Karhutla Bakar 5 Hektare di Kota Bangun, Petugas Gabungan Hadang Api di Medan Sulit

Kukar – Kebakaran lahan menghanguskan sekitar 5 hektare kawasan semak belukar, pepohonan dan vegetasi kering di sekitar Wisata Tanjung Benanga, Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Rabu (7/10/2026).

Begitu api terdeteksi, Polsek Kota Bangun bersama Satgas Karhutla langsung turun ke lokasi. Polisi, TNI, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), Regu Pemadam Kebakaran Desa (Redkar) dan warga bergerak menyisir area untuk memutus penjalaran api.

Medan menjadi tantangan. Sebagian titik berada di lahan rawa dan sulit dijangkau kendaraan pemadam. Personel harus melakukan penyisiran sekaligus mengarahkan selang menuju titik api, termasuk memburu bara dan kepulan asap yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan menyeluruh pada area yang telah terbakar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bara tidak kembali menyala dan api tidak menjalar ke vegetasi kering di sekitarnya.

Penanganan berlangsung hingga pukul 17.00 WITA. Titik api yang dapat dijangkau berhasil dikendalikan, sementara pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Penyebab kebakaran masih diselidiki Unit Reskrim Polsek Kota Bangun.

Polisi mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Api boleh padam, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut berhenti.

Api Menjalar dari Balikpapan ke Samboja, Polisi Hadang Karhutla di Perbatasan Kukar

Kukar – Kobaran api dari kawasan Kelurahan Teritip, Balikpapan, menjalar hingga wilayah Kutai Kartanegara. Kebakaran lahan semak belukar kemudian meluas ke kawasan RT 006, Kelurahan Salok Api Darat, Kecamatan Samboja Barat, Rabu (7/10/2026).

Mendapat laporan sekitar pukul 14.04 WITA, Polsek Samboja langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 30 kilometer dari markas. Sekitar pukul 14.35 WITA, personel polisi bersama Koramil, Damkar, PMI dan warga tiba untuk menghadang laju api.

Sekitar 2 hektare lahan di wilayah Salok Api Darat terdampak. Kobaran api menyasar semak belukar yang berbatasan langsung dengan wilayah Teritip, sehingga penanganan dilakukan secepat mungkin agar api tidak kembali meluas.

Dengan dukungan satu unit truk water Damkar dan satu unit kendaraan pemadam PMI, tim gabungan berjibaku melakukan pemadaman.

Setelah lebih dari dua jam penanganan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.25 WITA. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu dugaan awal, namun belum dapat dipastikan sebagai penyebab.

Polsek Samboja memastikan lokasi tetap dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Di wilayah perbatasan, api tak mengenal batas administrasi. Begitu menjalar, polisi dan tim gabungan bergerak untuk menghentikannya sebelum berubah menjadi kebakaran yang lebih luas.

Api Belum Sepenuhnya Jinak, Polsek Sanga Sanga Pantau Karhutla di Lahan Gambut

Kukar – Kebakaran lahan di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, menjadi perhatian serius karena kondisi lahan gambut masih menyimpan potensi munculnya kembali titik api.

Kebakaran yang terjadi di lahan warga kawasan Jalan Setia Bakti RT 08 tersebut diperkirakan menghanguskan sekitar 2 hektare. Polsek Sanga Sanga bersama unsur gabungan turun langsung melakukan peninjauan dan pemadaman sejak Rabu (7/10/2026) pukul 11.00 WITA.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pendingin Aiptu Budi Santoso bersama personel TNI, Damkar, relawan dan dukungan sejumlah tangki suplai air berjibaku menangani kobaran api hingga sore hari.

Meski pemadaman telah dilakukan, sejumlah titik api masih ditemukan. Kondisi lahan gambut membuat api berpotensi kembali muncul sehingga petugas terus melakukan pemantauan dan pendinginan di lokasi.

Petugas melakukan pengecekan untuk memastikan sumber api, termasuk kemungkinan berkaitan dengan aktivitas di lahan maupun faktor lainnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sedangkan kerugian materiil masih dalam pendataan. Penanganan berlangsung hingga pukul 18.00 WITA dengan situasi aman dan kondusif.

