Api dari Perbatasan Balikpapan Menjalar ke Kukar, 3 Hektare Lahan Samboja Barat Terbakar

Kukar – Kebakaran lahan di kawasan perbatasan Balikpapan Timur dan Kutai Kartanegara menjalar hingga Gang Barokah Mandiri, RT 008, Kelurahan Salok Api Darat, Kecamatan Samboja Barat. Sekitar 3 hektare semak belukar terbakar sebelum tim gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (8/10/2026) pukul 18.30 WITA.

Merespons kejadian tersebut, Polsek Samboja bergerak bersama Damkar, Regu Pemadam Kebakaran (Redkar), PMI, Koramil, pemerintah kelurahan, dan masyarakat untuk menghentikan penjalaran api di kawasan perbatasan.

Informasi kebakaran diterima dari Lurah Salok Api Darat, Hamka. Tim gabungan kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 WITA dan langsung melakukan pemadaman menggunakan mobil pemadam serta peralatan yang tersedia.

Lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Mako Polsek Samboja menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan.
Namun, koordinasi lintas unsur membuat upaya pemadaman dapat dilakukan hingga api berhasil dikendalikan.

Dugaan awal menyebutkan kebakaran berasal dari wilayah Teritip, Balikpapan Timur, pada Rabu (7/10/2026), kemudian menjalar ke wilayah Salok Api Darat. Meski cuaca panas diduga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Polsek Samboja bersama unsur terkait terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan jika melihat api atau kepulan asap.

Penanganan berakhir dalam situasi aman dan kondusif. Sinergi petugas dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan.

Polisi Datangi Warga Bensamar, Ingatkan Bahaya dan Ancaman Hukum Pembakaran Lahan

Kukar – Mencegah karhutla tidak cukup dengan memadamkan api, tetapi harus dimulai sebelum kebakaran terjadi. Polsek Tenggarong turun langsung menemui warga di Jalan Bensamar, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kamis (8/10/2026), untuk memberikan edukasi tentang bahaya dan konsekuensi hukum pembakaran hutan dan lahan.

Dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) yang berlangsung pukul 14.00 WITA tersebut, tujuh personel Polsek Tenggarong mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Polisi menegaskan, kebiasaan membakar lahan dapat memicu kebakaran yang meluas, merusak lingkungan, dan menimbulkan ancaman bagi masyarakat. Tindakan tersebut juga dapat berujung pada proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui pendekatan langsung kepada warga, Polsek Tenggarong mendorong pencegahan karhutla dimulai dari kesadaran bersama, bukan hanya mengandalkan petugas saat api sudah membesar.

Polsek Tenggarong mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan agar dapat segera ditindaklanjuti.

Cegah Karhutla, Polsek Kenohan Pasang Spanduk Imbauan di Desa Kahala

Kukar – Mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polsek Kenohan memasang spanduk imbauan di Jalan Inpres, Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara, Kamis (8/10/2026).

Pemasangan spanduk yang dilakukan Bripda Alfin Ardana sekitar pukul 12.00 WITA tersebut menyasar lokasi berkumpulnya warga agar pesan pencegahan karhutla mudah terlihat dan diingat masyarakat.

Kapolsek Kenohan AKP Giri Pratiwo melalui kegiatan ini mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap.

Kegiatan berlangsung aman dan lancar sebagai langkah preventif untuk menjaga lingkungan dan mencegah meluasnya karhutla di wilayah Kenohan.

Warga Laporkan Api, Polisi dan Relawan Bergerak Cepat Padamkan Karhutla di Desa Loleng

Kukar – Respons cepat Polsek Kota Bangun bersama TNI, relawan, dan warga berhasil mengendalikan kebakaran lahan seluas sekitar 1 hektare di RT 01 Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kamis (8/10/2026).

Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.00 WITA setelah warga melihat api membakar semak belukar, pepohonan, dan dedaunan kering.

Informasi tersebut segera diteruskan Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan kepada Satgas Siaga Karhutla untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Personel Polsek Kota Bangun, anggota Koramil, relawan, dan masyarakat langsung menuju lokasi. Dengan memanfaatkan mobil, mesin pompa air, serta peralatan pemadam portabel, tim gabungan berjibaku memadamkan titik api sekaligus mendinginkan lahan yang terbakar.

Hanya dalam waktu sekitar satu jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 15.00 WITA. Petugas kemudian menyisir area terdampak dan menyiagakan peralatan pemadam untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api.

