Mahkamah Konstitusi Tolak Permohonan Uji Materi Terkait Rangkap Jabatan Anggota Polri

Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) resmi memutus perkara Nomor 223/PUU-XXIII/2025 terkait permohonan pengujian materiil terhadap Pasal 19 ayat (2), (3), dan (4) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Penjelasan Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan tersebut digelar pada Senin (19/1/2026) di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Konstitusi bersama delapan hakim konstitusi lainnya.

Permohonan uji materi ini diajukan oleh dua pemohon, yakni Zico Leonard Djagardo Simanjuntak, SH sebagai Pemohon I dan Zidane Azharian Kemalpasha sebagai Pemohon II. Para pemohon pada pokoknya mempersoalkan aturan mengenai penempatan anggota Polri pada jabatan ASN di luar institusi kepolisian tanpa kewajiban mengundurkan diri atau pensiun.

Dalam persidangan, pihak terkait dari Kepolisian Negara Republik Indonesia diwakili oleh tim kuasa hukum Polri yang terdiri dari BJP Veris Septiansyah, KBP Dandy Ario Yustiawan, IPDA Brandon Ridle Julio Tumanduk, serta IPDA Jerico Rizaldi Silitonga.

Setelah mendengarkan keterangan para pihak serta mempertimbangkan aspek hukum yang ada, Mahkamah Konstitusi akhirnya memutuskan menolak permohonan yang diajukan para pemohon.

Dalam amar putusannya, MK menyatakan permohonan Pemohon II tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard), sementara permohonan Pemohon I ditolak untuk seluruhnya.

Menanggapi putusan tersebut, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa Polri menghormati sepenuhnya keputusan Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga peradilan tertinggi dalam pengujian undang-undang.

“Polri menghormati sepenuhnya keputusan Mahkamah Konstitusi” ujar Brigjen Pol Trunoyudo.

Menurutnya, putusan MK ini juga memberikan kepastian hukum terkait mekanisme penempatan anggota Polri pada jabatan tertentu di luar institusi kepolisian.

“Keputusan ini memberikan kepastian hukum sehingga komitmen Polri untuk dapat menjalankan tugas secara profesional, prosedural, akuntabel dan sesuai dengan peraturan yang berlaku” tambah Karo Penmas.

Sidang pembacaan putusan sendiri berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.50 WIB dengan tertib. Dengan ditolaknya permohonan tersebut, maka ketentuan yang mengatur mengenai jabatan ASN tertentu yang dapat diisi oleh anggota Polri tetap dinyatakan berlaku.

Putusan ini sekaligus mengakhiri proses uji materi yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik terkait polemik rangkap jabatan anggota Polri di berbagai lembaga negara.

Polsek Anggana Amankan Tabligh Akbar Isra Mi’raj dan Haul Abah Guru Sekumpul ke-21, Kamtibmas Terjaga Kondusif

Kukar – Polsek Anggana menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melaksanakan pengamanan kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Abah Guru Sekumpul ke-21. Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung di Kampus 2 (Gedung MTs) Yayasan Miftahul Ulum, Jalan Poros Samarinda–Anggana, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu malam (18/1/2026).

Sekitar 500 jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Anggana dan sekitarnya memadati lokasi acara. Dengan kehadiran personel kepolisian, kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kanit Lantas Polsek Anggana, IPTU Hairullah, bersama sejumlah personel. Petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas, pengamanan area kegiatan, serta pemantauan situasi guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada para jamaah.

Tabligh Akbar menghadirkan penceramah utama, Abuya KH. Syaifuddin Marzuki, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Arsyadi Handil Baru. Dalam tausiyahnya, Abuya mengulas makna mendalam peristiwa Isra Mi’raj sebagai momentum meningkatkan kualitas shalat dan memperkuat keimanan umat Islam. Ia juga mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat, di antaranya KH. Masdar Amin, H. Ahmad Muzzani, Hj. Eka Isnawati, serta Ustadz Muhammad Afwan. Kehadiran para tokoh ini menambah kekhidmatan acara yang bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Kapolsek Anggana, IPTU I Komang Mahendra Putra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel pengamanan dan pihak panitia atas kerja sama yang baik sehingga kegiatan dapat berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa Polsek Anggana akan terus mendukung kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendukung kegiatan keagamaan yang menumbuhkan kedamaian dan persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pengamanan berlangsung dengan situasi terpantau aman dan kondusif. Kehadiran Polsek Anggana dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata pelayanan humanis Polri kepada masyarakat.

