Polri Bersihkan Area Terdampak Banjir Bandang di Kampung Tengah Kecamatan Palembayan Agam Sumbar

Sumatera Barat – Pada hari Minggu, 18 Januari 2025, Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor BKO Polda Sumbar melaksanakan kegiatan pembersihan area di sekitar sungai yang terdampak bencana banjir bandang di Desa Kampung Tengah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan material sisa banjir berupa lumpur, kayu, dan sampah yang menumpuk di bantaran sungai, guna memulihkan kondisi lingkungan serta mencegah terjadinya banjir susulan. Pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan unsur terkait dan masyarakat setempat, sehingga diharapkan aktivitas warga dapat kembali berjalan dengan aman dan normal.

Polri Bersama Masyarakat Bangun Jembatan Darurat, Akses Tiga Kampung di Rusip Antara Kembali Terhubung

Takengon — Polri bersama masyarakat terus menunjukkan sinergi dan kepedulian dalam percepatan pemulihan pascabencana alam di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.

Personel BKO Brimob Polda Aceh bersama Personel Polsubsektor Rusip Antara melaksanakan gotong royong lanjutan pengisian beronjong sebagai bantalan jembatan darurat di Kampung Pilar, Sabtu (17/1/2026).

Jembatan darurat tersebut dibangun untuk menghubungkan Kampung Pilar dengan dua kampung lainnya, yakni Kampung Pilar Wih Kiri dan Kampung Tirmiara. Sebelumnya, jembatan penghubung utama hanyut dan rusak parah akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu, sehingga memutus akses transportasi dan menghambat aktivitas masyarakat.

Kegiatan gotong royong ini melibatkan Personel Polsubsektor Rusip Antara, Personel Brimob BKO Polda Aceh, para Reje Kampung Pilar, Pilar Wih Kiri, dan Tirmiara, serta masyarakat dari ketiga kampung. Seluruh unsur bahu-membahu mempercepat pembangunan jembatan darurat agar segera dapat dilalui kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak berjuang sendiri dalam situasi sulit pascabencana.
“Kami merasakan langsung bagaimana beratnya aktivitas warga ketika akses utama terputus. Anak-anak sulit ke sekolah, hasil kebun terhambat dibawa ke pasar, dan kebutuhan sehari-hari menjadi tidak mudah. Karena itu, Polri hadir bukan sekadar bekerja, tetapi ikut merasakan dan bergotong royong bersama masyarakat,” ungkap Kapolres.

Ia menegaskan bahwa jembatan darurat ini memiliki peran vital sebagai urat nadi kehidupan warga, terutama dalam mendukung mobilitas, perekonomian, dan pelayanan sosial masyarakat antar kampung.
“Jembatan ini mungkin bersifat darurat, tetapi harapan masyarakat tidak boleh terhenti. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami optimistis akses ini segera kembali normal dan aktivitas warga bisa berjalan seperti sediakala,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Pilar, Jamaluddin (45), mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jembatan darurat yang dilakukan secara gotong royong bersama Polri.
“Sejak jembatan hanyut, kami harus memutar jauh kalau mau ke kampung sebelah atau membawa hasil kebun. Sekarang melihat Polri turun langsung bersama kami, rasanya kami tidak sendirian. Ini sangat membantu kehidupan kami sehari-hari,” ujarnya.

Kapolres Aceh Tengah juga memastikan Polres Aceh Tengah akan terus mendukung upaya pemulihan infrastruktur pascabencana serta menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Rusip Antara.
Melalui kegiatan gotong royong ini, Polri bersama masyarakat menegaskan komitmen untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas sosial, sehingga proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Rusip Antara dapat berjalan lebih cepat, aman, dan berkelanjutan.

Polda Sulsel Maksimalkan Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros–Pangkep

Polda Sulawesi Selatan bergerak cepat memaksimalkan upaya pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita.

Informasi awal hilangnya kontak pesawat dengan nomor registrasi PK-THT diterima dari General Manager AirNav Makassar. Berdasarkan data awal, pesawat diperkirakan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polda Sulsel langsung mengerahkan personel Polres Maros dan personel Polres Pangkep yang diperkuat unsur TNI, Basarnas, BPBD, Brimob Polda Sulsel, Dit Samapta Polda Sulsel, Paskhas TNI AU, serta berbagai potensi SAR lainnya untuk melakukan pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir kontak pesawat.

