Cegah Dampak Kabut Asap Karhutla, Polsek Kota Bangun Bagikan Masker Gratis kepada Warga

Kukar — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah ancaman polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ditunjukkan Polsek Kota Bangun. Polisi turun langsung membagikan masker kesehatan kepada warga sebagai langkah antisipasi terhadap paparan asap dan partikel udara yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Kegiatan tersebut digelar Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 10.00 Wita, di depan Mapolsek Kota Bangun. Personel kepolisian membagikan masker kepada masyarakat yang melintas sekaligus mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara selama periode rawan Karhutla.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Kanit Binmas IPTU Sudaryo, Kanit Provost AIPTU Johan Syah, serta personel Polsek Kota Bangun.

Langkah tersebut tidak hanya berorientasi pada penanganan kebakaran, tetapi juga pada perlindungan masyarakat dari dampak yang ditimbulkan. Penggunaan masker menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat ketika kualitas udara terdampak asap.

Polsek Kota Bangun juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran lahan di lingkungan sekitar.

Polisi hadir bukan hanya saat api berkobar, tetapi juga saat dampaknya mulai dirasakan masyarakat. Melalui langkah preventif tersebut, Polsek Kota Bangun terus mendorong kesadaran bersama untuk mencegah Karhutla sekaligus menjaga kesehatan warga.

Penemuan Jenazah Bayi di Tenggarong Seberang Berujung Pengungkapan, Polisi Amankan Seorang Perempuan

Kukar – Penemuan jenazah seorang bayi di sebuah rumah di Dusun Suka Sari, Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, berujung pada pengungkapan perkara oleh jajaran Polsek Tenggarong Seberang, Selasa (22/9/2026).

Peristiwa tersebut terungkap setelah warga mencium bau menyengat dari sebuah rumah yang saat itu ditinggalkan pemiliknya. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan laporan polisi yang diterima pada 21 September 2026, penemuan tersebut berkaitan dengan bayi yang diduga meninggal dunia setelah dilahirkan beberapa hari sebelumnya. Untuk menjaga kepentingan penyelidikan sekaligus menghormati hak korban, identitas dan informasi pribadi anak tidak diungkapkan.

Setelah menerima laporan, personel Unit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang bersama Tim Inafis Polres Kutai Kartanegara mendatangi lokasi. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, mengamankan sejumlah barang bukti, serta membawa jenazah bayi untuk pemeriksaan medis.

Dari hasil penyelidikan awal dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi memperoleh informasi yang mengarah kepada seorang perempuan berinisial NJE (19). Polisi kemudian mengamankan yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan awal, menurut keterangan kepolisian, perempuan tersebut mengakui bahwa bayi yang ditemukan merupakan anak yang dilahirkannya pada 18 September 2026.

Polisi selanjutnya mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan perkara tersebut, antara lain sebuah tas ransel, beberapa pakaian, karpet, ember, gayung, serta satu unit telepon seluler.

Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovaz menyampaikan bahwa pengungkapan perkara dilakukan melalui rangkaian penyelidikan, pemeriksaan saksi, pemeriksaan terhadap terduga, serta pengamanan barang bukti.

Perkara ini ditangani berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/11/IX/2026/SPKT/Polsek Tenggarong Seberang/Polres Kutai Kartanegara/Polda Kalimantan Timur, tertanggal 21 September 2026.

Polisi menyebut perkara tersebut disangkakan dengan ketentuan pidana terkait kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia dan/atau ketentuan mengenai pembunuhan anak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Polsek Tenggarong Seberang mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi, foto, maupun spekulasi yang dapat merugikan keluarga dan pihak-pihak terkait selama proses hukum masih berjalan.

Karhutla 50 Hektare Kepung Lahan Gambut di Samboja Barat, Tim Gabungan Berjibaku Cegah Api Meluas

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan lahan gambut di sekitar Ruas Tol Balikpapan–Samarinda, tepatnya STA 31+200, RT 005, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (21/9/2026).

Kebakaran yang terjadi sejak sekitar pukul 18.00 WITA tersebut menghanguskan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar, tanaman pakisan dan selingsing. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare.

Kepulan asap pekat yang terlihat dari kawasan tersebut memicu laporan masyarakat. Personel Polsek Samboja bersama unsur gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Medan gambut dengan vegetasi yang mulai mengering membuat api relatif cepat membesar dan menyebar. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang berupaya menghentikan pergerakan api agar tidak meluas.

Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman menggunakan sejumlah kendaraan dan peralatan pendukung. Selain berupaya memadamkan api pada titik yang dapat dijangkau, petugas juga membuat sekat untuk menghambat laju api.

Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala serius. Keterbatasan pasokan air dan sarana pendukung membuat api belum dapat dipadamkan secara menyeluruh.

Penanganan bahkan berlangsung hingga dini hari. Sekitar pukul 03.10 WITA, kegiatan pemadaman dihentikan sementara setelah suplai air yang tersedia habis. Tim selanjutnya menyiapkan langkah penanganan lanjutan untuk kembali mengatasi titik api.

Sebanyak puluhan personel dari berbagai unsur terlibat dalam penanganan. Mereka terdiri dari personel Polsek Samboja, Koramil 0906-06/Samboja, BKO Brimob, Damkarmatan Samboja, Jasa Marga, Masyarakat Peduli Api (MPA), PMI, BOSF, Jejak Pulang, Pramuka Peduli, hingga unsur Yonkav.

Sejumlah kendaraan dan peralatan juga dikerahkan, di antaranya kendaraan patroli, mobil pemadam, dua mobil tangki suplai air Jasa Marga, mobil tangki PMI, mobil tandon air, serta mesin pompa untuk mendukung proses pemadaman.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid bersama jajaran terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait. Penanganan lanjutan direncanakan melalui koordinasi dengan tim penanganan karhutla, BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara dan BPBD Provinsi Kalimantan Timur.

Kondisi lahan gambut menjadi perhatian khusus karena api dapat menyebar melalui vegetasi kering dan berpotensi sulit dikendalikan apabila tidak ditangani secara cepat dan berkelanjutan.

Meski proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, petugas gabungan tetap melakukan langkah pengamanan dan pemantauan untuk mencegah api meluas. Hingga laporan terakhir, situasi kamtibmas di sekitar lokasi tetap aman dan kondusif.

Kobaran Api Ancam Pemukiman di Samboja, Sinergi TNI-Polri dan Damkar Berhasil Amankan Situasi

Kukar – Kebakaran lahan seluas kurang lebih satu hektare melanda kawasan RT 008, Jalan Sariwangi, Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Senin malam (21/9/2026).

Peristiwa yang membakar semak belukar dan pepohonan tersebut sempat memicu kewaspadaan tinggi lantaran lokasinya yang cukup dekat dengan pemukiman warga setempat.

Kapolsek Samboja, AKP Mohamad Yazid menyebutkan bahwa titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 19.30 WITA.

Menanggapi situasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Samboja, Koramil Samboja, serta Damkar Samboja segera diterjunkan ke lokasi yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Mako Polsek.

Aksi cepat petugas gabungan dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam dan enam rol selang membuahkan hasil. Setelah berjuang melawan kobaran api di tengah medan semak belukar, tim akhirnya berhasil memadamkan seluruh titik api secara total pada pukul 23.00 WITA.

Penyebab pasti kebakaran saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib. Namun, indikasi awal mengarah pada kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Kecamatan Samboja.

Pasca-kejadian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lokasi sekitar dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

Langkah pemantauan berkala terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api susulan.

Polsek Tenggarong Gencarkan Edukasi Karhutla, Warga Mangkurawang Diajak Cegah Kebakaran

Kukar — Mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini, Polsek Tenggarong menggelar pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada warga di Jalan Usaha Tani, Kelurahan Mangkurawang, Senin (21/9/2026).

Petugas mengingatkan masyarakat bahwa pembakaran hutan maupun lahan secara melanggar ketentuan dapat berujung pada proses hukum. Warga juga diajak aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan potensi maupun kejadian kebakaran.

“Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Jangan menunggu api membesar, segera laporkan jika menemukan titik kebakaran,” imbau personel Polsek Tenggarong.

Dalam kegiatan tersebut, enam personel Polsek Tenggarong turun langsung memberikan edukasi kepada warga setempat sekaligus menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan di tengah kondisi rawan karhutla.

Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Masyarakat diimbau melaporkan kejadian karhutla kepada Polsek Tenggarong atau melalui Call Center 110 Polres Kukar yang siap melayani pengaduan selama 24 jam..

Polsek Muara Kaman Ungkap Dugaan Pengancaman, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Kukar — Polsek Muara Kaman, Polres Kutai Kartanegara, mengungkap perkara dugaan tindak pidana pengancaman yang terjadi di Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Perkara tersebut dilaporkan pada 19 September 2026 setelah seorang warga berinisial ES melaporkan dugaan tindakan pengancaman yang terjadi di Jalan Hayam Wuruk, RT 012, Dusun Suka Maju, Desa Panca Jaya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian dalam laporan, peristiwa bermula ketika terlapor berinisial NS diduga mendatangi rumah pelapor. Dalam kejadian tersebut, NS diduga melakukan tindakan terhadap sepeda motor dan bagian pintu rumah menggunakan senjata tajam.

