Karhutla 3 Hektare di Pendingin, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api hingga Malam

Kukar – Kebakaran lahan berupa semak belukar dan ilalang melanda kawasan Jalan Jaya Makmur RT 05, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026).

Kebakaran yang menghanguskan sekitar 3 hektare lahan tersebut langsung mendapat penanganan dari tim gabungan. Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid bersama Danramil Sangasanga Kapten Leo Nardo turun langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh unsur untuk mempercepat proses pemadaman.

Penanganan melibatkan Polsek dan Koramil Sangasanga, BKO Polairud Polda Kaltim, BKO Yon TP Balikpapan, Damkar Kecamatan Sangasanga, pemadam PT Pertamina EP Sangasanga, PT Putra Ramli, PT Masbro, PT Adimitra Baratama Nusantara serta relawan Damkar Kelurahan Pendingin.

Kebakaran yang didominasi material mudah terbakar seperti semak belukar, ilalang dan ranting kering membuat proses pemadaman membutuhkan waktu. Dengan dukungan sejumlah armada pemadam dan kendaraan water supply, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan api sekitar pukul 22.00 WITA.

Usai api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan pendinginan dan pemantauan di sejumlah titik yang masih berpotensi menimbulkan api kembali. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak muncul titik api baru.

Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, khususnya saat kondisi lingkungan kering.

“Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas,” imbaunya.

Karhutla Meluas 2 Hektare di Sebulu Modern, Polisi Turun Langsung Tangani Api

SEBULU – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026). Kebakaran menghanguskan lahan sekitar 2 hektare yang didominasi semak belukar, ilalang dan ranting kering.

Mendapat informasi tersebut, tiga personel Polsek Sebulu langsung mendatangi lokasi dan melakukan penanganan. Petugas juga berkoordinasi dengan unsur terkait serta didukung dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Sebulu.

Kondisi medan dan material kering membuat proses pemadaman harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah api meluas. Hingga laporan dibuat, proses pemadaman masih terus berlangsung.

Polsek Sebulu mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca dan lahan yang kering. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Karhutla 2 Hektare di Sungai Merdeka, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api hingga Sore

Kukar – Kebakaran hutan dan semak belukar melanda area RT 07, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (3/9/2026). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2 hektare.

Mendapat informasi kebakaran, Polsek Samboja bersama Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, Manggala Agni, MPA, PMI dan Pasukan Merah langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Tim gabungan harus menempuh medan cukup sulit. Titik api berada sekitar 3,5 kilometer dari jalan poros Balikpapan–Samarinda Km 36, dengan kondisi akses jalan yang kurang baik. Jarak lokasi dari Mako Polsek Samboja sendiri mencapai sekitar 40 kilometer.

Sebanyak 27 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan tersebut. Berkat kerja sama dan respons cepat seluruh unsur, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WITA. Petugas kemudian memastikan kondisi api dan asap telah terkendali guna mencegah munculnya kembali titik api.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur, terutama ketika lokasi kebakaran berada di medan yang sulit dijangkau.

“Penanganan dilakukan bersama-sama agar api tidak semakin meluas. Setelah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan situasi benar-benar aman,” ujarnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Patroli Karhutla Berujung Pengungkapan, Polsek Muara Wis Amankan Pria dengan Dugaan Sabu

Kukar – Kegiatan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilakukan personel Polsek Muara Wis berujung pada pengungkapan dugaan tindak pidana narkotika di Jalan Poros Tenggarong–Kubar, Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WITA. Saat melaksanakan patroli di wilayah hukumnya, personel Polsek Muara Wis mendapati seorang pria yang kemudian dilakukan pemeriksaan.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan satu paket plastik klip berisi serbuk putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor sekitar 0,35 gram. Selain itu, polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor dan satu lembar tisu yang diduga berkaitan dengan temuan tersebut.

Seorang pria berinisial AS (32) kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Muara Wis bersama barang bukti untuk menjalani pemeriksaan serta proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Muara Wis AKP Al Annas menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari kegiatan patroli rutin yang dilakukan personel sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Saat ini, perkara masih dalam proses penyidikan untuk melengkapi seluruh fakta dan alat bukti,” ujarnya.

Dalam penanganan perkara tersebut, kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari pembuatan laporan polisi, pengamanan pihak yang diduga terlibat beserta barang bukti, pemeriksaan saksi, hingga proses penyidikan.

Terhadap pihak yang diamankan, penyidik menerapkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan peraturan perundang-undangan terkait lainnya, sesuai hasil penyidikan dan proses hukum yang berjalan.

Polsek Muara Wis menegaskan komitmennya untuk terus melakukan upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap dugaan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya.

Pihak yang diamankan dalam perkara ini masih menjalani proses hukum dan status hukumnya akan ditentukan berdasarkan proses peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tim Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Karhutla di Teluk Dalam, Api Berhasil Dikendalikan

Kukar – Kebakaran lahan berupa semak belukar dan bambu terjadi di kawasan hutan Jalan Perusahaan RT 04, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026).