Polsek Sanga Sanga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Pada lahan gambut, api yang terlihat padam belum tentu benar-benar tuntas.

Karhutla 3 Hektare Melanda Kembang Janggut, Polisi dan Warga Bergerak Padamkan Api

Kukar – Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 07, Desa Kembang Janggut, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Rabu (7/10/2026). Api membakar sekitar 3 hektare lahan yang didominasi semak belukar, ilalang, ranting kering hingga tanaman sawit warga.

Mendapat informasi kebakaran, Polsek Kembang Janggut langsung bergerak bersama personel Koramil, Pramuka Peduli dan masyarakat untuk melakukan pemadaman serta mencegah api meluas.

Dengan dukungan satu unit fire truck dan dua unit alkon, tim gabungan terus menyisir titik-titik yang sulit dijangkau untuk memastikan tidak ada api yang kembali menyala.

Polsek Kembang Janggut juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau. Warga diminta segera melapor apabila menemukan titik api.

Polisi bergerak, warga ikut turun tangan, api dicegah sebelum meluas.

Cegah Karhutla, Polsek Kota Bangun Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan

Kukar – Polsek Kota Bangun Polres Kutai Kartanegara terus menggencarkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Rabu (7/10/2026), personel menyambangi warga di Desa Kota Bangun Ulu untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) terkait bahaya Karhutla.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Kristiyanto bersama Bripda J. Pangeran dan Bripda Fachri S mengingatkan masyarakat, khususnya petani, agar tidak membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar.

Warga juga diberikan pemahaman mengenai aturan hukum dan sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Polisi mengajak masyarakat berperan aktif mencegah Karhutla karena dampaknya dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan hingga mengancam keselamatan penerbangan.

Polsek Kota Bangun menegaskan, pencegahan Karhutla bukan hanya tugas polisi, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran bersama seluruh masyarakat.

Polsek Muara Wis Tegas Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan, Ada Ancaman Pidana

Kukar – Polsek Muara Wis Polres Kutai Kartanegara memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menyasar langsung masyarakat di Desa Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Rabu (7/10/2026).

Tiga personel Polsek Muara Wis, Bripka Sury Haryanto, Brigpol Toni Trilaksono dan Brigpol Arifin, turun memberikan sosialisasi sekaligus mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Polisi juga menegaskan bahwa pembakaran hutan dan lahan bukan sekadar membahayakan lingkungan, tetapi dapat berujung pada sanksi pidana. Warga, khususnya petani, diminta memilih cara aman dan tidak menggunakan api saat mengolah ladang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Muara Wis menekan potensi Karhutla sejak dini, dengan mengedepankan pencegahan dan kesadaran masyarakat.

Polsek Muara Wis: cegah api sebelum membesar, lindungi lingkungan sebelum terlambat.

2 Hektare Lahan Terbakar di Samboja, Polisi Bergerak Cepat Padamkan Api

Kukar – Kebakaran melanda sekitar 2 hektare semak belukar di RT 001, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Rabu (7/10/2026) siang.

Api dilaporkan muncul sekitar pukul 13.43 WITA. Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Samboja langsung bergerak bersama Damkar Samboja, PMI, BOSF, Rescue PT SGP dan warga menuju lokasi.

Sekitar pukul 14.10 WITA, tim tiba dan langsung melakukan pemadaman agar kobaran api tidak meluas. Upaya berlangsung selama lebih dari satu jam hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.20 WITA.

Sedikitnya puluhan personel gabungan dikerahkan dalam penanganan tersebut. Polisi turut memastikan kondisi di sekitar lokasi aman serta melakukan dokumentasi dan pelaporan.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal menyebut kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir sebagai salah satu faktor, namun hal tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan.

Polsek Samboja menegaskan penanganan cepat dilakukan untuk mencegah api menjalar ke area lain, mengingat lahan yang terbakar merupakan kawasan semak belukar yang mudah terbakar.

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Api Melalap 5 Hektare Lahan di Muara Kaman, Polisi Turun Langsung hingga Malam

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Kali ini, api membakar lahan di perbatasan Desa Rantau Hempang dan Desa Muara Kaman Ilir, Selasa (6/10/2026) malam.

