Dua Hotspot Terdeteksi di Tol Balsam, Polisi dan Tim Gabungan Bergerak di Tengah Malam

Kukar – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak mengenal waktu. Saat malam mulai menyelimuti kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dua titik panas (hotspot) terdeteksi di sekitar Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam), Senin (31/8/2026).

Deteksi tersebut menjadi perhatian jajaran Polsek Samboja. Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Lembuswana, dua hotspot terpantau dengan tingkat kepercayaan 68 persen dari satelit AQUA dengan sumber data NASA. Kedua titik berada di sekitar KM 51A dan KM 50B Tol Balsam.

Hotspot pertama terdeteksi pada koordinat -0.88421, 117.06881, sementara titik kedua berada di -0.88255, 117.08025. Data tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid bersama personel langsung melakukan pengecekan. Sebanyak tujuh personel Polsek Samboja diperkuat tiga personel BKO Brimob Polda Kaltim diterjunkan untuk melakukan penanganan.

Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu bersama Damkar Samboja, Manggala Agni Samboja dan Jasa Raharja Tol Balsam. Petugas bergerak menyisir area yang terindikasi sebagai lokasi hotspot sekaligus berupaya mencegah api menjalar ke kawasan lainnya.

Beberapa titik api berhasil dipadamkan. Namun, proses pemadaman dan pemantauan masih terus dilakukan di lokasi guna memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang kembali menyala.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan, deteksi hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan karena data satelit perlu dikonfirmasi dengan kondisi faktual di lokasi.

“Setiap informasi hotspot kami tindak lanjuti dengan verifikasi lapangan. Langkah cepat ini penting agar apabila benar terdapat titik api, dapat segera dilakukan penanganan sebelum berkembang dan meluas,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap maupun titik api.

Dua titik panas di sekitar jalur Tol Balsam menjadi pengingat bahwa ancaman Karhutla dapat muncul kapan saja. Respons cepat, deteksi dini dan sinergi lintas instansi menjadi kunci agar api tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Malam-Malam Api Menyala di Kembang Janggut, Polisi dan Relawan Berjibaku Jinakkan Karhutla

Kukar – Saat sebagian warga mulai beristirahat, kobaran api justru muncul di tengah semak belukar dan ilalang kering di Desa Kembang Janggut, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (31/8/2026) malam.

Kebakaran lahan yang terjadi sekitar pukul 20.00 WITA tersebut menghanguskan lahan sekitar 0,5 hektare di RT 12 Desa Kembang Janggut. Kondisi vegetasi yang didominasi semak belukar, ilalang, ranting dan material kering membuat api berpotensi cepat menjalar.

Mendapat informasi kebakaran, Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto bersama personel langsung bergerak menuju lokasi dan memimpin penanganan. Sebanyak enam personel Polsek Kembang Janggut, tiga personel Koramil Kembang Janggut serta 10 relawan Pemadam Pramuka Peduli dikerahkan untuk menghadapi kobaran api.

Dengan peralatan yang tersedia, berupa satu unit pompa air portabel, nozzle semprotan dan selang pemancar, tim gabungan berupaya memutus pergerakan api agar tidak merembet ke area lahan lainnya.

Penanganan dilakukan secara hati-hati karena sejumlah bagian lahan masih memiliki material yang mudah terbakar. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan pada titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara.

Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto mengatakan, respons cepat sangat diperlukan dalam menghadapi kebakaran lahan, terlebih pada kondisi kemarau ketika vegetasi kering mudah terbakar.

“Begitu informasi diterima, kami langsung bergerak bersama unsur terkait. Kami berupaya agar api tidak meluas dan memastikan titik-titik yang masih berpotensi terbakar kembali dapat segera ditangani,” ujarnya.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membakar lahan maupun membuang benda yang dapat menjadi sumber api sembarangan.

Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan kepada petugas apabila melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun. Informasi yang cepat dapat mempercepat penanganan sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Hingga proses penanganan berlangsung, petugas masih melakukan pemadaman, pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Di tengah gelapnya malam, sinergi polisi, TNI dan relawan menjadi garda terdepan untuk memastikan api tidak terus mencari jalan dan meluas ke kawasan lainnya

Api Muncul di Lahan Pendingin, Tim Gabungan Bergerak Cepat Cegah Karhutla Meluas

Kukar – Satu titik api terdeteksi di kawasan lahan Jalan Halliburton, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (31/8/2026). Di tengah kondisi lahan yang rawan terbakar, petugas gabungan langsung bergerak untuk mencegah api meluas.

Sekitar pukul 10.00 WITA, personel Polairud Polda Kaltim bersama anggota Yon TP Balikpapan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Dengan bergerak cepat, petugas berupaya mengendalikan titik api agar tidak merambat ke area lainnya.

Penanganan dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat kebakaran lahan dapat dengan cepat meluas saat kondisi lingkungan kering. Respons cepat menjadi kunci agar titik api dapat dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

Setelah upaya pemadaman selesai, sekitar pukul 11.00 WITA personel kembali ke Posko Karhutla untuk melaksanakan standby sekaligus memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut.

Kapolsek Sangasanga Iptu Wahid mengapresiasi sinergi personel gabungan dalam menangani titik api tersebut. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kemarau. Jangan melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera laporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

Polsek Sangasanga bersama unsur terkait terus memperkuat kesiapsiagaan sebagai langkah mencegah Karhutla meluas dan melindungi masyarakat serta lingkungan.

Api Membara di Lahan Gambut Loa Pari, Polisi dan Tim Gabungan Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas

Kukar – Lahan gambut yang mengering di tengah cuaca panas kembali menjadi ancaman. Kebakaran melanda lahan milik warga di RT 006 Desa Loa Pari, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (31/8/2026) sore.

Api diketahui membakar lahan yang ditumbuhi rumput gambut kering dengan luas sekitar 1 hektare. Kondisi lahan yang kering membuat api berpotensi merambat dengan cepat apabila tidak segera ditangani.

Mendapat informasi kebakaran sekitar pukul 16.00 WITA, empat personel Polsek Tenggarong Seberang langsung bergerak menuju lokasi. Petugas kemudian berkoordinasi dengan BPBD Kukar, relawan pemadam kebakaran dan warga untuk melakukan pemadaman secara bersama-sama.

Sebanyak dua unit kendaraan pemadam BPBD Kukar dikerahkan ke lokasi. Penanganan juga diperkuat Relawan Damkar Loa Pari, Balakarcana Mangkurawang, Balakarcana Kelurahan Baru Tenggarong serta warga RT 006.

Dengan menggunakan kendaraan pemadam, mesin pompa air dan peralatan manual, tim gabungan berjibaku melokalisir kobaran api agar tidak merembet ke area lahan lainnya.

Kerja sama seluruh unsur di lapangan membuahkan hasil. Api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sekitar pukul 17.45 WITA. Petugas kemudian melakukan pendinginan di sejumlah titik yang masih berpotensi memunculkan bara serta melanjutkan pemantauan untuk memastikan tidak ada api yang kembali menyala.

Dari hasil pengecekan awal, kebakaran diduga dipicu rumput dan daun kering yang terbakar akibat kondisi cuaca panas. Tidak terdapat bangunan yang dilaporkan terbakar dalam kejadian tersebut.

Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovas, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama terhadap lahan yang ditumbuhi vegetasi kering dan gambut.

“Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar. Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menjadi sumber api dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” ujarnya.

Ia menambahkan, respons cepat masyarakat dan petugas sangat diperlukan agar kebakaran dapat ditangani sejak awal sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Polsek Tenggarong Seberang bersama unsur terkait terus memperkuat kesiapsiagaan dan mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla.

Longsor Susulan Terjadi di Jembayan, Satu Rumah Warga Tenggelam ke Sungai Mahakam

Kukar – Warga di kawasan Jalan Poros Tenggarong–Samarinda, RT 004 Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali dikejutkan longsor susulan, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 17.30 WITA.

Longsor yang terjadi di sekitar bantaran Sungai Mahakam tersebut berdampak langsung terhadap sejumlah rumah warga. Bahkan, satu unit rumah milik Saiful Darmansyah (35) dilaporkan tenggelam total ke Sungai Mahakam akibat pergerakan tanah.

