Hotspot Terdeteksi, Polsek Kembang Janggut Temukan 10 Hektare Lahan Terbakar

Kukar – Polsek Kembang Janggut Polres Kutai Kartanegara bergerak cepat menindaklanjuti deteksi titik panas atau hotspot di wilayah Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, Rabu (9/9/2026).

Pengecekan dilakukan sekitar pukul 10.30 Wita oleh Pawas Regu 1 Aiptu Tohar Molyo Atim bersama tiga personel. Lokasi hotspot berjarak sekitar 27 kilometer dari Mako Polsek Kembang Janggut.

Berdasarkan pemantauan, terdeteksi 1 hotspot berstatus high dan 7 hotspot berstatus medium di wilayah Desa Kelekat. Salah satu titik yang diverifikasi tercatat memiliki tingkat kepercayaan 83 persen, berdasarkan data satelit Terra sumber NASA.

Setibanya di lokasi, personel mendapati api masih belum padam. Kondisi medan juga menjadi tantangan karena tidak terdapat sumber air di sekitar titik kejadian dan jaringan internet tidak tersedia.

Polsek Kembang Janggut kemudian melakukan penanganan bersama 10 personel pemadam dari PT Rea Kaltim serta dua warga Desa Kelekat. Penanganan didukung sejumlah peralatan, di antaranya kendaraan R4, jonder, alkon, serta tiga unit semprotan gendong.

Dari hasil pengecekan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare yang mana Sebagai data pendukung penanganan, titik hotspot tercatat pada koordinat 0.14434, 116.25568. Koordinat tersebut menjadi acuan penting bagi petugas untuk memastikan lokasi yang harus diverifikasi dan ditangani di lapangan.

Polsek Kenohan Pasang Spanduk Karhutla di Titik Keramaian, Warga Diingatkan Jangan Membakar Lahan

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat Polsek Kenohan Polres Kutai Kartanegara. Kali ini, personel memasang spanduk imbauan Karhutla di kawasan Jalan Inpres, Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.

Spanduk dipasang di lokasi yang menjadi titik berkumpulnya masyarakat. Langkah tersebut menjadi sarana edukasi langsung agar warga semakin waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran meluas.

Kapolsek Kenohan AKP Giri Pratiwo menegaskan pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan membangun kesadaran masyarakat.

Personel Polsek Kenohan juga mengajak warga turut berperan aktif mencegah Karhutla dengan tidak membakar lahan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.

Polsek Muara Muntai Tegaskan Ancaman Pidana bagi Pembakar Lahan

Kukar – Polsek Muara Muntai Polres Kutai Kartanegara mempertegas ancaman sanksi pidana bagi masyarakat yang sengaja membakar hutan dan lahan. Penegasan itu disampaikan melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) Karhutla di Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai, Rabu (9/9/2026).

Personel Polsek Muara Muntai mengingatkan masyarakat, khususnya petani, agar tidak membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar. Selain merusak lingkungan dan mengancam kesehatan, tindakan pembakaran lahan dapat berujung pada proses hukum dan sanksi pidana bagi pelakunya.

Polri juga mengajak warga berperan aktif mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan.

Pesan Polsek Muara Muntai tegas: membuka lahan bukan alasan untuk membakar. Setiap pembakaran yang melanggar hukum memiliki konsekuensi pidana.

Kajari Sambangi Polres Kukar, Kapolres Kukar Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Kukar – Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kukar menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kutai Kartanegara Aji Kalbu Pribadi beserta jajaran, Rabu (9/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tribrata Polres Kukar tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat komunikasi dan sinergi dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum di wilayah Kabupaten Kukar.

Kapolres Kukar AKBP Khairil Basyar menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, koordinasi yang solid antaraparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memastikan proses penegakan hukum berjalan profesional, transparan dan sesuai ketentuan.

