Kapolres Kukar Terima Kunjungan dan Silaturahmi Pemangku Adat Dayak Tabang di Mapolres Kukar

Kukar – Pemangku Adat Dayak Tabang bersama Forkopimcam dan tokoh masyarakat melakukan kunjungan ke Polres Kutai Kartanegara (Kukar), dalam rangka menyampaikan pesan moral kepada delapan orang terduga terkait kasus pengeroyokan di Kecamatan Tabang, Kamis (13/8/2026) siang.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Waka Polres Kukar tersebut dipimpin Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar didampingi Kasat Intelkam Polres Kukar AKP Andy Wahyudi.

Dalam pertemuan, pihak adat menyampaikan apresiasi atas respons cepat kepolisian serta mengajak seluruh pihak bersama-sama meredam situasi dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan. Polres Kukar juga akan terus melakukan penindakan terhadap peredaran miras, narkoba dan berbagai bentuk gangguan kamtibmas.

“Penanganan permasalahan di Kecamatan Tabang membutuhkan sinergi antara Kepolisian, Forkopimcam, tokoh masyarakat dan pemangku adat. Mari bersama-sama menjaga situasi tetap aman, damai dan kondusif,” ujar Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas upaya pencegahan penyalahgunaan miras dan bahan lain oleh generasi muda, antisipasi pembakaran lahan, serta pencegahan penyebaran informasi provokatif dan hoaks di media sosial.

Pertemuan berlangsung aman dan kondusif. Seluruh pihak berkomitmen memperkuat komunikasi dan menjaga situasi Kecamatan Tabang agar tetap aman serta mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kapolres Kukar Hadiri Kegiatan Launching dan Peresmian Pembangunan Jembatan serta Sumber Air Bersih Secara Virtual di Desa Jembayan

Kukar – Wujud nyata kehadiran Negara dalam membantu masyarakat kembali ditunjukkan melalui pembangunan infrastruktur dasar. Bertempat di lokasi Jembatan Perintis Tahap V, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, dilaksanakan kegiatan launching dan peresmian pembangunan jembatan serta sumber air bersih secara virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kamis, (13/08/2026) sekira pukul 11.00 WITA.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Negara Hadir untuk Rakyat” dengan dihadiri Dandim 0906 Kukar Letkol Arm. Benny Budiman, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Sekcam Loa Kulu Herudinata, Kabag Ops AKP Ecky Widi Prawira, Kasat Polairud AKP Benedict Jaya, Danramil Loa Kulu Kapten Caj Lexy Picasow, Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto, jajaran perwira Kodim 0906 Kukar, Kepala Desa Jembayan Erwin, serta warga Desa Jembayan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya secara virtual, pembacaan doa, serta laporan Kepala Staf Angkatan Darat melalui video conference.

Dalam laporannya, Kasad menyampaikan bahwa pembangunan jembatan terus dilakukan untuk membuka akses masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah terdampak bencana.

Pembangunan tersebut ditargetkan mampu menghubungkan ribuan desa dan fasilitas kesehatan serta memberikan akses yang lebih aman bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang menuju sekolah.

Selain pembangunan jembatan, program Manunggal Air Bersih juga terus dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Program tersebut telah menghasilkan ribuan titik sumber air bersih yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam laporannya menyampaikan bahwa Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi Swadaya, dengan 874 unit telah selesai, 17 unit dalam tahap pembangunan dan 4 unit dalam tahap perencanaan.

Dari 874 jembatan yang telah selesai, total panjang jembatan mencapai sekitar 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat kepada sekitar 2,3 juta masyarakat.

Kapolri menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI-Polri dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah pelosok. Kehadiran jembatan dan fasilitas air bersih diharapkan dapat memperlancar transportasi, kegiatan ekonomi, distribusi logistik, serta akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Kapolri juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang hingga generasi mendatang.

Selanjutnya, Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada TNI dan Polri yang telah bekerja secara tulus dan ikhlas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Presiden menegaskan bahwa pembangunan jembatan dan sumber air bersih merupakan bukti nyata bahwa negara hadir untuk membantu masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah terpencil dan mengalami keterbatasan akses.