Mendapat laporan dari masyarakat sekitar pukul 19.00 WITA, Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin bersama personel langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan api tidak meluas.

Di lokasi, polisi berkoordinasi dengan tim pemadam dari PT SHJ dan PT TJA. Upaya pemadaman dilakukan dengan penyemprotan air, sementara petugas terus melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2 hingga 5 hektare dan berada di kawasan lahan KBK. Kondisi medan yang berupa hutan belantara dan semak belukar, ditambah angin kencang serta jarak sumber air sekitar 500 meter dari titik api, membuat proses pemadaman cukup menantang.

Meski dilakukan pada malam hari dengan jarak pandang terbatas, petugas tetap bertahan di lokasi. Hingga laporan terakhir, pemadaman dan pendinginan masih berlangsung.

Polisi juga mulai melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab serta awal mula munculnya api.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin menegaskan, penanganan tidak berhenti pada pemadaman. Perkembangan titik api terus dimonitor guna memastikan tidak terjadi perluasan kebakaran maupun munculnya kembali bara api.

Polres Kukar Bersama Unikarta Perkuat Sinergi, Draf Kerja Sama Mulai Dimatangkan

Kukar – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas sinergi dengan dunia pendidikan. Rabu (7/10/2026), Polres Kukar bersama Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar rapat penyusunan draf nota kesepahaman kerja sama di Ruang Tri Brata Polres Kukar.

Rapat yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 WITA tersebut menjadi langkah awal untuk mematangkan bentuk kerja sama antara kepolisian dan perguruan tinggi.

Kegiatan dihadiri Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Rektor Unikarta Ince Raden, Wakil Rektor I Sudirman, Dekan Fakultas Pertanian Sundari, serta jajaran pejabat utama Polres Kukar.

Pembahasan difokuskan pada penyusunan dan penyelarasan substansi nota kesepahaman agar kerja sama yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi sekaligus mendukung kepentingan masyarakat.

Wakapolres Kukar dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan perguruan tinggi dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman serta mendorong kontribusi akademisi terhadap berbagai persoalan sosial dan keamanan di masyarakat.

Sementara itu, pihak Universitas Kutai Kartanegara turut memberikan masukan dalam penyempurnaan draf kerja sama.

Dari hasil rapat, kedua pihak sepakat menindaklanjuti pembahasan draf nota kesepahaman hingga nantinya dapat diwujudkan dalam kerja sama resmi.

Sinergi Polres Kukar dan Unikarta diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat kolaborasi antara kepolisian, akademisi dan masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Api Membakar 10 Hektare di Kota Bangun, Polisi Bertahan hingga Lewat Tengah Malam

Kukar – Kobaran api membakar sekitar 10 hektare lahan di kawasan Wisata Tanjung Benanga, Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Selasa (6/10/2026) malam.

Tak ingin api meluas, Polsek Kota Bangun bersama Koramil, pemerintah desa, MPA, Redkar dan masyarakat langsung turun ke lokasi. Penanganan bahkan berlangsung hingga pukul 00.45 WITA.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan turut berada di lapangan bersama personel untuk memastikan titik api dan bara yang masih menyala dapat ditangani.

Lahan yang terbakar didominasi semak belukar, pepohonan, dedaunan kering dan kawasan rawa, sementara sejumlah titik sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Petugas pun melakukan penyisiran untuk mencari bara dan titik api yang masih tersembunyi. Selang dari mobil pemadam dikerahkan untuk menyemprot titik api, dilanjutkan dengan pendinginan di area yang telah terbakar guna mencegah api kembali menyala.

Meski api telah berhasil dikendalikan di sejumlah titik, petugas tetap melakukan pemantauan karena kondisi vegetasi kering berpotensi memicu munculnya kembali bara.

Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Kota Bangun masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan lahan tersebut.

Polsek Kota Bangun juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api.

Hingga penanganan berakhir lewat tengah malam, polisi dan tim gabungan tetap bertahan di lapangan untuk memastikan api tidak kembali menjalar.