Bhabinkamtibmas Polsek Loa Janan Dampingi Operasi Pasar Elpiji 3 Kg, Pastikan Distribusi Tepat Sasaran

Kukar – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya jajaran Polsek Loa Janan melaksanakan pengamanan dan pendampingan kegiatan operasi pasar gas elpiji 3 kilogram, Selasa (24/2/2026).

Berlangsung di Desa Purwajaya, kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, di mana kebutuhan masyarakat terhadap gas elpiji subsidi cenderung meningkat.

Kehadiran Bhabinkamtibmas, Aipda Zulkipli di lokasi bertujuan untuk memastikan proses distribusi berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Selain melakukan pengawasan, petugas juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap tertib saat mengantre serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat yang berhak benar-benar mendapatkan elpiji 3 kg sesuai ketentuan. Kami juga mengimbau agar warga tetap tertib dan menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Aipda Zulkipli di sela kegiatan.

Operasi pasar ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Purwajaya. Dengan pengamanan dan pengawasan langsung dari pihak kepolisian, kegiatan berjalan lancar tanpa adanya gangguan kamtibmas.

Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus bersinergi dengan pihak terkait untuk mengawal distribusi bahan kebutuhan pokok, terutama menjelang momen keagamaan yang berdampak pada peningkatan permintaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara tetap terjaga, serta kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi secara merata dan berkeadilan.

Sentuhan Ramadhan di Balik Jeruji, Kapolsek Sebulu Ajak Tahanan Perkuat Iman dan Harapan

Kukar – Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Polres Kutai Kartanegara saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dan tausiah Ramadhan menggema di balik jeruji, Selasa (24/2).

Kegiatan pembinaan rohani tersebut dilakukan oleh Kapolsek Sebulu IPTU Edi Subagyo dengan menghadirkan penceramah dari GP Ansor. Tausiah yang disampaikan tidak hanya menjadi siraman rohani, tetapi juga penguat hati bagi para tahanan yang tengah menjalani proses hukum.

Dalam suasana khidmat, para tahanan duduk bersila, mendengarkan pesan-pesan tentang taubat, keikhlasan, dan kesempatan memperbaiki diri. Penceramah mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan ampunan, bulan di mana setiap insan diberi ruang untuk kembali kepada Allah SWT.

“Kesalahan di masa lalu bukan akhir dari segalanya. Selama kita masih diberi napas, pintu taubat selalu terbuka. Ramadhan adalah momentum untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik,” pesan penceramah dalam tausiahnya.

Kapolsek Sebulu IPTU Edi Subagyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pembinaan, bukan sekadar rutinitas seremonial. Menurutnya, para tahanan tetaplah manusia yang memiliki hak untuk dibina, diarahkan, dan diberi harapan.

“Kami ingin menghadirkan Ramadhan yang menyejukkan bagi saudara-saudara kita di sini. Kesalahan yang terjadi adalah bagian dari perjalanan hidup, namun masa depan masih bisa diperbaiki. Manfaatkan waktu ini untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menata niat menjadi lebih baik,” ujarnya dengan penuh empati.

Ia menegaskan bahwa pembinaan rohani menjadi bagian penting dalam proses pemulihan mental dan spiritual para tahanan, agar kelak saat kembali ke masyarakat, mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih positif dan bertanggung jawab.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, memohon ampunan dan kekuatan agar setiap pribadi mampu menjalani ujian hidup dengan sabar serta menjadikan Ramadhan sebagai titik balik menuju perubahan.

Di balik tembok rutan, sore itu bukan hanya tentang menjalankan ibadah, tetapi tentang menumbuhkan kembali harapan. Sebab di bulan suci, bahkan di ruang terbatas sekalipun, cahaya kebaikan tetap dapat menyala.

Polsek Sanga Sanga Amankan Pria Pembawa Sajam Saat Operasi Pekat Mahakam 2026

Kukar – Dalam rangka pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026, jajaran Polsek Sanga Sanga berhasil mengungkap perkara tindak pidana penyalahgunaan senjata tajam (sajam) di wilayah hukumnya, Selasa (24/2/2026) dini hari.

