Prof. Henry Indraguna Apresiasi Komitmen Polri Berantas Peredaran Narkoba

JAKARTA – Pengamat hukum Prof. Henry Indraguna mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memperkuat pemberantasan peredaran narkoba. Ia menilai langkah cepat tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkotika.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya langkah Kapolri Jenderal Suyudi. Baru dilantik langsung gebrak narkoba. Ini yang ditunggu masyarakat. Narkoba adalah musuh negara, musuh kita semua,” kata Henry dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Rabu (14/10/2026).

Henry menilai pemberantasan narkoba perlu menyasar seluruh mata rantai peredaran, mulai dari pengguna hingga bandar besar dan jaringan internasional. Ia juga menyoroti penindakan di sejumlah kawasan rawan peredaran narkotika, termasuk Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah, Jakarta Barat.

Menurutnya, upaya penegakan hukum perlu dilakukan secara konsisten dan diimbangi langkah pencegahan yang melibatkan masyarakat. “Agar langkah penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan pencegahan,” ujarnya.

Henry berharap penguatan pemberantasan narkoba dapat dilakukan di seluruh jajaran Polda dan Polres, disertai kolaborasi lintas lembaga, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), Kejaksaan, dan Bea Cukai, untuk memutus rantai pasokan narkoba dari luar negeri. Ia juga menyatakan kesiapan Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) untuk menjadi mitra Polri dalam menyosialisasikan bahaya narkoba kepada kalangan pemuda.

“Narkoba menghancurkan masa depan anak bangsa. Satu orang kena narkoba, satu keluarga hancur. Kalau satu generasi hancur, negara bisa hancur. Jadi apa yang dilakukan Jenderal Suyudi ini adalah menyelamatkan masa depan Indonesia,” tegas Henry.

Ia berharap komitmen pemberantasan narkoba berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme dan pelayanan publik. Menurutnya, semangat “Polisi Bersama Masyarakat” perlu diwujudkan melalui kerja sama yang berkelanjutan antara kepolisian dan masyarakat untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

IPW Dorong Kapolri Suyudi Perkuat Pemberantasan Narkoba dan Reformasi Internal Polri

JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) mendorong Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk memperkuat pemberantasan narkoba sekaligus melanjutkan pembenahan internal Polri. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat pengawasan, serta menghadirkan pelayanan publik yang adil, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ketua IPW menilai pemberantasan narkoba perlu menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan program 100 hari kerja Kapolri. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan koordinasi antara Bareskrim Polri, jajaran Polda, serta Badan Narkotika Nasional (BNN), khususnya dalam penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba dan kawasan yang rawan penyalahgunaan narkotika.

“Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Selain menindak jaringan peredaran, Polri juga perlu memperkuat pencegahan, melindungi generasi muda, serta memastikan setiap anggota yang terbukti terlibat narkoba ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ketua IPW.

Dukungan tersebut disampaikan menyusul pengungkapan kasus narkoba di sejumlah wilayah. Di Sumatera Utara, melalui Operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) bersama BNN Provinsi Sumatera Utara, petugas mengamankan 37 orang di kawasan bantaran Sungai Jalan M. Yusuf Jintan, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (11/10/2026). Dari jumlah tersebut, 27 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Sementara itu, penggerebekan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat, pada Jumat (9/10/2026), melibatkan personel Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya bersama BNN. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan 24 orang, terdiri atas 16 orang dari Kampung Ambon dan delapan orang dari Kampung Boncos, serta menyita sejumlah barang bukti narkotika dan senjata yang diduga digunakan untuk melakukan perlawanan.

Menurut IPW, langkah penindakan tersebut perlu diikuti dengan pemetaan kawasan rawan narkoba, penguatan operasi terpadu, serta evaluasi berkala terhadap hasil pelaksanaannya. Penanganan juga perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah agar upaya pemberantasan berjalan efektif.

Selain pemberantasan narkoba, IPW menyoroti pentingnya pembenahan organisasi Polri, terutama dalam aspek pelayanan publik, pengawasan internal, dan pengelolaan sumber daya manusia. Evaluasi kinerja pimpinan di setiap tingkatan dinilai perlu dilakukan berdasarkan kompetensi, rekam jejak, integritas, serta capaian pelaksanaan tugas.

Ketua IPW mengatakan bahwa perubahan organisasi perlu diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan dan penegakan hukum yang berkeadilan. Menurutnya, masyarakat harus memperoleh pelayanan kepolisian secara profesional tanpa harus terlebih dahulu menyampaikan persoalannya melalui media sosial agar mendapatkan perhatian.

