Polri Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kesatuan

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan sekaligus menjamin ruang demokrasi bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Menjelang rencana penyampaian aspirasi masyarakat, Polri mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan serta mengedepankan cara-cara yang damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun demikian, pelaksanaannya diharapkan tetap menjunjung tinggi ketertiban dan tidak mengganggu hak masyarakat lainnya.

“Polri menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi. Namun, mari kita bersama-sama memastikan penyampaian aspirasi tersebut dilakukan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, dinamika demokrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, perbedaan pandangan maupun penyampaian aspirasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan.

“Persatuan dan kesatuan adalah modal utama bangsa. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi kepentingan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap menjadi semangat kita bersama,” katanya.

Irjen Pol. Johnny juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya informasi yang berpotensi memicu kekhawatiran atau memperkeruh situasi menjelang kegiatan penyampaian aspirasi.

Polri, kata dia, akan menjalankan tugas pelayanan masyarakat secara profesional dengan mengedepankan pendekatan humanis. Pelayanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman, sekaligus menjamin penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara tertib.

“Polri hadir untuk menjaga seluruh kepentingan masyarakat. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif, menghormati hak satu sama lain, serta tidak memberikan ruang bagi tindakan yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas,” jelasnya.

Ia menambahkan, kedewasaan dalam berdemokrasi perlu terus diperkuat dengan mengedepankan dialog, penghormatan terhadap perbedaan, serta komitmen menjaga ketertiban bersama.

“Melalui semangat persatuan dan kedewasaan berdemokrasi, kita berharap setiap aspirasi dapat disampaikan dengan baik tanpa mengorbankan keamanan, ketertiban, dan persaudaraan sesama anak bangsa,” pungkas Irjen Pol. Johnny.

Tokoh Pemuda Papua Apresiasi Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz, Ajak Generasi Muda Jaga Kedamaian

JAYAPURA, Papua – Tokoh Pemuda Papua, Marco Buefar, mengapresiasi pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 dalam menjaga keamanan di Tanah Papua. Ia menilai upaya pengamanan yang dilakukan aparat dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama di wilayah yang masih menghadapi potensi gangguan keamanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Marco Buefar di Abepura, Kota Jayapura, Rabu (26/8/2026). Menurutnya, terciptanya keamanan dan kedamaian di Papua tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dalam menjaga keamanan di Tanah Papua. Kami mendukung penuh pelaksanaan operasi ini karena kehadiran personel di tengah masyarakat dapat memberikan rasa aman dan nyaman, khususnya bagi warga yang berada di wilayah rawan gangguan keamanan,” ujar Marco.

Marco menilai komunikasi dan interaksi antara aparat keamanan dengan masyarakat juga penting dalam mendukung terciptanya situasi yang kondusif. Menurutnya, ruang komunikasi yang terbuka dapat membantu masyarakat menyampaikan berbagai persoalan sekaligus memberikan informasi mengenai kondisi keamanan di lingkungan mereka.

Ia menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat. Tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta generasi muda memiliki peran dalam menjaga hubungan sosial dan mencegah munculnya konflik di lingkungan masing-masing.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, khususnya generasi muda Papua, untuk bersama-sama bergandengan tangan menjaga rumah kita bersama, yaitu Tanah Papua. Mari kita menjaga kedamaian dan menjauhkan Papua dari segala bentuk kekerasan serta konflik bersenjata,” katanya.

Marco secara khusus mengajak generasi muda Papua untuk mengambil peran positif dalam menjaga persatuan. Ia meminta pemuda tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan dapat memperkeruh hubungan antarmasyarakat.

“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi dengan menjaga persatuan, mengedepankan dialog, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu konflik,” ujarnya.

Menurut Marco, lingkungan yang aman akan memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan sosial dan ekonomi. Karena itu, menjaga keamanan dan kedamaian dinilai sebagai bagian penting dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Ia berharap kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan dapat terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati. Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, Marco optimistis Tanah Papua dapat terus bergerak menuju kondisi yang lebih aman, damai, dan sejahtera.

Polri Berangkatkan 403 Personel Satgas Edukasi Karhutla Hari Ini

Jakarta – Polri mengerahkan 403 personel Satgas Penyuluhan dan Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ke delapan wilayah Polda sebagai langkah memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat.

Pemberangkatan Satgas Edukasi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI kepada Kapolri untuk memperkuat langkah pencegahan Karhutla, khususnya melalui penyuluhan dan pemberian pemahaman kepada masyarakat di wilayah rawan kebakaran.