“Silaturahmi ini bukan sekadar membangun hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menghadapi berbagai persoalan hukum di wilayah Kukar,” ujar Kapolres.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran Polres Kukar dan Kejari Kukar juga membahas pentingnya membangun kolaborasi yang efektif, khususnya dalam mendukung kelancaran proses penanganan perkara serta menjaga kepastian hukum bagi masyarakat.

AKBP Khairul Basyar juga menegaskan, sinergi antara kepolisian dan kejaksaan harus terus dipelihara. Dengan komunikasi yang baik dan koordinasi yang berkesinambungan, setiap tahapan penegakan hukum diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan rasa keadilan serta kepastian hukum kepada masyarakat.

Kegiatan silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, kedua institusi berkomitmen untuk terus menjaga hubungan kerja sama yang konstruktif demi mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif serta penegakan hukum yang berkeadilan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

UMI dan Unhas Perkuat Ekosistem Ilmu Kepolisian Hadapi Kompleksitas Zaman

MAKASSAR, 9 September 2026 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama perguruan tinggi terus membangun ekosistem ilmu kepolisian untuk merespons kompleksitas persoalan masyarakat dan perkembangan zaman. Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadi bagian dari penguatan ekosistem tersebut melalui pengembangan Pusat Studi Kepolisian dan kerja sama akademik dengan Polri.

Peresmian Pusat Studi Kepolisian Unhas berlangsung di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu (9/9/2026). Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memberikan sambutan secara virtual dari Jakarta.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan penghargaan kepada Unhas dan UMI yang telah membuka ruang kolaborasi antara kepolisian dan dunia akademik.

“Bagi Polri, perguruan tinggi merupakan mitra penting dalam memperkaya perspektif dan mengembangkan ilmu kepolisian. Kami sangat menghargai keterbukaan kampus untuk bersama-sama membangun pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.

Wakapolri menilai Pusat Studi Kepolisian perlu dikembangkan sesuai dengan karakter, kompetensi, dan keunggulan masing-masing perguruan tinggi. Dengan demikian, keberagaman fokus kajian justru menjadi kekuatan dalam membangun jejaring keilmuan kepolisian secara nasional.

Unhas: Menghubungkan Ilmu dengan Persoalan Masyarakat

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa menilai kolaborasi dengan Polri memiliki makna strategis bagi dunia akademik maupun kepolisian.

“Polisi membutuhkan ilmu untuk menghadapi kompleksitas zaman, dan ilmu membutuhkan polisi untuk memastikan bahwa pengetahuan benar-benar hadir di tengah persoalan masyarakat,” ujar Jamaluddin.

Menurutnya, Pusat Studi Kepolisian harus menjadi ruang yang mempertemukan teori, penelitian, dan persoalan nyata di masyarakat.

“Pusat studi ini jangan hanya menjadi lembaga yang dibentuk secara administratif. Kita ingin menjadi ruang yang hidup untuk berdiskusi, melakukan penelitian, dan menghasilkan kajian yang dapat menjawab persoalan nyata di masyarakat,” katanya.

Ia menilai persoalan seperti destructive fishing membutuhkan keterlibatan berbagai bidang ilmu agar dapat dilihat secara komprehensif.

Unhas pun membuka peluang kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan kajian dan rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan institusi penegak hukum.

UMI: Kolaborasi yang Saling Menumbuhkan

Sementara itu, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib diwakili Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.

Zakir menegaskan bahwa hubungan Polri dan UMI dibangun dengan semangat kemitraan dan saling memperkuat.

“Polri dan UMI saling menumbuhkan. Polri memiliki pengalaman dan pengetahuan dari berbagai persoalan nyata di lapangan, sedangkan UMI memiliki sumber daya manusia, kapasitas penelitian, teknologi, dan berbagai disiplin ilmu. Keduanya dapat dipertemukan untuk saling memperkuat,” ujar Zakir.