“TNI dan Polri harus selalu berada di tengah-tengah masyarakat untuk mengetahui kesulitan masyarakat,” tegas Presiden.

Presiden juga menyampaikan bahwa pengabdian TNI dan Polri merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dan pengabdian kepada rakyat. Infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu mempermudah aktivitas masyarakat yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh atau menghadapi kesulitan dalam memperoleh akses air bersih.

Usai pelaksanaan peresmian secara virtual, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif, pemotongan pita oleh Dandim 0906/Kkr, penandatanganan serah terima Jembatan Perintis Tahap V Desa Jembayan, foto bersama, wawancara media pers, serta ramah tamah.

Dengan diresmikannya Jembatan Perintis Tahap V Desa Jembayan, diharapkan akses transportasi masyarakat semakin mudah, aktivitas perekonomian semakin berkembang, serta mobilitas warga dan pelayanan sosial dapat berjalan lebih efektif.

Tokoh Masyarakat Jayapura Kecam Aksi Kekerasan di Festival Budaya Lembah Baliem

JAYAPURA – Tokoh masyarakat Papua, Yonas A. S. Nussy, menyayangkan aksi kekerasan yang terjadi di tengah pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya hingga menyebabkan warga sipil menjadi korban.

Saat ditemui di kediamannya di kawasan Hamadi Lembah, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Rabu (12/8/2026), Yonas mengatakan masyarakat seharusnya dapat mengikuti kegiatan budaya dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Masyarakat jangan sampai terus menjadi korban,” kata Yonas.

Menurut Yonas, aparat keamanan perlu segera mengungkap kejadian tersebut dan menangani pihak yang bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum. Ia berharap langkah tersebut dapat memberikan kepastian sekaligus mencegah terjadinya aksi kekerasan serupa.

“Masyarakat membutuhkan rasa aman untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, saya berharap pelaku segera diungkap dan diproses sesuai hukum,” ujarnya.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yonas mengajak masyarakat, khususnya di Jayawijaya, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi maupun situasi yang dapat memperkeruh keadaan.

“Jangan terpancing. Mari sama-sama jaga keamanan supaya kita bisa menyambut 17 Agustus dengan aman,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat menyambut momentum kemerdekaan dengan semangat persatuan, salah satunya melalui pemasangan bendera Merah Putih di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Yonas turut menyampaikan apresiasi kepada personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang terus melaksanakan tugas di sejumlah wilayah Papua dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Saya apresiasi Satgas Operasi Damai Cartenz yang bertugas di daerah-daerah. Harapan saya, masyarakat bisa merasa aman dan aktivitas bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Ia berharap penanganan terhadap pihak yang melakukan kekerasan dapat dilakukan secara profesional dan terukur, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sipil.

“Yang paling penting, masyarakat jangan lagi menjadi korban. Keamanan harus dijaga supaya warga bisa bekerja, beraktivitas, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang,” pungkas Yonas.

Pasukan Pelopor Korbrimob Masuk Lima Besar Kompolnas Awards 2026

Jakarta – Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri masuk dalam lima besar nominasi Kompolnas Awards 2026. Penilaian tersebut dilakukan melalui visitasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Kamis (13/8/2026).

Visitasi dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai program, inovasi, serta capaian kinerja Pasukan Pelopor Korbrimob, khususnya dalam implementasi Indeks 5P yang mencakup People, Prosperity, Planet, Peace, dan Partnership.

Anggota Kompolnas Dr. Yusuf, S.Ag., M.H. mengatakan, Pasukan Pelopor Korbrimob merupakan salah satu satuan kerja yang selalu menjadi nominasi dalam Kompolnas Awards. Menurutnya, visitasi dilakukan untuk memastikan proses penilaian berjalan objektif melalui pengecekan langsung terhadap berbagai program yang telah dijalankan.

“Korps Brimob adalah salah satu satuan kerja komando yang paling tegas. Oleh karena itu, satuan ini selalu menjadi nominasi dalam ajang Kompolnas Awards. Pada tahun 2026, Pasukan Pelopor Korps Brimob berhasil masuk sebagai salah satu dari lima besar nominasi,” kata Dr. Yusuf.