Delapan wilayah yang menjadi lokasi penugasan meliputi Polda Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si., mengatakan ratusan personel tersebut akan diberangkatkan secara bertahap mulai hari ini dan selanjutnya ditempatkan sesuai kebutuhan serta kondisi di masing-masing wilayah.

“Sebanyak 403 personel kita dorong ke delapan Polda untuk melaksanakan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden agar Polri memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat,” ujar Komjen Pol. Panca dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/8/2026).

Menurutnya, pelaksanaan tugas Satgas Edukasi akan dikoordinasikan oleh masing-masing Polda. Personel nantinya akan bekerja dalam tim dan didampingi personel kewilayahan untuk memberikan edukasi di berbagai lokasi yang membutuhkan penguatan langkah pencegahan Karhutla.

“Kami berharap, selain langkah penegakan hukum, upaya pencegahan melalui edukasi ini dapat berjalan secara terintegrasi. Berdasarkan evaluasi, salah satu penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah faktor kelalaian manusia. Karena itu, masyarakat perlu terus diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencegah terjadinya Karhutla,” jelasnya.

Kalemdiklat Polri menambahkan, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan kesehatan, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga berdampak lebih luas terhadap hubungan antarwilayah dan internasional.

Dalam pelaksanaan tugasnya, personel Satgas telah dibekali berbagai sarana edukasi, termasuk perangkat presentasi, laptop, layar, serta materi sosialisasi berupa brosur dan flyer. Materi tersebut akan disebarluaskan dan ditempatkan di sejumlah ruang publik untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, dampaknya, serta ketentuan hukum yang mengatur larangan pembakaran hutan dan lahan.

“Para siswa dari jajaran Lemdiklat Polri ini juga kami harapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah mereka terima dengan turun langsung ke masyarakat. Tujuannya agar masyarakat memahami arti penting menjaga kelestarian lingkungan dan bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing,” tutur Komjen Pol. Panca.

Dari total 403 personel, sebanyak delapan personel merupakan pendamping, sementara 395 lainnya merupakan peserta didik dari program S2 STIK, Setukpa, dan Sespimma.

Personel tersebut akan disebar ke delapan Polda dengan jumlah terbesar ditempatkan di Polda Kalimantan Barat sebanyak 79 personel. Selain itu, Polda Kalimantan Tengah dan Polda Riau masing-masing menerima 49 personel, Polda Sumatera Selatan dan Polda Jambi masing-masing 48 personel, serta Polda Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara masing-masing 38 personel.

Melalui pengerahan Satgas Edukasi ini, Polri berharap upaya pencegahan Karhutla dapat semakin diperkuat melalui keterlibatan aktif masyarakat, sehingga potensi kebakaran dapat diminimalisir sejak dini.

Di Kali Samabuasa, Patroli Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Diwarnai Dialog dan Jual Beli Hasil Bumi Warga

Nabire — Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 Sektor Nabire melaksanakan kegiatan patroli dan humanis bersama masyarakat di kawasan Kali Samabuasa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat dengan masyarakat setempat.

Kegiatan dipimpin oleh Dansektor IPTU Ari Wiyono. Personel melaksanakan patroli sekitar Kali Samabuasa serta memantau aktivitas masyarakat secara langsung. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi wilayah sekaligus memastikan situasi keamanan tetap dalam keadaan kondusif.

Selain melaksanakan patroli, personel juga membangun komunikasi dengan masyarakat setempat. Dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan, personel menyapa warga, berbincang mengenai kondisi lingkungan, membeli hasil bumi, serta mendengarkan berbagai informasi dan masukan terkait situasi kamtibmas di sekitar Kali Samabuasa.

Salah seorang warga yang ditemui personel yaitu Mama Deki mengapresiasi kehadiran aparat yang secara langsung menyambangi masyarakat dan berkomunikasi dengan warga. Menurutnya, pendekatan seperti itu membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan aparat keamanan dan memberikan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami senang karena anggota datang dan berbicara langsung dengan masyarakat. Kami bisa menyampaikan kondisi di lingkungan dan saling mengingatkan untuk menjaga keamanan bersama. Kehadiran seperti ini membuat kami merasa diperhatikan,” ujar Mama Deki.

Dalam kesempatan itu, personel Satgas juga menyampaikan imbauan secara humanis kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di lingkungan masing-masing. Masyarakat diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta segera menyampaikan kepada aparat apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan observasi dan pendekatan humanis merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan di wilayah Papua.

