Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat, Wujud Komitmen Polri Dorong Kreativitas dan Inovasi

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar kegiatan bertajuk Apresiasi Kreasi “Polri untuk Masyarakat” di Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

Kegiatan ini menjadi momentum Polri untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat maupun satuan kerja Polri yang menghasilkan karya, inovasi, dan prestasi melalui berbagai bidang perlombaan. Selain memberikan apresiasi, kegiatan ini juga dirancang untuk mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi berkelanjutan, memperkuat citra positif Polri yang Presisi, serta meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai prestasi, inovasi, dan pengabdian yang lahir dari kolaborasi Polri bersama masyarakat.

“Apresiasi dan kreasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan ruang untuk mempertemukan prestasi, inovasi, maupun pengabdian yang lahir dari kegiatan yang dilakukan bersama-sama antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Polri memberikan penghargaan kepada para pemenang dari puluhan kategori lomba yang melibatkan berbagai bidang, mulai dari kreativitas dan komunikasi publik, pembinaan potensi masyarakat, ketahanan pangan, perlindungan anak dan masyarakat, hingga pemanfaatan ruang digital dan kreativitas generasi muda.

Khusus bidang kreasi dan komunikasi publik yang diselenggarakan Divhumas Polri, terdapat berbagai kategori seperti cerpen, melukis difabel, cipta lagu, TikTok, mendongeng, fotografi, video edukasi, infografis, artikel jurnalistik, dan animasi AI. Sementara itu, sejumlah kategori lainnya mencakup Mobile Legends: Bang Bang, Character Defile, KOL (Influencer) Hunt, Capture the Flag, Kampung Bebas dari Narkoba, hingga kearifan lokal dan kebersihan.

Trunoyudo mengatakan, keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi perhatian penting Polri, khususnya dalam membuka ruang kreativitas bagi generasi Z dan Alpha yang akan menjadi bagian penting dari Generasi Emas Indonesia 2045.

“Bapak Kapolri hari ini memberikan awarding. Tentu hal ini menjadi satu rangkaian yang bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan pertemuan atau mempertemukan ruang bagi prestasi, inovasi, maupun pengabdian,” katanya.

Ia menegaskan, Polri akan terus memberikan penghargaan terhadap karya dan prestasi terbaik sebagai bentuk komitmen untuk mendorong kreativitas serta inovasi yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan apresiasi dan kreasi ini, Polri akan terus memberikan penghargaan atas karya dan prestasi terbaik untuk mendorong lahirnya kreativitas serta inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat, serta mempererat hubungan Polri dengan seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Pakar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Prof. Dr. Seto Mulyadi. Ia menilai komitmen Polri dalam melibatkan dan memberikan ruang kepada anak-anak melalui kegiatan kreatif merupakan langkah positif untuk membangun kedekatan antara polisi dengan generasi muda.

“Intinya adalah agar polisi tidak ditakuti oleh anak-anak; polisi menjadi sahabat anak, polisi bisa menanamkan karakter yang baik, dalam hal ini adalah akhlak mulia dan sebagainya kepada anak-anak,” kata Seto.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Aris Adi Leksono. Menurutnya, pemberian penghargaan melalui berbagai lomba dapat memotivasi anak untuk terus tumbuh, berkembang, dan berkreasi sesuai minat serta bakatnya.

“Saya kira ke depan apresiasi untuk anak-anak perlu diberi ruang yang lebih luas lagi dengan berbagai macam mata lomba dan seterusnya, sehingga memberikan ruang bagi anak untuk terus berkreasi berdasarkan minat dan bakatnya sesuai dengan tumbuh kembang mereka,” ujar Aris.

Ia pun mengapresiasi langkah Polri yang memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kreatif sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Generasi Emas Indonesia.

Polisi bagi Anak-Anak: Hadir, Menolong, Melindungi

Jakarta – Tiga anak menyampaikan pandangan sederhana namun bermakna tentang sosok polisi saat berkesempatan berdialog dan mendongeng di hadapan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Selasa (11/8/2026).

Melalui tiga cerita berbeda, Faiha Samaira Khansa, Violina Firdausa, dan Gilang menggambarkan polisi dari sudut pandang yang dekat dengan kehidupan anak-anak: sosok yang memberikan pertolongan ketika menghadapi kesulitan, menghadirkan rasa aman, serta dapat dipercaya ketika membutuhkan perlindungan.