Dr. Yusuf menambahkan, melalui visitasi tersebut Kompolnas ingin melihat secara langsung implementasi indeks 5P sekaligus memastikan adanya proses checks and balances dalam penilaian. Ia berharap Pasukan Pelopor mampu menunjukkan fakta dan keunggulan program yang menjadi pembeda dengan satuan kerja Polri lainnya.

Dalam implementasi aspek People, Pasukan Pelopor Korbrimob menjalankan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembinaan integritas dan mental, hingga perawatan moral serta psikologis personel melalui home visit. Upaya tersebut juga didukung dengan penyediaan fasilitas olahraga dan peningkatan kemampuan serta kebugaran personel.

Pada aspek Prosperity, Pasukan Pelopor turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bibit jagung kepada kelompok tani. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan hasil pertanian lokal dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Sementara aspek Planet diwujudkan melalui optimalisasi lahan produktif atau Green Initiative dengan gerakan penanaman jagung. Pasukan Pelopor juga memiliki layanan Call Center SAR sebagai bagian dari dukungan terhadap penanganan bencana dan pelayanan kemanusiaan.

Untuk aspek Peace, Pasukan Pelopor memperkuat profesionalisme dan kesiapsiagaan personel melalui pelatihan manajemen taktis, pemeliharaan kemampuan fungsi Pelopor, standarisasi kemampuan petugas penindak huru-hara, penggunaan Body Worn Camera, serta patroli dialogis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan profesional, humanis, dan sesuai standar operasional.

Sedangkan aspek Partnership diwujudkan melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, kelompok tani, komunitas, dan masyarakat. Sejumlah program seperti patroli dialogis, Call Center SAR, bus sekolah gratis, Jumat Berkah, serta kegiatan sosial lainnya menjadi sarana membangun komunikasi dua arah dan menjaga kepercayaan publik.

Pasukan Pelopor Korbrimob sendiri memiliki empat resimen yang tersebar di Bogor, Depok, Cikeas, serta Karawang dan Purwakarta. Satuan ini memiliki tugas dalam penanggulangan konflik sosial, huru-hara, massa anarkis, kejahatan insurjensi, pencarian dan penyelamatan, penanggulangan bencana, serta mendukung fungsi Pelopor pada satuan Brimob Polda.

Sepanjang 2025, Pasukan Pelopor Korbrimob mencatat capaian kinerja sebesar 106,59 persen. Personelnya juga meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional, dengan total 142 personel.

Dalam pelaksanaan tugas, Pasukan Pelopor turut terlibat dalam penanganan bencana alam tanah longsor dan banjir di wilayah hukum Polda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025, penanganan KKB di wilayah hukum Polda Papua, penanganan konflik Agustus Kelabu 2025, serta pengamanan dan pengawalan objek vital nasional melalui Operasi Amole dan pengamanan barang berharga milik negara.

Melalui berbagai program tersebut, Pasukan Pelopor Korbrimob Polri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kapolri: Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Sinergi TNI-Polri Dukung Pembangunan dan Konektivitas Masyarakat

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional melalui pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menyampaikan, Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda. Sebanyak 874 jembatan telah selesai dibangun, sementara 17 unit masih dalam tahap pembangunan dan empat unit dalam tahap perencanaan.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, Bapak Presiden berkenan hadir secara virtual. Tentunya ini memberikan semangat bagi kita semua, khususnya seluruh personel TNI dan Polri, untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik sesuai dengan arahan Bapak, bahwa kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer dan menghubungkan 1.314 desa.

Pembangunan juga dilakukan di berbagai wilayah, dengan Banten menjadi daerah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi terbanyak, yakni 145 jembatan. Selanjutnya Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan.

Selain pembangunan jembatan, Polri turut berkontribusi dalam pemulihan akses masyarakat di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera melalui pembangunan 39 jembatan, termasuk enam Jembatan Bailey di Aceh dan Sumatera Barat.

Menurut Kapolri, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas hingga mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.

