Hadiri Ritual Sakral Beluluh Sultan Kutai XXI, Kapolres Kukar Siap Sukseskan Erau Adat Kutai 2026

Kukar – Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar menghadiri langsung prosesi ritual adat Beluluh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI yang berlangsung di Kedaton Kesultanan, Jalan Monumen Timur, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kamis (3/9/2026) pagi.

Kehadiran jajaran Polres Kukar ini menjadi bentuk komitmen dan dukungan penuh Polri terhadap kelancaran seluruh rangkaian Pesta Adat Erau 2026 yang mengusung tema “Menjaga Marwah Peradaban Nusantara”.

Acara sakral yang dihadiri sekitar 100 tamu undangan tersebut turut dihadiri oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Adji Muhammad Arifin, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, serta unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan tokoh adat setempat.

Ritual diawali dengan prosesi Beluluh, yaitu tradisi pembersihan diri Sultan secara spiritual dari pengaruh energi negatif sebelum memimpin pesta adat besar Erau. Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan mantra oleh Dewa Belian, ritual tepung tawar, hingga ketikai lepas.

Dalam sambutan Sultan yang dibacakan oleh Pangeran Notonegoro Heriyansyah, disampaikan pesan mendalam agar momentum Erau Adat Kutai dijadikan sebagai perekat keberagaman suku dan budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Jadikan momentum Erau ini sebagai silaturahmi untuk mempersatukan seluruh suku di Kutai Kartanegara. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu pemecah belah. Mari kita bersama-sama membangun peradaban dan memajukan daerah kita,” pesan Pangeran Notonegoro.

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut dan mengikuti jalannya Pesta Adat Erau 2026 dengan penuh penghormatan dan tertib.

Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian ritual adat Beluluh berjalan khidmat, aman, dan kondusif hingga acara berakhir pada pukul 10.10 WITA. Polsek Tenggarong akan terus bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta pemangku adat untuk mengawal pengamanan seluruh tahapan erau 2026.

Pastikan Pengamanan Dua Agenda Kepolisian Internasional IAWP & SOM, Polda Bali Gelar Pasukan Ops Gapura Agung IV-2026

BALI – Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Kesiapan Operasi Gapura Agung IV-2026 yang berlangsung Mako Polda Bali pada Jumat (18/9/2026). Apel ini digelar dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan dua agenda kepolisian berskala internasional yang ditempatkan di kawasan Nusa Dua, Bali.

Dua ajang besar yang dimaksud adalah 63rd International Association of Women Police (IAWP) Training Conference pada 20–24 September 2026 di Hotel The Westin Nusa Dua, serta 14th Senior Officer Meeting (SOM) antara Polri dan Australian Federal Police (AFP) pada 20–22 September 2026.

Apel gelar pasukan ini turut dihadiri oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., para Pejabat Utama Polda Bali, Kapolresta Denpasar, Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, serta seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Gapura Agung IV-2026.

Dalam arahannya Kapolda Bali menyampaikan Kegiatan IAWP rencananya dihadiri 464 perwakilan Polisi Wanita dari 43 Negara peserta, rencana sejumlah pejabat Negara dan tokoh Nasional dijadwalkan hadir di antaranya Kapolri, Ketua DPR RI, Menteri PPPA, Ketua Bhayangkari Pusat, Ketua Komnas HAM, dan Ketua PP Polri.

Sementara itu, SOM ke-14 menjadi momentum penguatan kerja sama strategis antara Polri dan AFP.

Untuk menjamin kelancaran kedua agenda internasional tersebut, Polda Bali menerjunkan 744 personel dalam Operasi Gapura Agung IV-2026 yang berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 September 2026.

Struktur operasi dipimpin oleh Dirsamapta selaku Kaops, didampingi Kabidkeu Polda Bali sebagai Wakaops. Penempatan Polwan dalam posisi strategis pengamanan operasi kali ini juga menjadi wujud nyata komitmen kesetaraan gender di lingkungan Polri, khususnya Polda Bali, ungkap Kapolda

Kapolda Bali menegaskan bahwa Bali merupakan wajah Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, seluruh personel diminta memberikan pengamanan yang optimal, profesional, dan humanis tanpa mengganggu aktivitas rutin masyarakat maupun dinamika pariwisata.