Faiha mengangkat perubahan pandangan seorang anak yang semula takut kepada polisi hingga akhirnya merasa aman setelah mendapat pertolongan. Pesan tersebut menunjukkan bahwa kedekatan dan tindakan nyata dapat mengubah rasa takut menjadi kepercayaan.

“Pak Polisi itu bukan untuk ditakuti. Pak Polisi tugasnya menjaga kita semua agar selamat di jalan raya,” ujar Faiha.

Sementara itu, Vio memaknai polisi melalui keberanian dan kepedulian terhadap sesama. Melalui tokoh anak perempuan yang bercita-cita menjadi polisi, ia menunjukkan bahwa keberanian bukan hanya tentang kekuatan, tetapi juga kemauan untuk menolong orang lain. Vio sendiri dengan mantap menyampaikan cita-citanya untuk menjadi polisi.

Adapun Gilang menempatkan polisi sebagai sosok yang dapat dipercaya ketika seorang anak berada dalam kesulitan. Ceritanya juga membawa pesan mengenai perlindungan anak dan pentingnya edukasi keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Ketiga cerita tersebut memperlihatkan satu pesan penting: bagi anak-anak, citra polisi terbentuk dari pengalaman dan tindakan yang mereka rasakan secara langsung. Kehadiran, kepedulian, serta cara polisi memperlakukan masyarakat menjadi dasar tumbuhnya rasa aman dan kepercayaan.

Kapolri pun tidak hanya mendengarkan cerita mereka, tetapi turut berbincang mengenai sekolah, keluarga, dan cita-cita masing-masing. Saat mengetahui ibunda Vio sedang sakit, Kapolri menyampaikan doa agar segera diberikan kesembuhan sekaligus memberikan semangat kepada ketiganya untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Momen tersebut menunjukkan pentingnya membangun hubungan Polri dengan anak-anak melalui pendekatan yang humanis dan penuh perhatian. Sebab, kepercayaan terhadap polisi tidak hanya dibangun ketika seseorang telah dewasa, tetapi dapat tumbuh sejak dini melalui pengalaman positif bersama anggota Polri.

Polwan Ditresnarkoba dan Bhayangkari Kaltim Berbagi, Salurkan Bantuan kepada Warga di Sepinggan Baru

Balikpapan – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Polwan Ditresnarkoba Polda Kaltim bersama Bhayangkari Daerah Kaltim melalui kegiatan Polwan Polda Kaltim dan Bhayangkari Berbagi di Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua RT 50, Jalan Mukmin Faisal, tersebut menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada 60 warga penerima manfaat.

Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan warga yang menerima. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan membangun kemitraan antara Polri dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan tersebut dimanfaatkan personel Polwan dan Bhayangkari untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat melalui pendekatan humanis. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan serta kedekatan masyarakat dengan Polri.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Polwan Ditresnarkoba Polda Kaltim bersama Bhayangkari berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Polda Kalteng Masuk Lima Besar Kompolnas Awards 2026, Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Kamtibmas

Palangka Raya – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menjalani visitasi ke Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangkaian penilaian Kompolnas Awards 2026, Senin (10/8/2026). Menyusul Polda Kalteng yang menjadi salah satu dari lima Polda yang masuk nominasi terbaik dari 34 Polda di Indonesia.

Visitasi yang berlangsung di Aula Arya Dharma Polda Kalteng tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, jajaran Forkopimda, pejabat utama Polda Kalteng, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan visitasi Kompolnas Awards 2026. Menurutnya, capaian Polda Kalteng masuk lima besar nasional merupakan hasil dari kerja sama yang terus dibangun antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, Forkopimda dan masyarakat.

“Kami menyambut baik dan bangga atas Visitasi Penilaian Penghargaan Kompolnas ini,” tutur Agustiar.

Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan di Kalimantan Tengah. Peran kepolisian, kata Agustiar, juga diperlukan dalam mendukung berbagai program pemerintah serta menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.

Salah satunya terlihat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas Dr. Yusuf Warsyim mengatakan Polda Kalteng masuk dalam lima besar nominasi Kompolnas Awards 2026 setelah melalui tahapan penilaian sebelumnya. Visitasi dilakukan untuk memastikan capaian yang disampaikan dalam dokumen benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Polda Kalimantan Tengah untuk tahun 2026 ini merupakan Polda masuk lima besar Kompolnas Award tahun 2026 dari 34 Polda,” kata Yusuf.

