Karhutla Lahap 3,5 Hektare di Kota Bangun Ilir, Petugas Berjibaku hingga Malam

Kukar – Kebakaran lahan di Desa Kota Bangun Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, menjadi pengingat bahwa api kecil di lahan kering dapat berkembang menjadi kebakaran luas jika tidak segera ditangani.

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 16.00 Wita itu membakar semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering dengan luas diperkirakan mencapai 3,5 hektare.

Begitu menerima laporan dari perangkat desa, informasi langsung diteruskan melalui Satgas Siaga Karhutla Kota Bangun. Personel Polsek Kota Bangun bersama Koramil, Damkar, perangkat kecamatan, relawan Masyarakat Peduli Api dan warga bergerak menuju lokasi.

Kanit Binmas Polsek Kota Bangun Iptu Sudaryo bersama personel kepolisian turut terlibat langsung dalam penanganan. Sebanyak 10 personel Damkar, lima relawan, personel Polsek, Koramil, Satgas Karhutla serta masyarakat bahu-membahu memadamkan api.

Penanganan berlangsung cukup panjang, petugas harus melakukan penyiraman terhadap titik api dan bara yang masih menyala menggunakan mobil portable Damkar, peralatan pemadaman manual serta empat alat jet suter.
Dari sore hingga malam, petugas terus melakukan pemadaman dan pendinginan. Sekitar pukul 22.00 Wita, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam.

Namun, pekerjaan belum selesai. Petugas melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memunculkan api kembali. Satu unit mobil portable Damkar juga disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi titik api susulan.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kota Bangun.

Menariknya, titik api tersebut belum terdeteksi dalam aplikasi LembuSwana. Meski demikian, Satgas Karhutla Kota Bangun tetap bergerak berdasarkan informasi lapangan dari masyarakat.

Kejadian ini menunjukkan bahwa sistem pemantauan tidak dapat berdiri sendiri tanpa kepedulian masyarakat. Laporan warga mengenai asap atau api sekecil apa pun dapat menjadi informasi penting bagi petugas untuk melakukan penanganan lebih cepat.

Karhutla bukan hanya persoalan api. Asap dapat mengganggu kesehatan, kebakaran dapat merusak vegetasi dan lahan, sementara proses pemadaman membutuhkan waktu, tenaga, peralatan dan koordinasi banyak pihak.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan meminta masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan asap maupun titik api.

“Satu titik api yang terlambat dilaporkan dapat berubah menjadi kebakaran yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk dikendalikan”, Tegas AKP Asnan Rusmawan.

Api Mengamuk 5 Hektare di KM 54 Samboja Barat, Tim Gabungan Berjibaku hingga Dini Hari

Kukar — Kobaran api melahap kawasan pohon dan semak belukar seluas sekitar 5 hektare di KM 54 RT 16, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara. Penanganan berlangsung dalam kondisi malam hingga dini hari, sebelum api akhirnya berhasil dikendalikan pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 03.55 Wita.

Jarak lokasi yang mencapai sekitar 32 kilometer dari Mako Polsek Samboja tak menyurutkan respons kepolisian. Personel Polsek Samboja langsung bergerak ke titik kebakaran dan bergabung dengan tim gabungan untuk melakukan pemadaman serta memastikan api tidak terus menjalar.

Penanganan berlangsung sejak Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 22.30 Wita. Medan kebakaran yang berada di area vegetasi membuat proses pemadaman harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur.

Polsek Samboja bersama Yayasan Jejak Pulang, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Damkar Samboja, PMI, PT Lembuswana Perkasa, MPA Tanjung Harapan, Otorita IKN serta warga setempat dikerahkan ke lokasi.

Sebanyak 45 personel terlibat dalam penanganan, terdiri dari 2 personel Polsek Samboja, 3 PMI, 6 Damkar, 5 Dinas Kehutanan, 4 Yayasan Jejak Pulang, 5 Manggala Agni, 2 PT Lembuswana Perkasa, 5 Otorita IKN, 1 MPA Tanjung Harapan dan 12 warga.

Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menghadapi kebakaran yang berlangsung hingga dini hari. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan kobaran api, tetapi juga mengendalikan asap dan memastikan kondisi di sekitar titik kebakaran tetap aman.

Sekitar pukul 03.55 Wita, api berhasil dipadamkan dan kondisi asap dapat dikendalikan. Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Polisi bersama tim gabungan kemudian memastikan situasi di lokasi tetap terkendali. Dokumentasi dilakukan dan hasil penanganan dilaporkan sebagai bagian dari pemantauan lanjutan.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Kepolisian belum menyimpulkan sumber maupun faktor pemicu munculnya api.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid menegaskan pentingnya respons cepat dan sinergi lintas unsur dalam menghadapi Karhutla, terlebih ketika kebakaran terjadi pada malam hari dan berada cukup jauh dari pusat kota.

Penanganan hingga dini hari ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan bukan persoalan yang dapat ditangani oleh satu pihak saja. Kecepatan informasi dari masyarakat, respons petugas, serta keterlibatan unsur terkait menjadi bagian penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Polsek Samboja juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan hutan dan lahan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Angin Kencang dan Lahan Gambut Bikin Api Sulit Dijinakkan, Polsek Muara Kaman Turun Langsung

Kukar – Kobaran api di lahan gambut kawasan konsesi HTI PT SHJ, Petak 61B, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Minggu (20/9/2026), membuat petugas harus bekerja ekstra keras.

Kebakaran yang diperkirakan melanda sekitar 2 hektare lahan itu pertama kali diketahui sekitar pukul 14.00 Wita setelah kepulan asap terlihat dari area tersebut.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin memerintahkan personel pengamanan untuk segera menuju lokasi dan membantu proses pemadaman bersama tim pemadam.

Dua personel Polsek Muara Kaman, Brigpol Alfian dan Bripda Dharma Putra Girsang, bergabung dengan 20 personel Damkar Distrik 32 Sebulu serta enam personel sekuriti dalam penanganan kebakaran.

Medan yang dihadapi bukan perkara mudah. Angin yang cukup kencang membuat api sulit dikendalikan, sementara karakter lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif.

Petugas mengerahkan lima unit mesin pompa (Alkon) dan satu mobil tangki berkapasitas 10 ton untuk menyemprot titik api. Pemadaman dilakukan secara bertahap sembari mengendalikan area yang masih terbakar.

Berkat kerja bersama di lapangan, api berhasil dipadamkan. Namun petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Selain terlibat langsung dalam pemadaman, Polsek Muara Kaman melakukan pemantauan perkembangan situasi, berkoordinasi dengan unsur terkait serta melakukan pendalaman untuk mengetahui awal mula dan penyebab kebakaran.

Polsek Muara Kaman juga memastikan pemantauan tetap dilakukan terhadap area bekas terbakar, mengingat kondisi lahan gambut memiliki potensi menyimpan bara yang dapat kembali menimbulkan titik api.

Hingga penanganan berlangsung, situasi di lokasi dalam kondisi terkendali. Polsek Muara Kaman bersama unsur terkait terus memastikan api tidak kembali muncul dan tidak meluas ke area lainnya.

Titik Api Muncul di Bukit Soeharto KM 56, Medan Sulit Jadi Kendala Pemadaman Tim Gabungan

Kukar – Kebakaran vegetasi terpantau di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto KM 56, Kecamatan Loa Janan, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 17.15 Wita. Lokasi titik api berada di kawasan hutan yang masuk dalam delineasi OIKN.

Mengetahui adanya titik api, Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama personel Polsek Loa Janan langsung melakukan pemantauan dan penanganan bersama unsur Gakkum Kehutanan, Otorita IKN, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Dari hasil pengecekan, api membakar semak belukar dan dedaunan kering. Namun, proses pemadaman menghadapi kendala serius karena titik api berada cukup jauh dari akses utama dengan medan yang sulit, sehingga kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi secara langsung.