Mendapat informasi adanya kebakaran, Polsek Muara Jawa bersama Koramil Muara Jawa, Damkar Kecamatan Muara Jawa, pihak perusahaan dan masyarakat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan secara bersama-sama.

Kapolsek Muara Jawa dan Danramil Muara Jawa turut berada di lapangan memimpin koordinasi penanganan. Kekuatan tim gabungan terdiri dari 2 personel Polsek Muara Jawa, 2 personel Koramil Muara Jawa, 10 personel Damkar Muara Jawa serta 12 warga Kelurahan Teluk Dalam.

Dalam proses pemadaman, tim gabungan didukung 1 unit mobil Damkar, 2 unit mobil vakum Pertamina dan 1 unit mobil tangki PT JML. Sinergi antarunsur tersebut mempercepat proses pemadaman sehingga api yang membakar sekitar 0,3 hektare lahan dapat berhasil dikendalikan pada pukul 15.20 WITA.

Setelah api padam, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Petugas melakukan pendinginan pada sejumlah titik yang masih berpotensi memunculkan api kembali, sekaligus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

Kapolsek Muara Jawa IPTU Yoga Fattur Rahman, menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan respons dan kekompakan seluruh unsur.

“Sinergi antara Polri, TNI, Damkar, perusahaan dan masyarakat sangat penting. Dengan bergerak bersama, api dapat segera dikendalikan sebelum meluas,” ujarnya.

Polsek Muara Jawa juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pada kondisi lahan yang kering. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Hingga seluruh rangkaian penanganan selesai, situasi di lokasi dalam keadaan aman dan terkendali.

Cegah Karhutla, Tim Terpadu Kota Bangun Darat Siapkan Posko dan Perkuat Sinergi

Kukar – Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Kota Bangun bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI dan perusahaan memperkuat sinergi melalui rapat koordinasi tim terpadu di Kantor Kecamatan Kota Bangun Darat, Rabu (2/9/2026).

Rapat yang dipimpin Camat Kota Bangun Darat Zulkifli dan dihadiri Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan tersebut menghasilkan sejumlah langkah konkret, di antaranya rencana pembangunan Posko Karhutla serta penguatan koordinasi dan gotong royong apabila terjadi kebakaran.

Kapolsek Kota Bangun juga menegaskan bahwa masyarakat dilarang melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Apabila ditemukan tindakan tersebut, Polsek Kota Bangun akan melakukan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Bangun Darat didorong turut membantu pemerintah dan aparat dalam pencegahan maupun penanggulangan Karhutla, termasuk dukungan sarana pemadaman saat terjadi kebakaran.

Upaya preemtif dan preventif juga akan ditingkatkan melalui edukasi serta pemasangan imbauan di lokasi-lokasi yang mudah dilihat masyarakat.

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Sebulu Gencarkan Edukasi Hukum kepada Warga

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Polsek Sebulu jajaran Polres Kutai Kartanegara. Tidak hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah muncul, kepolisian memperkuat langkah pencegahan melalui pembinaan dan penyuluhan hukum kepada masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan personel Polsek Sebulu melalui kegiatan Binluh Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WITA tersebut, personel memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan sekaligus konsekuensi hukum bagi pelakunya.

Petugas mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar tidak menggunakan metode pembakaran dalam membuka atau membersihkan lahan. Cara tersebut dinilai berisiko memicu api tidak terkendali, terutama pada kondisi lahan yang mudah terbakar.

Selain memberikan edukasi hukum, personel Polsek Sebulu juga mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Kapolsek Sebulu IPTU Edi Subagyo menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan bukan hanya tugas kepolisian. Masyarakat memiliki peran penting untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran sejak dari sumbernya,” ujarnya.

Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa Karhutla tidak hanya merusak hutan dan lingkungan, tetapi dapat mengganggu kesehatan masyarakat, mengurangi kualitas udara serta berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan apabila asap menyebar luas.

Kegiatan Binluh Karhutla tersebut dilaksanakan oleh delapan personel Polsek Sebulu, yakni Aiptu Irwan, Aiptu Nyoto, Aiptu I.D. Ferdian, Aipda Slamet N., Bripka I Ketut Sudira, Brigpol M. Wahyu Effendi, Bripda M. Zaki Akbar dan Bripda Muhammad Brigas Kuncahya.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Sebulu menunjukkan komitmennya untuk mengedepankan langkah preventif, membangun kesadaran hukum masyarakat dan memperkuat partisipasi warga dalam mencegah Karhutla.

Panen Raya di Loa Kulu, Polri Hadir Dukung Petani dan Perkuat Ketahanan Pangan

Kukar – Hamparan persawahan di Dusun Loa Gagak, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi saksi semangat para petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Panen raya padi digelar pada Rabu (2/9/2026) mulai pukul 09.00 WITA.

Kegiatan panen raya tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh serta kelompok tani. Kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Loa Kulu Kota, Briptu Haiqal, turut menjadi wujud dukungan Polri terhadap aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Panen raya diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan kelompok tani, Pemerintah Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, UPTD Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur serta Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Kartanegara.