Selain itu, rumah milik Juanda (49) turut terdampak. Bagian dapur rumah tersebut telah tenggelam ke sungai, sementara bangunan utama masih berdiri namun kondisinya dinilai sudah tidak layak untuk ditempati.

Juanda bersama keluarganya untuk sementara mengungsi ke rumah kerabatnya di wilayah RT 004 Desa Jembayan. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir sekitar Rp150 juta. Sementara rumah milik Saiful Darmansyah diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp300 juta.

Dampak longsor juga dirasakan Yama (70), warga setempat. Bagian dapur rumahnya mengalami kondisi miring akibat pergerakan tanah. Meski demikian, Yama bersama keluarganya masih berada di rumah tersebut.

Menyikapi kejadian tersebut, personel Polsek Loa Kulu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan. Polisi memasang garis polisi di sekitar area terdampak serta mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi yang dinilai rawan.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto juga mengingatkan warga, khususnya keluarga yang rumahnya berada di sekitar lokasi longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.

“Kami mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi longsor karena masih terdapat potensi pergerakan tanah. Keselamatan warga menjadi prioritas, sehingga apabila kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya sementara mengungsi ke rumah keluarga atau tempat yang lebih aman,” ujar Kapolsek.

Polsek Loa Kulu terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lokasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Cegah Karhutla dari Hulu, Mahasiswa PTIK Turun Langsung Edukasi Warga di Tenggarong Seberang

Kukar – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat memicu kabut asap yang mengganggu kesehatan, aktivitas warga hingga perekonomian masyarakat.

Mengantisipasi hal tersebut, mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Lemdiklat Polri turun langsung memberikan penyuluhan pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah hukum Polsek Tenggarong Seberang, Senin (31/8/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.30 WITA di kawasan Paradise, lokasi PT Kitadin, dengan menghadirkan Iptu Rastra Mokat mahasiswa S1 PTIK, dan Iptu Medika mahasiswa S2 PTIK sebagai pemateri.

Penyuluhan turut dihadiri Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovas, Kanit Lantas Iptu Yuliantara, Kanit Binmas Iptu Purwanto, perwakilan PT Kitadin, kelompok tani pengelola lahan serta staf Desa Bhuana Jaya.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa PTIK memberikan pemahaman mengenai dasar hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait Karhutla. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan, khususnya dampak asap terhadap kesehatan dan roda perekonomian.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab bersama kelompok tani. Berbagai persoalan terkait pengelolaan lahan dan potensi kebakaran dibahas sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat agar mengedepankan cara-cara yang aman dan tidak menggunakan api untuk membuka lahan.

Tak berhenti pada penyuluhan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan spanduk imbauan pencegahan Karhutla di Jalan Pahlawan, Desa Sumber Rejo, pengecekan Posko Penanganan Karhutla Polsek Tenggarong Seberang di Desa Bhuana Jaya, serta pemasangan stiker imbauan di sejumlah titik.

Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovas mengatakan, edukasi dan pencegahan merupakan langkah penting untuk menekan potensi Karhutla, terlebih di tengah kondisi kemarau.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi Polri, mahasiswa PTIK, pemerintah desa, perusahaan dan kelompok tani, pencegahan Karhutla diharapkan semakin kuat dari tingkat masyarakat hingga lapangan.

Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Rempanga Pasang Spanduk Himbauan kepada Warga

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan jajaran Polri bersama pemerintah desa. Bhabinkamtibmas Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Brigpol Ridho Wahyu Julianto, bersama perangkat desa dan Linmas memasang spanduk imbauan Karhutla, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA tersebut menjadi langkah preventif untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama di tengah kondisi kemarau.

Pemasangan spanduk dilakukan bersama Staf Desa Rempanga Aldino Wd, anggota BPD Desa Rempanga Yanto, serta Linmas Romi Hidayat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat kembali diingatkan bahwa mencegah Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu meluasnya api.

