Tim Stamarena Polri Turun Langsung, Pelayanan Publik Polres Kukar Diperiksa dari Ruang SPKT hingga Satpas SIM

Kukar – Bukan sekadar melihat administrasi, Tim Verifikasi Lapangan Internal Stamarena Polri turun langsung memeriksa kualitas pelayanan publik di Polres Kutai Kartanegara, Kamis (24/9/2026).

Supervisi yang berlangsung di Mapolres Kukar tersebut menyasar sejumlah titik pelayanan masyarakat, mulai dari Satreskrim, SPKT, pelayanan SKCK Satintelkam hingga Gerai SIM dan Satpas SIM Satlantas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Supervisi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Tahun 2026 untuk memastikan pelayanan yang diterima masyarakat benar-benar berjalan sesuai standar, transparan, efektif dan akuntabel.

Tim yang dipimpin Kombes Pol Eko Mei Probo Cahyono, Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi Anggaran Biro Monitoring dan Evaluasi Stamarena Polri, melakukan pengecekan langsung terhadap sarana-prasarana, standar pelayanan, mekanisme pelayanan, keterbukaan informasi hingga kenyamanan masyarakat.

Pengecekan dilakukan secara detail, bahkan menyentuh hal-hal yang terlihat sederhana namun berkaitan langsung dengan pengalaman masyarakat saat menerima pelayanan.

Di ruang pelayanan Satreskrim, tim menyoroti kebersihan toilet serta meminta agar jadwal petugas kebersihan disusun secara berkala selama satu tahun sebagai pedoman pengawasan.

Sementara di ruang SPKT, perhatian diarahkan pada pembaruan dan publikasi hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), kepatuhan petugas terhadap SOP saat menerima pengaduan serta peningkatan kebersihan dan kerapian ruang pelayanan.

Pada pelayanan SKCK Satintelkam, tim memberikan perhatian terhadap fasilitas bagi penyandang disabilitas. Area parkir khusus disabilitas diminta memiliki marka yang jelas agar mudah dikenali dan digunakan sesuai peruntukannya. Ruang pengaduan Provos juga diarahkan untuk dilengkapi buku register tamu.

Pengecekan berlanjut ke sektor pelayanan Satlantas, termasuk Gerai SIM dan Satpas SIM. Tim meminta hasil SKM ditampilkan secara terbuka serta mendorong pemasangan banner 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun sebagai pengingat pentingnya pelayanan yang ramah dan profesional.

Sejumlah detail fasilitas turut menjadi perhatian, mulai dari penggunaan perlengkapan pelayanan yang lebih rapi dan efisien, penyediaan tempat sampah di ruang laktasi hingga checklist petugas kebersihan di toilet difabel.

Berbagai catatan tersebut bukan sekadar temuan, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk pembenahan pelayanan secara berkelanjutan.

Polres Kukar melalui satuan fungsi pelayanan terkait selanjutnya dapat menindaklanjuti setiap arahan dan masukan hasil verifikasi sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, nyaman, terbuka dan profesional bagi masyarakat.

Polri Bergerak Cepat, Polsek Samboja Pimpin Pemadaman Karhutla di Sungai Merdeka

Kukar – Polsek Samboja bergerak cepat memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di RT 04 Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Rabu (23/9/2026).

Dari lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Mapolsek, personel Polri bersama unsur lintas instansi langsung berjibaku mengendalikan api yang membakar sekitar 10.000 meter persegi lahan.

Penanganan kemudian diperkuat Brimob, Manggala Agni, UPTD Provinsi, Yayasan Jejak Pulang, serta MPA Sungai Merdeka dan MPA Bukit Merdeka.

Dengan dukungan mobil Damkar, kendaraan operasional, mesin pompa air dan water bag, tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus pendinginan secara bertahap, setelah penanganan selama hampir 10 jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WITA.

Peran aktif Polsek Samboja dalam menggerakkan dan mengoordinasikan kekuatan lintas unsur menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla, sehingga api tidak kembali meluas.