“Pembenahan Polri perlu diukur dari hasil yang dirasakan masyarakat, mulai dari kemudahan membuat laporan, kejelasan penanganan perkara, hingga sikap personel saat memberikan pelayanan. Prinsip meritokrasi, transparansi, dan pengawasan yang konsisten menjadi bagian penting untuk mewujudkan perubahan tersebut,” ungkapnya.

IPW juga mendorong penguatan pengawasan melekat sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2022. Pelaksanaannya dinilai penting untuk mencegah penyimpangan, meningkatkan disiplin, serta memastikan pimpinan bertanggung jawab dalam membina dan mengawasi personel di bawah kewenangannya.

Dalam hal mutasi dan penempatan jabatan, IPW berpandangan bahwa keputusan organisasi perlu didasarkan pada pertimbangan objektif, termasuk kompetensi, kapabilitas, integritas, dan kebutuhan organisasi. Evaluasi yang terukur diharapkan dapat menjaga profesionalisme sekaligus memperkuat soliditas internal Polri.

IPW turut menekankan bahwa pembenahan internal harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hubungan antara polisi dan masyarakat. Pelayanan yang humanis, keterbukaan informasi, serta penanganan pengaduan yang akuntabel dinilai menjadi unsur penting dalam membangun kepercayaan publik.

Melalui berbagai langkah tersebut, IPW berharap program 100 hari kerja Kapolri dapat menjadi momentum untuk memperkuat pemberantasan narkoba, meningkatkan kualitas pengawasan internal, dan mendorong pelayanan kepolisian yang semakin profesional.

Upaya tersebut sejalan dengan harapan agar Polri terus meningkatkan kehadirannya di tengah masyarakat melalui penegakan hukum yang adil, pelayanan yang responsif, serta komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Api Padam, Asap Gambut Masih Mengepul! Kapolsek Muara Kaman Pimpin Pendinginan di Lahan PT ATK

Kukar – Kobaran api di lahan gambut kawasan HGU PT ATK, Desa Sabintulung dan Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, berhasil dipadamkan. Namun, perjuangan petugas belum berakhir. Kepulan asap masih muncul dari dalam gambut yang terbakar sehingga pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin bersama personel Polsek dan tim gabungan turun langsung menangani kebakaran pada Senin, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 13.40 Wita.

Sebanyak 188 personel gabungan dari tim pemadam perusahaan PT ATK dan PT SKL, KTPA, MPA, serta Manggala Agni dikerahkan untuk membantu penanganan di lokasi.

Meski api di permukaan telah padam, bara dapat bertahan di bawah tanah dan kembali memicu kebakaran. Kondisi rawa gambut yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber air, serta minimnya jaringan komunikasi semakin menyulitkan upaya pemadaman.

Petugas pun terus melakukan penyiraman dan pendinginan secara bertahap. Sebanyak 10 mesin pompa, 230 selang, 30 nosel, dan tiga mobil tangki digunakan untuk mendukung penanganan. Pihak perusahaan juga berupaya mengalirkan air melalui sungai dan parit serta membuat sekat atau kanal guna mencegah api meluas.

Berdasarkan laporan di lapangan, api awalnya berasal dari lahan APL milik pemerintah, kemudian merembet ke kawasan HGU PT ATK akibat angin kencang. Luas lahan yang terbakar masih menunggu verifikasi lebih lanjut.

Kapolsek Muara Kaman bersama tim gabungan terus memantau titik kebakaran, terutama karena lokasi tersebut merupakan area hotspot berulang yang sebelumnya telah ditangani melalui pemadaman darat dan dukungan helikopter water bombing.

Penanganan ini menegaskan bahwa padamnya api di permukaan bukan berarti ancaman karhutla telah selesai. Pendinginan dan pemantauan harus terus dilakukan hingga titik-titik yang berasap benar-benar terkendali, demi mencegah kebakaran kembali meluas dan melindungi lingkungan serta masyarakat sekitar.

Final Kota Bangun III Cup Berlangsung Sengit, Kapolsek Pimpin Langsung Pengamanan

Kukar – Persaingan sengit mewarnai partai final Turnamen Sepak Bola Kota Bangun III Cup di Lapangan Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara, Selasa (13/10/2026). Untuk memastikan pertandingan berjalan aman dan tertib, Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan memimpin langsung pengamanan bersama tujuh personel.

Dua pertandingan berlangsung ketat. DKI FC akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan LKC Benua Baru melalui adu penalti dengan skor 4-3, setelah kedua tim bermain imbang 2-2. Sementara itu, Independent FC-B mengamankan posisi juara ketiga usai menundukkan Maskot FC dengan skor 2-1.