Bhabinkamtibmas Desa Tani Bhakti Hadiri Posyandu, Dukung Pencegahan Stunting Anak Usia Dini

Kukar – Kepedulian terhadap kesehatan anak usia dini terus ditunjukkan oleh Polri melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat. Bhabinkamtibmas Desa Tani Bhakti, Polsek Loa Janan, Bripka Wahyudi Aminuddin, menghadiri kegiatan Posyandu yang dilaksanakan pada Senin (19/1/2026) sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan stunting.

Kegiatan Posyandu tersebut menjadi sarana penting dalam memantau tumbuh kembang balita melalui pemeriksaan kesehatan rutin, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian vitamin dan edukasi gizi kepada para orang tua. Langkah ini diharapkan dapat membantu mencegah gangguan pertumbuhan pada anak sejak usia dini.

Kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya sebagai bentuk dukungan moril, tetapi juga sebagai upaya membangun kedekatan dengan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Bripka Wahyudi Aminuddin turut menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan pola asuh dan asupan gizi anak, serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

Menurutnya, kesehatan anak merupakan investasi masa depan bangsa yang perlu dijaga secara bersama-sama. Sinergi antara tenaga kesehatan, orang tua, dan aparat keamanan menjadi kunci dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Melalui kehadiran dalam kegiatan Posyandu, Polri kembali menegaskan untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program-program sosial dan kesehatan demi kesejahteraan warga.

Wakapolres Kukar Tekankan Personel Hindari Gaya Hidup Hedon dan Pelanggaran Tugas Saat Apel Pagi

Kukar – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Kutai Kartanegara, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, memimpin apel pagi personel Polres Kutai Kartanegara yang digelar di halaman Mapolres Kukar, Senin (19/1/2026) pagi.

Apel yang diikuti para pejabat utama, perwira, bintara, serta ASN Polres Kukar tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan arahan pimpinan sekaligus penguatan disiplin dan integritas personel sebelum melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Wakapolres mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa bersyukur atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga dapat menjalankan tugas kepolisian dengan baik. Ia juga menyampaikan informasi adanya sejumlah pejabat baru di lingkungan Polda Kalimantan Timur, yang diharapkan segera dikenal oleh seluruh jajaran karena berpotensi melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Kukar.

Wakapolres meminta personel agar mempersiapkan diri secara maksimal serta melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Secara khusus, Kompol Izdiharuddin menekankan pentingnya menghindari gaya hidup hedonisme serta segala bentuk pelanggaran, sekecil apa pun, yang dapat mencoreng citra dan kehormatan institusi Polri.

“Saya menghimbau kepada seluruh personel untuk menjauhi perilaku hedon dan pelanggaran tugas. Gaya hidup berlebihan dapat berdampak buruk, baik bagi pribadi anggota maupun institusi kepolisian secara keseluruhan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh personel segera menyelesaikan kewajiban administrasi dan pembinaan, seperti pengisian aplikasi e-rohani, e-mental, serta kewajiban lainnya di awal bulan, sehingga tidak menumpuk dan mengganggu pelaksanaan tugas.

Selain itu, Wakapolres menegaskan pentingnya pelaksanaan tugas pengawasan, termasuk bagi personel yang ditunjuk sebagai pendamping pawas, agar bertanggung jawab penuh, terutama dalam pengecekan ruang tahanan.

Apel pagi yang berlangsung hingga pukul 08.25 WITA tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kedisiplinan. Melalui apel pagi ini, Wakapolres Kutai Kartanegara berharap seluruh personel dapat terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Polres Kukar Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Long Beleh Modang

Kukar – Kepolisian Resor Kutai Kartanegara melalui Polsek Kembang Janggut menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir di Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Senin (19/1/2026).

Kegiatan penyaluran bantuan yang dilaksanakan sekitar pukul 11.00 WITA tersebut berlangsung di Kantor Desa Long Beleh Modang. Bantuan diserahkan secara langsung oleh personel Polsek Kembang Janggut, yakni Kanit Binmas dan Ps. Kanit Propam, dengan didampingi Kepala Desa Long Beleh Modang.

Sebanyak 31 kepala keluarga penerima bantuan yang terdampak banjir menerima paket sembako sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud empati Polres Kutai Kartanegara terhadap masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus upaya untuk meringankan beban warga.