Ia menjelaskan, UMI memiliki kekuatan keilmuan yang beragam, termasuk hukum, teknologi, kecerdasan buatan, keamanan siber, ekonomi, energi, kesehatan, lingkungan, agama, dan ilmu sosial.

Keragaman tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan kajian kepolisian yang lebih komprehensif.

“Kita ingin Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang untuk menghasilkan kajian, inovasi, dan rekomendasi. Bukan hanya membicarakan persoalan setelah terjadi, tetapi juga membantu membaca risiko dan menyiapkan berbagai kemungkinan sejak dini,” katanya.

Memperkuat Evidence-Based Policing

Wakapolri menjelaskan bahwa pengembangan jejaring Pusat Studi Kepolisian juga menjadi bagian dari penguatan pendekatan evidence-based policing, yakni pengembangan praktik kepolisian yang didukung oleh data, penelitian, dan pengujian ilmiah.

Melalui pendekatan tersebut, pengalaman praktis kepolisian dapat dipertemukan dengan metodologi dan perspektif akademik untuk menghasilkan pengetahuan yang relevan sekaligus dapat diterapkan.

“Kami berharap pusat studi ini dapat menjadi jembatan yang mempertemukan pengalaman praktis kepolisian dengan kekayaan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi. Dari sana kita dapat saling belajar dan bersama-sama mencari solusi yang terbaik,” ungkap Wakapolri.

Menurutnya, mahasiswa juga memiliki posisi penting dalam ekosistem tersebut. Pemikiran kritis, kreativitas, dan perspektif generasi muda dapat menjadi bagian dari proses pengembangan ilmu kepolisian.

Jejaring Nasional Terus Diperluas

Hingga saat ini, Polri telah menjalin 79 MoU dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan 41 perguruan tinggi telah meresmikan dan mengoperasionalkan Pusat Studi Kepolisian.

Di lingkungan internal Polri juga telah dikembangkan 16 Pusat Studi Kepolisian dengan fokus keilmuan yang beragam, mulai dari Polmas, antikorupsi, terorisme, siber, SDM, teknologi kepolisian, forensik, keamanan nasional, keadilan restoratif dan transformasi konflik, hingga intelijen kepolisian.

Wakapolri berharap jejaring tersebut tidak sekadar menjadi jaringan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi jaringan pengetahuan yang saling terhubung.

“Ukuran keberhasilan kita bukan semata-mata berapa banyak kerja sama yang dibuat atau berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan. Yang jauh lebih penting adalah seberapa besar pengetahuan, penelitian, dan kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat serta menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.

Polsek Sangasanga Padamkan Karhutla di Gunung Hapko, Titik Api Terpetakan

Kukar – Kebakaran lahan sekitar 1 hektare terjadi di kawasan Gunung Hapko, Jalan Yos Sudarso RT 10, Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026) malam.

Lokasi kebakaran tercatat pada koordinat -0.638935, 117.234361 dan -0.638635, 117.233981. Data koordinat menjadi pendukung penting dalam mengidentifikasi dan memetakan secara tepat titik kejadian, sehingga dapat digunakan sebagai acuan petugas untuk melakukan verifikasi lapangan, pemantauan perkembangan titik api, serta mendukung penanganan dan pengecekan lanjutan.

Menerima informasi kebakaran, personel Polsek Sangasanga bersama Koramil, relawan Damkar dan masyarakat langsung melakukan peninjauan sekaligus pemadaman di lokasi.

Sebanyak 26 personel gabungan dikerahkan untuk mengendalikan api. Berkat kerja sama tersebut, api berhasil dipadamkan hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 00.00 WITA.

Polsek Sangasanga memastikan situasi di lokasi aman dan terkendali. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam pengecekan dan pendalaman, sedangkan kerugian materiil masih dalam pendataan.

Kapolsek Sangasanga Iptu Wahid menegaskan pihaknya bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah rawan Karhutla, termasuk memastikan informasi lokasi dan titik api dapat menjadi dasar penanganan secara cepat dan tepat.