“Apel gelar pasukan ini menjadi sarana konsolidasi untuk menyamakan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak. Seluruh personel harus berada dalam satu sistem pengamanan, satu garis koordinasi, dan satu tujuan: menjamin keamanan serta kelancaran rangkaian kegiatan IAWP dan SOM,” tegas Kapolda Bali.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Bali menyampaikan lima instruksi mendasar yang wajib dipedomani oleh seluruh personel pengamanan di lapangan:

  1. Pahami SOP dan Bertindak Humanis: Jangan menganggap operasi ini sebagai tugas rutin biasa. Pahami tugas dan tanggung jawab sesuai SOP, serta laksanakan pelayanan secara humanis, profesional dan bertanggung jawab.
  2. Deteksi Dini dan Respons Cepat: Optimalkan deteksi dini terhadap potensi gangguan sekecil apa pun. Tingkatkan koordinasi antar-Satgas dan laporkan setiap perkembangan secara berjenjang.
  3. Pengawasan Padal: Perwira Pengendali (Padal) wajib mengecek pelaksanaan tugas personel di lapangan secara berkala.
  4. Pemanfaatan Teknologi: Manfaatkan sarana teknologi pendukung secara optimal, termasuk pengawasan dan pemantauan pergerakan personel melalui Command Center Polda Bali.
  5. Jaga Integritas dan Nama Baik Institusi: Tetap jaga kesehatan, disiplin, dan kehormatan institusi. Setiap personel merupakan representasi wajah Polri dan Indonesia di mata dunia, sehingga wajib menghindari tindakan yang mencederai kepercayaan publik.
    Selamat bertugas jaga kesehatan dan kekompakan semoga tuhan senantiasa melindungi kita semua, Tutup Irjen Daniel.

Kepolisian Udara Polri Perkuat Dukungan Kemanusiaan dalam Operasi Damai Cartenz 2026

JAKARTA – Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri terus memberikan dukungan penerbangan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 di wilayah Papua Tengah. Dukungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Polri dalam menjalankan tugas kepolisian sekaligus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dalam situasi yang penuh tantangan.

Salah satu bentuk dukungan tersebut yakni pelaksanaan evakuasi korban penculikan KKB atas nama Deremina Uwamang dari wilayah Bela 1, Distrik Alama menuju Timika pada 14 September 2026. Evakuasi dilakukan menggunakan Helikopter Bell 412 P-3002.

Korban berhasil dievakuasi dengan aman dan selanjutnya dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis di RS Bhayangkara Timika.

Dukungan penerbangan kembali dilakukan pada Kamis (17/9/2026), ketika Helikopter Bell 412 P-3002 digunakan untuk menjemput keluarga korban dari Distrik Jila menuju Timika.

Dalam pelaksanaan tersebut, Tim Operasi Damai Cartenz Polri bersama tim penjemputan tiba di Bandara Timika pada pukul 09.48 WIT dalam keadaan selamat. Kegiatan berlangsung aman dan seluruh personel maupun penumpang dapat tiba di Timika tanpa kendala.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, dukungan penerbangan yang dilakukan Direktorat Kepolisian Udara merupakan bagian dari kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki kondisi geografis dan medan yang menantang.

“Dalam setiap pelaksanaan tugas di Papua, Polri tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga memastikan keselamatan dan kepentingan kemanusiaan. Dukungan penerbangan ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk hadir, memberikan perlindungan, pelayanan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan evakuasi maupun penjemputan tersebut tidak terlepas dari koordinasi dan sinergi antara personel Operasi Damai Cartenz dengan Direktorat Kepolisian Udara serta unsur terkait lainnya.

“Medan dan kondisi geografis Papua memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, keselamatan penerbangan, profesionalisme personel, koordinasi dan sinergi menjadi hal yang terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas,” katanya.

Sementara itu, penerbangan Helikopter Bell 412 P-3002 dipimpin AKBP Asran Koto sebagai Captain Pilot, didampingi IPDA Bambang S. sebagai Co-Pilot. Dukungan teknis penerbangan diberikan AIPDA Agus S. dan AIPDA Grifanli selaku mekanik, serta Briptu Suwirya sebagai FOO.

