HUT ke-81 Kejaksaan, Kapolres Kukar Bersama Forkopimda Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Kukar – Sinergi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan sekaligus mengawal pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Semangat tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara, Jalan Pesut, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.15 WITA tersebut dihadiri sekitar 120 orang, termasuk Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutai Kartanegara.

Turut hadir Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Dandim 0906/Kutai Kartanegara Letkol Arm Benny Budiman, Kajari Kukar Aji Kalbu Pribadi, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin, Wakil Ketua I DPRD Kukar Junaidi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Taufik Hidayat, para Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Negeri Kukar serta tamu undangan lainnya.

Peringatan HUT Kejaksaan ke-81 menjadi momentum untuk melakukan introspeksi, memperkuat soliditas dan solidaritas internal, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Kajari Kukar Aji Kalbu Pribadi menekankan bahwa penegakan keadilan tidak hanya berorientasi pada penerapan aturan secara tekstual, tetapi juga perlu memperhatikan nilai keadilan yang hidup di tengah masyarakat.

Momentum hari jadi tersebut juga diarahkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem internal dan meningkatkan kualitas pelayanan hukum. Kajari Kukar turut menekankan pentingnya mempertahankan serta meningkatkan sinergitas Forkopimda yang selama ini telah berjalan baik dalam mendukung keamanan dan pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan pentingnya hubungan yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten Kukar dan Kejaksaan Negeri Kukar. Hubungan tersebut dinilai diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan sesuai koridor hukum.

Kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian penting untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, akuntabel dan transparan. Sinergi dengan Kejaksaan diharapkan dapat terus dilakukan dalam mengawal berbagai program serta kebijakan pemerintah daerah demi kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kukar turut menyoroti kondisi wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang tengah menghadapi musim kemarau panjang. Sejumlah wilayah mengalami kebakaran dan terdapat indikasi kejadian yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian dan kejaksaan dalam melakukan penanganan serta proses hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kehadiran Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar bersama unsur Forkopimda menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas antarinstansi. Bagi Polres Kukar, koordinasi dengan Kejaksaan Negeri dan unsur Forkopimda merupakan bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas sekaligus mendukung penegakan hukum di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sinergi tersebut juga memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan daerah, termasuk dampak kemarau panjang, potensi Karhutla serta persoalan hukum yang dapat muncul di tengah masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia di Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, TNI, DPRD dan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui sinergi tersebut, upaya menjaga keamanan, mengawal pembangunan serta menghadirkan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat terus diperkuat.

Sebelum Salat Istisqa, Kapolres dan PJU Polres Kukar Bagikan Masker kepada Peserta Doa Bersama

Kukar – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan jajaran Polres Kutai Kartanegara di tengah kondisi kemarau dan kualitas udara yang kurang baik. Sebelum pelaksanaan Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026) pagi.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama Wakapolres Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra dan jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kukar turun langsung membagikan masker kepada para peserta.

Aksi tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan doa bersama dan Salat Istisqa yang diikuti ribuan peserta, terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, ASN, guru, pelajar serta masyarakat.

Dengan membawa masker, Kapolres bersama PJU Polres Kukar menyambangi peserta yang telah berkumpul di lokasi. Masker dibagikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus imbauan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang dipengaruhi kemarau dan kabut asap.

Tidak hanya membagikan masker, Kapolres dan jajaran juga mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan serta menggunakan pelindung pernapasan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

“Ini bagian dari kepedulian kami kepada masyarakat. Selain kita bersama-sama berdoa memohon hujan, kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Langkah sederhana itu mendapat respons positif dari para peserta. Di tengah suasana khidmat menjelang Salat Istisqa, kehadiran personel kepolisian yang turun langsung membagikan masker menunjukkan sisi humanis Polri yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga hadir memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Setelah pembagian masker, Kapolres Kukar bersama PJU mengikuti rangkaian doa bersama dan Salat Istisqa. Ribuan peserta menundukkan kepala, memanjatkan doa kepada Allah SWT agar kemarau panjang segera berakhir dan hujan turun membawa keberkahan bagi masyarakat Kutai Kartanegara.

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kutai Kartanegara KH Abdul Hanan, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama dan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau. Jika doa menjadi ikhtiar spiritual, maka menjaga kesehatan, mencegah Karhutla dan menjaga lingkungan menjadi ikhtiar nyata yang harus dilakukan bersama.