Hasil akhir turnamen menempatkan DKI FC sebagai juara pertama, LKC Benua Baru juara kedua, Independent FC-B juara ketiga, dan Maskot FC di posisi keempat.

Kehadiran Kapolsek bersama personel Polsek Kota Bangun menjadi bagian dari upaya Polri menjaga keamanan sekaligus memastikan masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan nyaman.

Pengamanan berakhir pukul 18.20 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, mencerminkan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, panitia, pemain, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan olahraga.

AWC Samapta Polres Kukar Dikerahkan, Bantu Padamkan Kebakaran yang Hanguskan 11 Rumah di Tenggarong

Kukar – Mobil Armoured Water Cannon (AWC) Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara dikerahkan untuk membantu proses pemadaman kebakaran besar di Jalan Kartini Gang Karya, RT 61 dan RT 26, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Selasa (13/10/2026) malam.

Kehadiran AWC menjadi bagian dari upaya Polres Kukar membantu petugas pemadam kebakaran dan relawan mengendalikan kobaran api yang dengan cepat merembet ke bangunan di sekitarnya. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 23.50 Wita itu menghanguskan 11 rumah dan menimbulkan duka mendalam bagi warga.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.35 Wita dengan bantuan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kukar dan relawan. Namun, dampak kebakaran sangat memilukan: dua anak berusia 7 tahun dan 3 tahun meninggal dunia, sementara seorang warga mengalami luka bakar.

AWC Samapta Polres Kukar hadir sebagai dukungan nyata dalam penanganan darurat, pengerahan kendaraan taktis berkemampuan menyemprotkan air tersebut memperkuat upaya pemadaman bersama unsur terkait saat api meluas di kawasan permukiman yang sebagian besar bangunannya terbuat dari kayu.

Polisi juga melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan ketua RT setempat. Penyebab kebakaran masih diduga akibat korsleting listrik dan menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Inafis Satreskrim Polres Kukar.

Kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Di tengah musibah ini, pengerahan AWC dan keterlibatan personel Polres Kukar menjadi bagian dari respons kepolisian untuk membantu penanganan kebakaran serta mendukung keselamatan masyarakat.

Polres Kukar Kawal PORSENI dan GAMKI 2026, Pertandingan Voli Berlangsung Aman

Kukar – Polres Kutai Kartanegara menerjunkan personel untuk mengamankan kegiatan PORSENI dan GAMKI 2026 di halaman Gedung Olahraga DPRD Kukar, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Selasa (13/10/2026).

Pengamanan dilakukan untuk memastikan rangkaian kegiatan, khususnya lomba bola voli, berjalan tertib dan lancar. Tiga personel Polres Kukar, yakni Aiptu Yusran, Aipda Erwin, dan Aipda Yohanes, disiagakan di lokasi kegiatan.

Kegiatan yang dihadiri panitia dan sekitar 50 masyarakat tersebut berlangsung dengan aman dan terkendali.

Kehadiran personel Kepolisian merupakan bentuk komitmen Polres Kukar dalam menjaga keamanan setiap kegiatan masyarakat, sehingga peserta dan warga dapat beraktivitas dengan nyaman.

Kapolsek Loa Janan Ajak Kades Perkuat Sinergi, Karhutla dan Pengelolaan Dana Desa Jadi Perhatian

Kukar – Kapolsek Loa Janan IPTU Danang Wahyu Rahardika, mengajak seluruh kepala desa memperkuat sinergi dengan Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mengawasi perkembangan persoalan di desa, serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri rapat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Loa Janan di Pemancingan Geri dan Aldi, Desa Tani Bhakti, Selasa (13/10/2026).

Rapat yang dihadiri Camat Loa Janan Hery Rusnandi, Ketua APDESI Adi Sucipto, dan para kepala desa se-Kecamatan Loa Janan itu membahas berbagai persoalan strategis, mulai dari pembangunan desa, pengelolaan anggaran, program ketahanan pangan, hingga kondisi keamanan wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, IPTU Danang menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah desa dan Kepolisian. Menurutnya, koordinasi sejak dini diperlukan agar setiap persoalan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.

“Kami mengajak seluruh kepala desa dan perangkatnya untuk terus berkoordinasi dengan Kepolisian, baik terkait penggunaan anggaran desa, persoalan sosial, maupun perkembangan situasi kamtibmas di wilayah masing-masing,” menjadi pesan utama Kapolsek dalam pertemuan tersebut.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap ancaman karhutla yang masih menjadi tantangan di tengah kondisi kemarau. Kapolsek meminta pemerintah desa segera melaporkan setiap kejadian kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Selain itu, jajaran Polsek Loa Janan siap melakukan edukasi dan pendekatan persuasif bersama Bhabinkamtibmas untuk mencegah potensi gangguan ketertiban, termasuk persoalan konsumsi minuman tuak yang menjadi perhatian pemerintah Desa Tani Harapan.