“Kami berharap bantuan sembako ini dapat sedikit membantu kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir. Polri akan terus hadir dan berupaya memberikan dukungan kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan, personel Polsek Kembang Janggut juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta menjaga kesehatan dan keselamatan selama masa pemulihan pascabanjir.

Kegiatan penyaluran bantuan sembako tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat atas perhatian dan kepedulian Polres Kutai Kartanegara kepada warga yang terdampak bencana.

Polda Aceh Buka Posko Pelayanan Khusus STNK dan BPKB Rusak atau Hilang Pascabencana di Aceh Tamiang

Tamiang. Hari ini, Senin 19 Januari 2026, Polda Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh membuka posko pelayanan khusus bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor untuk pengurusan STNK dan BPKB yang hilang maupun rusak.

Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Aceh, Kompol Vifa Febriana Sari S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan administrasi masyarakat pascabencana.

“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan posko pelayanan khusus bagi masyarakat yang ingin mengurus STNK dan BPKB yang hilang atau rusak karena bencana banjir dan tanah longsor yang telah terjadi di wilayah Aceh.” Jelasnya di Mako Polres Aceh Tamiang.

Ia menambahkan bahwa pelayanan tersebut dibuka selama hampir satu bulan penuh agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara maksimal.

“Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 19 Januari sampai dengan 14 Februari 2026.” Tambahnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Puluhan warga mendatangi lokasi pelayanan untuk mengurus dokumen kendaraan yang terdampak bencana.

Kompol Vifa mengapresiasi kesadaran masyarakat Aceh Tamiang, khususnya terkait kepatuhan administrasi kendaraan dan pembayaran pajak.

“Hari ini merupakan hari pertama dan kita cukup mengapresiasi masyarakat di kota Tamiang ternyata banyak masyarakat yang sadar akan kepeduliannya terhadap pembayaran pajak tadi bisa kita melihat kurang lebih ada 40 hingga 50 masyarakat yang sudah antri dan melaksanakan pengurusan baik itu pengurusan STNK hilang BPKB hilang maupun pembayaran pajak tahunan” Ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya agar memanfaatkan layanan tersebut selama masih berlangsung.

“Kami menghimbau bagi masyarakat yang berada di seputar wilayah Tamiang dan sekitarnya silahkan datang ke aula Polres Aceh Tamiang untuk melaksanakan pelayanan STNK maupun BPKB yang hilang atau rusak” imbaunya.

Diketahui bersama bahwa BPKB adalah dokumen berharga dan STNK adalah kelengkapan dalam berkendara di jalan raya.

Salah satu warga Kampung Pahlawan, Ibu Puspita, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan khusus tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses pengurusan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Iya, terbantu Sekali, Tidak ada kendala” Ungkapnya.

Ibu Puspita juga menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi terkait pengurusan BPKB dan STNK yang rusak akibat bencana dari tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebagai informasi, berikut persyaratan penggantian STNK dan BPKB bagi masyarakat terdampak bencana:

Persyaratan pengurusan STNK hilang atau rusak akibat bencana :

1.  KTP asli atau surat keterangan yang diterbitkan oleh kelurahan/desa.

a. Untuk kendaraan dinas/BUMN, melampirkan surat keterangan dari instansi dinas/BUMN.
b. Melampirkan surat keterangan domisili, SIUP, SITU, TDP, NPWP, akta perusahaan, serta surat izin usaha angkutan barang/orang (jika ada).
2. BPKB asli atau fotokopi.
3. Fotokopi KTP pihak yang diberi kuasa (apabila dikuasakan).
4. Cek fisik kendaraan bermotor.
5. Surat pernyataan pemilik STNK yang menyatakan bahwa STNK hilang, bermaterai/rusak akibat bencana, dibuat di hadapan petugas.

Persyaratan Penggantian BPKB Hilang Karena Bencana :

  1. Mengisi formulir permohonan.
  2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).
  3. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan bahwa:
  • BPKB yang hilang tidak terkait kasus pidana maupun perdata;
  • BPKB hilang akibat dampak bencana.
  1. Surat keterangan yang menyatakan pemilik kendaraan benar terdampak bencana, dikeluarkan oleh desa atau kelurahan.
  2. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.
  3. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

Persyaratan Penggantian BPKB Rusak Karena Bencana :

  1. Mengisi formulir permohonan.
  2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).
  3. BPKB yang rusak.
  4. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan BPKB rusak akibat bencana, diketahui oleh RT/RW setempat.
  5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.
  6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

Melalui pelayanan ini, Polda Aceh berharap masyarakat dapat kembali memiliki kelengkapan administrasi kendaraan secara sah dan aman, sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas pascabencana.