Medan Rawa dan Gelap Tak Halangi Polsek Muara Kaman Padamkan Karhutla 10 Hektare di Sedulang

Kukar – Medan rawa belukar berduri, lahan gambut hingga keterbatasan jarak pandang pada malam hari tak menyurutkan langkah personel Polsek Muara Kaman dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sedulang, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.

Kebakaran yang terdeteksi pada Rabu (23/9/2026) malam itu diperkirakan melanda sekitar 10 hektare lahan milik pemerintah.

Setelah menerima informasi titik api, personel Polsek Muara Kaman langsung melakukan pengecekan lapangan dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mempercepat penanganan.

Bukan perkara mudah. Akses menuju lokasi sangat sulit, lantaran titik kebakaran berada di kawasan rawa belukar berduri dengan kondisi lahan gambut. Di tengah kondisi gelap, petugas juga harus menghadapi sejumlah titik api dan kepulan asap tebal yang membatasi pandangan.

Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan MPA Desa Sedulang, MPA Desa Liang Buaya, Damkar Desa Sabintulung, Damkar PT Kencana Group, Damkar PT MKH, perangkat Desa Sedulang serta masyarakat setempat.

Kekuatan pemadaman didukung 13 unit mesin alkon dan sekitar 90 roll selang berukuran 1,5 inci. Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses sekaligus mempercepat penyiraman di area yang terbakar.

Perjuangan petugas membuahkan hasil. Sekitar pukul 01.00 WITA, kobaran api berhasil dipadamkan. Namun, penanganan tidak berhenti ketika api terlihat padam.

Petugas kembali melakukan penyisiran dan pendinginan di lahan bekas terbakar guna memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala. Hingga pemantauan terakhir, lokasi hanya menyisakan asap dan proses pendinginan masih dilakukan.

Polsek Muara Kaman juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan pembakaran sampah yang berpotensi memicu kebakaran.

Penanganan Karhutla di Sedulang menjadi gambaran bahwa pemadaman bukan sekadar memadamkan api. Medan berat, minimnya jarak pandang dan karakter lahan gambut membuat setiap titik api harus ditangani secara cermat agar tidak kembali membesar.

Berkat sinergi Polri bersama MPA, Damkar, perangkat desa dan masyarakat, kondisi di lokasi hingga saat ini aman dan terkendali.

Api Menyala Tengah Malam, Polsek Tabang Bergerak hingga Dini Hari

Kukar – Saat sebagian warga beristirahat, personel Polsek Tabang justru bergerak menuju lokasi kebakaran lahan di Jalan Poros Utama (PU) Desa Muara Pedohon, Kecamatan Tabang, Kamis (24/9/2026) dini hari.

Kebakaran yang diketahui sekitar 23.30 WITA tersebut membakar semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering dengan luas sekitar 1 hektare. Personel Polsek Tabang bersama Koramil Tabang dan Damkar Kecamatan Tabang langsung melakukan pemadaman.

Penanganan berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 23.30 WITA hingga 02.30 WITA. Satu unit mobil Damkar dengan dukungan fire hose sepanjang 300 meter dikerahkan untuk menjangkau titik api.

Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran dan pendinginan dilakukan hingga memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi menyala kembali.

Sekitar pukul 02.30 WITA, api dinyatakan padam dan kondisi lokasi aman. Polsek Tabang selanjutnya melakukan pemantauan serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Gerak cepat Polri bersama unsur TNI dan Damkar menjadi kunci penanganan kebakaran di tengah malam, sekaligus mencegah api meluas di sepanjang kawasan poros utama.

Api Membakar Lahan Malam Hari, Polsek Tenggarong Seberang Bergerak Cepat

Kukar – Kebakaran lahan yang terjadi malam hari di kawasan Pure Pasupati, RT 19 Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, langsung ditangani Polsek Tenggarong Seberang, Rabu (23/9/2026).

Menerima informasi kebakaran sekitar pukul 22.00 WITA, empat personel Polsek Tenggarong Seberang segera mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar Tenggarong Seberang untuk mencegah api menjalar.

Lahan yang terbakar berukuran sekitar 10 x 20 meter, dengan vegetasi berupa rumput, daun kering dan pohon aren kering yang mudah terbakar. Kondisi cuaca panas diduga turut mempercepat penyebaran api.

