Cegah Karhutla Meluas, Kapolsek Loa Janan Turun Langsung Padamkan Kepulan Asap di TPA Loa Duri Ilir

Kukar – Kepulan asap yang muncul dari area tempat pembuangan sampah di RT 17 dan RT 26, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, langsung mendapat respons cepat dari jajaran Polsek Loa Janan, Rabu (2/9/2026).

Mendapat informasi sekitar pukul 14.00 WITA, Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe bersama empat personel segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus mencegah munculnya kembali titik api.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 14.15 WITA, petugas menemukan kepulan asap dan bara yang masih berpotensi menimbulkan api. Hasil pengecekan awal juga menunjukkan bahwa kawasan tersebut sebelumnya telah beberapa kali mengalami kebakaran. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.

Tak ingin bara api kembali membesar dan merembet ke areal sekitar, personel Polsek Loa Janan langsung melakukan pemadaman dan pendinginan secara manual. Dengan memanfaatkan ranting pohon, petugas menyisir titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan bara benar-benar padam.

Upaya tersebut berlangsung mulai pukul 14.20 hingga 16.00 WITA. Berkat penanganan cepat, kepulan asap berhasil dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi tersebut sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.

“Kami tidak ingin kepulan asap ini kembali menjadi titik api dan meluas ke area sekitar. Karena itu, kami langsung melakukan pemadaman dan pendinginan sekaligus memastikan lokasi tetap dalam kondisi aman,” ujarnya.

Selain pemadaman, Polsek Loa Janan juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terlebih di tengah kondisi yang rawan terjadinya kebakaran lahan.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Desa Loa Duri Ilir akan diupayakan melakukan penyekatan menggunakan excavator untuk membantu melokalisasi area dan mencegah api kembali menjalar.

Polsek Loa Janan juga akan terus memantau lokasi bekas kebakaran serta mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Kewaspadaan bersama dinilai menjadi kunci agar kejadian serupa tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Dua Anak Ditemukan Meninggal di Sungai Loa Haur, Tim SAR Hentikan Pencarian

Kukar – Upaya pencarian terhadap dua anak yang sebelumnya dilaporkan hilang di Perairan Sungai Loa Haur, Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, membuahkan hasil pada Selasa (1/9/2026).

Tim SAR gabungan menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian secara intensif di sekitar lokasi kejadian.

Korban pertama ditemukan sekitar pukul 11.40 WITA, berjarak kurang lebih 20 meter dari lokasi yang diduga menjadi titik awal kejadian. Sementara korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA, sekitar 200 meter dari lokasi tersebut.

Pencarian melibatkan personel Satpolairud Polres Kutai Kartanegara, Ditpolairud Polda Kaltim, Polsek Loa Janan, Basarnas, BPBD, Damkar, relawan serta masyarakat.

Informasi awal diperoleh setelah keluarga mencari keberadaan kedua anak yang belum kembali ke rumah. Berdasarkan rekaman CCTV warga, keduanya diduga terlihat berada di sekitar perairan Sungai Loa Haur sebelum kemudian tidak lagi terlihat.

Setelah kedua korban ditemukan, petugas melakukan evakuasi dan penanganan sesuai prosedur. Pihak keluarga kemudian menerima penyerahan jenazah dan menyatakan menolak dilakukan pemeriksaan visum maupun autopsi, yang dituangkan dalam administrasi resmi.

Kasatpolairud Polres Kutai Kartanegara AKP Benedict Jaya menyampaikan bahwa proses pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan keselamatan serta koordinasi seluruh unsur yang terlibat.

Kepolisian mengimbau para orang tua dan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya ketika berada di sekitar sungai atau perairan yang memiliki risiko keselamatan.

Polsek Sanga Sanga Aktif Cegah Karhutla, Warga Pendingin Didorong Jadi Garda Terdepan

Kukar – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya dilakukan saat api sudah berkobar. Polsek Sanga Sanga mengambil langkah konkret dengan memperkuat edukasi, deteksi dini dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah Karhutla di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Langkah tersebut terlihat dalam kegiatan penyuluhan Karhutla oleh siswa Sesko TNI di BPU Kelurahan Pendingin, Rabu (2/9/2026).

Kapolsek Sanga Sanga Iptu Wahid bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Pendingin Aiptu Budi Santoso hadir langsung bersama unsur TNI, pemerintah kecamatan, kelurahan, para ketua RT serta tokoh masyarakat dan agama.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Sanga Sanga berperan mendorong masyarakat memahami bahwa pencegahan Karhutla dimulai dari lingkungan masing-masing. Warga diberikan pemahaman agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api.

Bhabinkamtibmas juga menjadi ujung tombak Polsek dalam membangun komunikasi dengan perangkat kelurahan, ketua RT dan masyarakat.

Informasi mengenai potensi kebakaran diharapkan dapat disampaikan sedini mungkin sehingga petugas dapat segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan.

Kapolsek Sanga Sanga Iptu Wahid menegaskan, kepolisian tidak hanya bertindak ketika terjadi kebakaran, tetapi juga aktif melakukan langkah pencegahan di tengah masyarakat.

