Cegah Karhutla, Polsek Tabang Pasang Spanduk Imbauan di Sejumlah Titik

Kukar – Dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Tabang memasang spanduk imbauan kepada masyarakat di sepanjang jalan poros utama Desa Bilatalang–Desa Muara Pedohon–Desa Umaq Bekuaq, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut merupakan langkah preventif Polsek Tabang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.

Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian Karhutla di wilayahnya.

Pemasangan spanduk menjadi sarana edukasi dan pengingat bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan, mengingat kondisi lahan yang rawan terbakar.

Cegah Karhutla dari Desa, Bhabinkamtibmas Jembayan Tengah Ajak Warga Jaga Lingkungan

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polsek Loa Kulu melalui langkah preventif di tengah masyarakat.

Bhabinkamtibmas Desa Jembayan Tengah, Aipda Erwin Efendi, bersama unsur pemerintahan dan keamanan desa memasang spanduk imbauan Karhutla di Dusun 2 Selingsing, Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WITA tersebut turut melibatkan Safri selaku Kasi Pemerintahan Desa Jembayan Tengah, Sertu Kasrianto selaku Babinsa, serta dua anggota Linmas, Sugianto dan Subiantoro.

Pemasangan spanduk menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.

Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Kegiatan berlangsung denganaman, tertib dan lancar, sekaligus menjadi wujud sinergi tiga pilar bersama masyarakat dalam memperkuat pencegahan Karhutla di wilayah Desa Jembayan Tengah.

Gerak Cepat Polsek Loa Janan Bersama Tim Gabungan Jinakkan Karhutla 10 Hektare di Loa Duri Ilir

Kukar – Gerak cepat ditunjukkan jajaran Polsek Loa Janan bersama tim gabungan dalam menangani kebakaran lahan yang terjadi di Dusun Putak RT 17, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (27/8/2026).

Kebakaran diketahui sekitar pukul 18.00 WITA di kawasan yang merupakan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Loa Duri Ilir. Berdasarkan pengecekan awal di lapangan, api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang kemudian merambat ke lahan di sekitarnya.

Kondisi lahan yang kering membuat api cepat meluas hingga membakar area dengan luas diperkirakan mencapai 10 hektare. Menyikapi kejadian tersebut, Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe bersama lima personel langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pemadaman.

Upaya penanganan melibatkan personel Polsek Loa Janan, personel Koramil, Kepala Desa Loa Duri Ilir Fahri Hamzah, relawan Kecamatan Loa Janan dari Damba, Kamseku dan BPBD, tiga unit mobil pemadam kebakaran, serta dua unit water tank dari PT Bama.

Petugas berjibaku menyemprotkan air ke titik api dan bara yang masih menyala. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, proses dilanjutkan dengan penyiraman dan pendinginan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Berkat sinergi dan respons cepat seluruh unsur yang terlibat, kebakaran berhasil dipadamkan dan dikendalikan. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Kegiatan pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 01.00 WITA. Sebanyak tiga unit mobil damkar Kecamatan Loa Janan tetap disiagakan di lokasi sebagai langkah antisipasi apabila kembali ditemukan titik api.

Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menegaskan bahwa pihaknya bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang rawan terjadi kebakaran lahan, sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama saat kondisi lingkungan kering.

Polsek Loa Janan, bergerak cepat, bersinergi, dan hadir untuk memastikan api terkendali serta masyarakat tetap aman.

Polisi Borong Tahu Pedagang, Bagikan kepada Warga di Tengah Kegiatan Penyampaian Aspirasi

JAKARTA – Ada momen sederhana yang mencuri perhatian di tengah kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Sejumlah personel kepolisian membeli dagangan seorang penjual tahu yang berada di sekitar lokasi, kemudian membagikannya kepada warga.

Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram Matabebas. Dalam rekaman, sejumlah personel terlihat menghampiri pedagang dan membeli tahu yang masih tersisa.