Bersama petugas Damkar, personel Polsek melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa air dan peralatan manual. Api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sekitar pukul 23.00 WITA, kemudian dilanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api.

Respons cepat kepolisian bersama Damkar membuat kebakaran tidak sempat meluas ke area sekitar. Situasi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan kondusif.

Polsek Tenggarong Seberang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama saat kondisi panas dan kering, serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

Sembilan Jam Berjibaku, Polsek Tabang Padamkan Karhutla 2 Hektare di Buluq Sen

Kukar – Selama hampir sembilan jam, Polsek Tabang bersama Koramil dan sejumlah unsur perusahaan berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Desa Buluq Sen, Kecamatan Tabang, Rabu (23/9/2026). Api membakar semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering dengan luas sekitar 2 hektare.

Pemadaman dimulai sekitar pukul 14.30 WITA, sesaat setelah kebakaran diketahui. Tiga personel Polsek Tabang bersama Koramil langsung menuju lokasi dan mengerahkan dukungan tim perusahaan IP, BUMA, KAI dan EAS.

Selama proses penanganan, tim menggunakan empat unit mobil water tank (WT) dan fire hose sepanjang 500 meter. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi menyala kembali.

Setelah penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WITA, api akhirnya berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman.

Polsek Tabang selanjutnya melakukan pemantauan berkala serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan mengantisipasi munculnya titik api susulan.

10 Hektare Terbakar, Polsek Muara Jawa Pimpin Penanganan hingga Api Padam

Kukar – Polsek Muara Jawa bergerak cepat menangani kebakaran lahan gambut dan semak belukar di Jalan Sungai Tiram RT 014, Kelurahan Dondang, Rabu (23/9/2026). Kebakaran yang melanda area sekitar 10 hektare tersebut berhasil dipadamkan setelah penanganan intensif hingga pukul 21.00 WITA.

Personel Polsek Muara Jawa langsung menuju lokasi dan mengoordinasikan penanganan bersama BKO Pamat Polda Kaltim, Koramil, Damkar Muara Jawa, relawan, MPA Dondang dan MPA Tamapole.

Kekuatan lintas unsur didukung Rantis Karhutla Dit Samapta Polda Kaltim, mobil Damkar, kendaraan patroli serta tiga unit tangki suplai air, dikerahkan untuk mempercepat pemadaman.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan pendinginan dan penyisiran di area terdampak untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Polsek Muara Jawa bersama seluruh unsur terkait juga melakukan pemantauan berkala sebagai langkah antisipasi munculnya titik api baru. Situasi di lokasi hingga penanganan selesai aman dan terkendali.

Lintas Unsur Bergerak, Polsek Loa Janan Tangani Karhutla 6 Hektare di Bukit Soeharto

Kukar – Polsek Loa Janan bersama sejumlah unsur bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan di Km 57 kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto, Kecamatan Loa Janan, Rabu (23/9/2026). Luas area terdampak diperkirakan mencapai 6 hektare.

Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama personel langsung melakukan penanganan di lapangan. Upaya pemadaman diperkuat Otorita IKN, relawan RSB, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat sekitar, serta dukungan suplai air dari PT Lembuswana dan PT BSSR.

Tim gabungan tidak hanya memadamkan titik api yang masih aktif, tetapi juga melakukan penyisiran dan pendinginan untuk mencegah bara kembali menyala maupun api menjalar ke area lain.

Medan hutan lindung dengan vegetasi semak menjadi tantangan tersendiri. Hingga laporan terakhir, sejumlah titik api dan bara masih ditangani, sehingga seluruh unsur tetap berada di lapangan melanjutkan pemadaman.

Kolaborasi lintas unsur terus diperkuat untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah api meluas.

Tiga Hektare Lahan Terbakar di Sangasanga, Polisi Pimpin Pemadaman hingga Api Dipastikan Padam

Kukar – Kebakaran lahan kembali terjadi di tengah kondisi kering. Di Jalan Budiyono RT 01 dan RT 07, Kelurahan Sangasanga Muara, Kecamatan Sangasanga, sekitar tiga hektare semak belukar, ilalang hingga ranting kering terbakar pada Rabu (23/9/2026).

