Polsek Muara Kaman Bongkar Dugaan Peredaran Sabu di Mess Perusahaan, 17 Paket Diamankan

Kukar — Informasi masyarakat menjadi pintu masuk Unit Reskrim Polsek Muara Kaman mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu di sebuah mess perusahaan di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.

Dalam pengungkapan yang dilakukan pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 00.30 WITA tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial D (25). Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 17 bungkus plastik berisi kristal bening yang diduga sabu dengan berat bruto 2,39 gram.

Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat pada Rabu (2/9/2026) mengenai dugaan aktivitas transaksi narkotika di kawasan Mess Central 1 PT Maju Kalimantan Hadapan (MKH). Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti personel Unit Reskrim Polsek Muara Kaman melalui penyelidikan.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap terduga pelaku dan tempat tinggalnya, polisi menemukan tiga paket yang diduga sabu di dalam kotak rokok. Petugas kemudian menemukan 14 paket lainnya yang disimpan di dalam sebuah dompet kecil berwarna oranye dan diletakkan di dalam karung.

Selain belasan paket yang diduga sabu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lain, di antaranya pipet kaca, alat hisap, korek api, bungkus rokok, telepon genggam, dompet dan karung yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, terduga pelaku mengaku barang tersebut diperoleh dari seorang pria berinisial AS yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi juga masih mendalami dugaan peran pihak lain dalam perkara tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka diproses berdasarkan ketentuan perundang-undangan terkait narkotika. Polsek Muara Kaman selanjutnya mengamankan tersangka dan seluruh barang bukti serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka untuk proses hukum lebih lanjut.

Pengungkapan ini menegaskan bahwa informasi dari masyarakat memiliki peran penting dalam membantu kepolisian mendeteksi dan menindak dugaan peredaran narkotika hingga ke lingkungan permukiman maupun kawasan kerja.

Polsek Muara Kaman mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungannya.

Api Mengancam Lahan Warga di Sanga Sanga, Polisi dan Tim Gabungan Bergerak Cepat

Kukar — Kepulan asap dan kobaran api di lahan warga Jalan Asoka RT 07, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, langsung mendapat penanganan. Polisi bersama TNI, Damkar, BKO Polair Polda Kaltim, pemerintah kelurahan dan relawan bergerak melakukan pemadaman, Minggu (6/9/2026).

Penanganan dimulai sekitar pukul 15.30 WITA setelah titik kebakaran diketahui berada di lahan milik warga dengan luas terdampak diperkirakan ±1 hektare.

Kapolsek Sanga Sanga IPTU Wahid bersama personel Polsek turun langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur gabungan untuk memastikan api dapat dikendalikan serta tidak meluas ke area di sekitarnya.

Upaya pemadaman melibatkan Damkar Kecamatan Sanga Sanga, Relawan Damkar Kelurahan Jawa, lima personel BKO Polair Polda Kaltim, unsur Koramil 0906-04/Sanga Sanga, Babinsa serta pemerintah Kelurahan Jawa.

Berkat penanganan bersama, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Terkait penyebab kebakaran, kepolisian belum menarik kesimpulan. Petugas masih melakukan pengecekan dan pendalaman di lokasi untuk memastikan sumber awal api dan faktor yang memicu terjadinya kebakaran.

Kapolsek Sanga Sanga IPTU Wahid menegaskan, penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memastikan kondisi pascakebakaran tetap aman serta mencegah munculnya kembali titik api.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

Api Membakar 2,5 Hektare Semak Belukar, Polsek Muara Jawa Bergerak Cepat

Kukar — Kobaran api membakar hamparan semak belukar di kawasan Jalan Poros Muara Jawa–Sanga Sanga, Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Minggu (6/9/2026).

Mendapat informasi kebakaran sekitar pukul 12.30 WITA, personel Polsek Muara Jawa langsung bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan unsur gabungan untuk melakukan pemadaman. Api diketahui membakar semak belukar, ilalang hingga ranting-ranting kering dengan luas terdampak diperkirakan mencapai 2,5 hektare.