Trunoyudo menegaskan, kehadiran personel Polri di wilayah Papua tidak semata-mata untuk menjalankan tugas operasional, tetapi juga menjadi wujud pengabdian kepada masyarakat.

“Polri akan terus hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan keselamatan, profesionalisme dan nilai-nilai kemanusiaan. Setiap keberhasilan membawa masyarakat menuju tempat yang aman merupakan bagian dari pengabdian Polri,” tuturnya.

Dukungan Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri dalam Operasi Damai Cartenz-2026 tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antarunsur Polri dalam menghadapi tantangan tugas di wilayah Papua Tengah.

Melalui dukungan penerbangan, evakuasi, penjemputan, serta pelayanan kepada masyarakat, Polri terus berupaya memastikan kehadiran negara dapat dirasakan masyarakat, termasuk di wilayah dengan akses dan kondisi medan yang sulit.

Kapolri Harap Kompolnas Awards Terus Digelar di Tahun-Tahun Mendatang

Jakarta – Kapolri berharap Kompolnas Awards dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai ruang untuk memberikan apresiasi sekaligus mendorong peningkatan kinerja jajaran Polri.

Harapan tersebut disampaikan Kapolri dalam Kompolnas Awards 2026 di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Menurutnya, penghargaan tersebut memberikan manfaat bagi institusi karena membantu Polri menemukan personel-personel terbaik dari sekitar 400 ribu anggota Polri.

“Kompolnas Awards dilaksanakan setiap tahun dan tentunya kita harapkan terus dilanjutkan ke depan, termasuk oleh para pemimpin Polri selanjutnya,” kata Kapolri.

Kapolri berharap keberlanjutan Kompolnas Awards dapat menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja dan personel Polri untuk terus meningkatkan kinerja serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Terlebih, ekspektasi masyarakat terhadap kinerja Polri semakin tinggi. Perkembangan teknologi dan arus globalisasi juga menuntut jajaran kepolisian semakin cepat merespons setiap perkembangan dan dinamika yang terjadi.

Dalam situasi tersebut, Kapolri memandang evaluasi yang diberikan Kompolnas terhadap kinerja Polri maupun berbagai hal yang menjadi perhatian publik harus diterima sebagai masukan untuk terus melakukan perbaikan.

Kapolri juga mengapresiasi Kompolnas karena tidak hanya mengevaluasi kekurangan, tetapi turut memberikan penghargaan terhadap anggota-anggota Polri yang menunjukkan kinerja terbaik.

Menurutnya, mekanisme checks and balances diperlukan untuk mendorong Polri terus berbenah. Berbagai kekurangan harus diperbaiki, sementara kelebihan, prestasi, dan hal-hal positif yang telah dilakukan jajaran Polri perlu terus dimunculkan dan dikembangkan.

Hasil Kompolnas Awards juga akan menjadi catatan bagi Astamarena dan As SDM dalam penyusunan rencana kerja Satker, termasuk untuk menjadikan para pemenang sebagai salah satu prioritas ke depan.

Kapolri berharap keberlanjutan Kompolnas Awards dapat ikut mendorong terwujudnya Polri yang semakin adaptif dan profesional, serta kehadiran Polri yang semakin dekat dan dicintai masyarakat.

Kepada Satker dan personel yang terpilih, Kapolri menyampaikan selamat dan meminta penghargaan tersebut dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan kinerja. Sementara bagi yang belum terpilih, momentum ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan.

KOMPOLNAS AWARDS 2026: MENGAPRESIASI PRESTASI , MENGUATKAN REFORMASI POLRI

Jakarta, 17 September 2026 — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menganugerahkan Kompolnas Awards 2026 kepada satuan kerja dan
personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang menunjukkan capaian, inovasi, integritas, dan dedikasi dalam pelaksanaan tugas.

Malam Penganugerahan Kompolnas Awards 2026 menjadi puncak
rangkaian seleksi dan penilaian terhadap satuan kerja serta personel Polri yang masuk dalam nominasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kompolnas mendorong budaya prestasi dan peningkatan kualitas
pelaksanaan tugas kepolisian.

