Dari 9 Titik Api Kini Tersisa 1, Polisi Sisir Karhutla di Kawasan PT ITCIKU Loa Kulu

Kukar – Perjuangan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan PT ITCIKU, Jalan 2.700, Desa Jonggon Desa, Kecamatan Loa Kulu, terus berlanjut. Personel Polsek Loa Kulu bersama 20 personel Samapta Polres Kutai Kartanegara turun langsung melakukan pencarian dan pemantauan titik api, Sabtu (10/10/2026).

Kebakaran yang dilaporkan terjadi sejak 28 September 2026 itu semula terdeteksi memiliki sembilan titik api dalam area pemantauan sekitar 500 meter. Berdasarkan informasi terakhir, jumlahnya berangsur berkurang hingga tersisa satu titik api.

Medan pegunungan berbatu, tebing terjal, angin kencang, serta akses yang sulit dijangkau kendaraan menjadi tantangan bagi petugas. Untuk mencapai titik api, personel harus berjalan kaki sekitar 200 meter dari jalan poros.

Polisi berkoordinasi dengan pihak perusahaan, Manggala Agni, KPH Meratus, MPA Pemaluan, PT IHM, serta unsur relawan untuk memantau perkembangan kebakaran dan mengantisipasi munculnya kembali api.

Meski kondisi kebakaran dilaporkan berangsur mereda, luas lahan terdampak masih dalam pendataan. Petugas dan tim terkait juga tetap bersiaga mengantisipasi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Sementara itu, dugaan penyebab kebakaran masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Informasi mengenai temuan sisa api unggun di sekitar lokasi belum dapat dipastikan berkaitan dengan sumber kebakaran.

Polsek Loa Kulu bersama jajaran Polres Kukar terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar penanganan berjalan optimal serta kebakaran tidak meluas ke kawasan sekitarnya.

Medan Sulit Tak Hentikan Polisi Padamkan Karhutla di Kota Bangun, Lima Hektare Lahan Terbakar

Kukar – Medan sulit dan hamparan vegetasi kering menjadi tantangan petugas gabungan saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Jumat (9/10/2026). Sekitar lima hektare lahan berupa rawa, semak belukar, pepohonan, dan dedaunan kering dilaporkan terbakar.

Personel Polsek Kota Bangun bersama Koramil, pemerintah kecamatan dan desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), Regu Pemadam Kebakaran Desa (Redkar), serta warga turun langsung menangani kebakaran yang diketahui sekitar pukul 15.00 Wita.

Bukan sekedar menyemprotkan air, petugas harus menyisir lahan dan mencari bara tersembunyi di tengah akses yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Kondisi tersebut membuat penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan personel.

Dengan memanfaatkan selang dari mobil pemadam dan kendaraan relawan, petugas menyemprotkan air ke titik api, menyekat penjalaran, serta mendinginkan area yang telah terbakar. Penyisiran juga dilakukan untuk menemukan bara dan kepulan asap yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan melalui penanganan tersebut menekankan pentingnya kerja sama lintas unsur dalam menghadapi karhutla, terutama di kawasan yang memiliki akses terbatas dan dipenuhi vegetasi mudah terbakar.

Setelah upaya pemadaman, pendinginan, dan pemantauan, titik api yang dapat dijangkau berhasil dikendalikan. Kegiatan berakhir pukul 17.30 Wita.

Petugas juga merencanakan pemantauan berkala untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, khususnya di bagian lahan yang masih mengeluarkan asap atau menyimpan bara.

Polsek Kota Bangun mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api atau kepulan asap agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa karhutla bukan hanya persoalan memadamkan kobaran api. Medan yang sulit, bara yang tersembunyi, dan vegetasi kering menuntut kewaspadaan serta kerja sama berkelanjutan agar kebakaran tidak kembali meluas.

Api Lahap Setengah Hektare Lahan Gambut di Kerta Buana, Tim Gabungan Bergerak Cegah Perluasan

Kukar – Kebakaran lahan gambut di RT 20, Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Jumat (9/10/2026), memicu respons cepat petugas gabungan. Sekitar setengah hektare lahan yang ditumbuhi rumput gambut terbakar, sebelum api berhasil dilokalisir dan dipadamkan.