Penanganan dilakukan secara bersama-sama melibatkan tiga personel Polsek Muara Jawa, lima personel BKO Polda Kaltim, satu personel Koramil Muara Jawa serta warga Muara Kembang. Sejumlah sarana pendukung juga dikerahkan, termasuk mobil patroli Polsek Muara Jawa, kendaraan taktis penanganan Karhutla milik Polda Kaltim dan satu unit mobil pikap warga.

Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh unsur, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WITA. Petugas kemudian tidak langsung meninggalkan lokasi, melainkan melanjutkan proses pendinginan pada sejumlah titik yang masih berpotensi memunculkan api kembali.

Pemantauan juga dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak muncul titik api baru yang dapat mengancam kawasan sekitar.

Kapolsek Muara Jawa IPTU Yoga Fattur Rahman mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat kondisi lahan kering.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Respons cepat, pemadaman, pendinginan hingga pemantauan menjadi langkah Polsek Muara Jawa bersama unsur terkait untuk mencegah kebakaran meluas dan menjaga keselamatan masyarakat.

Tempuh 72 Kilometer, Polsek Kembang Janggut Verifikasi Hotspot di Desa Kelekat

Kukar — Tak mudah menjangkau titik rawan kebakaran di wilayah pelosok. Namun, keterbatasan jarak dan jaringan komunikasi tidak menjadi alasan bagi Polsek Kembang Janggut untuk mengabaikan laporan titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayahnya.

Minggu (6/9/2026), personel Polsek Kembang Janggut bergerak menuju Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap tiga titik hotspot dengan tingkat kepercayaan medium yang terdeteksi melalui satelit NOAA20 dari sumber NASA.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 72 kilometer dari Mako Polsek Kembang Janggut. Tantangan bertambah karena kawasan titik hotspot tidak memiliki jaringan komunikasi seluler.

Setibanya di lokasi, personel melakukan pengecekan langsung, mengambil dokumentasi serta memastikan kondisi lapangan. Dari hasil penanganan, ditemukan adanya lahan terbakar dengan luasan sekitar 0,5 hektare.

Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Kembang Janggut memastikan setiap informasi titik panas tidak berhenti sebatas data satelit, tetapi ditindaklanjuti melalui verifikasi langsung di lapangan.

Kapolsek Kembang Janggut melalui personelnya juga terus mengedepankan deteksi dini dan pemantauan wilayah sebagai langkah pencegahan agar potensi kebakaran tidak berkembang semakin luas.

Kegiatan yang melibatkan empat personel tersebut berlangsung hingga pukul 12.30 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

Cegah Karhutla, Polsek Tenggarong Edukasi Warga Panji Soal Ancaman Pidana

Kukar — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Polsek Tenggarong. Minggu (6/9/2026), personel turun langsung memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada warga di Jalan Anggana, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Tenggarong mengedukasi masyarakat mengenai aturan hukum terkait Karhutla serta mengingatkan bahwa pembakaran hutan maupun lahan secara melawan hukum dapat berujung pada proses pidana.

Polisi juga mengajak warga menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran atau potensi Karhutla.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan kepada Polsek Tenggarong atau Call Center 110 yang siap menerima layanan aduan masyarakat selama 24 jam.

Melalui kegiatan ini, Polsek Tenggarong menegaskan komitmennya untuk mengedepankan langkah pencegahan, edukasi, dan keterlibatan masyarakat guna menekan potensi Karhutla di wilayah hukum Polsek Tenggarong.

Pencarian Tiga Hari Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Belayan Ditemukan

Kukar — Upaya pencarian selama tiga hari terhadap seorang karyawan PT EAS yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Belayan, Desa Long Lalang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, akhirnya membuahkan hasil.

Korban berinisial M (49) ditemukan pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 09.30 WITA di wilayah Desa Penoon, Kecamatan Kembang Janggut, tepatnya di sekitar penyeberangan feri.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (4/9/2026), ketika korban bersama tiga rekan kerjanya berada di tepian Sungai Belayan setelah menyelesaikan pekerjaan memperbaiki pipa Alkon milik perusahaan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, korban bersama tiga rekannya kemudian berenang menyeberangi sungai. Saat berada di bagian tengah sungai, korban diduga mengalami kelelahan dan meminta pertolongan. Ketiga rekannya yang telah berada di tepian seberang berupaya memberikan bantuan, namun korban kemudian terbawa arus dan tenggelam.