“Kami mendorong masyarakat untuk menjadi mata dan telinga di lingkungannya. Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan. Kecepatan informasi sangat menentukan agar api dapat ditangani sebelum meluas,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, perangkat kelurahan, relawan dan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun sistem deteksi dini Karhutla.

Polsek Sanga Sanga akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan imbauan, memantau kondisi wilayah serta membangun koordinasi apabila ditemukan potensi kebakaran.

Melalui langkah tersebut, Polsek Sanga Sanga berupaya memastikan pencegahan Karhutla tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi diwujudkan melalui edukasi berkelanjutan, pengawasan lingkungan, pelaporan cepat dan koordinasi lintas sektor.

Api Kepung 6 Hektare Lahan Pertamina EP di Anggana, Tim Gabungan Berjibaku hingga Dini Hari

KUKAR – Kebakaran lahan terjadi di kawasan WKP Pertamina EP, lokasi SPNKL, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026) sore.

Mendapat informasi adanya titik api sekitar pukul 17.00 WITA, personel Polsek Anggana bersama Koramil, Damkar, BPBD, relawan, pekerja Pertamina EP serta unsur terkait langsung bergerak melakukan penanganan.

Kobaran api membakar lahan dengan luas diperkirakan mencapai 6 hektare. Proses pemadaman menghadapi kendala berupa keterbatasan armada serta jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran.

Meski demikian, berkat sinergi seluruh unsur, api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 01.25 WITA. Petugas selanjutnya memastikan kondisi lokasi aman guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kehadiran cepat personel gabungan menjadi langkah penting dalam mencegah api meluas dan menjaga kawasan WKP Pertamina EP dari ancaman kebakaran yang lebih besar.

Api Lahap 5 Hektare Lahan di Kota Bangun, Tim Gabungan Berjibaku hingga Dini Hari

Kukar – Kobaran api kembali menguji kesiapsiagaan Tim Satgas Karhutla di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kebakaran lahan terjadi di Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 19.00 WITA.

Begitu informasi diterima, respons cepat langsung dilakukan. Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan, bersama Camat Kota Bangun Abdul Karim dan Tim Satgas Karhutla bergerak menuju lokasi untuk memastikan api tidak semakin meluas.

Sebanyak puluhan personel gabungan dari Polsek Kota Bangun, Koramil, Kecamatan, Damkar, perangkat desa, relawan Masyarakat Peduli Api hingga pihak perusahaan PT KTC bahu-membahu memadamkan kobaran api.

Api diketahui membakar semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering di lahan milik warga dengan luas diperkirakan mencapai 5 hektare. Kondisi lokasi yang berada cukup jauh dari jalan serta medan yang masuk ke area lahan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Tak ingin mengambil risiko, petugas memanfaatkan sejumlah armada pemadam dan peralatan portable. Air juga diambil dari Sungai Mahakam untuk mendukung proses pemadaman.

Perjuangan petugas berlangsung berjam-jam. Mulai sekitar pukul 20.00 WITA hingga 01.00 WITA, tim terus menyiram titik api dan bara yang masih menyala, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan serta penyisiran di area terdampak.

Sekitar pukul 01.30 WITA, seluruh titik api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman. Satu unit mobil portable Damkar Kota Bangun tetap disiagakan di lokasi sebagai langkah antisipasi apabila muncul kembali titik api.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan mengatakan, penanganan cepat dilakukan sebagai upaya mencegah kebakaran meluas sekaligus memastikan keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” ujarnya.

Menariknya, titik kebakaran tersebut belum terdeteksi melalui aplikasi LembuSwana. Meski demikian, Tim Satgas Karhutla Kota Bangun tetap bergerak berdasarkan informasi lapangan dari masyarakat dan perangkat desa.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kota Bangun. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

“Kami mengajak masyarakat segera melaporkan apabila melihat asap maupun titik api. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” tegasnya.

Sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, Damkar, relawan, perangkat desa dan pihak perusahaan menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran tersebut.

Api Membesar di Tempat Pembuangan Sampah Desa Perian, Polisi dan Relawan Bergerak Cepat

Kukar – Kebakaran terjadi di tempat pembuangan sampah RT 008, Desa Perian, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Muara Muntai Iptu Jaelani bersama personel Polsek Muara Muntai dan Relawan Damkar Desa Muara Leka langsung bergerak menuju lokasi.

Api sempat membesar, namun berkat respons cepat dan sinergi petugas serta relawan, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WITA.

Setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali, personel melakukan pengecekan di sekitar lokasi sebelum kembali ke Mako Polsek Muara Muntai.

Kapolsek Muara Muntai mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membuang atau membakar sampah, mengingat kondisi lahan yang rawan terbakar dan api dapat dengan cepat meluas.

Api Mengancam Hutan Lindung, Polisi dan Tim Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Karhutla di Tol KM 50

Kukar – Kepulan asap dan kobaran api kembali mengancam kawasan hutan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan Hutan Lindung sekitar Tol KM 50 Samarinda–Balikpapan, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa, Selasa (1/9/2026) sore.