Kapolsek juga mengajak pemerintah desa mendukung program perlindungan sosial dan ketahanan pangan, khususnya penanaman jagung. Sementara itu, perkembangan Koperasi Desa Merah Putih akan terus dipantau sesuai tugas dan kewenangan Kepolisian.

Dalam rapat tersebut, masing-masing kepala desa turut menyampaikan sejumlah kebutuhan dan kendala di wilayahnya. Pembahasan mencakup pengajuan rambu lalu lintas dan kaca cembung di Desa Purwajaya, normalisasi sungai, perbaikan infrastruktur, penanganan dampak kemarau terhadap pertanian, hingga percepatan administrasi anggaran desa.

Program rehabilitasi rumah tidak layak huni juga menjadi perhatian. Pemerintah Kecamatan Loa Janan menyampaikan masih terdapat kuota sekitar 200 unit yang perlu diverifikasi untuk menentukan calon penerima bantuan.

Camat Loa Janan Hery Rusnandi menegaskan bahwa rapat APDESI merupakan forum koordinasi rutin yang dilaksanakan secara bergiliran di setiap desa. Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk menyamakan langkah dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pertemuan tersebut, Polsek Loa Janan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, mempercepat penanganan persoalan masyarakat, serta menjaga situasi wilayah Loa Janan tetap aman dan kondusif.

Densus 88 Polri dan Disdik DKI Perkuat Pencegahan IRET dan Cyberbullying di Sekolah

JAKARTA – Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan (Ditcegah) bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menggelar Workshop Sekolah Ramah Anak untuk memperkuat pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), sekaligus mengantisipasi perundungan siber atau cyberbullying di lingkungan pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Lantai 5, Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tersebut diikuti 343 peserta, terdiri atas wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMP se-DKI Jakarta dan unsur wakil kesiswaan SSG sesuai data penyelenggara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kombes Pol Moh Dofir dari Ditcegah Densus 88 AT Polri dan Ernita Napitu, M.Pd., Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Adapun narasumber yang memberikan materi yakni AKP Mirza Triyuna P, S.Kom., M.H., M.T.I., dari Ditcegah Densus 88 AT Polri; Retno Listyrini dari Kasubkel PAUD Dikmas Sudin 1 Jakarta Utara; serta Dra. Rosnalisa Z, M.Si., CHT, konselor dan psikolog klinis Alazka Kids Development.

Kombes Pol Moh Dofir menegaskan, tenaga pendidik memiliki peran penting dalam upaya pencegahan IRET karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

“Pencegahan IRET di lingkungan pendidikan membutuhkan sinergi dan peran aktif seluruh pihak, khususnya tenaga pendidik. Sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter peserta didik, menanamkan nilai toleransi, serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman,” ujar Dofir.

Ia menambahkan, pemahaman tenaga pendidik perlu diperkuat agar mampu mengenali indikasi awal penyebaran paham ekstremisme maupun perilaku perundungan, termasuk yang terjadi di ruang digital.

“Melalui workshop ini, kami berharap para tenaga pendidik semakin memahami pentingnya deteksi dini, edukasi, dan langkah pencegahan yang tepat. Dengan kolaborasi berkelanjutan antara Densus 88 AT Polri dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, kita dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak,” tambahnya.

Selain pencegahan IRET, workshop ini membahas penanganan cyberbullying yang dapat memengaruhi kepercayaan diri, hubungan sosial, kenyamanan belajar, hingga perkembangan psikologis peserta didik. Tenaga pendidik diharapkan mampu mengenali tanda-tanda siswa yang membutuhkan bantuan serta memahami mekanisme penanganan dan pendampingan yang mengutamakan perlindungan anak.

Penguatan literasi digital juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Peserta didik perlu dibekali kemampuan menyikapi informasi secara kritis, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, serta menghormati orang lain di ruang digital agar tidak mudah terpengaruh konten yang mendorong kebencian maupun kekerasan.

Melalui kegiatan ini, Ditcegah Densus 88 AT Polri dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta memperkuat sinergi dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik untuk melakukan pencegahan sejak dini. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, komunikasi yang sehat dengan peserta didik, serta pendekatan yang mengedepankan dialog dan kepedulian tanpa memberikan stigma atau pelabelan secara prematur terhadap siswa.