Begitu menerima informasi kebakaran sekitar pukul 16.00 Wita, dua personel Polsek Tenggarong Seberang bersama satu personel Koramil langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, relawan, serta warga setempat.

Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu menggunakan kendaraan pemadam, mesin pompa air, dan peralatan manual. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan pembasahan dan pendinginan untuk mencegah bara api kembali menyala dan memicu kebakaran susulan.

Lahan gambut menjadi perhatian serius karena api berpotensi menjalar melalui material kering dan sulit terdeteksi saat masih membara. Karena itu, pendinginan dan pemantauan lokasi menjadi bagian penting untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas.

Berdasarkan pengecekan awal di lapangan, kebakaran diduga berkaitan dengan rumput dan daun kering di tengah cuaca panas. Namun, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Rizky Tovas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api, serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

Penanganan melibatkan Polsek Tenggarong Seberang, Koramil, Damkar, relawan pemadam kebakaran, dan masyarakat. Berkat koordinasi seluruh unsur, api berhasil dipadamkan tanpa dilaporkan meluas ke area lain.

Kepolisian mengingatkan bahwa kewaspadaan masyarakat dan pelaporan dini sangat penting untuk mencegah kebakaran lahan berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Karhutla di Samboja Meluas hingga 2 Hektare, Polisi dan Damkar Berjuang Kendalikan Api

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan semak belukar dan lahan kosong di RT 001, Kelurahan Kuala, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Jumat (9/10/2026). Api yang membakar lahan diperkirakan mencapai 2 hektare sebelum berhasil dikendalikan melalui upaya pemadaman dan pendinginan oleh petugas gabungan.

Polsek Samboja bersama personel Koramil dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Samboja bergerak ke lokasi untuk menjinakkan api yang mengancam meluas di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Sebanyak dua personel Polsek Samboja, satu personel Koramil, dan enam petugas Damkar dikerahkan dengan dukungan dua unit mobil pemadam kebakaran. Tim gabungan melakukan pemadaman, dilanjutkan pembasahan dan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Setelah berjibaku di lokasi, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.00 Wita. Lokasi kebakaran berjarak sekitar empat kilometer dari Mako Polsek Samboja.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid melalui penanganan tersebut menegaskan pentingnya respons cepat dan koordinasi lintas unsur dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama saat kondisi cuaca meningkatkan risiko kebakaran lahan.

Hingga penanganan dilakukan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal yang mengaitkan kejadian dengan kondisi cuaca ekstrem belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

Polsek Samboja mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, tidak meninggalkan sumber api di area semak belukar, serta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat dan membutuhkan penanganan bersama.
Kesiapsiagaan petugas serta kepedulian masyarakat menjadi kunci untuk menekan risiko karhutla di wilayah Samboja.

Polsek Loa Janan dan Bhayangkari Sambangi Pesantren, Salurkan Bantuan untuk Anak-anak

Kukar – Kepedulian terhadap anak-anak di lingkungan pondok pesantren ditunjukkan Polsek Loa Janan bersama Bhayangkari Ranting Loa Janan melalui aksi bakti sosial di Pondok Pesantren An-Nur Al-Ikhlas, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Jumat (9/10/2026).

Dipimpin Kapolsek Loa Janan IPTU Danang Wahyu Rahardika, bersama Ketua Bhayangkari Ranting Loa Janan Ny. Ayong Danang, rombongan menyerahkan bantuan berupa sarung, mukena, makanan ringan, dan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak serta penghuni pondok pesantren.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren An-Nur Al-Ikhlas, Ustaz Erwin Taufiqi, untuk selanjutnya dimanfaatkan bagi kebutuhan para penghuni pesantren.

Bukan sekedar menyerahkan bantuan, kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian dan upaya mempererat hubungan Polri dengan masyarakat. Kehadiran personel Polsek Loa Janan bersama Bhayangkari di lingkungan pesantren juga membawa semangat kebersamaan dan kekeluargaan.

Melalui kegiatan sosial ini, Polsek Loa Janan ingin menunjukkan bahwa kehadiran polisi tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara kepolisian, Bhayangkari, dan pengurus pondok pesantren.