Meski titik api belum terdeteksi dalam aplikasi LembuSwana, informasi dari warga menjadi langkah awal yang mempercepat penanganan.

Polsek Kota Bangun mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepulan asap atau kebakaran sekecil apa pun serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Pesan pentingnya: jangan menunggu api membesar untuk bertindak. Laporan cepat dari masyarakat dapat membantu mencegah kebakaran meluas.

Empat Pasangan Personel Polres Kukar Jalani Sidang BP4R, Siap Bangun Rumah Tangga dengan Tanggung Jawab

Kukar – Empat pasangan calon suami istri dari jajaran Polres Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti sidang pembinaan perkawinan (BP4R) di Ruang Catur Prasetya, Gedung C Polres Kukar, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA ini menjadi tahapan penting bagi personel Polri sebelum memasuki kehidupan rumah tangga, sekaligus membangun pemahaman tentang tanggung jawab, komitmen, dan dukungan keluarga dalam menjalankan tugas kepolisian.

Sidang dipimpin melalui tim BP4R Polres Kukar yang melibatkan Kabag SDM Kompol Suwarno, Kasi Propam AKP Slamet Rijadi, Kasikum AKP Hadi Winarno, serta pejabat terkait lainnya. Pengurus Bhayangkari Cabang Kukar dan sejumlah ketua ranting turut hadir memberikan pembinaan.

Empat pasangan yang mengikuti sidang tersebut yakni Bripka Muhammad Fahrani bersama Hesti Antina, Bripda Muhamad Rifaldi Hanafi bersama Noor Astia Maharani, Bripda I Gede Dehan Saskara bersama Bripda Ernita Laksmi Devi, serta Bripda Aditya Johan Eka Pratama bersama Uci Utami.

Rangkaian kegiatan meliputi pembinaan dari unsur SDM, Bhayangkari, Propam, hukum, dan rohaniwan, dilanjutkan pembacaan serta penandatanganan pakta integritas dan penyerahan kain Bhayangkari.

Kabag SDM Polres Kukar Kompol Suwarno mengatakan bahwa melalui BP4R, Polres Kukar menekankan pentingnya membangun keluarga yang harmonis, saling mendukung, serta memahami konsekuensi tugas sebagai anggota Polri.

“Dukungan keluarga diharapkan menjadi kekuatan bagi personel untuk tetap profesional, disiplin, dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat”, Jelas Kabag SDM.

Polres Kukar dan Warga Turun ke Sungai Belida, Aksi Bersih-bersih Cegah Banjir di Tenggarong

KUKAR – Bukan hanya menjaga keamanan, Polres Kutai Kartanegara (Kukar) juga turun langsung menjaga lingkungan. Bersama masyarakat, jajaran Polres Kukar menggelar aksi bersih-bersih Sungai Belida di RT 08, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Jumat (9/10/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WITA ini menjadi wujud kepedulian Polri terhadap kebersihan sungai sekaligus langkah nyata mengajak masyarakat mencegah potensi banjir akibat aliran sungai yang tersumbat sampah.

Sejumlah pejabat Polres Kukar turut hadir, di antaranya Kabag SDM Kompol Suwarno, Kabag Ren AKP Rihard Nixon Hernando Lumban Toruan, Kabag Log AKP Suprafto, serta Kasat Samapta AKP Nursan, bersama personel Polres Kukar lainnya.

Melalui aksi gotong royong ini, Polri juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan berakhir pukul 08.40 WITA dalam keadaan aman dan terkendali. Semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga agar Sungai Belida tetap bersih, lingkungan lebih sehat, dan risiko banjir dapat diminimalkan.

Polisi bersama masyarakat, hadir menjaga keamanan sekaligus merawat lingkungan.

Polsek Kota Bangun dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla 5 Hektare di Kota Bangun Ulu hingga Dini Hari

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar sekitar 5 hektare lahan di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, ditangani tim gabungan hingga Kamis (8/10/2026) pukul 01.30 WITA. Personel Polsek Kota Bangun bersama TNI, pemerintah setempat, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan berjibaku memadamkan api serta mencegah kebakaran meluas.

Penanganan dilakukan sejak Rabu (7/10/2026) malam dengan menyisir area yang terbakar, menyemprotkan air ke titik api, serta melakukan pendinginan untuk memastikan bara tidak kembali menyala.

