Api Lahap 1 Hektare Lahan di Muara Pedohon, Polsek Tabang Bergerak Cepat Cegah Meluas

Kukar – Kobaran api membakar lahan di Desa Muara Pedohon, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, Minggu (20/9/2026) sore. Api yang melahap semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering itu diperkirakan membakar sekitar 1 hektare lahan.

Mendapat informasi kebakaran sekitar pukul 16.30 Wita, Polsek Tabang langsung bergerak bersama personel Koramil Tabang, Pemadam Kebakaran Kecamatan Tabang dan unsur pemerintahan kecamatan menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Petugas kemudian melakukan pemadaman dengan dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran dan fire hose sepanjang 300 meter. Penyemprotan difokuskan pada titik api dan bara yang masih menyala agar kobaran tidak merambat ke area lainnya.

Upaya pemadaman berlangsung mulai sekitar pukul 17.30 Wita. Sekitar pukul 18.00 Wita, api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam.

Namun, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran dan pendinginan dilakukan di area bekas terbakar untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu melalui personelnya juga memastikan lokasi tetap dipantau secara berkala setelah proses pemadaman.

Sementara itu, asal-usul api masih dalam penyelidikan. Unit Reskrim Polsek Tabang melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Polsek Tabang bersama unsur terkait juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali muncul maupun meluas ke area lain.

Respons cepat dan sinergi lintas unsur menjadi kunci dalam penanganan kebakaran tersebut. Api berhasil dipadamkan, sementara penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih berlangsung.

Cegah Karhutla Meluas, Polsek Kota Bangun Turun Langsung Ingatkan Warga Soal Bahaya Bakar Lahan

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan jajaran Polsek Kota Bangun. Tak hanya mengandalkan penanganan ketika api muncul, kepolisian memilih memperkuat langkah pencegahan dengan turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan Binluh Karhutla digelar personel Polsek Kota Bangun pada Minggu (20/9/2026), pukul 10.00 hingga 12.00 Wita, di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Raden bersama Bripka Marapi dan Bripda Dino Michel menyampaikan imbauan kepada warga mengenai bahaya membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Polisi juga mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar tidak menggunakan api saat mengolah lahan. Selain berpotensi menyebabkan api merembet dan sulit dikendalikan, kebakaran lahan dapat menimbulkan asap yang berdampak terhadap kesehatan serta mengganggu lingkungan.

“Pencegahan jauh lebih penting sebelum api membesar dan meluas. Karena itu, masyarakat kami ajak bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Edukasi juga mencakup pemahaman mengenai ketentuan hukum dan ancaman sanksi pidana bagi pihak yang melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Polsek Kota Bangun mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penerima imbauan, tetapi turut berperan aktif dalam mendeteksi dan mencegah potensi Karhutla di lingkungan masing-masing.

Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menekan risiko Karhutla, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi mudah terbakar.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan menegaskan, mencegah kebakaran sejak dini merupakan tanggung jawab bersama. Jangan tunggu api membesar, cegah sebelum menjadi bencana.

Parade 450 Polwan dari 43 Negara Meriahkan IAWP 2026 di Bali

BALI – Sebanyak 450 Polisi Wanita (Polwan) dari 43 negara mengikuti parade dalam rangkaian International Association of Women Police (IAWP) Training Conference 2026 di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali, Minggu (20/9/2026).

Parade tersebut menampilkan barisan Polwan dari berbagai negara dengan seragam kepolisian masing-masing serta atraksi dan tradisi khas negara peserta. Kegiatan ini disaksikan antusias oleh masyarakat yang memadati kawasan Jl. Raya Puputan Renon hingga Monumen Bajra Sandhi.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pelaksanaan IAWP 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan Polwan dari berbagai negara, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama kepolisian internasional.

“IAWP ini tidak hanya menjadi parade, tetapi juga momentum bagi Polwan dari berbagai negara untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan kepolisian yang semakin kompleks,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah isu kepolisian menjadi pembahasan dalam rangkaian konferensi selama lima hari, di antaranya kepemimpinan perempuan, investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, perdagangan orang, kontra-terorisme, kekerasan berbasis teknologi, transformasi teknologi kepolisian, hingga kejahatan transnasional terorganisasi.

Menurut Trunoyudo, kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata sekaligus menunjukkan kesiapan Bali sebagai destinasi penyelenggaraan kegiatan berskala internasional.