Pastikan Senpi Dinas Terawat dan Aman, Kapolres Kukar Cek Inventaris Senjata Api di Polsek Muara Jawa

Kukar – Pengawasan terhadap penggunaan dan pemeliharaan senjata api dinas menjadi perhatian serius jajaran Polres Kutai Kartanegara (Kukar). Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar melakukan pengecekan langsung terhadap inventaris senjata api di Polsek Muara Jawa, Senin (31/8/2026) Sore.

Pengecekan tersebut turut dihadiri Kapolsek Muara Jawa Iptu Yoga Fattur Rahman bersama personel Polsek Muara Jawa. Kegiatan menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh senjata api dinas yang berada di lingkungan kepolisian terdata, tersimpan dan terpelihara sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pemeriksaan tersebut, Kapolres Kukar melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi senjata api serta administrasi inventaris yang dimiliki Polsek Muara Jawa.

Kapolres menekankan bahwa senjata api dinas merupakan perlengkapan khusus yang penggunaannya harus disertai tanggung jawab, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap prosedur. Setiap personel yang diberikan kepercayaan membawa atau menggunakan senjata api wajib memahami aturan serta memastikan keamanannya.

“Senjata api dinas merupakan tanggung jawab yang besar. Penggunaan maupun penyimpanannya harus sesuai prosedur dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan,” tegas Kapolres.

Selain mengecek kondisi fisik, pemeriksaan juga menjadi sarana untuk memastikan kesiapan perlengkapan sekaligus meningkatkan disiplin personel dalam menjaga dan mengamankan barang inventaris dinas.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar juga mengingatkan personel agar senantiasa memperhatikan faktor keamanan dalam setiap penggunaan senjata api, baik saat bertugas maupun ketika melakukan penyimpanan. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya kelalaian yang dapat menimbulkan risiko bagi personel maupun masyarakat.

Kapolsek Muara Jawa bersama seluruh personel menyambut baik kegiatan pemeriksaan tersebut. Pengawasan secara berkala dinilai penting untuk memastikan setiap perlengkapan dinas berada dalam kondisi baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui pengecekan tersebut, Polres Kukar menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kedisiplinan anggota serta memastikan seluruh inventaris dinas, khususnya senjata api, dikelola secara profesional, aman dan sesuai ketentuan.

Pemeriksaan berlangsung aman dan tertib. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polres Kukar menjaga profesionalisme sekaligus memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Kapolres Kukar Hadiri Peninjauan dan Penguasaan Kembali Kawasan Tahura di Samboja Barat

Kukar – Komitmen pemerintah dalam menjaga kawasan hutan dan menertibkan pemanfaatan lahan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali ditegaskan. Ketua Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) bersama jajaran lintas lembaga melakukan peninjauan sekaligus penguasaan kembali kawasan Tahura di lokasi PT Singlurus Pratama, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama jajaran Forkopimda Kaltim dan Kukar serta unsur TNI-Polri dan kementerian/lembaga terkait.

Ketua Satgas PKH Kuntadi yang juga menjabat Jampidsus Kejaksaan Agung didampingi Wakil Ketua I Lenjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon dan Wakil Ketua II Komjen Pol. Syahardiantono beserta rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 11.20 WITA. Kedatangan rombongan menjadi bagian dari rangkaian peninjauan lapangan atas kawasan yang telah diverifikasi oleh Satgas PKH.

Sebelum kegiatan berlangsung, jajaran Polsek Samboja terlebih dahulu melaksanakan apel persiapan pengamanan di halaman Mako Polsubsektor Sungai Seluang, Jalan Balikpapan–Handil II, Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja. Apel dipimpin Iptu Iwan Setiawan dan diikuti personel yang tergabung dalam surat perintah pengamanan.

Setelah apel, personel menempati titik pengamanan yang telah ditentukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.

Dalam paparan Dankorwil Satgas PKH Kaltim Kolonel Kav. Yuli Eko Hadiyanto disampaikan sejumlah hasil verifikasi terkait PT Singlurus Pratama. Berdasarkan data Satgas PKH, luas IUP PT Singlurus Pratama mencapai 1.361,51 hektare, dengan 111,71 hektare berada dalam wilayah PKP2B dan 1.249,79 hektare berada di luar PKP2B.