Setelah seluruh dagangan dibeli, tahu tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi. “Warga silakan, boleh makan, silakan,” terdengar suara dalam rekaman saat warga dipersilakan mengambil makanan.

Bagi pedagang, momen tersebut membuat dagangannya habis terjual. Sementara warga yang berada di sekitar kawasan DPR/MPR RI turut menikmati tahu yang dibagikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, interaksi sederhana tersebut mencerminkan pendekatan humanis yang terus dikedepankan personel Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Polri hadir untuk memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat dengan pendekatan yang humanis. Di tengah pelayanan, personel juga tetap berinteraksi dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Hal-hal sederhana seperti ini merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang selalu kami kedepankan,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelayanan, tetapi juga bagaimana membangun rasa saling menghormati dan kepedulian.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Polri hadir sebagai bagian dari masyarakat. Ketika ada kesempatan untuk saling membantu dan berbagi, tentu itu menjadi hal yang baik dan mencerminkan semangat pelayanan yang humanis,” katanya.

Kegiatan tersebut berlangsung di sela-sela pelaksanaan tugas personel di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI. Setelah membagikan makanan kepada warga, personel tetap melanjutkan pelayanan di lokasi kegiatan penyampaian aspirasi.

Interaksi sederhana antara personel kepolisian, pedagang, dan warga tersebut menjadi salah satu gambaran suasana yang terlihat di tengah dinamika kegiatan penyampaian aspirasi di kawasan DPR/MPR RI.

Polri Gelar Forum Tematik, Bahas Optimalisasi Layanan Polisi 110

JAKARTA – Polri terus memperkuat Layanan Polisi 110 sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik yang cepat, responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penguatan tersebut dibahas dalam Forum Tematik Bakohumas Polri Tahun Anggaran 2026 bertema “Optimalisasi Layanan Polisi 110 dalam Mendukung Pelayanan Publik Presisi” yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Forum tersebut diikuti perwakilan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) kementerian dan lembaga. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur Polri, pemerintah, dan pakar kebijakan publik untuk membahas pengembangan Layanan Polisi 110, mulai dari transformasi digital, penguatan operasional, hingga manajemen risiko komunikasi dan reputasi.

Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital, Dra. Molly Prabawati, M.AP., menyampaikan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah semakin tinggi, khususnya dalam hal kecepatan respons, penanganan yang konkret, serta kemudahan akses.

Menurutnya, Layanan Polisi 110 bukan sekadar saluran pengaduan, melainkan salah satu bentuk kehadiran negara yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam. Karena itu, efektivitas layanan tersebut perlu didukung pemahaman masyarakat yang luas serta kolaborasi antarlembaga.

Sementara itu, Penata Kehumasan Polri Utama Tk II Divhumas Polri Brigjen Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Layanan Polisi 110 harus berorientasi pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Layanan Polisi 110 bukan sekadar nomor telepon, aplikasi, jaringan, atau teknologi. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Ketika masyarakat menghubungi 110, mereka harus yakin bahwa Polri mendengar, Polri merespons, dan Polri hadir,” ujar Brigjen Pol. Dicky dalam forum tersebut.

Ia menjelaskan, optimalisasi Layanan Polisi 110 setidaknya mencakup empat aspek utama, yakni penguatan infrastruktur dan integrasi sistem, penguatan skema operasional dan standar respons, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan komunikasi publik.

Dalam pengembangannya, Polri menargetkan respons awal operator terhadap panggilan masyarakat dalam waktu 10 detik dan kehadiran petugas di lokasi kejadian dalam waktu 10 menit. Target tersebut membutuhkan dukungan sistem yang terintegrasi, kesiapan operator, mekanisme penerusan laporan secara cepat, serta koordinasi dengan personel di lapangan.