Proses pemadaman menghadapi kendala medan berupa lahan rawa, semak belukar, pepohonan, dan dedaunan kering yang mudah terbakar. Sejumlah titik api juga sulit dijangkau kendaraan pemadam sehingga penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan menyebutkan personelnya bersama unsur terkait memastikan pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di area yang masih mengeluarkan asap dan berbatasan dengan vegetasi kering.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Kota Bangun bersinergi dengan Koramil, pemerintah kecamatan, Pemerintah Desa Kota Bangun Ulu, MPA, Regu Pemadam Kebakaran Desa (Redkar), serta masyarakat sekitar.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, titik api yang dapat dijangkau berhasil dikendalikan dan dilakukan pendinginan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih diselidiki Unit Reskrim Polsek Kota Bangun.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api maupun kepulan asap.

Penanganan dan pemantauan berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Upaya lanjutan dilakukan melalui penyisiran berkala dan koordinasi lintas unsur guna mencegah kebakaran kembali terjadi.

Cegah Karhutla, Polsek Kota Bangun Gencarkan Patroli

Kukar – Polsek Kota Bangun terus meningkatkan patroli untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukumnya, Kamis (8/10/2026).

Patroli yang dilaksanakan pukul 11.00 WITA ini melibatkan personel Polsek Kota Bangun, Aiptu Johan Syahalam dan Bripda Januario Pangeran, sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi kebakaran.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya di tengah kondisi lahan kering yang rentan terbakar. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap.

Polsek Kota Bangun menegaskan upaya pencegahan akan terus dilakukan guna menjaga keamanan lingkungan dan mencegah meluasnya karhutla.

Siaga Hadapi Karhutla! Dit Samapta Polda Kaltim Cek Kesiapan Personel dan Peralatan Polres Kukar

KUKAR – Kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius. Dit Samapta Polda Kaltim turun langsung ke Mako Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (8/10/2026), untuk memastikan kesiapan personel, administrasi, hingga kelengkapan peralatan operasional dalam penanganan karhutla.

Supervisi yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dipimpin Kasubdit Gasum Dit Samapta Polda Kaltim, AKBP Winarto, didampingi Kasat Samapta Polres Kukar AKP Nursan.

Tim melakukan pemeriksaan administrasi, alat utama dan alat khusus (alut alsus), serta kendaraan taktis dan operasional (rantis) guna memastikan seluruh perlengkapan siap digunakan saat dibutuhkan di lapangan.

Pengecekan ini menjadi bagian penting untuk memastikan personel Samapta memiliki kesiapan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran lahan yang membutuhkan respons cepat, peralatan yang berfungsi optimal, dan koordinasi yang solid.

Kasat Samapta Polres Kukar AKP Nursan bersama jajaran mendampingi langsung seluruh rangkaian supervisi tersebut.

Melalui supervisi ini, kesiapan operasional diharapkan semakin optimal sehingga personel dapat bergerak cepat dan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat saat terjadi karhutla maupun gangguan keamanan lainnya.

Karhutla 3 Hektare di Samboja Barat, Polisi Bertahan Hadang Api hingga Malam

Kukar – Polisi bersama tim gabungan berjibaku menghadang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang membakar sekitar 3 hektare lahan di Km 43 RT 23, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Rabu (7/10/2026).

Polsek Samboja bergerak bersama OIKN, Gakkum Kehutanan, UPTD Tahura Bukit Soeharto, Manggala Agni dan MPA Sungai Merdeka. Pemadaman berlangsung sejak sekitar pukul 16.00 WITA hingga 22.00 WITA.

Medan dan minimnya sumber air menjadi tantangan. Tim harus mendatangkan air secara berkala untuk membasahi area yang terbakar. Di tengah kondisi tersebut, petugas juga membuat sekat bakar untuk menahan laju api agar tidak merembet semakin luas.

Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan sejumlah kendaraan pemadam dan mesin pompa air. Meski demikian, hingga malam hari api belum dapat dipastikan padam sepenuhnya.

Karena kondisi sudah gelap, pemadaman dihentikan sementara dengan tetap memantau perkembangan di lokasi. Pengecekan akan dilanjutkan menggunakan drone untuk mendeteksi kemungkinan titik api, bara maupun asap yang masih tersisa.

Jika masih ditemukan titik api, operasi lanjutan disiapkan, termasuk opsi water bombing menggunakan helikopter untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api kembali meluas.

Polisi memastikan penanganan tidak berhenti hanya karena kobaran api mulai mereda, langkah pemantauan dan tindak lanjut terus disiapkan hingga kondisi benar-benar aman.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal kondisi cuaca panas dan kering, namun kepastian penyebab tetap menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.