Api Karhutla Merayap 40 Meter dari Rumah Warga, Tiga Desa Bergerak Lindungi Liang Buaya

Kukar – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) nyaris menyentuh permukiman warga Desa Liang Buaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Api yang muncul dari kawasan rawa gambut di belakang desa sempat bergerak mendekati rumah penduduk dengan jarak sekitar 40 meter.

Peristiwa terjadi Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Api pertama kali terlihat di kawasan belakang Desa Liang Buaya, tepatnya sekitar RT 03, kemudian bergerak ke arah RT 02 hingga RT 01.

Situasi tersebut memicu respons cepat. Warga Liang Buaya bersama aparatur desa, personel Polsek Muara Kaman dan Babinsa langsung melakukan pemadaman. Bantuan juga datang dari warga Desa Tunjungan dan Desa Sedulang, serta tim pemadam dari perusahaan.

Bukan hanya mengejar titik api, warga mengambil langkah untuk melindungi permukiman dengan membuat sekat di belakang rumah-rumah penduduk. Sejumlah pompa Alkon dikerahkan untuk membasahi area sekitar dan menghentikan potensi penjalaran api.

Dalam penanganan tersebut digunakan satu unit Alkon Shibaura milik PT ATK, empat unit Alkon Desa Liang Buaya dan peralatan milik warga, ditambah dukungan Alkon dari Desa Tunjungan dan Desa Sedulang. Warga juga menggunakan alat pemadam gemprok dan parang untuk membuka akses menuju area yang terbakar.

Angin yang cukup kencang membuat api mudah bergerak, sementara semak belukar yang lebat di belakang rumah warga menyulitkan petugas dan masyarakat mencapai titik api.

Medan yang terbakar merupakan rawa gambut yang mengering, sehingga penanganan membutuhkan pembasahan dan pemantauan secara berkelanjutan untuk mencegah api kembali muncul.

Respons lintas desa akhirnya berhasil membendung ancaman tersebut. Area kebakaran di RT 03, RT 02 dan RT 01 berhasil dipadamkan. Warga yang terdampak asap untuk sementara bergeser ke rumah keluarga atau bagian permukiman yang tidak terdampak asap.

Setelah api berhasil dikendalikan, warga Liang Buaya memilih tetap berjaga. Pembasahan terus dilakukan pada area yang berpotensi terbakar di sekitar rumah sebagai langkah antisipasi.

Personel yang terlibat antara lain Bhabinkamtibmas Brigpol Ketut, Bripda Prastyo, Babinsa Serda Sahroji, aparatur Desa Liang Buaya, warga setempat, warga Desa Tunjungan dan Sedulang, serta tim pemadam PT AEK dan PT ATK.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa menghadapi Karhutla di kawasan gambut membutuhkan kecepatan respons dan kolaborasi. Ketika api sudah berada hanya puluhan meter dari rumah, kesiapsiagaan warga dan sinergi lintas unsur menjadi benteng pertama sebelum kebakaran berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

Karhutla di Bukit Jering Padam Setelah Sulit Dijangkau, Polisi Perketat Pemantauan di Lahan Gambut

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah Desa Bukit Jering, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (11/9/2026) malam. Kondisi medan berupa rawa gambut dan semak belukar membuat titik api sulit dijangkau petugas.

Petugas piket Polsek Muara Kaman bersama pemerintah desa, relawan api, TNI dan pemadam dari PT RMB langsung melakukan pengecekan setelah menerima informasi adanya titik api yang disertai kepulan asap sekitar pukul 20.00 WITA.

Namun, upaya mendekati sumber api terkendala kondisi medan yang sulit dilalui, terlebih kebakaran terjadi pada malam hari sehingga jarak pandang petugas terbatas. Selain itu, tidak terdapat sumber air di sekitar titik api. Sumber air terdekat berasal dari Sungai Mahakam dengan jarak sekitar 2 kilometer.

Meski pemadaman langsung belum dapat dilakukan, petugas bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan api meluas ke area lainnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 00.30 WITA, kobaran api mulai mengecil dan kepulan asap berangsur berkurang, Kemudian pada pukul 04.00 WITA, api dilaporkan telah padam dan hanya menyisakan asap tipis dari lahan yang terbakar.