Kapolsek Sanga Sanga, IPTU Wahid, menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari kegiatan patroli dan operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Andi Fitriyadi, sekitar pukul 01.45 WITA di Jalan Mada RT 14, Kelurahan Sanga Sanga Dalam, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberhentikan seorang pria yang mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max warna biru dengan nomor polisi KT-5508-CAR. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan satu bilah senjata tajam jenis badik dengan panjang kurang lebih 22 sentimeter yang diselipkan di pinggang terduga pelaku.

“Pada saat dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan izin kepemilikan maupun membawa senjata tajam tersebut. Untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas, yang bersangkutan langsung kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Kapolsek.

Pria tersebut diketahui berinisial DML (26), warga Sanga Sanga. Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa satu bilah badik lengkap dengan sarung kayu serta satu unit sepeda motor yang digunakan saat kejadian.

Saat ini, tersangka diproses sesuai ketentuan Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, terkait larangan membawa, menguasai, atau memiliki senjata penikam atau penusuk tanpa hak.

Kapolsek menegaskan bahwa kegiatan Operasi Pekat Mahakam 2026 yang dilaksanakan berdasarkan arahan Polda Kalimantan Timur dan Polres Kutai Kartanegara bertujuan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, khususnya dari potensi tindak kriminalitas yang dipicu oleh kepemilikan senjata tajam secara ilegal.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membawa senjata tajam tanpa kepentingan yang sah dan sesuai aturan hukum. Pencegahan lebih baik daripada penindakan. Mari bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tutupnya.

Polsek Sanga Sanga memastikan proses hukum berjalan profesional dan transparan sebagai bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Kutai Kartanegara.

Polri dan KPK Perkuat Integritas melalui Pelatihan Tata Nilai dan Anti Korupsi

Kepolisian Negara Republik Indonesia menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Tata Nilai, Penguatan Integritas, dan Anti Korupsi Kepolisian Republik Indonesia (Pelatnas Polri) sebagai upaya memperkuat budaya organisasi yang berintegritas dan berorientasi pada pencegahan korupsi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di Ruang Auditorium Andi Yusuf, Gedung Anti-Corruption Learning Center Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Pelatnas Polri merupakan wujud kerja sama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan bebas dari korupsi. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Inspektur Pengawasan Umum Polri, Wahyu Widada.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia Setyo Budiyanto, Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri, Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri, serta Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan Pelatnas Polri, yang terdiri dari 10 peserta dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri dan 30 peserta dari Inspektur Pengawasan Umum Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia Setyo Budiyanto hadir sebagai Keynote Speaker dengan menyampaikan materi bertajuk “Diagnosis Kelemahan Menuju Penguatan Berbasis Data”, yang menekankan pentingnya pemanfaatan data sebagai landasan dalam memperkuat sistem pengawasan, integritas, serta pencegahan korupsi di lingkungan Polri.

Perkuat Sinergi Polri – BPN, Kapolda Sumsel Dorong Mitigasi Konflik Agraria untuk Jaga Stabilitas Kamtibmas

PALEMBANG – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam mitigasi konflik agraria guna menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kepastian investasi di Sumatera Selatan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis antara Polda Sumsel dan Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Selasa (24/2/2026). Pertemuan membahas percepatan sertifikasi dan penertiban administrasi aset negara sebagai langkah pencegahan terhadap potensi sengketa lahan yang dapat berdampak pada gangguan kamtibmas.

Kapolda Sumsel menekankan bahwa persoalan agraria tidak dapat dipandang semata sebagai urusan administratif, melainkan isu strategis yang beririsan langsung dengan stabilitas sosial, keamanan, dan keberlangsungan pembangunan daerah.

“Konflik pertanahan yang tidak tertangani secara sistematis dapat berkembang menjadi konflik sosial yang mengganggu kamtibmas. Oleh karena itu, mitigasi harus dilakukan secara terukur, berbasis data, dan berkelanjutan,” tegas Kapolda.