Hubungan yang terjalin baik diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

Polsek Loa Janan bersama Bhayangkari berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan penghuni Pondok Pesantren An-Nur Al-Ikhlas.

250 Warga Nikmati Warung Berkah Polres Kukar, Sembako hingga Cek Kesehatan Gratis Dibagikan

Kukar – Kepedulian Polres Kutai Kartanegara menyasar warga yang setiap hari bekerja keras mencari nafkah. Melalui program Warung Berkah, polisi menghadirkan makanan gratis, pemeriksaan kesehatan, hingga bantuan sembako bagi sekitar 250 orang di Kedai Ojol Timbau, Jumat (9/10/2026).

Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra bersama Satbinmas dan Seksi Dokkes Polres Kukar turun langsung dalam kegiatan yang menyasar pengemudi ojek online, petugas kebersihan, pemulung, pekerja kasar, serta masyarakat sekitar.

Sebanyak 250 paket beras masing-masing 2 kilogram disalurkan kepada warga. Selain itu, masyarakat dapat menikmati makanan siap saji dan minuman gratis, sekaligus memanfaatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi medis, dan pengecekan kesehatan dasar tanpa biaya.

Bagi warga yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan maupun bekerja di lapangan, layanan ini menjadi kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan di tengah kesibukan mencari penghasilan.

Namun, Warung Berkah bukan sekedar berbagi makanan dan bantuan. Polres Kukar juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyampaikan edukasi kesehatan, keamanan, serta sosialisasi perlindungan sosial agar masyarakat semakin memahami informasi dan layanan yang dapat membantu mereka.

Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), polisi turut mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Imbauan ini menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran yang dapat mengancam kesehatan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat.

Ps. Kasat Binmas Polres Kukar Iptu Dewa Gede Ertana bersama personel juga memperkuat komunikasi dengan warga melalui pendekatan langsung. Cara ini diharapkan membuat pesan kamtibmas lebih mudah diterima sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat antara kepolisian dan masyarakat.

Program Warung Berkah menjadi wujud kehadiran Polri yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap kebutuhan sosial masyarakat. Melalui kegiatan ini, Polres Kukar berharap semangat berbagi, kesadaran menjaga kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat.

Kapolsek Loa Janan Pimpin Aksi Bersih Sungai, Polisi dan Warga Bergerak Cegah Pencemaran

Kukar – Tak sekadar menjaga keamanan, Polsek Loa Janan turun langsung bersama TNI, pemerintah desa, dan masyarakat membersihkan Sungai Loa Janan di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Jumat (9/10/2026). Aksi ini menjadi langkah nyata mendorong kepedulian warga terhadap kebersihan sungai dan mencegah pencemaran lingkungan.

Dipimpin Kapolsek Loa Janan IPTU Danang Wahyu Rahardika kegiatan gotong royong yang dimulai pukul 08.00 Wita itu melibatkan Kepala Desa Loa Janan Ulu Supariyo, Babinsa, BPD, personel Polsek, perangkat desa, para kepala dusun, perwakilan ketua RT, serta warga yang bermukim di bantaran sungai.

Bersama-sama, para peserta membersihkan kawasan sungai dan lingkungan di sekitarnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga sungai bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Polisi hadir bukan hanya untuk menjaga kamtibmas, tetapi juga menggerakkan kepedulian sosial. Melalui aksi tersebut, Polsek Loa Janan mendorong warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Kapolsek Loa Janan juga mendorong agar semangat gotong royong tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Edukasi melalui Bhabinkamtibmas, koordinasi dengan pemerintah desa, serta ajakan kepada ketua RT dan warga untuk melakukan kerja bakti secara berkala menjadi langkah lanjutan menjaga kebersihan lingkungan.

Selain berdampak pada kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini memperkuat sinergi Polri, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.

Hubungan yang dekat dengan warga juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Melalui gerakan ini, Polsek Loa Janan mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sungai sebagai kebiasaan bersama, bukan sekedar aksi sesaat.

Polsek Tabang dan Warga Bersihkan Bantaran Sungai Belayan, Cegah Pencemaran Lingkungan di Tabang

Kukar – Polsek Tabang bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga bergerak bersama membersihkan bantaran Sungai Belayan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, Jumat (9/10/2026).