Kapolres Kukar bersama jajaran PJU menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas kepolisian.

Kapolres dan PJU Polres Kukar Bersama Ribuan Peserta Panjatkan Doa, Perkuat Sinergi Hadapi Kemarau dan Kabut Asap

Kukar – Di tengah kemarau panjang yang mulai berdampak pada kondisi lingkungan dan kualitas udara, ribuan masyarakat Kutai Kartanegara menyatukan langkah dalam sebuah ikhtiar spiritual. Sekitar 2.300 orang berkumpul di halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026), untuk melaksanakan Salat Istisqa dan doa bersama memohon turunnya hujan.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, ASN, guru hingga pelajar. Di antara ribuan peserta, tampak Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama Wakapolres Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kukar.

Kehadiran Kapolres bersama jajaran PJU menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap langkah pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi kemarau dan dampaknya terhadap masyarakat.

Tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan, jajaran Polres Kukar juga mengambil bagian dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul akibat kondisi cuaca ekstrem dan kemarau berkepanjangan.

Kapolres Kukar bersama PJU juga menunjukkan komitmen Polri untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama dan masyarakat dalam mencegah dampak yang lebih luas, khususnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi meningkat saat musim kemarau.

Sinergi tersebut menjadi semakin penting mengingat kondisi kemarau tidak hanya berpengaruh terhadap ketersediaan air, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kebakaran serta menurunkan kualitas udara akibat asap.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres dan jajaran PJU mengikuti rangkaian Salat Istisqa bersama para peserta. Suasana khidmat terasa ketika ribuan jamaah mengikuti tuntunan salat yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Kutai Kartanegara KH Abdul Hanan, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.

Sebelumnya, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengajak seluruh masyarakat untuk menghadapi kondisi kemarau dengan ikhtiar lahir dan batin.

“Pada pagi hari ini kita semua datang ke tempat ini dengan hati yang ikhlas dan terbuka, dengan rendah hati memohon ridho dan rahmat Allah SWT. Kiranya melalui Salat Istisqa ini segera diturunkan hujan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran maupun meluasnya asap di wilayah Kutai Kartanegara.

Pesan tersebut sejalan dengan langkah jajaran Polres Kukar yang selama ini terus mendorong kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran.

Selain aspek keamanan lingkungan, Polres Kukar juga menaruh perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat akibat kualitas udara. Imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan dan anak-anak.

Kapolres bersama PJU Polres Kukar hadir bukan hanya sebagai bagian dari unsur pengamanan, tetapi juga sebagai representasi Polri yang ingin tetap dekat dengan masyarakat dalam menghadapi situasi sulit.

Di tengah kondisi kemarau, sinergi lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah daerah mengambil kebijakan dan langkah penanganan, TNI-Polri mendukung pengamanan serta pencegahan bencana, tokoh agama menguatkan sisi spiritual, sementara masyarakat memiliki peran penting menjaga lingkungan.

Usai sambutan Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan salawat, tuntunan Salat Istisqa, pelaksanaan salat serta doa bersama.

Ribuan peserta memanjatkan harapan agar hujan segera turun, kekeringan berakhir, kualitas udara membaik dan masyarakat Kukar diberikan kesehatan serta keselamatan.

Bagi Polres Kutai Kartanegara, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kehadiran, kepedulian dan kolaborasi di tengah masyarakat.

Dari halaman Kantor Bupati Kukar, ribuan doa dipanjatkan ke langit. Sementara di bumi, ikhtiar bersama terus dilakukan agar masyarakat tetap aman, sehat dan terlindungi hingga hujan benar-benar kembali membasahi Kutai Kartanegara.

HUT ke-78 Polwan, Polres Kukar Teguhkan Peran Polisi Wanita sebagai Garda Pelayanan Masyarakat

Kukar – Semangat pengabdian Polisi Wanita (Polwan) terus diperkuat di jajaran Polres Kutai Kartanegara. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polwan ke-78 Tahun 2026, Polres Kukar menggelar acara syukuran yang berlangsung penuh keakraban di Ruang Tribrata Polres Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WITA tersebut menjadi momentum bagi personel Polwan untuk merefleksikan kembali perjalanan panjang pengabdian sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Syukuran tersebut dihadiri Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Kabag SDM Polres Kukar Kompol Suwarno, Kasi Propam AKP Slamet Rijadi, Kasiwas AKP Gatot Siswanto, Wakil Ketua Bhayangkari Polres Kutai Kartanegara beserta pengurus, serta personel Polwan Polres Kukar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan. Suasana syukuran semakin hangat saat dilakukan pemotongan tumpeng dan kue sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan pengabdian Polwan yang telah memasuki usia ke-78 tahun.