Menurutnya, Sumatera Selatan merupakan wilayah strategis investasi, mulai dari sektor perkebunan, energi, hingga infrastruktur. Karena itu, kepastian hukum pertanahan menjadi prasyarat penting agar pembangunan berjalan tanpa hambatan akibat sengketa lahan.

Kapolda juga menegaskan bahwa legalitas tanah yang jelas tidak hanya memberi perlindungan hukum terhadap aset negara, tetapi juga menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan pelaku usaha. Ia menilai, tanpa administrasi pertanahan yang tertib, potensi konflik akan meningkat dan berdampak langsung pada iklim investasi.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Polda Sumsel dan BPN Sumsel sepakat memperkuat koordinasi teknis melalui percepatan pendataan, verifikasi dokumen, serta sertifikasi aset yang belum terdokumentasi secara lengkap.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penguatan sinergi dengan BPN merupakan bagian dari strategi preventif Polri dalam menjaga stabilitas daerah.

“Bapak Kapolda menempatkan penanganan konflik agraria sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kepastian hukum lahan memberikan rasa tenang bagi pelaku usaha untuk berinvestasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Sumsel, Ir. Rahmat, A.Ptnh., M.M., menyatakan komitmen BPN untuk mendukung langkah kolaboratif tersebut melalui verifikasi dokumen dan validasi lapangan secara menyeluruh, guna mencegah tumpang tindih kepemilikan yang kerap menjadi akar konflik agraria.

Sebagai langkah lanjutan, Polda Sumsel bersama Kanwil BPN Sumsel akan menggelar konsolidasi teknis dengan jajaran Kapolres dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan untuk mempercepat penyelesaian kendala administrasi di lapangan.

Penguatan sinergi Polri dan BPN ini menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola pertanahan yang lebih tertib, memperkuat kepastian hukum, serta memastikan Sumatera Selatan tetap kondusif, aman, dan ramah investasi.

MRP Kecam Kekerasan terhadap Warga Sipil di Papua, Ajak Semua Pihak Duduk Bersama Jaga Kamtibmas

Jayapura – Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) dari unsur adat, Max Adnir Uhi, mengecam keras berbagai aksi kekerasan terhadap warga sipil yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Papua dalam beberapa waktu terakhir.

Max menyampaikan, MRP mengutuk tindakan pembunuhan terhadap pilot dan kopilot pesawat Smart Air yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan yang sangat memprihatinkan, terlebih korban diketahui telah lama mengabdi dan bekerja di Papua.

“Kami sangat mengutuk keras tindakan tersebut. Korban adalah warga sipil yang sudah lama mengabdi di Tanah Papua,” kata Max dalam keterangan di Jayapura.

Selain itu, MRP juga menyoroti kasus pembantaian warga sipil di Kabupaten Yahukimo, termasuk yang terjadi di lingkungan sekolah. Menurut dia, tindakan kekerasan di area pendidikan merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan karena sekolah merupakan tempat membangun masa depan generasi Papua.

“Sekolah adalah tempat mendidik anak-anak kita untuk membangun negeri ini. Kalau pendidikan terganggu karena rasa takut, maka masa depan Papua juga ikut terancam,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peristiwa penembakan terhadap warga sipil yang terjadi di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, yang semakin menambah daftar panjang gangguan keamanan di wilayah pegunungan Papua.

MRP, lanjutnya, mengajak seluruh pemangku kepentingan di Papua, mulai dari pemerintah daerah, DPRP, MRP, hingga tokoh masyarakat dan tokoh adat, untuk duduk bersama dalam satu forum guna merumuskan langkah bersama menyikapi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurut Max, kondisi keamanan menjadi faktor utama dalam mendukung pembangunan di Papua. Tanpa jaminan keamanan, proses pembangunan akan sulit berjalan optimal.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya TNI dan Polri. Kita semua, termasuk masyarakat, harus menjaga tanah Papua agar tetap aman dan damai,” katanya.