Kapolri menegaskan, berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat. Hal tersebut sekaligus menjadi implementasi arahan Presiden bahwa TNI-Polri harus senantiasa berada di tengah rakyat dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.

Polres Kukar Raih Predikat Pelayanan Prima (A) dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025

Kukar – Polres Kutai Kartanegara kembali menorehkan prestasi dalam bidang pelayanan publik dengan meraih Penghargaan Pelayanan Prima (Predikat A) dalam kegiatan penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2025, Rabu (12/8/2026).

Penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo atas keberhasilan Polres Kutai Kartanegara dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas, profesional, transparan, responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro kepada Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Polres Kukar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Predikat Pelayanan Prima (A) tersebut menjadi bukti komitmen dan konsistensi jajaran Polres Kukar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, transparan, cepat, mudah, responsif dan humanis.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polres Kukar. Tentunya capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik, meningkatkan inovasi, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujar Kapolres Kukar.

Kapolres menegaskan bahwa predikat Pelayanan Prima bukan sekadar penghargaan, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab untuk mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan kepolisian.

Polres Kukar berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan dalam setiap lini pelayanan, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kepolisian yang semakin mudah, cepat, transparan, profesional dan berintegritas.

Dengan diraihnya Predikat Pelayanan Prima (A) dalam penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2025, Polres Kutai Kartanegara menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan Polri yang semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.

Kapolri Laporkan Pembangunan 895 Jembatan Presisi ke Presiden Prabowo: Hubungkan 1.314 Desa

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan laporan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi kepada Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan Jembatan Presisi ini menghubungkan ribuan desa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Laporan ini disampaikan Sigit pada acara peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih yang digelar secara virtual dari wilayah Lebak, Banten, pada Kamis (13/8/2026).

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami melaporkan bahwa kami telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya,” kata Kapolri dalam laporannya.

Menurut Kapolri, dari 895 jembatan, yang telah beroperasi sebanyak 874 unit, 17 unit dalam tahap pembangunan, dan 4 unit dalam tahap perencanaan. Total panjang jembatan-jembatan ini mencapai 19,2 kilometer dan menghubungkan 1.314 desa.
“Memberikan manfaat bagi 2 juta orang mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” ujar Sigit.

Berdasarkan seluruh data pembangunan, lanjut Sigit, paling banyak terdapat di Polda Banten dengan 145 jembatan dengan total panjang 3 kilometer yang menghubungkan 203 desa yang diperkirakan memberikan manfaat bagi 500.000 jiwa.
“Hal ini menjadikan Banten sebagai Polda dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak di antara Polda lainnya,” ucapnya.
Sigit juga melaporkan pembangunan 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, dengan rincian 6 jembatan Bailey, 4 unit jembatan di Provinsi Aceh, dan 2 unit di Provinsi Sumatera Barat.

Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih yang dibangun TNI-Polri. Jembatan dan sumber air tersebut tersebar di beberapa wilayah Indonesia.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Kamis tanggal 13 Agustus 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan 3.395 jembatan TNI dan Polri, serta 3.000 sumber air bersih TNI Angkatan Darat yang telah dibangun untuk kepentingan rakyat Indonesia,” kata Prabowo seperti dilihat dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (13/8/2026).

Prabowo mengapresiasi pembangunan jembatan dan sumber air tersebut. Ia mengungkapkan rasa hormat dan bangganya terhadap KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Saudara-saudara sekalian, terima kasih sekali lagi. Sampaikan, Kasad dan Kapolri sampaikan rasa bangga saya, rasa hormat saya. Rasa hormat saya kepada TNI dan kepada Polri. Saya bangga. Terima kasih sekali lagi,” ujarnya.

Prabowo mengatakan apa yang dilakukan TNI-Polri merupakan suatu misi bakti dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menekankan hal ini menjadi bukti TNI dan Polri bekerja untuk rakyat.

“Saya bangga dengan Saudara-saudara sekalian. Saudara-saudara telah menjalankan misi-misi pengabdian, misi bakti kepada rakyat,” ujarnya.

“Saudara-saudara, ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tentara rakyat. Dan Polri sungguh-sungguh adalah polisi rakyat. Ini yang harus kita ingat selalu,” lanjutnya.