Kepala Biro Teknologi Komunikasi Div TIK Polri Brigjen Pol. Dr. Indarto, S.H., S.Sos., S.I.K., M.Si., menjelaskan Layanan Polisi 110 tidak berhenti pada penerimaan panggilan. Setiap laporan dicatat dalam sistem dan diteruskan kepada unit atau personel yang paling dekat dan sesuai dengan kebutuhan penanganan.

Masyarakat dapat menggunakan Layanan Polisi 110 untuk melaporkan berbagai kondisi, antara lain kecelakaan lalu lintas, tindak kejahatan, kondisi darurat, kebakaran, gangguan lalu lintas, maupun memperoleh informasi terkait layanan kepolisian.

“Dalam situasi darurat, masyarakat tidak memiliki waktu untuk mencari berbagai nomor kepolisian. Mereka membutuhkan satu pintu layanan yang sederhana, mudah diingat, dan dapat diandalkan. Karena itu, tantangannya bukan hanya bagaimana masyarakat mengetahui nomor 110, tetapi bagaimana laporan tersebut direspons secara cepat dan tepat,” jelas Brigjen Pol. Indarto.

Karo Jianstra Stamaops Polri Brigjen Pol. Marsudianto, S.I.K., M.Si., turut memaparkan pengembangan Layanan Polisi 110 melalui integrasi sistem dan penguatan Command Center. Pengembangan tersebut diarahkan agar layanan dapat terhubung dengan berbagai sistem kepolisian, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan, peningkatan profesionalisme operator, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Lalu, pakar kebijakan publik dan hubungan pemerintah Dr. Hardy R. Hermawan, S.Sos., M.Si., GRCE., juga menekankan pentingnya pengelolaan risiko komunikasi dan reputasi dalam pelayanan 110. Menurutnya, kecepatan pelayanan harus berjalan beriringan dengan komunikasi yang transparan dan empatik.

“Keberhasilan Layanan Polisi 110 tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Kecepatan respons, kualitas sumber daya manusia, transparansi, komunikasi yang empatik, serta konsistensi pelayanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik,” kata Hardy.

Dalam forum tersebut juga dibahas pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung pelayanan tanpa menghilangkan peran manusia. AI dapat digunakan untuk membantu transkripsi, pelacakan lokasi, serta klasifikasi data, sementara operator tetap menjadi garda utama dalam berkomunikasi dengan masyarakat.

Selain aspek teknologi dan operasional, forum juga menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi diperlukan agar masyarakat memahami fungsi Layanan Polisi 110 serta tata cara menyampaikan laporan secara tepat, sekaligus mencegah penggunaan layanan untuk prank call, laporan palsu, maupun informasi yang tidak benar.

Melalui Forum Tematik Bakohumas tersebut, Polri mendorong penguatan kolaborasi komunikasi antarkementerian dan lembaga untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai Layanan Polisi 110. Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesiapan sistem dan personel sehingga setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, profesional, dan humanis.

Penguatan Layanan Polisi 110 menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan publik Presisi, sekaligus membangun pengalaman pelayanan yang nyata bagi masyarakat. Dengan prinsip bahwa teknologi mendukung manusia, bukan menggantikannya, Polri terus mendorong agar 110 menjadi layanan yang mudah diakses, responsif, dan dipercaya masyarakat.

Polsek Sangasanga Ungkap Kasus Pengeroyokan, Dua Perempuan Diproses Hukum

Kukar – Unit Reskrim Polsek Sangasanga berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap seorang perempuan yang terjadi di Jalan Sekolahan RT 012, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 17.40 WITA. Korban diduga mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh dua perempuan berinisial SA (46) dan AP (26).

Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi tersebut bermula saat terjadi perselisihan antara korban dengan kedua terlapor. Dalam kejadian itu, salah satu terlapor diduga mencolok mata korban, sementara terlapor lainnya menjambak rambut korban hingga terjatuh. Korban juga mengalami tindakan kekerasan lainnya pada bagian leher dan wajah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Sangasanga melakukan serangkaian penyelidikan hingga memperoleh informasi keberadaan kedua terlapor di wilayah Sangasanga.

Pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 09.00 WITA, personel mendatangi kediaman terlapor di Jalan Madrasah RT 012, Kelurahan Sangasanga Dalam. Setelah dilakukan pendekatan secara persuasif, kedua terlapor kemudian bersikap kooperatif dan datang ke Mapolsek Sangasanga sekitar pukul 10.30 WITA untuk menjalani proses hukum.

Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah jilbab warna navy. Kedua tersangka selanjutnya menjalani pemeriksaan bersama para saksi guna melengkapi proses penyidikan.

Atas perkara tersebut, penyidik menerapkan Pasal 262 Ayat (1) dan (2) KUHP sesuai hasil penyidikan.

Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid menegaskan bahwa pihaknya akan menangani setiap laporan masyarakat secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Polri berkomitmen memberikan pelayanan dan penegakan hukum secara profesional, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif,” ujar Kapolsek.

Polda Metro Jaya Siapkan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat dalam Kegiatan Penyampaian Aspirasi

JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiapkan layanan kesehatan bagi masyarakat dalam rangka kegiatan penyampaian aspirasi yang berlangsung di Jakarta, Kamis (27/8/2026). Personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) disiagakan untuk memberikan pertolongan dan pelayanan medis apabila dibutuhkan.

Kesiapan tersebut merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan. Personel Dokkes disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama serta layanan kesehatan kepada masyarakat maupun personel yang membutuhkan.

Selain menyiagakan personel medis, Polda Metro Jaya juga memastikan akses terhadap fasilitas kesehatan lanjutan apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan kesiapan layanan kesehatan merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Polri hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, personel Dokkes kami siapkan untuk memberikan pertolongan apabila ada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Jika diperlukan penanganan lebih lanjut, kami juga memastikan akses terhadap fasilitas kesehatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari ruang demokrasi yang harus dapat berlangsung secara tertib. Polri juga berupaya memastikan seluruh masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman.

“Yang kami kedepankan adalah pelayanan. Kami ingin memastikan masyarakat yang hadir maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi tetap mendapatkan pelayanan dan merasa aman. Termasuk apabila ada yang membutuhkan pertolongan kesehatan, personel Dokkes siap memberikan bantuan,” katanya.

Polri mengajak seluruh masyarakat yang mengikuti maupun berada di sekitar kegiatan penyampaian aspirasi untuk bersama-sama menjaga ketertiban, memperhatikan kondisi kesehatan, serta saling menghormati agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.

“Harapan kami seluruh kegiatan dapat berlangsung tertib dan damai. Polri akan terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat direspons dengan baik, termasuk dalam hal pelayanan kesehatan,” tutupnya.

Polda Metro Jaya & Kodam Jaya Gelar Apel Kesiapan Pelayanan Masyarakat di Sejumlah Titik

Jakarta — Polda Metro Jaya menggelar apel kesiapan pelayanan masyarakat, Kamis (27/8/2026). Sebanyak 47 agenda berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terdiri atas 62 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 18 kegiatan masyarakat lainnya.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penyampaian pendapat dijadwalkan berlangsung di sejumlah lokasi, antara lain Gedung DPR/MPR RI, Silang Selatan Monas atau seberang Gedung Danareksa, Taman Pandang Silang Monas.

“Menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Polri hadir untuk menjaga ruang demokrasi serta memastikan aspirasi dapat disampaikan secara aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab,” ujar Kombes Budi Hermanto.

Pada saat yang sama, beragam agenda olahraga, pameran, seni dan hiburan, organisasi, hingga produksi perfilman juga berlangsung di sejumlah wilayah. Beberapa di antaranya ialah Piala Soeratin U-15 di Klender, International Battery Summit 2026 di JIExpo Kemayoran, Kejuaraan Nasional Karatedo Gojukai di GOR Ciracas, APKASI Otonomi Expo 2026 di ICE BSD City, serta Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2.