“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat. Melalui kegiatan observasi dan komunikasi secara langsung, personel dapat mengetahui kondisi di lapangan sekaligus membangun kepercayaan dengan masyarakat. Kami berharap hubungan yang baik ini terus dijaga demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Menurutnya, kehadiran personel di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan untuk melakukan pemantauan wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan sikap humanis diharapkan semakin memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa observasi wilayah dan kegiatan humanis akan terus dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Personel di lapangan kami dorong untuk tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Informasi dari masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan. Dengan komunikasi yang terbuka dan hubungan yang baik, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diketahui dan ditangani sejak dini,” kata Wakaops Damai Cartenz-2026.

Wakaops juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat menimbulkan keresahan di lingkungan. Menurutnya, keamanan dan kedamaian di wilayah Papua dapat terwujud apabila aparat dan masyarakat terus membangun kerja sama serta saling menjaga.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di kawasan Kali Samabuasa terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan patroli dan pendekatan humanis tersebut menjadi bagian dari komitmen Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga keamanan sekaligus membangun kedekatan dan kepercayaan bersama masyarakat Papua.

Gerak Cepat Polsek Tenggarong Seberang Padamkan Kebakaran TPA Sampah di Sumber Rejo

Kukar – Jajaran Polsek Tenggarong Seberang bersama TNI, pemadam kebakaran, BPBD dan relawan bergerak cepat menangani kebakaran di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah warga di RT 34, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (25/8/2026) sore.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovas bersama tujuh personel langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk melakukan pemadaman.

Api membakar tumpukan sampah rumah tangga serta ilalang dan rumput kering di lahan eks PT Kitadin. Area yang terdampak diperkirakan berukuran sekitar 50 meter x 50 meter.

Dugaan sementara, kebakaran bermula dari tumpukan sampah kering dan ilalang di sekitar lokasi yang kemudian terbakar. Kondisi material yang mudah terbakar menyebabkan api dengan cepat merambat ke tumpukan sampah lainnya.

Proses pemadaman dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Tenggarong Seberang, Koramil, PMK Tenggarong Seberang, PMK Tenggarong, BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara serta Relawan Balakar Tenggarong Seberang. Petugas menggunakan kendaraan pemadam, mesin pompa air dan peralatan pemadaman manual.

Berkat kesigapan dan sinergi seluruh unsur, api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sekitar pukul 18.20 WITA. Petugas kemudian melakukan pendinginan pada sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Pihak Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

Gerak Cepat Polsek Samboja Tangani Karhutla di Lahan Gambut Dekat Ruas Tol Balsam

Kukar – Jajaran Polsek Samboja bersama TNI, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan pihak pengelola jalan tol bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di lahan gambut berupa semak belukar di RT 005, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (25/8/2026).

Kebakaran diketahui sekitar pukul 13.00 WITA setelah masyarakat melaporkan adanya kepulan asap pekat dari kawasan lahan gambut yang berada di sekitar ruas Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam).

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Samboja bersama Koramil Samboja, Damkarmatan Kecamatan Samboja dan MPA langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan gambut yang terbakar diperkirakan mencapai ±5 hektare. Kondisi lahan yang kering dan didominasi semak belukar membuat api berpotensi cepat meluas sehingga penanganan dilakukan secara intensif.

Dalam proses pemadaman, petugas didukung satu unit mobil Damkarmatan Kecamatan Samboja, satu unit mobil pembawa tandon air berkapasitas 1 ton dari Wanariset Samboja serta satu unit mobil tangki dari Jasa Marga Tol Balsam.

Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan secara bersama-sama, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.20 WITA. Petugas kemudian memastikan kondisi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kondisi cuaca ekstrem dan kering di wilayah Samboja Barat, namun kepastian penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jika menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujarnya.

Polsek Tenggarong Tinjau dan Pastikan Lahan Terbakar di Mangkurawang Berhasil Dipadamkan

Kukar – Jajaran Polsek Tenggarong bersama petugas pemadam kebakaran bergerak cepat menangani kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Jaong 2, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (25/8/2026).

Berdasarkan informasi petugas dilapangan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai ±2 hektare. Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga tidak berdampak terhadap masyarakat maupun bangunan di sekitarnya.

Setelah menerima informasi, personel Polsek Tenggarong yakni Aiptu Nanang, Aipda Roni A. dan Briptu Ilham bersama 10 personel pemadam kebakaran langsung melakukan penanganan di lokasi.

Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WITA. Personel Polsek Tenggarong kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi pascakebakaran dan melakukan pengecekan terhadap potensi munculnya kembali titik api.