Ketua Kompolnas, Djamari Chaniago, mengatakan seluruh proses penilaian
Kompolnas Awards 2026 dilaksanakan secara transparan, akuntabel, objektif dan berbasis bukti dengan tahapan mulai dari penilaian awal, penetapan nominator, penentuan lima besar, visitasi, hingga rapat pleno dewan juri.

Dewan juri yang berjumlah 13 orang, terdiri atas anggota kompolnas dan
berbagai unsur di luar kompolnas, termasuk unsur polri, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur media, serta konsultan profesional dan kredibel.

Keterlibatan dewan juri dari berbagai perspektif tersebut dimaksudkan untuk memperkaya proses penilaian, sehingga penilaian dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kinerja, inovasi, dan dampak yang dihasilkan para nominator,” ungkap Djamari.

Kompolnas Awards 2026 terdiri atas 11 kategori yang terbagi dalam kategori satuan kerja dan kewilayahan serta kategori perseorangan.

Kategori satuan kerja meliputi Satker Mabes, Polda, Polres Kelompok A, B,
dan C, serta Polsek Kelompok A (Urban dan Metro) dan Kelompok B (Rural dan Pra-Rural).

Adapun kategori perseorangan meliputi Perseorangan 5P, yang terdiri atas People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership; Perseorangan
Peacekeeper; Perseorangan Satgas Daerah Konflik; serta Perseorangan
Densus 88 AT. Kategori tersebut mencerminkan beragam bentuk
pengabdian personel, mulai dari kontribusi kepada masyarakat dan
lingkungan, misi perdamaian, penugasan di wilayah konflik, hingga upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme.

Kompolnas menyampaikan selamat kepada seluruh penerima Kompolnas
Awards 2026 serta mengapresiasi seluruh nominator yang telah
menunjukkan kinerja dan dedikasi dalam pelaksanaan tugas.

“Kami berharap kompolnas awards 2026 tidak hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang praktik baik yang dapat menjadi pembelajaran, bagian dari upaya mendorong penguatan inovasi, integritas, dan kualitas pelayanan polri bagi masyarakat”, tutup Djamari.

Adapun penerima Kompolnas Awards 2026 sebagai berikut:

Kategori Satuan Kerja dan Kewilayahan

  1. Satker Mabes Terbaik: Pasukan Gegana Korbrimob Polri
  2. Polda Terbaik: Polda Sumatera Selatan
  3. Polres Kelompok A: Polres Banjar, Polda Jawa Barat
  4. Polres Kelompok B: Polres Bantul, Polda Daerah Istimewa
    Yogyakarta
  5. Polres Kelompok C: Polresta Malang Kota, Polda Jawa Timur
  6. Polsek Kelompok A (Urban dan Metro): Polsek Biringkanaya,
    Polrestabes Makassar, Polda Sulawesi Selatan
  7. Polsek Kelompok B (Rural dan Pra-Rural): Polsek Arso Timur, Polres
    Keerom, Polda Papua

Kategori Perseorangan

  1. Perseorangan 5P:
  • People: Bripka Khairi, Polsek Rangsang, Polres Kepulauan
    Meranti, Polda Riau
  • Planet: Aiptu Dillia Rika Sari, S.H., Polsek Mertoyudan,
    Polresta Magelang, Polda Jawa Tengah
  • Prosperity: Bripka Sony Ikhwandi, Polsek Pringgabaya, Polres
    Lombok Timur, Polda Nusa Tenggara Barat
  • Peace: Aipda Arjunif, S.I.P., Polsek Bathin II Babeko, Polres
    Bungo, Polda Jambi
  • Partnership: Brigpol Agus Kurniawan, Polsek Nogosari, Polres
    Boyolali, Polda Jawa Tengah
  1. Perseorangan Peacekeeper: Brigpol Tiara Nissa Zulbida, S.E., M.A.,
    Div Hubinter Polri
  2. Perseorangan Satgas Daerah Konflik:
  • Tamtama: Bharaka I Ketut Murtina, A,Md.Kep., Korbrimob Polri
  • Bintara: Bripda Isak S. Kafiar, Polda Papua Tengah

– Perwira: Iptu Suratman, Polda Papua Tengah

  1. Perseorangan Densus 88 AT: [Brigpol Afriza Fachmi, S.Kom.,
    M.H., Ditcegah, Densus 88 A.T

FASI Apresiasi Polri: Dari Cikeas, Indoor Skydiving Asia Makin Melesat

BOGOR – Dari sebuah wind tunnel di Cikeas, Kabupaten Bogor, olahraga indoor skydiving Indonesia tengah membangun koneksi dengan dunia.