Kondisi vegetasi yang kering juga membuat material di sekitar titik api mudah terbakar. Petugas kemudian melakukan pemantauan perkembangan api dan penanganan sesuai kondisi medan serta sarana yang tersedia.
Hingga laporan dibuat, situasi di sekitar lokasi aman dan kondusif, namun titik api masih membutuhkan pemantauan dan penanganan lanjutan untuk mengantisipasi penyebaran kebakaran.

Polsek Loa Janan bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kawasan tersebut sebagai langkah antisipasi agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Karhutla 3 Hektare Mengancam Area Obvitnas, Polsek Samboja Gerak Cepat Kawal Pemadaman hingga Api Padam

Kukar – Kebakaran lahan gambut kembali terjadi di kawasan Area Objek Vital Nasional (Obvitnas) PT ENI Muara Bakau, RT 012, Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Minggu (20/9/2026).

Kebakaran yang membakar semak belukar di lahan gambut dengan luasan sekitar 3 hektare itu langsung mendapat penanganan serius.

Polsek Samboja menjadi salah satu unsur terdepan dalam respons di lapangan, bergerak bersama tim pemadam dan unsur terkait untuk mencegah api kembali meluas di sekitar kawasan vital tersebut.

Begitu titik api diketahui sekitar pukul 13.30 Wita, personel Polsek Samboja langsung menuju lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Mako Polsek Samboja. Enam personel kepolisian diterjunkan dalam penanganan bersama Damkar Kecamatan Samboja, tim pemadam PT PHM, PT ENI Muara Bakau, PMI Samboja dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Tanjung Harapan.

Bagi personel Polsek Samboja, penanganan tidak berhenti pada upaya memadamkan kobaran. Petugas turut memastikan proses pembasahan dan pendinginan dilakukan secara menyeluruh, mengingat lokasi merupakan lahan gambut dan kebakaran kali ini diduga berkaitan dengan area yang sebelumnya telah terbakar.

Kondisi tersebut membuat penanganan membutuhkan ketelitian. Api yang terlihat padam belum serta-merta menjamin tidak adanya bara yang tersisa di dalam atau sekitar vegetasi gambut.

Untuk mempercepat penanganan, puluhan personel dan berbagai sarana pemadam dikerahkan. Dukungan di lapangan meliputi mobil tangki pemadam, mobil patroli Damkarmatan, mobil pemadam PT ENI Muara Bakau, dua mobil tandon air, mobil tangki suplai air, mobil tangki PMI serta mobil tandon air MPA.

Polsek Samboja bersama seluruh unsur yang terlibat terus melakukan pemadaman, pembasahan dan pendinginan hingga api benar-benar berhasil dikendalikan.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Setelah penanganan berlangsung selama beberapa jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 Wita.

Polsek Samboja selanjutnya memastikan kondisi lokasi tetap dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terlebih kebakaran terjadi di lahan gambut yang sebelumnya telah mengalami kebakaran.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara api merupakan lanjutan dari kebakaran sebelumnya yang menyebabkan asap tebal di sekitar wilayah kerja Obvitnas. Kondisi cuaca ekstrem di wilayah Samboja juga menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan dalam proses penanganan, namun belum dapat dijadikan kesimpulan penyebab sebelum penyelidikan selesai.

Penanganan Karhutla di kawasan tersebut memperlihatkan pentingnya respons cepat kepolisian dan koordinasi lintas unsur, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan strategis.

Polsek Samboja bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran susulan.

Bukan Sekadar Memadamkan Api, Tim Gabungan Berjibaku Jinakkan Karhutla 1 Hektare di Samboja Barat

Kukar – Memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan pekerjaan yang selesai hanya dengan menyiram kobaran api. Di balik api yang terlihat, petugas harus memastikan bara tidak kembali menyala dan menjalar ke area lain.

Hal itu terlihat dalam penanganan Karhutla di KM 36 RT 07, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Minggu (20/9/2026) sore. Kebakaran yang melanda lahan dan semak belukar dengan luasan sekitar 1 hektare tersebut ditangani hingga api benar-benar dapat dikendalikan.

Begitu menerima informasi adanya titik api sekitar pukul 17.00 Wita, Polsek Samboja langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Mako Polsek Samboja.

Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh lima personel Polsek Samboja, empat anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Sungai Merdeka, dua warga setempat serta Yayasan Jejak Pulang.

Di lapangan, petugas tidak hanya menghadapi kobaran api. Vegetasi berupa semak belukar yang terbakar membuat api berpotensi merambat, sementara petugas harus memastikan setiap bagian area yang terbakar benar-benar aman dari bara yang dapat kembali memicu kebakaran.

Proses penanganan berlangsung hingga malam. Setelah berjibaku melakukan pemadaman dan memastikan kondisi api serta asap dapat dikendalikan, sekitar pukul 19.45 Wita api dinyatakan padam.

Penanganan kemudian tidak berhenti pada saat kobaran api menghilang. Area bekas kebakaran harus dipastikan kembali aman untuk mencegah munculnya api susulan.

Inilah bagian dari tugas berat penanganan Karhutla yang sering tidak terlihat: petugas harus datang ketika api muncul, memadamkan kobaran, mengantisipasi penjalaran, kemudian memastikan bara tidak kembali menjadi api.

Hingga kegiatan selesai, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.

Polsek Samboja mengajak masyarakat memahami bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan sekaligus kerja sama. Satu laporan dari warga dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan area yang lebih luas dari ancaman kebakaran.

Titik Api Muncul di Bukit Soeharto KM 56, Medan Sulit Jadi Kendala Pemadaman Tim Gabungan

Kukar – Kebakaran vegetasi terpantau di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto KM 56, Kecamatan Loa Janan, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 17.15 Wita. Lokasi titik api berada di kawasan hutan yang masuk dalam delineasi OIKN.

Mengetahui adanya titik api, Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama personel Polsek Loa Janan langsung melakukan pemantauan dan penanganan bersama unsur Gakkum Kehutanan, Otorita IKN, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Dari hasil pengecekan, api membakar semak belukar dan dedaunan kering. Namun, proses pemadaman menghadapi kendala serius karena titik api berada cukup jauh dari akses utama dengan medan yang sulit, sehingga kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi secara langsung.

Kondisi vegetasi yang kering juga membuat material di sekitar titik api mudah terbakar. Petugas kemudian melakukan pemantauan perkembangan api dan penanganan sesuai kondisi medan serta sarana yang tersedia.
Hingga laporan dibuat, situasi di sekitar lokasi aman dan kondusif, namun titik api masih membutuhkan pemantauan dan penanganan lanjutan untuk mengantisipasi penyebaran kebakaran.

Polsek Loa Janan bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kawasan tersebut sebagai langkah antisipasi agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Karhutla Muncul di KM 39 Sungai Merdeka, Tim Gabungan Samboja Bergerak Sebelum Api Meluas

Kukar – Kobaran api membakar pohon dan semak belukar di kawasan KM 39 RT 22, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Minggu (20/9/2026) sore. Kebakaran yang melanda area sekitar 500 meter persegi tersebut langsung ditangani personel gabungan.

Begitu titik api diketahui, Polsek Samboja bergerak bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Sungai Merdeka, perwakilan OIKN dan warga sekitar menuju lokasi yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Mako Polsek Samboja.

Tim gabungan tidak memberikan ruang bagi api untuk menjalar. Dengan dukungan empat pompa gendong dan satu unit Alkon kecil, petugas melakukan penyemprotan dan pemadaman secara langsung pada area yang terbakar.

Sebanyak 12 personel terlibat dalam penanganan, terdiri dari empat personel Polsek Samboja, enam anggota MPA Sungai Merdeka dan dua personel perwakilan OIKN.

Kondisi vegetasi yang terbakar berupa pohon dan semak belukar membuat api berpotensi merambat, terlebih kondisi cuaca di wilayah Samboja dan Samboja Barat dalam beberapa hari terakhir cukup panas.

Namun, penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Sekitar pukul 18.30 Wita, api dan asap berhasil dikendalikan, sehingga tidak meluas ke area lainnya.