Sebanyak 4.274 personel disiapkan untuk melayani kegiatan penyampaian pendapat di Gedung DPR/MPR RI. Personel lainnya ditempatkan di sejumlah lokasi guna mendukung pengamanan dan pengaturan lalu lintas sesuai kebutuhan.

Dalam pelaksanaan tugas, seluruh personel diarahkan untuk mengedepankan komunikasi, dialog, serta pendekatan persuasif dan humanis. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan dan kondisi di lapangan.

Polda Metro Jaya mengimbau peserta penyampaian pendapat agar menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta menghormati hak masyarakat lain yang menggunakan ruang publik. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi sekaligus memastikan aktivitas publik tetap berjalan aman dan nyaman. Mari bersama-sama menjaga ruang demokrasi dengan tertib, damai, dan saling menghormati,” pungkasnya.

Polda Metro Jaya Berikan Layanan Penyampaian Aspirasi Agar Nyaman dan Tertib Bagi Seluruh Aktifitas Masyarakat Lainnya

Jakarta — Polda Metro Jaya hadir memberikan pelayanan dalam pelaksanaan penyampaian aspirasi di muka umum. Polri menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak dasar dan hak konstitusional masyarakat yang dilindungi undang-undang, namun tetap harus dilaksanakan dengan mematuhi ketentuan hukum dan etika.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, terdapat ketentuan mengenai barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa dalam kegiatan penyampaian pendapat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

“Polri hadir memberikan pelayanan dalam penyampaian pendapat di muka umum. Itu merupakan hak dasar, hak konstitusi yang dilindungi oleh undang-undang. Tetapi ada aturan hukum, ada etika yang harus menjadi pertanggungjawaban kita bersama agar pelaksanaan penyampaian aspirasi di muka umum dapat berjalan aman, tertib, damai, dan bertanggung jawab,” ujar Budi Hermanto saat Konferensi Pers Polda Metro Jaya, Kamis (27/8).

Menurutnya, Polri juga mencermati munculnya sejumlah konten dan narasi di ruang digital yang berpotensi memicu keresahan, termasuk provokasi, disinformasi, malinformasi dan ujaran kebencian.

“Kami dari Polda Metro Jaya akan melakukan patroli media sosial dan akan men-stem kalau itu hoaks ataupun disinformasi dan malinformasi. Adapun terkait penemuan di lapangan, ini merupakan penyelidikan baik secara digital maupun konvensional yang dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya,” jelasnya.

Selain itu, kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap berbagai temuan di lapangan, baik melalui metode digital maupun konvensional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fakta serta mencegah adanya pihak-pihak yang memanfaatkan penyampaian aspirasi dengan membawa barang-barang yang dilarang oleh ketentuan perundang-undangan.

Budi menegaskan, Polri tidak membatasi kemerdekaan masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Kehadiran kepolisian justru ditujukan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan baik, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan aman dan nyaman serta tertib.

“Kepolisian tidak pernah membatasi ruang kemerdekaan penyampaian pendapat, melainkan memastikan aspirasi tersampaikan dengan baik dan seluruh masyarakat dapat beraktivitas sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan hingga pukul 10.38 WIB, situasi Jakarta masih dalam kondisi aman dan dapat dikendalikan. Aktivitas masyarakat, termasuk lalu lintas, pendidikan, kegiatan ibadah, dan perekonomian, tetap berjalan aman dan nyaman serta tertib.

Budi mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga situasi Jakarta tetap aman dan kondusif serta tidak memberikan ruang bagi kelompok yang berupaya menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Aspirasi harus disampaikan melalui ruang keselamatan dan harus mendapat perlindungan. Potensi-potensi kekerasan harus dicegah sedikit mungkin. Demokrasi memberikan ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” pungkasnya.