Surutnya Danau Semayang Sisakan Belukar Kering, Api Muncul di Akses Desa Semayang

Kukar – Surutnya air Danau Semayang menyisakan hamparan semak belukar yang mengering. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian saat kebakaran lahan terjadi di Dusun Durung RT 08, Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026) malam.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 18.00 WITA di kawasan pinggir jalan masuk Desa Semayang. Api membakar vegetasi dan semak belukar yang sebelumnya mengering akibat menyusutnya air Danau Semayang.

Begitu informasi diterima, personel Polsek Kenohan bersama Pemerintah Desa Semayang, personel TNI, tim Damkar Kota Bangun, Damkar Kecamatan Kenohan serta masyarakat bergerak ke lokasi. Penanganan dilakukan sejak malam hari dengan fokus menghentikan api agar tidak berkembang dan merembet ke wilayah yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Di lokasi yang berada dekat akses jalan desa, petugas berhasil memadamkan api. Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Api masih terlihat pada bagian lahan yang berada lebih jauh dari badan jalan.

Kondisi gelap menjadi tantangan tersendiri. Selain menyulitkan penghitungan luasan lahan yang terbakar, petugas juga menghadapi keterbatasan sumber air dan akses menuju titik api yang sulit dijangkau.

Karena itu, personel gabungan bersama warga tetap bertahan di sekitar lokasi untuk melakukan pemantauan. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan api kembali membesar maupun merembet ke arah permukiman.

Kapolsek Kenohan AKP Giri Pratiwo melalui personelnya menegaskan bahwa penanganan tidak berhenti pada pemadaman api. Polisi juga melakukan pengecekan lokasi, meminta keterangan awal warga, berkoordinasi dengan unsur terkait serta mendalami penyebab kebakaran.

“Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan api tidak berkembang dan merembet ke arah permukiman. Penyebab kebakaran juga masih dalam pengecekan dan pendalaman di lokasi,” ujarnya.

Hingga laporan terakhir, luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan karena kondisi malam dan keterbatasan jarak pandang. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan.

Polsek Kenohan juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi kering akibat surutnya air danau. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api untuk mempercepat penanganan.

Hingga malam hari, personel Polri, TNI dan masyarakat masih melakukan standby dan pemantauan di sekitar lokasi. Situasi secara umum aman dan terkendali.

Karhutla Sungai Merdeka Meluas 15 Hektare, Tim Gabungan Berjibaku hingga Malam

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah RT 04, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi tantangan serius bagi tim gabungan. Api yang awalnya membakar sekitar 2 hektare pada Senin (7/9/2026) malam, meluas hingga total sekitar 15 hektare pada Selasa (8/9/2026).

Titik api bahkan terlihat dari ruas Tol Balikpapan–Samarinda Km 31+400 B, sehingga penanganan dilakukan secara intensif untuk mencegah api semakin meluas.

Pada Senin malam, personel gabungan dari Otorita IKN, Polsek Samboja, Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, Manggala Agni, Gakkum Hutwil Kaltim, Jasa Marga Tol Balikpapan–Samarinda serta MPA Sungai Merdeka bergerak menuju lokasi.

Namun, medan bukan perkara mudah. Dari badan jalan tol menuju titik api, petugas harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer sambil membawa mesin pompa Mark3 dan peralatan pemadaman. Selang sebanyak delapan unit dengan total panjang sekitar 240 meter juga harus disambungkan dari sumber air di sungai.

Kondisi semakin berat karena kebakaran terjadi pada malam hari di kawasan berupa rumput rawa kering dan semak gambut. Jarak pandang terbatas sehingga petugas harus mengandalkan penerangan senter saat bergerak di medan.