Potongan tumpeng dan kue kemudian menjadi simbol kebersamaan seluruh personel yang hadir. Momen tersebut sekaligus menggambarkan bahwa perjalanan Polwan tidak hanya dibangun melalui tugas kedinasan, tetapi juga melalui soliditas, kekeluargaan dan dukungan dari seluruh unsur dalam institusi Polri.

Hari Jadi Polwan ke-78 menjadi momentum untuk mengingat bahwa keberadaan Polisi Wanita memiliki peran strategis dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan pendekatan yang humanis, profesional dan penuh empati, Polwan hadir di berbagai lini pelayanan masyarakat.

Mulai dari pelayanan kepada masyarakat, perlindungan perempuan dan anak, kegiatan sosial, hingga pelaksanaan tugas operasional kepolisian, Polwan terus menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam menciptakan rasa aman sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Di jajaran Polres Kutai Kartanegara, semangat tersebut terus dijaga melalui peningkatan profesionalisme, disiplin serta kemampuan personel. Momentum hari jadi juga menjadi pengingat agar setiap tugas yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat.

Usai pemotongan tumpeng dan kue, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta ramah tamah. Kebersamaan yang tercipta menjadi bagian penting dalam memperkuat soliditas dan semangat pengabdian personel Polwan Polres Kukar.

78 tahun Polwan mengabdi, semangatnya tetap sama. Hadir, melindungi dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Dari Seragam hingga Pengabdian, Kapolres Kukar Hadiri Syukuran HUT ke-78 Polwan di Polda Kaltim

Kukar – Perempuan bukan sekadar pelengkap dalam institusi kepolisian. Di balik seragam dan tugas yang diemban, para Polisi Wanita (Polwan) terus menunjukkan bahwa keteguhan, keberanian dan ketulusan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Semangat tersebut terasa dalam Syukuran Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pertemuan Polda Kalimantan Timur, Balikpapan, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara Ny. Bella Khairul, sebagai bentuk dukungan terhadap kiprah dan pengabdian Polwan di jajaran Polda Kaltim.

Syukuran berlangsung khidmat namun penuh kehangatan. Hadir langsung Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim sekaligus Ibu Asuh Polwan Polda Kaltim, Ny. Natasha Endar Priantoro.

Turut hadir Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, beserta ibu, para Pejabat Utama Polda Kaltim serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara diawali sambutan Kapolda Kaltim dan Ibu Asuh Polwan Polda Kaltim. Suasana semakin istimewa ketika penghargaan diberikan kepada sejumlah personel Polwan berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pencapaian mereka dalam menjalankan tugas.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng dan kue, dilanjutkan ramah tamah yang menjadi momentum mempererat kebersamaan keluarga besar Polri.

Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Polwan yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Saat ini, Polda Kaltim memiliki 533 personel Polwan. Menurut Kapolda, angka tersebut bukan sekadar jumlah personel, melainkan menggambarkan keberadaan 533 perempuan yang memiliki peran dan kontribusi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Saat ini Polda Kaltim memiliki 533 personel Polwan. Di balik angka tersebut, ada 533 perempuan hebat yang memberikan dampak positif dan keteladanan,” ujar Irjen Pol. Endar Priantoro.

Sejalan dengan tema Hari Jadi ke-78 Polwan, “One Police Woman, Extraordinary Impact”, Kapolda menekankan bahwa setiap Polwan diharapkan mampu menghadirkan dampak luar biasa melalui tugas, ketulusan dan pengabdiannya.

Apresiasi juga diberikan atas sederet prestasi yang berhasil ditorehkan Polwan Polda Kaltim, mulai dari keterlibatan dalam Misi Perdamaian PBB FPU 7 MINUSCA 2026, prestasi pada UAE SWAT Challenge 2026, kejuaraan bela diri, hingga keberhasilan dalam pengungkapan cepat kasus kejahatan terhadap anak.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Polwan tidak hanya memiliki peran dalam pelayanan masyarakat, tetapi juga mampu tampil di berbagai bidang tugas dengan profesionalisme dan kompetensi yang mumpuni.