Sejak kejadian tersebut, pencarian dilakukan hingga akhirnya korban ditemukan pada hari ketiga.

Polsek Tabang bergerak sejak menerima informasi kejadian. Personel mendatangi lokasi penemuan, melakukan evakuasi korban, serta berkoordinasi dalam penanganan korban dan proses pemeriksaan medis.

Setelah dievakuasi, korban dibawa ke Puskesmas Tukung Ritan untuk dilakukan pemeriksaan dan Visum et Repertum (VER). Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Dalam penanganan kasus ini, kepolisian juga telah membuat laporan serta melakukan langkah-langkah sesuai prosedur. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu menegaskan bahwa kepolisian telah melakukan tindakan sesuai kewenangan, mulai dari mendatangi lokasi, mengevakuasi korban, melakukan pemeriksaan medis, hingga melengkapi administrasi laporan.

Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar aliran Sungai Belayan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi arus dan kedalaman sungai. Keselamatan harus menjadi prioritas, terutama saat melakukan aktivitas di perairan.

Dengan ditemukannya korban, rangkaian pencarian yang berlangsung selama tiga hari tersebut berakhir. Kepolisian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar perairan.

Polri Gerak Cepat Dukung Pemadaman Karhutla Sumsel dengan Formula X-Fire

JAKARTA – Polri terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan. Salah satunya dengan mengirimkan sebanyak 4.000 liter formula pemadam X-Fire untuk mendukung pemadaman karhutla, khususnya di kawasan lahan gambut.

Pengiriman dilakukan melalui Slog Polri pada Minggu (6/9/2026). Sebanyak 200 jerigen berisi formula X-Fire dengan kapasitas masing-masing 20 liter dimuat ke dalam dua unit truk dari Gudang Slog Polri.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengiriman tersebut merupakan bagian dari penguatan dukungan operasional Polri dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

“Polri terus memperkuat dukungan terhadap jajaran di wilayah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya dengan mengirimkan dukungan formula pemadam X-Fire yang akan digunakan untuk membantu penanganan karhutla, terutama pada karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Trunoyudo menjelaskan, sebanyak 4.000 liter formula tersebut diangkut menggunakan dua unit truk. Masing-masing truk membawa 100 jerigen berkapasitas 20 liter atau sebanyak 2.000 liter.

“Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel di lapangan dalam melakukan pemadaman dan pengendalian karhutla, sehingga api tidak semakin meluas dan dapat segera ditangani,” katanya.

Formula X-Fire sebelumnya telah digunakan dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Dalam penerapannya, formula tersebut dicampurkan dengan air dengan komposisi 200 liter formula dan 800 liter air untuk setiap 1.000 liter campuran. Penggunaan formula tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan penggunaan air ketika petugas melakukan pemadaman di medan yang sulit dijangkau.

Selain penggunaan formula pemadam, penanganan karhutla di lahan gambut juga dilakukan dengan teknik penyiraman spiral. Metode tersebut dilakukan dari sisi luar area terbakar secara bertahap menuju titik api utama untuk membantu memutus rambatan api sekaligus mempercepat proses pendinginan.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi antara kesiapan personel, dukungan peralatan, metode pemadaman yang tepat, serta kecepatan dalam merespons setiap titik api. Polri memastikan dukungan tersebut terus diperkuat agar penanganan di lapangan dapat berjalan optimal,” jelas Trunoyudo.

Dua truk pengangkut formula X-Fire tersebut diberangkatkan dari Slog Polri pada Minggu (6/9/2026) sekitar menuju Polda Sumatera Selatan.

Trunoyudo menegaskan, Polri tidak hanya mengedepankan langkah pemadaman, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan agar karhutla tidak terus meluas.

“Upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, pemadaman hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” pungkasnya.

Brimob Polda Metro Jaya Semprot Jalan dan Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau

Jakarta — Satuan Brimob Polda Metro Jaya bergerak cepat mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan mengerahkan personel dan sarana pendukung ke sejumlah wilayah Jakarta, Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi, Minggu (6/9/2026).