Hingga sekitar pukul 02.00 WITA, api belum sepenuhnya padam. Persediaan BBM mesin pompa Mark3 habis, sementara akses menuju lokasi sulit dan personel telah mengalami kelelahan. Upaya pemadaman akhirnya dihentikan sementara dengan tetap memperhatikan kondisi titik api.

Pada Selasa (8/9/2026), api kembali merembet hingga wilayah RT 16 Kelurahan Sungai Merdeka. Akses menuju titik api kemudian dilakukan melalui jalan masuk Panti Asuhan Hidayatul Hayat.

Penanganan diperkuat dengan melibatkan Otorita IKN, Polsek Samboja, Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, Kikav Km 28, Manggala Agni, Damkar Samboja, Gakkum Hutwil Kaltim, Jasa Marga Tol Balikpapan–Samarinda, MPA Sungai Merdeka, PT Lembuswana dan PT KMB.

Selain pemadaman dari darat, upaya penanganan juga diperkuat melalui 20 kali bomber water. Tim harus menghadapi asap tebal, minimnya sumber air di sekitar lokasi serta cuaca panas yang membuat vegetasi kering mudah terbakar dan api cepat merambat.

Di tengah kondisi tersebut, personel Polsek Samboja turut melakukan pengamanan, pemantauan perkembangan api, koordinasi dengan unsur terkait serta memastikan upaya pemadaman berjalan hingga titik api dapat dikendalikan.

Setelah berjuang sepanjang hari, tim yang bertahan hingga malam kembali melakukan pemadaman dari titik kumpul di Panti Asuhan Hidayatul Hayya, Kelurahan Sungai Merdeka. Unsur yang bertahan antara lain Otorita IKN, Polsek Samboja, Damkar Samboja, PMI Samboja, Yayasan Jejak Pulang dan MPA Sungai Merdeka.

Hasilnya, sekitar pukul 23.00 WITA, api berhasil dipadamkan. Tim selanjutnya memastikan kondisi lokasi aman dan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan kecepatan respons dan pencegahan agar api tidak semakin meluas.

“Personel terus melakukan koordinasi dan pemantauan di lapangan. Kondisi medan, jarak sumber air dan cuaca menjadi tantangan, namun penanganan tetap dilakukan bersama unsur terkait sampai api berhasil dipadamkan,” ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, pihak terkait masih melakukan penyelidikan. Indikasi awal mengarah pada faktor cuaca panas dan kondisi vegetasi yang sangat kering, namun penyebab pasti belum dapat disimpulkan.

Polsek Samboja juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta tidak membuang benda yang berpotensi menjadi sumber api, termasuk puntung rokok maupun sisa material pembakaran.

Sebagai langkah lanjutan, pengecekan kembali akan dilakukan pada Rabu (9/9/2026). Apabila ditemukan bara atau titik api baru, penanganan akan segera dikoordinasikan dengan unsur terkait.

Api di Belakang Permukiman Jembayan, Tim Gabungan Jinakkan Karhutla 3 Hektare

Kukar – Kobaran api membakar lahan warga di Dusun Lembonang RT 001, Desa Jembayan Dalam, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026) malam. Yang membuat situasi menjadi perhatian, titik kebakaran berada hanya sekitar 200 meter dari badan jalan dan tepat di belakang kawasan perumahan warga.

Informasi kebakaran diterima personel Polsek Loa Kulu sekitar pukul 19.10 WITA dari masyarakat. Polisi segera berkoordinasi dengan BPBD Kutai Kartanegara dan unsur terkait untuk mempercepat penanganan sebelum api merambat ke kawasan permukiman.

Sekitar pukul 20.40 WITA, tim BPBD tiba di lokasi dan langsung bergabung bersama personel Polsek Loa Kulu, relawan serta masyarakat melakukan pemadaman dan pendinginan.

Kebakaran menghanguskan lahan warga yang diperkirakan mencapai ±3 hektare. Penanganan diperkuat dengan satu unit water truck PT CK, satu unit water truck PT PST serta satu unit kendaraan komando Dalkarhutla BPBD Kukar.