Polda Sulsel juga mengerahkan personel SAR dari satuan Brimob dan Samapta guna memperkuat tim gabungan di lapangan. Berdasarkan manifest terbaru dari pihak maskapai, pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang. Perubahan manifest terjadi akibat pergantian kru sebelum keberangkatan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Hingga Sabtu malam, objek pesawat belum ditemukan. Proses pencarian terkendala cuaca berkabut, hujan gerimis, serta kondisi medan pegunungan yang terjal. Atas pertimbangan keselamatan personel, pencarian sementara dihentikan dan dilanjutkan kembali pada Minggu (18/1/2026) pagi.

Sebagai langkah penguatan koordinasi, Posko Induk gabungan Basarnas dan TNI–Polri dipindahkan ke Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, serta didirikan posko pendukung di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Pencarian difokuskan pada dua jalur utama, yakni wilayah Balocci, Pangkep dan Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Basarnas, TNI, dan seluruh unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan secara terpadu.

“Kami telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk pembentukan posko dan penguatan personel di lapangan, guna mendukung operasi pencarian,” ujar Kapolda saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Kapolda juga menambahkan, RS Bhayangkara Makassar telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk pelaksanaan pemeriksaan antemortem. Rumah sakit tersebut didukung oleh tim DVI Mabes Polri, dengan personel khusus yang telah disiapkan.

Polda Sulsel memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan mengerahkan kemampuan terbaik untuk memaksimalkan proses pencarian, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi medan di lokasi pencarian.

Dukungan Pendidikan Pulih Cepat Pascabanjir, Polres Pidie Jaya Bersihkan Sekolah MIN 1

Meureudu — Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya melaksanakan kegiatan pemulihan pascabencana banjir melalui gotong royong bersama masyarakat di wilayah hukumnya. Kegiatan tersebut bertempat di MIN 1 Pidie Jaya, Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Sabtu (17/1/2026).

Gotong royong ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya pada fasilitas umum dan sarana pendidikan yang terdampak banjir. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembersihan lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.

Kasat Intelkam Polres Pidie Jaya, AKP Rusdiono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak. Polres Pidie Jaya bersama bantuan BKO Brimob Polda Aceh berharap proses pembersihan dapat segera diselesaikan sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.

“anak-anak sudah mulai bisa belajar dan mudah-mudahan hari ini dapat kami selesaikan sehingga anak-anak kita dapat belajar dengan nyaman” ungkapnya.

Kegiatan gotong royong dilaksanakan secara manual dengan menggunakan peralatan sederhana berupa sekop, cangkul, dan gerobak sorong. Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari Polres Pidie Jaya, Polsek Meureudu, Polsek Trienggadeng, BKO Brimob Polda Aceh, serta dewan guru MIN 1 Pidie Jaya.

Secara terpisah, perwakilan guru MIN 1 Pidie Jaya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh Polda Aceh dan Polres Pidie Jaya dalam membantu pemulihan lingkungan sekolah pascabencana banjir.

Tim Medis Polri Jangkau Korban Banjir Aceh Tamiang, Pulihkan Kesehatan dan Semangat Warga

Aceh Tamiang — Kepedulian Polri terhadap kondisi kesehatan masyarakat terdampak bencana banjir kembali diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Tim BKO Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Jumat, (16/1/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Pondok Pesantren Hidayah Raudatun Najah, Desa Matang Tepah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, serta Desa Bukit Seulema, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur. Sejak pagi hari, tim medis Polri memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada warga dengan penuh empati dan ketelatenan.

Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh dr. Yuliantikha Nurul Qumariah, selaku Dokter Ahli Bidokkes Polda Metro Jaya, bersama anggota Tim BKO PMJ.

Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga diberikan vitamin guna menjaga daya tahan tubuh di tengah kondisi lingkungan pascabencana yang rentan terhadap berbagai penyakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat sebanyak 80 orang masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, dengan keluhan yang didominasi penyakit pascabanjir seperti ISPA sebanyak 20 pasien, dispepsia 20 pasien, dermatitis 10 pasien, hipertensi 5 pasien, low back pain 6 pasien, rematik 4 pasien, cephalgia 4 pasien, konjungtivitis 3 pasien, diare 3 pasien, sakit gigi 2 pasien, diabetes melitus 2 pasien, serta 1 pasien suspek TB.

Salah seorang warga penerima layanan, Ibu Nurjanah, warga Desa Matang Tepah, Kecamatan Bendahara, tampak terharu saat menerima pemeriksaan kesehatan langsung di desanya. “Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Hanya Tuhan yang dapat membalasnya. Di saat kondisi seperti ini, kehadiran polisi dan dokter sangat berarti bagi kami,” ungkap Ibu Nurjanah dengan suara bergetar.

Dokter yang memimpin pelayanan di lapangan, dr. Yuliantikha Nurul Qumariah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga selama masa pemulihan pascabencana. “Pascabanjir, risiko penyakit cukup tinggi. Oleh karena itu kami melakukan pemeriksaan menyeluruh, pemberian obat dan vitamin, serta edukasi kesehatan agar masyarakat tetap waspada dan segera mendapatkan penanganan bila muncul keluhan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan langsung ke lokasi warga dilakukan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara merata, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.

Kegiatan ini menjadi wujud kehadiran negara melalui Polri, tidak hanya dalam penanganan darurat bencana, tetapi juga dalam memastikan aspek kesehatan masyarakat tetap terjaga. Kehadiran tim medis Polri disambut dengan rasa syukur dan antusias oleh warga, sebagai bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polri berharap kondisi kesehatan masyarakat terdampak banjir di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur dapat terus terpantau, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kehidupan sosial dan kesehatan pascabencana.

Brimob Polda Sulteng Bangun Jembatan Sementara Penghubung Wani 3–Labuan Kungguma

DONGGALA – Akses transportasi warga yang menghubungkan Desa Wani 3, Kecamatan Tanantovea, dengan Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, sempat terputus akibat banjir yang merusak infrastruktur jalan dan jembatan penghubung antarwilayah.

Merespons kondisi tersebut, personel Brimob Polda Sulawesi Tengah bergerak cepat turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Dengan dukungan unsur TNI serta partisipasi aktif masyarakat setempat, Brimob membangun jembatan sementara sebagai solusi cepat pemulihan akses warga.

Pembangunan jembatan darurat dilakukan secara manual dengan memanfaatkan material lokal berupa batang pohon kelapa yang disumbangkan warga. Keterbatasan peralatan tidak menjadi penghalang, personel Brimob tetap bekerja menggunakan alat seadanya demi mempercepat tersambungnya kembali jalur penghubung antar desa.

Proses pembangunan jembatan sederhana tersebut berlangsung selama dua hari dan kini dapat dilalui pejalan kaki. Kehadiran jembatan darurat ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat terputusnya akses utama.

Selain membangun jembatan, personel Brimob Polda Sulteng juga aktif membantu warga melakukan pembersihan rumah-rumah yang terdampak banjir, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Dalam kondisi darurat, yang paling utama adalah bagaimana akses warga bisa kembali terhubung. Personel kami bergerak cepat dengan segala keterbatasan, bekerja bersama TNI dan masyarakat untuk membantu meringankan beban warga,” ujarnya.

Ia menegaskan, Brimob Polda Sulteng akan terus hadir dan berperan aktif dalam setiap penanganan bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan, sebagai wujud pengabdian dan tanggung jawab kemanusiaan kepada masyarakat.

Polri-TNI Terus Lakukan Penanganan Banjir Donggala, Akses Jalan Mulai Dibuka dan Pembersihan Rumah Warga Digencarkan

DONGGALA – Memasuki hari keenam pascabencana banjir bandang di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, personel gabungan TNI-Polri bersama instansi terkait terus melakukan upaya penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.
Pada Jumat (16/1/2026), bertempat di Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, ratusan personel gabungan kembali diterjunkan untuk melaksanakan berbagai kegiatan penanganan bencana, mulai dari pembersihan lingkungan, perbaikan infrastruktur, hingga pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Donggala AKP Wakhidin, S.H. Apel tersebut diikuti oleh seluruh personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana.