“Kita berharap pertemuan ini dapat menghasilkan pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik yang bisa diterapkan di masing-masing negara. Kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali juga menunjukkan bahwa kerja sama kepolisian tidak mengenal batas negara, terutama dalam menghadapi kejahatan yang terus berkembang,” katanya.

Kelancaran parade dan rangkaian IAWP 2026 tidak terlepas dari pengamanan personel Polda Bali dan jajaran, dukungan masyarakat, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Pelaksanaan IAWP 2026 di Bali menjadi penyelenggaraan kedua konferensi tersebut di Indonesia. Rangkaian kegiatan kali ini dipusatkan di Nusa Dua, Bali.

Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Kegiatan Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz di Sinak

SINAK – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus memperhatikan kondisi psikologis personel yang bertugas di wilayah operasi, termasuk di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan dukungan psikologi sekaligus interaksi humanis dengan masyarakat sebagai bagian dari menjaga kesiapan personel dalam menjalankan tugas.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (20/9/2026) tersebut diikuti oleh 36 personel Satgas Tindak Ops Damai Cartenz-2026 Sektor Sinak. Kegiatan dipimpin Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026 AKBP Andria, S.I.K., didampingi Iptu Reldo Imanuel Indey, S.Tr.K., Iptu Amelia Mega Kartika Kawilarang, S.Psi., Ipda dr. Robertus Sindhu Guntara serta Ipda Moh. Arsyad Hafid Affandy, S.Psi.

Dalam kegiatan tersebut, tim psikologi memberikan ruang kepada personel untuk memahami dan mengelola kondisi psikologis selama menjalankan tugas di wilayah operasi. Pendekatan dilakukan secara komunikatif agar personel dapat menyampaikan pengalaman maupun situasi yang mereka hadapi selama bertugas.

Selain dukungan psikologi, kegiatan dilanjutkan dengan interaksi humanis bersama masyarakat Sinak. Personel menyapa warga yang ditemui serta berbagi makanan ringan sebagai bentuk komunikasi sosial dan upaya membangun kedekatan antara aparat keamanan dengan masyarakat.

Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, S.I.K., mengatakan perhatian terhadap kondisi mental personel merupakan bagian penting dalam menjaga kesiapan pelaksanaan tugas di lapangan.

“Personel yang bertugas memiliki tantangan dan dinamika yang berbeda-beda. Karena itu, kami ingin memastikan mereka memiliki ruang untuk berkomunikasi, saling memberikan dukungan, serta memahami pentingnya menjaga kondisi psikologis selama menjalankan tugas,” ujar Wakasatgas Humas.

Menurutnya, dukungan psikologi tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika personel menghadapi persoalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan, kebersamaan, dan kesiapan personel selama berada di wilayah tugas.

“Kami juga mengajak personel untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Menyapa, berbicara, dan berbagi makanan ringan mungkin terlihat sederhana, tetapi interaksi seperti ini dapat menjadi bagian dari pendekatan humanis dalam membangun hubungan yang baik dengan warga,” katanya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan dukungan terhadap kondisi psikologis personel menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan seluruh anggota selama melaksanakan tugas di wilayah operasi.

“Personel merupakan bagian penting dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz. Karena itu, kondisi mental dan kesiapan mereka perlu diperhatikan secara berkelanjutan. Dengan adanya pendampingan psikologi, kami berharap personel dapat menjalankan tugas dengan tetap menjaga ketenangan, kebersamaan, dan kemampuan berkomunikasi secara baik,” ujar Kaops.

Ia menambahkan, pendekatan humanis terhadap masyarakat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas Satgas di lapangan. Menurutnya, hubungan yang baik dengan masyarakat dapat dibangun melalui komunikasi sederhana dan interaksi langsung yang dilakukan secara konsisten.

Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kesiapan personel dan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Dalam melaksanakan tugas, personel tidak hanya dituntut memiliki kesiapan operasional, tetapi juga harus mampu menjaga komunikasi dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi personel untuk menjaga kondisi psikologis sekaligus berinteraksi secara langsung dengan warga,” kata Wakaops.

Wakaops menegaskan bahwa setiap personel diharapkan dapat menjalankan tugas dengan tetap mengedepankan sikap humanis, menghormati masyarakat, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah penugasan.

Sementara itu, tim psikologi Satgas Ban Ops Damai Cartenz-2026 memberikan pendampingan kepada personel dengan mengedepankan komunikasi dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Personel juga diarahkan untuk saling mendukung serta menjaga komunikasi positif di lingkungan penugasan.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman personel terhadap pentingnya menjaga kondisi psikologis, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun suasana kebersamaan di antara anggota Satgas Tindak Sektor Sinak.