Kapolda Kaltim juga berpesan agar seluruh Polwan terus meningkatkan kemampuan, bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial, serta senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme.

“Jadilah Polwan yang tidak hanya disegani karena seragamnya, tetapi juga dihormati karena keteladanan dan dicintai karena ketulusannya. Teruslah menjadi sosok yang hadir memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat,” pesan Kapolda.

Kehadiran Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kukar Ny. Bella Khairul dalam momentum tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap semangat pengabdian Polwan, sekaligus memperkuat kebersamaan keluarga besar Polri di Kalimantan Timur.

HUT ke-78 Polwan bukan sekadar perayaan usia pengabdian, tetapi menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen bahwa setiap langkah Polwan harus mampu menghadirkan “Extraordinary Impact” bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Wakapolres Kukar Hadiri Sertijab Kepala LPKA Tenggarong, Tekankan Sinergi Pembinaan Anak Berhadapan dengan Hukum

Kukar – Tongkat kepemimpinan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tenggarong resmi berganti. Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan dan pendampingan bagi anak-anak yang sedang menjalani proses pembinaan.

Serah terima jabatan dan perkenalan Kepala LPKA Kelas II Tenggarong digelar di Pendopo Etam, Jalan Kartanegara, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, yang mana kehadiran Wakapolres menjadi wujud komitmen Polri dalam memperkuat sinergi lintas instansi, khususnya dalam pembinaan anak yang berhadapan dengan hukum.

Jabatan Kepala LPKA Kelas II Tenggarong diserahterimakan dari Zulhendri, kepada Dat Menda. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.34 WITA hingga 10.35 WITA dan dihadiri sekitar 80 peserta.

Sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait turut hadir, di antaranya perwakilan Bupati Kutai Kartanegara, unsur Kodim 0906/Kutai Kartanegara, Pengadilan Negeri Tenggarong, Kementerian Agama Kukar, Kejaksaan, jajaran pemasyarakatan, Bapas Samarinda, Rutan Samarinda, Rutan Tanah Grogot, serta sejumlah perangkat daerah dan mitra pembinaan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Imigrasi, pembacaan doa, penandatanganan dokumen serah terima jabatan serta penyerahan memori tugas.

Usai rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata kepada pejabat lama, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, ucapan selamat kepada pejabat lama dan pejabat baru, foto bersama serta ramah tamah.

Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra mebgatakan, momentum sertijab tersebut bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembinaan anak merupakan tanggung jawab bersama.

Sinergi antara Polri, LPKA, pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan anak-anak yang pernah berhadapan dengan hukum tidak kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri, menata masa depan dan kembali menjadi bagian positif dari masyarakat.

Patroli Jalan Kaki di Muara: Personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Menyapa dan Berbagi Kepada Warga

PUNCAK JAYA, Papua Tengah – Personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 Sektor Puncak Jaya berjalan kaki menyusuri sejumlah titik di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (31/8/2026). Di tengah patroli, mereka beberapa kali berhenti untuk berbincang dengan warga dan membagikan makanan ringan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Patroli dimulai dari Kulirik Puncak Jaya dan tiba di Distrik Muara. Setibanya personel langsung menyusuri kawasan permukiman dan titik-titik tempat masyarakat beraktivitas.

Pertemuan dengan warga berlangsung sederhana. Personel menyapa masyarakat yang ditemui, menanyakan aktivitas mereka, serta berbincang mengenai kondisi lingkungan sekitar. Beberapa warga kemudian menerima makanan ringan yang dibawa personel.

Bagi warga, pertemuan itu berlangsung singkat di sela aktivitas sehari-hari Mereka. Bagi personel, percakapan tersebut menjadi kesempatan untuk mendengar langsung informasi mengenai keadaan di lingkungan yang mereka lalui.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya dan ditemui dalam patroli menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut.

“Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah datang dan menyapa kami. Kami senang bisa berbicara bersama. Semoga bapak-bapak selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Setelah berbincang, personel kembali melanjutkan patroli menuju titik berikutnya. Aktivitas masyarakat tetap berlangsung seperti biasa tanpa terganggu oleh kegiatan tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan patroli di wilayah operasi perlu disertai dengan komunikasi langsung ketika personel bertemu masyarakat.