Personel Batalyon A, B, C dan D Pelopor dikerahkan untuk melakukan penyemprotan sejumlah ruas jalan menggunakan kendaraan taktis Armored Water Cannon (AWC), sekaligus membagikan masker dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak sebaran abu vulkanik.

Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan dari kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI. Batalyon B menangani jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Sementara Batalyon C menyemprot Jl. RE Martadinata dan Jl. Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan, sedangkan Batalyon D menangani Jl. Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

AWC berkapasitas 6.000 liter air digunakan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Di sejumlah lokasi, personel juga membagikan masker kepada warga serta menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar masyarakat tetap tenang, menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat jajaran untuk membantu mengurangi dampak sebaran material vulkanik sekaligus melindungi masyarakat.

“Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker, menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah,” ujar Henik.

Warga juga diminta membatasi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi di sekitar. Personel Brimob turut mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi resmi pemerintah dan instansi terkait mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau.

Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang terdampak abu. Satbrimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan dukungan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan serta kenyamanan warga di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Sidokkes Polresta Bandara Soetta Berikan Pelayanan Kesehatan dan pemberian masker kepada Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

TANGERANG — Dalam rangka memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Sidokkes Polresta Bandara Soekarno-Hatta melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pelayanan medis kepada penumpang serta pengguna jasa bandara yang mengalami penundaan keberangkatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (6/9/2026) mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai, dengan menyasar area Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gangguan operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dalam kegiatan tersebut, personel Sidokkes melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan tekanan darah, kepada penumpang maupun pengguna jasa bandara. Petugas juga memberikan masker serta imbauan untuk menggunakan masker, khususnya sebagai langkah perlindungan terhadap paparan abu vulkanik.

Selain itu, personel memberikan vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan kepada penumpang maupun pengguna jasa yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan oleh Kasidokkes Polresta Bandara Soetta Penata Tk. I Dedy Kurniawan, S.Kep., bersama personel Sidokkes, dengan didukung anggota Satlantas Polresta Bandara Soetta dan anggota Pospol Bandara Soetta.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa dalam situasi gangguan penerbangan akibat faktor alam, keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.

“Polresta Bandara Soekarno-Hatta berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengamanan kepada masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, kami mengimbau seluruh penumpang untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, menggunakan masker, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang maupun pengelola bandara.”

Kapolresta juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan situasi melalui sumber resmi.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Utamakan keselamatan, ikuti petunjuk petugas di lapangan, dan manfaatkan pelayanan kesehatan yang disediakan apabila membutuhkan bantuan,” tambahnya.

Sementara itu, BMKG pada Minggu (6/9/2026) melaporkan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap atmosfer serta keselamatan penerbangan. Kondisi operasional bandara dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Bandara Soekarno-Hatta memastikan kehadiran personel tidak hanya dalam aspek pengamanan dan kelancaran pelayanan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan, keselamatan, dan kebutuhan masyarakat yang terdampak situasi darurat di lingkungan bandara.

Waspadai Paparan Abu Vulkanik, Kapolres Metro Depok Bersama Polwan Bagikan Masker kepada Masyarakat

Depok — Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Dr. Christian Rony Putra bersama personel Polwan membagikan masker kepada pengguna jalan dan penumpang angkutan umum di kawasan Simpang Margonda, Depok, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polres Metro Depok terhadap kesehatan warga, menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai wilayah Depok.

Kombes Rony mengatakan, pembagian masker menjadi langkah antisipasi agar masyarakat tetap terlindungi saat beraktivitas di luar ruangan.

“Kami membagikan masker karena udara dari Gunung Anak Krakatau sampai ke wilayah ini. Jadi, kita perlu mengantisipasi dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan,” ujar Kombes Rony.

Aksi simpatik tersebut juga akan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik strategis. Selain itu, Dokkes Polres Metro Depok disiagakan di Poliklinik Polres untuk memberikan pelayanan awal apabila ada warga yang membutuhkan pemeriksaan.

“Masyarakat Depok dan sekitarnya tidak perlu panik. Tetap jaga kesehatan, gunakan masker, dan mulai peduli dari diri sendiri. Untuk anggota, kami juga wajibkan menggunakan masker saat bertugas,” pungkas Kombes Rony.