Di tengah pelaksanaan tugas di wilayah operasi, personel juga terus didorong untuk menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat. Interaksi sederhana melalui sapaan, komunikasi langsung, maupun berbagi makanan ringan menjadi bagian dari upaya menghadirkan sosok aparat yang dekat dan terbuka terhadap masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menunjukkan bahwa kesiapan menjalankan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan operasional, tetapi juga oleh kondisi mental personel serta kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Pendekatan psikologis terhadap personel dan interaksi humanis dengan masyarakat diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Satgas Ops Damai Cartenz-2026 di Sektor Sinak, sehingga personel dapat menjalankan tugas secara optimal dengan tetap mengedepankan sikap humanis, komunikasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Kapolres Kukar Hadiri Pembukaan Erau Adat Kutai 2026, Ribuan Warga Padati Stadion Rondong Demang

Kukar — Suasana budaya dan tradisi memenuhi Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Minggu (20/9/2026). Sekitar 3.000 masyarakat dan tamu undangan hadir menyaksikan pembukaan Erau Adat Kutai Tahun 2026, yang dihadiri langsung Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar.

Prosesi pembukaan Erau diawali sejak pagi di Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Museum Mulawarman. Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama para tamu undangan mengikuti prosesi Mendirikan Pinang Ayu, sebagai penanda dimulainya rangkaian Erau.

Prosesi kemudian berlanjut dengan penyalaan Berong di depan pelataran Museum Mulawarman. Setelah selesai sekitar pukul 08.30 Wita, Sultan, kerabat kesultanan dan tamu undangan bergerak menuju Stadion Rondong Demang.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar hadir bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, Sultan Kutai Kartanegara Adji Muhammad Arifin, unsur Forkopimda, perwakilan pemerintah pusat dan provinsi, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya yang mana prosesi berlangsung khidmat dan meriah.

Tepong Tawar Sultan menjadi salah satu rangkaian awal, disusul Tari Ganjar Ganjur, pembacaan doa, sambutan, hingga Sabda Pandita Ratu dan pemukulan gong.

Suasana semakin semarak saat tujuh buah brong dinyalakan diiringi pembacaan Tarsul. Rangkaian adat kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sesembahan hasil bumi kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan persembahan tari kolosal.

Dalam sambutannya, Bupati Kukar mengingatkan bahwa Erau bukan sekadar pesta rakyat, tetapi warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Kutai Kartanegara. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Erau sebagai pengingat pentingnya menjaga lingkungan, termasuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur turut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam dan Sang Pencipta. Pesan tersebut menjadi relevan di tengah kondisi musim kemarau dan ancaman Karhutla di sejumlah wilayah.

Bagi sektor pariwisata, Erau juga menjadi momentum untuk memperkuat kunjungan wisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Di tengah ribuan warga yang memadati lokasi, Polres Kutai Kartanegara memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Pengamanan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Kukar Kompol Ecky Widi Prawira, bersama personel Polres Kukar yang terlibat dalam surat perintah pengamanan dan kegiatan pengamanan juga melibatkan personel Kodim 0906/Kkr, Satpol PP Kukar serta Dishub Kukar.

Kehadiran Kapolres Kukar bersama jajaran dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian untuk memastikan masyarakat dapat menikmati rangkaian tradisi Erau dengan aman dan nyaman.

47 Janjang Sawit Ditumpuk di Pinggir Jalan, Polisi Bongkar Dugaan Pencurian di Kembang Janggut

Kukar — Tumpukan puluhan janjang buah kelapa sawit di pinggir jalan blok perkebunan mengundang kecurigaan. Dari lokasi tersebut, polisi mengungkap dugaan pencurian buah sawit milik Koperasi Kahad Bersatu PT REA Kaltim di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara.

Peristiwa itu terungkap pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 17.30 Wita. Informasi dugaan pencurian diterima pihak perusahaan, yang kemudian melakukan pengecekan ke lokasi di Blok 6A Divisi 02.

Saat tiba di lokasi, pelapor bersama petugas keamanan mendapati seorang pria berinisial ADR (29) berada di sekitar tumpukan buah sawit. Sedikitnya 47 janjang dengan berat sekitar 490 kilogram telah dikumpulkan di pinggir jalan.