Yusuf menjelaskan, visitasi tidak hanya diarahkan untuk memeriksa kesesuaian data dan dokumen, tetapi juga melihat secara langsung implementasi kinerja, inovasi pelayanan publik, tata kelola organisasi serta dampak pelaksanaan tugas kepolisian terhadap masyarakat.

“Yang kedua, kami memvalidasi. Baru yang ketiga, penilaian secara khusus untuk apa dan bagaimana peran Polda Kalimantan Tengah di dalam pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam proses penilaian, Kompolnas melihat sejumlah aspek yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, meliputi manusia, kesejahteraan, lingkungan, kemitraan dan kedamaian.

Aspek tersebut antara lain mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan publik, dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, penanganan persoalan lingkungan seperti karhutla, penguatan kerja sama lintas instansi, hingga upaya menjaga toleransi dan mencegah konflik di tengah masyarakat.

Selain Polda Kalteng, tim Kompolnas juga akan melakukan visitasi terhadap nominator lainnya di wilayah Kalimantan Tengah, yakni Polres Barito Selatan pada kategori perseorangan dan Polres Kotawaringin Barat pada kategori Polres B.

Visitasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kompolnas memastikan kesesuaian antara hasil penilaian tahap awal dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk memverifikasi inovasi dan praktik baik yang dijalankan jajaran kepolisian.

Bagi Polda Kalteng, proses tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan karakteristik wilayah yang luas dan masyarakat yang beragam, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan Kalimantan Tengah.

Sembilan Anggota Polres Kukar Jalani Sidang Perkawinan di Mapolres Kukar

Kukar – Sebanyak sembilan anggota Polres Kutai Kartanegara (Kukar) jalani sidang pembinaan perkawinan dari Badan Pembantu Penasehat Perkawinan, Perceraian Rujuk (B4PR), Senin (10/8/2026), bertempat di Ruang Catur Prasetya Mapolres Kutai Kartanegara.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar melalui Kabag SDM Kompol Suwarno mengatakan, sidang B4PR adalah sidang untuk pemberian izin nikah pada anggota Polres Kutai Kartanegara yang akan melaksanakan pernikahan.

“Sidang Nikah ini wajib dilaksanakan bagi seluruh personil Polri beserta calon pasanganya yang akan melangsungkan pernikahan, karena merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk melangsungkan pernikahan,” kata Kompol Suwarno.

Kompol Suwarno menyampaikan, sidang ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan anggota Polri dan pasangan wanitanya, untuk melakukan pernikahan dengan anggota Polri mengingat tugas dan tanggung jawab Polri yang sangat berat.

“Sidang ini untuk pemberian izin nikah dari pimpinan kepada setiap anggota Polres Kutai Kartanegara yang akan melaksanakan pernikahan, dan sidang ini wajib dilaksanakan bagi seluruh personil beserta calon pasangannya, karena merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh kedua calon untuk kelengkapan berkas pengajuan pernikahan di KUA,” jelas Kabag SDM.

Diketahui dalam sidang itu, dihadirkan kedua orang tua dari masing-masing calon. Ini dimaksudkan agar para orang tua mengetahui dan memberikan persetujuan kepada putra dan putrinya yang akan melaksanakan pernikahan dengan pasangannya masing-masing.

Adapun pasangan calon pengantin yang melaksanakan sidang BP4R pernikahan masing-masing, Bripka Danar Setyo Jabatan Banit Reskrim Polsek Sangasanga dengan pasangan calon Arianti Diana, Briptu Ali Akbar Jabatan Bhabinkamtibmas Polsek Kenohan dengan pasangan calon Adela Lestari, Briptu Ryan Wahyu Saputra Jabatan Banit Dalmas Sat Samapta dengan pasangan calon Kholifatul Nikmah, Bripda Rahul Jabatan Ba Sihumas dengan pasangan calon Bripda Megi Kurnia Jabatan Banit 4 Satreskrim.