Suasana semakin semarak saat dilakukan pemotongan padi secara simbolis oleh Ketua Kelompok Tani Segar Bugar A bersama para tamu undangan. Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras petani yang telah mengelola lahan hingga menghasilkan panen.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto melalui kehadiran Bhabinkamtibmas menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah kegiatan pertanian juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.

Panen raya ini diikuti para anggota Kelompok Tani Segar Bugar A, Segar Bugar B dan Segar Bugar C. Selain menjadi momentum syukuran atas hasil pertanian, kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin memotivasi petani untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Loa Kulu.

Cegah Api Sebelum Membesar, Polsek Kembang Janggut Perkuat Sinergi Muspika, Desa dan Perusahaan Hadapi Karhutla

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Langkah antisipasi sejak dini menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla yang digelar di Gedung BPU Lama Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur Muspika, pemerintah desa serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kembang Janggut untuk menyatukan langkah menghadapi potensi Karhutla.

Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari meningkatkan kesadaran masyarakat hingga memastikan kesiapan personel dan sarana pemadam kebakaran.

“Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan, terutama mengenai larangan pembakaran hutan dan lahan serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan,” tegas Kapolsek.

Selain aspek penegakan hukum, Polsek Kembang Janggut juga mendorong seluruh perusahaan untuk memastikan personel, peralatan dan sarana prasarana pemadam kebakaran dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.

Menurutnya, kesiapan tersebut tidak hanya untuk mengantisipasi kebakaran di wilayah konsesi perusahaan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan bersama apabila terjadi Karhutla di wilayah sekitar yang membutuhkan bantuan.

“Kesiapsiagaan tidak boleh menunggu api muncul. Patroli di titik-titik rawan harus dilakukan secara berkala agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Kembang Janggut Suhartono mengimbau pemerintah desa dan perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat komunikasi.

Sinergi antarinstansi dinilai penting agar setiap potensi Karhutla dapat segera direspons sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Dalam rapat tersebut, masing-masing perusahaan juga memaparkan kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, personel yang dimiliki, serta kegiatan pencegahan dan patroli yang telah dilaksanakan, baik di dalam wilayah konsesi maupun kesiapan memberikan bantuan di luar area konsesi.

Sementara itu, para kepala desa turut menyampaikan kondisi lapangan, potensi kerawanan serta berbagai kendala yang dihadapi di wilayah masing-masing. Penyampaian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pola pencegahan Karhutla secara terpadu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kembang Janggut Suhartono, Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto, Danramil Kembang Janggut Kapten Yudi Prasetyoko, Sekcam Kembang Janggut Subli, para kepala desa serta perwakilan perusahaan PT Bara Tabang, PT RMB, PT AKM, PT Rekap, PT TPS, PT ABK dan PT SRL.

Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pihak diharapkan tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan membangun sistem pencegahan yang terintegrasi, dengan komunikasi cepat, patroli rutin dan kesiapan peralatan pemadam sebagai langkah utama menghadapi ancaman Karhutla.

Kebakaran Semak Belukar di Purwajaya Capai 2 Hektare, Polsek Loa Janan Bergerak Cepat Kendalikan Api

Kukar – Kebakaran semak belukar terjadi di kawasan Km 7 RT 01, Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026) sore. Kobaran api membakar vegetasi kering dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 2 hektare.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 17.30 WITA. Mengetahui adanya kebakaran, Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe bersama personel Polsek Loa Janan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, PMK, relawan dan unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan serta penanganan.

Hasil pengecekan awal menunjukkan api diduga bermula dari semak belukar yang mengering akibat kondisi cuaca panas. Api kemudian merambat ke bagian atas tebing dan membakar pepohonan, semak belukar serta dedaunan kering di sekitar lokasi.

Medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Akses menuju titik api tidak dapat dilalui kendaraan dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selain itu, lokasi kebakaran berada di kawasan yang telah terisolir oleh danau, tebing atau jurang serta jalan hauling perusahaan.

Dengan kondisi tersebut, upaya penanganan dilakukan melalui pemantauan titik api dari lokasi yang dapat dijangkau, sembari menyiagakan sarana pendukung berupa 1 unit water tank relawan Siaga Batuah dan 1 unit water tank PT IBP di titik terdekat yang dapat diakses kendaraan.

Kapolsek bersama personel dan unsur gabungan terus melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali merambat ke area lain. Setelah kondisi api terkendali, petugas juga melakukan penyisiran terhadap area terdampak guna mengantisipasi adanya bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Kegiatan penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 21.30 WITA. Kebakaran berhasil dikendalikan dan tidak ditemukan korban jiwa maupun korban luka. Tidak terdapat pula kerusakan terhadap bangunan maupun fasilitas umum.

Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menegaskan bahwa personel bersama unsur terkait tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.

“Kesigapan personel Polsek bersama relawan, TNI, pihak perusahaan, PMK dan unsur terkait menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran, terlebih kondisi medan menuju titik api cukup sulit dijangkau,” ujar Kapolsek.

Kapolsek Loa Janan juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan banyaknya vegetasi kering yang mudah terbakar.

Polsek Loa Janan bersama seluruh unsur terkait berkomitmen melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran lahan secara cepat guna mencegah api meluas serta menjaga keamanan masyarakat dan lingkungan.