Meski indikasi awal mengarah pada kondisi cuaca panas, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Usai pemadaman, petugas memastikan kondisi sekitar lokasi tetap aman sekaligus melakukan dokumentasi dan pemantauan terhadap area bekas terbakar.

Polsek Samboja mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kemunculan api sekecil apa pun di kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar. Laporan cepat dari masyarakat menjadi kunci agar api dapat ditangani sebelum berubah menjadi kebakaran yang lebih besar.

Asap Pekat Muncul di Belakang Kantor Lurah, Tim Gabungan Samboja Berjibaku Padamkan Karhutla

Kukar – Kepulan asap pekat dari lahan gambut di belakang Kantor Lurah Wonotirto, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, memicu respons cepat petugas, Minggu (20/9/2026) sore.

Kebakaran yang terjadi di lingkungan RT 003 tersebut membakar semak belukar di lahan gambut dengan luasan sekitar 1 hektare. Informasi dari masyarakat langsung ditindaklanjuti personel Polsek Samboja bersama unsur terkait dan masyarakat peduli api.

Petugas gabungan bergerak menuju lokasi dan langsung menghadapi titik-titik api yang membakar vegetasi kering di kawasan tersebut. Kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah bara kembali memicu api.

Sebanyak 12 personel terlibat dalam penanganan, terdiri dari personel Polsek Samboja, Koramil 0906-06/Samboja, Damkarmatan Kecamatan Samboja, Kelurahan Wonotirto serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Proses pemadaman didukung satu unit mobil patroli Damkarmatan, satu mesin pompa air portable dan tujuh rol selang pemadam. Petugas melakukan penyemprotan ke area yang terbakar sekaligus memastikan titik-titik api dapat dikendalikan.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.45 Wita. Petugas kemudian memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan tidak ditemukan adanya penyebaran api.

Polsek Samboja memastikan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Karena itu, dugaan penyebab tidak dapat dipastikan sebelum proses pemeriksaan dan pendalaman selesai.

Kebakaran lahan tersebut menjadi perhatian karena terjadi di kawasan gambut yang mudah terbakar ketika kondisi lingkungan kering. Kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid melalui personelnya menegaskan bahwa respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas.

Api berhasil dijinakkan sebelum menjalar lebih luas. Polisi pun mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Bepelas Malam 1 Erau Adat Kutai 2026 Digelar Khidmat, Kapolres Kukar Hadir di Tengah Prosesi Sakral

Kukar – Suasana adat dan nuansa sakral begitu terasa dalam pelaksanaan Bepelas Malam 1 rangkaian Erau Adat Kutai 2026 yang berlangsung di Museum Mulawarman, Jalan Diponegoro, Kelurahan Panji, Tenggarong, Minggu (20/9/2026) malam.

Prosesi adat tersebut turut dihadiri Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara Ny. Bella Khairul bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar dan para kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Kehadiran Kapolres Kukar menjadi bagian dari dukungan jajaran kepolisian terhadap rangkaian pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, serta unsur Forkopimda dan pejabat terkait lainnya.

Rangkaian Bepelas dimulai sekitar pukul 19.30 Wita ketika para undangan memasuki ruang Stinggil Keraton. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ritual sakral hingga Sultan memasuki tempat pelaksanaan Bepelas.

Nuansa kemeriahan semakin terasa sekitar pukul 21.00 Wita. Sepuluh personel Batalyon B Sat Brimob Polda Kaltim melaksanakan peledakan meriam sebagai simbol ekspresi kegembiraan dan puji-pujian atas dimulainya perayaan besar adat Erau.

Setelah jamuan makan malam bersama, Sultan bersama tamu undangan VVIP kembali menuju ruang Stinggil untuk menyaksikan tarian sakral yang menjadi bagian dari rangkaian Bepelas.

Bagi masyarakat Kutai, Erau bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi ruang untuk menjaga keberlanjutan tradisi dan warisan budaya yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Kehadiran jajaran kepolisian dalam setiap rangkaian kegiatan turut menjadi bagian dari upaya menjaga agar tradisi, keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat berjalan beriringan selama Erau Adat Kutai 2026 berlangsung.