Aksi gotong royong ini menjadi langkah nyata menjaga kebersihan sungai sekaligus mencegah pencemaran lingkungan.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut melibatkan personel Polsek Tabang, jajaran pemerintah Kecamatan Tabang, Kepala Desa Sidomulyo, para ketua RT, staf desa, serta masyarakat setempat.

Petugas dan warga bahu-membahu memungut serta mengumpulkan sampah yang berserakan di sepanjang tepian sungai. Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi ajakan langsung kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian Sungai Belayan.

Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu menegaskan pentingnya membangun kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sungai bukan tempat pembuangan sampah, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga kelestariannya.

Melalui gotong royong ini, Polsek Tabang bersama pemerintah dan masyarakat berharap kebiasaan membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai, dapat dicegah. Kepedulian warga dinilai menjadi kunci agar kebersihan sungai tidak hanya terjaga saat kegiatan berlangsung, tetapi juga berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat ini sekaligus menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi kenyamanan dan kelestarian alam di Kecamatan Tabang.

Berjuang hingga Dini Hari, Polisi dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla 7 Hektare di Kota Bangun

Kukar – Perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, berlangsung hingga dini hari.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan memimpin upaya penanganan melalui pengerahan personel bersama tim gabungan untuk menjinakkan api yang membakar sekitar 7 hektare lahan.

Kebakaran yang terjadi pada Kamis (8/10/2026) itu menghanguskan semak belukar, pepohonan, serta dedaunan kering di kawasan lahan rawa. Medan yang sulit dan akses kendaraan pemadam yang terbatas membuat petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau titik api.

Polsek Kota Bangun bersama Koramil, pemerintah setempat, Masyarakat Peduli Api (MPA), Regu Pemadam Kebakaran Desa (Redkar), dan warga bahu-membahu melakukan pemadaman. Dengan mengandalkan mobil pemadam, mobil relawan, serta selang air, petugas menyisir area terdampak untuk menemukan titik api dan bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Petugas melanjutkan penyiraman dan pendinginan, terutama di area yang masih mengeluarkan asap. Penerangan lampu kepala digunakan untuk mendukung pekerjaan di tengah gelapnya malam, sementara keselamatan personel tetap menjadi perhatian.

Setelah berjibaku selama berjam-jam, kegiatan pemadaman, pendinginan, dan pemantauan berakhir pada Jumat (9/10/2026) pukul 02.25 Wita. Titik api yang dapat dijangkau berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih diselidiki Unit Reskrim Polsek Kota Bangun. Petugas juga terus mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api di area bekas terbakar.

Penanganan ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla. Warga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap.

Di tengah medan sulit dan malam yang panjang, petugas terus berjuang agar api tidak kembali meluas dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

3,5 Hektare Lahan Terbakar di Kota Bangun, Polisi dan Tim Gabungan Bergerak Cepat

Kukar – Api melahap sekitar 3,5 hektare lahan milik warga di RT 021, Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara, Kamis (8/10/2026). Merespons kejadian tersebut, Polsek Kota Bangun bersama TNI, pemerintah kecamatan, relawan, dan masyarakat langsung berjibaku melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 09.00 WITA.
Setelah menerima informasi, Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan segera mengoordinasikan pergerakan personel melalui grup komunikasi Satgas Siaga Karhutla Kota Bangun.

Tim gabungan langsung menuju lokasi dan mendapati api membakar semak belukar, pepohonan, serta dedaunan kering. Letak titik kebakaran yang jauh dari jalan turut menjadi tantangan dalam proses penanganan.

Dengan mengerahkan mobil pemadam, mesin pompa air, dan peralatan pemadam portabel, petugas menyemprotkan air ke titik api sekaligus menyisir area terdampak untuk memastikan bara tidak kembali menyala.

Setelah berjibaku selama sekitar tiga setengah jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 12.30 WITA. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan tetap menyiagakan satu unit mobil pemadam portabel untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kota Bangun.

Meski titik api tersebut belum terdeteksi dalam aplikasi Lembuswana, tim gabungan tetap bergerak melakukan penanganan berdasarkan informasi lapangan. Pemantauan berkala juga dilakukan guna mencegah kebakaran kembali terjadi.

Polsek Kota Bangun mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan kepulan asap atau titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.