Luas lahan yang terdampak hingga kini belum dapat dipastikan, mengingat lokasi berada di kawasan rawa gambut dan semak belukar yang sulit dijangkau.

Dalam penanganan tersebut, petugas menggunakan satu unit perahu speedboat, tiga unit Alkon sedang dan satu unit Alkon besar sebagai sarana pendukung.

Polsek Muara Kaman juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan api serta pihak PT RMB untuk melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan di sekitar lokasi.

Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, langkah pencegahan dinilai penting karena kondisi lahan gambut dapat membuat api sulit terdeteksi maupun dijangkau dan berpotensi kembali menyala di bawah permukaan.

Petugas masih melakukan pemantauan berkala di sekitar lokasi untuk memastikan tidak muncul kembali titik api maupun penyebaran kebakaran ke area lain.

Karhutla di Muhuran Padam, Tim Gabungan Tetap Siaga Antisipasi Api Kembali Menyala

Kukar – Tim Satgas Gabungan Karhutla Kecamatan Kota Bangun melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Muhuran, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (10/9/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 22.30 WITA tersebut melibatkan71 personel gabungandari Polri, TNI, Damkar, Satpol PP, relawan dan masyarakat.

Dalam penanganan di lapangan, tim menemukan titik api yang berada sekitar3,5 kilometer dari Desa Muhuran dan tidak dapat dijangkau. Api kemudian dilaporkan padam dengan sendirinya.

Meski demikian, personel gabungan bersama warga tetapsiaga di desa untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali menyala atau meluas.

Penanganan berlangsung hingga pukul 02.30 WITA. Situasi selama kegiatan berjalan aman dan terkendali

Polsek Tabang Kawal Langsung Penyelidikan Karhutla, Pastikan Pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Kaltim Berjalan di Lapangan

Kutai Kartanegara – Penanganan dugaan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, mendapat perhatian serius dari kepolisian. Polsek Tabang turun langsung mengawal proses penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Kalimantan Timur di areal HGU PT Sasana Yudha Bakti (SYB), Desa Buluk Sen.

Pendampingan tersebut berlangsung sejak Rabu (9/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026) dini hari. Kehadiran personel Polsek Tabang memastikan seluruh rangkaian kegiatan tim Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Kaltim dapat berjalan aman, tertib dan sesuai kebutuhan pemeriksaan di wilayah hukum Polsek Tabang.

Tidak berhenti pada pengamanan kegiatan, Polsek Tabang turut mendukung proses penyelidikan dengan membuka akses dan membantu kelancaran pemeriksaan di lapangan, termasuk saat tim mendatangi lokasi yang berkaitan dengan dugaan Karhutla.

Sejumlah objek penting diperiksa bersama, mulai dari posko tanggap darurat Karhutla dan perlengkapannya, lokasi kejadian kebakaran, tower pemantau Karhutla hingga embung air yang menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan pengendalian kebakaran perusahaan.

Di lokasi yang menjadi objek penyelidikan, tim Ditreskrimsus Polda Kaltim juga memasang spanduk penanda bahwa tempat tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Personel Polsek Tabang turut memastikan kegiatan pemeriksaan dan pemasangan penanda berlangsung aman serta tidak mengalami hambatan di lapangan.

Dukungan Polsek Tabang juga terlihat dalam proses pemeriksaan saksi-saksi dari pihak perusahaan. Koordinasi di tingkat kewilayahan dilakukan untuk membantu penyidik memperoleh informasi yang diperlukan dalam mendalami peristiwa Karhutla tersebut.

Langkah ini menunjukkan peran Polsek Tabang tidak hanya sebagai unsur pengamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan kepolisian di wilayah hukum dalam mendukung proses penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran terkait Karhutla.

Kapolsek Tabang Iptu Yohan Lihu menegaskan melalui jajaran bahwa setiap kegiatan penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum di wilayahnya akan didukung secara optimal, khususnya dalam memastikan keamanan, akses lokasi dan koordinasi dengan unsur terkait.

Sementara itu, tim Ditreskrimsus Polda Kaltim yang melaksanakan penyelidikan terdiri dari AKBP Goerge Alexander Pakke, Iptu Arianto, Aiptu Kusmanto, Bripka Ronny Indra dan Briptu Dwi.