Situasi kemudian semakin membuat penghuni rumah dan warga sekitar merasa khawatir. Polisi menyebut terlapor kemudian kembali ke lokasi dengan membawa senjata tajam lainnya.

Seorang anggota keluarga pelapor yang mengetahui kejadian tersebut kemudian membantu mengamankan situasi hingga kondisi dapat dikendalikan.

Polsek Muara Kaman selanjutnya melakukan serangkaian tindakan penyelidikan dan penyidikan, termasuk mengamankan terduga pelaku, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu buah parang berukuran sekitar 70 sentimeter, satu bilah badik berukuran sekitar 30 sentimeter, serta satu unit sepeda motor Honda Revo.

Kapolsek Muara Kaman Iptu Herwin melalui jajaran penyidik memastikan proses penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. proses pemeriksaan terhadap saksi dan terduga pelaku serta kelengkapan administrasi penyidikan masih dilakukan.

Medan Terjal Tak Halangi Petugas, Kebakaran Semak Belukar di Loa Janan Berhasil Dikendalikan

Kukar — Kebakaran semak belukar yang terjadi di Kilometer 5, RT 06, Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (21/9/2026), berhasil dikendalikan setelah personel gabungan berjibaku menghadapi medan yang sulit dijangkau kendaraan.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 13.30 WITA. Api membakar kawasan semak belukar yang didominasi rerumputan, pepohonan dan dedaunan kering. Kondisi cuaca yang panas membuat api dengan cepat merambat dan meluas ke area sekitarnya.

Begitu menerima informasi, Kapolsek Loa Janan AKP Danang Wahyu Rahardika bersama personel langsung bergerak menuju lokasi. Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya, Babinsa, relawan serta unsur pemadam kebakaran turut dikerahkan untuk melakukan penanganan.

Namun, upaya pemadaman tidak berlangsung mudah. Titik api berada di kawasan dengan akses yang terbatas sehingga kendaraan tidak dapat mencapai lokasi. Petugas harus berjalan kaki untuk mendekati area yang terbakar.

Kondisi medan semakin menyulitkan karena lokasi titik api berada di area yang terisolasi oleh danau, jurang dan jalan hauling perusahaan. Banyaknya semak serta dedaunan kering juga membuat petugas harus ekstra waspada terhadap potensi munculnya kembali api.

Dengan peralatan yang dapat dibawa secara manual, petugas dan relawan melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih dapat dijangkau. Sementara area yang tidak memungkinkan untuk dimasuki dilakukan pemantauan secara intensif.
“Keselamatan personel tetap menjadi perhatian. Karena ada titik yang tidak dapat dijangkau kendaraan dan kondisi medan cukup sulit, penanganan dilakukan pada bagian yang memungkinkan serta dilanjutkan dengan pemantauan,” demikian disampaikan dalam penanganan di lokasi.

Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar setengah hektare. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan penyisiran dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Personel yang terlibat di antaranya KSPK Regu III Polsek Loa Janan Aiptu Agus Bahtiar bersama anggota, Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya Aipda Zulkifli, Babinsa Desa Purwajaya Serka Yardin, serta relawan dan PMK Loa Janan.

Kerja sama lintas unsur tersebut menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran, terutama ketika kondisi medan tidak memungkinkan penggunaan kendaraan pemadam secara maksimal.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kondisi semak dan dedaunan kering di tengah cuaca panas dapat dengan cepat berubah menjadi potensi kebakaran. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan sulit dijangkau petugas.

Mahasiswa Jepang Belajar Kearifan Lokal di Loa Kulu, Polsek Loa Kulu Pastikan Student Exchange Berjalan Aman

Kukar — Suasana berbeda terlihat di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Mahasiswa asal Jepang berbaur dengan masyarakat setempat dalam kegiatan International Student Exchange, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kantor Desa Loh Sumber sejak pukul 09.00 WITA tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara. Para mahasiswa dari Jepang tidak hanya datang untuk mengenal lingkungan akademik, tetapi juga melihat lebih dekat kehidupan sosial, budaya, serta kearifan lokal masyarakat Desa Loh Sumber.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa KKN Universitas Mulawarman, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta sejumlah pihak terkait.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, Polsek Loa Kulu hadir melakukan monitoring, pengamanan, dan pendampingan. Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto, bersama Bhabinkamtibmas Desa Loh Sumber Briptu Depri Daud Samaa, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan panitia selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan. Personel juga memberikan imbauan kepada para peserta dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, serta menghormati adat istiadat dan norma yang berlaku di tengah masyarakat.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah pelatihan pembuatan kerajinan UMKM. Melalui kegiatan tersebut, peserta International Student Exchange berkesempatan mengenal potensi ekonomi kreatif masyarakat sekaligus melihat bagaimana keterampilan lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari SUpranoto mengatakan bahwa kegiatan pertukaran mahasiswa seperti ini menjadi kesempatan positif untuk memperkenalkan potensi dan karakter masyarakat lokal kepada peserta dari luar negeri.