MRP juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz yang bertugas melakukan pengamanan di wilayah Papua, khususnya di daerah pedalaman dengan medan yang berat dan penuh tantangan.

Selain itu, pihaknya meminta pemerintah pusat serta jajaran TNI dan Polri, termasuk Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua, untuk terus memperkuat langkah pengamanan guna menjamin rasa aman bagi masyarakat.

Max mengungkapkan, situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk adanya sekolah di wilayah pegunungan yang terpaksa tutup karena guru dan siswa merasa khawatir.

“Kalau keamanan tidak terjamin, masyarakat menjadi resah dan aktivitas terganggu. Karena itu, mari kita duduk bersama dan menyampaikan pesan bahwa Papua tetap harus kita jaga sebagai tanah yang damai,” ujarnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu menjaga stabilitas keamanan demi masa depan Papua yang lebih baik.

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Amankan Meno Heluka, Terduga Anggota Inti Kelompok Bersenjata di Yahukimo

YAHUKIMO – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 kembali mengamankan seorang terduga anggota kelompok bersenjata, Meno Heluka, dalam operasi yang dilaksanakan pada Senin (23/02/26) pagi di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan.

Meno Heluka diamankan di area Pasar Baru setelah sebelumnya terpantau selama kurang lebih dua hari berada di sekitar Terminal 88 dan diduga hendak bergeser menuju wilayah Korowai. Tim Gakkum Unit Yahukimo bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pemantauan lapangan sebelum akhirnya berhasil mengamankan yang bersangkutan. Selanjutnya, Meno Heluka dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan intensif dan pendalaman lebih lanjut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa proses penangkapan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan pengembangan informasi di lapangan.

“Tim telah melakukan monitoring dan pendalaman terhadap pergerakan yang bersangkutan. Saat dipastikan keberadaannya, personel langsung bergerak cepat dan terukur sehingga Meno Heluka berhasil diamankan tanpa menimbulkan gangguan terhadap situasi kamtibmas di sekitar lokasi,” jelasnya (24/02/26).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan yang diperoleh penyidik, Meno Heluka diduga terlibat dalam aksi penembakan terhadap Serka Segar Mulyana pada 16 Juni 2025. Serka Segar Mulyana merupakan prajurit TNI AD yang bertugas sebagai Babinsa di wilayah Yahukimo, dengan tanggung jawab melaksanakan pembinaan teritorial serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Insiden tersebut terjadi saat korban sedang menjalankan tugas negara dalam rangka mendukung stabilitas keamanan di daerah yang tergolong rawan gangguan bersenjata.

Selain dugaan keterlibatan dalam peristiwa tersebut, Meno Heluka diketahui merupakan salah satu anggota inti dari kelompok Kopitua Heluka, yang selama ini masuk dalam pemetaan aparat sebagai kelompok yang aktif melakukan aksi kekerasan bersenjata di wilayah Pegunungan Papua.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penindakan terhadap anggota kelompok bersenjata akan terus dilakukan secara terukur dan profesional.

“Setiap individu yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap aparat maupun masyarakat sipil akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Penegakan hukum ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa pengamanan tersebut merupakan hasil kerja personel dan koordinasi yang solid antar unsur di lapangan.

“Kami terus melakukan pemetaan dan profiling terhadap jaringan yang masih aktif. Pemeriksaan terhadap Meno Heluka saat ini difokuskan untuk mendalami peran yang bersangkutan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan kelompok tersebut,” jelasnya.

Saat ini, Meno Heluka berada di Ruang Sat Reskrim Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Aparat memastikan seluruh proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur guna mengungkap secara menyeluruh dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam rangkaian aksi kekerasan di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.