Polsek Tabang memastikan proses penanganan Karhutla di wilayah hukumnya tidak berhenti pada pemadaman api. Ketika terdapat indikasi yang memerlukan penyelidikan, kepolisian kewilayahan siap mengawal prosesnya hingga setiap fakta di lapangan dapat diperiksa secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum.

Sespimmen 67 Turun ke Tenggarong Seberang, Serap Keluhan Relawan Karhutla soal Minimnya Sarana Pemadam

Kukar – Pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika api sudah membesar. Kesiapan personel, sarana pemadam, akses menuju titik api hingga keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting yang harus dibahas bersama.

Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla yang digelar Polsek Tenggarong Seberang bersama Siswa Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Menengah (Sespimmen) Lemdiklat Polri Dikreg ke-67 dan masyarakat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Tenggarong Seberang, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.30 WITA tersebut diikuti sekitar 100 peserta, melibatkan unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, Pemadam Kebakaran (PMK), relawan Karhutla serta masyarakat.

Yang menarik, kehadiran 10 siswa Sespimmen 67 dalam forum tersebut bukan ditempatkan sebagai narasumber yang datang membawa teori. Mereka justru membuka ruang dialog untuk mendengar langsung pengalaman, kendala dan pola penanganan Karhutla dari petugas yang selama ini berada di garis depan.

Perwakilan Sespimmen 67 menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi kesempatan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman dan mempelajari secara langsung bagaimana PMK serta relawan di Tenggarong Seberang menghadapi kebakaran di lapangan.

“Kami bukan sebagai narasumber, tetapi ingin berdiskusi dan belajar dari pengalaman rekan-rekan PMK maupun relawan dalam menangani Karhutla,” penyampaian perwakilan Sespimmen dalam forum tersebut.

Pendekatan tersebut mendapat respons dari peserta. Salah satu persoalan yang mencuat adalah keterbatasan sarana pemadam untuk menjangkau titik api yang berada jauh dari akses kendaraan, termasuk kawasan perbukitan dan lahan gambut.

Ketua RT Manunggal Jaya, Andi, mempertanyakan langkah yang dapat dilakukan apabila titik api berada di atas bukit dan sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Persoalan serupa disampaikan Udin dari unsur Damkar. Menurutnya, petugas masih menghadapi keterbatasan sarana, terutama pompa punggung atau peralatan pemadam portabel yang dapat digunakan ketika kendaraan PMK tidak mampu menjangkau lokasi kebakaran.

Kondisi tersebut juga dirasakan relawan. Bayu, relawan dari Bhuana Jaya, menyebut kelompoknya telah menerima bantuan alat pemadam punggung dari BPBD untuk penanganan kebakaran di lahan gambut maupun lokasi yang tidak dapat dijangkau kendaraan.

“Alat yang kami miliki hanya satu dan tentunya masih sangat kurang untuk operasional pemadaman,” menjadi salah satu persoalan yang mengemuka dalam diskusi.

Keterbatasan tersebut menunjukkan bahwa tantangan Karhutla di lapangan bukan hanya persoalan keberadaan personel, tetapi juga kemampuan menjangkau sumber api secara cepat dengan peralatan yang sesuai karakter medan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, siswa Sespimmen 67 menyatakan akan menampung seluruh kendala yang disampaikan PMK dan relawan untuk selanjutnya didiskusikan dengan pimpinan.

Forum ini sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun pola penanganan Karhutla yang berbasis pengalaman lapangan. Relawan dan petugas pemadam memiliki pengalaman menghadapi kondisi medan secara langsung, sementara forum FGD menjadi ruang untuk menyatukan pengalaman tersebut dengan perspektif kepemimpinan dan tata kelola penanggulangan bencana.

Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovas bersama jajaran turut mendampingi rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga pukul 15.30 WITA tersebut.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula penyerahan bantuan kepada pihak yang menjadi bagian dari kegiatan FGD.

Penyerahan tersebut menjadi bentuk dukungan dan kepedulian dalam pelaksanaan kegiatan bersama, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, Sespimmen 67, petugas PMK, relawan dan masyarakat.

Bakar Lahan di Dekat Tol Km 56, Polisi Amankan Seorang Pria Bersama Barang Bukti

Kukar – Polisi mengungkap dugaan tindak pidana pembakaran lahan di wilayah Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. Seorang pria berinisial IM (47) diamankan Unit Reskrim Polsek Muara Jawa setelah diduga membakar lahan miliknya menggunakan potongan karet ban dan korek api, Kamis (11/9/2026).