“Saat melaksanakan patroli, personel perlu melihat kondisi wilayah secara langsung dan berkomunikasi dengan masyarakat yang ditemui. Dengarkan apa yang disampaikan warga dan tetap jaga sikap selama berinteraksi,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan patroli berjalan kaki memberikan kesempatan kepada personel untuk melihat kondisi lingkungan sekaligus bertemu dengan masyarakat.

“Patroli dengan berjalan kaki membuat personel dapat melihat kondisi lingkungan secara langsung dan bertemu dengan masyarakat. Ketika ada warga yang ditemui, anggota dapat menyapa dan berbincang sesuai situasi di lapangan,” kata Wakaops Damai Cartenz-2026.

Pembagian makanan ringan, dilakukan secara sederhana ketika personel bertemu dengan warga selama patroli.

Setelah menyusuri sejumlah titik di Distrik Muara, personel kembali ke Pos Kulirik Puncak Jaya dan melaksanakan pengecekan. Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan di wilayah yang dipatroli terpantau aman dan aktivitas masyarakat berjalan normal.

Patroli tersebut berlangsung dalam ritme yang sederhana: berjalan menyusuri permukiman, berhenti ketika bertemu warga, berbincang beberapa saat, kemudian kembali melanjutkan perjalanan. Bagi personel, percakapan itu menjadi bagian dari tugas di lapangan; bagi warga, pertemuan singkat tersebut menjadi kesempatan untuk saling menyapa dan berbagi cerita.

Api Mengarah ke Hutan di Pinggir Tol Balsam, Tim Gabungan Terobos Semak hingga 1 Hektare Lahan Berhasil Diselamatkan

Kukar – Kobaran api muncul di tengah semak belukar dan pepohonan kering di sisi Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam), Senin (31/8/2026) sore. Berada sekitar 15 meter dari badan jalan tol, api perlahan merembet ke arah kawasan hutan yang lebih dalam dan berpotensi meluas jika tidak segera ditangani.

Kebakaran terjadi di sekitar KM 49+600B jalur Samarinda menuju Balikpapan, dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 1 hektare.

Begitu mendapat informasi, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Penanganan melibatkan personel Brimob Polda Kaltim, Polsek Samboja, Damkar Samboja, Manggala Agni, Jasa Marga Tol Balsam, Otorita IKN dan UPTD Tahura.

Medan menjadi salah satu tantangan, lokasi sumber api berada cukup jauh dari akses jalan tol dan tertutup semak belukar. Personel bahkan harus membuka jalur menggunakan parang untuk dapat mendekati titik api dan melakukan pemadaman.

Sebanyak 32 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan tersebut. Mereka bekerja bersama memutus rambatan api, melakukan penyemprotan dan memastikan kobaran tidak menjalar lebih jauh ke kawasan hutan.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA. Tim kemudian memastikan kondisi api dan asap telah terkendali serta melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan kondisi medan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman, namun berkat koordinasi dan kerja sama lintas instansi, kebakaran dapat segera dikendalikan.

“Lokasi cukup sulit dijangkau karena sumber api berada di balik semak-semak. Personel harus membuka akses terlebih dahulu agar bisa mendekati titik api. Alhamdulillah, dengan sinergi seluruh tim, api berhasil dipadamkan dan tidak meluas,” ujarnya.

Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama selama kondisi kemarau. Aktivitas kecil yang menjadi sumber api dapat berkembang menjadi kebakaran besar apabila tidak segera ditangani.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin,” tegasnya.
Kebakaran tersebut tidak sampai mengganggu keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi. Hingga berakhirnya penanganan, situasi dalam keadaan aman dan kondusif.

Di balik kobaran api yang nyaris merambat ke dalam hutan, puluhan personel memilih menerobos semak dan bekerja dalam satu barisan. Bukan sekadar memadamkan api, tetapi mencegah satu titik kebakaran berubah menjadi ancaman yang lebih besar bagi lingkungan dan kawasan strategis di sekitar Tol Balsam.

Api Membakar 2 Hektare Lahan Gambut di Tol Balsam, Tim Gabungan Berjibaku hingga Dini Hari

Kukar – Kepulan asap yang terlihat di sisi Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) menjadi tanda bahaya. Kebakaran melanda lahan gambut yang dipenuhi semak belukar di KM 50A, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (31/8/2026) sore.

Kebakaran yang terdeteksi sekitar pukul 16.00 WITA tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Kondisi lahan gambut dan cuaca panas membuat proses pemadaman membutuhkan waktu serta kewaspadaan tinggi agar api tidak kembali menjalar.