Polwan Ditintelkam dan Bhayangkari Daerah Kaltim Salurkan Bantuan Sosial kepada Warga Balikpapan Timur

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Dalam rangka menumbuhkan kepedulian sosial serta mempererat kedekatan dengan masyarakat, Polwan Ditintelkam Polda Kalimantan Timur bersama Bhayangkari Daerah Kaltim melaksanakan kegiatan “Bhayangkari & Polwan Polda Kaltim Berbagi”, Senin (23/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA tersebut dilaksanakan di Jalan Mulawarman RT 12, Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Dalam kegiatan tersebut, Polwan Ditintelkam dan Bhayangkari Daerah Kaltim menyalurkan bantuan berupa tali asih kepada 60 warga.

Kegiatan ini dihadiri oleh tiga orang Bhayangkari Ditintelkam, yakni Ny. Dewi Agung, Ny. Yanti Juwadi, dan Ny. Emi Ginting, serta sebelas personel Polwan Ditintelkam Polda Kaltim yang dipimpin oleh AKP Yurizca Musiardhillah, S.I.K.

Melalui kegiatan berbagi ini, Polwan dan Bhayangkari Polda Kaltim berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap sesama.

Selain sebagai bentuk aksi sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara Polwan, Bhayangkari, dan masyarakat, sekaligus memperkuat citra Polri yang humanis dan hadir di tengah masyarakat.

Wakapolda Kaltim Hadiri Rapim Kodam VI/Mulawarman Tahun 2026, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen. Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., menghadiri kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam VI/Mulawarman Tahun 2026 yang digelar pada Senin (23/2/2026) pukul 08.00 WITA, bertempat di Aula Kodam VI/Mulawarman.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pangdam VI/Mulawarman, Kasdam VI/Mulawarman, Wakapolda Kaltim, perwakilan Gubernur Kalimantan Timur dari Bappeda Kaltim, perwakilan Kajati Kaltim yang diwakili Wakajati Kaltim, para Pejabat Utama Kodam VI/Mulawarman, Danrem dan Dandim jajaran Kodam VI/Mulawarman, serta Karoops Polda Kaltim.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, laporan ketua panitia, pembacaan doa, serta sambutan pembukaan Rapim oleh Pangdam VI/Mulawarman. Selanjutnya, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan paparan dari Kapolda Kalimantan Timur, paparan Gubernur Kalimantan Timur, serta paparan Kajati Kalimantan Timur. Kegiatan juga diisi dengan ceramah tentang siber sebagai bentuk penguatan wawasan menghadapi tantangan keamanan di era digital, sebelum ditutup dengan ishoma.

Rapim ini menjadi forum strategis dalam menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta merumuskan langkah-langkah kebijakan ke depan guna mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan di wilayah Kalimantan Timur.

Melalui kehadiran unsur TNI, Polri, dan Forkopimda, kegiatan ini mencerminkan soliditas dan sinergitas antarinstansi dalam menjaga kondusifitas wilayah, khususnya dalam menghadapi dinamika situasi keamanan dan perkembangan strategis di Kalimantan Timur.

Kapolsek Loa Janan Hadiri Safari Ramadhan di Desa Tani Harapan, Perkuat Sinergi dan Pesan Kamtibmas

Kukar – Kapolsek Loa Janan AKP Dhalimunthe, menghadiri kegiatan Safari Ramadhan yang digelar Forkopimca Kecamatan Loa Janan di Masjid Al Hikmah, Desa Tani Harapan. Kehadiran Kapolsek menjadi wujud komitmen Polri dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan.

Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama antara unsur Forkopimca dan masyarakat. Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Kapolsek Loa Janan tampak berbaur dengan warga, mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.

Usai berbuka, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah. Momentum tersebut dimanfaatkan Kapolsek untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada jamaah. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta memperkuat nilai persaudaraan dan toleransi selama Ramadhan.

“Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjalin. Keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Kapolsek dalam sambutannya.

Kapolsek juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari, guna mencegah potensi gangguan kamtibmas seperti balap liar maupun kenakalan remaja.

Kegiatan Safari Ramadhan ditutup dengan ceramah agama yang menambah kekhusyukan malam itu. Melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat, Kapolsek Loa Janan menegaskan bahwa Polri senantiasa hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Desa Tani Harapan dan sekitarnya.