Pengungkapan tersebut bermula dari informasi mengenai kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Teluk Dalam RT 07. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Unit Reskrim Polsek Muara Jawa bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penyelidikan.

Lokasi kebakaran berada di kawasan yang cukup sulit dijangkau. Dari Tol Km 56 Teluk Dalam, petugas harus melanjutkan perjalanan melalui akses jalan hauling, kemudian berjalan kaki menuju sebuah pondok yang berada di kawasan hutan.

Setibanya di lokasi, petugas bertemu dengan IM yang disebut sebagai pemilik pondok dan lahan. Dalam pemeriksaan awal di tempat, yang bersangkutan diduga mengakui bahwa dirinya telah melakukan pembakaran lahan.

Petugas kemudian menanyakan cara yang digunakan untuk membakar lahan tersebut yang mana berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, pembakaran dilakukan menggunakan potongan karet ban dan korek api.

Polisi selanjutnya menemukan dan mengamankan barang yang diduga digunakan dalam pembakaran, yakni dua potongan karet ban yang telah terbakar dan satu korek api warna kuning.

IM kemudian dibawa ke Mapolsek Muara Jawa untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan dugaan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Kapolsek Muara Jawa Iptu Yoga Fatur Rahman menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian mencegah pembakaran lahan yang dapat membahayakan keamanan masyarakat maupun lingkungan.

Dalam perkara ini, penyidik telah membuat laporan polisi, mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti, melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan terduga pelaku serta melengkapi administrasi penyidikan.

Terhadap perkara tersebut, penyidik menerapkan ketentuan Pasal 308 ayat (1) KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto ketentuan peraturan perundang-undangan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, kehutanan, serta perkebunan, sesuai hasil penyidikan.

Polsek Muara Jawa mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Terlebih di tengah kondisi rawan Karhutla, tindakan pembakaran yang tidak terkendali dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan ancaman bagi lingkungan maupun keselamatan warga.

Perkara ini masih dalam proses penyidikan. Status dan keterlibatan terduga pelaku akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti sesuai ketentuan hukum yang berlaku

Kapolri: Berantas Pungli dan Premanisme demi Jaga Iklim Investasi

BEKASI – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan tidak boleh ada ruang bagi praktik pungutan liar, premanisme, maupun berbagai tindak kejahatan yang mengganggu kegiatan usaha dan iklim investasi di Indonesia.

Kapolri meminta para pengusaha segera melaporkan setiap gangguan keamanan yang terjadi. Jajaran kepolisian diperintahkan merespons dan menindaklanjuti laporan tersebut secara tegas sesuai ketentuan hukum.

Penegasan itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Hubungan Industrial Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi” tersebut dihadiri kurang lebih 2.000 pekerja dari sekitar 1.200 perusahaan di Kawasan Industri MM2100 dan sekitarnya.

“Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan dunia usaha. Situasi kamtibmas yang terjaga akan memberikan rasa aman kepada pekerja, menjamin kelancaran operasional perusahaan, sekaligus memperkuat kepercayaan investor.

Terlebih, Indonesia memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi karena didukung kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang luas, serta pengembangan hilirisasi di berbagai sektor strategis.

Potensi tersebut tercermin dari realisasi investasi nasional yang mencapai Rp1.010,6 triliun hingga semester I tahun 2026. Pada periode yang sama, Jawa Barat membukukan investasi sebesar Rp138 triliun.

Kabupaten Bekasi menjadi salah satu penopang utama capaian tersebut. Pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi di Kabupaten Bekasi mencapai Rp31,7 triliun atau 41,29 persen dari total investasi Jawa Barat sebesar Rp76,8 triliun.

Kapolri memastikan Polri akan terus hadir memberikan perlindungan dan kepastian hukum agar kegiatan industri dapat berjalan dengan aman serta berkelanjutan.

“Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi. Polri akan terus memberikan jaminan keamanan agar kegiatan investasi dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” kata Kapolri.

Meski demikian, Kapolri mengingatkan bahwa kondusivitas investasi bukan hanya berkaitan dengan keamanan. Perusahaan juga harus menaati regulasi, memenuhi hak-hak pekerja, serta membangun hubungan industrial yang adil dan harmonis.