Selanjutnya, personel gabungan melaksanakan tugas sesuai pembagian sektor kerja. Di antaranya melakukan pembersihan lanjutan rumah warga terdampak di Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, pemasangan jembatan gorong-gorong untuk membuka kembali akses menuju Desa Labuan Lumbubaka, serta pembersihan hunian tetap (huntap) I dan II di Desa Wani Lumbupetigi, Kecamatan Tanantovea.

Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., juga turun langsung melakukan survei lokasi guna memastikan proses pembangunan jembatan gorong-gorong dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Dalam kegiatan penanganan ini, total personel yang terlibat meliputi 92 personel Polres Donggala, 102 personel Sat Brimobda Sulteng, 30 personel TNI AD, 25 personel BPBD Kabupaten Donggala, serta tim kesehatan dari Bid Dokkes Polda Sulteng.

Berdasarkan data terbaru, sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala masih terdampak cukup signifikan. Total keseluruhan dampak bencana hingga 14 Januari 2026 meliputi 4 unit rumah hanyut, 268 rumah tergenang air, 8 rumah rusak, serta 134 kepala keluarga atau 1.093 jiwa terdampak.

Selain itu, tercatat 10 unit jembatan rusak, 1 sekolah, 1 masjid, 3 ruas jalan raya, dan 1 kantor KUA turut mengalami dampak akibat banjir bandang tersebut.
Meski status tanggap darurat bencana telah berakhir pada 15 Januari 2026, penanganan bencana tetap dilanjutkan melalui Operasi Aman Nusa II hingga 17 Januari 2026 guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa langkah cepat yang dilakukan jajaran Polda Sulawesi Tengah merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Polri bersama TNI dan instansi terkait terus bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Donggala. Fokus utama saat ini adalah membuka akses jalan yang terputus, membersihkan rumah warga, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Kombes Pol Erdi dalam keterangannya.

Ia menegaskan, keterlibatan personel di lapangan bukan hanya untuk membantu pemulihan fisik, tetapi juga membangun kembali rasa aman dan optimisme masyarakat.

“Kegiatan kerja bakti dan penanganan bencana ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Kehadiran aparat di tengah warga diharapkan mampu meringankan beban korban sekaligus memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.

Dalam rencana tindak lanjut, Satgas Penanggulangan Bencana akan melanjutkan pembuatan jembatan gorong-gorong menuju Desa Labuan Lumbubaka, melakukan pembersihan lanjutan rumah warga, mengerahkan mobil AWC untuk distribusi air bersih, serta memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah dilaporkan tetap dalam keadaan aman dan terkendali.

“Polri memastikan seluruh rangkaian penanganan bencana berjalan dengan baik dan terkoordinasi. Kami akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih,” tutup Kombes Pol Erdi.

Dengan kerja keras dan sinergi seluruh pihak, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Donggala dapat berlangsung cepat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala.

Kapolres Kukar Bersama Forkopimda Tinjau Lokasi Banjir dan Salurkan Bantuan di Kembang Janggut

Kukar – Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Kutai Kartanegara melaksanakan kunjungan lapangan ke Kecamatan Kembang Janggut, Jumat (16/1/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah serta Polri dalam menangani dampak bencana banjir yang melanda wilayah hulu.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kukar didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara Ny. Bella Khairul, serta diikuti oleh unsur TNI, pemerintah daerah, DPRD, instansi terkait, dan para kepala desa setempat.

Rangkaian kegiatan diawali sekitar pukul 11.54 WITA dengan kedatangan Forkopimda di RT 1 Desa Genting Tanah. Selanjutnya, rombongan menuju Kantor Desa Genting Tanah RT VIII untuk melaksanakan Salat Jumat berjamaah, dilanjutkan dengan makan siang bersama serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat terdampak banjir.