Selanjutnya, Bripda Muhammad Alif Husaini Jabatan Ba Polres Kukar dengan pasangan calon Farah Nabila Nur Azizah, Bripda Guwanda Gafar Jabatan Ba Satreskrim dengan pasangan calon Wuri Fatiha Sari, Bripda Edenza Bitakavi Jabatan Ba Sium dengan pasangan calon Tasya Nabila Meylani, Bripda Achmad Firangga Jabatan Ba Polsek Tabang dengan pasangan calon Farizah Maghfiroh dan yang terkahir Bripda Mohamad Hikmal Husain Jabatan Ba Polsek Tabang dengan pasangan calon Ayu Tri Suryaningsih.

Jelang HUT ke-81 RI, Kapolsek Loa Kulu Dorong Pelestarian Seni dan Budaya di Desa Sumber Sari

Kukar – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polsek Loa Kulu mendorong penguatan kebersamaan masyarakat melalui kegiatan seni dan budaya. Salah satunya dengan rencana pagelaran kesenian serta pengenalan tradisi Festival Seribu Tumpeng di Kecamatan Loa Kulu.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto saat melaksanakan silaturahmi bersama Pemerintah Desa Sumber Sari dan pelaku seni di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat sekaligus membahas rencana kegiatan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di wilayah Kecamatan Loa Kulu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Intelkam Polsek Loa Kulu Aiptu Filman Ardiansyah, Bhabinkamtibmas Desa Sumber Sari Brigpol Eko Heryanto, Kepala Desa Sumber Sari Sutarno, serta pelaku seni Gunawan.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Hari Supranoto menyampaikan bahwa pagelaran kesenian dan upaya pelestarian budaya membutuhkan dukungan serta keterlibatan seluruh pihak.

Menurutnya, kegiatan seni tidak hanya dapat menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat dan para pelaku seni.

“Bagaimana kesenian yang ada ini dapat dikemas menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat sekaligus memiliki nilai tambah, khususnya dalam mendukung potensi perekonomian masyarakat dan para pelaku seni,” ujar Kapolsek.

Ia menjelaskan, kegiatan sambang dan silaturahmi tersebut juga bertujuan mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam melestarikan dan mengembangkan paguyuban-paguyuban kesenian yang ada di Kecamatan Loa Kulu.

Rencananya, pagelaran tersebut akan dibagi dalam dua zona, yakni zona Loa Kulu dan zona Jonggon. Pembagian zona tersebut diharapkan dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat maupun para pelaku seni.

Tak hanya pagelaran kesenian, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga akan diperkenalkan tradisi baru yang mengangkat nilai seni, budaya, dan rasa syukur masyarakat, yakni Festival Seribu Tumpeng.

“Melalui berbagai kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat turut terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif sebagai bentuk kebersamaan, persatuan, dan kepedulian dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai seni dan budaya yang ada di Kecamatan Loa Kulu,” jelasnya.

Kapolsek Loa Kulu juga berharap gerakan pelestarian seni dan budaya yang tumbuh dari masyarakat dengan semangat kebersamaan tersebut dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu.

Melalui sinergi antara Polri, Pemerintah Desa, pelaku seni, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, kebersamaan, serta kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya lokal.

Wakapolres Kukar Hadiri Gerakan Nasional Pembagian Bendera Merah Putih di Tenggarong

Kukar – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Gerakan Nasional Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2026, Senin (10/8/2026) pagi, bertempat di Pendopo Odah Etam, Jalan Kartanegara, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan tersebut dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Mohammad Arifin, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Sekda Kukar Sunggono, serta Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar.

Turut hadir perwakilan Kodim 0906 Kukar, Kejaksaan Negeri Tenggarong, Pengadilan Agama Tenggarong, para kepala OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Keagamaan, Organisasi Masyarakat, Organisasi Wanita, Paguyuban, serta para pelajar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan konvoi Bendera Merah Putih dari Pendopo Odah Etam menuju Taman Pujasera. Dalam kegiatan tersebut, rombongan turut meninjau pemasangan Bendera Merah Putih di sepanjang jalan protokol sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI.

Setibanya di Taman Pujasera, dilaksanakan pembagian Bendera Merah Putih secara simbolis oleh Bupati Kukar bersama Forkopimda dan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kepada masyarakat, tokoh agama, pemuda, paguyuban dan pelajar.