Kapolri Lapor ke Prabowo Bangun dan Renovasi Jembatan Hubungkan 1.314 Desa

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan perkembangan pembangunan dan revitalisasi jembatan Merah Putih Presisi terhadap Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 874 jembatan sudah dibangun dan direnovasi di puluhan wilayah polda.
Laporan tersebut disampaikan Sigit saat acara peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD yang digelar secara hybrid, Kamis (13/8/2026). Sigit melaporkan pembangunan jembatan dari wilayah Lebak, Banten, bersama jajaran dan masyarakat.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami melaporkan bahwa kami telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya,” kata Sigit kepada Prabowo.

Dalam laporannya, Sigit menyebut sebaran pembangunan dan renovasi jembatan berada di wilayah 30 polda. Mayoritas proyek pembangunan dan renovasi jembatan sudah tuntas dilakukan

“Yang tersebar di 30 polda dengan rincian 874 unit telah selesai, 17 unit dalam tahap pembangunan, dan 4 unit dalam tahap perencanaan,” lapor Sigit kepada Prabowo yang berada di Istana Merdeka, Jakarta.

Seluruh jembatan yang dibangun dan direnovasi totalnya sepanjang 19,2 km. Seluruh jembatan menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat terhadap 2 juta orang.

“Mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM dan masyarakat umum,” imbuhnya.

Peresmian dipusatkan di Jalan Bayah-Cikotok, Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, lokasi jembatan yang menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari.

Dalam kesempatan ini, Prabowo turut menyapa masyarakat yang mengikuti peresmian secara virtual dari berbagai daerah.

“Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas Polri untuk membantu menjawab kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8).

Kapolri Secara Khusus Resmikan Jembatan Bayah Lebak, Manfaat ke 8.000 Jiwa

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan secara khusus peresmian jembatan Merah Putih Presisi dipusatkan di Desa Bayah Barat, Bayah, Lebak, Banten. Jembatan yang dibangun di Bayah memberikan dampak bagi ribuan warga.
Sigit menyampaikan hal tersebut saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD yang digelar secara hybrid di Lebak, Banten, Kamis (13/8/2026).

“Secara khusus, kegiatan peresmian hari ini dipusatkan di Jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Jembatan ini menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari yang memberikan manfaat langsung kepada 8.000 jiwa,” kata Sigit.

Dalam kesempatan di Lebak, Sigit menyampaikan Polri sekaligus menyalurkan 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar, 140 buah kacamata gratis, perpanjangan SIM gratis bagi 81 pengemudi ojek online (ojol), serta menyelenggarakan bakti kesehatan. Hal ini bagian upaya Polri untuk memberikan manfaat luas dan langsung bagi masyarakat di sekitar lokasi peresmian.

“Kami berharap pembangunan jembatan Merah Putih Presisi dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat, melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudahan akses para pelajar menuju sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di perdesaan,” lapor Sigit kepada Prabowo.

Sigit menyadari berbagai upaya yang telah dilakukan masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, Sigit menyebut Polri senantiasa memohon arahan dan bimbingan Prabowo agar setiap langkah pengabdian semakin tepat dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

“Hal tersebut sejalan dengan arahan Bapak Presiden pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80, bahwa polisi kita lahir dari rakyat, harus selalu menjadi polisi rakyat. Pesan Bapak Presiden senantiasa menjadi pedoman bagi kami untuk terus memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya sosok Polri untuk masyarakat,” imbuhnya.

Dalam laporannya tersebut, Sigit menyampaikan Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya. Sigit menyebut sebaran pembangunan dan renovasi jembatan berada di wilayah 30 polda. Mayoritas proyek pembangunan dan renovasi jembatan sudah tuntas dilakukan

Jembatan tersebar di 30 polda dengan rincian 874 unit telah selesai, 17 unit dalam tahap pembangunan, dan 4 unit dalam tahap perencanaan. Seluruh jembatan yang dibangun dan direnovasi totalnya sepanjang 19,2 km. Seluruh jembatan menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat terhadap 2 juta orang.