Usai dari Desa Genting Tanah, Kapolres Kukar bersama Forkopimda melanjutkan monitoring ke sejumlah desa lain yang terdampak banjir, di antaranya Desa Loa Sakoh, Desa Hambau RT 9, dan RT 11. Di setiap lokasi, Kapolres Kukar secara langsung menyerahkan bantuan kepada warga serta berdialog dengan masyarakat guna mendengar keluhan dan memastikan kondisi warga pascabanjir.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar menyampaikan bahwa kehadiran dirinya bersama Forkopimda merupakan bentuk empati dan tanggung jawab negara kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Polri bersama pemerintah daerah hadir untuk memberikan bantuan sekaligus memantau langsung perkembangan situasi banjir, khususnya di wilayah hulu,” ujar Kapolres.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko banjir serta evaluasi kondisi lapangan guna menentukan langkah penanganan lanjutan yang lebih efektif.

Polsek Kembang Janggut Bersama Tim Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Belayan

Kukar – Peristiwa duka menyelimuti warga Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara. Seorang warga setempat ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Belayan, tepatnya di Muara Penoon, pada Jumat pagi (16/1/2026).

Korban diketahui bernama Arani (58), seorang pria warga Desa Long Beleh Modang RT 02. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran Sungai Belayan pada rentang waktu sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WITA.

Mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar pukul 06.58 WITA, Polsek Kembang Janggut bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Personel Polsek Kembang Janggut berkoordinasi dengan Sat Polairud, Tim Basarnas dan BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi jenazah dari sungai dengan penuh kehati-hatian. Jenazah korban kemudian berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian langkah kepolisian guna memastikan peristiwa tersebut tertangani dengan baik dan sesuai prosedur.

“Personel kami segera mendatangi TKP, melakukan pengumpulan bahan keterangan, mendata serta memeriksa saksi-saksi, dan membuat laporan resmi guna kepentingan administrasi dan pendataan,” ujar Kapolsek.

Dari hasil keterangan saksi-saksi, yakni Ilanto (21) dan Asnawati (56), yang merupakan warga setempat, korban pertama kali ditemukan oleh masyarakat di sekitar aliran sungai sebelum akhirnya dilaporkan kepada aparat setempat.

Hingga proses evakuasi selesai, situasi di lokasi kejadian berlangsung aman dan terkendali. Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar sungai, agar selalu meningkatkan kewaspadaan guna menghindari kejadian serupa.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dalam beraktivitas di perairan, serta sinergi yang cepat antara masyarakat dan aparat dalam penanganan situasi darurat.

Polsek Muara Wis Intensifkan Patroli Dialogis, Bangun Kedekatan dengan Warga Desa

Kukar – Guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Polsek Muara Wis Polres Kutai Kartanegara melaksanakan Giat Patroli Dialogis dengan menyambangi dan berdialog langsung bersama masyarakat di wilayah hukumnya, Jumat (16/1/2026).

Kegiatan patroli dialogis tersebut dilaksanakan dengan melibatkan personel Polsek Muara Wis, yakni Aiptu Didik, Aiptu Hardi, Brigadir Arifin, Brigpol Toni, dan Bripda Dody M.

Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian melakukan tatap muka dan komunikasi langsung dengan warga di sejumlah desa, antara lain Desa Muara Wis, Desa Sebemban, Desa Lebak Mantan, dan Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Melalui pendekatan dialogis yang humanis, petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Warga juga diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor (3C), serta peredaran narkoba.

Selain itu, masyarakat diminta untuk segera melaporkan apabila menemukan orang tidak dikenal yang gerak-geriknya mencurigakan atau mengetahui adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), baik dengan mendatangi Kantor Polsek Muara Wis maupun melalui layanan Call Center Polri 110.

Kapolsek Muara Wis AKP Al Anas menyampaikan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu upaya preventif Polri untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan dengan menghilangkan niat dan kesempatan pelaku, khususnya pada jam-jam rawan.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggali informasi dari masyarakat sebagai bahan masukan dalam pelaksanaan tugas kepolisian, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan sinergi antara Polri dan warga,” ujarnya.

Dengan adanya patroli dialogis secara rutin, diharapkan kehadiran Polri di tengah masyarakat dapat memberikan rasa aman dan nyaman, serta menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Muara Wis.