Sebanyak 382 peserta dalam 156 tim hadir dalam International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026, yang digelar pada 17–20 September 2026 di Wind Tunnel Korps Brimob Polri.

Kejuaraan ini menghadirkan 89 atlet dan official mancanegara dari 9 negara, serta 20 juri internasional dari 12 negara. Secara keseluruhan, terdapat 20 negara yang terlibat dalam penyelenggaraan berdasarkan negara asal atlet, official, dan juri.

Bagi Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry, S.H., M.M., kejuaraan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar perebutan podium.

Irvan melihat kompetisi internasional sebagai salah satu instrumen penting untuk memperluas pengalaman atlet sekaligus membangun ekosistem indoor skydiving yang lebih kuat.

“Upaya pembinaan atlet sekaligus peningkatan kualitas pertandingan harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.”

Menurut Irvan, organisasi olahraga terjun payung terus membangun kerja sama dengan organisasi peminat terjun payung di berbagai negara kawasan Asia. Bersama dukungan organisasi terjun payung internasional, upaya tersebut diarahkan untuk mendorong terselenggaranya kejuaraan single event indoor skydiving secara rutin di kawasan Asia.

“Sehingga setiap negara akan lebih memperhatikan lagi pembinaan dan pengembangan atlet.”

Atas dukungan Polri terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut, Irvan menyampaikan apresiasi.

“Kami, pengurus olahraga Federasi Terjun Payung Indonesia, mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Polri atas terselenggaranya kejuaraan ini.”

Pesan yang sama juga disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Prof Dr Dedi Prasetyo SH.,Mhum.,MSi MM, menurutnya, kompetisi internasional harus dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan sekaligus memperluas jejaring olahraga dirgantara Indonesia.

Wakapolri mengatakan prestasi atlet Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas.

Pada FAI Indoor Skydiving 2024 di Macau, atlet Brimob Polri yang memperkuat tim Indonesia berhasil meraih medali perak dan perunggu pada Kejuaraan Asia serta menempati peringkat kelima pada FAI World Cup.

Prestasi tersebut kemudian berlanjut pada Kapolri Cup I 2024 di Cikeas, ketika tim Korps Brimob dan tim Polwan Pasukan Gegana berhasil meraih prestasi pada kelas internasional.

“Dengan rekam jejak prestasi dan perluasan jejaring kompetisi ini, Kapolri Cup II diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecahan rekor-rekor baru, serta penguat daya saing dirgantara Indonesia di kancah global.”

Wakapolri juga menekankan bahwa keberhasilan kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan.

“Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan.”

Bagi Irvan, ada satu pesan yang tidak boleh kalah penting dari target prestasi, yakni keselamatan.

“Kepada para atlet saya ucapkan selamat bertanding, kepada panitia dan para wasit selamat bertugas. Dan agar kita semua selalu dan senantiasa mengutamakan faktor keselamatan. Safety, safety, and safety.”

Setelah Kapolri Cup II, kompetisi di Cikeas dilanjutkan dengan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026.

Dengan demikian, Wind Tunnel Korps Brimob Polri bukan hanya menjadi tempat atlet mengejar podium. Cikeas menjadi ruang bertemunya atlet dunia, tempat pengalaman dipertukarkan, jejaring diperluas, dan masa depan indoor skydiving Asia dibangun.

382 Peserta, 20 Negara, Cikeas Mendunia! Wakapolri Buka Kapolri Cup II

BOGOR – Wind Tunnel Korps Brimob Polri di Gedung Soemardhi, Cikeas, Kabupaten Bogor, berubah menjadi panggung olahraga dirgantara dunia. Sebanyak 382 peserta yang tergabung dalam 156 tim ambil bagian dalam International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 yang berlangsung 17–20 September 2026.

Kejuaraan tersebut dibuka Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selaku Pembina Komite Olahraga Polri, Kamis (17/9/2026).