Medan dan kondisi lahan menjadi tantangan tersendiri. Namun, koordinasi lintas unsur membuat upaya pemadaman dapat dilakukan secara efektif hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 22.30 WITA.

Setelah api padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala, terlebih lokasi kebakaran berada dekat dengan permukiman warga.

Sementara itu, dugaan awal kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan. Namun, penyebab pasti masih dalam pendalaman dan belum dapat disimpulkan.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto menegaskan bahwa pengamanan kawasan permukiman menjadi perhatian utama dalam penanganan tersebut.

“Begitu informasi diterima, personel langsung melakukan koordinasi dan monitoring. Prioritas kami memastikan api tidak merambat ke permukiman warga,” ujarnya.

Patroli Gabungan Karhutla Muara Kaman Temukan Enam Titik Api, Empat Masih Sulit Dijangkau

Kukar – Upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Selasa (8/9/2026), tim gabungan menyusuri sejumlah wilayah rawan Karhutla hingga menemukan enam titik api.

Patroli dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dari Pelabuhan Muara Kaman dengan menyusuri rute Desa Tunjungan, Desa Liang Buaya hingga Desa Sedulang. Kegiatan melibatkan unsur kecamatan, Polsek Muara Kaman, Koramil, BKSDA, Damkar serta Kencana Group.

Dari hasil penyisiran, petugas menemukan satu titik api di wilayah Muara Kaman Ulu dengan luasan sekitar 1 hektare. Titik tersebut berhasil dipadamkan menggunakan metode penyiraman, meski lokasi api berada sekitar 150 meter dari tepian sungai.

Tim kembali menemukan titik api di Dusun Nangkabonah, Desa Tunjungan, dengan luasan sekitar 0,5 hektare. Api juga berhasil dikendalikan dengan penyiraman menggunakan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi.

Namun, patroli menghadapi tantangan besar ketika menemukan empat titik api lainnya yang berada di lokasi sulit dijangkau.

Dua titik berada di kawasan Cagar Alam (CA) Tunjungan, sekitar 1 kilometer dari tepian sungai. Satu titik lainnya berada di kawasan rawa gambut Dusun Nangkabonah dengan jarak sekitar 700 meter dari sungai, sementara satu titik ditemukan di kawasan rawa gambut pemerintah Desa Liang Buaya, sekitar 500 meter dari sungai.

Kawasan cagar alam dan rawa gambut mengalami kekeringan, sementara sejumlah anak sungai yang menjadi jalur menuju lokasi juga dalam kondisi kering. Akses darat menuju titik api pun tidak tersedia, ditambah aliran sungai yang dipenuhi eceng gondok sehingga menyulitkan pergerakan tim.

Untuk mendukung patroli dan penanganan, tim menggunakan dua unit ketinting, dua mesin mini stiker 2,5 untuk penyedotan air, parang, serta satu unit drone milik Kencana Group untuk membantu pemantauan wilayah.

Petugas memastikan kondisi satwa di kawasan cagar alam berdasarkan pemantauan awal belum terdampak langsung oleh kebakaran karena masih terdapat vegetasi dan area penghijauan.

Kapolsek Muara Kaman Iptu Herwin melalui kegiatan tersebut menegaskan pentingnya patroli bersama untuk mendeteksi titik api sedini mungkin, sekaligus memetakan lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Patroli dilakukan untuk memastikan setiap titik api dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Untuk lokasi yang belum dapat dijangkau, pemantauan terus dilakukan sambil berkoordinasi mencari langkah penanganan yang memungkinkan,” ujarnya.

Kegiatan patroli dan penanganan berlangsung hingga sekitar 21.30 WITA. Situasi secara umum aman dan kegiatan berjalan lancar, sementara titik api yang belum dapat dijangkau tetap menjadi perhatian untuk penanganan berikutnya.