Kompolnas Visitasi Polrestabes dan Polres Semarang, Soroti Inovasi Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat

SEMARANG, JAWA TENGAH – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaksanakan visitasi Kompolnas Awards 2026 di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, dengan mengunjungi Polrestabes Semarang dan Polres Semarang, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Anggota Kompolnas selaku Ketua Tim Visitasi, Dr. Yusuf, S.Ag., S.H., M.H., bersama Dewan Juri Eksternal Kompolnas Awards 2026, serta jajaran Sekretariat Kompolnas.

Sejumlah program dan inovasi menjadi perhatian dalam visitasi, antara lain aplikasi pelayanan publik LIBAS yang memiliki sejumlah fitur seperti tombol darurat SOS, Polisi RW, Tim Elang, dan Patroli Perintis Presisi. Polrestabes Semarang juga menyediakan fasilitas pelayanan yang ramah bagi penyandang disabilitas, seperti ramp kursi roda, toilet khusus, dan tactile paving.

Selain pelayanan publik, Polrestabes Semarang turut memperkuat dukungan terhadap aktivitas ekonomi melalui penempatan pospol subsektor di Kawasan Industri Candi serta patroli keamanan untuk mencegah premanisme, pungutan liar, dan gangguan kamtibmas di kawasan industri.

Dalam aspek lingkungan, Polrestabes Semarang menerapkan konsep green office, antara lain melalui pemanfaatan aplikasi ASTINA untuk mendukung paperless investigation, pengelolaan sampah, serta efisiensi penggunaan energi listrik.

Penguatan kemitraan juga dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari TNI dan Satpol PP, Bapas, Dinsos, Mall Pelayanan Publik Kota Semarang, KPU, Pengadilan Agama, UNNES, Bulog, Dinas Pertanian, PT Pos Indonesia hingga pelaku usaha. Kemitraan tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan masyarakat, penanganan perkara anak, ketahanan pangan, serta pemeliharaan keamanan.

Sementara di Polres Semarang, Tim Visitasi diterima Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., bersama unsur Forkopimda, stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pegiat seni budaya.

Dalam visitasi tersebut, salah satu yang menjadi perhatian adalah nominasi kategori perseorangan kelompok Prosperity atas nama Briptu Adi Qori Kurniawan. Personel Polri tersebut aktif mengembangkan seni dan budaya melalui Sanggar Sarasvati Widiasmara Art di Kabupaten Semarang dan Wonosobo.

Kegiatan sanggar tidak hanya menjadi ruang belajar seni tari, drama, dan musik, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi generasi muda, pendampingan anak-anak termasuk penyandang disabilitas, serta upaya mencegah kenakalan remaja dan kriminalitas melalui kegiatan positif.

Ketua Tim Visitasi Kompolnas Awards 2026, Dr. Yusuf, mengatakan visitasi dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai inovasi dan praktik baik yang dijalankan jajaran kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Visitasi ini kami lakukan untuk melihat secara langsung bagaimana program dan inovasi yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga bagaimana pelayanan, kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat itu dilaksanakan di lapangan,” ujar Dr. Yusuf dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, berbagai inovasi yang ditemukan dalam visitasi menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Yang kami lihat di Semarang cukup beragam. Ada inovasi pelayanan publik, perhatian terhadap kelompok disabilitas, dukungan terhadap kawasan ekonomi, kepedulian terhadap lingkungan, penguatan kemitraan, hingga pemberdayaan masyarakat melalui seni dan budaya. Ini menjadi bagian yang penting dalam membangun kehadiran Polri yang semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.

Dr. Yusuf berharap berbagai praktik baik yang ditemukan selama visitasi dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya.

“Kompolnas Awards bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga bagaimana praktik-praktik baik yang sudah dilakukan dapat terus dipertahankan, dikembangkan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.

Pelaksanaan visitasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kompolnas Awards 2026 untuk melihat secara langsung kinerja, inovasi, pelayanan, kemitraan, serta kontribusi satuan kerja dan personel Polri dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.