Pekerja dan pengusaha merupakan dua unsur yang saling membutuhkan. Perusahaan memerlukan dukungan pekerja untuk menjaga kegiatan produksi, sedangkan pekerja membutuhkan perusahaan yang sehat dan terus berkembang sebagai sumber penghidupan.

Karena itu, Kapolri mendorong seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan ketenagakerjaan. Perbedaan kepentingan tidak boleh berkembang menjadi konflik yang merugikan pekerja, perusahaan, maupun perekonomian.

Kapolri mengajak pemerintah, pengusaha, pekerja, dan serikat buruh bersinergi menciptakan lingkungan industri yang aman, hubungan kerja yang berkeadilan, serta iklim investasi yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak.

Kapolri Apresiasi Buruh dan Pengusaha Duduk Bersama Bahas RUU Ciptaker

Bekasi – Kapolri mengapresiasi langkah serikat buruh dan asosiasi pengusaha yang mulai duduk bersama membahas RUU Cipta Kerja. Menurutnya, dialog sejak awal menjadi cara terbaik untuk mencari titik temu di tengah berbagai kepentingan buruh dan dunia usaha.

Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). Acara mengangkat tema “Hubungan Industrial, Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi” dan dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari sekitar 1.200 perusahaan.

Kapolri mengaku senang karena pembahasan RUU Ciptaker kali ini diawali dengan komunikasi antara serikat pekerja dan Apindo. Menurutnya, pola seperti ini penting dipertahankan karena berbagai isu ketenagakerjaan memang tidak selalu mudah dan sangat mungkin memunculkan perbedaan pandangan.

“Saya sangat senang mendengar bahwa pembicaraan terkait dengan draf Undang-Undang Ciptaker dimulai dengan pembicaraan bersama antara teman-teman dari serikat pekerja dengan Apindo. Ini adalah permulaan yang sangat baik dan tentunya harus dipertahankan,” kata Kapolri.

Ia menegaskan, perbedaan antara pekerja dan pengusaha merupakan hal yang wajar. Namun yang terpenting, setiap persoalan hubungan industrial sebisa mungkin diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, tanpa mengabaikan hak buruh maupun keberlangsungan perusahaan.

Kapolri mengatakan, keseimbangan antara dua kepentingan tersebut menjadi semakin penting di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang turut berdampak pada dunia usaha serta sektor ketenagakerjaan di Indonesia.

Karena itu, ia mengingatkan pengusaha agar tidak melihat pekerja semata-mata sebagai tenaga kerja, melainkan sebagai aset, mitra, sekaligus bagian dari keluarga besar perusahaan.

“Kalau kita bicara kesejahteraan buruh, perusahaannya juga harus tetap hidup dan berkembang. Di situlah kita harus menemukan titik keseimbangan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Kapolri juga menekankan pentingnya menjaga iklim investasi tetap aman dan kondusif. Pemerintah, kata dia, terus mendorong hilirisasi dan investasi agar semakin banyak lapangan pekerjaan baru yang tercipta.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar, mulai dari kekayaan sumber daya alam hingga pasar domestik yang luas. Namun potensi tersebut harus diiringi dengan kepastian, keamanan, serta hubungan industrial yang sehat.

Kapolri pun meminta perusahaan tidak ragu melaporkan praktik premanisme, pungutan liar, ataupun gangguan keamanan lainnya di kawasan industri. Polri, tegasnya, akan menindaklanjuti setiap laporan agar dunia usaha dan investor merasa aman menjalankan kegiatannya.

Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa kondusivitas investasi tidak boleh mengesampingkan kepentingan pekerja. Pengusaha tetap harus mematuhi regulasi dan menjaga hak-hak buruh yang telah ditetapkan.

“Investasi harus tetap kondusif, tetapi hak-hak buruh juga harus terus dijaga dan diperjuangkan. Semua harus berjalan seimbang,” tegasnya.

Kapolri optimistis, jika pemerintah, pengusaha, investor, dan pekerja mampu menjaga komunikasi serta bekerja bersama, Indonesia akan semakin kuat dalam mendorong hilirisasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keberadaan SMK Mitra Industri MM2100 yang dinilai menjadi contoh konkret kolaborasi dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas. Kapolri berharap pekerja Indonesia ke depan tidak hanya menjadi tenaga terampil, tetapi juga mampu mengisi posisi-posisi manajerial dan strategis di perusahaan.