Dari hasil verifikasi lapangan, ditemukan kawasan seluas 111,71 hektare yang masuk dalam PKP2B, dengan potensi objek denda mencapai 101,44 hektare.

Adapun nilai denda yang harus dibayarkan PT Singlurus Pratama tercatat sebesar Rp147,31 miliar, sementara hingga pelaksanaan kegiatan telah dilakukan pembayaran sebesar Rp25 miliar.

Satgas PKH juga memaparkan bahwa penguasaan kembali kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek penegakan hukum, tetapi memiliki dampak strategis dan ekologis. Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal tegas pemerintah dalam menjaga wilayah penyangga IKN dari aktivitas ilegal, sekaligus mendukung pemulihan kawasan melalui reklamasi, penutupan lubang tambang, reforestasi dan pencegahan potensi bencana lingkungan.

Selain itu, penguasaan kembali kawasan diharapkan dapat membantu mencegah erosi, banjir bandang hingga pencemaran air akibat aktivitas pertambangan yang berpotensi berdampak terhadap wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Satgas PKH bersama rombongan kemudian melakukan pemasangan plang sebagai penanda penguasaan kembali kawasan Tahura. Kegiatan dilanjutkan dengan konferensi pers yang disampaikan Juru Bicara Satgas PKH Barita Simanjuntak.

Usai seluruh rangkaian kegiatan, Ketua Satgas PKH bersama rombongan menuju helipad untuk kembali ke Balikpapan.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar menegaskan bahwa jajaran Polri siap mendukung langkah pemerintah dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan kegiatan penertiban dan penguasaan kembali kawasan hutan.

“Kehadiran Polri merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga kawasan hutan, memastikan kegiatan berjalan aman serta memberikan kepastian situasi kamtibmas selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Polres Kutai Kartanegara berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kawasan hutan dan lingkungan, sekaligus memastikan setiap proses penertiban berjalan aman, tertib dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Bupati Kukar Bersama Kapolres, Dandim dan Kajari Cek Posko Karhutla Muara Jawa, Pastikan Kesiapsiagaan Tetap Terjaga

Kukar – Upaya menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi kemarau terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama jajaran TNI-Polri dan Kejaksaan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, bersama Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Dandim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman dan Kajari Kukar Aji Kalbu Pribadi turun langsung meninjau Posko Karhutla di Kecamatan Muara Jawa, Senin (31/8/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung sekitar pukul 14.20 WITA di Posko Karhutla, Jalan Ir. Soekarno, RT 20, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi Karhutla.

Setibanya di posko, Bupati Kukar bersama Kapolres Kukar, Dandim Kukar dan Kajari Kukar menyerahkan bantuan sembako untuk mendukung kebutuhan operasional petugas yang berjibaku menjaga wilayah dari ancaman kebakaran.

Bantuan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga menjadi penyemangat bagi petugas pemadam kebakaran, relawan dan personel gabungan yang setiap saat harus siap bergerak ketika terjadi kebakaran lahan.

Usai menyerahkan bantuan, rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap sarana dan prasarana yang tersedia di Posko Karhutla Muara Jawa. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan peralatan serta dukungan operasional dalam penanganan Karhutla.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris BPBD Kukar Nur Ersandi, Kabag Ops Kompol Ecky Widi Prawira, Kasat Reskrim AKP Elnath S.W. Gemilang, Kasat Lantas AKP Ahmad Fandoli, Anggota DPRD Kukar Masniyah, Camat Muara Jawa Muh. Ramli, Danramil Muara Jawa Kapten Inf. Waskito, Kapolsek Muara Jawa Iptu Yoga Fattur Rahman, serta unsur kecamatan, kelurahan, UPT, tokoh masyarakat, petugas Damkar dan relawan.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar mengatakan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan dan kerja sama seluruh pihak, tidak hanya ketika api sudah muncul, tetapi juga melalui langkah pencegahan sejak dini.

“Kesiapsiagaan harus terus dijaga. Personel, peralatan dan koordinasi harus siap setiap saat sehingga apabila terjadi kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas,” ujarnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Sementara itu, kunjungan bersama tersebut memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, BPBD, Damkar dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Kukar.