Kapolri Cup II tidak hanya diikuti atlet Indonesia. Sebanyak 89 atlet dan official mancanegara dari 9 negara turut ambil bagian, yakni China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Rusia, Singapura, dan Thailand.

Atmosfer internasional semakin terasa dengan kehadiran 20 juri internasional dari 12 negara. Jika digabungkan berdasarkan negara asal atlet, official, dan juri, 20 negara terlibat dalam keseluruhan penyelenggaraan.

Kompetisi mempertandingkan Formation Skydiving (FS), Vertical Formation Skydiving (VFS), Dynamic, dan Freestyle.

Dalam sambutannya, Wakapolri mengatakan perkembangan indoor skydiving Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan capaian yang membanggakan.

Pada rangkaian FAI Indoor Skydiving 2024 di Macau, atlet Brimob Polri yang memperkuat tim Indonesia berhasil meraih medali perak dan perunggu pada Kejuaraan Asia, serta menempati peringkat kelima pada FAI World Cup.

“Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata atlet-atlet Polri dalam prestasi indoor skydiving Indonesia di tingkat Asia maupun dunia.”

Semangat tersebut kemudian berlanjut pada Kapolri Cup I 2024. Tim Korps Brimob dan tim Polwan Pasukan Gegana berhasil meraih prestasi pada kelas internasional.

Menurut Wakapolri, Kapolri Cup II diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi penggerak pembinaan atlet dan peningkatan daya saing olahraga dirgantara Indonesia.

“Kapolri Cup II diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecahan rekor-rekor baru, serta penguat daya saing dirgantara Indonesia di kancah global.”

Wakapolri juga meminta seluruh atlet menjunjung sportivitas dan saling menghormati. Kepada panitia dan personel pengamanan, ia menekankan pentingnya memastikan seluruh kegiatan berlangsung profesional, aman, tertib, dan lancar.

Sementara kepada seluruh pihak yang terlibat, Wakapolri meminta semangat kolaborasi terus dijaga.

“Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan.”

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry, S.H., M.M., mengapresiasi dukungan Polri dalam penyelenggaraan kejuaraan internasional tersebut.

Menurut Irvan, perkembangan indoor skydiving membutuhkan ruang kompetisi yang semakin luas agar pembinaan atlet dapat berjalan secara konsisten.

“Perkembangan olahraga terjun payung, termasuk nomor indoor skydiving, menunjukkan bahwa minat masyarakat dan kompetisinya perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang.”

Ia berharap Kapolri Cup dapat menjadi bagian dari upaya membangun kompetisi yang rutin dan berkesinambungan di kawasan Asia.

“Kami berharap Kejuaraan International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup dapat menjadi momentum mengangkat dan mendorong tercapainya target-target pengembangan olahraga yang telah kami sampaikan.”

Rangkaian kompetisi internasional tersebut kemudian dilanjutkan dengan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026.

Keberadaan Wind Tunnel Korps Brimob Polri di Cikeas diharapkan semakin memperkuat ekosistem olahraga indoor skydiving Indonesia, baik sebagai tempat latihan, pembinaan maupun kompetisi bertaraf internasional.

Wakapolri: Kapolri Cup II Dorong Indoor Skydiving Indonesia Mendunia

BOGOR – Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus mendorong olahraga skydiving Indonesia semakin berprestasi di tingkat dunia.

Hal tersebut disampaikan Wakapolri saat membuka International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 di Gedung Soemardhi Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9/2026).

“Kapolri Cup II diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecahan rekor-rekor baru, serta penguat daya saing dirgantara Indonesia di kancah global,” ujar Wakapolri.

Kejuaraan yang berlangsung pada 17–20 September 2026 tersebut diikuti 382 peserta yang tergabung dalam 156 tim. Sebanyak 89 atlet dan official mancanegara dari 9 negara turut berpartisipasi, yakni China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Rusia, Singapura, dan Thailand.

Atmosfer kompetisi semakin terasa dengan keterlibatan 20 juri internasional dari 12 negara, yaitu Australia, Belanda, Finlandia, Inggris, Jerman, Kroasia, Lithuania, Prancis, Republik Ceko, Selandia Baru, Spanyol, dan Swedia.

Dengan memperhitungkan negara asal atlet, official, dan juri, 20 negara terlibat dalam keseluruhan penyelenggaraan kejuaraan.

