemantauan secara berkala dan mengantisipasi setiap potensi gangguan kamtibmas. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Hingga laporan situasi tersebut dibuat, tidak ditemukan adanya gangguan keamanan dan ketertiban yang menghambat aktivitas masyarakat di sekitar Pejompongan Raya dan Petamburan.

Kapolri: Buruh Indonesia Harus Siap Hadapi Perubahan dan Perkuat Daya Saing Global

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing buruh Indonesia dalam menghadapi perubahan regulasi, perkembangan teknologi, serta dinamika ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri sekaligus menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) yang mengusung tema “Membangun Daya Saing Buruh Indonesia di Tengah Perubahan Regulasi Ekonomi Global”, di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Dalam sambutannya, Kapolri mengapresiasi pelaksanaan Rakernas KSBSI dan berharap seluruh hasil pembahasan dapat menjadi langkah strategis dalam memperjuangkan kemajuan, perlindungan, serta kesejahteraan buruh Indonesia ke depan.

Kapolri menyampaikan bahwa dunia ketenagakerjaan saat ini tengah menghadapi perubahan besar seiring perkembangan revolusi industri dan transformasi teknologi, mulai dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotik hingga internet of things (IoT).

Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Di satu sisi, teknologi berpotensi mengurangi sejumlah jenis pekerjaan, namun di sisi lain juga membuka peluang terciptanya berbagai lapangan kerja baru.

“Bagaimana kita semua siap untuk menghadapi hal tersebut, sehingga walaupun ada perkembangan teknologi, namun tetap buruh sebagai jantung utama dari perjalanan industri dan perkembangan industri hilirisasi ke depan,” ujar Kapolri.

Kapolri menilai buruh memiliki peran penting sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Hal tersebut turut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada pada angka positif di tengah tantangan ekonomi global.

“Ini tidak lepas dari peran rekan-rekan buruh sekalian sebagai tenaga-tenaga dan tulang punggung perekonomian nasional,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolri menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong berbagai regulasi dan program yang bertujuan meningkatkan perlindungan, kompetensi, serta kesejahteraan pekerja. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja.

Kapolri berharap proses tersebut dapat menjadi ruang bersama antara pemerintah, DPR, pengusaha, dan kalangan buruh untuk merumuskan kebijakan yang mampu menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan, termasuk isu-isu krusial yang selama ini diperjuangkan oleh pekerja.

Ia juga mengapresiasi terbangunnya komunikasi antara serikat buruh dan kalangan pengusaha dalam menyusun langkah bersama menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

“Kita lihat pengusaha dan teman-teman buruh bisa duduk bersama untuk menyusun suatu rencana ke depan, untuk bisa maju bersama-sama. Ini tentunya adalah nuansa yang kita harapkan menjadi nuansa yang membawa harapan bagi kita semua,” ungkapnya.

Menurut Kapolri, pengembangan industri dan program hilirisasi nasional juga harus menjadi peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembukaan lapangan pekerjaan. Karena itu, peningkatan kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta transfer pengetahuan menjadi hal penting agar tenaga kerja Indonesia mampu mengisi berbagai sektor strategis.

Kapolri berharap buruh Indonesia ke depan tidak hanya berada pada sektor pekerjaan dengan tingkat keterampilan dasar dan menengah, tetapi juga mampu menempati posisi-posisi strategis hingga tingkat manajerial.

“Transfer knowledge menjadi penting, kemampuan kita untuk beradaptasi menjadi penting, sehingga kita siap untuk kemudian menghadapi perkembangan hilirisasi dan kemajuan ekonomi Indonesia ke depan,” tutur Kapolri.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Sigit juga menegaskan komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada para pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan Polri.

Keberadaan Desk Ketenagakerjaan, kata Kapolri, merupakan bagian dari upaya Polri untuk membantu menangani persoalan-persoalan industrial, termasuk memberikan perlindungan kepada pekerja dari berbagai bentuk kejahatan maupun persoalan yang dapat berdampak terhadap kehidupan dan hak-hak buruh.

“Ini menjadi amanah bagi kami semua untuk betul-betul bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap rekan-rekan buruh, khususnya terkait dengan masalah-masalah industrial,” jelasnya.

Kapolri berharap Desk Ketenagakerjaan Polri dapat terus diperkuat dan menjadi mitra strategis bagi serikat pekerja dan buruh dalam memperjuangkan serta melindungi kepentingan pekerja.

Menutup sambutannya, Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada elemen buruh yang sebelumnya berencana menyampaikan aspirasi terkait pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja, namun memilih mengurungkan rencana tersebut.

Kapolri menekankan bahwa kekuatan besar yang dimiliki kelompok buruh harus tetap diwujudkan melalui penyampaian aspirasi yang tertib dan bertanggung jawab.

“Tunjukkan bahwa walaupun rekan-rekan memiliki kekuatan besar, rekan-rekan mampu dan tertib,” pungkas Kapolri.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), yang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi serta mempersiapkan buruh Indonesia menghadapi perubahan ekonomi dan dunia kerja di masa mendatang.