Dalam sambutannya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga semangat persatuan dan nasionalisme dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di lingkungan masing-masing.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan Bendera Merah Putih di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Biru sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Selanjutnya, bertempat di SMP Negeri 3 Tenggarong, dilaksanakan pembagian seragam dan perlengkapan sekolah gratis melalui program Kukar Idaman Terbaik kepada siswa PAUD, SD dan SMP, sekaligus pembagian Bendera Merah Putih dalam rangka Gerakan Nasional Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2026.

Bupati Kukar menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar dalam mendukung keberlanjutan pendidikan serta membantu meringankan beban masyarakat. Secara keseluruhan, hampir 30.000 perlengkapan sekolah dibagikan kepada para siswa.

“Program ini diharapkan dapat membantu keluarga dan memberikan semangat kepada anak-anak kita untuk terus belajar. Program ini akan terus kita laksanakan setiap tahun untuk mendukung keberlanjutan pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Bupati Kukar.

Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra mengatakan bahwa kehadiran Polres Kukar dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah sekaligus memperkuat sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif. Semangat kebersamaan dan nasionalisme masyarakat diharapkan terus terjaga dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kapolres Kukar Pimpin Press Release Kasus Kekerasan Bersama yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia di Tabang

Kukar – Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar memimpin kegiatan press release kasus kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu korban mengalami luka-luka, Senin (10/8/2026) pukul 17.00 WITA.

Kegiatan berlangsung di Ruang Catur Prasetya Lantai 3 Polres Kukar dengan dihadiri Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Kasat Reskrim AKP Elnath S.W. Gemilang, Kanit Jatanras Polda Kaltim AKP Teddi, Kasi Humas Polres Kukar Iptu Hariyo Jipang Pangolan, personel Jatanras Polda Kaltim, personel Satreskrim Polresta Samarinda, serta sekitar 20 awak media.

Kasus tersebut terjadi pada Rabu, 5 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 Wita di Jalan Poros PU, Desa Bilaq Talang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam perkara tersebut, dua korban yakni I dan L menjadi korban kekerasan secara bersama-sama. Akibat kejadian tersebut, Korban I meninggal dunia setelah dibawa ke Puskesmas, sementara Korban L mengalami luka-luka pada bagian wajah.

Kapolres Kukar AKBP Khairup Basyar menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, kejadian bermula ketika kedua korban melintas menggunakan sepeda motor di depan sebuah warung makan sebanyak beberapa kali. Situasi kemudian berkembang setelah salah satu tersangka, MF alias O, mengaku dihadang oleh kedua korban saat hendak pulang.

MF alias O kemudian kembali ke warung dan memanggil AP alias A. Keduanya mendatangi lokasi korban, yang kemudian diikuti sejumlah rekan lainnya. Selanjutnya terjadi kekerasan secara bersama-sama terhadap kedua korban hingga mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu korban mengalami luka-luka.

“Dari hasil pemeriksaan, para tersangka melakukan kekerasan secara bersama-sama setelah mengetahui rekannya, MF alias O, dihadang oleh kedua korban saat hendak pulang. Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi tindakan kekerasan yang mengakibatkan salah satu korban meninggal dunia,” jelas Kapolres.

Selanjutnya, sembilan orang diamankan dalam penanganan perkara tersebut, Satreskrim Polres Kutai Kartanegara yang didukung Jatanras Polda Kaltim melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para terduga pelaku.

Pada Minggu (9/8/2026), petugas membagi tim untuk melakukan pencarian di wilayah Tabang, Tenggarong dan Samarinda. Hasilnya, sebanyak sembilan orang berhasil diamankan, masing-masing tiga orang di Samarinda, empat orang di Kecamatan Tabang dan dua orang di Kecamatan Tenggarong.

Sembilan orang tersebut kemudian dibawa ke Polres Kutai Kartanegara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Dari sembilan tersangka tersebut, terdapat satu pelaku yang masih di bawah umur.

Dalam perkara ini, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda CRF milik MF alias O, satu unit Yamaha WR 155 warna biru milik korban, satu unit Honda Win 100 warna hitam putih milik korban, serta satu botol minuman yang ditemukan di lokasi kejadian.

Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, penyitaan barang bukti, gelar perkara untuk penetapan tersangka, penahanan terhadap tersangka, koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), serta proses pemberkasan.

Untuk Para tersangka dikenakan Pasal 262 Ayat (1), (2), dan (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dan mengakibatkan luka serta kematian, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.