Wakapolri mengatakan perkembangan indoor skydiving Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan capaian yang membanggakan.

Pada rangkaian FAI Indoor Skydiving 2024 di Macau, atlet Brimob Polri yang memperkuat tim Indonesia berhasil meraih medali perak dan perunggu pada Kejuaraan Asia, serta menempati peringkat kelima pada FAI World Cup.

“Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata atlet-atlet Polri dalam prestasi indoor skydiving Indonesia di tingkat Asia maupun dunia,” kata Wakapolri.

Semangat tersebut kemudian berlanjut pada Kapolri Cup I 2024 yang digelar di fasilitas yang sama. Tim Korps Brimob dan tim Polwan Pasukan Gegana berhasil meraih prestasi pada kelas internasional.

Menurut Wakapolri, peningkatan jumlah peserta dan keterlibatan atlet serta juri dari berbagai negara menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman dan kualitas kompetisi.

Karena itu, ia meminta seluruh atlet memanfaatkan kejuaraan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan rasa saling menghormati.

“Jadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk menunjukkan prestasi terbaik, memperluas persahabatan, dan membangun semangat kebersamaan antar-atlet dari berbagai negara,” ujarnya.

Wakapolri juga meminta panitia penyelenggara dan personel pengamanan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung profesional, aman, tertib, dan lancar.

“Berikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan tamu, sehingga kejuaraan ini mampu meninggalkan kesan positif serta mencerminkan kapasitas Indonesia, dan dalam hal ini Polri, sebagai tuan rumah event olahraga internasional,” kata Wakapolri.

Ia menambahkan, keberhasilan kejuaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari keberlanjutan pembinaan dan kerja sama yang terbangun.

“Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan.”

Sementara itu, Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry, S.H., M.M., mengapresiasi dukungan Polri terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Menurut Irvan, perkembangan olahraga terjun payung, termasuk indoor skydiving, membutuhkan ruang kompetisi yang semakin luas agar minat, pembinaan, dan prestasi atlet dapat terus berkembang.

“Perkembangan olahraga terjun payung, termasuk nomor indoor skydiving, menunjukkan bahwa minat masyarakat dan kompetisinya perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang. Karena itu, upaya pembinaan atlet sekaligus peningkatan kualitas pertandingan harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” ujar Irvan.

Irvan mengatakan pihaknya terus membangun kerja sama dengan organisasi peminat terjun payung di berbagai negara kawasan Asia, dengan dukungan organisasi terjun payung internasional.

Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong terselenggaranya kejuaraan single event indoor skydiving di kawasan Asia secara rutin dan berkesinambungan.

“Kompetisi yang berlangsung secara berkesinambungan diharapkan dapat semakin mendorong perhatian masing-masing negara terhadap pembinaan dan pengembangan atlet,” katanya.

Ia berharap Kapolri Cup II dapat menjadi momentum untuk mendorong target pengembangan olahraga tersebut sekaligus memperluas jejaring kompetisi di kawasan Asia.

“Kami berharap Kejuaraan International Open Indoor Skydiving Kapolri dapat menjadi momentum mengangkat dan mendorong tercapainya target-target pengembangan olahraga,” ujar Irvan.

Atas nama pengurus olahraga Federasi Terjun Payung Indonesia, Irvan juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Polri atas dukungan terhadap terselenggaranya kejuaraan internasional tersebut.

Kepada seluruh atlet, panitia, dan wasit, ia berpesan agar pertandingan berlangsung dengan tetap mengutamakan keselamatan.

“Selamat bertanding kepada para atlet, kepada panitia dan para wasit selamat bertugas. Agar kita semua selalu dan senantiasa mengutamakan faktor keselamatan. Safety, safety, and safety,” ucapnya.

Rangkaian kompetisi di Wind Tunnel Korps Brimob Polri selanjutnya dilanjutkan dengan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026.

Wind Tunnel Korps Brimob Polri di Cikeas menjadi fasilitas penting dalam pengembangan indoor skydiving nasional. Fasilitas yang diresmikan pada Maret 2023 tersebut memiliki diameter 4,8 meter, kapasitas hingga 10 penerjun, serta dapat dioperasikan selama 24 jam.