Tim DVI Polri Lakukan Tahap Awal Identifikasi 10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Makassar – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar Konferensi Pers terkait perkembangan penanganan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Biddokkes Polda Sulsel pada Senin (19/1/2026).

Konferensi Pers tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., didampingi Kabiddokkes Polda Sulsel, perwakilan Pusdokkes Polri selaku Kabid DVI, serta perwakilan Bareskrim Polri melalui Kabiddaktikkrim Pusident.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Didik Supranoto menyampaikan bahwa Polda Sulsel telah mengerahkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk melakukan proses identifikasi terhadap para korban kecelakaan pesawat tersebut.

“Sejak awal kejadian, Polda Sulsel telah mengerahkan Tim DVI untuk menangani proses identifikasi korban. Tim ini diperkuat oleh Tim DVI dari Pusdokkes Polri serta dukungan dari Tim Pusident Bareskrim Polri,” ujar Kombes Pol Didik.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih fokus pada proses pengumpulan data antemortem dari keluarga korban sebagai tahapan awal identifikasi.

“Sampai dengan saat ini, kami telah melaksanakan pengumpulan data awal atau antemortem terhadap keluarga korban. Sebanyak delapan keluarga korban telah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan data,” jelasnya.

Menurut Kabid Humas, pengumpulan data antemortem meliputi berbagai aspek penting, seperti data DNA, data medis, serta data administrasi milik korban.

Sementara itu, dua keluarga korban lainnya masih dalam proses pengumpulan data.
Berdasarkan data manifes yang diperoleh dari pihak maskapai penerbangan serta keterangan resmi dari Kementerian Perhubungan Udara, total korban dalam insiden tersebut berjumlah 10 orang, yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.

“Setelah seluruh data antemortem terkumpul, Tim DVI akan melanjutkan ke tahapan postmortem. Proses ini dilakukan setelah adanya penyerahan korban atau temuan lainnya dari tim pencarian yang dipimpin oleh Basarnas,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa proses identifikasi korban dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem secara teliti dan profesional.

“Data antemortem dan postmortem nantinya akan dicocokkan untuk memastikan identitas korban. Setelah proses pencocokan selesai, barulah dapat disimpulkan kesesuaian antara korban yang ditemukan dengan data manifes yang disampaikan oleh pihak maskapai maupun Kementerian Perhubungan Udara,” terang Kombes Pol Didik.

Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses identifikasi dilakukan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

“Kami pastikan seluruh proses identifikasi dilakukan secara profesional, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun keilmuan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil identifikasi nantinya akan sangat penting bagi keluarga korban untuk kepentingan administrasi dan keperluan lainnya.

“Hasil identifikasi ini dapat dimanfaatkan oleh pihak keluarga korban untuk kepentingan lanjutan, seperti pengurusan asuransi maupun administrasi lainnya,” tutup Kabid Humas Polda Sulsel.

Hingga saat ini, proses pencarian dan identifikasi korban masih terus berlangsung. Polda Sulsel bersama instansi terkait berkomitmen untuk bekerja maksimal guna memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dengan baik dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Brimob Polda Sumut Gelar Edukasi dan Trauma Healing untuk Anak TK Terdampak Bencana di Tapanuli Selatan

Sumatera Utara – Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara Batalyon C melaksanakan kegiatan edukasi dan trauma healing kepada anak-anak TK ABA Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak yang terdampak bencana alam di wilayah tersebut.

Kegiatan trauma healing dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri dalam memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak agar mereka dapat kembali ceria, mengurangi rasa takut, serta memulihkan semangat belajar pascabencana.

Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob Polda Sumut mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas positif, seperti permainan edukatif, bernyanyi bersama, serta interaksi yang menyenangkan. Selain itu, diberikan pula edukasi dasar mengenai langkah-langkah sederhana menyelamatkan diri saat terjadi bencana banjir.

Kabagpenum Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam pemulihan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.

“Trauma healing yang dilakukan oleh personel Brimob Polda Sumut ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap anak-anak korban bencana. Kami ingin mereka kembali merasa aman, tenang, dan dapat menjalani aktivitas belajar seperti sediakala,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Menurutnya, pemulihan psikologis anak-anak pascabencana menjadi hal yang sangat penting agar mereka tidak terus dibayangi rasa takut dan cemas.