Hasil pengecekan menunjukkan area yang terbakar dalam kondisi aman dan api telah padam. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca kering, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

Respon Cepat Polsek Samboja Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Lahan Gambut Wonotirto

Kukar – Jajaran Polsek Samboja bersama TNI, Damkarmatan, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (25/8/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.00 WITA tersebut melanda lahan gambut berupa semak belukar dengan luas area yang terbakar diperkirakan mencapai ±4 hektare. Kepulan asap pekat yang terlihat dari lokasi membuat masyarakat segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait.

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Samboja bersama Koramil 0906-06/Samboja, Damkarmatan Kecamatan Samboja, MPA dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Dengan menggunakan satu unit mobil Damkarmatan, mesin pompa air serta 12 gulung selang pemadam, tim gabungan melakukan penyemprotan dan pendinginan di area yang terbakar. Kondisi lahan gambut menjadi perhatian karena api berpotensi kembali muncul apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.

Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh pihak, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WITA. Petugas kemudian memastikan kondisi lokasi tetap aman untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kecamatan Samboja, namun kepastian penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Respons cepat masyarakat sangat membantu dalam penanganan Karhutla. Kami mengajak seluruh warga untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca kering,” ujarnya.

Dalam penanganan tersebut, sebanyak 19 personel dari unsur TNI, Polri, Damkarmatan, MPA dan masyarakat terlibat langsung.

Cegah Karhutla di Cagar Alam, Polsek Muara Kaman Bersama BKSDA dan Manggala Agni Gencarkan Patroli

Kukar – Jajaran Polsek Muara Kaman bersama Koramil, BKSDA, Manggala Agni dan masyarakat terus memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Cagar Alam, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Patroli yang dilaksanakan pada Selasa (25/8/2026) mulai pukul 10.00 WITA tersebut menyasar wilayah Desa Liang Buaya, Desa Tunjungan hingga Desa Muara Kaman.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya nelayan, agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran.

Petugas juga menemukan sejumlah titik kebakaran di sekitar pinggir sungai Desa Tunjungan dan Desa Liang Buaya. Tim langsung melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala.

Berdasarkan hasil pemantauan dilapangan tepatnya di Desa Tunjungan, lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,2 hektare, sedangkan di Desa Liang Buaya sekitar 0,25 hektare. Kedua lokasi berada di sekitar pinggir sungai.

Patroli kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 1,2 kilometer di kawasan Danau Desa Liang Buaya untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi meluas ke kawasan cagar alam.

Kondisi kawasan saat ini menjadi perhatian petugas karena sebagian tanah dan anak sungai yang mengarah ke kawasan cagar alam mengalami kekeringan. Sementara itu, kondisi satwa di kawasan cagar alam dilaporkan tidak terdampak langsung akibat kebakaran.

Kapolsek Muara Kaman Iptu Herwin menegaskan bahwa patroli akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kawasan cagar alam dari ancaman Karhutla.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian bersama,” ujarnya.

Gerak Cepat Polsek Tenggarong Seberang Bersama Tim Gabungan, Tangani Kebakaran Lahan di Km 9.700

Kukar – Polsek Tenggarong Seberang bersama tim gabungan bergerak cepat menangani kebakaran lahan yang terjadi di Km 9.700 Jalur Dua Tenggarong–Samarinda, tepatnya di RT 16 Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 12.05 WITA.

Mendapat informasi terkait kebakaran tersebut, Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Rizky Tovas bersama delapan personel langsung mendatangi lokasi dan memimpin upaya pemadaman serta berkoordinasi dengan unsur terkait.

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel Koramil, PMK Tenggarong Seberang, Relawan Balakar Tenggarong Seberang, PMK Tenggarong dan BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara. Petugas menggunakan kendaraan pemadam, mesin pompa air serta peralatan pemadaman manual untuk mengendalikan kobaran api.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kebakaran diduga berawal dari tumpukan ban mobil bekas dan semak yang telah mengering. Kondisi cuaca yang panas dan kering menyebabkan api dengan cepat merambat ke area di sekitarnya.

Lahan yang terdampak diperkirakan memiliki luas sekitar 89 meter x 30 meter, dengan objek yang terbakar berupa semak belukar, ilalang, ranting serta material kering lainnya.

Berkat kesigapan dan sinergi seluruh unsur, api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lainnya. Petugas kemudian melakukan pendinginan pada sejumlah titik yang masih berpotensi menimbulkan api kembali serta melaksanakan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Rizky Tovas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.