Melalui penyelenggaraan kompetisi internasional tersebut, Cikeas tidak hanya menjadi tempat para atlet mengejar podium. Lebih dari itu, Wind Tunnel Korps Brimob menjadi ruang bertemunya atlet dan komunitas dari berbagai negara, tempat pengalaman dipertukarkan, jejaring diperluas, dan pembinaan skydiving Indonesia terus didorong menuju panggung dunia.

Diduga Bakar Lahan Sawit PT BDAM, Pria di Loa Kulu Diamankan Polisi

Kukar – Kepolisian Sektor (Polsek) Loa Kulu bergerak cepat mengusut dugaan tindak pidana pembakaran lahan perkebunan kelapa sawit milik PT BDAM di kawasan Padang Indah Blok S-11 Divisi Pinang Hijau Estate, Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Peristiwa ini berawal pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Saat itu, salah seorang saksi melihat kepulan asap membumbung tinggi dari area perkebunan. Saksi lantas berkoordinasi dengan pihak manajemen dan keamanan perusahaan untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi kejadian.

Hasil penelusuran menunjukkan area lahan seluas kurang lebih 0,8 hektar yang berisi 80 pohon kelapa sawit berusia enam bulan hangus terbakar. Merasa dirugikan, pihak perusahaan resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Loa Kulu pada Rabu (16/9/2026) untuk diproses secara hukum. Dari penelusuran awal, aksi pembakaran tersebut mengarah kepada seorang warga setempat berinisial M (43).

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto membenarkan pengungkapan perkara tersebut. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Barang Bukti yang Diamankan 1 buah cangkul, 1 buah parang, 1 buah korek api, Arang sisa pembakaran kayu dan 1 pohon tanaman kelapa sawit usia ± 6 bulan.

Dalam penanganan perkara ini, kepolisian mengedepankan pendekatan humanis mengingat terlapor merupakan penyandang disabilitas rungu (tuna rungu).

Polsek Loa Kulu telah berkoordinasi dengan pihak Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Kutai Kartanegara untuk memberikan pendampingan ahli selama pemeriksaan guna menjamin hak-hak hukum terlapor. Selain itu, penyidik juga berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan setempat.

Terlapor disangkakan Pasal 108 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jo. Pasal 108 UU No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar. Saat ini kepolisian tengah melengkapi administrasi penyidikan serta bersiap menggelar perkara guna menentukan kepastian status hukum kasus tersebut.

Dua Pria Ditangkap Polsek Loa Kulu Atas Dugaan Kepemilikan Sabu

Kukar – Kepolisian Sektor (Polsek) Loa Kulu mengamankan dua pria berinisial R (31) dan A (23) atas dugaan keterlibatan dalam penyalahgunaan serta peredaran narkotika jenis sabu. Penangkapan berlangsung di Jalan H. Masdamsi, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 19.38 WITA.

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya dugaan aktivitas transaksi narkotika di kawasan tersebut.

Menindaklanjuti informasi warga, tim Unit Reskrim Polsek Loa Kulu segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

“Petugas mengamankan dua orang terduga pelaku di TKP. Saat dilakukan penggeledahan, anggota menemukan paket barang bukti yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu,” ujar AKP Hari Supranoto.

Dari tangan terduga pelaku R, petugas menyita satu bungkus plastik klip berisi kristal bening diduga sabu seberat 0,22 gram yang disimpan di dalam dompetnya.

Sementara dari penggeledahan sepeda motor yang digunakan terduga pelaku A, petugas menemukan dompet kecil di bawah jok yang berisi satu bungkus plastik diduga sisa sabu bekas pakai seberat 0,15 gram beserta dua buah sedotan plastik.

Barang Bukti yang Diamankan yakni 2 paket plastik klip berisi kristal bening diduga sabu (berat kotor 0,22 gram dan 0,15 gram), 1 unit sepeda motor Yamaha N-Max warna hitam beserta kunci kontak, 2 unit ponsel (Redmi A3 dan iPhone 12 Pro), Alat hisap (2 buah sedotan plastik dan 1 buah korek api gas), 2 pack plastik klip bening kosong dan 2 buah dompet.

Saat ini kedua tersangka diamankan di Mako Polsek Loa Kulu guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.