Ketika dimintai keterangan, pria tersebut menyebut buah sawit berasal dari kebun plasma Koperasi Kahad Bersatu. Ia juga mengaku melakukan pemanenan bersama seorang rekannya berinisial R.

Petugas kemudian mengamankan pria tersebut beserta buah sawit dan membawanya ke kantor Perdana Central PT REA Kaltim Plantations untuk pemeriksaan awal.

Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kembang Janggut pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Polisi langsung melakukan serangkaian tindakan penyelidikan dan penyidikan, termasuk mengamankan tersangka serta memeriksa saksi-saksi.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti 47 janjang buah sawit seberat 490 kilogram, satu buah egrek dan satu buah tojok.

Akibat kejadian itu, Koperasi Kahad Bersatu PT REA Kaltim diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp1,67 juta.

Tersangka diproses atas dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 107 huruf d UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto, menegaskan proses hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bukan Sekadar Memadamkan Api, Petugas Berjibaku di Lahan Gambut hingga Malam

Kukar — Memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan pekerjaan yang selesai hanya dengan menyiram kobaran api. Di lahan gambut, bara dapat bertahan di balik permukaan dan kembali menyala ketika petugas mengira api telah padam.

Kondisi itulah yang dihadapi tim gabungan saat menangani kebakaran lahan semak belukar di area Objek Vital Nasional (Obvitnas) PT ENI Muara Bakau, RT 012, Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Sabtu (19/9/2026) malam.

Sekitar pukul 20.30 Wita, api kembali membakar kawasan gambut dengan luas kurang lebih 3 hektare. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 20 kilometer dari Mako Polsek Samboja dan merupakan lanjutan dari kebakaran sebelumnya yang sempat menimbulkan asap tebal di sekitar wilayah kerja perusahaan.

Begitu informasi diterima, personel Polsek Samboja bersama Damkar Kecamatan Samboja langsung bergerak. Mereka tidak bekerja sendiri. Tim pemadam PT PHM, PT ENI Muara Bakau, PMI Samboja dan MPA Kelurahan Tanjung Harapan ikut diterjunkan.

Medan gambut menjadi tantangan tersendiri. Api yang terlihat di permukaan bukan satu-satunya ancaman. Petugas harus melakukan pembasahan dan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali menjadi titik api.

Peralatan pun harus dikerahkan, sedikitnya satu mobil tangki Damkar Samboja, mobil patroli Damkar, satu unit mobil pemadam PT ENI, dua mobil tandon air PT ENI, satu mobil tangki suplai air, mobil tangki PMI serta mobil tandon air MPA digunakan dalam penanganan.

Sebanyak empat personel Polsek Samboja, delapan personel Damkar Kecamatan Samboja, tim pemadam PT PHM dan PT ENI, dua personel PMI Samboja serta dua anggota MPA Kelurahan Tanjung Harapan terlibat dalam operasi tersebut.

Perjuangan mereka berlangsung hingga malam. Setelah proses pemadaman, petugas kembali melakukan pembasahan dan pendinginan di area yang terbakar untuk mencegah api kembali muncul.

Namun, tugas belum sepenuhnya berhenti. Area bekas kebakaran tetap menjadi perhatian untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terlebih lokasi merupakan lahan gambut yang sebelumnya juga mengalami kebakaran.

Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan bara dari kebakaran sebelumnya yang kembali menyala, sementara kondisi cuaca ekstrem di wilayah Samboja juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan lebih dari sekadar satu regu pemadam. Polisi, pemadam kebakaran, perusahaan, PMI dan masyarakat harus bergerak bersama, membawa kendaraan, air dan peralatan ke lokasi untuk menghadapi api yang dapat kembali muncul sewaktu-waktu.

Di balik padamnya kobaran api, ada perjuangan panjang petugas di lapangan untuk memastikan kebakaran tidak meluas dan bara tidak kembali menjadi ancaman.

Kejar Api hingga Malam, Satgas Karhutla Kota Bangun Padamkan 3,5 Hektare Lahan

Kukar — Api membakar lahan warga di Desa Kota Bangun Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Sabtu (19/9/2026) sore. Kobaran api yang melahap semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering itu baru benar-benar dituntaskan setelah petugas berjibaku hingga pukul 23.00 Wita.

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 16.00 Wita oleh perangkat Desa Kota Bangun Ilir, Informasi tersebut langsung diteruskan kepada Camat Kota Bangun dan disebarluaskan melalui grup Satgas Siaga Karhutla Kecamatan Kota Bangun.