Merespons kejadian tersebut, Polsek Sangasanga bergerak cepat ke lokasi dan memimpin langsung penanganan, sekaligus mengoordinasikan kekuatan gabungan agar kobaran api tidak terus meluas.

Penanganan melibatkan empat personel Polsek Sangasanga, satu personel Koramil Sangasanga, lima personel BKO Polairud Polda Kaltim, jajaran pemadam kebakaran, pemadam perusahaan serta sejumlah relawan dari wilayah sekitar.

Dengan dukungan armada pemadam dan suplai air dari berbagai unsur, petugas berjibaku melakukan pemadaman di area yang terbakar. Objek yang dilalap api berupa semak belukar, ilalang dan material kering yang berpotensi membuat api kembali menjalar.

Namun penanganan tidak langsung dihentikan. Petugas melanjutkan pendinginan pada sejumlah titik yang dinilai masih berpotensi memunculkan api kembali, disertai pemantauan secara berkala.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran.

Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

Sementara itu, terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai kepulan asap hitam dan dugaan ledakan yang disebut-sebut berasal dari area SP M1 Pertamina, laporan Polsek Sangasanga menyebut kepulan asap tersebut bersumber dari tumpukan ban yang terbakar.

Api Lahap 1 Hektare Semak Belukar di Loa Janan, Polisi Bergerak Cepat Cegah Meluas

Kukar – Kebakaran semak belukar seluas kurang lebih 1 hektare terjadi di RT 33 Dusun Tegal Anyar, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Rabu (23/9/2026).

Polsek Loa Janan bergerak cepat mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar, relawan serta warga untuk menghentikan laju api agar tidak merembet ke area lainnya.

Begitu menerima informasi kebakaran sekitar pukul 13.30 WITA, personel Polsek Loa Janan langsung menuju lokasi. Kanit Reskrim Polsek Loa Janan IPTU Dwi Handono bersama Aipda Dodi Shanto Darmawan, Aipda Susanto dan Briptu Ryan Aprianoor terjun langsung ke lokasi.

Setibanya di TKP, personel kepolisian segera melakukan pengecekan kondisi lahan sekaligus membangun koordinasi dengan Damkar Desa Loa Janan Ulu, Relawan Regana, Renkas, KAMESEKU Loa Duri Ulu serta warga sekitar.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api menjalar. Kondisi lahan yang didominasi semak belukar membuat api berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Satu unit kendaraan Damkar Desa Loa Janan Ulu dikerahkan ke lokasi. Petugas pemadam bersama relawan dan masyarakat langsung melakukan penyemprotan ke area yang terbakar.

Di tengah proses tersebut, personel Polsek Loa Janan tidak hanya berada di lokasi, tetapi turut melakukan pemantauan perimeter kebakaran dan koordinasi penanganan untuk memastikan proses pemadaman berjalan efektif. Upaya bersama akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.20 WITA, api berhasil dipadamkan.

Namun pekerjaan belum berhenti. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan pengecekan ulang terhadap bagian-bagian lahan yang masih berpotensi menyimpan bara atau memunculkan kembali titik api.

Polsek Loa Janan juga terus melakukan monitoring di sekitar lokasi sekaligus mengumpulkan informasi awal terkait peristiwa tersebut.

Penanganan di lokasi baru dinyatakan selesai sekitar pukul 16.30 WITA, setelah petugas memastikan tidak ditemukan lagi api yang masih menyala.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman dan monitoring lebih lanjut oleh personel Polsek Loa Janan.

Respons cepat tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, khususnya pada lahan semak belukar yang memiliki potensi api cepat menjalar. Sinergi polisi, pemadam kebakaran, relawan dan masyarakat menjadi kunci agar kobaran tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Dalam peristiwa ini, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 1 hektare, namun api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam sejak proses pemadaman dilakukan.

Polsek Loa Janan memastikan pemantauan tetap dilakukan setelah api padam untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.