Polres Kutai Kartanegara menegaskan akan terus melakukan proses penyidikan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk memperhatikan ketentuan khusus dalam penanganan terhadap pelaku yang masih di bawah umur.

Sudah Saatnya Polri Lakukan Ekshumasi Jasad Sutrimo

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Penasihat Kapolri Bidang Hukum Tata Negara Prof. Dr. Juanda, SH., MH., mendorong Polri segera melakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo guna mengungkap secara terang penyebab kematiannya yang dinilai memiliki sejumlah kejanggalan.

Juanda mengatakan, kematian seseorang yang terjadi secara mendadak dengan indikasi tidak wajar harus diusut secara tuntas, transparan, objektif, dan profesional oleh penyidik Polri.

“Jika terdapat kematian mendadak yang dianggap tidak wajar dan terdapat sejumlah kejanggalan, maka wajib dilakukan penyelidikan secara menyeluruh, objektif, transparan, dan profesional. Semua informasi, data, barang bukti, maupun alat bukti yang berkaitan dengan almarhum harus dikumpulkan dan dinilai secara komprehensif,” kata Juanda di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, penyelidikan perlu mencakup berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari maupun beberapa jam sebelum Sutrimo meninggal dunia. Penyidik juga perlu meminta keterangan dari seluruh pihak yang mengetahui atau berada di sekitar almarhum sebelum hingga setelah dibawa ke poliklinik atau tempat Sutrimo dinyatakan meninggal.

Juanda menilai pengungkapan penyebab kematian Sutrimo perlu diperkuat dengan penerapan metode Scientific Crime Investigation (SCI) agar setiap dugaan dan kejanggalan dapat diuji berdasarkan bukti ilmiah.

“Semua harus diperiksa dan dimintai keterangan, termasuk saksi maupun alat bukti lain sebelum dan sesudah almarhum sampai di poliklinik atau tempat dinyatakan meninggal. Pengungkapan misteri kematian ini harus diperkuat dengan metode Scientific Crime Investigation,” ujarnya.

Ia menyoroti sejumlah hal yang menurutnya perlu menjadi perhatian penyidik, salah satunya mengenai telepon seluler milik Sutrimo yang hingga kini disebut belum ditemukan. Menurut Juanda, keberadaan telepon seluler tersebut penting untuk ditelusuri karena dapat menjadi salah satu petunjuk dalam mengungkap rangkaian peristiwa sebelum kematian.

“Hilangnya handphone almarhum sampai saat ini belum ditemukan merupakan salah satu hal yang perlu dijelaskan secara terang. Ini menjadi pertanyaan di tengah masyarakat, sehingga penyidik perlu memastikan keberadaan dan status barang tersebut berdasarkan fakta dan bukti yang ada,” katanya.

Selain itu, Juanda juga menyinggung informasi mengenai adanya cairan berbusa berwarna putih yang disebut keluar dari mulut Sutrimo saat meninggal. Menurutnya, informasi tersebut perlu diverifikasi secara ilmiah melalui pemeriksaan forensik dan tidak boleh langsung disimpulkan sebagai penyebab kematian.

“Berbagai informasi mengenai kondisi almarhum saat ditemukan, termasuk adanya cairan berbusa dari mulut, harus dibuktikan secara ilmiah. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi kemudian berkembang menjadi asumsi di masyarakat,” ujarnya.

Juanda mengatakan, penyidik perlu mengungkap apakah kematian Sutrimo memiliki kaitan dengan dugaan perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan, berkaitan dengan perkara lain, atau memang merupakan kematian alamiah. Menurutnya, seluruh kemungkinan harus diuji berdasarkan bukti dan fakta yang ditemukan dalam proses penyelidikan.

“Apakah ada kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani pihak Kejaksaan, apakah berkaitan dengan kasus lain, atau memang murni meninggal karena sebab alamiah, semuanya harus dibuktikan melalui proses hukum dan pemeriksaan secara profesional,” kata Juanda.

Ia menegaskan, pengungkapan penyebab kematian secara transparan penting dilakukan untuk mencegah berkembangnya asumsi liar, spekulasi, maupun tuduhan yang tidak bertanggung jawab di tengah masyarakat.

“Keberadaan kepastian hukum sangat penting untuk mencegah asumsi-asumsi yang tidak produktif dan tidak bertanggung jawab berkembang di masyarakat. Jangan sampai ketidakjelasan justru membuka ruang bagi spekulasi dan fitnah,” tuturnya.