Tak menunggu lama, personel Polsek Kota Bangun bersama Koramil, Damkar, perangkat kecamatan, relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga bergerak menuju lokasi.

Hasil pengecekan menunjukkan api membakar lahan milik warga di kawasan RT 008 dan RT 009 Desa Kota Bangun Ilir. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 3,5 hektare.

Medan yang berada cukup jauh dari akses jalan membuat penanganan tidak mudah. Petugas menggunakan mobil pemadam, tandon air, peralatan manual portable hingga empat unit alat jet suter untuk menjangkau dan menyiram titik api serta bara yang masih menyala.

Sebanyak 5 personel Satgas Karhutla, 2 personel Polsek Kota Bangun, 4 personel Koramil, 15 personel Damkar dan 5 relawan pemadam diterjunkan. Mereka juga mendapat dukungan masyarakat sekitar.

Pemadaman berlangsung berjam-jam, setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran dan pendinginan terus dilakukan untuk memastikan bara yang tersembunyi tidak kembali memicu kebakaran.

Sekitar pukul 23.00 Wita, api dinyatakan padam dan kondisi lokasi aman. Satu unit mobil portable Damkar Kota Bangun tetap disiagakan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kota Bangun. Titik api juga belum terdeteksi dalam aplikasi LembuSwana, namun Satgas Karhutla tetap disiagakan untuk merespons setiap laporan asap maupun titik api.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan memastikan pemantauan terhadap area bekas kebakaran terus dilakukan bersama unsur terkait guna mencegah kebakaran kembali meluas.

Polsek Samboja Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla 1,5 Hektare di Sungai Merdeka

Kukar — Gerak cepat Polsek Samboja bersama tim gabungan berhasil menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan semak belukar di RT 06, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Sabtu (19/9/2026).

Kebakaran yang berada di belakang Kandang Ayam Borneo tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Api kemudian membakar semak belukar dengan luas sekitar 1,5 hektare.

Mendapat informasi kebakaran, personel Polsek Samboja langsung bergerak menuju lokasi. Penanganan dilakukan bersama tiga personel Brimob Polda Kaltim, empat personel Jejak Pulang, 13 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Sungai Merdeka, serta satu personel PMI Samboja Barat.

Upaya pemadaman dimulai sekitar pukul 14.00 Wita. Dengan dukungan mesin pompa air portabel, petugas dan relawan berjibaku memadamkan kobaran api sekaligus mencegah api menjalar ke area lainnya.

Setelah sekitar lima jam penanganan, api berhasil dipadamkan pada pukul 19.00 Wita. Petugas kemudian memastikan kondisi area bekas terbakar untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam pendalaman pihak terkait. Kondisi cuaca yang sangat panas dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu indikasi awal, namun belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

Berkat koordinasi dan kerja sama lintas unsur, penanganan Karhutla berlangsung aman, tertib dan lancar.

Polsek Samboja dan Instansi Terkait Berjibaku denngan Karhutla di Samping Gerbang Tol Samboja

Kukar — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan Gg. Sepakat RT 04, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Sabtu (19/9/2026) sore.

Lokasi kebakaran berada di samping Gerbang Tol Samboja, sehingga penanganan dilakukan secara cepat untuk mencegah api meluas ke kawasan sekitar akses tol.

Api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 16.00 Wita dan membakar semak belukar dengan luas sekitar 10.000 meter persegi atau 1 hektare.

Mendapat informasi kebakaran, personel Polsek Samboja bersama unsur TNI, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Gakkum, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) langsung bergerak ke lokasi.

Sebanyak 28 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Polsek Samboja menjadi salah satu unsur utama dalam penanganan di lapangan, didukung dua personel Koramil Samboja, dua personel OIKN, lima personel Gakkum, dua personel Jejak Pulang, tujuh personel Manggala Agni dan dua personel MPA Sungai Merdeka.

Upaya pemadaman dimulai sekitar pukul 16.30 Wita. Petugas berjibaku selama beberapa jam dengan dukungan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter, satu mobil dobel kabin, serta suplai air menggunakan mobil tandon sebanyak tiga kali.

Kerja sama lintas instansi akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 Wita, setelah petugas melakukan penyisiran dan memastikan area yang terbakar tidak kembali menyala.

Penyebab kebakaran masih dalam penanganan dan pendalaman pihak terkait. Dugaan awal mengarah pada kondisi cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, namun hal tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.