Api Karhutla Merayap 40 Meter dari Rumah Warga, Tiga Desa Bergerak Lindungi Liang Buaya
Kukar – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) nyaris menyentuh permukiman warga Desa Liang Buaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Api yang muncul dari kawasan rawa gambut di belakang desa sempat bergerak mendekati rumah penduduk dengan jarak sekitar 40 meter.
Peristiwa terjadi Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Api pertama kali terlihat di kawasan belakang Desa Liang Buaya, tepatnya sekitar RT 03, kemudian bergerak ke arah RT 02 hingga RT 01.
Situasi tersebut memicu respons cepat. Warga Liang Buaya bersama aparatur desa, personel Polsek Muara Kaman dan Babinsa langsung melakukan pemadaman. Bantuan juga datang dari warga Desa Tunjungan dan Desa Sedulang, serta tim pemadam dari perusahaan.
Bukan hanya mengejar titik api, warga mengambil langkah untuk melindungi permukiman dengan membuat sekat di belakang rumah-rumah penduduk. Sejumlah pompa Alkon dikerahkan untuk membasahi area sekitar dan menghentikan potensi penjalaran api.
Dalam penanganan tersebut digunakan satu unit Alkon Shibaura milik PT ATK, empat unit Alkon Desa Liang Buaya dan peralatan milik warga, ditambah dukungan Alkon dari Desa Tunjungan dan Desa Sedulang. Warga juga menggunakan alat pemadam gemprok dan parang untuk membuka akses menuju area yang terbakar.
Angin yang cukup kencang membuat api mudah bergerak, sementara semak belukar yang lebat di belakang rumah warga menyulitkan petugas dan masyarakat mencapai titik api.
Medan yang terbakar merupakan rawa gambut yang mengering, sehingga penanganan membutuhkan pembasahan dan pemantauan secara berkelanjutan untuk mencegah api kembali muncul.
Respons lintas desa akhirnya berhasil membendung ancaman tersebut. Area kebakaran di RT 03, RT 02 dan RT 01 berhasil dipadamkan. Warga yang terdampak asap untuk sementara bergeser ke rumah keluarga atau bagian permukiman yang tidak terdampak asap.
Setelah api berhasil dikendalikan, warga Liang Buaya memilih tetap berjaga. Pembasahan terus dilakukan pada area yang berpotensi terbakar di sekitar rumah sebagai langkah antisipasi.
Personel yang terlibat antara lain Bhabinkamtibmas Brigpol Ketut, Bripda Prastyo, Babinsa Serda Sahroji, aparatur Desa Liang Buaya, warga setempat, warga Desa Tunjungan dan Sedulang, serta tim pemadam PT AEK dan PT ATK.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa menghadapi Karhutla di kawasan gambut membutuhkan kecepatan respons dan kolaborasi. Ketika api sudah berada hanya puluhan meter dari rumah, kesiapsiagaan warga dan sinergi lintas unsur menjadi benteng pertama sebelum kebakaran berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.