Mendapat informasi adanya kebakaran, personel Polsek Muara Jawa bersama personel gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur kepolisian, UPTD Karhutla Tahura, Dinas Perhubungan, Sat Lantas Polda Kaltim, serta Otorita IKN.

Kebakaran diketahui berada di titik koordinat -0.874134, 117.079582, dengan luas area yang terbakar diperkirakan mencapai ±10 hektare. Vegetasi hutan lindung yang berada jauh dari permukiman menjadi objek yang terdampak kobaran api.

Sebanyak 32 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan tersebut. Mereka diperkuat dengan sejumlah kendaraan operasional, di antaranya mobil patroli Polsek Muara Jawa, mobil Rantis Karhutla Polda Kaltim, dua unit tangki Dishub, mobil pemadam UPTD Tahura Bukit Soeharto, empat unit mobil pikap UPTD
Tahura, serta satu unit kendaraan Otorita IKN.

Kapolsek Muara Jawa Iptu Yoga Fattur Rahman mengatakan, penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi untuk mencegah api meluas dan mengancam kawasan hutan yang lebih luas.

“Begitu menerima informasi, personel langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.

Berkat sinergi tim gabungan, kobaran api berhasil dikendalikan. Setelah api padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi, namun melanjutkan proses pendinginan pada sejumlah titik yang masih berpotensi memunculkan kembali bara api.

Pemantauan juga terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi munculnya titik api baru. Sementara itu, hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan karena lokasi kejadian berada cukup jauh dari kawasan permukiman.

Polsek Muara Jawa mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan lahan, khususnya di tengah kondisi yang rawan terjadi kebakaran. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu Karhutla.

“Pencegahan Karhutla bukan hanya tugas petugas, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Polisi Gerak Cepat Tindaklanjuti Karhutla di Kawasan IKN, Penyelidikan Berlanjut

Kukar – Polsek Loa Janan bergerak cepat menindaklanjuti informasi kebakaran lahan di kawasan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (1/9/2026). Tim yang dipimpin Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menempuh sekitar 90 kilometer menuju lokasi.

Hasil pengecekan bersama personel Polresta IKN, kebakaran terjadi di Desa Argo Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan luas lahan sekitar 2 hektare.

Petugas kemudian melakukan pengecekan dan penyelidikan di lokasi. Sementara itu, pihak yang diduga terkait dengan kejadian tersebut, Dani Aji Asmoro, sedang menjalani pemeriksaan di Pospol Semoi Polsek Sepaku Polresta IKN.

Tak berhenti pada penanganan kejadian, personel Polsek Loa Janan juga memasang plang di lokasi lain yang sedang dalam proses penyidikan serta menempelkan stiker imbauan kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Polisi Cek Cepat Hotspot di Sebulu, Titik Api Terpantau di Lahan Belukar

Kukar – Respons cepat Polsek Sebulu menindaklanjuti informasi 1 titik hotspot tingkat kepercayaan medium di wilayah Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026).

Empat personel Polsek Sebulu langsung melakukan verifikasi ke lokasi yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Mako Polsek. Hasil pengecekan menunjukkan adanya dugaan titik panas yang bersumber dari lahan belukar atau hutan terbakar, dengan luas lahan terdampak sekitar 1 hektare.

Petugas mendapati titik api masih belum padam. Namun, akses menuju lokasi terkendala kondisi hutan dan belukar sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi api meluas.

Polsek Sebulu mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kemunculan asap atau titik api, sehingga dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.

Polisi Tak Beri Celah Api Kembali Berkobar, Polsek Muara Muntai Pimpin Pendinginan Karhutla 3,5 Hektare

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan kembali meluas terus dilakukan Polri. Polsek Muara Muntai bersama personel lintas unsur melakukan pendinginan di Blok F 54 Trambesi Estate PT Jaya Mandiri Sukses, Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026).

Sebanyak 104 personel dikerahkan dalam penanganan tersebut, terdiri dari Polsek Muara Muntai, Brimob Polda Kaltim, Koramil, Linmas, relawan Damkar, Damkar Desa Muara Leka, serta karyawan PT Jaya Mandiri Sukses.

Polsek Muara Muntai menjadi salah satu unsur utama di lapangan, dengan 8 personel yang dipimpin Kapolsek Muara Muntai IPTU Jaelani. Polisi tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berkoordinasi dengan seluruh unsur untuk memastikan titik-titik yang masih berpotensi terbakar dapat segera ditangani.

Lahan yang sebelumnya terbakar mencapai sekitar 3,5 hektare, dengan objek berupa gambut dan semak belukar. Meski tidak ditemukan titik api baru di wilayah Kecamatan Muara Muntai, potensi bara kembali menyala masih ditemukan di sekitar lokasi sehingga proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh.

Penanganan didukung 1 unit mobil Damkar, 4 tangki air, 4 alkon besar, 16 alkon kecil, 3 unit Hilux Double Cabin dan 2 unit dump truck. Petugas melakukan penyiraman pada titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api, kemudian dilanjutkan pemantauan secara berkala.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polri bersama seluruh unsur untuk memastikan api benar-benar terkendali dan tidak kembali membesar, sekaligus mencegah munculnya titik api baru di tengah kondisi musim kemarau.

Polsek Muara Muntai mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.