“Dengan semangat kebersamaan antara pengusaha, investor, buruh dan pemerintah, kita yakin Indonesia bisa mencapai cita-citanya menjadi negara maju,” pungkas Kapolri.

Kapolri ke Pengusaha: Jadikan Buruh Aset, Mitra, dan Keluarga Perusahaan

Bekasi- Kapolri mendorong perusahaan mengubah cara pandang terhadap buruh. Pekerja tidak semestinya hanya diposisikan sebagai tenaga kerja, tetapi harus menjadi aset, mitra, sekaligus bagian dari keluarga perusahaan.

Pesan itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). Acara tersebut mengusung tema “Hubungan Industrial, Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi”.

“Jadikan buruh sebagai aset, mitra, dan bagian dari keluarga perusahaan,” ujar Kapolri.

Cara pandang tersebut dinilai penting untuk membangun hubungan industrial yang sehat. Sebab, keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan buruh bukan dua kepentingan yang harus dipertentangkan, melainkan perlu berjalan beriringan.

Perusahaan membutuhkan pekerja yang produktif dan berkualitas agar mampu bertahan dan berkembang. Sebaliknya, buruh membutuhkan perusahaan yang sehat untuk memperoleh kepastian kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Keseimbangan itu semakin dibutuhkan di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang turut memberi tekanan terhadap dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan. Kondisi tersebut menuntut pemerintah, pengusaha, investor, dan pekerja semakin memperkuat komunikasi dan kolaborasi.

Kapolri pun mengapresiasi perjuangan FSPMI yang semakin mengedepankan silaturahmi serta dialog dengan pemerintah dan kalangan pengusaha. Perbedaan kepentingan dalam hubungan industrial diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan dengan langkah yang justru merugikan pekerja maupun perusahaan.

Pendekatan serupa juga terlihat dalam pembahasan Cipta Kerja yang diawali melalui pertemuan antara serikat buruh dan asosiasi pengusaha. Langkah tersebut diapresiasi sebagai upaya mencari titik temu dengan tetap berpegang pada regulasi dan perlindungan terhadap hak-hak pekerja.

Konsolidasi Akbar FSPMI tersebut dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari sekitar 1.200 perusahaan di Kawasan Industri MM2100. Sejumlah unsur serikat pekerja, pengusaha, APINDO, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, hingga jajaran Polri turut hadir.

Di tengah upaya memperkuat hubungan industrial, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi dan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Kekayaan sumber daya alam dan besarnya pasar domestik Indonesia menjadi modal penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Namun, investasi membutuhkan iklim yang aman dan kondusif. Karena itu, Kapolri meminta praktik pungutan liar, premanisme, maupun gangguan kamtibmas lainnya yang menghambat aktivitas dunia usaha segera dilaporkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Peningkatan investasi juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pekerja. Kapolri mengapresiasi keberadaan SMK Mitra Industri MM2100 sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang semakin kompetitif dan memiliki kesempatan untuk menduduki posisi manajerial maupun strategis di perusahaan.

Sinergi pemerintah, dunia usaha, investor, dan buruh pada akhirnya menjadi kunci agar investasi terus tumbuh, lapangan kerja semakin luas, dan kesejahteraan pekerja meningkat menuju Indonesia Emas 2045.

Sat Samapta Polres Kukar Ikut Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sambut HUT TNI ke-81

Kukar – Semangat sinergi TNI-Polri kembali terlihat dalam kegiatan bakti kesehatan dalam rangka memperingati HUT TNI ke-81 Tahun 2026. Personel Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara turut ambil bagian dalam kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Gedung Olahraga Kodim 0906 Kutai Kartanegara, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA tersebut menjadi momentum bagi personel Polri untuk berkontribusi dalam aksi sosial sekaligus menjaga kebugaran dan kesehatan.

Kehadiran personel Sat Samapta tidak hanya memperkuat hubungan dan soliditas TNI-Polri, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan yang bermanfaat.

Donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis berlangsung dengan aman dan lancar. Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan memperkuat sinergi antarinstansi.