“Selain menjadi ajang pertukaran pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya, lingkungan, dan kearifan lokal masyarakat Desa Loh Sumber kepada peserta dari Jepang,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Loa Kulu Ardiansyah, Kepala Desa Loh Sumber Sukirno, perwakilan PT MHU Muslimin, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Dekan Kyoto University, mahasiswa Kyoto University Jepang, mahasiswa KKN Universitas Mulawarman, serta tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda Desa Loh Sumber.

Interaksi antara mahasiswa Jepang dan masyarakat lokal berlangsung dalam suasana hangat dan positif. Pertukaran pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa perbedaan negara dan budaya dapat menjadi jembatan untuk saling mengenal, belajar, dan berbagi pengalaman.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Loa Kulu terus melakukan pemantauan sekaligus memastikan peserta mendapatkan rasa aman dan nyaman. Koordinasi dengan panitia dan pemerintah desa juga dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama kegiatan.

Kegiatan International Student Exchange tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan Desa Loh Sumber sebagai bagian dari wajah Kutai Kartanegara yang memiliki kekayaan budaya, potensi masyarakat, dan kearifan lokal yang layak dikenal hingga ke mancanegara.

Polsek Kota Bangun Gencarkan Binluh Karhutla, Warga Diimbau Hindari Pembakaran Lahan

Kukar — Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jajaran Polsek Kota Bangun melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada masyarakat di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya serta dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.

Dalam penyuluhan tersebut, personel Polsek Kota Bangun memberikan pemahaman kepada warga mengenai aturan hukum dan sanksi pidana bagi pihak yang melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara melanggar ketentuan.

Selain itu, masyarakat, khususnya para petani, diimbau untuk tidak menggunakan metode pembakaran saat membuka atau mengolah lahan. Cara tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas penerbangan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan Binluh tersebut.

Polsek Kota Bangun juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla. Kepedulian dan partisipasi warga dinilai penting untuk mendeteksi serta menangani potensi kebakaran sejak dini.

Kegiatan Binluh tersebut dilaksanakan oleh empat personel Polsek Kota Bangun, yakni Aipda Zurgianto, Brigpol Agnes Pandu Mahardika, Bripda M Rifaldi Hanafi, dan Bripda Fiqhi Rivano Abumarrahman.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kota Bangun berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan serta kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Kasat Samapta Dampingi Kunjungan Bupati Kukar ke Posko Karhutla, Pastikan Kegiatan Berjalan Aman

Kukar — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendapat perhatian lintas instansi. Dalam kunjungan Bupati Kukar ke Posko Balakarcana, Jalan A.M. Sangaji, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Senin (21/9/2026), jajaran Polres Kutai Kartanegara turut hadir memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Dalam kegiatan tersebut, Kasat Samapta Polres Kutai Kartanegara AKP Nursan turut mendampingi agenda kunjungan lapangan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri sekaligus penyerahan bantuan sarana dan logistik kepada para relawan karhutla.

Sejumlah bantuan diserahkan untuk menunjang kebutuhan dan keselamatan relawan, di antaranya wearpack sebagai alat pelindung diri (APD), oxygen portable, masker, masker respirator, vitamin, susu, air mineral, biskuit, makanan instan, kopi, teh, dan gula.

Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari sinergi pengamanan sekaligus dukungan terhadap upaya penanggulangan karhutla di wilayah Tenggarong.

Bupati Kukar dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah bekerja keras dalam penanganan karhutla. Ia menilai tugas para relawan di lapangan bukan pekerjaan ringan, terlebih kondisi cuaca dapat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

“Pengorbanan para relawan sangat berat. Kami hormat dan bangga karena sudah berusaha keras dalam penanganan karhutla ini,” ujar Bupati Kukar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0906/Kkr Letkol Czi Damai Adi Setiawan, AKP Nursan yang mewakili Kapolres Kukar, Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi, jajaran BPBD Kukar, unsur Kejaksaan Negeri Tenggarong, pemerintah kecamatan dan kelurahan, unsur TNI-Polri, serta koordinator dan anggota Relawan Karhutla A.M. Sangaji Mangkurawang.

Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD dan para relawan menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Selain penanganan di lapangan, kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan juga menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya titik api baru.