“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis saat bencana terjadi. Oleh karena itu, Polri hadir memberikan pendampingan agar mereka bisa kembali ceria, berani, dan memiliki semangat untuk bersekolah,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun orang tua murid. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang digelar oleh personel Brimob.

Melalui program edukasi dan trauma healing ini, diharapkan anak-anak terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru dapat pulih secara mental dan emosional, merasa lebih aman, serta kembali menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat dan keceriaan.

Polri menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk memberikan dukungan kemanusiaan dan pemulihan pascabencana.

Sentuhan Kemanusiaan di Pos Sinak: Brimob Hadir Menjaga Kesehatan dan Harapan Warga

SINAK – Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah Pos Sinak, kehadiran personel Brimob Polri (11/01/26) menjadi fase harapan bagi masyarakat setempat. Tidak sekadar menjalankan tugas pengamanan, pasukan Brimob menunjukkan wujud nyata pengabdian melalui pelayanan kesehatan langsung kepada warga, mulai dari pemberian obat anti nyeri, vitamin, hingga antibiotik sesuai kebutuhan medis.

Dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati, personel Brimob melayani warga secara menyeluruh, khususnya anak-anak dan para lansia yang rentan terhadap gangguan kesehatan. Setiap interaksi dilakukan dengan sikap ramah dan profesional, mencerminkan komitmen Brimob dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan di daerah penugasan.

Kegiatan ini bukan hanya bagian dari pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi jembatan sosial yang mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Kehadiran Brimob di tengah warga menghadirkan rasa aman yang utuh, tidak hanya melalui penjagaan stabilitas wilayah, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, yakni kesehatan.

Salah satu warga berinisial A, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian tersebut. Ia menuturkan bahwa perhatian yang diberikan personel Brimob membuat masyarakat merasa tidak sendiri. “Kami merasa diperhatikan. Brimob datang bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga peduli dengan kesehatan kami. Ini sangat berarti, terutama bagi orang tua dan anak-anak di kampung,” ujarnya dengan haru.

Melalui kegiatan ini, Brimob Polri menegaskan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Di Pos Sinak, pengabdian itu hadir dalam bentuk sederhana namun bermakna, menyentuh langsung kehidupan warga dan menumbuhkan kepercayaan yang kuat antara aparat dan masyarakat.

Polri Bangun 100 Unit Huntara untuk Warga Terdampak Bencana di Kapalo Koto, Padang

Sumatera Barat – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana melalui kegiatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (19/1/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut melibatkan sebanyak 100 personel Brimob Polda Sumatera Barat yang diterjunkan langsung ke lokasi untuk mempercepat proses pembangunan. Kehadiran personel Polri di lapangan difokuskan untuk membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal agar segera mendapatkan hunian layak, aman, dan nyaman.

Kabagpenum Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menjelaskan, pembangunan Huntara ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu pemulihan pascabencana.

“Pembangunan Huntara ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Polri tidak hanya hadir dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam misi kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Menurutnya, pembangunan hunian sementara tersebut bertujuan agar warga dapat segera memiliki tempat tinggal yang lebih layak sambil menunggu proses rehabilitasi dan pembangunan hunian permanen.

“Kami berharap hunian sementara ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan adanya Huntara, warga bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih tenang dan bermartabat,” tambahnya.

Sebanyak 100 unit Huntara direncanakan dibangun secara bertahap. Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen. Seluruh proses pengerjaan dilakukan dengan semangat gotong royong, disiplin, serta sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

Kehadiran personel Brimob Polda Sumbar dalam kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari warga. Masyarakat mengaku sangat terbantu dengan keterlibatan langsung Polri dalam mempercepat pembangunan hunian sementara tersebut.

“Respons masyarakat sangat baik. Mereka merasakan langsung bahwa Polri benar-benar hadir untuk membantu, bukan hanya saat kondisi aman, tetapi juga ketika masyarakat sedang membutuhkan pertolongan,” jelas Erdi.

Melalui kegiatan ini, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan pascabencana di berbagai daerah. Diharapkan, Huntara yang dibangun dapat segera dimanfaatkan oleh warga terdampak sebagai tempat berlindung yang aman, sambil menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian permanen oleh pemerintah.