Oleh karena itu, Juanda mendorong Polri segera mempertimbangkan langkah ekshumasi terhadap jasad Sutrimo untuk kepentingan hukum dan keadilan. Menurutnya, ekshumasi merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan sesuai ketentuan hukum untuk memperoleh pemeriksaan forensik secara lebih mendalam terkait penyebab kematian.

“Sudah seharusnya pihak Polri segera melakukan ekshumasi terhadap jasad almarhum Sutrimo guna kepentingan hukum dan keadilan. Pemeriksaan forensik melalui ekshumasi dapat menjadi salah satu upaya untuk mengungkap secara ilmiah penyebab kematian dan menjawab berbagai kejanggalan yang ada,” ujar Ketua Dewan Pembina DPP Peradi Maju tersebut.

E-Sports Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Gen Z Kembangkan Potensi di Ekosistem Digital

Jakarta – E-Sports Kapolri Cup 2026 menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajang ini juga menjadi bagian dari semangat Polri Youth Movement: Polri Indonesia Emas 2045 yang mendorong kolaborasi pemerintah, Polri, komunitas, dan sektor swasta dalam menyiapkan talenta muda.

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan mengatakan, penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan ruang sekaligus edukasi kepada generasi Z dan generasi Alpha mengenai peluang di industri esports.

“Esports ini bukan hanya tentang menjadi atlet. Ada ekosistem yang luas, mulai dari caster, pembawa acara, atlet, pembuat gim, event organizer, hingga UMKM yang menyediakan merchandise,” kata Adex di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Menurut Adex, pemerintah perlu memberikan gambaran yang utuh kepada generasi muda mengenai peluang di dunia digital, khususnya di tengah perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang berpotensi mengubah kebutuhan dan peluang pekerjaan.

“Di tengah gempuran teknologi AI yang berpotensi menggerus peluang kerja adik-adik Gen Z dan Gen Alpha, tugas kami sebagai pemerintah adalah memberikan gambaran bahwa ada banyak peluang di dunia digital yang bisa dibangun,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengembangan minat terhadap esports tetap harus berjalan seimbang dengan pendidikan. Literasi yang diberikan Polri melalui jajaran di tingkat Polres hingga Polda menekankan agar sekolah tetap menjadi prioritas utama, sedangkan gim menjadi prioritas pendukung.

“Sekolah tetap primer, gim sekunder. Harapannya mereka bisa sukses secara akademik sekaligus mampu meraih peluang karier di bidang esports maupun bidang lainnya,” tutur Adex.

Sementara itu, Ketua Umum IESPA Ibnu Sulistyo Riza Pradipto mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 yang dinilai memberikan kesempatan bagi para gamers amatir untuk tampil di panggung nasional.

“Teman-teman gamers, khususnya kategori amatir, sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa bertanding di acara sebesar ini. Ini menjadi bukti nyata tagline ‘Dream to Become’ benar-benar terwujud,” kata Ibnu.

Ia menilai kolaborasi antara Polri, IESPA, jajaran Polda, komunitas, dan berbagai pihak menjadi langkah positif untuk membangun ekosistem esports nasional. Ia juga menyambut baik komitmen Kapolri agar kegiatan tersebut dapat terus berkelanjutan.

Apresiasi juga disampaikan kreator konten sekaligus perwakilan Gen Z, Willy Salim. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap esports memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan prestasi melalui bidang yang dekat dengan kehidupan mereka.

“Dulu, waktu saya masih sekolah, jika ada acara seperti ini pasti akan sangat saya nantikan. Kapan lagi anak sekolah bisa membuktikan prestasinya di bidang gim dan didukung langsung oleh pemerintah?” ujar Willy.

E-Sports Kapolri Cup 2026 sebelumnya telah menjadi bagian dari rangkaian Polri Youth Movement yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Selain kompetisi, rangkaian kegiatan juga menghadirkan sejumlah side event untuk memperkenalkan berbagai peluang dalam industri esports sekaligus memperkuat literasi digital bagi generasi muda.

Melalui penyelenggaraan tersebut, Polri mendorong esports tidak hanya dipandang sebagai aktivitas hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan industri kreatif digital yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda menuju Indonesia Emas 2045.