Kolaborasi ini diharapkan berlanjut melalui edukasi dan penguatan kapasitas tenaga pendidik secara berkesinambungan, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh, membangun karakter, dan menghargai keberagaman.

Polri Gencarkan Pemberantasan Narkoba, Kapolri Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah dari Bandar Narkoba

JAKARTA – Polri menggencarkan pemberantasan peredaran narkoba melalui operasi terpadu di sejumlah wilayah Indonesia. Penindakan menyasar kawasan yang diduga menjadi pusat peredaran narkotika, mulai dari Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, hingga sejumlah wilayah di Sulawesi dan Kalimantan.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026), menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan langkah yang masif dan berkelanjutan. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.

“Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Kita harus lebih masif dalam bertindak,” tegas Kapolri.

Sejak awal Oktober 2026, Polri dibawah Kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersama BNN, TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait mengintensifkan operasi di sejumlah kawasan rawan narkoba. Di Jakarta Barat, operasi gabungan pada Jumat (9/10/2026) menyasar Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah. Sebanyak 24 orang diamankan dalam penindakan tersebut, disertai penyitaan sejumlah barang bukti narkotika dan peralatan yang diduga digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba.

Operasi serupa juga dilakukan di Sumatera Utara dengan menyasar sembilan titik yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba. Sebanyak 36 orang diamankan, sementara petugas menyita sekitar 102 gram sabu dan sejumlah barang bukti lainnya. Di Riau, 68 orang turut diamankan dalam operasi di sebuah tempat hiburan malam, dengan 63 orang dinyatakan positif mengonsumsi zat narkotika berdasarkan hasil tes urine.

Penindakan juga berlangsung di Makassar, Palu, Palembang, dan Palangka Raya. Di kawasan Borta, Kecamatan Tallo, Makassar, sebanyak 104 orang diamankan, termasuk tiga orang yang diduga sebagai bandar. Rangkaian operasi tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk menindak pelaku sekaligus mengungkap jaringan peredaran narkoba di berbagai daerah.

“Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar peredaran narkotika dapat dicegah dan ruang gerak bandar semakin terbatas,” ujar Suyudi.

Kapolri menegaskan, upaya tersebut sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan perlindungan dan keamanan masyarakat sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian. Partisipasi warga diperlukan untuk membantu mencegah peredaran narkoba dan menjaga lingkungan agar tidak dimanfaatkan sebagai tempat transaksi narkotika.

Dalam penanganannya, Polri juga membedakan pengguna dengan bandar maupun pengedar. Pengguna yang memenuhi ketentuan diarahkan untuk menjalani rehabilitasi, sedangkan bandar dan pengedar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Polri akan terus memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam pemberantasan narkoba, termasuk menelusuri jaringan pemasok dan pihak-pihak yang berada di balik peredaran narkotika. Melalui penegakan hukum, pencegahan, rehabilitasi, serta keterlibatan masyarakat, upaya pemberantasan diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.

Wakapolres Kukar Hadiri Pembukaan TMMD ke-130, TNI-Polri Bersinergi Bangun Desa dan Sejahterakan Warga

Kukar – Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali diperkuat melalui pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Bola Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Selasa (13/10/2026).

Wakapolres Kutai Kartanegara, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra hadir bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Dandim 0906/Kutai Kartanegara Letkol Arm Benny Budiman, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait dalam upacara yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”

Kehadiran Wakapolres menjadi bagian dari dukungan Polres Kukar terhadap program terpadu yang mendorong percepatan pembangunan pedesaan sekaligus memperkuat kemanunggalan aparat dengan masyarakat.

Dalam amanatnya, Bupati Kukar menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan juga upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan fisik dan nonfisik. Program ini mencakup peningkatan fasilitas dasar, wawasan kebangsaan, kesadaran hukum, kesehatan masyarakat, hingga penguatan ketahanan pangan.

Tak hanya membangun jalan dan fasilitas, TMMD membawa misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat desa.

Sejumlah agenda turut mewarnai pembukaan TMMD ke-130, di antaranya penyerahan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga penerima manfaat, bantuan sembako bagi santri Pondok Pesantren Hidayatullah, serta peninjauan sasaran program TMMD di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu.

Polres Kukar melalui Wakapolres dan jajaran kewilayahan mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif selama pelaksanaan program.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto beserta jajaran juga melakukan koordinasi dengan unsur terkait guna mendukung kelancaran kegiatan di wilayahnya.

Bupati Kukar mengajak seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, pihak perusahaan, dan masyarakat untuk bergotong royong menyukseskan program hingga selesai serta menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Polres Kukar turut mendukung upaya membangun desa yang lebih maju, memperkuat kebersamaan, dan menghadirkan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.