Mendapat laporan adanya kepulan asap, personel Polsek Samboja bersama Manggala Agni Samboja Barat dan petugas Jasa Marga langsung bergerak menuju lokasi. Tim tiba sekitar pukul 16.40 WITA dan segera melakukan upaya pemadaman.

Penanganan kemudian diperkuat personel BKO Brimob, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta PMI Samboja. Sebanyak 23 personel gabungan dikerahkan dengan dukungan kendaraan patroli, mobil tangki, ambulans dan peralatan pemadaman lainnya.

Medan lahan gambut yang terbakar menjadi tantangan tersendiri. Tim harus memastikan kobaran api benar-benar terkendali dan tidak meninggalkan titik panas yang dapat kembali memicu kebakaran.

Upaya pemadaman berlangsung berjam-jam. Setelah bekerja hingga melewati tengah malam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WITA, Selasa (1/9/2026).

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan kecepatan dan koordinasi antarinstansi.

“Begitu laporan diterima, personel langsung bergerak bersama unsur terkait. Karena yang terbakar merupakan lahan gambut, pemadaman harus dilakukan secara maksimal untuk memastikan api dan titik panas benar-benar terkendali,” ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan. Kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu indikasi awal yang sedang didalami oleh petugas.

Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api, terutama selama musim kemarau.

“Jangan membakar lahan sembarangan. Jika melihat kepulan asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani sebelum meluas,” tegasnya.

Berkat kerja sama personel Polsek Samboja, BKO Brimob, Manggala Agni, Jasa Marga, MPA dan PMI, kebakaran berhasil dikendalikan. Situasi di sekitar lokasi hingga berakhirnya kegiatan dalam keadaan aman dan kondusif.

Api akhirnya padam setelah perjuangan panjang hingga dini hari. Namun kewaspadaan belum boleh berhenti, sebab lahan gambut yang kering dapat kembali menyimpan bara dan menjadi ancaman jika tidak terus dipantau.

Cegah Api Meluas, Posko Karhutla Muara Leka Perkuat Siaga dan Deteksi Dini

Kukar – Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi kemarau, personel gabungan Polsek Muara Muntai dan Damkar Desa Muara Leka memperkuat kesiapsiagaan melalui piket Posko Karhutla, Senin (31/8/2026).

Kegiatan siaga dilaksanakan mulai pukul 12.00 WITA di Posko Karhutla Desa Muara Leka, Jalan Trans Kalimantan RT 004, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sebanyak lima personel terlibat dalam piket, terdiri dari tiga personel Polsek Muara Muntai, yakni Aiptu Irwan S., Brigpol Widodo N.A. dan Briptu Sapriadi, bersama Ketua Tim Damkar Muara Leka Mecun serta anggota Damkar Karim.

Kesiapsiagaan didukung satu unit mobil pemadam kebakaran Desa Muara Leka, dua unit mesin pompa air (alkon), satu unit kendaraan patroli Polsek Muara Muntai Nissan Navara serta dua unit sepeda motor Bhabinkamtibmas.

Selain menjaga kesiapan personel dan peralatan, petugas juga melakukan pemantauan kondisi lingkungan, menerima informasi masyarakat, mencatat setiap laporan serta melakukan koordinasi cepat dengan unsur terkait apabila ditemukan potensi titik api.

Posko juga berfungsi sebagai pusat komunikasi dan pelaporan. Setiap perkembangan situasi dicatat dalam logbook, sementara sarana komunikasi dipastikan tetap aktif sehingga informasi mengenai potensi Karhutla dapat segera diteruskan kepada tim di lapangan.

Pengecekan peralatan pemadam, kendaraan patroli dan kebutuhan logistik turut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana siap digunakan sewaktu-waktu.

Kapolsek Muara Muntai Iptu Jaelani mengatakan, keberadaan Posko Karhutla menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi kebakaran.

“Semakin cepat informasi diterima dan ditindaklanjuti, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas. Karena itu, kesiapsiagaan personel, sarana dan komunikasi harus terus dijaga,” ujarnya.

Polsek Muara Muntai juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api di lingkungan sekitar.

Kegiatan piket siaga Posko Karhutla Desa Muara Leka berlangsung aman dan lancar sebagai bentuk kesiapan bersama dalam menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari ancaman Karhutla.